Showing posts with label Merang. Show all posts
Showing posts with label Merang. Show all posts
Tuesday, 29 September 2015
Burger Hitam
Masih dalam rangka menghabiskan bubuk black charcoalku, hari ini aku bikin roti burger. Resep rotinya lihat di Annie Eats. Tergoda dengan reviewnya mba Rina Rinso nih ^^.
Untuk daging burgernya pake resepku sendiri. Hasilnya rotinya menurutku pas untuk burger. Kalau resep dengan metode water roux kan terlalu lembut. Cocoknya untuk roti roti manis sebagai snack. Kalau ini lebih padet dikit dan lumayan mengenyangkan, cocok untuk bekal anak anak.
Untuk isiannya sebenarnya variasi dan suka suka kita saja. Anak anakku saja seleranya beda beda. Ada yang pake saus ada juga yang ngga. Ada yang pake keju ada juga yang ngga. Ada yang mau pakai selada ada yang ngga. Kalau masalah selada ini aku pakai selada merah, memang rasanya agak pahit ya. Tapi karena aku tanam sendiri jadi sayang kalau tidak dikonsumsi. Jadi walaupun pahit dimakan saja. Yang penting kan gizinya. Lagian kalau tuk burger ini rasa pahitnya tertutup sama rasa dominan daging dan keju.
Saturday, 26 September 2015
Kangen Ngeblog...
Assalamualaikum....
Apa kabar teman temanku tersayang....??? Lama tidak ngeblog, mungkin teman teman penasaran ada apa denganku. Sejarang jarangnya ngepost belum pernah sampai vacuum sebulan begini. It's a long story tapi kupersingkat aja yaaa.
Saya kan dah lama ngga hamil ya teman teman. Udah 11 tahun. Anak pertamaku sudah 13 tahun. Waktu melahirkan anak kedua secara cesar (anak pertama dan kedua cesar dengan jarak 1 tahun) dokter kandungan menyarankan untuk tidak hamil lagi karena rahimku yang sangat tipis. Aku mendengarkan nasehat dokter dan segera ber KB. Nah jalan sebelas tahun itu ngga ada keluhan apa apa. Tapi seiring anak anak mulai besar tiba tiba kok aku kepingin punya anak lagi ya. Apalagi kalau lihat anak anak kecil yang lucu lucu. Kalau kemana mana juga ngobrol dengan teman teman pembicaraannya selalu berujung ke situ. Beberapa kisah teman teman yang divonis untuk tidak hamil lagi dengan kasus yang sama sepertiku ternyata bisa memiliki anak lagi. Seakan akan mengarahkan aku ke situ. Aku pikir dalam sebelas tahun itu rahimku mungkin saja sudah kembali normal. Cari informasi di internet memang bisa saja hal itu terjadi. Apalagi kalau hormon estrogennya bagus rahim bisa saja menebal kembali. Nah aku memutuskan untuk lepas KB di bulan Desember 2014. Aku berdoa semoga diberikan yang terbaik. Selang 7 bulan kemudian aku tetap haid teratur tanpa tanda tanda kehamilan. Masuk bulan Agustus kok aku ngga haid haid ya. Nah lho. Setelah terlambat sebulan aku tes ternyata aku postitif hamil. Alhamdulillah.
Kontrol pertama ke rumah sakit memasuki week 8 aku di USG transvaginal dan kata dokter sudah kelihatan kentung janinnya tapi belum terlihat janin dan detak jantungnya. Jadi disuruh balik lagi 2 minggu kemudian. Tapi begitu pulang ke rumah setelah usg itu aku mulai mengalami flek. Aku tidak terlalu kawatir karena baca sana sini bahwa flek yang tidak disertai dengan kram perut atau bleeding tidak terlalu perlu dikhawatirkan. Banyak perempuan mengalaminya dan tetap memiliki kehamilan yang normal. Tapi fleknya ngga berhenti. On and off selama seminggu. Masuk minggu kedua fleknya mulai semakin banyak dan (maaf) berwarna merah. Aku segera ke dokter untuk kontrol. Setelah di USG oleh dokter kandungan ternyata janinnya tidak berkembang dengan diagnosa miss abortion. Tentu saja perasaanku sedih dan kecewa ya teman teman. Tapi mungkin inilah jalan yang terbaik yang ditetapkan Allah padaku. Jadilah aku mulai diopname 3 hari itu untuk menjalani proses kuret.
Naaaaah begitu man teman. Jadi panjang deh ceritanya. Eh tapi memang sih istirahatnya aku ngbelog bukan hanya karena masalah di atas. Tapi sebelum itupun aku istirahat karena kedua pergelangan tanganku sakit. Mungkin dapat teguran ya. Kebanyakan depan komputer dan menggunakan keyboard niy. Jadi sekarang memang mesti dikurangi. Lagian postinganku juga udah banyak. Udah 1000an. Jadi wajarlah kalau aku slow down sedikit ya. Semoga teman teman maklum ya. Dan tak lupa aku mengucapkan terima kasih pada teman teman/pembaca tersayang tuk doa doanya. Walaupun tidak tahu aku dalam kondisi sakit tapi selalu mengirimkan doa doa untuk kesehatanku. Itu sangat besar artinya dalam proses kesembuhanku.
Balik lagi ke resep di atas. Ini adalah resep yang sudah pernah aku bikin sebelumnya. Resepnya bakpia basah. Tapi kali ini aku tambahkan bubuk hitam black charcoal pemberian temanku Nana "Dapur Cempaka". Tengkiu ya Naaaaa....alhamdulillah akhirnya kepake juga.
Black charcoal ini adalah abu dari arang bambu. Kalau di Indonesia kita familiar dengan abu merang nah yang ini mirip mirip sih tapi bahannya dari bambu yang sudah berusia di atas 5 tahun. Menurutku hasilnya lebih gelap abu bambu ini. Khasiatnya mungkin sama denga arang aktif yang lainnya yaitu menyerap racun dalam organ pencernaan. Kalau orang keracunan kan biasanya mengkonsumsi norit yang nota bene terbuat dari arang kan ya...tapi arang untuk obat itu sudah diaktifkan dengan proses kimia. Nah yang ini gak tau deng karena cuman terbuat dari abu aja >,<
Untuk informasi aja, arang ini cuman menyumbang warna hitam ya sama sekali nggak mempengaruhi rasa makanan.
Wednesday, 19 February 2014
Bakpia Isi Tausa
Dari dulu selalu penasaran sama isian bakpia yang satu ini. Tausa. Ya...tausa adalah isian bakpau atau bakpia yang terbuat dari kacang merah atau kacang hijau kulit yang diberi tawas hijau supaya warnanya gelap. Tapi di tempatku tidak pernah ketemu yang namanya tawas hijau. Lagian apakah tawas itu sebenarnya aman dimakan nggak ya?? Daripada pusing...di rumah juga masih ada merang bakar sisa bikin jongkong dulu. Aku pakai itu aja. Semoga dapat hitamnya.
Seperti gambar di atas dan di bawah...warna tausanya nggak hitam legam. Lebih gelap sih tapi masih ada tampak hijau keabu abuannya. Padahal aku pakai 3 sdm abu merang. Rasanya enak. menurutku ada sedikit sumbangan rasa merang yang bikin unik dan enak. Teksturnya juga lebih kesat dibanding yang cuma pakai kacang hijau saja. Resep yang ini resep mama dari temannya yang orang Cina. Jadi mungkin beda dikit dengan bakpia versi Jawa ya. Aku usahakan bikinnya balance isian dan kulitnya. Jangan sampai ketebalan kulit atau isinya. Hasil akhirnya enak sekali. Manis dan gurihnya pas. Kulitnya tipis berlapis dan beremah tapi remahnya halus dan lembut. Bakpia ini kalau diinapkan besoknya hasilnya lebih lunak lagi.
Di bawah ini resepnya setelah aku update 22 agustus 2016.
Thursday, 14 November 2013
Lapis Jongkong (Jawa Timur)
Alhamdulillah...akhirnya bisa juga bikin lapis jongkong ini. Sudah lama pingin bikin apalagi sering diiming-imingi jajanan tradisional bermerang oleh mbak Diah Didi. Tapi terkendala merang yang memang nggak ada di sini. Sebenarnya bukan nggak ada merang, tapi karena di sini Sulawesi, jadi jarang ada orang yang memanfaatkan merang untuk dibuat kue seperti di Jawa. Nggak kepikiran mau diolah lagi jadi apa. Nah kebetulan ada teman suami yang tinggal dekat sawah...dimintai tolong mengambilkan sedikit merang untuk dijadikan abu. Demi memenuhi ngidam istri temannya untuk bikin kue bermerang...datanglah beliau esok harinya membawa sekarung merang padi. Senangnya. Segera aku cuci bersih dan jemur. Besoknya aku bakar dan saring hingga menjadi abu. Akhirnya jadi deh merangnya. Alhamdulillah.
Nah, aku bikin lapis jongkong ini mengikut resepnya mbak Lukie, karena menggunakan loyang kotak. Awalnya ingin mengikuti resep mbak Diah yang beda tipis dengan punya mbak Lukie tapi beliau menggunakan cucing plastik. Sedangkan aku mau menggunakan loyang kotak biar cantik ketika diiris. Aku praktek separuh resep aja dari resep Mbak Lukie. Beliau menggunakan loyang kotak 24x24x7cm sedangkan aku menggunakan loyang brownies 22x10x7cm. Adonan jadinya setelah disaring sebanyak 900ml, aku bagi dua warna jadi masing masing 450 ml. Aku tuang bergantian sebanyak 75 ml jadinya setinggi 7 lapis hijau dan 7 lapis hitam. Beda dikit sama punya Mbak Lukie.
Senang sekali karena bisa mendapatkan pewarna alami merang, pandan dan suji. Asli nggak pakai tambahan pewarna. Cantik warnanya. Ini juga sekalian uji coba pertamaku bikin lapis beras. Kemarin marin dah coba lapis kanji, lapis terigu dan lapis hunkwe.
Rasanya enak sekali, secara aku memang penggemar kue tradisional. Aroma pandan suji dan merangnya pas banget. Ternyata walaupun warnanya hitam sama sekali gak berasa gosong. Malah menyumbang aroma khas merang. Hubbypun habis banyak, enak siiiihhhh...
Resep di bawah adalah separuh dari resep Mbak Lukie. Gulanya aku kurangi sedikit saja menuruti saran mbak Lukie. Garamnya aku tambahkan jadi 3/4 sdt. Hasilnya pas. Manis dan gurih yang tidak berlebihan. Yummiii pokoknya apalagi dengan taburan kelapa yang gurih. Terima kasih tuk MBak Diah dan Mbak Lukie tuk inspirasinya.
Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread
Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...
-
Roti asin? roti yang rasanya asin? haha enggak lah...maksudnya, ya roti yang bukan roti manis alias gurih. Kalau roti manis kan yang ...
-
Naaaaah...akhirnya resep yang udah lama kucari ketemu juga di blognya temenku Bunda Echi alias Yessi. Resep ini aslinya pemberian temanku...
-
Lagi punya banyak stock ayam cincang...pingin bikin risoles ragout ayam. Dulu dulu kalau bikin risoles selalu pakai daging. Nah kali i...






