Showing posts with label Ayam. Show all posts
Showing posts with label Ayam. Show all posts

Wednesday, 11 November 2015

Gyoza VS Hakau




Sebenarnya niat mau bikin hakau ini sudah lama. Beberapa bulan yang lalu aku dikasih tepung tangmien sama temanku Mba Indah Yudo. Waktu itu yang terpikir di benakku mau bikin hakau. Karena olahan yang menggunakan tepung tangmien memang terbatas. Biasanya sih digunakan pada olahan yang menghasilkan warna putih transparan dan tekstur yang lentur seperti hakau. Tepung tangmien adalah tepung yang terbuat dari pati gandum. walaupun dari gandum tapi beda dengan terigu lho ya. Kalau terigu kan tepung/flour yang diambil dari unsur protein dan karbohidratnya gandum sedangkan kalau tangmien ini adalah starch atau pati dari unsur karbohidratnya saja. Istilah gampangnya kanjinya gandum. Kalau kanjinya singkong kan tapioka ya.

Akhirnya bikin juga hari ini. Ngga tau juga kok aku lagi semangat semangatnya. Padahal yang mau diolah ini lumayan ribet. Belum bikin kulitnya dua macam...belum lagi isiannya. Kuat ngga ya tanganku. Masih belum sembuh betul. Tapi udah pengen banget jadi tetap semangaaat. Pilihanku jatuh pada hakau dan gyoza. Kalau di Cina sana hakau dan gyoza/dumpling ini adalah makanan kecil khas Cina yang disajikan dalam porsi kecil. Kalau kita biasa nyebutnya dimsum ya. Seperti pangsit dan siomay. Kalau di Cina sana banyak sekali macamnya. Sedangkan di jepang dumpling disebut gyoza. Nah beda lagi dengan potsticker. Kalau potsticker dumpling juga tapi proses pemasakannya dengan cara di pan fried. Jadi pannya diberi minyak dulu dikit lalu dumplingnya dipanggang sebentar sampai bawahnya kecoklatan lalu ditambah air lalu dilanjutkan dengan memasak sampai airnya habis. Jadi tekstur eksteriornya agak renyah tapi dalamnya lembut.

Nah untuk memudahkan, aku membuat isiannya dari satu bahan saja. Sama sama pakai ayam dan udang. Memang sih umumnya hakau menggunakan udang. Tapi dulu aku sudah pernah bikin pake udang tapi menurutku rasanya gak terlalu istimewa. Apalagi potongan udangnya besar besar ngga dicincang. Untuk isian gyoza aku tambahkan potongan kol yang dirajang halus. Resepnya isiannya aku modifikasi dari resep kaki naga dan dumpling Mba Endang "Just Try and Taste". Agar tekstur dagingnya masih terasa, udangnya dicincang aja ya teman teman. Ini punyaku pake food processor kayaknya terlalu halus >,<. Untuk resep kulit gyoza aku lihat resep kulit pangsit di Mba Ita Dapur Griya Kahyangan. Resep aslinya dari The little Theochew.  Sedangkan untuk resep kulit hakau aku lihat di Sajian Sedap. Kalau mau lihat resep dan step pembuatan kulit hakau bisa buka di sini ya teman teman. 

Untuk penyajiannya paling enak disantap dalam keadaan hangat dari kukusan. Kalau dingin jadi agak kering. Jadi sebaiknya dikukus lagi pada saat akan disajikan. Temannya yang cocok boleh pakai saus kecap, saus sambel atau apa saja sesuai selera. Aku pakai dua macam. Ala ala Indonesia. Saus cuko gula merah dan saos cuka gula putih. Isinya cuma cabe, gula, garam, bawang putih, cuka dan air. Yummiiii....!!



Thursday, 2 July 2015

Behind The Scene 3










Hari ini aku mau sharing behind the scene lagi. Jangan bosan ya teman teman. Walaupun aku sendiri belum mengerti benar ilmu food photography serta teori teorinya tapi aku terangkan sesuai pemahamanku saja ya. Semuanya pake feeling aja. Kali ini gambar soto banjar dengan nuansa terang ya menggunakan kayu background putih. Soto banjar kan terdiri dari beberapa printilan. Ada laksa, telur, perkedel, sambel dan lain lain. Dengan background putih ini fokusnya tertuju pada makanan itu sendiri. Makanan terlihat kontras dengan latarnya. Kalau terlalu banyak props foto digunakan takutnya objeknya ngga jadi bintang lagi ^^. Sumber cahaya tetap dari cahaya alami yaitu matahari dari arah belakang obyek. Menurutku cahaya ini adalah yang paling bagus untuk pemotretan makanan.


Data Exif : 
ISO : 100
Aperture : F 2.5
Exposure time 1/15 
Menggunakan reflelctor dari arah kanan depan.



Monday, 8 June 2015

Ayam Tumis Merica Hitam



Ini adalah menu yang sangat simpel. Siap saji ngga lebih dari 15 menit. Jadi cocok tuh buat ibu ibu yang maunya praktis. Kadang kita lagi mati ide atau lagi dikejar waktu, atau bisa juga cuma lagi malas masak yang rempong, cocok banget niy. Apalagi dah mau puasa, cocok banget buat sahur. Tetap fresh dari kompor tapi gak pake lama ^^

Yang penting udah ada ayamnya tinggal ditumis aja sama bumbu minimalis. Ayam dipotong ukuran bite sizes. Bumbunya pun cuman dipotong potong aja. Pake minyak atau margarin juga dikit...yahuuut lah pokoknya. Yang penting rasanya juga enaaakkk...!! wangi merica hitam. Berasa makan steak gitu...

Monday, 4 May 2015

Samosa



Samosa adalah salah satu snack gurih yang populer di Asia Tengah dan Asia Selatan. Ia berupa pastry goreng yang berbentuk sehitiga. Umumnya menggunakan kentang, wortel dan sayuran lain untuk isiannya namun biasa ditambahkan daging sapi atau ayam bagi yang bukan vegetarian. Ini sebenarnya mirip mirip pastel dari Indonesia...yang beda adalah pengunaan bumbu kari dalam adonan fillingnya. Nah kali ini aku menggabungkan beberapa resep dari internet. Dari blog Just Try & Taste untuk fillingnya, food NDTV untuk kulit pastrynya, dan WikiHow untuk cara membentuk kulitnya. Pinggirnya aku bentuk seperti pastel biar lebih cantik. Kan samosa versi Indonesia...hehe.

Untuk isiannya karena aku tidak mempunyai bubuk kari aku menggunakan rempah kari atau garam masala yang aku buat sendiri. Kebetulan beberapa waktu yang lalu aku sudah stok bumbu bubuk sewaktu membuat spekkuk. Jadi masih ada cengkeh, pala, kayu manis dan cardamon/kapulaga bubuknya. Yang aku tambahkan adalah  jintan dan ketumbar serta bubuk cabe. Penggunakaannya tidak perlu terlalu banyak supaya tidak blenger sama aromanya yang kuat. Untuk masing masing cengkeh, pala, kayu manis dan cardamon aku gunakan seperempat sendok teh. Cuman ketumbar yang satu sendok teh dan jintan setengah sendok teh.Tapi buat teman teman yang ingin mencoba silahkan sesuaikan dengan selera ya. Karena aku ada stok ayam suwir aku gunakan sekitar 150 gram untuk campuran isiannya. Modifikasiku di tambahan jagung, kacang polong dan ayam.


Bahan kulit :
- 2 cup tepung protein sedang
- 1 sdt garam
- 1 sdm minyak + 1 sdm margarin, panaskan
- air dingin secukupnya untuk mengulen

Bahan Isi :
- 2 butir kentang, rebus dan haluskan (jangan terlalu halus)
- 2 wortel, potong kotak kecil, rebus sebentar lalu tiriskan
- 50 gr kacang polong
- 150 gr ayam suwir
- 2 batang daun bawang, rajang halus 
- minyak untuk menggoreng



Bumbu halus :
- 1 butir bawang bombay, rajang halus
- 6 siung bawang putih, cincang halus
- 1 1/2 sdt bubuk kari
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/2 sdt bubuk cabe
- 1 sdt gula pasir
- garam secukupnya
- minyak untuk menumis

Cara membuat :
  1. Bahan isi : tumis bawang bombay sampai wangi dan berwarna agak transparan. Masukkan bawang putih tumis lagi hingga wangi. MAsukkan bumbu kari, aduk rata. Tambahkan wortel, bumbu lain, sedikit air dan daun bawang, masak hingga empuk. Tambahkan kentang tumbuk masak hingga kering. Dinginkan.
  2. Kulit : Campur tepung terigu dan garam. Aduk rata. Masukkan campuran minyak margarin. Aduk aduk menggunakan garpu. Bila sudah tidak panas lanjutkan mengaduk dengan ujung jari sambil dogosok gosok sampai menjadi butir butiran halus.
  3. Tambahkan air es sesendok sesendok sambil diulen sampai adonan menyatu dan menggumpal. Jangan terlalu banyak menambahkan air. Adonan teksturnya sedikit keras ya. Supaya hasil kulitnya renyah ketika digoreng.
  4. Tutup dan istirahatkan 15 menit.
  5. Ambil sedikit adonan lalu giling tipis sekali. Cetak dengan cutter bulat diameter 15cm. Potong dua. Ambil satu bagianb entuk kerucut dan sambung ujung ujungnya dengan air. Beri isi lalu rapatkan. Kerjakan semua adonan sampai habis.
  6. Panaskan minyak dengan api sedang. Goreng samosa sampai kecoklatan sambil disiram siram minyak agar muncul gelembungnya. Angkat lalu tiriskan minyaknya.



Monday, 27 April 2015

Ayam Suwir Pedas ala Bali



Ada stok ayam yang sudah kurebus di kulkas. Pingin olahan lain selain ayam goreng jadi aku cari cari resep yang rasanya khas, termasuk yang satu ini yaitu ala Bali. Ngga ngerti juga maksudnya ala Bali apakah memang ini resep makanan tradisional Bali atau resep ayam yang dibumbu bali yaitu bumbu yang menggunakan banyak cabe macam bumbu balado dari Padang. Karena beberapa resep ayam suwir bali atau sisit ternyata berbeda. Ada yang menggunakan kemiri ada yang tidak. Ada yang menggunakan terasi adapula yang tidak. Ada yang menggunakan santan adapula yang tidak. Resep ini aku lihat di blog andalanku Just Try and Taste. Rasanya enak dengan aroma kencur, terasi dan daun jeruk. Unik! Berikut resepnya dari Mba Endang ya...

Thursday, 26 March 2015

Chicken Patties


Baru kali ini aku bikin chicken patties alias isian burger dari ayam. Dulu-dulu kalau bikin biasanya menggunakan daging sapi. Pernah juga sih tuna. Resepnya sama aja kalaupun beda biasanya cuman beda tipis aja. Rasanya enaaaaak, yang penting seimbang rasanya dari bawang putih, merica, garam dan palanya ya....

Untuk anak anak tentu saja biar lebih sehat aku tambahkan parutan wortel dan irisan daun bawang. Tidak pengaruh ke rasa kok dan teteup enaaak...patties ini bisa dimakan dengan nasi maupun diisikan ke dalam roti burger ya. Untuk rasa yang lebih enak gunakan campuran daging paha dan dada ayam.

Bahan :
- 500 gr daging ayam cincang (dada dan paha)
- 2 buah bawang bombay, cincang halus (aku pakai food processor)

- 1 butir telur
- 100 gr tepung panir
- 5 siung bawang putih
- 1/2 sdt merica
- 1/4 sdt pala
- 2 sdt garam 

- 1 buah wortel, parut halus (kalau besar gunakan 1/2 saja)
- 2 batang daun bawang, iris halus
- 1/4 sdt gula pasir


Cara membuat :
  1. Panaskan margarin lalu tumis bawang bombay hingga layu. Dinginkan.
  2. Haluskan bawang putih, merica, pala lalu campurkan ke dalam daging. Tambahkan bawang bombay, garam, gula, wortel parut, daun bawang, tepung panir serta telur. Aduk sampai semua tercampur rata.
  3. Bentuk bulat-bulat pipih, ukurannya sesuai selera. Letakkan di talam bersemir margarin.
  4. Coba tes rasa dengan memanggang sedikit adonan di atas teflon yang diberi sedikit minyak/margarin. Tambahkan bumbu yang dirasa kurang.
  5. Panaskan oven sekitar 180 C. Sebelum dipanggang tuang sedikit minyak diantara daging burger yang sudah dibentuk, agar tidak cepat gosong, karena titik didih margarin tinggi.
  6. Panggang sampai daging berubah warna dan matang. Jangan sampai overcook atau garing. Cukup 10 -15 menit masing masing sisi.





Thursday, 29 January 2015

Chicken Nuggets



Selain resep kaki naga yang recommended banget...resep chicken nugget mba Endang "Just Try and Taste" juga ternyata sama tenarnya. Reviewnya banyak dan semua positif. Aku baca semua karena banyak tips yang berguna dan untuk meminimalisir kegagalan. Kalau dah begini kan nggak ragu lagi bikinnya. Lumayan...sekarang udah nggak perlu beli nugget lagi. Kalau bikin sendiri dijamin semua bahan yang kita gunakan segar tanpa bahan pengawet. Bisa juga kita variasikan dengan sayur supaya bertambah kandungan gizi dan seratnya.

Nah resep mba Endang ini menggunakan wortel. Tapi karena aku parut pake parutan keju jadinya halus dan ngga kentara teksturnya ketika digigit. Dipotong dengan cutter pun mudah. Yang unik juga dalam adonan ini ada tambahan mayonaisenya. Kayaknya ini pula yang menyumbang kelembutan dan rasa gurihnya. Secara mayonaise kan dari kuning telur dan minyak.




Saturday, 24 January 2015

Kaki Naga (Ayam)



Kemarin dikasih kaki naga sama tetanggaku. Belum sempat kuicip habis dimakan anak anak dan hubby. Waaaaa doyan ternyata. Hari ini sudah niat mau bikin. Bahan bahanpun sudah ada di kulkas. Kebetulan punya tepung panir orange beli di mba Diah Didi. Oh iya buat teman teman yang belum pernah membuatnya, kaki naga ini adalah olahan ikan, ayam atau udang yang diproses halus diberi bumbu dan dibentuk bulat dengan gagang stik es krim atau tusuk sate lalu digoreng. Rasanya mirip mirip nugget. Tentu saja yang ini lebih sehat karena kita buat sendiri dijamin ngga ada bahan bahan pengawet. Mau dimodifikasi dengan tambahan sayuran juga bisa, pokoknya sesuaikan selera saja.

Resep aku lihat di blognya mbak Endang "Just Try and Taste". Tapi karena ayamku tinggal  300 gram bahan lainnya aku sesuaikan saja ya. Aku tambahkan 50 gram udang untuk menambah rasa dan aroma gurihnya. Tepung terigu aku ganti tepung sagu supaya hasilnya ada kenyal kenyalnya dikit ^^

Hasilnya enaaaaak pake banget. Langsung habis disantap sebagai lauk nasi. Hasil jadinya sekitar 20 buah ukuran sedang. Senangnyaaaaaa...makasih Mbak Endang tuk resepnya yang mantap. Untuk resep aslinya dan gambar step by step silahkan main ke blognya beliau yaaaa.




Saturday, 20 December 2014

Donat & Roti Goreng dengan "LOCK N' LOCK E-Cook Deco Fry Pan"



Kemarin aku ada acara dan bertugas membuat kue untuk konsumsi. Aku bikin roti manis dan roti goreng dari satu adonan. Hasil jadinya untuk satu adonan 50 buah. 25 buah donat dan 25 buah roti. Aku sisakan di rumah cuman 7 biji roti gorengnya. Eh ternyata anak anak dan hubby suka. Dan karena yang kemarin gak puas makannya mereka minta dibikinkan lagi. Jadi hari ini bikin lagi deh. Bedanya hari ini pekerjakanku lebih ringkas karena dibantu oleh "Lock N Lock Deco Fry Pan". Berhubung punya pan baru daku jadi bersemangat. Selain warnanya adalah warna favoritku merah yang nggak terlalu menyala...hehe, pekerjaan menumis dan menggoreng lebih efisien karena hanya menggunakan satu penggorengan ini saja. Ngga perlu banyak keluarin panci dan wajan bu ibu, satu alat ini aja dah cukup. Ukurannya pun pas untukku. Ngga terlalu besar, nggak terlalu kecil dan nggak terlalu tinggi. Yang sedang sedang sajaaaaa ^^


 

 


Isian ayam plus wortel aku tumis di pan ini. Asyiknya tumisan bumbu nggak perlu banyak banyak minyaknya karena pan ini nggak lengket kok. Lock N Lock Deco Fry Pan ini memiliki lapisan anti lengket yang hanya membutuhkan sedikit minyak ketika memasak jadi masakan kita jadi lebih sehat. Selain itu karena bagian luarnya terdapat lapisan tahan panasnya, masakan kita tidak cepat gosong.

Setelah menumis isian, aku siap menggoreng roti goreng dan donatnya. Cukup bilas pannya sedikit dengan sponge lembut dan sabun karena sisa tumisan tadi nggak nempel. Mudah dibersihkannya. Asyik kan??? Nah untuk menggoreng donat atau roti goreng ini gunakan api kecil ya ibu ibu. Pan ini lumayan panas jadi hemat energi, gunakan saja api sedang seperti gambar di atas...dan tunggu sampai warnanya sedikit kecokelatan tanda sudah matang. Karena apinya sedang, roti matang merata hingga ke dalam. Permukaannya pun cantik berwarna cokelat keemasan.




Roti goreng dan donatnya lembuuut sekali karena aku menggunakan metode water roux. Biasanya kalau aku pake resep ini aku gunakan campuran tepung protein tinggi dan protein sedang. Berhubung tepung protein tingginya lagi habis dan semuanya pengen banget makan roti goreng ya sudahlah aku coba pake  tepung protein sedang semuanya. Hasilnya diluar dugaan....lembuuuutnya...tuh kelihatan kan di atas. Kali ini aku cuman bikin 2//3 resep karena tepungku cuman sisa 450 gram. 25 gramnya tuk adonan water roux dan sisa 425 gramnya untuk roti. Resep adonan rotinya yang utuh bisa dilihat di sini ya. Di bawah ini cuma resep 2/3 adonanya. 

Water roux :
- 25 gr tepung terigu protein tinggi
- 125 ml air


Bahan :

- 425gr tepung protein sedang
- 80 gr gula pasir
- 2 sdm susu bubuk full cream
- 1 butir telur
- 7 gr ragi instan
- adonan water roux di atas
- 120 ml air hangat
- 50 gr margarin
- 3/4 sdt garam

Cara membuat :
  1. Water roux : dalam panci, campur air dan tepung terigu. Aduk rata sampai halus dan tidak bergerindil. Masak dengan api sedang sampai kental. Jangan sampai mendidih. Sisihkan hingga dingin.
  2. Roti : tuang semua bahan kering kecuali margarin dan garam ke dalam mixer. Masukkan campuran water roux, air dan telur ke dalamnya. Nyalakan mixer dan proses hingga kalis. Tambahkan margarin dan garam lalu mixer lagi sampai elastis. Bisa juga dilanjutkan menggunakan tangan agar teksturnya bisa terasa kalau sudah elastis.
  3. Tutup dengan cling wrap dan fermentasikan sampai mengembang 2x lipat. Timbang adonan lalu bentuk bulat untuk donat. Taruh di alas bertabur tepung. Fermentasi sekitar 30-45 menit (kalau kelamaan donat akan keriput atau kempes kembali ketika keluar dari minyak). Setelah mengembang dan mau digoreng, lubangi tengahnya dan goreng dalam minyak yang sedang panasnya dan cenderung kecil. Untuk roti goreng, ambil adonan lalu pipihkan, beri isi dan rapatkan ujung ujungnya. Jangan sampai terbuka ibu ibu karena ketika digoreng roti akan mengembang lagi sehingga roti yang tidak rapat bisa terbuka dan isinya mengotori minyak.
  4. Untuk roti goreng/donat ukuran kecil bisa menghasilkan sekitar 30an buah dengan berat adonan masing masing sekitar 20-22 gr. Kalau agak besar dikit ya hasilnya lebih sedikit ya. Pada saat akan digoreng baluri adonan roti dengan putih telur (yang sudah dikocok) dan kemudian tepung panir. Goreng sampai agak kecokelatan.

Untuk isian ayamnya, tipsnya untuk memudahkan mengaduk di pan dan tidak bergumpal gumpal, tambahkan sedikit air pada ayam cincang mentah(sebelum ditumis) lalu aduk sampai menjadi bubur daging ayam. Pada saat ditumis ayam akan tersebar rata dan tidak bergumpal gumpal.

Isian ayam :
- 250 gr ayam cincang
- 1 buah wortel ukuran besar (atau dua ukuran kecil), potong kotak kecil rebus sebentar
- 1 batang daun bawang
- 1 batang seledri
- 1 sdt saus tiram 
- 1/2 sdt gula pasir
- 50 ml air
- 1 sdm minyak untuk menumis

Bumbu halus :
- 2 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1/4 sdt merica bubuk
- garam secukupnya

Cara membuat :
  1. Panaskan minyak di pan, tumis bumbu hingga wangi. Masukkan daging ayam cincang, aduk sekali kali hingga berubah warna.
  2. Masukkan wortel, tambahkan air 50 ml. Tambahkan daun bawang dan daun seledri. Aduk. Beri saus tiram. Aduk kembali dan masak hingga matang. Kalau ingin bahan isian lebih kompak bisa diberi taburan sedikit terigu (sekitar 1 sdm) lalu aduk kembali sampai matang,/ Angkat, dinginkan. Siap digunakan.
Baluran : 
- putih telur
- tepung panir halus



Di bawah ini beberapa fitur dari LOCK N LOCK Deco Fry Pan :
  1. Colorful Kitchen. Warnanya cerah dengan desain yang stylish membuat tampilan dapur menjadi menarik dan aktifitas memasak menjadi lebih menyenangkan. Terdiri dari beberapa warna, salah satunya merah seperti gambar di atas.
  2. Nyaman Ketika Digunakan. Pelat alumunium yang padat serta silikon pada pegangannya akan membuat nyaman ketika digunakan memasak.
  3. Mudah DiIbersihkan. Makanan tidak akan menempel dan mudah dibersihkan. Untuk menjaga lapisan anti lengketnya bertahan lama gunakan sponge lembut untuk mencucinya. Gunakan pula sutil silikon agar pannya tidak tergores.
  4. Lapisan Anti Lengket. Terdapat lapisan anti lengket yang hanya membutuhkan sedikit minyak ketika memasak sehingga masakan anda menjadi lebih sehat.
  5. Tahan Terhadap Panas. Pada bagian luar terdapat lapisan tahan panans yang akan mencegah masakan menjadi hangus. Panas yang merata akan dapat menghemat energi dan lebih nyaman ketika memasak.







Wednesday, 9 July 2014

Sandwich Goreng Isi Ragout Ayam



Kapan hari aku bikin risoles ragout ayam. Nah bahan isiannya ada sisanya lumayan banyak. Untuk variasi menu ifthar biar gak bosan aku bikin roti goreng aja. Rasanya sama gurihnya dengan risol kok. Karena sama sama menggunakan panir. Enak juga ternyata. Dan lumayan buat variasi...memanfaatkan sisa ragout dan roti. Resep isiannya bisa lihat di sini ya. Caranya mudah.  Ambil roti tawar yang sudah disisihkan kulitnya. Beri olesan ragout lalu tutup dengan roti lagi. Bagi dua diagonal. Celup dalam kocokan telur lalu gulingkan dalam tepung panir. Lalu digoreng. Mudah kan???

Satu lagi, untuk tepung panir aku lebih suka menggunakan tepung roti yang halus dan baunya masih segar tidak apek. Tepung roti ini apabila digoreng aomanya lebihwangi dibanding tepung panko. Menurutku loh ya. Selera kan bisa beda beda ^^



Sunday, 8 June 2014

Ayam Bakar Bumbu Rujak




Minggu ini resep Cooking Class Group whatsappku adalah ayam bakar bumbu rujak. Resepnya dishare oleh mbak Atyk Murtiningsih. Hasilnya enaaak...bumbunya wangi sekali, rumah jadi seperti warung ayam bakar...halaaah ^^

Monday, 24 February 2014

Pau Yummiiiiii...



Yummiii dan lembut...enak banget roti paunya. Makasih tuk mbak Endang Try & Taste tuk resepnya ya. Dulu aku sering bikin tapi pake terigu protein sedang dan rendah. Nah kali ini pake resepnya No Frills Recipes via Mbak Endang aku coba bikin yang pake terigu protein tinggi. Hasilnya sama enak. Terutama isian ayamnya, asli enak. Tuk variasi fillingnya beberapa aku isi tausa dan beberapa lagi aku isikan campuran kacang tanah  dan gula merah. Enak semua dah pokoknya tapi juaranya tetep yang ayam.

Untuk roti...perbedaan jenis tepung mempengaruhi tekstur rotinya. Aslinya pakai tepung pau atau hongkong flour tapi aku gak punya dan alternatifnya kata mbak Endang boleh pake terigu protein tinggi. Teksturnya sama sama lembut dengan yang menggunakan protein rendah tapi kalau yang pake tepung protein rendah tekstur/serat rotinya halus dan rapat. Kalau yang pake terigu protein tinggi ini lembutnya legit gitu...seratnya ya kayak roti ya. Enak pokoknya. Makasih ya mbak Endang *muach muach*





Sunday, 16 February 2014

Talam Ayam

 




Dulu sudah pernah bikin talam ebi tapi belum puas sama adonan kue talamnya. Kali ini bikin talam ayam dengan resep adonan yang lain rasanya lebih enak dari yang dulu. Tapi kalau toppingnya menurutku enakan yang ebi deh. Lebih gurih dan wangi. Resepnya menyusul yaaa

Bahan Talam : 
- 80 gr tepung terigu
- 20 gr tepung beras
- 20 gr tepung sagu
- 3/4 sdt garam
- 1 sdt gula pasir
- 200 ml santan hangat
- 250 santan mendidih

Lapisan Santan Gurih (campur, aduk rata semua) :
- 200 gr santan kental
- 60 gr tepung beras
- 1/2 sdt garam

Taburan  Ayam (tumis bersama bumbu halus) :
- 200 gr ayam tanpa tulang
- 2 sdm minyak untum menumis bumbu

Bumbu Halus Ayam :
- 1 buah cabe merah
- 3 siung bawang putih
- 1 cm kencur
- 2 lembar daun jeruk purut
- 1 sdt gula pasir
- garam secukupnya

Cara membuat :
  1. Talam : campur semua bahan kering dengan santan hangat. Aduk rata. Tuangi santan mendidih aduk lagi hingga rata. Saring.
  2. Campur bahan lapisan santan gurih di tempat terpisah.
  3. Panaskan kukusan. Siapkan cetakan talam yang sudah diolesi tipis minyak.
  4. Tuang adonan talam setinggi 3/4 cetakan. Kukus selama kurang lebih 15 menit. 
  5. Tuang bahan lapisan atas. Kukus lagi selama 7 menit atau sampai matang.
  6. Angkat. Biarkan sejenak sampai bisa dikeluarkan dari cetakan. Taburi ayam, daun seledri dan potongan cabe rawit (kalau suka).

Saturday, 21 December 2013

Curry Puff...Tanpa Kari



Hari libur ini aku sudah niat mencoba lagi karipap pusing. Waktu itu aku pusing beneran karena penampakannya kurang memuaskan. Nah berbekal resep Bunda Fatmah Bahalwan aku mulai start bikin jam 3 siang. Cuma 1/3 resep. Tak diduga bikinnya cepat sekali. Setengah jam saja, karipapnya sudah bisa dinikmati. Tapi syaratnya isiannya dah dibikin duluan. Kali ini isiannya tidak menggunakan bumbu kari. Bukannya tidak suka, tapi anak anak lebih senang makan kari ayam beneran daripada makan kari ayam isian pastel...hehe. Jadi isiannya kentang, wortel, ayam cincang dengan bumbu bawang putih, bawang merah dan merica. Ditambahkan daun bawang dan seledri.

Alhamdulillah resep bu Fatmah sukses berusar-usar. Putarannya kelihatan benar. Rasanya juga oke banget. Kulitnya gurih dan renyah. Aku usahakan bikin kulitnya setipis mungkin supaya cantik dan seimbang dengan isinya. Aku juga tidak suka kulit pastel yang terlalu tebal. Tapi masih ada beberapa yang terbuka sewaktu digoreng. Cuma dua biji sih. Lumayanlah tuk percobaan kedua ini. Aku rasa karena terlalu tipis gilingnya, sebagian adonan menteganya lengket di silicon matku. Jadi bolong adonan kulitnya.


Caranya mengisi filling juga tidak boleh terlalu penuh, karena ketika kita merapatkan ujung ujungnya kita cenderung menarik adonan supaya saling bertemu. Jadi kalau isiannya terlalu banyak, tarikannya juga terlalu banyak sehingga sambungan kulit yang berlapis lapis itu jadi lepas yang berakibat ketika digoreng jadi pecah. Satu tip supaya lapisan kulitnya banyak, ketika digiling harus sepanjang mungkin. Semakin panjang adonan semakin banyak gulungannya dan semakin banyak pula lapisan yang tercipta.

Karena isiannya masih sisa aku bikin lagi 1/3 resep. Kali ini menggunakan resep mbak Vivi "Jajane Vivi". Alhamdulillah jadi juga. Hasil kulitnya renyah dan cenderung agak rapuh. Tapi rapuhnya bukan gampang hancur melainkan lebih ringan. Aku duga karena penggunaan lemak yang berbeda pada kedua resep. Resep bu Fatmah menggunakan margarin dan minyak. Resep mbak Fifi menggunakan margarin dan mentega putih. Kalau rasa, lebih gurih resep kulit bu Fatmah karena selain menggunakan margarin dan minyak beliau juga menambahkan sedikit gula pasir ke dalam adonannya. Untuk tekstur keduanya sama sama renyah dan bertahan lama renyahnya hanya punya mbak Fifi lebih ringan kulitnya. Keduanya punya kelebihan masing masing. Sewaktu mengerjakan adonan juga adonan mbak Fivi lebih mudah dihandle karena telah diistirahatkan selama 15 menit. Oh iya satu lagi...ketika mengerjakan adonan, untuk menghindari adonan melengket di matku aku taburi tipis tepung terigu. Mau tau hasilnya?? ketika digoreng kulitnya muncul sedikit gelembung kecil seperti pastel biasa. Sekedar sharing saja ^^

Over all aku puas sama kedua resep. Walaupun menurutku dari penampakan belum bisa sama persis sama punya mbak Fifi dan Bu Fatmah tapi rasa penasaranku sudah terobati. Satu lagi resep berhasil aku taklukkan. Cieeeeee...

Untuk Bunda Fatmah dan mbak Fifi terima kasih tuk inspirasinya...semoga barokah ya.







Sunday, 1 December 2013

Karipap Pusing VS Jalang Kotek...





Sudah lama kepincut sama karipap pusing yang populer di Malaysia ini. Apalagi liat punyanya mbak Vivi yang cakep banget layer kulitnya tambah pengen buat. Masalahnya di tempatku ini nggak ada mentega putih yang bagus. Aku pernah beli setelah digunakan after tastenya di mulut nggak enak banget. Rasanya ngendal di lidah dan langit langit. Memang dijualnya kemasan plastik. Kata penjualnya dia kemas sendiri. Nggak tau merknya apa. Nah itupun sisa banyak dan terbuang aja karena lama nggak terpake dan kadaluarsa. Mentega putih kan jarang digunakaan dalam pembuatan cake. Paling paling dulu aku bikin untuk bakpia atau bakpau supaya putih tapi sekarang dah dapat resep yang bagus dan nggak pake itu lagi. 

Akhirnya aku memutuskan untuk nyontek resepnya Mbak Widya Wijanarti dari majalah Martha Stewart Indonesia. Di situ juga lengkap disertakan step by stepnya. Penampakan di kulitnya agak berbeda dengan punya mbak Vivi. Mungkin karena penggunaan lemak yang berbeda. Mbak Vivi pake mentega putih sedangkan Mbak Widya menggunakan margarin. Kalau di rasa mungkin enak margarin ya, tapi di warna dan tekstur kulitnya agak beda. Kelihatan yang mentega putih lebih kering hasil kulitnya. Layernya jadi kelihatan jelas juga.

Setelah aku buat, hasilnya memang mirip punya mbak Widya. Jelas cantikan punyak mbak Widya ya...dah masternya gitu loooh...hehe. Kulitnya renyah tapi kurang keluar tekstur/motifnya walapun hasilnya berlapis lapis juga. Dan entah aku melakukan kesalahan di step yang mana...punyaku banyak yang pecah sewaktu digoreng. Daripada terbuang-buang karena nggak bisa dimakan (berminyak sangat) akhirnya inisiatif aku dipanggang aja. Ternyata enak juga. Malah si Hanif suka yang di panggang. Cuma di kulitnya agak keras hasilnya. Isiannya aku bikin dua macam. Satu ayam kari dan satu lagi daging soalnya hubby nggak makan ayam. Resep ayam kari ikut mbak Widya tapi tunanya aku ganti ayam suwir. Berikut resep aslinya dari Majalah Martha Stewart Indonesia :


Friday, 23 August 2013

Nasi Bakar Bu Fatmah NCC




Ini pertama kalinya aku mencoba membuat nasi bakar. Dapat review dari blognya Mbak Nony, nasi bakar favorit yaitu resepnya Bu Fatmah Bahalwan NCC. Apa sih olahannya Bu Fatmah yang nggak enak?? perasaan semuanya sudah teruji dan memuaskan. Ya masakan, ya cake ya kukis...semuanya jempol. Makasih ya Bunda, selalu berbaik hati mencari, mengolah dan membagi resepnya kepada kami kami ini. Dikau memang idola para ibu...

Resepnya sama persis tapi nasi putih aku ganti dengan nasi merah. Ikan teri nasi juga nggak ada di sini jadi aku pakai teri halus biasa. Hasilnya enak, gurih dan wangi. Tapi butuh ketelatenan dalam membungkus nasinya. Tekstur beras merahnyamawur dan berhamburan...jadi susah kompak ketika akan dibungkus bentuk lontong ^^


Tuesday, 18 June 2013

Opor Ayam




Aku sering bikin olahan ayam berkuah yang mirip opor tapi baru kali ini bikin opor beneran. Maksudnya?? iya, yang aku bikin lebih mirip kari sih. Sebenarnya opor ya kari juga tapi bumbunya lebih minimalis serta warnanya agak pucat karena tidak menggunakan cabe dan kunyit. Nah, kalau kebetulan pas makan di rumah teman dan disuguhkan opor ini, anak anak suka sekali dan seringkali minta dibikinkan. Nah hari ini aku sempatkan tuk mencoba resep ini. Segera anak anak makan dengan lahapnya, soalnya sama sekali nggak ada jejak pedesnya. Padahal karena gemes warnanya terlalu pucat tetap juga aku tambahkan cabe merah besar. Tapi cuma seiprit...sepotong aja agar ada semburat semburat merahnya. Halaaah....liat aja di gambar nggak kelihatan kalo ada cabenya kan??? Resep di atas ini menghasilkan opor yang agak kental. Kalau mau lebih light bisa menggunakan santan encer ya.

Untuk mendapatkan hasil opor yang beraroma wangi dan tidak terlalu berlemak, bumbu bumbu kering sebaiknya disangrai sebelum dihaluskan. Kulit ayampun sebaiknya dibuang apabila menggunakan ayam ras.

Thursday, 16 May 2013

Wonton Soup (Sup Pangsit)



Kemarin anak anak minta dibikinkan pangsit goreng. Karena sudah lama pengen coba bikin wonton sup atau sup pangsit sekalian aja aku bikin juga. Kebetulan cuaca lagi tidak bersahabat. Beberapa hari ini hujan terus. Bawaannya dingiiiiiiiin aja.

Di sini nggak ada yang jual kulit pangsit. Adanya kulit spring roll. Jadi aku bikin kulit pangsit  sendiri, resepnya lihat di About.com.  Lumayan simple. Bahan isian dan kuahnya lihat di mbak Yulyan Parwati cuman kudobel bikinnya karena sekalian bikin pangsit goreng. Hasilnya enak, yang gorengan renyah gurih, yang sup hangat hangat seger. Tapi sayang, hubby sama Hanif  lebih suka pangsit goreng. Memang hubby pecinta gorengan sejati sih....walaupun dah habis semangkuk sup tapi reviewnya nggak memuaskan padahal kuah supnya enak. Katanya pangsit lebih cocok digoreng. Awalnya aku ragu juga, karena resepnya cuman pake kaldu ayam, garam dan merica ditambah sedikit kaldu bubuk. Biasanya aku bikin sup selalu pake bawang putih biar wangi. Tapi mungkin karena aku menggunakan kaldu ayam dari ayam kampung, dengan bumbu minimal itu rasanya sudah rich dengan sendirinya. Kaldunya segar dan tidak amis. Enak deh pokoknya. Makasih ya Mbak Yulyan sharingnya...
 




Oh iya, tadi siang seru sekali...kumpul bareng teman latbar bikin cistik dan red velvet cake sambil makan bubur menado di rumahnya Rika. Sayang nggak sempat kefoto kuenya karena aku pulangnya cepat mau ke rumah sakit dulu. Habis makan bubur Menado, foto foto sebentar langsung ngaciiiirr....hehe





lagi bikin cistik...Yusti (kerudung hitam) masternya ^^




weeeenak....sedaaaaaap...bubur menadonya. Tengkyuuuu Rikaaaaaa.....





tetanggaku idolaku...luv you all!!



Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...