Showing posts with label Cookies and Bars. Show all posts
Showing posts with label Cookies and Bars. Show all posts

Tuesday, 2 August 2016

Chocolate Stick Cookies



Setiap tahun menjelang puasa aku selalu siap siap bahan kue kering. Untuk terigu belinya sekali banyak lalu aku jemur di bawah matahari agar kering sempurna. Setelah itu diayak. Jadi tinggal pakai. Nah ini tepungnya masih sisa...harus cepat cepat dihabiskan sebelum kutuan >,<

Kebetulan juga di pasar nemu cokelat stik. Sudah lama cari cari. Kasihan ya...kalau di tempat terpencil begini memang agak susah cari bahan kue tertentu. Tentu saja yang ingin aku bikin adalah kukis stik cokelat. Resep ini sudah lama wara wiri di internet. Tapi aku ketinggalan banget. Belum pernah bikin dan belum juga icip. Inilah saatnya ^^

Resepnya pake punya Ny Liem yang sudah terkenal resep resep cakepnya. Hasil jalan jalan di blognya Mba Nina. Halo mba Nina makasih ya resepnyaaa *kiss kiss*

Hasilnya cokelatnya kurang mulus berbintik bintik. kata teman teman di instagram itu karena suhu panggangnya terlalu tinggi. Memang sih walaupun di resep tertulis 150C, tadi aku set 175C karena kurang detail bacanya...hehe. Ternyata memang itu penyebabnya >,<

 

Sunday, 1 November 2015

Dibalik Foto Makanan Yang Cantik...

Terus terang aku sering bingung kalau ditanyain teman teman atau pembaca blog tentang cara membuat foto makanan yang baik dan benar. Selama ini aku mengambil gambar dengan teknik "suka suka" tanpa paham  teorinya. Yang penting hasilnya memuaskan. Aku, tentu saja sama sekali bukan professional photographer dan tidak punya basic ilmu photography. Semuanya aku pelajari secara otodidak karena di tempatku yang notabene kota kecil ini tidak ada kursus, training atau apapun yang menunjang ilmu photography. Semua adalah hasil belajar dengan cara surfing di internet. Berjam jam melihat gambar gambar senior foodie blogger. Memperhatikan bagaimana cara mereka menata makanan, apa saja properti yang digunakan, pencahayaan dan lain sebagainya. Ya... dibantu dengan sedikit bacaan tentang ilmu food photography. Tapi memang dasarnya aku tuh agak-agak telmi dan gaptek, susah juga dipraktekkan ilmu dari bukunya. Akhirnya balik lagi ke cara lamaku. Foto suka suka yang penting hasilnya terlihat menarik. Jadi tolong jangan ditanya teorinya ya teman teman. Aku sih gak pake teori. Pokoknya praktek saja mengikuti kata hati.

Suka dengan food photography awalnya pas mulai ngeblog. Orang yang memiliki blog pasti ingin menarik pembaca dong ya. Syaratnya tentu saja dengan berkomitmen pada diri sendiri. Rajin update post dan rajin menjawab komen yang masuk. Aku, dalam dunia nyata bukan orang yang pandai bicara, apalagi kalau disuruh berbicara di depan umum. Langsung panas dingin, sakit perut dan mulut terkunci rapat. Tapi anehnya, kalau menulis blog rasanya ngga pernah habis bahan yang akan diomongkan. Kok bisa?? Ya iyalah dengan ngeblog (khususnya blog makanan) secara tidak langsung kita diajarkan untuk lebih inovatif mengolah resep, pandai mengolah cerita dan pandai membuat gambar semenarik mungkin hingga mengundang pembaca untuk ingin mempraktekkannya. Dengan begitu, tujuan utama membuat blog ini tercapai. Sharing resep dan berharap orang lain bisa mempraktekkan dan mendapat ilmu dari blog kita.

Jadi buat teman teman yang ingin menekuni dunia FP, silahkan menimba ilmu sebanyak banyaknya dari mana saja. Bisa dari internet, bisa dari buku buku, bisa dengan kursus atau konsultasi langsung dengan pakarnya Pokoknya apa apa saja yang bisa menambah ilmu kita. Gambarpun bisa pun bisa diambil dengan apa saja. Handphone, kamera pocket maupun kamera DSLR bisa dipakai semua. Kesemuanya juga sudah pernah aku gunakan. Walaupun kita bukan profesional bukan berarti kita juga ngga bisa menghasilkan gambar cantik. Mottonya, semakin tinggi jam terbang semakin bagus pula hasilnya. Kalaupun ada kekurangan di sana sini bisa dibantu dengan berbagai macam aplikasi olah foto. Sekarang kan zaman canggih. Lha foto orang aja bisa berubah drastis dengan aplikasi kamera 360. Tul ngga?? tapi kalau untuk makanan ya ngga perlu kamera 360 kali...yaaa cukup photoshop atau photoscape aja. Jangan lupa juga untuk selalu membubuhkan watermark pada foto kita. Hari gini...ada watermarknya aja gambarnya bisa dicuri apalagi yang ngga ada. Banyak oknum yang mau enaknya sendiri...ngga menghargai hasil karya orang lain. Mau punya blog atau jualan tapi ngga mau usaha. Bisanya cuma copy paste content blog orang. Ngga minta izin lagi! Hati-hati ya teman teman...waspadalah, waspadalah!!

Di bawah ini ada beberapa gambar behind the scene dan olah foto yang aku buat.

 
Seperti biasa aku menggunakan natural light, matahari jam 12 siang. Teorinya sih it's a big "no no" mengambil gambar ketika matahari tinggi tingginya. Takutnya overeksposure/silau ya. Cahaya yang jatuh akan terlalu keras. Beberapa foto memang tidak bagus hasilnya diambil pada jam segini. Contohnya bila mengambil gambar minuman atau puding. Cahaya yang jatuh terlalu keras sehingga terlihat pantulannya di permukaan air atau puding. Ini bisa diakali dengan memblokir sedikit cahaya di atas objek. Khusus untuk gambar kukis ini sih oke oke saja. Aku gunakan background papan putih dan reflector di sebelah kiri untuk meminimalisir bayangan objeknya.




Di bawah ini adalah data exif gambar yang aku ambil


Di bawah ini ada contoh gambar kukis yang aku ambil buat perbandingan. Yang satu sebelum diolah dan yang satunya lagi setelah diolah. Beda kan ya hasilnya. Lebih menarik yang kedua. Yang jelas intinya, buatlah gambar anda semenarik mungkin tapi jangan sampai merubah bentuk aslinya. Jangan sampe yang difoto mie bakso, eh setelah diolah berubah jadi spaghetti. Ngga asli dong ya! >,<
                             sebelum                                                    sesudah


Untuk gambar di atas aplikasi yang aku gunakan adalah photoshop dan photoscape. Untuk photoshop belum bisa yang canggih canggih, makanya sebagian aku olah di photoscape. Aku cuma pake photoshop raw untuk  menambah kontras, sedikit vibrance dan juga sharpening untuk mempertajam gambar. Setelah itu disave ke jpeg. Kalau raw kan sizenya besar kali. Menuh menuhin memori komputer kita.





Setelah itu, di bawah ini aku pindah ke photoscape. Klik filter, pilih film effect - provia low. Ini untuk menghasilkan gambar yang lebih terang dan bersih. Bisa bereksperimen dengan pilihan yang lain ya teman teman.


  
Nah di dalam gambar itu kan kelihatan masih ada sedikit bayangan di bawah object. Kalau kita ingin membuat gambar itu lebih bersih dan objeknya stand out maka bayangan itu bisa dikurangi. Klik filter, pilih region of focus - brighten. Bisa juga pilih white. Nah kursornya tinggal digerak gerakkan untuk mencari fokus gambar yang kita inginkan. Semoga sudah ada bayangan ya. Setelah selesai semua baru kita beri watermark dan resize.

Mudah kan teman teman. Semoga membantu ya...








Sedikit tips untuk teman teman agar bisa menghasilkan gambar yang cantik :
  1. Gunakan natural light atau cahaya alami. Hindari menggunakan flash karena gambar objek anda akan kelihatan datar tanpa dimensi.
  2. Carilah posisi yang pas sampai didapatkan cahaya yang sesuai. Jangan ragu untuk mengeksplorasi setiap sisi ruangan untuk mendapatkan pencahayaan yang berbeda.
  3. Ambillah gambar objek sebanyak banyaknya dari berbagai sudut. Kadang piring makanan kita terlihat cantik dari atas, kadang lebih cantik terlihat dari samping maupun 45 derajat. Ubah atur juga posisi piring untung mendapatkan hasil yang paling sesuai.
  4. Hindari latar/prop yang terlalu ramai. Usahakan fokus pada objek makanan yang akan ditampilkan. Jangan sampai properti atau background mengalihkan perhatian dari objek utamanya, alias salah fokus. 

Masalah masalah yang sering dihadapi dalam mengambil gambar :
  1. Warna foto tidak sesuai dengan gambar aslinya. Pada saat mengedit photo, apabila foto anda terlihat kekuningan, kebiruan atau kemerah merahan gunakan aplikasi/software yang bisa menyeimbangkan warnanya. warna akan lebih hidup apabila white-balancenya sesuai.
  2. Foto kabur/tidak fokus. Biasanya masalah ini terjadi karena sensor kamera anda kekurangan cahaya. Beberapa solusi : pindah ke daerah yang lebih terang, usahakan kamera anda steady (tidak goyang) atau gunakan tripod, bisa juga tinggikan aperturenya.
  3. Foto kurang hidup. Photographer makanan profesional biasanya menggunakan lensa yang sesuai untuk menghasilkan foto makanan yang cantik. Contohnya lensa dengan "depth of field" yang kecil. Kita bisa memilih bagian objek mana yang ingin difokuskan. Backgroundnya akan terlihat blur sementara objeknya terlihat tajam. Tapi kalau tidak ada bisa diakali dengan mengutak atik kontras atau ketajaman fotonya dengan softwares olah foto.
 Source : Cookie&Kate

Sunday, 2 August 2015

Kukis Cokelat Chip Oatmeal dan Bekatul (Gluten Free)

 

Kukis dari oatmeal dan bekatul? kalau oatmeal sih mungkin masih masuk akal ya?? lha kalau bekatul apa ngga aneh ya? bekatul kan yang biasa dipakai sebagai pakan ternak. Masa iya bisa dibikin kue. Bisa sih bisa...tapi enak nggak rasanya? ini adalah pertanyaan yang muncul awalnya aku mau uji coba kukis ini. Waktu itu kan hubby dikirimkan bapak mertua bekatul ini. Bukan bekatul buat makanan ternak lho. Itu sih dedak ya. Yang ini memang sudah diolah sedimikian rupa agar bisa dikonsumsi sebagai makanan kesehatan. 

Ketika pertama kali mencoba aku dah nyerah. Rasanya sih biasa aja tapi belakangannya ada pahit pahitnya di ujung tenggorokan. Hubby juga sih gak begitu suka. Tapi karena kandungan nutrisinya yang sangat banyak tetap dipaksain minum. Walhasil sampe sekarang tuh tepung bekatul gak habis habis. Soalnya...dikiriminnya juga banyak >,<
Padahal memang sih bekatul itu sangat kaya akan antioksidan, zat gizi dan serat. Bekatul merupakan lapisan luar butiran beras. Dalam proses penggilingan padi di Indonesia, dedak dihasilkan pada proses penyosohan pertama, bekatul pada proses penyosohan kedua. Untuk menghasilkan beras yang putih padi harus disosoh. Makin tinggi derajat sosoh semakin putih dan bersih penampakan beras, tapi semakin miskin zat gizi (source : biologipedia). Sayang sebenarnya ya. Yang banyak nilai gizinya justru dipandang sebelah mata. Sementara di negara negara maju produk semacam ini sudah populer. Makanya ada yang namanya ricebran flour, rice bran oil dan produk produk sampingan beras/gandum lainnya. Kalau yang lebih duluan populer di Indonesia kan itu tepung whole wheat atau whole grain ya. Sering digunakan untuk menghasilkan roti yang lebih sehat.

Kalau mau tau kandungan gizi bekatul yang melimpah itu silahkan lihat di sini ya.

Nah resep di bawah ini adalah hasil adaptasi dari beberapa resep di internet ya. Hasilnya enak mirip dengan kukis pada umumnya. Renyah juga tapi bukan renyah kering seperti kukis yang menggunakan terigu ya. Ini renyah ada empuknya dikit. Ada kejadian yang lucu. setelah kukis matang, kakak langsung mondar mandir keluar masuk dapur nyemil kukisnya. Enak sekali katanya. Lha kalau ada kata "sekali" nya artinya enak beneran ini. Akhirnya adekpun ikutan mondar mandir. Lumayan habis 1/4 toples. Hubby cuman coba satu ngga mau lagi. Katanya ada sensasi rasa pahitnya di belakang tenggorokan. Masih ada aroma bekatulnya. Tapi besoknya begitu dilihat kukisnya tinggal  setengah dia jadi penasaran. Kok anak anak pada suka ya. Dan ngga ada yang komplain rasa pahit ataupun apa. Pokoknya mereka suka. Terutama kakak ya....yang begitu bangun tidur langsung cari kukisnya. Hubbypun mencoba lagi dan ternyata hubby suka juga. Katanya, "Kok jadi enak ya??" Mungkin juga cokelat chip dan kismisnya sudah merasuk ke dalam kukis ya jadi rasanya enak, hahahahaha...akhirnya habis deh sama kami berempat kukisnya, alhamdulillaaah ^^
Masih ada tuh bekatulnya....besok bikin lagi aaaahhhh!!

Monday, 13 July 2015

Kue Kering Sultana


Ini kukis favoritku. Dulu selalu jadi andalan kue mamaku tiap tahunnya. Tapi tidak tiap lebaran aku bikin. Kalau lagi ngga rempong aku bikin. Kukis ini memang butuh ketelatenan. Bikinnya agak agak ribet. Terdiri dari dua lapis adonan kukis yang diisi tengahnya dengan adonan kismis. Rasanya??? hmmmm asli enaaak. Mungkin karena memang aku suka kismis ya. Ada perpaduan manis dan sedikit asemnya. Sengaja aku pake kismis hitam dan hijau supaya ngga manis aja rasanya.

 

Oh ya untuk penggunaan terigu aku ngga memberikan takaran ya. Dituang dulu sekitar 200 gram tepung yang sudah dicampur soda kue lalu aduk rata. Kalau masih lembek tambahkan secukupnya sampai kalis ya. Jangan sampai keras karena hasil kukis keras juga nanti. Jangan juga diulen adonannya ya. Cukup diaduk rata saja.

Chocolate Crinkle Cookies






Masih edisi kukis, kali ini mau bikin yang cokelat cokelat. Sebenarnya dah sering bikin yang nyoklats tapi kali ini pingin bikin crinkle cookies. Kukis cokelat bersalut gula dengan ciri khas retak retaknya yang cakep. Sebelumnya udah bikin resepnya Brown Eye Baker. rasanya enaaak banget tapi bentuknya kurang cantik karena meleber dan pipih. Ngga ngedome seperti di gambarnya. Aku coba lagi pake resepnya Betty Crocker....hasil batch pertama tetep sama juga. Ngga ngedome. Kenapa ya? bingung juga. Akhirnya aku tambahkan tepung 2 sendok makan. Adonan tetep lembek tapi setelah dipanggang ternyata lebih cantik dan kokoh. Artinya lain kali pingin coba lagi dengan resep Brown Eye Baker dengan metode ini. Rasanya asli kayak brownies fudge ^^. perbedaan rasa menurutku ada di oenggunaan lemaknya. Yang menggunakan butter lebih mantap rasanya dibanding yang pakai minyak. Resepnya aku bikin separuh dari resep asli. Ini aja udah banyak banget karena aku bikin ukuran kukis standar Indonesia. Kalau standar luar negeri...kukisnya segede gaban >,<.  










Sunday, 12 July 2015

Peanut Thumbprint Cookies


Ngga terasa ramadhan sudah mau berakhir. Semoga ibadah ramadhan kita diterima oleh Allah dan semoga Allah memanjangkan umur kita agar bisa bertemu dengan ramadhan berikutnya...amiiin

Kali ini mau share kukis thumbprint. Resep aslinya peanut chocolate chips cookies...kukis kacang dengan tambahan coklat chips di dalamnya tapi aku modikasi dikit. Aslinya adonan kukis ini sangat lembek sehingga kukis akan sedikit meleber ketika dipanggang dan menghasilkan kukis yang ringan dan renyah. Kali ini aku cuma menambahkan sedikit tepung dan gulanya supaya adonan bisa dipulung. Lalu di tengahnya diberi dcc biar cantik. Rasanya sama sama enak dengan aroma kacang yang khas. Resep asli dari Majalah Sedap. Berikut resepnya ya...

Saturday, 11 July 2015

Wafer Cookies




Aku ingat...waktu masih kecil kalau berlebaran ke rumah teman kukis inilah yang paling aku cari. Karena di rumah mamaku ngga pernah bikin. Kue mama beda juga variasinya. Nah setelah kemarin kihat dui Fbnya teman rasanya pingin ikut bikin juga. Sekalian bernostalgiaaa...

Resep dari mba Cencen Dapur Chibie. Makasih ya mba...akhirnya bisa merasakan lagi kukis kesayangan ini ^^

Bahan A
200gr margarine
100gr butter
2 kuning telur

Bahan B
450gr terigu
50gr susu bubuk
100gr gula halus

Bahan Olesan
1 kutel
1 sdm susu


Isi dan Taburan :
wafer favorit (aku pakai wafer Selamat)

keju parut buat hiasan

Cara membuat:

  1. Mixer bahan A sebentar saja asal rata.
  2. Masukkan bahan B aduk dengan spatula sampai tercampur rata. 
  3. Giling adonan dengan rolling pin lalu isi dengan wafer lalu gulung dan ratakan dengan tangan lalu potong-potong dengan pisau tajam. 
  4. Oles atasnya dengan kuning telur dan hias dengan keju parut. Panggang dengan suhu sekitar 150°c kurang lebih 25 menit.

Sedikit tips:
- agar wafer lengket dengan adonan dioles dulu wafernya dengan putih telur
- saat ngeroll adonan jangan terlalu tipis nanti jadinya lengket-lengket
- saat memotong pun gunakan pisau tajam agar wafer tidak remuk

Sunday, 17 August 2014

Cheese Ball



Lagi pingin makan yang gurih gurih...kepincut resepnya Bu Fatmah Bahalwan NCC "Cheese Ball". Aku lihat banyak teman teman blogger yang dah coba. Hhhmmm...menarik dan unik karena menggunakan tambahan biskuit keju di dalamnya. Mumpung lagi semangat nih. Biasanya semangatnya pas bikin buat lebaran aja...hehe. 

Ternyata hasilnya lumayan ngeju. Walopun masih kalah ngeju sama kastengel ya. Aku sih prefer kastengel...tapi karena anak anak maniak keju katanya enaaaak. Mungkin kurang ngeju karena aku pake full cheddar. Kalau dari segi tekstur, kukis ini lumer di mulut. Dan ketika dipanggang sesuai waktu yang diisyaratkan resep...bawahnya dah kecoklatan tapi dalamnya masih basah. Akhirnya aku kecilkan api dan menambah waktu panggangnya sampai kukisnya kering luar dalam. Over all...lumayan buat variasi kukis keju. Biasanya kan dari tahun ke tahun kastengel dan putri salju aja yang berkeju...tapi yang satu ini juga bisa jadi alternatif.

Monday, 11 August 2014

Nastar




Walaupun resepnya dah sering aku share...hari ini aku posting lagi karena baru kali ini yang versi bulat gini. Biasanya aku bikinnya pake cetakan nastar bentuk bunga. Aku penasaran apakah dengan resepku, bentuknya akan tetep kokoh, gak pecah pecah seperti yang biasa aku lihat. Ternyata alhamdulillah cantik jadinya. Yang kelihatan retak cuma olesan telurnya. Kukernya sama sekali gak pecah dan juga gak banyak remahnya. Kokoh. Versiku ini menggunakan susu kental manis dan hanya sedikit gula.

Alasan aku bikin lagi kuker ini adalah...masih pengen makan tapi dah keburu habis. Seminggu setelah lebaran, kuker yang aku bikin sebanyak 8 macam...habis semua. Ya habis sama tamu juga sama krucil dan bapaknya. Alhamdulillah ya laku. Artinya kan enak kukernya. Tapi kadang kadang masih ada tamu eeeeh kukernya dah habis *tutup muka*

Untuk resep silahkan buka di sini ya...

Friday, 18 July 2014

Chocolate Chip Cookies



Hari ini bikin kukis coklat chip. Dulu dulunya sih selalu bikin buat  lebaran tapi versi cokelatnya. Jadi namanya kukis cokelat cokelat chip...bingung nggak?? maksudnya kukis cokelat dengan taburan cokelat chip. Nah  kalo yang sekarang kukis putih dengan taburan cokelat chip. Begitcuuuu...

Resep aku lihat di savourysweetlive. Karena positif reviewnya panjang banget jadi penasaran dong. 99 % puas dengan hasilnya. Yang agak ribet cuman di konversi resepnya. Karena beda dikit aja cara kita mengkonversi dari cup ke gram bisa beda pula hasilnya. Selama ini takaran yang aku pake untuk bahan tepung dan bahan cairan sama saja. Tapi khusus resep ini beda. Antara brown sugar dan gula pasir biasa  beda tuh takarannya. Walaupun dengan ukuran yang sama. Antara timbangan Inggris dan Amerika aja beda beda. Nah lho.

Supaya lebih akurat, resep sudah aku konversikan dengan berpatokan pada takaran yang pernah diberikan oleh empunya resep. InsyaAllah udah pas karena hasilnya alhamdulillah enak. Menurutku beda tipis sama kukis coklat chip kemasan. Beneeer!! Rasa dan teksturnya serupa. Tapi syaratnya, resepnya pake full butter ya jangan dicampur margarin. Resep ini sudah kumodifikasi takaran gulanya karena sangat takjub dengan penggunaan gula yang 400 gram untuk penggunaan butter 226 gram. Apa nggak kemanisan ya. Atau jenis gula mereka beda dengan kita. Selain itu di tempatku nggak ada brown sugar. Jadi aku tukar aja dengan gula palem yang dicampur gula pasir biasa total 330 gram. Teteup enak. Apalagi coklat chipnya banyak bener makanya enak. Aku pake 400 gram. Chocolate chip keluaran Ceres.

Oh iya jangan heran ya kalo penampakannya nggak mirip dengan aslinya. Mungkin pengurangan gula berpengaruh sama hasil akhir. Subtitusi gula palem untuk brown sugar juga mungkin pengaruh. Tapi kalau rasa dan tekstur menurutku enak banget. Semoga seenak aslinya ^^
Takaran baking powder juga aku kurangi menjadi 1 sendok teh saja. Dan untuk menambah aroma aku tambahkan 2 sendok makan kopi 3 in 1 sachet. Hasil akhir nggak terasa kopinya tapi aroma kukisnya jadi wangi abis.






Saran dari yang punya  resep, agar lebih mantap kita boleh menambahkan kacang kacangan di dalam adonannya. Mau almond, macademia, walnut dan lain sebagainya. Coklat chipnya juga boleh diganti yang rasa peanut ataupun yang mint. Pokoknya suka suka deh. 

Sekedar info, adonan kukis ini cenderung lembek. Tidak seperti kukis Indonesia pada umumnya yang kalis adonannya. Sehingga untuk menyendokkannya agak susah. Aslinya pake sendok khusus kukis atau es krim tapi menurutkku hasilnya akan berukuran besar sekali. Aku pake sendok teh aja hasilnya lumayan besar karena banyak bahan pengembangnya. Saranku kalau agak susah membentuknya bisa dimasukkan kulkas dulu adonannya.

Hasilnya sekitar 100 kukis ukuran diameter 3.5cm. Di resepnya tertulis untuk hasil 48 buah. Kok beda jauh ya?? Awal awalnya ngebentuk hasilnya kurang bulat, tapi setelah terkena udara beberapa saat adonan mulai bisa dibentuk bulat. Awalnya ketika dipanggang kukis akan meleber dan mengembang. Ketika keluar akan kempis dengan sendirinya.

Thursday, 17 July 2014

Sagu Keju



Kali ini coba bikin sagu keju NCC menggunakan keju cheddar. Rasanya?? menurutku sama enaknya. Beda dengan kastengel yang harus dan memang paling mantap menggunakan keju edam, ternyata kukis sagu keju cheddar ini sama enaknya dengan yang edam. Bahkan menurutku lebih efisien pembuatannya karena lebih mudah nyemprotnya. Nggak nyangkut nyangkut seperti kalau menggunakan keju edam. Mungkin karena keju edam adalah keju tua, teksturnya lebih padat dan agak liat. Kalau keju cheddar cenderung lumer di adonan.

Untuk resepnya tetep pake NCC yang udah pas banget menurutku. Baik rasa dan teksturnya. Resepnya bisa dilihat di sini. Sama persis kecuali kejunya aja yang diganti dengan cheddar ya.

Nastar Durian



Ini juga salah satu resep kuker lebaran andalanku. Tiap tahun mesti ada. Walaupun sampe bela lain menyetok durian ketika musim durian tiba ^^
Kali ini bentuknya aku coba bikin seperti mawar. Buat variasi tampilannya. Selai duriannya juga aku tambahkan potongan kenari cincang yang sudah disangrai. Ketika digigit ada legit dan renyahnya bersamaan. Unik dan enak !!

Wednesday, 16 July 2014

Kastengel



Kastengel. Perasaan kukis yang satu ini nggak ada yang nggak doyan deh. Dari anak anak sampe orang tua suka semua. Kecuali nenek nenek lho ya. Nggak semua suka keju. Beberapa nenek yang aku kenal tidak suka keju. Baik rasa dan aromanya. Mungkin karena zaman dulu keju belum begitu populer ya...hehe, piss dulu ah nek ^^

Kali ini aku mau share kastengel resep mamaku. Rasa kejunya tebel banget karena yang digunakan menggunakan perbandingan keju dan butter 1 : 1. Keju cheddar tidak akan menghasilkan aroma yang sama. Untuk mendapatkan hasil kukis yang renyah yang perlu diperhatikan adalah waktu pemanggangan dan panas oven. Api tidak boleh terlalu besar dan waktu panggang harus agak lama. Agar kukis renyah luar dalam. Apalagi kalau kukisnya agak tebal. Biasanya dalamnya suka lembab dan kurang kering. Nah tipsnya adalah dengan memanggang kembali kastengel dengan suhu oven paling kecil selama sekitar 30 menit sampai 1 jam. Ini tidak akan menggosongkan cuman mengeringkan saja. Kalau ovennya punya mode warm, itu bisa dipakai.

Selain itu adonan jangan kelamaan dimixer dan jangan diulen menggunakan tangan. Nanti ketika dipanggang kukisnya akan mengeluarkan minyak. Adonan cukup dicampur menggunakan sendok besar asal rata. Kalau tergoda untuk menggunakan tangan gunakan sarung tangan plastik dan nyampurnya asal adonan rata saja. Aduk ringan perlahan. Kelamaan ngulen dengan tangan, mengingat suhu tubuh kita yang hangat...kukis mengeluarkan minyak dan ketika dipanggang menjadi padat dan keras.

Kukis yang menggunakan full butter cenderung bertekstur rapuh. Untuk menyiasatinya maka telur yang digunakan adalah telur utuh. Berikut resepnya ya :

Tuesday, 15 July 2014

Thumbprint Cokelat Almond


Sebenarnya resep kukis ini resep kukis lawas. Tapi versi yang lama cuman disemprit aja dan dihias dengan glazur. Kali ini untuk variasi aku bikin thumbprint cookies. Bahannya sama persis cuma ada tambahan almond bubuk untuk balurannya. Cantik bentuknya dan rasanya enaaak...nyoklaaat!!



Tuesday, 12 November 2013

Chocolate Pistachio Biscotti



Gara gara lihat gambar biscotti teman teman berseliweran di FB, aku juga jadi penasaran bikin. Penasaran sama tekstur dan rasanya. Apa bedanya dengan kukis biasa. Yang aku tau aslinya biscotti ini adalah kukis Italia yang dipanggang 2 kali. Maksudnya adonan utuh yang dibentuk bulat panjang dipanggang terlebih dahulu kemudian nanti setelah dipotong potong dipanggang lagi sampai agak kering. Sengaja dibuat lebih keras dan tidak serenyah kukis biasa. Karena makannya dinikmati sambil menyeruput kopi or susu.

Nah resep yang berhasil menarik perhatianku adalah resepnya Martha Stewart yang sudah dimodifikasi oleh Jennifer "Use Real Butter". Suka warna kontras dari cokelat dan hijaunya pistachio. Kebetulan di rumah juga masih ada pistachio. Tapi aku kurangi separuh pistachio dari takaran aslinya. Ngikutin sarannya Jen, terlalu banyak kacang dan coklat chip membuat kukisnya susah dipotong dan beremah. 

Rasanya enak menurutku. Nggak terlalu manis dan buttery seperti kukis biasa. Malah kalau mau dibandingkan...seperti membandingkan cupcake dan muffin. Nah biscotti ini si muffinnya. Kalau testimoninya Iyut, "Enak bu, tapi rasanya tidak terlalu menarik." Haaahhhh ??? Iyut dah bisa komen kayak begitu?? Aku tau dia penggemar camilan gurih dan manis, sehingga menurutnya ada yang kurang pada kukis ini karena tidak manis dan tidak gurih. Walaupun begitu habis juga dimakan sama dia. Aku  juga suka. Sambil dicelup dalam teh manis *nggak sesuai gambarnya yang dinikmati bersama susu* hehe. Menurutku luarnya renyah tapi dalamnya cenderung empuk. Mungkin memang resep ini agak berbeda dengan resep biscotti lain ya...aku juga nggak tau.




Yang di bawah ini masih daam bentuk asli  sebelum dipotong potong.




Monday, 26 August 2013

Kukis Sagu Kelapa Jahe



Ini adalah salah satu kukis yang aku bikin lebaran kemarin. Untuk jenis kue kering sagu, ini adalah favoritku setelah sagu keju NCC. Resep mama yang tidak pernah absen setiap lebaran. Berbeda dengan kue kering lain yang biasanya menggunakan kelapa sangrai, kukis ini justru menggunakan kelapa parut segar. Rasa dan aromanya sama sama kelapa tapi beda. Susah menjelaskannya. Yang jelas kukis ini sangat renyah dan tambahan jahenya melengkapi citarasanya. Pas banget.

Saturday, 17 August 2013

Ultimate Chocolate Chocolate Chip Cookies




Dari namanya saja sudah kebayang nyoklatnya...ultimate chocolate chocolate chip cookies. Ultimate itu istilah yang digunakan untuk "ter". Dalam hal ini kukis coklat yang terenak. Coklatnya disebut dua kali karena memang kukis cokelat yang bertabur lagi coklat chips. Jadi sesuai bener dengan namanya. Kukis ini varian baru yang aku buat saat lebaran kemarin. Langsung banyak peminatnya. 

Resep aku lihat di "Very best Baking". Aku cuman bikin setengah resep hasil jadinya dua toples ukuran sedang. Lumayan banyak karena kukis ini mengembang ketika dipanggang akibat penggunaan baking sodanya. Dibentuk bulat kecil sebesar kelereng nanti meleber sendiri. Waktu panggangnyapun cuma sebentar...jadi bener bener efisien deh. Kalau ada waktu lain kali resepnya aku translatekan ke Indonesia ya...

Thursday, 4 April 2013

Fly Cemetery



Seperti biasa kalau lagi musim jambu klutuk, setiap pagi setelah anak anak berangkat ke sekolah aku memeriksa kalau ada lagi buah yang matang. Sekalian keliling-keliling halaman sekedar memeriksa keadaan. Kata tukang kebun minggu lalu dia melihat ular hitam di pohon mangga. Ukurannya lumayan besar seperti pangkal lengannya. Hiiiy merinding...aku kan suka berkeliaran ngambil daun pandan, salam daun jeruk dan lain sebagainya. Apalagi anak anak suka main di sekitar situ. Ini kali ketiga tukang kebun ketemu ular. Yang pertama dan kedua ular hijau. Di pohon nangka dan satunya di pohon pisang. Nggak apa apa sih selama dia nggak merayap masuk ke rumah. Memang sudah resiko tetanggaan sama hutan. Kadang kadang ketemu biawak, babi hutan...dan ada beberapa yang bertemu monyet.

Eh kok malah cerita binatang ya. Sebenarnya yang mau aku cerita, pada saat memeriksa pohon mangga, nggak sengaja malah lihat ada anggrek berbunga. Nggak tau namanya anggrek apa. Yang jelas dia tumbuh sendiri menumpang di atas pohon mangga. Bunganya lumayan cantik. Selama ini nggak kelihatan...ternyata pas berbunga cantik sekali.

Hari ini aku juga membuat resep fly cemetery.  Jangan kaget mendengar namanya. Rasanya enak sekali tidak semenyeramkan seperti namanya "kuburan lalat". Mungkin dinamai begitu karena penampakan fillingnya seperti sekumpulan lalat mati. Atau supaya lebih gampang diingat dan lebih populer. Padahal isinya kan cuman currant atau kismis. Kukis ini awalnya muncul dari daerah Irlandia dan Scotland. Kalau di daerah lain namanya fruit slices. Enak...menurutku rasanya mirip kukis mamaku yang sudah pernah aku bikin sebelumnya. Kukis potong sultana. Bedanya yang ini adonannya bukan adonan kue kering melainkan adonan pie. Resepnya aku lihat di Tartan Taste in Texas. Takaran gula untuk fillingnya aku kurangi sesuai derajat kemanisanku. Itupun masih terasa manisnya. Jadi atasnya ngga aku kasih icing lagi. Cukup ditaburi gula pasir kasar. Satu yang aku lupa, menambahkan sedikit baking powder pada adonan pienya. Aslinya menggunkan self rising flour. Tapi aku bacanya kurang teliti. Tapi hasilnya tetap renyah walaupun nggak mengembang sepeti di resep aslinya. Lain kali mau coba lagi dengan menambahkan sedikit baking powder, dan isiannya mau aku kasih sedikit parutan apel seperti di beberapa resep yang lain.









Sunday, 24 February 2013

Nutella Thumbprint Cookies



Kemarin aku bikin nastar. Separuh adonan aku biarkan kosong tuk diisi Nutella. Kirain anak anak bakalan suka karena mereka memang suka Nutella tuk isian roti atau dicolek colek begitu aja. Ternyata pas dibikin thumbprint cookies makannya cuman dikit malah lebih suka nastar nanas. Heraaaan...ketika aku tanya enak nggak kukisnya katanya enak. Aneh kaaann?? kayaknya mereka kurang cocok tekstur goey goey gitu di kukis. Sukanya makan terpisah. Kukisnya dimakan sendiri pake taburan gula seperti putri salju. Aku tau kalau anak anak suka atau suka sekali kue yang kubikin. Kalau yang ini sih cuman suka aja.

Kalau menurutku sih enak enak aja. Bukan juga enak sekali. Ya biasa aja. Tapi yang jelas kalau begini modelnya nggak akan bikin dua kali deh, hihi. Lagian susah nyimpannya juga. nggak bisa disusun dalam toples karena fillingnya leleh gitu. Nanti mau dimakan baru dikasih nutella. Ribet kaaan...?? Resep kukisnya bisa lihat di kue nastarku. Sama persis cuman dibentuk bulat lalu ditekan tengahnya pake melon baller. Setelah matang baru dikasih nutella.





Lucu juga, kirain nggak terlalu suka. Ternyata habis juga. Apalagi Iyut, mondar mandir nyambar kukis. Mungkin karena nggak ada pilihan lain dimakan juga kukisnya. Hehe...


Sunday, 11 November 2012

Kue Kering Melinjo




Postingan ini sebenarnya dah lama kubuat tapi baru diposting sekarang. Ini kali pertamanya aku coba bikin kukis melinjo. Kalau dulu kebayang aneh rasanya karena ada pahit dari melinjo, ternyata aku salah besar. Rasanya enak, melinjonya nggak pahit justru menyumbang aroma khas. Wangi deh pokoknya. Yang tertarik resepnya silahkan lihat di Majalah Rasa Indonesia, tapi sebelumnya download dulu yaaaaaa...

Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...