Showing posts with label Pisang. Show all posts
Showing posts with label Pisang. Show all posts

Saturday, 20 August 2016

Bolen Pisang (No Korsvet)



Bolen pisang no korsvet ini sudah pernah bikin dulu resepnya mba Ariesta Mikdar. Kali ini bikin lagi versi Hania Kitchen. Bahannya ngga jauh beda cuma beda di quantiti bahan kulit dan lapisan lemaknya. Hasilnya lebih renyah ya. Aslinya resep ini lengkap banget dengan tutorial. Sayangnya saya kok cari cari link Hania Kitchen ngga ketemu ya. Dulu itu saya screenshot punya temen juga. Buat mba Hania makasih banyak ya resep dan tutorialnya. Suka banget bolennya....! ini rasanya mirip banget dengan puff pastry full butter ya. Kalau mau ekonomis bisa diganti separuh dengan margarin. Tapi jangan dihilangkan butternya ya. Rasa dan aromanya yang rich itu dapetnya dari situ.


Monday, 17 August 2015

Cake Cokelat Ketan Hitam Pisang Dengan Streusel



Lagi kangen makan cake ketan hitam. Kali ini bikin versi yang sudah pernah aku bikin sebelumnya. Dengan tambahan pisang dan cokelat. Resepnya dari majalah Sajian Sedap. Aku beri streuel atasnya untuk variasi. Makannyapun lebih seru karena ada yang renyah renyah di atasnya. Selain itu, aromanya pun wangi sekali. Sangat memuaskaan...

Wednesday, 1 July 2015

Banana Cotton Cake


Alhamdulillah aku dapat kiriman loyang tokyo banana. Dari Mba Devi Rana lagi. Kemarin marin sudah dikasih cetakan roti jala sama loyang mini tulban. Beliau baik sekali. Dikirimin dari Jakarta lho. Aku yang jadi ngga enak belum bisa membalas apa apa. Tuk mbak Devi Rana makasih banyak ya mbaaa pemberiannya. Akhirnya aku jadi bisa mencoba cake yang lagi happening di dunia food blogger Indonesia ini ^^

Di dunia maya ada beberapa versi banana tokyo ini. Di Indonesia yang populer adalah yang versi cake pisang dicetak di loyang berbentuk pisang lalu diberi coating cokelat hias bentuk pisang. Tapi di Jepang sendiri justru yang populer adalah cake sponge pisang atau cake vanila biasa yang diisi dengan custard pisang. Naaah bingung mau coba yang mana kan...daripada pusing aku coba saja dua duanya. Resep cake aku pakai banana cotton cakenya Ny. Liem yang aku lihat di blognya mbak Elsa Elwin. Sedangkan tuk isian custardnya aku lihat di sini.

Berbeda dengan review mbak Elsa yang bilang kalau adonannya agak encer. Adonanku malah kental banget seperti adonan cotton cake pada umumnya. Tapi ada cara bikinnya yang aku ubah. Kalau versi Ny. Liem, putih telur dikocok dulu lalu disisihkan dan mengerjakan adonan kuning telur. Sedangkan aku menggunakan cara mencampur adonan kuning telur dan tepung kemudian terakhir mengocok putih telur dan dicampurkan ke adonan kuning telur. Cara ini menghindari adonan putih telur mencair. Nah dengan metode ini kue yang aku hasilkan tebal dan banyak. 5 loyang banana cake ukuran besar dan 1 loyang cake ukuran 30 x 25cm. Tebel kuenya. Jadi aku belah mendatar dan dibagi lagi 4 (jadi 8 slices) dan inilah yang aku jadikan bolu gulung pisang isi custard pisang. Ini aja sudah dibelah dua masih tebal kuenya. Di gambar kelihatan kan ada 4 macam. Yang paling atas yang menggunakan loyang banana tokyo. Tanpa filling. Yang di gambar bawah ini yang bolu gulung mini isi custard pisang. Jadi ada 3 macam. Yang cokelat itu yang masih utuh kulit bagian luarnya sedang yang satu yang sudah nggak ada kulitnya. Yang satu lagi sama saja cuman diberi coating cokelat. Kalau saya sih lebih milih bolu gulung tanpa coating. Walaupun bentuknya gak secantik yang menggunakan loyang tapi rasa pisangnya justru lebih terasa. Kalau yang pake coating justru dominan rasa cokelat coatingnya >,<




Sunday, 21 June 2015

Behind The Scene...



Apa kabar teman teman...?? gimana puasanya? semoga masih lancar ya. Hari ini aku bikin timphan. Untuk resep kali ini agak beda dari resep sebelumnya karena aku menggunakan sedikit kelapa muda dalam isian sarikaya nangkanya. Rasanya ngga jauh berbeda kok. tetep enaaak. Resepnya bisa dilihat di Bale Kuliner ya.

Aku juga sengaja mengambil beberapa gambar behind the scene foto makananku.  Supaya ada gambaran buat teman teman bagaimana ambil gambarnya. Sebenarnya untuk cahaya di rumah yang sekarang aku agak kesulitan karena jendela yang telalu banyak dan besar foto seringkali jadi over exposure. Apalagi kalau ngambil gambarnya pagi jam 11 sampai jam 2 siang. Sangat terang. Terlihat di bawah ruang tamu memiliki jendela di sisi kiri kanan dan depannya. Cuma aku tutupi rak pajangan di sebelah kirinya biar gak terlalu silau. Sewaktu memotret, jendela harus dalam keadaan tertutup vitrase yang befungsi juga sebagai diffuser. Yaitu supaya cahayanya lebih lembut dan menyebar, bayangan objeknya tidak terlalu keras.




Sudut yang biasa aku jadikan tempat memotret adalah sebelah kanan atau kiri dari jendela. Kadang di lantai dengan di alas papan ataupun di atas meja kecil. Kalau lagi pingin yang low light atau foto yang agak gelap aku blokir sedikit cahayanya seperti di gambar bawah...sisi kanan kiri dan belakangnya aku tutup dengan blok kayu serta bantal kursi. Pokoknya memanfaatkan apa yang ada di sekitar rumah saja. Ngga pake peralatan canggih kok ^^


Di  depannya aku kasih reflector dari cake board warna metalik ya untuk memantulkan cahaya dari jendela mengenai objeknya supaya ngga terlalu gelap. Bisa dilihat di gambar bawah perbedaannya ya...





Gimana?? kebayang kan teman teman?? Nanti aku usahakan lagi sharing behind the scene dengan nuansa cahaya yang berbeda pula ya.


Data EXIF :
ISO : 500
Aperture : F 2.5
Exposure time : 1/200
Reflector dari arah depan

Sunday, 24 May 2015

Banana Bread (no baking powder)



Kemarin sewaktu beli pisang raja di pasar satu sisir dapat bonus lagi satu sisir dari penjualnya. Mungkin karena pisang yang aku cari pisang super matang yang sudah mau menghitam. Kan biasanya yang sudah matang sekali begitu ngga terlalu laku lagi. Jadi daripada pisangnya ngga habis busuk dikasih ke aku sesisir. Alhamdulillah. Senang sih, tapi bingung mau dibuat apa lagi. Jaman dulu waktu mamaku masih punya peliharaan burung nuri...pisang ngga pernah terbuang karena burung nuri senang makan pisang. Kalau pisang raja memang seringnya aku bikin kue. Kadang kadang juga sih dimakan begitu saja kalau ngga ada pisang lain. Tapi biasanya aku sukanya pisang ambon atau pisang mas.

Cari cari resep yang simple aku dapat lagi di blognya mba Endang Just Try and Taste. Resep aslinya dari Carol Easy Life. Banana bread tanpa baking powder. Step by stepnya juga lengkap di sana tapi bahasa Mandarin >,<. Untungnya mba Endang sudah mentranslatekan untuk kita. Resep ini menarik karena cakenya terlihat lembut walau tanpa bahan pelembut dan pengembang. Biasanya cake-cake dengan tambahan buah  atau tape selalu menggunakan bahan pengembang karena adonannya agak berat. Tapi yang satu ini menggunakan teknik yang lain lagi...walau begitu hasilnya terlihat cantik. Syaratnya sederhana, agar mengembang sempurna telurnya direndam dulu dalam air hangat sekitar 3-5 menit. Setelah itu kocok telur dan gula sampai kental berjejak ya. Baru masukkan pisang aduk perlahan baru masuk tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Aduk pun harus pake perasaan ya. Perlahan saja supaya udara yang sudah terbentuk di dalam adonan tidak keluar lagi semua dengan pengadukan yang intense. Nah yang unik adalah teknik pencampuran butternya. Kadang butter leleh kan suka mengendap di bawah kalau ngaduknya ngga rata menghasilkan kue yang bantat ataupun kalau mengembang bagian bawahna lebih padat. Cara Carol adalah dengan mencampur butter dengan sedikit adonan lalu diaduk rata. Setelah itu baru dicampurkan ke sisa adonan yang lain. Dengan cara ini pencampuran butter jadi lebih mudah rata. Hasilnya kuenya lumayan lembut. Ngga seringan sponge tapi ngga juga seberat butter cake atau banana bread pada umumnya.

Oh ya ada satu cara yang menurutku mba Endang skip di cara pembuatan aslinya. Aku perhatikan Carol mengalasi loyang cake dengan loyang lagi di bawahnya sehingga menghasilkan kue yang tidak cokelat di dasar dan pinggirannya. Tapi karena aku terlambat memperhatikan...pas sudah matang aku bingung, kok punya Carol bisa cantik mulus putih pinggirannya cuma atasnya yang kecokelatan. Setelah aku perhatikan baik baik baru deh ngeh. Ngga ngerti apakah itu pake metode water bath atau cuman dobel loyang saja.

Satu lagi kesalahan yang aku lakukan adalah terlambat menoreh cake supaya permukaannya muncul rekahan cantik. Kue sudah terlanjur mengembang mumbul/ngedome dikit baru aku toreh. Aku perhatikan punya Carol beliau menoreh permukaannya sewaktu kuenya mengembang api masih datar. Mungkin sewaktu pemanggangan berjalan sekitar 17-20 menitan. Ini juga buat bahan belajar aku lain kali harus sukses bikinnya. Untuk rasa sudah enak menurutku tapi kalau lain kali bikin aku akan tambah lagi gulanya sekitar 10 gram. 

Wednesday, 29 April 2015

Mini Banoffee Pie


Karena tadi waktu bikin brownie pie suka sama kulitnya yang renyah dan gurih walau tanpa telur akhirnya aku bikin lagi kulit pie. Kali ini banoffee pie. Banana toffee pie. Kebetulan lagi ada pisang ambon yang manis banget. Dulu sudah pernah bikin versi besarnya, nah kali ini bikin versi imutnya. Menurutku pisang dan toffee pas sekali dipadukan. Coba sendiri baru percaya...

Nah toffeenya aku pakai sisa dari saus butterscotch untuk pie brownie. Nyam nyam...pokoknya enaaak...!! Bikinnya gampang ini. Yang penting udah ada kulit pie. Aku pakai resep pie brownies. Tinggal diisi saus karamel atau dulche de leche atau butterscotch lalu diberi potongan pisang ambon dan disemprotkan whipped cream kemudian terakhir diberi serutan cokelat. Maknyussss...! Untuk dapat kulit pie yang cantik aku menggunakan cutter bergerigi dan ditaruh ke dalam cetakan mini muffin. Gak usah tebal tebal kulitnya ya karena ketika dipanggang dia akan ngembang juga dikit.




Monday, 19 January 2015

Double Chocolate Banana Cupcake


Tumben pisang ambon di rumah ngga habis habis. Biasanya 3 hari aja paling lama dah habis. Mungkin karena ada buah lain. Minggu lalu aku memetik mangga dari pohon dan hari ini beberapa diantaranya dah pada masak. Untuk memberdayakan pisangnya akhirnya aku cari resep yang menggunakan pisang dan yogurt. Karena di kulkas juga ada yogurt. Ketemu resep menarik di Chew Out Loud. Bedanya dia dalam bentuk loaf sedangkan aku bikin di loyang cupcake biar anak anak lebih tertarik makannya.

Hasilnya enak. Rasa cokelat dari cupcakenya sebenarnya tipis saja karena cuma menggunakan 2 sendok makan cokelat bubuk. Yang nyoklat adalah ketika menggigit butiran butiran cokelat chipsnya. Langsung laku kuenya. Kebetulan Iyutnya lagi belajar kelompok di rumah bersama temannya. Alhamdulillah semua suka. Resep aslinya silahkan lihat di sini ya.

Friday, 2 January 2015

Banana Pancakes dengan LOCK N LOCK E-Cook Deco Fry Pan



Kalau musim libur itu dan tinggal di rumah aja bawaannya lapar melulu. Apalagi anak anak ya. Mungkin karena gak ada kegiatan dikit dikit bolak balik dapur buka kulkas. Hehe...

Nah karena anak anak minta dibuatkan snack aku cari yang bikinnya praktis dan bahan nya ada di rumah. Aku bikinlah pancake. Pancake pisang karena kebetulan lagi ada beberapa buah pisang yang super matang minta diberdayakan. Pancake biasanya sih buat sarapan ya...buat orang luar. Kalau buatku sih selain nasi itu jarang dipakai buat sarapan karena anak anak memang pilih nasi. Jadi sambil menunggu makan siang snaknya ya pancake ini. Anggap aja pisang goreng tanpa digoreng >,<

Resep aku lihat di Once Upon a Chef karena reviewnya yang memuaskan. Ternyata memang memuaskan. Pancakenya lembut mungkin karena ada tambahan pisangnya ya, dan tentu saja wangi aroma pisang. Pisangnya aku tambah jadi 3 buah. Di resep aslinya cuma 1 buah. Anak anak puas, makan dengan potongan pisang dan cucuran madu. Warnanya cantik, cokelat keemasan dan mulus karena aku pakai LOCK N LOCK E-Cook Fry Pan. Nggak pake olesan minyak ataupun butter. Justru kalau ngikut resep aslinya yang menggunakan campuran butter dan minyak pancake untuk menggoreng akan kelihatan berminyak. Mungkin memang garing diluarnya dan lembut di dalam...tapi aku lebih suka yang mulus kinclong seperti di atas. Fry pannya pun bebas lengket...tetap bersih walaupun baru habis dipakai membuat pancake. Praktis dan hemat tenaga kan??



Di bawah ini resepnya dengan sedikit modifikasi yaaa

Bahan : 
- 1 1/2 cup terigu protein sedang 
- 3 sdm gula pasir
- 2 sdt baking powder 
- 1/2 sdt garam
- 3 buah pisang ambon yang matang sekali, kupas
- 1 cup + 2 sdm susu cair
- 2 butir telur

- 3 sdm butter, lelehkan

Cara membuat :
  1. Dalam wadah campur bahan kering terigu, baking powder, gula dan garam.
  2. Dalam wadah yang lain lumatkan pisang hingga halus, tambahkan telur dan susu cair aduk sampai rata.
  3. Tuang campuran susu cair dan butter leleh ke dalam bahan kering aduk asal rata jangan overmix agar pancake tetap lembut.
  4. Panaskan fry pan dengan api sedang. Masukkan satu sendok sayur adonan pancake. Kalau kecil muat 3 buah. Setelah 2 menit balik. Biarka sampai kecoklatan lalu angkat.
  5. Sajikan dengan pisang dan madu atau sirup maple.

Monday, 23 June 2014

Carang Gesing



Seperti biasa minggu ini ada resep baru lagi di group Cooking Class whatsapp. Resep yang dishare mbak chef Atyk Murtingsih adalah carang gesing. Kue tradisional Jawa yang berbahan dasar pisang raja. Kue ini cocok banget tuk menu takjil. Manis, gurih, wangi pandan dan daun pisang. Ciri khas kue tradisional. Enaaak. Aku bikinnya dua macam. Ada yang pake daun pisang ada juga yang ditaruh dalam wadah alumunium foil mini. Yang lebih wangi yang dibungkus daun pisang walaupun alfoilnya dialasi daun pisang juga. Menggunakan alfoil hanya untuk alasan kepraktisan saja.

Jangan khawatir kalau pada saat membuat adonan konsistensinya akan encer sekali. Memang seperti itulah adonan mentahnya. Tapi begitu matang dia akan lebih set. Apalagi kalau dah masuk kulkas. Berair dikit tapi gak masalah. Oh iya kata mbak Atyk kue ini lebih enak diberi tambahan kelapa muda ataupun nangka. Tapi aku bikin versi originalnya saja ya. Berikut resep Maak Atyk ya.

Tuesday, 17 June 2014

Banana Bread Mbak R



Hari ini bikin lagi banana breadnya mbak Rachmah. Doyaaan banget...
Resepnya bisa cek di sini ya.

Tuesday, 10 June 2014

Pisang Molen Tanpa Korsvet



Kapan hari lihat postingan pisang molennya  mbak Mely Utia di FB. Aku sudah pernah bikin versi yang pake korsvet atau mentega lipat. Nah karena yang versi Mbak Mely bikinnya gak rempong alias gak pake korsvet dan gak perlu capek menggiling lipat bolak balik jadi aku tertarik tuk buat juga. Kalau dilihat komposisi bahannya mirip mirip seperti kue bakpia. Ada dua bahan kulitnya. Adonan air dan adonan minyak. Cuman yang ini menggunakan terigu protein tinggi. Resep ini mirip juga dengan pisang molennya mbak Ariesta Mikdar "Dapur Griya Khayangan". Silahkan dilihat di sini resepnya yaaa



Walaupun tidak serenyah pastry molen yang menggunakan korsvet, molen ini lumayan enak sekali. Apalagi untuk resep tanpa ribet, hehe. Lapisannya banyak dan halus sehingga nyaris tidak terlihat. Teksturnya agak renyah dan empuk ketika masih panas. Yang bikin enak dan rasanya pas karena menggunakan pisang raja yang matang dan manis sekali. Ditambah potongan keju yang gurih. Pas deh. Mungkin aku akan sering sering bikin molen...udah dapat resep yang gampang dan enak ^^

Makasih mbak Mely dan mbak Ariesta tuk sharing resepnya yaaaa



Monday, 12 May 2014

Banana Choco Cake



Masih ada pisang rasa sisa bikin nagasari kemarin. Pingin coba bikin banana cake yang lain lagi. Aku bongkar bongkar majalah Sedap ketemu resep Banana Choco Cake. Cake pisang rasa cokelat. Aku tambahkan atasnya dengan coklat chip. Kebetulan kemarin ada kiriman dari adik iparku di Bandung. Cokelat lokal yang lumayan enak juga. Apik kemasannya, kreatif deh pokoknya orang Bandung ya ^^
 


Menurutku hasilnya gak terlalu istimewa. Bukan resep favorit...masih lebih suka versi cokelat banana cake yang di sini.

Saturday, 10 May 2014

Nagasari




Senang sekali sekarang tiap Sabtu ada kegiatan cooking class. Uniknya cooking class kami jarak jauh. Kami tinggal di daerah yang berbeda beda. Berkomunikasi dan saling sharing lewat whatsapp. Sebelum hari Sabtu resepnya udah dishare supaya kami bisa menyiapkan bahan bahannya. Nah eksekusinya biasanya diadakan pada Sabtu pagi. Masing masing melaksanakan tugas di rumahnya dengan panduan dari si empunya resep. Setelah selesai foto hasil akhirnya disetor. Seru yaaaa...

Kali ini giliran membuat kue tradisional nagasari. Aku senang karena walaupun postingan jajanan tradisionalku sudah banyak belum pernah sekalipun bikin nagasari. Pernah sih sekali bikin nagasari hunkwe. Beda beda tipis. Kalau nagasari tepung beras ini dikukus kembali untuk mematangkannya. Resepnya dishare mbak Atyk Murtiningsih...asli enak. Pas manisnya, gurih santannya dan wangi daun pisang karena bungkusnya pake daun pisang. Perfect!! Gimana nggak, beliau ini pengalamannya banyak sekali. Sudah malang melintang di dunia bakul kue. Bisa dibilang suhunya bakulan kue. Aku share resepnya ya...

Bahan :
- 100 gr tepung beras
- 100 gr santan kental
- 300 santan encer
- 120 gr gula pasir
- 1/4 sdt garam
- 1/2 sdt vanili bubuk
- 3 buah pisang raja, potong bulat atau serong
- 2 lembar daun pandan
- daun pisang muda untuk membungkus

Cara membuat :
  1. Larutlan tepung beras dengan santan kental. Aduk rata dan sisihkan.
  2. Panaskan santan encer, gula, garam, vanili dan daun pandan sampai mendidih. 
  3. Masukan larutan tepung ke dalam larutan santan encer. Aduk rata. Masak kembali dan didihkan sampai setengah matang. Angkat.
  4. Ambil daun pisang, beri 1 sendok makan adonan tepung. Tambahkan pisang lalu tutup dengan satu sendok makan adonan lagi. Lipat seperti amplop sambil dipadatkan. lakukan hingga adonan habis.
  5. Panaskan kukusan hingga air mendidih. Masukkan nagasari dalam dandang dan kukus dengan api sedang selama 20 menit. Angkat, dinginkan.
  6. Siap disajikan. Hasil jadi sekitar 10 buah.

Sunday, 23 February 2014

Soft & Moist Banana Bread




Segera setelah lihat postingan banana breadnya Mbak Rachmah aku juga nyusul bikin. Memang gambar itu berpengaruh sekali ya. Lihat gambarnya langsung ngences. Bayangan teksturnya yang lembut sudah menari nari di kepala. Ditambah lagi membayangkan aroma pisangnyaaaaa...tergodaaa

Resep Mbak R lihat dari Live, Love & Sugar. Aslinya pake sour milk sih...yaitu susu yang diberi perasan air lemon atau cuka. Tapi di rumah cuman ada yogurt ya sudah diberdayakan saja. Aku pikir rasanya gak bakalan jauh beda. Secara sama sama produk susu yang rasanya agak asam ^^

Beneran enaaaaak. Kalau aku memang penggemar pisang dalam bentuk apapun. Apalagi kalau dibuat cake kayak gini yang wangi butter dan pisangnya dah tercium sampai ke ujung kamar, hehe. Tengkiuuu ya Mbak R udah sharing resep maknyusnya. Aku skip buttercreamnya karena ingin fokus ke rasa pisangnya. Segini aja dah enak banget...




Wednesday, 19 February 2014

Cake Pisang Cokelat Ketan Hitam




Pingin mengolah ketan hitam  dengan campuran pisang. Ketemu resep di blog mbak Yulyan Parwati  "Cooking With Love" cake pisang cokelat ketan hitam. Resep aslinya dari Sajian Sedap. Review Mbak Iyan kuenya enak...harus dicoba kayaknya.

Resep aku utak atik dikit. Gula pasir diganti gula palem. Pisang ambon aku ganti pisang raja. Hasilnya kayaknya lebih moist dari yang aslinya karena ketan hitamnya lebih banyak dan pisangnya juga lebih banyak. Aslinya pisangnya cuma 150 gram...tapi karena ingin menghabiskan 3 buah pisang aku pakai aja semuanya yang total beratnya 200 gram. Hasilnya beneran enak. Mirip mirip banana bread cokelat yang udah pernah aku bikin sebelumnya. Legitnya dapat dari ketan. Aroma pisang dan cokelat juga asli wangi menutupi aroma ketannya. Tapi teteup masih dapat tekstur dari ketan. Enak pokoknya. Manisnya pas. Luarnya garing tapi dalamnya moist dan legit. Love it!!




Friday, 10 January 2014

Cake Pisang Kukus Tepung Beras



Di rumah masih ada beberapa buah pisang mas yang sudah matang sekali. Anak anak udah nggak ada yang berminat kalau begitu penampakannya. Biasanya pisang mas cuman dimakan begitu saja tidak pernah aku olah ke dalam kue. Untuk kue aku seringnya menggunakan pisang raja. Selain manis aromanya juga khas. Tapi daripada pisangnya kebuang, ya aku bikin aja kue. Lagian setahuku di Malaysia pisang mas malah umum digunakan untuk membuat kue. Jadi nggak ada salahnya dicoba.

Resep aku ambil di Sajian Sedap. Pisang ambonnya aku ganti pisang mas, emulsifiernya juga aku skip karena kemarin bikin kue udah pake emulsifier. Takut kelebihan dosis bahan kimianya...hehe
Hasilnya enak dan lembut dengan aroma pisang yang tipis. Sewaktu dikukus mengembang tinggi, ketika keluar kukusan mengkerut dikit. Tapi tetep lembut kok. Penampakannya terlihat ada beberapa bintik cokelatnya karena gula merahnya ada yang nggak hancur sewaktu dikocok. Ternyata menurutku lebih bagus cetakannya nggak dioles minyak. Kalau dioles malah banyak mengkerutnya. Justru yang nggak dioles cantik dan sama sekali nggak lengket kok. Kalau mau lihat resep asli silahkan buka Sajian Sedap ya. Kue ini unik. Walaupun mengandung tepung beras rasanya seperti cake terigu. Enak dan ringan.



Tuesday, 1 October 2013

Banana Strawberry Smoothie with Tapioca Pearls



Parade singkong dan yogurtku yang terakhir. Kali ini singkongnya berupa tepung tapioca. Aku bikin tapioca pearlnya sendiri lalu tinggal dicemplungin ke dalam smoothie. Smothienya dari yogurt rasa strawberry yang diberi pisang ambon dan es batu. Gampang...segeeer dan menyehatkan. Yang agak ribet cuman bikin bola bola tapiokanya. Tapi anak anak senang. Walaupun nggak ada rasanya tapi sensasi chewy chewynya bikin asyik...

Harusnya minuman ini disajikan dengan pipet besar khusus untuk bubble ice tea. Tapi berhubung barang barang dapur masih acak adut habis pindahan, bingung nyimpannya dimana jadinya pake paper straw aja. Tapiokanya disendokin aja...hehe ^^
Untuk resep dan cara buat tapioca pearlsnya bisa lihat di sini.



Monday, 9 September 2013

Kue Sunting (Makassar)





Kue ini adalah salah satu kue kesukaanku. Mama sering membuatnya tapi hanya menggunakan takaran kira kira. Mirip mirip barongko Makassar tapi yang ini lebih padat karena menggunakan tepung. Selain itu kalau barongko bagian tengah pisang yang berbiji hitam tidak digunakan. Untuk kue sunting ini semua dipakai. 

Setelah tanya tanya mama akhirnya aku bikin sendiri. Sebenarnya resepnya mirip kue talam biasa tapi yang satu ini menggunakan telur. Tapi karena telurnya dikit kuenya nggak akan ngembang kayak cake tapi lebih mirip kue talam yang agak padat dan lembut. Separuh adonan aku tuang di loyang brownies separuhnya lagi aku taruh dalam cetakan mini lalu atasnya aku kasih adonan santan. Jadi deh 2 macam kue pisang. Ternyata anak anak dan hubby suka yang ada lapisan santan gurihnya. Kalau aku lebih suka yang original...hehe

Thursday, 5 September 2013

Pisang Goreng Pasir




Resep yang satu ini dapat dari blog Mbak Iyan "Cooking With Love". Kebetulan di rumah lagi banyak pisang kepok yang matangnya pas. Kata penjualnya matang di pohon, jadi walaupun warnanya agak kekuningan tapi nggak lembek. Cocok banget nih dibuat pisgor. makasih yah mbak Yulyan. Emang pisangnya enak banget dimakan hangat hangat. Sangat renyah. Kriuknya bertahan lama...anak anak suka sekali.



Thursday, 11 July 2013

Timphan...lagi...



Timphan lagi....jangan bosan yaaaaaa. Ini asli enak. Aku dah coba 3 macam timphan. Labu, ubi ungu dan pisang. Ternyata yang jadi juara adalah timphan pisang. Nggak bisa dijelasin, harus coba sendiri baru tau maksudku. Karena enaknya itulah aku bolak balik bikin dengan beberapa variasi. Daftar berikutnya timphan durian. Next time aja kalau musim durian....sabaaar yaaaa

Resepnya kulit timphannya aku dapat dari Mbak Yeni NCC. Silahkan lihat di sana biar lebih jelas ya. Isinya sisa sarikaya dari timphan ubi ungu kemarin. Yang pakai nangka enak dan wangi.

Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...