Showing posts with label KBB. Show all posts
Showing posts with label KBB. Show all posts

Friday, 31 May 2013

KBB #34 : Made in Indonesia "Bika Ambon"





Kali ini Klub Berani Baking memberi PR membuat bika ambon. Huaaaaaaa...pertama dengar langsung keder. Masalahnya yang dibikin sekarang ini bika ambon ukuran besar. Kalau dulu-dulu sih sebenarnya aku sudah pernah bikin tapi versi mini mininya di loyang kue lumpur. Kayaknya nggak terlalu ribet. Karena yang ini ukurannya besar jadi seratnya pun harus besar dan cantik. Bisa nggak yaaa...





proses fermentasi ragi biang




Mengeplok ngeplok adonan...



Pintu oven waktu awal pemanggangan dibuka sedikit dengan cara diganjal dengan serbet...

Ternyata berhasil juga. Alhamdulillah senangnya. Pokoknya rasanya pas. Manisnya pas, gurihnya pas, teksturnya legit kenyal, dan tidak beraroma asam. Cuman potongannya aja yang kurang rapi karena masih agak panas udah dipotong ^^
Resepnya Mbak Rachmah memang okeeeey!


Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah :
  1. Kenali panas oven masing masing. Supaya panasnya merata sebaiknya loyang bika dialasi dengan loyang yang diberi pasir bersih. Kalau tidak ada pasir, bisa menggunakan alas dua buah loyang yang disusun. Jadi total 3 loyang sama loyang bikanya.
  2. Kalau menggunakan api 160C terlalu cepat gosong, kurangi panasnya. Sesuaikan saja. 5-10 menit pertama pintu oven harus dibuka sedikit supaya adonan bisa bersarang. Setelah itu baru ovennya ditutup sampai kue matang.
  3. Bagian bawah loyang tidak kuoles kertas roti karena banyak pengalaman teman yang lain, kertas rotinya mengambang dan menghambat terbentuknya serat sampai ke atas.
  4. Waktu fermentasi jangan terlalu lama, ikuti yang dituliskan di resep. Aku cuma 2,5 jam karena ketika aku cium bau raginya sangat menusuk cepat cepat aku panggang. Setelah matang ternyata tidak asam malahan wangi pandan dan daun jeruk. Bau ragi tipis saja seperti pada roti. Aku rasa suhu ruangan juga berpengaruh terhadap lambat dan cepatnya proses fermentasi.

Saturday, 30 March 2013

KBB #33 : Bagels









Dapat surat cinta lageeeee. Alhamdulillah sampai saat ini aku belum pernah sekalipun melewatkan tantangan KBB. Aku merasa sangat rugi kalau nggak kerja tugas. Bukan apa apa. Tapi seringnya tugas yang diberikan memang belum pernah aku bikin sebelumnya. Jadi excited...harus bikin. Semangat dan motivasinya tinggi deh pokoknya. 

Tugas Klub Berani Baking kali ini adalah membuat Bagel. Walaupun kelihatannya simpel tapi sebenarnya pembuatannya memerlukan keterampilan dan ketelatenan. Waktu bikinnya sampai dua hari pake acara nginap di kulkas dulu adonannya.Untuk resep karena di sini nggak ada barley malt syrup jadinya aku ganti dengan madu. Tepungnya juga tepung protein tinggi semua.

Menurutku hal yang perlu diperhatikan adalah pembentukan dan fermentasi. Kalau untuk fermentasi harus memahami temperatur di daerah masing masing. Semakin panas semakin cepat naiknya. Dan ketika keluar dari kulkas adonan yang sudah mengembang agak susah ngambilnya. Agak mleyot mleyot. Lain kali kalau aku bikin lagi kayaknya nggak usah dimasukin kulkas. Mau lihat ada bedanya nggak.

Untuk proses pencelupan di air soda, aku langsung berhasil mengembang semua. Jadi pekerjaan selanjutnya lumayan cepat. Di susun di loyang lau dipanggang. Jadi deh...
Resep di bawah ini aku copy dari blog KBB ya. Panjaaaaaaang dan lebaaaaaarrr!!

Resep Dough
21g barley malt syrup, madu, atau rice syrup, atau 7g diastatic malt powder
3g ragi instant
10,5g garam
255g air hangat (sekitar 35C)
454g unbleached bread flour

Resep Rebusan Roti
181-272g air
28,5g barley malt syrup atau madu (optional)
14g baking soda
7g garam

Metode Membuat Dough
Aduk malt syrup, ragi, dan garam ke dalam air hangat. Masukkan tepung ke dalam mangkuk mixer dan tuang campuran malt syrup ke dalamnya. Jika menggunakan micer, gunakan pengaduk dough dan kocok menggunakan kecepatan rendah selama 3 menit. Jika pakai tangan, gunakan sendok kayu yang besar dan aduk hingga 3 menit, hingga tercampur rata. Adonannya musti terbentuk rada padat, membentuk bola kasar, dan semua tepung harus sudah tercampur rata dengan cairan, jika tidak maka tambahkan sedikit air. Biarkan adonan istirahat selama 5 menit.

Kocok lagi dengan kecepatan rendah selama 3 menit atau tuang ke atas meja kerja yang sudah ditaburi tepung lalu uleni dengan tangan selama 3 menit hingga adonan lembut dan sudah membentuk gluten. Adonannya akan elastis, jika dirasa dengan tangan akan berasa lembut. Jika adonan terlalu lembek maka perlu tambahkan sedikit tepung.

Letakkan adonan ke dalam mangkuk yang telah diolesi minyak tipis, tutup mangkuk dengan plastik dan biarkan adonan naik dalam suhu ruangan selama 1 jam.

Ketika anda siap untuk membentuk bagels, siapkan baking tray yang dilapisi parchment paper atau silicone mat, lembabkan dengan spray oil atau olesi dengan minyak, tipis-tipis saja. Bagi adonan 6-8 adonan kecil. (Umumnya berat bagels 113g sebelum dipanggang, tapi anda bisa bikin lebih kecil dari itu.) Bulat-bulatkan adonan (ngga usah terlalu padat) dengan cara menggilingnya di atas meja kerja dengan satu telapak tangan yang ditangkupkan. Jika anda bikin lebih dari 6 bagels, anda harus menyediakan 2 baking tray. Jangan gunakan tepung di atas meja kerja anda. Jika adonan tidak bisa dipulung membentuk bola, lap saja meja kerja anda dengan serbet lembab dan coba lagi.

Ada dua metode membentuk bola-bola adonan menjadi bagels. Metode pertama adalah melobangi bagian tengan bola adonan untuk menyerupai bentuk donat. Pegang adonan dengan kedua ibu jari di dalam lobang, putar adonan dengan tangan anda, sedikit demi sedikit memelarkan adonan hingga lobang membesar sekitar 2 inci (1 inci = 2,54cm). Metode kedua adalah dengan menggunakan kedua tangan membentuk adonan dari bola-bola menjadi berbentuk sosis dengan ukuran panjang sekitar 8 inci di atas meja kerja yang bersih dan kering. Tipiskan sedikit kedua ujung sosis dan lembabkan kedua ujungnya. Letakkan satu ujung adonan ke atas telapak tangan anda dan gulungkan mengelilingi tangan anda hingga membetuk lingkaran, mulai dari celah antara ibu jari dan jari telunjung dan mengelilingi telapak tangan. Ujung-ujungnya akan bertumpuk sekitar 2 inci. Satukan sambil dipencet ujung-ujung yang bertemu dan bertumpuk ini dan tekan ujung-ujung ini ke atas meja kerja, gulung-gulungkan ke depan dan belakang beberapa kalu supaya lengket. Lepaskan adonan dari tangan anda, sama ratakan ketebalannya jika perlu dan lubang di tengah dengan diameter berukuran sekitar 2 inci.

Letakkan bagel yang sudah dibentuk ini di atas baking tray yang sudah disiapkan, lembabkan dengan spray oil atau olesi sedikit minyak. Tutup seluruh baking tray dengan plastik dan simpan di kulkas semalaman atau hingga 2 hari. (Anda juga bisa proofing seluruh adonan di dalam mangku yang telah diolesi minyak selama semalam dan kemudia bentuk bagelsnya pada hari akan dipanggang, 60-90 menit sebelum direbus dan kemudian dipanggang, atau sesegeranya setelah lulus float test).

Baking Day!
Keluarkan bagels dai dalam kulas 60-90 menit sebelum anda memanggangnya, dan jika anda merencanakan untuk menaburkan bawang kering (dried onion) atau bawang putih di atasnya, rehydrate dulu bahan-bahannya. Segera check apakah bagels sudah siap untuk dipanggang menggunakan 'float test'. Yaitu: letakkan sebuah bagels ke dalam sebuah mangkuk kecil berisi air dingin. Jika bagels tenggelam, maka keringkan dan kembalikan ke atas baking tray, lalu tunggu hingga 15-20 menit, lalu test lagi. Jika bagels mengapung, maka sudah siap direbug. Jika bagels lulus test tapi anda belum siap baking, masukkan kembali ke kulkas sehingga tidak overproof. Sekitar 30 menit sebelum baking, panaskan oven dengan suhu 260C dan kumpulkan garnish anda (biji-bijian, bawang bombay, bawang putih, dan sebagainya).

Isi panci dengan 181-272g air, pastikan tinggi air sekurang-kurangnya memilki kedalaman 4 inci. Tutup, biarkan mendidih, lalu kecilkan api dan biarkan simmering (air tetap mendidih tapi tidak membentuk balon-balon besar). Masukkan malt syrup, baking soda, dan garam.

Masukkan bagel satu persatu ke dalam air rebusan hanya sampai panci bisa memuatnya, jangan over-crowded ya. Bagels akan segera mengapung dalam kurun waktu 15 detik. Setelah 1 menit, gunakan sendok berpori lalu balikkan bagel satu per satu. Teruskan merebus hingga 30-60 detik, lalu gunakan sendok berpori keluarkan dari air rebusan dan letakkan ke atas baking tray. (Penting kiranya bahwa parchment paper diolesi sedikit minyak, jika tidak nanti bagels akan lengket ke kertas). Taburi taburan sesuai selera anda sesegeranya (kecuali cinnamon sugar—lihat keterangan di bawah).

Masukkan bagels ke dalam oven, panggang dengan suhu yang dikecilkan hingga 232C, selama 8 menit, lalu putar loyang dan check bagian bawah bagels. Jika terlalu gelap, letakkan loyang lain di bawah loyang yang berisi bagels. Panggang lagi selama 8-12 menit, hingga bagels berwarna kecoklatan. Dinginkan ke atas rak sekitar 30 menit sebelum diiris atau disajikan.








Monday, 30 July 2012

KBB #30 : Rosemary-Cheese Spritz Cookies





Tepat sehari sebelum puasa, alhamdulillah selesai juga tugasku untuk tantangan Klub Berani Baking #30. Biasanya sih aku bikinnya di minggu ketiga. Tapi kali ini aku pengen bikin tugas ini segera sebelum puasa...malahan maunya  di awal awal bulan . Tapi apa daya, kejunya nggak pernah ada di toko. Hampir tiap hari aku cek. Barusan kemarin datang dan segera aku beli sebelum habis lagi. Maklum...saingan sama ibu ibu yang mau bikin kukis lebaran. Itupun di sini nggak pernah ada keju pecorino dan permesan. Jadinya aku pake keju edam aja semuanya. Tuk taburan pake keju cheddar dikit ^^

Alhamdulillah proses bikinnya lancar, hanya adonannya agak lembek. Susah nyetaknya menggunakan cookie press. Lengket lengket, nyangkut walhasil nggak mau keluar. Akhirnya aku tambahkan tepung secukupnya asal udah bisa dicetak dan bentuknya cantik.

Soal rasa, mungkin sebenarnya kukis ini enak sekali yaaaa...cuman menurutku dengan menggunakan 2 sdt rosemary baunya jadi dominan rosemary. Tetap ngeju, ada bau lemonnya dikit tapi rosemarynya kuat sekali. Atau apa baunya keras begitu karena aku menggunakan rosemary kering ya?? masalahnya di sini gak pernah ada rosemary segar...hiks
Tapi walaupun anak anak bilang kuenya baunya aneh...tetap aja mereka makan. Karena rasa kejunya membantu. Lha mau diapa...bumbu Itali kan bukan bumbu sehari hari kita, kecuali  oregano dan basil. Itupun dipakai hanya tuk bikin pizza dan pasta...jadi kami belum  terbiasa dengan bau rosemary yang kuat!




Rosemary-Cheese Spritz Cookies From Food Network Kitchens


Ingredients :

 - 1 cup (2 sticks) unsalted butter
- 1 teaspoon finely grated lemon zest
- 1 large egg yolk
- 6 tablespoons heavy cream
- 1 3/4 cups all-purpose flour
- 3/4 cup finely grated Pecorino cheese (I used edam cheese)
- 1/2 cup finely grated Parmesan cheese (I used edam cheese)
- 1 tablespoon sugar
- 2 teaspoons minced fresh rosemary leaves (I used dried rosemary)
- 1 teaspoons fine salt
- Pinch freshly ground nutmeg

Special Equipment: Cookie Press


Directions :

  1. Bring all ingredients to room temperature.
  2. Beat the butter and lemon zest with an electric mixer at medium speed until smooth, about 30 seconds. Slowly beat in the egg yolk and cream.
  3. Whisk the flour, pecorino, 1/4 cup of the Parmesan, sugar, rosemary, salt, and nutmeg together in a bowl. Gradually add the flour mixture into the butter mixture while mixing slowly. Scrape down the sides of the bowl, then beat on medium speed to make a slightly sticky dough.
  4. Fill the cookie press with the dough. Assemble the press with the desired disk shape (see cook's note), and press cookies onto ungreased baking sheets. Leave about one inch between cookies. Sprinkle with the remaining 1/4 cup Parmesan and refrigerate cookies for 20 minutes.
  5. Preheat oven to 325 degrees F.
  6. Bake cookies, rotating pan halfway through, until golden, the cheese browns a bit, and the cookies smell nutty, about 20 to 25 minutes. Briefly cool the cookies on the baking sheets, then transfer to racks to cool. Serve or store in a tightly sealed container for up to 1 month.

Cook's Notes: These freeze beautifully. Press the cookies out into desired shapes on cookie sheets and freeze. Transfer frozen cookies to a plastic bag, seal, and keep frozen for up to 1 month. When ready to bake, lay out frozen cookies on cookie trays and bake from frozen for 25 minutes
.



Tuesday, 29 May 2012

KBB #29 : Eccles Cake










Fiiuuuuuuh... alhamdulillah, lega bukan main. Tantangan kali ini akhirnya kelar juga *lap keringat*. Dalam sejarah laporanku ke Klub Berani Baking...barusan kali ini aku bikin 'mefet' deadline biasanya sih pertengahan bulan dah bikin. Besok kan terakhir kumpul, nah aku bikinnya hari ini. Sebenarnya dari kemarin sih bikin kulitnya. Hari ini panggangnya...

Tapi yang paling membahagiakan adalah aku puas sekali karena baik penampilan dan rasanya benar benar sukses. Emang beda kalo bikin yang full butter . Dibandingkan dengan yang menggunakan korsvet...yang ini asli wangiiiii...rasanya pun enak, gurih dan nggak ngendal di lidah. Teksturnya apalagi...ringan berlapis lapis mengembang dengan indahnya. Dipanggangpun nggak terlalu berminyak. Alhamdulillah...
Isiannya juga enak. Cuman aku tambah sedikit gula palem supaya kerasa manisnya dikit. Kalo cuman kismis, sultana dan kulit jeruk sih udah enak tapi manisnya nggak keluar. Apalagi nanti kulit pastrynya juga nggak manis.

Oh iya...setelah bikin kue ini perutku sampai sekarang rasanya agak sakit, berasa abis sit-up 100 kali, hehe. Aku baru nyadar bahwa proses menggiling yang berulang ulang sambil menekan adonan yang keras menyebabkan otot perut berkontraksi. Waaaaah...bisa kali ya jadi six pack kalo tiap hari bikin puff pastry sendiri, kikikikiiik....!

Oh iya, dari resep yang dikasih sama host, aku cuman bikin separuhnya. Selain hemat biaya nggak terlalu sedih juga kalo sampai gagal, hehe. Berikut resep aslinya ya...

 Bahan Filling :
- 6 sdm mentega tawar
- 1 batang kayu manis
- 1 sdt pala bubuk
- 1/2 sdt cengkeh, haluskan
- kulit dari 2 lemon (aku nggak pake karena nggak ada)
- kulit dari 2 jeruk
- 2 cups currant kering
- 1/2 cup kismis kuning
- 2 sdt brandy (aku nggak pake)
- 1/4 cup air lemon yg baru di peras (aku pake air jeruk sunkist)

Cara membuat :
  1. Lelehkan mentega di atas api sedang, tambahkan rempah rempah dan kulit jeruk. Aduk hingga wangi dalam mentega. 
  2. Masukkan buah buahan kering, brandy dan air lemon. 
  3. Biarkan mendidih dalam api kecil selama 10-15 menit. 
  4. Aduk sesekali, angkat dan biarkan dingin. 
  5. Simpan dalam kulkas semalaman, supaya rasanya benar benar keluar.

Bahan Puff Pastry :
- 1 pound (450 gr) unsalted butter
- 4 cups (500 gr) terigu serbaguna (mis : merk segitiga biru)
- 1 sdt garam
- kurang lebih 1,5 cup ( sekitar 375 ml) air es

 Cara membuat :
  1. Ambil 3/4 butter, potong memanjang jadi 2 bagian, lalu potong potong lagi secara melintang.
  2. Susun bentuk kotak dalam sepotong besar kertas minyak. Taruh sepotong lagi kertas minyak diatasnya. Giling mentega tersebut hingga berbentuk 9x12inch kotak. Dinginkan minimal 4 jam dalam kulkas.
  3. Masukkan 4 cup terigu dalam food processor. Potong sisa mentega kotak kotak kotak kecil, masukkan ke dalam terigu satu persatu sambil menyalakan food processor, hingga didapat butiran butiran halus mentega berbalut terigu yang seperti pasir.
  4. Pindahkan ke baskom, tambahkan air es sedikit demi sedikit, aduk hingga adonan terigu menyatu.
  5. Uleni beberapa menit hingga halus. 
  6. Bungkus dan simpan 4 jam dalam kulkas atau hingga semalaman. 
  7. Giling bentuk kotak setebal 1/4 inchi, taruh lempengan mentega ditengah tengahnya. 
  8. Lipat keempat sudutnya ke tengah (seperti amplop) giling hingga ke ukuran semula. Lipat bagian pinggir ke tengah, seperti melipat kertas jadi 3 bagian. Kemudian lipat 2 lagi kayak menutup buku.
  9. Bungkus adonan ini dengan rapat, simpan dalam kulkas minimal 1-2 jam. Keluarkan, giling bentuk kotak lagi. Ulangi kembali proses melipat hingga minimal 4 putaran. 6 atau lebih putaran lebih baik lagi. 
  10. Makin lama adonan beristirahat disela sela putaran, makin banyak putaran yang bisa di lakukan. Makin banyak putaran melipat, maka puff pastry yang dihasilkan akan makin ringan dan berlapis.
Bahan olesan :
- 1 telur, kocok lepas.
- ula pasir kasar secukupnya
  
Penyelesaian : 
  1. Panaskan oven hingga 350 celcius. Alasi loyang dengan kertas roti. Ambil 1/3 bagian adonan pastry dari kulkas. Adonannya seharusnya sangat dingin dan padat, tapi tidak sekeras batu.
  2. Giling hingga tebal 1/8 inchi. Potong pakai ring cutter.Taruh sedikit adonan isi ditengah tengahnya, lipat jadi 2 kayak pangsit, lalu tekan sisinya hingga rapat. Tarik ke 2 ujungnya ke tengah, tekan dan giling sedikit hingga berbentuk lingkaran lagi. Cukup tipis hingga isi sedikit mengintip dari dalam. Usahakan supaya tidak bocor, buat 2-3 keratan halus di permukaannya, kuaskan kocokan telur lalu taburi gula pasir.
  3. Panggang kira kira 20 menit atau hingga kecoklatan dan mengembang. Jangan langsung dimakan, karena adonan isinya yang panas akan membakar mulut anda. Pastry ini masih akan tetap enak hingga beberapa hari.
Tips : untuk memudahkan mengerat permukaan pastry, taruh beberapa saat dalam kulkas sampai agak firm, kemudian kerat di tiga bagian dengan pisau yang tajam.


Di bawah ini adalah beberapa gambar pembuatannya yang dimulai dengan membuat filling kemudian kulit pastry. Proses giling lipat aku lakukan sebanyak 5 putaran.




Di bawah ini adalah sisa sisa adonan kulitnya yang aku panggang dengan dihias keju dan gula pasir aja. Enak juga...kelihatan lapisannya yang banyak...





Friday, 30 March 2012

Tantangan KBB # 28 : Torta Pasqualina



Torta Pasqualina


Pertama menerima surtjin tantangan ini aku agak kurang bersemangat. Gimana nggak, aku baru aja diberitahu kalau hubby kena tekanan darah tinggi. Jadi makanannya mulai sekarang harus dijaga. Aku kontan jadi puyeng juga. Secara aku suka bikin kue, malahan mungkin karena sering mengkonsumsi kue dan masakan buatanku itulah hubby jadi sakit. Terutama kue kering dan cake cake dengan kandungan lemak yang tinggi. Jadi mulai sekarang aku berusaha bikin kue kue berbahan simpel atau kue tradisional yang ringan. Mungkin sekali sekali tetap baking kue tapi untuk bekal anak anak. Lhaaa...datanglah surat cinta tantangan membuat torta pasqualina ini. Selain cara membuatnya yang sedikit agak rumit, bahannya juga tinggi kalori. Isinya cuman keju dan telur aja...


Torta Pasqualina adalah istilah dalam bahasa Italia yang secara harfiah berarti Kue Paskah. Merupakan hidangan khas Paskah dari Piemonte dan Liguria. Adonannya merupakan adonan berlapis, sedikit seperti 'adonan fillo', tapi lebih tebal dan disebut 'pasta matta' (=crazy dough). Kue yang berasal dari Liguria ini mengandung keju lokal “Prescinseua” yang hanya dapat ditemukan di Liguria. Kejunya sangat creamy, lembut dan sedikit asam.
Jika tidak memungkinkan menemukan Prescinseau di tempat anda, bisa disubtitusi dengan ricotta yang sangat lembut atau ricotta biasa dengan tambahan sedikit susu.

Tapi tugas tetap tugas, aku tetap bikin tapi cuman setengah resep. Itupun dengan porsi mini biar gampang makannya. Telur ayam aku ganti dengan telur puyuh. Berikut resep asli dari surtjinnya...

Torta Pasqualina
Source: Old Time Cooking Recipes

Ingredients:
DOUGH:
- 600 g (1 lb 5 oz) white flour
- 6 Tbs olive oil
- a pinch of salt

FILLING:
- 1 kg (2 lb) Swiss chard (silver beet) or spinach (aku pakai bayam)
- 400 g (0.9 lb) cottage cheese/ricotta cheese
- 100 g (3.5 oz) parmesan
- 10 eggs
- 2 teaspoons marjoram, chopped
- 2 teaspoons parsley, chopped
- garlic, minced (optional)
- olive oil
- salt, pepper

Preparation:
1. DOUGH:
- Combine flour, oil, a pinch of salt and enough cold water to make a medium soft dough.
- Knead well for 10 minutes or until the dough becomes elastic.
- Divide the dough into 14 balls.
- Cover with cloth and let stand for about 1 hour.
2. FILLING:
- Clean, wash and dry the Swiss chard.
- Place in a saucepan with little boiling water and cook at high heat
until wilted.
- Cool, then squeeze out excess liquid and chop finely.
- Add 50 g (1.7 oz) parmesan cheese, marjoram, parsley, garlic and 2
eggs. Season with salt and pepper.
3. Oil a round shallow oven dish, 9 inches (22 cm) in diameter.
4. Flatten each piece of dough, one at a time, making each a very thin
disk, larger than the baking pan you are going to use.
5. Lay the pastry on the oven dish, allowing it to flow over the
edges. Oil it lightly.
6. Place another disk over it and repeat until you have used 7 disks.
7. Spread the Swiss chard stuffing over the dough, and then spread the
cottage cheese over the greens level with a knife.
8. Make 8 small cavities. Pour a raw egg into each cavity and sprinkle
each with salt, pepper and remaining parmesan cheese.
9. Cover the whole lot with the same number of pastry sheets, each
brushed with oil.
10. Pinch the borders and trim the excess dough, prick the top of the
pie in a few places and then brush with oil.
11. Bake for 1 hour in 190 C (375 F) oven. Allow to rest before
removing from the cake tin




Ternyata setelah jadi...memang ueeeenaaak kalo soal rasanya. Aku bikin setengah resep dengan 250 gr keju ricotta jadinya dapat 2 torta pasqualina ukuran kecil dan 2 yang super mini. Pas untuk kami berempat dengan yang porsi pas pula. Makasih sekali lagi kepada host KBB untuk tantangannya kali ini yang benar benar menantang...hehe. Tugasnya yang menarik selalu membuat kami termotivasi tuk menyelesaikannya.


Sunday, 29 January 2012

KBB # 27 : Fortune Cookies




Fortune Cookie atau Kue Keberuntungan adalah sebuah kue yang tipis dan renyah, yang berisi sepotong kertas dengan kata-kata yang berisi petuah atau ramalan. Meskipun biasanya disebut sebagai kue keberuntungan Tionghoa, kue ini sesungguhnya diciptakan pertama kali di California, Amerika Serikat, dan bukan di Tiongkok.

Fortune Cookie banyak dijumpai di restoran China di Amerika. Disajikan setelah selesai makan oleh pelayan restoran sambil menyodorkan bill (rekening). Tidak hanya saat Tahun Baru Imlek, tapi sepanjang tahun. Fortune cookie adalah kue yang mungil dan renyah. Bahannya mirip bahan kue "semprong" tapi tidak gampang hancur. Mengapa diberi nama kue keberuntungan? Karena di dalam Fortune Cookie yang berukuran kecil dan teksturnya renyah ini akan ditemukan pesan `keberuntungan' yang ditulis di secarik kertas putih. Isi tulisan tersebut beragam. Ada yang isinya sekumpulan angka (siapa tahu bisa menang lotere), atau pesan-pesan asmara. Namun, kebanyakan isinya adalah petuah-petuah bijak dari negeri Tiongkok.

Menurut sejarah, Fortune Cookies berasal dari San Fransisco. Kue ini ditemukan oleh Makoto Hagiwara, keluarga asal Jepang pemilik Japanese Tea Garden di Golden Gate Park, San Fransisco, pada tahun 1909. Sempat ada orang lain yang mengklaim sebagai penemunya. Namanya David Jung; pendiri Hong Kong Noodle Company di Los Angeles. Namun, setelah melalui proses persidangan, pengadilan memutuskan bahwa Hagiwara-lah penemu yang sah.

Tak perlu terlalu serius menanggapi pesan dalam kue. Ada beberapa variasi `permainan' dalam mengonsumsi kue ini . Ada yang menganggap kue harus dimakan sampai habis agar keberuntungan terwujud, dan sebaliknya, kue tidak usah dimakan jika pesan di dalamnya tidak berisi keberuntungan. Itu bagi orang yang berpendapat bahwa pesan harus dibaca sebelum kue dimakan. Namun, ada pula yang menganggap kue harus dihabiskan dulu sebelum pesan dibaca.


Fortune Cookies


Mefet...mefet...!! udah mepet niy waktu tuk setoran KBB #27. Mbak mbak host udah pada ngelus ngelus janggut karena yang nyetor baru dikit, hihi kabuuuur.
Alhamdulillah hari ini selesai juga aku bikinnya. Bikin adonannya sih nggak begitu susah, nggak pake mixer cuman pake whisk aja. Yang susah seni melipat kertas eeh salah maksudnya melipat kukisnya. Harus dilakukan dalam keadaan panas biar masih lentur dan bagus bentuknya. Aku lihat step by stepnya di sini.

Nah, pada saat proses pembuatan...di resep kan tertulis dipanggang di oven. Batch pertama aku oven. Dituang di loyang beralaskan silpat sesendok sesendok sebanyak 4 buah. Lalu loyangnya aku goyang goyangkan supaya adonan melebar. Tapi kayaknya masih tetap tebal deh. Setelah pinggirannya menguning aku angkat dan mulai proses melipat. Harus panas panas dan dikerjakan dengan cepat nih. Waaahh kalah deh aku. Baru satu yang kelipat sempurna dan sisanya mewek alias pecah karena udah keburu kaku. Jadi aku inisiatif pake 'crepe pan' dengan api sedang. Satu-satu aja panggangnya tapi lebih mudah menurutku. Satu jadi, langsung lipat lalu tuang adonan berikutnya dan seterusnya sampai habis. Tetap dituang dengan sendok ukur lalu aku ratakan menggunakan pantat sendok ukur supaya mendapatkan hasil yang tipis. Hasilnya lumayanlah dibanding batch pertama.

Tapi sebenarnya aku belum benar benar puas. Kalo lihat teksturnya...masih kurang licin n' mulus. Masih kurang tipis juga...nggak ngerti apa karena aku nggak kocok pake mixer, kurang air, atau karena tepungnya bukan tepung serbaguna, atau karena takaran bahannya kurang akurat...*bingung*. Tapi yang terpenting aku udah ngerjakan tugas...legaaaa.

Resepnya berikut ini ya...
Fortune Cookie

Ingredients :
- 2 large egg whites
- 1/2 teaspoon pure vanilla extract (aku skip,diganti dengan vanila bubuk)
- 1/2 teaspoon pure almond extract (aku skip)
- 3 tablespoons vegetable oil
- 8 tablespoons all-purpose flour
- 1 1/2 teaspoons cornstarch
- 1/4 teaspoon salt
- 8 tablespoons granulated sugar
- 3 teaspoons water

Preparation :
  1. Write fortunes on pieces of paper that are 3 1/2 inches long and 1/2 inch wide. Preheat oven to 300 degrees Fahrenheit. Grease 2 9-X-13 inch baking sheets.
  2. In a medium bowl, lightly beat the egg white, vanilla extract, almond extract and vegetable oil until frothy, but not stiff.
  3. Sift the flour, cornstarch, salt and sugar into a separate bowl. Stir the water into the flour mixture.
  4. Add the flour into the egg white mixture and stir until you have a smooth batter. The batter should not be runny, but should drop easily off a wooden spoon. Note: if you want to dye the fortune cookies, add the food coloring at this point, stirring it into the batter. For example, I used 1/2 teaspoon green food coloring to make green fortune cookies.
  5. Place level tablespoons of batter onto the cookie sheet, spacing them at least 3 inches apart. Gently tilt the baking sheet back and forth and from side to side so that each tablespoon of batter forms into a circle 4 inches in diameter.
  6. Bake until the outer 1/2-inch of each cookie turns golden brown and they are easy to remove from the baking sheet with a spatula (14 - 15 minutes).
  7. Working quickly, remove the cookie with a spatula and flip it over in your hand. Place a fortune in the middle of a cookie. To form the fortune cookie shape, fold the cookie in half, then gently pull the edges downward over the rim of a glass, wooden spoon or the edge of a muffin tin. Place the finished cookie in the cup of the muffin tin so that it keeps its shape. Continue with the rest of the cookies
Karena cara oven aku kehabisan waktu...maksudnya baru gulung satu yang tiganya udah pada keras, akhirnya aku inisiatif pake pan crepe satu persatu.



Alhamdulillah...lulus!!

Monday, 28 November 2011

KBB #26 : Panettone



Panettone


Panettone


Waaaaa...mulai panik nih. Secara udah deket deadline KBB #26 aku belum bikin tantangannya. Bulan ini aku lumayan disibukkan dengan nikahan adikku. Alhamdulillah acaranya udah kelar tanggal 19 kemarin sekarang waktunya tuk beraksi...

Tantangan kali ini adalah membuat 'Panettone', yaitu roti khas Itali yang berbentuk seperti bulat besar dan biasa disajikan atau sebagai hantaran saat natal. Terus terang aku senang banget dapat tugas ini karena memang aku senang membuat roti. Panettone ini termasuk ke dalam jenis roti namun dengan tambahan buah kering seperti raisin, sultana, fruit peels serta tak lupa parutan kulit jeruk yang menyumbang aroma khas pada roti ini.
Alhamdulillah bahan-bahan dah lengkap. Marrreeee....!!


Panettone (traditional Italian christmas bread)

Source: The Worldwide Gourmet

Bahan :
- 1 ½ cakes of fresh bakers yeast (ragi)
- 65 ml (1/4 cup) gula
- 6 tbsp air hangat
- 6 kuning telur
- Lemon zest dari 1 buah lemon
- Sejumput garam
- 500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu
- 100 ml (6 sdm) potongan candied peel
- 100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega
- 4 sdm sultana
- 4 sdm currant (beri berian :P)
- 1 sdt vanilla

Resep versi aku :
Bahan :
- 1 sachet ragi instant
- 65 ml (1/4 cup) gula
- 6 tbsp air hangat
- 6 kuning telur
- Lemon zest dari 1 buah lemon
- 1 sdt garam
- 500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu
- 100 ml (6 sdm) manisan kulit jeruk
- 100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega
- 4 sdm sultana
- 4 sdm kismis
- 1 sdt vanilla

Cara membuat :
  1. Masukan 1 sdm gula dan ragi kedalam susu hangat, diamkan selama 3 menit. Kemudian mix dan istirahatkan ditempat yang kering dan hangat (contoh diatas oven yang sebelumnya telah dipanaskan) sampai volume campuran menjadi 2 kali lipatnya, kurang lebih 5 menit.
  2. Masukan campuran tersebut kedalam mangkuk, tambahkan kuning telur, vanilla, parutan kulit lemon, garam dan sisa gula. Campur 500 ml (2 cup) tepung terigu secara bertahap sampai lembut ditangan dan adonan dapat dibulatkan. Kemudian campurkan potongan butter sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi lebih lembut dan lebih elastis.
  3. Campur 125 hingga 250 ml (1/2 hingga 1 cup) terigu sampai adonan lebih kokoh, lembut dan tidak lengket.
  4. Letakan adonan diatas meja kerja yang telah di taburi sedikit terigu. Uleni adonan kurang lebih 10 menit. Setelah adonan lebih lembut masukan kedalam wadah yang telah di olesi butter, taburi dengan sedikit tepung terigu tutup dengan kain dan letakan ditempat yang kering kurang lebih selama 45 menit sampai adonan bertambah volumenya dua kali lipat.
  5. Kempiskan adonan, tambahkan candied lemon peel, kismis dan sultanas kemudian uleni sampai semuanya tercampur rata.
  6. Taruh kertas roti yang telah di olesi butter dua sisinya dalam loyang besar (aku pake 4 cup panettone diameter 80 mm), masukan adonan dan beri jejak (torehan) diatasnya. Tutup dengan kertas yang telah diolesi butter dan diamkan selama 15 menit di tempat hangat sampai adonan mengembang. Angkat kertas dari atas adonan dan oleskan butter diatas adonan tersebut.
  7. Panaskan oven dengan suhu 200 derajat celcius (400 derajat F), taruh loyang yang telah berisi adonan dalam oven dan panggang kurang lebih 10 menit, turunkan suhu oven ke 160 derajat celcius (350 derajat F) dan panggang lagi selama 30 sampat 40 menit, oleskan adonan roti dengan lelehan butter, roti akan matang setelah bagian atasnya berubah menjadi keemasan dan krispy.
  8. Angkat dari oven dan biarkan selama 15 menit kemudian keluarkan dari loyang.


Oh ya...aku gak nemu cup panettone yang besar, jadi aku pake aja cup panettone ukuran 80 mm. Lumayan lah...jadi 4 buah panettone ukuran sedang.
Hasil akhir panettone ini beda-beda tipis sama bluder karena memang menggunakan banyak telur...tapi tekstur dan rasanya lebih cenderung ke roti.


Tuk host dan admin KBB...makasiiih banyak tantangan dan logo lulusnya ya. Senang menjadi bagian dari group ini...semoga ke depannya aku bisa lebih baik lagi.

Saturday, 1 October 2011

KBB#25 Cheese Scones




Semenjak bergabung dengan Klubku tercinta Klub Berani Baking...barusan kali ini aku berkesempatan ikut memeriahkan ulang tahun KBB yang ke 4. Alhamdulillah senang sekali bisa ikutan gabung di klub ini. Ketemu teman baru, sharing resep dan ide-ide baru, problem solving dalam hal perbakingan, dan yang paling penting adalah...ketar-ketir menanti tantangan selanjutnya...hihihi. Makasih untuk semua temanku di KBB.


IMG_1046

IMG_1035

Kali ini tantangannya adalah membuat scone dengan tema Devonshire Party Tea, sebuah sajian minum teh khas Inggris yang konon berasal dari daerah Devon, dimana scones disajikan bersama clotted cream dan selai.

Sebenarnya pertama kali dapat surtcin agak-agak bingung sih. Secara belum pernah makan dan bikin yang namanya scones ini. Kalo lihat tampangnya dari goggling sana sini...bentuknya sama sekali nggak menarik *peaceee*. Tapi kok sampe jadi teman minum teh dalam budaya di Inggris mesti ada sesuatu yang spesial nih. Penasaran...



Resep yang aku coba adalah resepnya "Daily Delicious" yaitu cheese scones. Karena nggak begitu yakin rasanya bakalan ueeenak aku pilih yang pake keju...karena apa saja yang berkeju biasanya anak-anak suka *takut nggak ada penggemarnya sih* . Setelah aku bikin...lha kok punyaku bentuknya terlalu cantik untuk scone yak? Malah cenderung kayak kue sus bentuknya tapi teksturnya padat dan agak beremah. Rasanya yah lumayan enak *mungkin karena pake keju* apalagi kalo ditambah dengan krim dan selai strawberry...enak juga ternyata sambil minum teh susu...emang cucooookkk ^^...

Original recipenya dari Daily Delicious ya...aku modif dikit aja...

Bahan :
- 40 gr mentega asin, dinginkan, potong dadu
- 275 gr tepung terigu protein sedang
- 1 sdm baking powder
- 75 gr keju cheddar, parut
- 200gr yogurt plain
- 1 butir telur
- 1sdt whole grain mustard (aku skip)
- 1/2 sdt garam
- susu untuk olesan

Cara membuat :
  1. Panaskan oven 220 C. Alasi loyang dengan kertas roti.
  2. Campur susu dan yogurt. Sisihkan.
  3. Masukkan tepung, garam dan baking powder ke dalam food processor lalu proses agar tercampur rata.
  4. Tambahkan keju dan mentega. Proses hingga membentuk remah.
  5. Tuang cairan susu+telur. Proses lagi sampai memmbentuk adonan yang menggumpal.
  6. Pipihkan sedikit di atas meja bertabur tepung. Potong menggunakan cutter bulat.
  7. Tata di atas loyang. Olesi dengan susu cair . Panggang selama 15 menit.
  8. Sajikan hangat dengan selai dan cream atau sesuai selera.


Dan alhamdulillah... lulus ! makasih KBB tuk kesempatannya mencoba resep dan tantangan baru. Happy birthdayyy....

Saturday, 30 July 2011

KBB #24 : Rich Chocolate Tart





Asyiiik...akhirnya tiba juga hari ini. Dapat email dari host KBB kalo kita udah boleh publish tantangan ke 24 KBB : Rich Chocolate Tarts.

Alhamdulillah...pengerjaan tantangan kali ini nggak ada kesulitan yang berarti. Selain itu aku juga udah beberapa kali bikin pie cokelat ini sebelumnya. Jadi lumayan terbantulah dengan pengalaman yang kemarin marin.

Tekstur dan rasa fillingnya memang bener rich. Dibanding buatanku sebelumnya resep ini yang paling enak. Tapi menurutku kulitnya terlalu banyak butternya. Karena biasa aku bikin perbandingannya 1:2 dengan tepung. Hasilnya kulitnya kayak kukis...dan teksturnya sangat beremah. Tapi secara keseluruhan...hasilnya memuaskan.





Gambar di atas aku ambil beberapa saat setelah keluar dari oven. Seakaan-akan pie ini kurang nyokelat aku tambahkan siraman ganache lagi. Padahal aku cuma mencari hasil akhir yaitu permukaan pie yang licin. Aku biarkan sebentar lalu aku foto. Soalnya ngejar waktu. Kalo kesorean bisa dijamin hasil fotonya kurang memuaskan...jadi kelihatan ganachenya belum set dan masih meleh-leleh. Di bawah ini gambar setelah 1 hari di kulkas. Toppingnya udah benear-benar set.


Resepnya aku copy dari KBB ya :

KBB#24: Rich Chocolate Tart
Sumber: Best Food: Desserts. The Australian Women Weekly.
Untuk 10 porsi

Pastry
- 185g tepung terigu
- 25g coklat bubuk
- 55g icing sugar mixture
- 150g mentega dingin, cincang
- 2 kuning telur
- 1 sdt air dingin

Campur tepung, bubuk coklat, gula dan mentega di dalam mangkuk FP, lalu proses hingga tercampur rata. Masukkan kuning telur dan air, proses lagi hingga menggumpal. Uleni adonan hingga lembut. Tutup menggunakan plastik, dinginkan di kulkas selama 30 menit.

Panaskan oven, suhu sedang (moderate).

Giling adonan pastry hingga cukup lebar untuk memuat loyang tart bongkar pasang ukuran 24cm yang sudah diolesi mentega hingga ke sisi2nya. Letakkan pastry ke dalam loyang, tekan-tekan ke sisi-sisinya, lalu ratakan pinggirannya. Tutup, dinginkan di kulkas selama 30 menit.

Tutup pastry dengan baking paper, isi dengan kacang2an kering atau beras, letakkan di atas loyang oven. Panggang tanpa ditutup selama 15 menit. Keluarkan kertas dan kacang2an/beras, panggang lagi 10 menit hingga sedang kecoklatan. Dinginkan.

Chocolate Filling
- 4 kuning telur
- 2 butir telur
- 55g gula caster
- 80ml krim kental
- 300 DCC, lelehkan
- 1 sdt ekstrak vanilla (aku ganti vanilla pod)

Buatlah pastry, lalu turunkan panas oven hingga suhu rendah (moderately slow).

Kocok kuning telur, telur dan gula caster di dalam mangkuk kecil dengan mixer hingga kental dan creamy. Masukkan krim, coklat dan ekstrak. Tuang adonan coklat ke dalam pastry yang sudah dipanggang. Panggang selama 30 menit atau hingga filling matang/set. Dinginkan selama 10 menit. Jika suka taburi dengan ekstra coklat bubuk, hidangkan.



Di atas adalah step by step pembuatan kulit pie...


Di atas adalah step by step pembuatan filling...dan hasilnya adalah di bawah ini. Karena loyangku cuma berdiameter 20 cm maka adonan yang sisa aku isikan ke cetakan pie mini.



Finally, ucapan terimakasih untuk duo host Ade Sri dan Rita Desy yang sudah bersibuk-sibuk ria nongkrongin dan mengolah laporan kita. Makasih juga buat Mbak Arfi...yang walaupun masih dalam suasana berduka masih tetap terus updated kabar terbaru... makasih mbak untuk challengenya, bener-bener menggali kemampuan kita dalam menghasilkan karya yang terbaik.

Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...