Showing posts with label Roti. Show all posts
Showing posts with label Roti. Show all posts

Monday, 12 September 2016

Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread


Assalamualaikum.
Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala.

Lama ngga siaran niy...sekalinya muncul lagi lagi dengan resep roti. Roti yang satu ini unik dan enak. Khas asian karena lembut. Roti dengan vla kelapa. Kenapa unik?? karena dalam vlanya mengandung kelapa sangrai yang wangi. Adonan vlanya pun menggunakan santan. Tapi bukan kayak vla santan tradisional kita. Tambahan vanili dan butter membuat vlanya naik tingkat...hehe. Rasanya rich dengan aroma kelapa yang kuat. Endesss...

Untuk roti tetep dong pakai resep andalan water roux bread. Untuk filling dan bentuknya silahkan lihat di blognya "Korena In The Kitchen". Ini resep dipersembahkan untuk Daring Baker lho. Challenge yang pesertanya kece kece seluruh dunia. Vla kelapa resep asli menggunakan kelapa kering yang disangrai. Aku lebih suka menyangrai sendiri kelapaku karena lebih wangi. Kelapa kering siap beli agak kurang aromanya menurutku. Tapi teman teman boleh pake juga kalau malas buat sendiri. Untuk taburan atasnya aku oven kelapa parut dengan api rendah sekali sampai kering bukan cokelat ya. Biar tetep cantik.

Untuk roti kepang pandan bisa dilihat di sini ya udah pernah kubikin sebelumnya.

Okeee berikut resepnya ya...satu resep water roux ini bisa jadi dua atau tiga varian berpulang kepada selera masing masing.


Tuesday, 29 March 2016

Killer Breadnya Victoria Bakes




Bagaimana ngga penasaran mencoba killer breadnya Victoria Bakes ini kalau teman teman lain dah pada cobain dan semua reviewnya memuaskan. Dimana mana muncul ni resepnya. Main ke FB ketemu. Ke instagram ada lagi, ke google apalagi ^^. Harus buat juga niy. Walaupun aku mengurangi gluten tapi sesekali anak anak masih bawa roti dan cake untuk bekalnya.

Roti ini sudah dua kali aku bikin. Kemarin dulu dan hari ini. Yang kedua bikin lagi atas request Hanif karena ternyata Hanif suka versi roti sobek ini untuk bekalnya. Memang sih kalo model roti sobek lebih terasa lembutnya karena crust luarnya kurang. Yang ada antar sekat roti yang lembut ketika disobek. Kali ini aku bikin isian sosis aja. Bentuknya bisa lihat di killer sausage bunnya Victoria ya. Ini pakai lattice roller untuk menghasilkan tekstur yang indah.

Hasilnya lembut ya mirip dengan water roux method. Tapi kalau soal rasa aku masih pilih water roux karena menurutku lebih rich rasanya. Yang ini agak kurang manis untuk seleraku. Memang cocok untuk tipe roti asin tapi kalau roti manis musti ditambah gulanya. Menyangkut tekstur...ngga jauh beda menurutku. Seratnya halus dan panjang panjang. Cuakeeep pokoknya...wajar deh roti ini booming banget ^^
Untuk resep silahkan langsung ke blognya Victoria Bakes. Di sana ada versi bahasanya juga kok.



Di bawah ini percobaan kedua. Aku campur terigu protein sedang dan tinggi. Hasilnya sama sama lembut tapi ini hasilnya lebih ringan dan tidak terlalu padat. Sebagian juga aku bikin donat dan hasilnya tetap oke. Catatan untuk roti sobek...bila menggunakan loyang lebar dimana rotinya tidak menyentuh sisi sisi loyang seperti roti di bawah ini maka waktu panggangnya harus lebih singkat dibanding roti sobek biasa. Ini dikarenakan sirkulasi panas yang langsung mengenai roti tanpa perantara loyang di sisi sisinya. Hasil roti di bawah lebih kering daripada roti sobek yang gambar di bawahnya. Jadi terkadang masalah roti keras atau kering bukan karena salah resep bu ibu...tapi cuma masalah sepele waktu pemanggangan.





Di bawah ini kelihatan serat serat roti sobek ketika disobek. Halus lembut dengan serat halus yang panjang. Kalau roti kering maka roti dapat lepas dengan mudahnya tanpa serat serat putus menjulur seperti di bawah.







Kelihatan halus kan bu ibuuuuu...wuiiihhh beneran lembuuut!!!

Monday, 14 March 2016

Puding Roti Cakar Garpu


Maaf ya teman teman baru sempat posting resep lagi. Kali ini aku bikin puding roti versi lain. Mirip mirip dengan puding rotiku yang sebelumnya tapi yang ini lapisan di atasnya dibikin puding busa. Kalau punyaku cuma langsung  campur aja telur dan agar agarnya. Nah ini kocok pisah kuning dan putihnya. Lebih cantik karena ada sentuhan cakaran garpunya ^^

Resep aku dapat di FB. Waktu itu aku langsung screenshot saja dari FBnya mba Sitti Amaliah. Makasih ya mba resepnya. Rasanya enak. pas manisnya ngga overly sweet. Berikut resep beliau ya...

Tuesday, 29 September 2015

Burger Hitam



Masih dalam rangka menghabiskan bubuk black charcoalku, hari ini aku bikin roti burger. Resep rotinya lihat di Annie Eats. Tergoda dengan reviewnya mba Rina Rinso nih ^^. 
Untuk daging burgernya pake resepku sendiri. Hasilnya rotinya menurutku pas untuk burger. Kalau resep dengan metode water roux kan terlalu lembut. Cocoknya untuk roti roti manis sebagai snack. Kalau ini lebih padet dikit dan lumayan mengenyangkan, cocok untuk bekal anak anak.

Untuk isiannya sebenarnya variasi dan suka suka kita saja. Anak anakku saja seleranya beda beda. Ada yang pake saus ada juga yang ngga. Ada yang pake keju ada juga yang ngga. Ada yang mau pakai selada ada yang ngga. Kalau masalah selada ini aku pakai selada merah, memang rasanya agak pahit ya. Tapi karena aku tanam sendiri jadi sayang kalau tidak dikonsumsi. Jadi walaupun pahit dimakan saja. Yang penting kan gizinya. Lagian kalau tuk burger ini rasa pahitnya tertutup sama rasa dominan daging dan keju.




 

Saturday, 26 September 2015

Kangen Ngeblog...



Assalamualaikum....
Apa kabar teman temanku tersayang....??? Lama tidak ngeblog, mungkin teman teman penasaran ada apa denganku. Sejarang jarangnya ngepost belum pernah sampai vacuum sebulan begini. It's a long story tapi kupersingkat aja yaaa.

Saya kan dah lama ngga hamil ya teman teman. Udah 11 tahun. Anak pertamaku sudah 13 tahun. Waktu melahirkan anak kedua secara cesar (anak pertama dan kedua cesar dengan jarak 1 tahun) dokter kandungan menyarankan untuk tidak hamil lagi karena rahimku yang sangat tipis. Aku mendengarkan nasehat dokter dan segera ber KB. Nah jalan sebelas tahun itu ngga ada keluhan apa apa. Tapi seiring anak anak mulai besar tiba tiba kok aku kepingin punya anak lagi ya. Apalagi kalau lihat anak anak kecil yang lucu lucu. Kalau kemana mana juga ngobrol dengan teman teman pembicaraannya selalu berujung ke situ. Beberapa kisah teman teman yang divonis untuk tidak hamil lagi dengan kasus yang sama sepertiku ternyata bisa memiliki anak lagi. Seakan akan mengarahkan aku ke situ. Aku pikir dalam sebelas tahun itu rahimku mungkin saja sudah kembali normal. Cari informasi di internet memang bisa saja hal itu terjadi. Apalagi kalau hormon estrogennya bagus rahim bisa saja menebal kembali. Nah aku memutuskan untuk lepas KB di bulan Desember 2014. Aku berdoa semoga diberikan yang terbaik. Selang 7 bulan kemudian aku tetap haid teratur tanpa tanda tanda kehamilan. Masuk bulan Agustus kok aku ngga haid haid ya. Nah lho. Setelah terlambat sebulan aku tes ternyata aku postitif hamil. Alhamdulillah.

Kontrol pertama ke rumah sakit memasuki week 8 aku di USG transvaginal dan kata dokter sudah kelihatan kentung janinnya tapi belum terlihat janin dan detak jantungnya. Jadi disuruh balik lagi 2 minggu kemudian. Tapi begitu pulang ke rumah setelah usg itu aku mulai mengalami flek. Aku tidak terlalu kawatir karena baca sana sini bahwa flek yang tidak disertai dengan kram perut atau bleeding tidak terlalu perlu dikhawatirkan. Banyak perempuan mengalaminya dan tetap memiliki kehamilan yang normal. Tapi fleknya ngga berhenti. On and off selama seminggu. Masuk minggu kedua fleknya mulai semakin banyak dan (maaf) berwarna merah. Aku segera ke dokter untuk kontrol. Setelah di USG oleh dokter kandungan ternyata janinnya tidak berkembang dengan diagnosa miss abortion. Tentu saja perasaanku sedih dan kecewa ya teman teman. Tapi mungkin inilah jalan yang terbaik yang ditetapkan Allah padaku. Jadilah aku mulai diopname 3 hari itu untuk menjalani proses kuret.

Naaaaah begitu man teman. Jadi panjang deh ceritanya. Eh tapi memang sih istirahatnya aku ngbelog bukan hanya karena masalah di atas. Tapi sebelum itupun aku istirahat karena kedua pergelangan tanganku sakit. Mungkin dapat teguran ya. Kebanyakan depan komputer dan menggunakan keyboard niy. Jadi sekarang memang mesti dikurangi. Lagian postinganku juga udah banyak. Udah 1000an. Jadi wajarlah kalau aku slow down sedikit ya. Semoga teman teman maklum ya. Dan tak lupa aku mengucapkan terima kasih pada teman teman/pembaca tersayang tuk doa doanya. Walaupun tidak tahu aku dalam kondisi sakit tapi selalu mengirimkan doa doa untuk kesehatanku. Itu sangat besar artinya dalam proses kesembuhanku.



Balik lagi ke resep di atas. Ini adalah resep yang sudah pernah aku bikin sebelumnya. Resepnya bakpia basah. Tapi kali ini aku tambahkan bubuk hitam black charcoal pemberian temanku Nana "Dapur Cempaka". Tengkiu ya Naaaaa....alhamdulillah akhirnya kepake juga.

Black charcoal ini adalah abu dari arang bambu. Kalau di Indonesia kita familiar dengan abu merang nah yang ini mirip mirip sih tapi bahannya dari bambu yang sudah berusia di atas 5 tahun. Menurutku hasilnya lebih gelap abu bambu ini. Khasiatnya mungkin sama denga arang aktif yang lainnya yaitu menyerap racun dalam organ pencernaan. Kalau orang keracunan kan biasanya mengkonsumsi norit yang nota bene terbuat dari arang kan ya...tapi arang untuk obat itu sudah diaktifkan dengan proses kimia. Nah yang ini gak tau deng karena cuman terbuat dari abu aja >,<

Untuk informasi aja, arang ini cuman menyumbang warna hitam ya sama sekali nggak mempengaruhi rasa makanan.

Wednesday, 5 August 2015

Bee Hives Bun (Roti Sarang Lebah)





Roti ini sudah lama populer di negeri jiran Malaysia. Diberi nama bee hives bun atau sarang lebah mungkin karena dalamnya mengandung madu ya. Tapi bisa juga karena bentuknya seperti hexagonnya sarang lebah ya. Eh tapi bisa juga karena atasnya diberi kucuran saus karamel yang menyerupai sarang lebah bermadu. Ahhhh malah jadi puyeng niyyy...nama aja kok jadi ribet >,<

Dulu pertama kali sih lihatnya di blognya Kak Ita Masam Manis, tapi pas lihat di internet ternyata udah banyak yang bikin. Pingin bikin juga dari dulu tapi bahan toppingnya kurang lengkap. Di sini ngga ada yang jual kuaci kecil putih dan hijau. Biji wijen juga baru aja ketemunya setelah aku pesan ^^. Ada sih kuaci tapi kuaci biji bunga matahari yang ukurannya agak besar. Tapi daripada ngga ada yaaa dibeli aja. Untuk aksen hijaunya karena ngga ada kuaci hijau aku pakai pistachio. Alhamdulillah masih punya pistachio oleh oleh adik iparku waktu pulang umroh.

Untuk resep rotinya aku lihat bahannya agak sedikit berbeda karena menggunakan baking powder. Biasanya yang menggunakan baking powder kan quick bread ya dan kalau sudah pake baking powder ngga pake ragi lagi. Tapi di resep ini kedua-duanya digunakan. Aku teliti lagi bahannya ternyata ada yogurtnya. Mungkin penggunaan yogurt inilah alasan digunakan baking powder. Karena baking powder mengandung soda kue dan soda kue merupakan bahan yang bekerja secara kimiawi membantu terbentuknya CO2 di dalam kue hingga kue bisa mengembang begitu terkena panas. Baking soda biasa digunakan pada adonan kue yang mengandung asam di dalamnya seperti produk dairy. Kalau ragi kan mengandung organisme, dimana organisme tersebut memfermentasi bahan makanan dan menghasilkan CO2 pula. Sama dong fungsinya tapi bisa beda di hasil lho kalau menggunakan salah satunya. Beda pula aroma yang dihasilkan.

Aku putuskan untuk mengikuti resep aslinya dan menggunakan keduanya. Tapi sudah niat pingin coba bikin nanti versi yang nggak pake baking powdernya. Insya Allah tetap mengembang kan ada raginya. 
Resepnya lihat di Kak Ita, resep aslinya dari Kak Rosmalina blogger Malaysia juga.

Adonannya menurutku agak lembek ya agak sudah diulen pakai tangan karena lengket tapi lebih mudah dihandle oleh mixer Boschku...hehe. Ditinggal aja 10 menit udah lembut hasilnya. Tapi ternyata setelah matang hasilnya juga lembut sekaliiiiii. Kayak kapas. Apalagi ketika masih panas....beneeeeer lembuuut. Ada saingan water roux niy kayaknya. Tapi water roux keunggulannya tanpa bahan tambahan kimia. Rasa roti ini tidak terlalu manis karena cuma menggunakan sedikit gula dan madu. Tapi manisnya lengkap setelah diberi kucuran saus karamel. Aduhaiiiiii enaknyaaaaa....makan ngga mau berhentiiii. Makasih ya Kak Ita sayang tuk resepnya. Izin dihalalkan yaaaa....

Friday, 12 June 2015

Roti Lagiiii...


Roti rotiiii lagiii...jangan bosan ya men temen. Kayaknya postinganku di blog yang paling banyak setelah jajanan tradisional adalah roti. Secara memang hampir tiap minggu bikin buat bekal anak anak dan bapaknya. Mungkin kalau dibikin buku udah tebel banget bukunya >,<

Ada 3 macam yang aku bikin. Favoritku roti kacang tidak ketinggalan, roti cokelat dan sosis favorit orang serumah. Yang ingin aku share kali ini hanya bentuk roti sosis yang agak beda. Untuk resep bisa lihat di sini. Hiasannya cuma mayonaise, saus lombok, taburan oregano dan merica hitam serta keju parut dikit. Yummiiii. InsyaAllah daftar praktek berikutnya adalah roti greentea. Stay tuned!!




Wednesday, 10 June 2015

Roti Gulung Kacang


Semasa kecil roti kacang ini adalah roti favoritku. Di dekat rumah ada tetangga yang menjualnya dan setiap hari aku bisa mencium aroma wangi kacangnya tercium dari rumahnya. Memang ada penggunaan kayu manis dalam campuran kacangnya tapi aromanya tidak dominan seperti cinnamon roll. Kayu manis di sini hanya untuk memperkuat aroma kacang yang disangrai. Jadi memang kalau mau dapat wanginya kacang harus disangrai ya. Setelah itu bisa dicincang atau diblender kasar saja biar masih ada teksturnya. 

Jangan ditanya...ini aku sukaaaaa sekali. Untungnya sekarang aku sudah bisa membuat roti sendiri jadi kalau kangen atau ingin bernostalgia yaaa tinggal bikin saja. Waktu itu harganya masih cepe alias 100 perak ^^

Tuesday, 9 June 2015

Roti Jala dan Kari Daging



Waktu kemarin aku dikasih cetakan tulban mini sama Mba Devi Rana...aku dikasih juga cetakan roti jala. Dari dulu memang penasaran pingin bikin roti jala tapi belum punya cetakannya. Alhamdulillah dapat rezeki dari mba Devi akhirnya terlaksana juga bikin roti jalanya. Makasih ya mbaaaaa...dirimu baik sekali...

Untuk resepnya aku adaptasi dari Resep Warisan. Menurut beliau ini asli resep dari Aceh. Takarannya aku bagi dua karena menggunakan setengah kilo daging sapi dan ada beberapa bumbu yang aku skip karena tidak punya seperti kembang lawang. Rasanya sudah pas dan enak menurutku. Cuman karena belum biasa makan kari dengan roti jala...jadi berasa ada yang kurang. Rotinya sendiri sudah gurih karena menggunakan santan, enak dimakan gitu aja menurutku. Lha si Iyut sama juga...sudah makan roti jala dengan kari tambah lagi dengan nasi karena katanya kurang kenyang.






Syarat untuk mendapatkan kuah kari yang wangi adalah dengan penggunaan bumbu yang segar. Terutama bahan kering seperti ketumbar dan jintan disangrai dulu sampai wangi baru dihaluskan. Kebetulan beberapa waktu lalu aku bikin bumbu halus untuk campuran bumbu spekuk. Ada cengkeh, pala, kayu manis dan kapulaga. Nah bumbu ini mirip dengan bumbu kari jadi aku ngga perlu beli lagi.

Resep roti jalanya menggunakan Resep Warisan ya. Tapi airnya aku tambahkan sedikit-sedikit. Adonannya kental hingga tidak lancar melewati cetakan roti jala. Ngga mau turun mengalir ke pan dadarnya. Setelah ditambah air dikit barulah mau keluar. Jadi sesuaikan saja kekentalannya ya teman teman. Keenceran juga gak bagus karena adonan akan langsung beleber hingga bentuk jalanya ngga kentara. Hasil akhir roti jala ini enak. Asli gurih dan agak kenyal jadi enak makannya. Yang penting sewaktu mendadar api jangan terlalu besar. Jangan pula terlalu kecil apinya dan lama karena roti jala nanti akan kering. 

Untuk konsistensi kuah kari karena mau disandingkan dengan roti jala aku bikin kuahnya rada kental. Jadi rotinya bisa dicolek colek ke dalam kuah kari. Kalau encer takutnya rotinya akan basah sehingga kurang seru makannya. Untuk cabe aku menggunakan sedikit saja agar anak anak tetap bisa memakannya.

Wednesday, 20 May 2015

Bakpia Basah Isi Keju (eggless)



Tiga hari yang lalu aku merebus kacang hijau. Niatnya memang mau dibikin isian bakpia. Entah bakpia krispi atau bakpia basah juga belum jelas. Tapi aku sudah ambil 200 gram buat dibikin puding kacang hijau. Sisanya masih banyak lagi. Mungkin sekitar 300-400 gram. Aku masak bersama gula pasir, sedikit garam, pandan dan minyak sampai kalis. Setelah dingin dibentuk bola bola.

Nah berhubung rumah lagi kinclong ya...habis beberes beres sayang dong kalo berantakan lagi karena remah remah bakpia. Semut semut juga bakalan pada berdatangan. Jadinya aku putuskan untuk bikin bakpia basah aja. Kayaknya ini roti versi sehat deh. Karena ngga pake telur dan dan isinya pake kacang hijau yang kita tau pasti banyak kandungan gizinya. Tapi selain kacang hijau aku coba juga beri isian keju dan cokelat. Bukan hanya keju parut saja seperti yang aku bikin kalau bikin isian roti keju. Kali ini aku bikian isian keju versi streusel. Maksudnya bikinnya dari campuran terigu, margarin, susu bubuk, gula halus dan keju parut yang diaduk jadi satu menjadi. Jadi keju parutnya gak perlu banyak. Tapi rasanya tetap gurih dan ngeju lho. Mungkin untuk versi ekonomis resep isian keju ini cocok deh. Cokelatnya pun demikin bukan hanya dari mises atau dark cokelat tapi bener bener ada campuran cokelat bubuknya. Enak rasanya. Malah nggak sempat kefoto cokelatnya karena dah habis duluan >,<

Resep kulit bakpianya masih pake resep yang dulu dari mba Nien Ing. Isian keju dan cokelatnya aku lihat di Mba Isna yang beliau lihat juga dari mba Diah Didi. Supaya banyak aku bikin resep rotinya 2 adonan. Menggunakan 500 gram terigu protein sedang. Separuh isi kacang ijo, 1/4 nya isi cokelat dan 1/4 lagi isi keju.

Saturday, 16 May 2015

Pizza Ring


Kalau meatlover pizza sih sebenarnya sudah sering bikin...tapi yang unik  kali ini bentuknya yang cantik seperti ring dengan bentuk intang di tengah. Dulu pernah lihat postingan FBnya mba Mardhiyah Radhi langsung jatuh hati dan niat suatu saat mau bikin juga. Eh ternyata lama juga baru bisa terlaksana. Alhamdulillah lumayan cantik bentuknya walaupun belum bisa seperti aslinya. Yang berminat bikin resepnya bisa lihat di sini ya. Untuk cara membuat bisa lihat di FBnya mba Mardhiyah ya. Tengkiu um tuk inspirasinya...



Thursday, 7 May 2015

Raisin Roll


Rotiiii rotiiii.....bikin roti lagi niy. Masih tetap dengan resep andalan yang menggunakan metode water roux. Isi dan toppingnya aja yang dimodifikasi. Kalau biasanya aku bikin cinnamon roll kali ini tetap roll tapi minus cinnamonnya. Kismis saja dan campuran creamcheese. Cream cheesenya memang sisa bikin cinnamon roll kemarin. Tapi kan itu buat topping ya. kalau dipanggang takutnya meleleh jadi harus dibikin lebih padat. Supaya teksturnya tidak basah dan lembek aku tambahkan telur dan terigu serta susu kental manis. Lalu aku mixer. Jadi mirip adonan topping roti boy tapi yang ini sama sekali tidak renyah tapi lembuuut.

Separuh adonan aku bikin rollbread juga tapi aku tambahkan selali strawberry tuk rasa dan aksen merahnya. Cantik dan enak deh. Tapi terutama lembuuuttt...!!





Saturday, 20 December 2014

Donat & Roti Goreng dengan "LOCK N' LOCK E-Cook Deco Fry Pan"



Kemarin aku ada acara dan bertugas membuat kue untuk konsumsi. Aku bikin roti manis dan roti goreng dari satu adonan. Hasil jadinya untuk satu adonan 50 buah. 25 buah donat dan 25 buah roti. Aku sisakan di rumah cuman 7 biji roti gorengnya. Eh ternyata anak anak dan hubby suka. Dan karena yang kemarin gak puas makannya mereka minta dibikinkan lagi. Jadi hari ini bikin lagi deh. Bedanya hari ini pekerjakanku lebih ringkas karena dibantu oleh "Lock N Lock Deco Fry Pan". Berhubung punya pan baru daku jadi bersemangat. Selain warnanya adalah warna favoritku merah yang nggak terlalu menyala...hehe, pekerjaan menumis dan menggoreng lebih efisien karena hanya menggunakan satu penggorengan ini saja. Ngga perlu banyak keluarin panci dan wajan bu ibu, satu alat ini aja dah cukup. Ukurannya pun pas untukku. Ngga terlalu besar, nggak terlalu kecil dan nggak terlalu tinggi. Yang sedang sedang sajaaaaa ^^


 

 


Isian ayam plus wortel aku tumis di pan ini. Asyiknya tumisan bumbu nggak perlu banyak banyak minyaknya karena pan ini nggak lengket kok. Lock N Lock Deco Fry Pan ini memiliki lapisan anti lengket yang hanya membutuhkan sedikit minyak ketika memasak jadi masakan kita jadi lebih sehat. Selain itu karena bagian luarnya terdapat lapisan tahan panasnya, masakan kita tidak cepat gosong.

Setelah menumis isian, aku siap menggoreng roti goreng dan donatnya. Cukup bilas pannya sedikit dengan sponge lembut dan sabun karena sisa tumisan tadi nggak nempel. Mudah dibersihkannya. Asyik kan??? Nah untuk menggoreng donat atau roti goreng ini gunakan api kecil ya ibu ibu. Pan ini lumayan panas jadi hemat energi, gunakan saja api sedang seperti gambar di atas...dan tunggu sampai warnanya sedikit kecokelatan tanda sudah matang. Karena apinya sedang, roti matang merata hingga ke dalam. Permukaannya pun cantik berwarna cokelat keemasan.




Roti goreng dan donatnya lembuuut sekali karena aku menggunakan metode water roux. Biasanya kalau aku pake resep ini aku gunakan campuran tepung protein tinggi dan protein sedang. Berhubung tepung protein tingginya lagi habis dan semuanya pengen banget makan roti goreng ya sudahlah aku coba pake  tepung protein sedang semuanya. Hasilnya diluar dugaan....lembuuuutnya...tuh kelihatan kan di atas. Kali ini aku cuman bikin 2//3 resep karena tepungku cuman sisa 450 gram. 25 gramnya tuk adonan water roux dan sisa 425 gramnya untuk roti. Resep adonan rotinya yang utuh bisa dilihat di sini ya. Di bawah ini cuma resep 2/3 adonanya. 

Water roux :
- 25 gr tepung terigu protein tinggi
- 125 ml air


Bahan :

- 425gr tepung protein sedang
- 80 gr gula pasir
- 2 sdm susu bubuk full cream
- 1 butir telur
- 7 gr ragi instan
- adonan water roux di atas
- 120 ml air hangat
- 50 gr margarin
- 3/4 sdt garam

Cara membuat :
  1. Water roux : dalam panci, campur air dan tepung terigu. Aduk rata sampai halus dan tidak bergerindil. Masak dengan api sedang sampai kental. Jangan sampai mendidih. Sisihkan hingga dingin.
  2. Roti : tuang semua bahan kering kecuali margarin dan garam ke dalam mixer. Masukkan campuran water roux, air dan telur ke dalamnya. Nyalakan mixer dan proses hingga kalis. Tambahkan margarin dan garam lalu mixer lagi sampai elastis. Bisa juga dilanjutkan menggunakan tangan agar teksturnya bisa terasa kalau sudah elastis.
  3. Tutup dengan cling wrap dan fermentasikan sampai mengembang 2x lipat. Timbang adonan lalu bentuk bulat untuk donat. Taruh di alas bertabur tepung. Fermentasi sekitar 30-45 menit (kalau kelamaan donat akan keriput atau kempes kembali ketika keluar dari minyak). Setelah mengembang dan mau digoreng, lubangi tengahnya dan goreng dalam minyak yang sedang panasnya dan cenderung kecil. Untuk roti goreng, ambil adonan lalu pipihkan, beri isi dan rapatkan ujung ujungnya. Jangan sampai terbuka ibu ibu karena ketika digoreng roti akan mengembang lagi sehingga roti yang tidak rapat bisa terbuka dan isinya mengotori minyak.
  4. Untuk roti goreng/donat ukuran kecil bisa menghasilkan sekitar 30an buah dengan berat adonan masing masing sekitar 20-22 gr. Kalau agak besar dikit ya hasilnya lebih sedikit ya. Pada saat akan digoreng baluri adonan roti dengan putih telur (yang sudah dikocok) dan kemudian tepung panir. Goreng sampai agak kecokelatan.

Untuk isian ayamnya, tipsnya untuk memudahkan mengaduk di pan dan tidak bergumpal gumpal, tambahkan sedikit air pada ayam cincang mentah(sebelum ditumis) lalu aduk sampai menjadi bubur daging ayam. Pada saat ditumis ayam akan tersebar rata dan tidak bergumpal gumpal.

Isian ayam :
- 250 gr ayam cincang
- 1 buah wortel ukuran besar (atau dua ukuran kecil), potong kotak kecil rebus sebentar
- 1 batang daun bawang
- 1 batang seledri
- 1 sdt saus tiram 
- 1/2 sdt gula pasir
- 50 ml air
- 1 sdm minyak untuk menumis

Bumbu halus :
- 2 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1/4 sdt merica bubuk
- garam secukupnya

Cara membuat :
  1. Panaskan minyak di pan, tumis bumbu hingga wangi. Masukkan daging ayam cincang, aduk sekali kali hingga berubah warna.
  2. Masukkan wortel, tambahkan air 50 ml. Tambahkan daun bawang dan daun seledri. Aduk. Beri saus tiram. Aduk kembali dan masak hingga matang. Kalau ingin bahan isian lebih kompak bisa diberi taburan sedikit terigu (sekitar 1 sdm) lalu aduk kembali sampai matang,/ Angkat, dinginkan. Siap digunakan.
Baluran : 
- putih telur
- tepung panir halus



Di bawah ini beberapa fitur dari LOCK N LOCK Deco Fry Pan :
  1. Colorful Kitchen. Warnanya cerah dengan desain yang stylish membuat tampilan dapur menjadi menarik dan aktifitas memasak menjadi lebih menyenangkan. Terdiri dari beberapa warna, salah satunya merah seperti gambar di atas.
  2. Nyaman Ketika Digunakan. Pelat alumunium yang padat serta silikon pada pegangannya akan membuat nyaman ketika digunakan memasak.
  3. Mudah DiIbersihkan. Makanan tidak akan menempel dan mudah dibersihkan. Untuk menjaga lapisan anti lengketnya bertahan lama gunakan sponge lembut untuk mencucinya. Gunakan pula sutil silikon agar pannya tidak tergores.
  4. Lapisan Anti Lengket. Terdapat lapisan anti lengket yang hanya membutuhkan sedikit minyak ketika memasak sehingga masakan anda menjadi lebih sehat.
  5. Tahan Terhadap Panas. Pada bagian luar terdapat lapisan tahan panans yang akan mencegah masakan menjadi hangus. Panas yang merata akan dapat menghemat energi dan lebih nyaman ketika memasak.







Wednesday, 29 October 2014

Puding Roti Zebra


Resep puding ini aku dapat dari teman blogger Malaysia Hana's Family.  Cuma namanya aku tukar jadi zebra karena memang polanya lebih mirip zebra daripada marmer. Ini mirip juga sama puding zebra yang dulu aku sering buat tapi versi yang sekarang ada tambahan rotinya. Jadi tentu saja ada jejak rasa gurih dan aroma rotinya ya. Walau menggunakan roti puding ini tetap lembut dan tidak terlalu padat.

Awalnya karena masih ada cendol di kulkas aku mau menambahkan  ke dalam adonan kuningnya, tapi kelupaan...ingatnya pas dah selesai menuang. Jadinya aku tambahkan saja di permukaan puding tapi karena puding ini cepat sekali setnya cendolnya juga gak mau tenggelam jadi cuman sedikit terlihat di atasnya. Kayaknya cantik deh kalau ada cendolnya ya....warnanya agak kontras dikit ^^



Tuesday, 21 October 2014

Cheese Bread Stick



Penampakannya mirip banget cheese stick pada umumnya. Padahal versi ini menggunakan adonan roti loh. Iya bukannya jenis roti lembut...tapi adonan roti beragi yang digiling tipis, dioles minyak dan ditabur keju. Tentu saja rasanya tetap enak karena luar dalam keju. Cuman mungkin lebih enak kalo pake keju edam kayaknya...kali ini aku cuman pake yang ada di kulkas yaitu keju cheddar.

Teksturnya renyah tapi tidak seringan cheese stick yang digoreng. Renyah dan agak padat karena dipanggang dengan api sedang selama hampir sekitar setengah jam. Tergantung masing masing oven ya. Untuk variasi snack anak anak tidak ada salahnya dicoba. Aku baru bikin siang sorenya sudah habis sama bapak dan krucils ^^

Resepnya dapat dari mbak Hera. Dulunya tinggal di sini dan berjualan cheese stick ini tapi karena pindah resepnya dishare ke teman temannya. Nah aku salah satu yang dapat sharingannya. Makasih yaaaa mbak...

Tuesday, 14 October 2014

Braided Nutella Bread




Ide bikin roti ini datang dari adik cantik Oncu Umar, salah satu temanku di sini. Di FB dia bertanya apa aku dah pernah bikin braided bread ? seingatku sih dulu sudah pernah bikin tapi gak pake Nutella. Dulu bikinnya  roti babka versi mini. Kalau Nutella braided star juga dah pernah sih. Tapi kali ini tertantang tuk bikin roti kepang ini. Kali ini aku bikin rotinya menggunakan resepku sendiri yang dimodifikasi agar hasil akhir motifnya tetap kelihatan, tapi step by stepnya tetap nyontek link yang dikasih Oncu di blog "Gluten Free On a Shoe String". Dan tentu saja karena judulnya Nutella ya pastilah pake selai Nutella ya. Aku juga tambahkan sedikit coklat chip biar lebih seru lagi. Sisi sisinya aku taburi gula pasir.

Biasanya untuk resep rotiku aku gunakan 400 gr tepung terigu protein tinggi dan 200 gr terigu protein sedang. Nah berhubung aku mau roti ini tidak terlalu menul menul alias ngembang terlalu besar aku baliklah takarannya, terigu protein sedang 400 gr dan 200 gr terigu protein tinggi. Ini supaya motif rotinya tetap terlihat. Hasilnya bisa dilihat di bawah ini.

Nah resep di bawah menghasilkan 1 roti kepang + 1 roti cokelat. Tapi tnyata roti kepangnya berukuran raksasa sodara sodara. Di luar perkiraanku. Adonan aku ambil 400 gr untuk roti cokelat lalu sisanya aku bikin roti kepang alias nutella braided bread. Harusnya bisa bikin 2 roti kepang sih >,<. Loyangnya saja aku pake ukuran 42x42cm. Besar yaaaa...

Monday, 18 August 2014

Coffee Bun



Sebenarnya hari ini mau uji coba resep coffee bun yang mirip mirip roti boy. Gak tau kenapa kok aku yakin sekali kalu topping roti boy itu bukan hanya menggunakan tepung terigu. Sepertinya ada tambahan bahan lainnya sehingga lapisan topping bisa lebih tebal dan lebih renyah. Dulu sudah beberapa kali mencoba resep. Sudah puas dengan rasanya tapi ngga puas dengan tekstur toppingnya. Aku pikir pikir apa ditambahin tepung almond ya. Mungkin penambahan bahan lain bisa menyumbang tekstur yang berbeda. 

Nah untuk menguji coba eksperimenku aku siapkanlah terigu dan tepung almond 1:1. Masih pake resep toppingnya Kitchen Corner tapi separuh terigu aku ganti tepung almond. Supaya lebih halus aku ayak almondnya. Eh malah nggak mau keluar...mungkin ayakannya terlalu halus >,<. Ya udah aku biarkan aja begitu apa adanya.

Hasilnya??? seperti terlihat di gambar. Permukaannya kasar. Renyahnya juga kalau masih panas. Nggak jauh beda dengan resep yang sudah pernah aku bikin. Belum berhasil lagi niy ceritanya. Tapi gak papa kan...udah menghilangkan rasa penasaranku. Artinya ada bahan rahasia lainnya niy yang belum ketemu. Kalau penemu resep asli "Roti Boy" sempat baca postinganku ini pasti ketawa ketiwi puas karena belum ada yang berhasil meniru resepnya. Eh tapi Sudah ada yang mirip roti boy lho. Sekarang ada merk lain yang mirip namanya roti "O". Udah pernah coba??? mirip kan??

Untuk resep belum aku share ya karena menurutku sama aja dengan resep yang lama. Entar kalo udah ketemu rahasianya baru aku share lagi. Nantikan petualanganku berikutnya...*aapppaaa siiih*



Wednesday, 4 June 2014

Cinnamon Braided Star Bread & Cinroll



Hari ini jenguk teman yang lagi ngidam. Kangen dah lama nggak ketemu dan ngobrol. Pingin bawa kue kesukaannya, aku terpikir membuat cinnamon roll dengan creamcheese frosting. Adonan aku buat  bentuk dan bahannya sama persis dengan braided nutella star bread. Bedanya aku nggak isi dengan nutella atau selai cokelat. Kali ini aku isi tiap lapisan dengan gula palem dan kayu manis. Ternyata agak susah karena gula palem teksturnya berhamburan. Sehingga ketika dipotong tiap lapisannya nggak lengket satu sama lain. Selain itu ketika dipanggang gula meleleh jadi karamel. Alhamdulillah aku pake silpat jadi nggak lengket sama sekali. Setelah matang aku hias dengan semprotan creamcheese.

Sisa adonan aku bikin cinnamon roll. Cuman dapat 5 biji. Habis dalam sekejap ^^


Friday, 2 May 2014

Braided Nutella Star Bread

 


Udah lama aku bookmarked resep roti ini. Sepertinya ada dua bulan. Habis itu lihat lagi Vivian Pang Kitchen posting juga di blognya. Diikuti beberapa teman FB...ngileeer tapi belum juga dapat moodnya. Tapi hari ini, karena udah dapat Nutellanya segera aku bikin. Harus. Kalau ditunda lagi bakalan keterusan dan jadi malas beneran ^^

Sebelum aku bikin aku baca baca dulu reviewnya. Setelah itu aku mengambil kesimpulan kalau jenis roti yang menonjolkan tekstur dan karakter serta motif seperti roti kepang ini sebaiknya menggunakan terigu protein sedang. Kenapa demikian?? Roti berbahan dasar tepung protein tinggi cenderung menghasilkan adonan yang lebih liat dan elastis, sehingga susah untuk digiling tipis. Selain itu hasilnya akan mengembang maksimal, sehingga pada saat pemanggangan motifnya akan kurang terlihat. Selai juga tidak boleh terlalu tebal karena ketika dipotong akan belepotan. Nah berbekal tips inilah aku membuat mengikuti resep dari "Handimania" yang dilengkapi dengan step by stepnya. Hanya aku tambahkan sedikit air karena menurutku adonan sedikit kering. Aslinya roti ini tidak melewati fermentasi kedua. Setelah dibentuk langsung dipangggang. Mungkin sengaja tidak membiarkan roti terlalu besar supaya motifnya cantik. Tapi aku fermentasikan sebentar saja supaya selain cantik rotinya juga tetep lembut.

Sunday, 13 April 2014

5 Thousand Dollars Starter Dough Bread

 
 

Kalau dilihat judulnya serasa ini roti mahal kayak apa ya...sampai seharga 5 ribu dollar. Tapi ini cuma nama lho. Lagi cari cari tau kenapa disebut demikian. Tapi terlepas dari namanya memang roti ini hasil akhirnya lembut sekali. Saingan sama water roux/tang zhong method. Aku belum tau kalau disimpan sampai besok besok apa masih lembut ya.

Adonannya menggunakan bahan biang dan melalui 3 tahap fermentasi. Pertama fermentasi biang, kedua fermentasi setelah dicampur dengan adonan inti, yang ketiga fermentasi tahap akhir setelah dibentuk. Walau begitu tidak ada jejak bau asam/ragi pada rotinya. Malah wangi susu. Punyaku ada tambahan habbatussauda atau jintan hitamnya. Rasanya enak dan unik. Sukaaaa...

Terima kasih kepada Vivian Pang sudah sharing resepnya. Resep ini memang sudah populer di kalangan blogger tetangga dan disebut sebut menyamai tang zhong method ^^. Uniknya roti ini menggunakan campuran tepung terigu protein tinggi dan rendah. Meskipin demikian hasilnya tetap lembut. Vivian menambahkan biji wijen hitam tuk variasi. Karena di rumah cuma ada habbatussauda tidak ada salahnya aku pakai. Ternyata cocok. Untuk step by step bisa dilihat di Cuisine Paradise.

Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...