Showing posts with label Kue Lapis. Show all posts
Showing posts with label Kue Lapis. Show all posts

Thursday, 14 November 2013

Lapis Jongkong (Jawa Timur)




Alhamdulillah...akhirnya bisa juga bikin lapis jongkong ini. Sudah lama pingin bikin apalagi sering diiming-imingi jajanan tradisional bermerang oleh mbak Diah Didi. Tapi terkendala merang yang memang nggak ada di sini. Sebenarnya bukan nggak ada merang, tapi karena di sini Sulawesi, jadi jarang ada orang yang memanfaatkan merang untuk dibuat kue seperti di Jawa. Nggak kepikiran mau diolah lagi jadi apa. Nah kebetulan ada teman suami yang tinggal dekat sawah...dimintai tolong mengambilkan sedikit merang untuk dijadikan abu. Demi memenuhi ngidam istri temannya untuk bikin kue bermerang...datanglah beliau esok harinya  membawa sekarung merang padi. Senangnya. Segera aku cuci bersih dan jemur. Besoknya aku bakar dan saring hingga menjadi abu. Akhirnya jadi deh merangnya. Alhamdulillah.

Nah, aku bikin lapis jongkong ini mengikut resepnya mbak Lukie, karena menggunakan loyang kotak. Awalnya ingin mengikuti resep mbak Diah yang beda tipis dengan punya mbak Lukie tapi beliau menggunakan cucing plastik. Sedangkan aku mau menggunakan loyang kotak biar cantik ketika diiris. Aku praktek separuh resep aja dari resep Mbak Lukie. Beliau menggunakan loyang kotak 24x24x7cm sedangkan aku menggunakan loyang brownies 22x10x7cm. Adonan jadinya setelah disaring sebanyak 900ml, aku bagi dua warna jadi masing masing 450 ml. Aku tuang bergantian sebanyak 75 ml jadinya setinggi 7 lapis hijau dan 7 lapis hitam. Beda dikit sama punya Mbak Lukie.

Senang sekali karena bisa mendapatkan pewarna alami merang, pandan dan suji. Asli nggak pakai tambahan pewarna. Cantik warnanya. Ini juga sekalian uji coba pertamaku bikin lapis beras. Kemarin marin dah coba lapis kanji, lapis terigu dan lapis hunkwe.

Rasanya enak sekali, secara aku memang penggemar kue tradisional. Aroma pandan suji dan merangnya pas banget. Ternyata walaupun warnanya hitam sama sekali gak berasa gosong. Malah menyumbang aroma khas merang. Hubbypun habis banyak, enak siiiihhhh...

Resep di bawah adalah separuh dari resep Mbak Lukie. Gulanya aku kurangi sedikit saja menuruti saran mbak Lukie. Garamnya aku tambahkan jadi 3/4 sdt. Hasilnya pas. Manis dan gurih yang tidak berlebihan. Yummiii pokoknya apalagi dengan taburan kelapa yang gurih. Terima kasih tuk MBak Diah dan Mbak Lukie tuk inspirasinya.

Monday, 24 June 2013

Lapis Kojo (Palembang)






Aku kenal kue ini sewaktu tempo hari ikutan challenge IDFB Kue Berlapis. Waktu itu mom Elly setor kue ini. Glekh...langsung ngiler...dan niat mau bikin juga. Agak agak ragu siy tapi penasaran juga. Ragunya karena kolesterolnya tinggi secara yang digunakan telur bebek + telur ayam + kuning telur + susu kental + gula + margarin + santan kental peras tanpa air...wadoooohhhh!! gimana dong, heeeeeelp...

Setelah menanti saat yang tepat, jadilah hari ini buatnya. Cukup setengah resep aja. Dengan niat icip dikit aja sisanya bagiin ke teman aja...hihi. Aman kan??? bebas dari dosa kolesterol jahat...

Setelah cek cek di google aku malah tertarik dengan resepnya mbak Kim Kim. Nggak jauh beda sih dengan punya mom Elly. Cuma kayaknya lebih banyak bahannya dan ini asli resep mamanya. Langsung melongo lihat lapisannya yang tipis tipis *kagum* telaten banget ya mbak Kim ini.

Ternyata bikinnya agak susah juga. Masalahnya karena ovenku cuman punya suhu atas satu saja. Broil, nggak ada pengaturan suhunya. Dulu waktu bikin  legit putih telur nggak masalah tapi ketika membuat kojo ini yang notabene adonannya encer beda juga perlakuannya. Sewaktu memanggang adonan, awal awalnya bagian tengahnya menggelembung tinggi sekali. Jadi yang cepat cokelat bagian tengahnya (kena api atas) sementara bagian pinggirnya nggak berubah warna. Waaaaaa gawat, akhirnya aku dapat solusi untuk membuka sedikit pintu oven tuk menurunkan suhunya. Lumayan hasilnya...tapi tetep saja warna kecoklatan di permukaannya nggak merata. Dan hasilnya seperti di gambar...jauuuuuh banget dari punya mbak Kim. Tapi nggak apa apa...rasanya aduhaiiiiii enaaak bener. Lembut, manis tapi nggak overly sweet seperti legit putih telur kemarin. yang bikin asli enak adalah wangi pandan sujinya. Emang yang fresh nggak tergantikan dengan pasta merk apapun.

Friday, 31 May 2013

Legit Putih Telur (Lampung)





Seperti janjiku kemarin, hari ini aku praktek bikin lapis yang lain dari daerah Lampung. Berbeda dengan lapis legit biasa yang menggunakan banyak kuning telur, yang satu ini menggunakan putih telur. Kebetulan aku punya banyak sekali putih telur di kulkas sisa bikin lapsur kemarin. Bukan berarti kalau pakai putih telur lapis ini tidak legit dan enak lho. Salaaaaah. Kayaknya yang bikin resepnya memang pandai dan cermat. Tekstur kue putih telur biasanya kurang legit dan rasanya cenderung plain...maka resep ini menggunakan ketan supaya dapat legitnya dan menggunakan gula merah tuk wangi dan gurihnya. Benar benar seperti makan lapis legit biasa. Nggak nyangka juga aku. Ternyata enak. Anak anak langsung habis banyak. Mungkin besok besok aku masih mau bikin lagi...soalnya masih banyak stok putih telurku.

Resep aku dapat dari Majalah Sedap 2005. Resepnya cuman sedikit aku modifikasi. Dikurangi sedikit gula karena manis sekali. Aku tambahkan sedikit bumbu speku biar wangi kayak lapis legit asli. Menurutku gula merah dan spekku adalah pasangan serasi. Mirip mirip kue ontbijtkoek.

Setelah beberapa kali membuat resepnya aku revisi supaya manisnya pas ya...

Thursday, 30 May 2013

Kue Bungo Inten (Palembang)





Tugas IDFB challenge #10 sudah aku setor. Tapi masih tetap penasaran dengan kue lapis khas daerah lain. Terutama yang belum terlalu populer. Maksudnya yang kurang dikenal di luar daerahnya sendiri. Nah cari punya cari aku ketemu resep kue 'bungo inten' asal Palembang ini di Majalah Sedap edisi tahun 2005. Biasanya kalau dapat resep biar benar benar yakin keoriginalannya aku coba cari tau lagi lewat google. Nah nama kue bungo inten ini banyak bermunculan tapi tidak satupun ada gambarnya. Begitu pula dengan resepnya. Akhirnya dengan keyakinan bahwa in sha Allah resep ini otentik aku buatlah hari ini. Pagi pagi dah ke pasar cari telor bebek. Memang biasanya kue tradisional dahulu sering menggunakan telur bebek dalam adonan. Disukai karena menyumbang warna kuning alami serta berukuran besar. Walaupun menggunakan telur bebek jumlah telurnya sangat fantastis. Satu resep menggunakan 1 kg telur bebek. Supaya nggak kecewa kalau gagal aku bikin setengah resep pake loyang brownies.

Uniknya lagi kue ini sama sekali tidak menggunakan tepung. Jadi hasil akhirnya seperti custard. Telurnya yang membuat adonan ini bisa mengeras. Tapi proses pembuatannya betul betul butuh ketelatenan. Waktu pengukusan sangat vital karena apabila waktu kukusnya terlalu lama maka permukaan adonan langsung mengkerut atau bergelombang. Kalau sudah begitu akan berpengaruh dengan adonan berikutnya. Panas kukusannya juga tidak boleh terlalu tinggi. Menuang adonan berikutnya harus betul betul setelah adonan sebelumnya set/matang. Tandanya disentuh tangan sudah mengeras. Kalau disentuh sudah set permukaannya tapi masih goyang bawahnya artinya di bawahnya masih mentah. Kalau sudah begitu, pada saat menuang adonan berikutnya, adonan di bawahnya tidak akan matang dan setelah diangkat dari kukusan dan kue dipotong lapisan yang mentah akan meleleh turun. Begitulah yang terjadi hari ini....lho kok??? hahaha...iya kueku ada yang ngga matang tengahnya. Terpaksa aku potong potong kecil dan dikukus ulang. Tapi udah nggak cantik lagi lapisannya. Tapi nggak apa apa...namanya juga belajar. lain kali tentu sudah tau dimana selanya. Setujuuuuu...??

Friday, 1 February 2013

Lapis Cokelat Susu NCC


Keturutan juga bikin kue ini. Padahal udah lama aku bookmarked, semenjak Bu Fatmah Bahalwan posting di Face Booknya. Terima kasih ya bunda, udah dishare resepnya. Your recipes never failed me...

Penampakannya seperti kue lapis tradisional biasa tapi sebenarnya beda, rasa kue ini lebih rich karena menggunakan banyak telur, mentega, santan serta susu kental manis. Gurih dan lembut pokoknya...dan agak berminyak. Aslinya layernya ada 16 tapi karena aku mencoba setengah resep dan dituang di loyang brownies hasilnya kurang 6 lapis. Jadi agak pendek. But no problem...the cake still look pretty, right....??

Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...