Posts

Showing posts from June, 2013

Pennylane Brownies

Image
Segala macam brownies sudah pernah kubikin, tapi justru brownies killer milik mbak Riana belum dicoba. Aku mau mengaku, sebenarnya aku pernah bikin sudah lama, tapi nggak puas sama hasilnya. Rasanya sih enak tapi nggak ada thin crust di permukaannya. Setelah aku telaah baik baik...mungkin pengurangan gula dalam adonan berpengaruh ya sama penampakannya dan hasil akhirnya. Tolong kalau ada yang pernah bikin dikurangi takaran gulanya dan hasilnya masih tetap muncul thin crustnya share tip tipnya ya...penasaran juga! Nah kali ini bikin lagi dan masih dengan resep yang dikurangi takaran gulanya supaya tidak overly sweet hasilnya sama juga. Eeeeegh...nggak ada lapisan tipis di atasnya. Tapi daripada kecewa, aku tutupi aja atasnya dengan ganache...hehe Sebenarnya brownies seperti resepnya Mbak Riana ini, dulu zaman aku SD di tempatku juga populer. Di daerah kami berdiri perusahaan nickel Canada jadi banyak sekali ekspaktriat. Jadi ibu ibu di sini banyak dapat sharingan resep mere

Roti Konde Cokelat Keju

Image
Bosan dengan bentuk roti yang biasa kali ini aku bentuk konde aja. Kenapa kusebut konde? karena memang mirip kondenya ibu ibu yang berkebaya hehe. Cara bikinnya bisa lihat Home Baking . Di sana pake isian candied orange sedangkan aku isiannya mises dan atasnya ditabur keju. Cara bikinnya sama awalnya, tapi punyaku dililit menjadi simpul sedangkan aslinya digulung melingkar aja. Resep seperti biasa pake andalan water roux, silahkan lihat di sini .

Kue Timphan (Aceh)

Image
Timphan...kue ini kedengaran masih asing di telingaku. Memang belum pernah lihat dan coba. Mirip mirip bahasa Thailand menurutku...hehe. Aslinya jelas dari Aceh. Biasanya disuguhkan pada saat acara acara besar seperti lebaran atau menyambut tamu. Timphan yang umum dikenal masyarakat adalah berbahan dasar ketan dengan campuran labu ataupun ketan dengan campuran pisang, sedangkan isinya terbuat dari sarikaya. Yaitu campuran telur, santan dan nangka. Dulu masyarakat Aceh besar biasanya hanya menggunakan tepung ketan untuk bahan kulitnya, namun seiring perkembangan waktu orang mulai menambahkan labu maupun pisang sesuai dengan selera mereka. Awal ketertarikanku mencoba yaitu ketika orang tuaku kembali dari Bogor acara reunian. Beliau suka sekali dengan suguhan salah satu temannya yang orang Aceh, yaitu kue timphan ini. Kata mama rasanya enak, legit, manis dan wangi nangka. Sampai berangan-angan untuk segera membuatnya. Segera mama minta resepnya dan berharap aku mau mempraktekka

Sop Saudara (Pangkep)

Image
Resep ini dari dulu sudah banyak yang request, namun baru sekarang bisa diposting. Lumayan bingung juga karena resepnya beda beda. Aku sudah bolak balik buku resep, tanya sana sini, blogwalking, bahkan tanya langsung sama penjualnya. Akhirnya hari ini kupersembahkan resep sop sodara...ala Hesti ^^ Mungkin teman teman yang belum pernah mencicipi bertanya apa yang menarik dari sop sodara ini?? apa bedanya dengan sop sop yang lain? Kata sop sodara sendiri menurut beberapa sumber diambil dari SOP yang berarti singkatan Saya Orang Pangkep, Sodara!! jadilah sop sodara. Tapi sebenarnya aslinya pertama kali resep ini muncul di daerah Pangkep Sulawesi Selatan dan memang populer di sana yang kemudian mulai merambah daerah lain. Namun biasanya para penjual tersebut memang memiliki kekekerabatan sehingga disebutlah sop sodara. Awalnya pembuatnya terinspirasi dari kata coto paraikatte yang terkenal. Paraikatte dari bahasa Makassar yang berarti sesama kita, katanya dimaksudkan agar pemili

Bingka Kentang Pandan

Image
Resep ini hasil blogwalking di blog tetangga jiran  Kak Yatie "Sinar Kehidupanku" . Reviewnya semua memuaskan. Lembut dan manisnya pas. Yang bikin aku tertarik karena resepnya menggunakan pandan. Sekarang aku lagi suka berpandan pandan ria, hehe ^^ Hasilnya memang enak, lembut juga, nggak ada jejak rasa kentangnya karena tertutup rasa dan wangi pandan, tapi tentu saja kelembutannya adalah sumbangan dari penggunaan kentang di dalamnya. Jangan dilihat tampangnya ya teman teman, memang kurang cantik tapi yang penting rasanya. Ada sedikit kesalahan waktu memanggangnya. Aku nggak baca baik baik instruksinya untuk memanaskan loyang sebelum diisi adonan. Mungkin itu yang menyebabkan punyaku agak lengket dikit, keluarinnya harus dibantu kikis dengan pisau.

Kering Ubi Jalar

Image
Aku belum pernah bikin olahan sambal goreng atau kering dari ubi jalar sebelumnya. Biasanya sih pake tempe, kentang, teri kacang. Tapi Iyut selalu merengek minta dibuatkan. Pasalnya, sewaktu cuti di Makassar kami sering membeli nasi kuning di penjual dekat rumah mamaku. Kalau di Makassar memang nasi kuning lazim dimakan sebagai sarapan bukan hanya kalau ada acara tertentu saja. Asli Iyutnya suka sekali. Sampai maunya tiap hari makan nasi kuning itu terus. Sampai sekarangpun dia selalu menyebut nyebut nasi kuning favoritnya itu. Ternyata yang dia suka ya itu...si kering ubinya. Enak, pas manis asinnya...ditambah kriuk kriuknya yang bertahan lama. Kemarin aku akhirnya beli ubi buat persiapan bikin kering ubi ini. Supaya mudah dan efisien aku nyerutnya pake food processor. Gak sampai 5 menit dah selesai. Aslinya ubi ini sewaktu habis diserut kelihatan banyak sekali. Tapi setelah digoreng agak menciut.

Lapis Kojo (Palembang)

Image
Aku kenal kue ini sewaktu tempo hari ikutan challenge IDFB Kue Berlapis. Waktu itu mom Elly setor kue ini. Glekh...langsung ngiler...dan niat mau bikin juga. Agak agak ragu siy tapi penasaran juga. Ragunya karena kolesterolnya tinggi secara yang digunakan telur bebek + telur ayam + kuning telur + susu kental + gula + margarin + santan kental peras tanpa air...wadoooohhhh!! gimana dong, heeeeeelp... Setelah menanti saat yang tepat, jadilah hari ini buatnya. Cukup setengah resep aja. Dengan niat icip dikit aja sisanya bagiin ke teman aja...hihi. Aman kan??? bebas dari dosa kolesterol jahat... Setelah cek cek di google aku malah tertarik dengan resepnya mbak Kim Kim . Nggak jauh beda sih dengan punya mom Elly. Cuma kayaknya lebih banyak bahannya dan ini asli resep mamanya. Langsung melongo lihat lapisannya yang tipis tipis *kagum* telaten banget ya mbak Kim ini. Ternyata bikinnya agak susah juga. Masalahnya karena ovenku cuman punya suhu atas satu saja. Broil, nggak ada

Chocolate Wassants (water roux method)

Image
Pertama kali lihat di blognya Dodol & Mochi aku sudah bulatkan hati pokoknya harus bikin juga. Waktu itu aku lagi belajar thangzong methodnya Pei-Lin tapi malah ketemu ini juga. Kelihatannya lumayan rumit dan menantang tapi sebanding dengan hasilnya yang cantik dan rasanya yang enak. Kalau lihat bentuknya mirip dengan croissant ya? tapi croissant kan danish pastry sedangkan ini asli roti, pembuatannya juga mirip. Pake sistem giling lipat, bedanya croissant menggunakan pastry margarin/butter sedangkan ini menggunakan adonan cokelat tuk lapisannya.

Pepes Jamur

Image
B osan dengan olahan jamur yang itu itu saja?? mengapa tidak mencoba resep yang nggak kalah enak dan tentu saja sehat. Kali ini aku bikin pepes jamur. Bumbunya simpel aja. Tapi beda dengan ikan atau ayam, ke dalam adonan jamur ditambahkan santan telur untuk mengikat bumbu bumbunya. Jamur tiram sebelum diolah bentuknya besar dan lebar lebar. Tapi ketika sudah bercampur dengan bumbu maka jamurnya akan menjadi layu. Setelah dikukus pepes akan sedikit berair, untuk menghilangkan air dan membuat pepes lebih wangi, pepes dibakar dulu di atas bara/kompor sampai wangi. Dijamin enak teman teman. Hubby dan anak anak makan dengan lahapnya. Kata hanif ini pepes ayam ya bu?? hahaha...berikut resepnya ya,

Cake Ubi Ungu

Image
Kali ini aku bikin cake ubi ungu. Masih ada ubi ungu kukusku di freezer. Pas 300 gram untuk satu resep kue ini. Resep aslinya dari cake labu tapi ini versi tanpa emulsifier dan baking powder. Tetap mengembang dan lembut. Walaupun tidak semengembang dan seringan cake yang menggunakan bahan tambahan tapi rasanya tetap enak, terutama ada aroma wangi ubinya. Warnanyapun cantik...Hanif suka sekali, jarang jarang dia suka cake beginian.

Pencuri...oh pencuri...

Teman teman aku mau minta maaf sebelumnya. Setelah postingan ini aku akan  menon-aktifkan RSS feed di blogku. Jadi nanti teman teman yang ngelink ke blogku nggak bisa terupdate lagi kecuali memang niat buka sendiri blognya. Ini berhubung aku sudah muak dengan pencurian content blogku oleh beberapa oknum. Dulu sudah pernah aku laporkan beberapa blog tersebut tapi setelah dihapus oleh google mereka bikin yang baru lagi dengan mengganti namanya. Hfffffft capek jadinya. Kerjaan melapor itu butuh tenaga dan pikiran karena nggak bisa dilaporkan sekaligus. Laporannya harus satu persatu tiap postingan. Padahal effort untuk ngisi blog ini luar biasa. Mulai dari cari resep, cari waktu dan praktek, ditata sedemikian rupa, difoto kadang sampai puluhan hanya untuk mendapatkan 1 buah foto yang layak pajang. Setelah itu ngedit satu persatu, menulis cerita dibalik pembuatan cake dan seterusnyaa. Jadi kalau postinganku 700an bayangkan saja effortnya teman teman.  Tapi orang macam begini gak ha

Kue Palu (Makassar)

Image
Namanya kue palu, sama sekali bukan karena berasal dari daerah Palu ataupun dibuat menggunakan palu, hehe ^^. Aku yakin masih banyak teman yang belum pernah mencicipi kue yang satu ini. Aku juga makannya dulu waktu masih kecil. Kalau nenek datang biasanya beliau membawakan kue ini dan satu lagi favoritku, kue jipang. Suka sekali semuanya. Dua duanya dari beras ketan sangrai. Untuk kue palu, aromanya wangi khas ketan sangrai, ditambah kelapa parut dan gula pasir/merah. Teksturnya sedikit legit, tapi kalau dimakan harus hati hati karena beremah. Yang unik ya tekstur ketan dan kelapanya itu menurutku. Kalau menggunakan gula merah usahakan serut sehalus mungkin. Kalau menggunakan gula pasir cari yang butirannya halus seperti kastor. Ini nanti yang menyumbang sensasi krenyes krenyes ketika dikunyah. Dibentuk dengan cara dipadatkan dalam cetakan kue mangkok menghasilkan kue yang kelihatan kompak tapi begitu dikunyah langsung lumer di mulut. Walaupun berasal dari Sulawesi Selatan

Opor Ayam

Image
Aku sering bikin olahan ayam berkuah yang mirip opor tapi baru kali ini bikin opor beneran. Maksudnya?? iya, yang aku bikin lebih mirip kari sih. Sebenarnya opor ya kari juga tapi bumbunya lebih minimalis serta warnanya agak pucat karena tidak menggunakan cabe dan kunyit. Nah, kalau kebetulan pas makan di rumah teman dan disuguhkan opor ini, anak anak suka sekali dan seringkali minta dibikinkan. Nah hari ini aku sempatkan tuk mencoba resep ini. Segera anak anak makan dengan lahapnya, soalnya sama sekali nggak ada jejak pedesnya. Padahal karena gemes warnanya terlalu pucat tetap juga aku tambahkan cabe merah besar. Tapi cuma seiprit...sepotong aja agar ada semburat semburat merahnya. Halaaah....liat aja di gambar nggak kelihatan kalo ada cabenya kan??? Resep di atas ini menghasilkan opor yang agak kental. Kalau mau lebih light bisa menggunakan santan encer ya. Untuk mendapatkan hasil opor yang beraroma wangi dan tidak terlalu berlemak, bumbu bumbu kering sebaiknya

Lemet

Image
Ini adalah salah satu jajanan tradisional favoritku. Ngga tau aslinya darimana yang jelas di sini disebut lemet juga. Kalau di daerah lain ada yang nyebut ketimus, utri dan lain lain. Walaupun bahan dan cara membuatnya simpel tapi rasanya istimewa menurutku. Teksturnya yang legit kenyal ciri khas kue berbahan dasar singkong. Apalagi disantap ketika masih hangat, agak licin licin gimana gitu. Kalau mamaku bikin selain dibungkus daun pisang biasanya beliau kukus dalam loyang beralas daun pisang. Nanti ketika akan disajikan baru dipotong potong. Kadang disajikan dengan taburan kelapa parut. Namun dimakan begitu saja sudah enak rasanya. Kali ini aku membuat dengan resep mamaku. Berbeda dengan resep kebanyakan, kalau mama...gula merahnya dimasak dengan sedikit air hingga kental dan kemudian disaring. Setelah itu baru dicampurkan ke dalam adonan. Cara ini menghindari gumpalan gumpalan gula merah yang tidak merata dalam adonan. Juga untuk menghilangkan kotoran yang ada pada gula mera

Sanggara Uwai (Makassar)

Image
  Walaupun berasal dari Makassar, jajanan yang satu ini belum pernah aku lihat dan dengar sebelumnya. Mungkin familiar di beberapa daerah tertentu ya. Sedangkan kue yang aku tau itu mirip mirip dengan ini...namanya songkolo bandang/bandang-bandang. Bedanya kalau songkolo bandang, balutan luarnya dari singkong parut sedangkan yang ini dari tepung beras. Kalau yang ini m alah lebih mirip pisang rai dari Bali. Bnetuknya agak unik karena sebelum dibalur adonan pisang dibelah dua tidak putus. Jadi ketika disajikan dalam potongan bentuknya seperti heart. Lagi lagi resep aslinya aku lihat di Majalah Sedap edisi 2006. Menurutku ini perpaduan pisang ijo dan songkolo bandang. Mungkin kalau kelapa parutnya diganti saus santan dan ditambah sirup jadilah pisang ijo...hehe

Telur Belanak (Rembang)

Image
Kalau kemarin aku bikin telur gabus, hari ini bikin telur hewan yang lain lagi, namanya telur belanak. Berasal dari daerah Rembang dan tidak terlalu populer di daerah lain. Uniknya, jajan ini berupa bola bola singkong goreng mini yang diisi dengan pisang raja. Enak...unik...sayangnya bikin bestanya masih kurang sempurna. Tapi anak anak nggak peduli dengan tampangnya yang penting enak rasanya. Suka sekali. Resepnya aku lihat di Majalah Sedap tahun 2006.

Brownies Tape

Image
Cari varian yang lain tuk brownies kali ini pilihan jatuh ke brownies tape. Kenapa tape?? ya karena yang lainnya sudah dicobain semua. Mulai brownies pisang, cappucino, cheese marble, kukus, ketan hitam dan masih banyak lagi. Aku suka semua jenis kue yang ada tapenya. Tapi ragu kalau brownies cocok dipadankan dengan tape. Makanya daripada penasaran langsung aja dicoba. Sewaktu diicip pas masih panas, aroma tapenya terasa. Bukan di hidung karena baunya seperti brownie yang biasa aja. Di lidah pun tak terlalu terasa tapi begitu masuk di kerongkongan terasa aroma khas tapenya. Walaupun tetap dominan cokelatnya ya. Ada sedikit rasa pahit diujung lidah. Lucunya...setelah dingin malah nggak terasa. Malah menurutku, orang nggak bakalan tau kalau dalam adonan brownie ini ada tapenya. Karena udah terbukti. Hubby aja langsung makan tanpa komen. Aku tanya apa ada rasa yang lain, katanya biasa aja...ya rasa brownie. Hehehehe...tuh kan. Yang aku suka tape menyumbang kelembaban pada browni

Jumputan Nangka (Sulawesi Tengah)

Image
Belum pernah dengar nama dan juga belum pernah icip. Tapi kalau lihat komposisi bahannya mirip barongko Makassar. Bedanya ini ada tambahan nangka dan jagungnya. Bikin penasaran gimana rasanya. Nyambung nggak ketiga bahan ini disatukan *sambil membayangkan rasanya bakalan aneh* Eh tapi setelah aku coba...enaaaaak sodara sodara...nggak aneh sama sekali bahkan gabungan ketiga bahan ini sangat harmonis disatukan. Betul...rasanya tidak ada yang menonjol tapi kalau dimakan kita bisa rasakan ada wangi nangka, jagung dan pisang di dalamnya. Teksturnya lembut, tidak padat sama sekali. Unik deh...! Karena nggak ada gula merah aku pake gula pasir. Pisangnya juga diganti pisang raja karena di rumah adanya cuman itu. Dan kayaknya punyaku agak lembek dikit karena kelebihan santan. Aku bikin separuh resep tapi santannya lupa dibagi dua. Di bawah ini resep asli dari Majalah Sedap 2006 ya...

Cilok (Jawa Barat)

Image
Sejujurnya aku sama sekali belum pernah mencicipi yang namanya cilok ini. Wajar saja karena ini adalah jajanan tradisional dari daerah Jawa Barat. Sedangkan aku tinggal di pelosok Sulawesi Selatan. Walaupun di tempatku banyak juga orang Jawa Barat tapi kayaknya ini bukan termasuk jajanan yang sering disuguhkan kalau ada acara. Nah beberapa hari ini ramai teman teman pada posting cilok bikin aku penasaran. Cari-cari, ketemu resep Mbak Pepy Indonesia Eats . Dan kayaknya menarik karena ada tambahan ebinya. Artinya lebih kaya rasa dong dibanding cilok yang plain. Tapi di rumah adanya rebon kering. Memang di sini nggak pernah nemu yang namanya ebi. Aku pakai itu aja sebagai penggantinya. Aku yakin rasanya nggak jauh beda. Cuman kayaknya aku kebanyakan daun bawang prei dan seledrinya deh. Warnanya jadi nggak putih tapi bersemu hijau... Setelah jadi aku icip...rasanya enak. Wangi bumbu dan sedikit aroma ebi. Tapi teksturnya chewy banget ya. Jadi susah kunyahnya menurutku (pengaru

Telur Gabus

Image
Hari ini anak anak libur karena anak kelas 6 persiapan gladi resik tuk wisuda. Mereka bete di dalam rumah. Setelah hujan berhenti langsung keluar dan main di halaman. Tapi aku tau apa yang akan terjadi...mereka sengaja cari genangan air dan main sepeda di atasnya supaya airnya nyembur nyembur ke badan. Sambil teriak teriak kegirangan. Nggak masalah sebenarnya sih ya...namanya juga anak laki. Tapi Hanif itu punya masalah alergi. Kalau keciprat air kotor langsung spontan gatal gatal. Muncul bintik bintik berisi air di bagian kakinya terutama di telapak kakinya. Nah, itu yang aku hindari. Supaya nggak bosan, aku ajak mereka masuk dan kita bikin satu resep kue yang lumayan seru. Telur gabus. Tapi karena kita bikinnya bertiga...jadi lumayanlah tanganku nggak terlalu keriting, hihi ^^

Klappertaart (versi kering)

Image
Kemarin aku beli kelapa muda. Langsung deh anak anak minta dibikinkan klappertaart. Memang sih sudah lumayan lama aku ngga buat dan rasanya kangen juga. Aku bikin dua versi. Versi custard ala wilton dan versi padat/kering. Nah yang aku posting kali ini versi padatnya karena memang aku belum pernah bikin. Setelah cari cari aku tertarik sama klappertaartnya Mbak Endang . Judulnya aja klappertaart original Menado. Apalagi yang punya resepnya Mbak Ellen Antheunis yang kalau nggak salah memang orang Menado. Ya segeralah aku pilih resep ini tuk dipraktekkan. Untuk rasa...kedua duanya enak dengan keunggulan masing masing. Kalau versi custard tentu saja lembut membelai lidah dan rich karena menggunakan susu dan banyak telur. Anak anak lebih suka dimakan hangat sambil disendokin. Nah, versi potong ini juga enak. Ngga terlalu manis dan mild rasanya. Teksturnya padat tapi nggak keras. Bagusnya  versi ini bisa dipotong potong serta gampang dihidangkan. Cuma kurang seru rasanya kalau maka

Cake Labu

Image
Cake labu ini sudah pernah aku posting sebelumnya . Tapi karena hari ini aku bikin dengan tambahan topping jadi aku posting lagi. Aku skip emulsifiernya tp tetep pakai baking powder. Taburan aku tambahkan kenari dan kismis...benar benar melengkapi rasa manis dari labu. Supaya tidak tenggelam ke dasar loyang, taburi kenari dan kismis dengan sedikit terigu dan susu bubuk. Hmmm wangi pokoknya.Tekstur kue moist karena ada labunya. Cenderung perpaduan antara butter cake dan kue lumpur. Lho kok?? iya benar...sebenarnya ini termasuk cake, tapi karena di dalamnya mengandung labu yang agak banyak jadi hasilnya sedikit dense gitu deh, pokoknya harus dicoba supaya tau rasanya. Yang jelas selain pumpkin bread, ini adalah kue favoritku. Untuk kue ini labunya aku panggang untuk mengurangi kandungan airnya. Jadi labu aku panggang dalam loyang yang ditutup alumunium foil sampai masak. Tandanya apabila ditusuk dengan tusuk sate, tembus sampai ke bawah dengan mudah. Panas panas langsung dihalus

Zebra Kukus Putih Telur

Image
Masih dalam rangka menghabiskan stok putih telur, hari ini aku bikin zebra kukus putih telur. Pertama kali lihat di blognya Kak Rima Bisous A Toi langsung jatuh hati. Motifnya cantik sekali. Eh ternyata resepnya dari Majalah Sedap Pemula dan aku punya majalahnya. Cuma nggak pernah perhatikan saking banyaknya buku Sedapku, hehe ^^

Mainan Jadul...

Image
  B eberapa minggu belakangan ini adikku yang laki laki sering mampir di rumah buat ngajakin anak anak main. Kadang diajak berenang, jalan jalan, dan kadang juga dibuatkan mainan mainan jadul. Katanya supaya mereka bisa merasakan gimana asyiknya mainan jaman kita kecil dulu. Main Layangan Sebenarnya sih ini bukan mainan jadul. Jaman sekarang juga masih ada tapi anak anak sudah jarang memainkannya. Mungkin karena nggak ada tempat luas buat main apalagi buat yang tinggal di kota besar. Nah karena kami tinggal di desa...maka ruangan bermain untuk anak anak lumayan luas. Kemarin sore Iyut dan Hanif diajak omnya main layangan di dekat rumah. Cari lokasi yang nggak banyak tiang listriknya. Asyik juga walaupun layangannya kecil.  Jaman dulu aku kecil, layangan dibuat sendiri. Ukurannya besar dengan ekor yang panjang serta dari kertas minyak warna warni. Pokoknya seru. Cari bambu sendiri, motongin bilah bambu, nyambung bambu dengan benang, sampai membentuk layangannya juga s