Posts

Showing posts from March, 2013

African Gateau

Image
Kue ini adalah salah satu kue favorit keluarga yang mamaku dulu sering bikin. Zaman SD. Waktu itu tiramisu, cheese cake dan black forest belum terlalu populer di sini. Yang populer seperti kue lapis surabaya, lapis legit dan kue ini. Cakenya tidak terlalu manis karena vlanya sendiri udah manis. Tapi berhubung resepnya udah hilang aku modifikasi sendiri sesuai seleraku. Aku pake resep browkusnya Ny. Liem yang sudah kumodifikasi. Aku hilangkan emulsifiernya. Hasilnya tetap mengembang dan lembut. Setelah itu aku buatkan vla sendiri. Atasnya dikasih siraman ganache. Pas sekali...yuuummm!! andai kakakku Hasyim ada di sini. Dia sukaaaaaaaaa sekali kue ini. Asliiii suka...!! Syaratnya bikin kue ini adalah usahakan kue diisikan filling secepatnya begitu vla baru diangkat dari kompor. Kalau dibiarkan lama vla akan berkulit dan ketika dituang dia tidak akan menempel pada kue. Nanti ketika saatnya kue dipotong, lapisan vlanya akan terlepas. Nggak cantik lagi penyajiannya. Jadi tua

KBB #33 : Bagels

Image
Dapat surat cinta lageeeee. Alhamdulillah sampai saat ini aku belum pernah sekalipun melewatkan tantangan KBB. Aku merasa sangat rugi kalau nggak kerja tugas. Bukan apa apa. Tapi seringnya tugas yang diberikan memang belum pernah aku bikin sebelumnya. Jadi excited...harus bikin. Semangat dan motivasinya tinggi deh pokoknya.  Tugas Klub Berani Baking kali ini adalah membuat Bagel. Walaupun kelihatannya simpel tapi sebenarnya pembuatannya memerlukan keterampilan dan ketelatenan. Waktu bikinnya sampai dua hari pake acara nginap di kulkas dulu adonannya.Untuk resep karena di sini nggak ada barley malt syrup jadinya aku ganti dengan madu. Tepungnya juga tepung protein tinggi semua. Menurutku hal yang perlu diperhatikan adalah pembentukan dan fermentasi. Kalau untuk fermentasi harus memahami temperatur di daerah masing masing. Semakin panas semakin cepat naiknya. Dan ketika keluar dari kulkas adonan yang sudah mengembang agak susah ngambilnya. Agak mle

Banana Muffin Loaf

Image
Seperti biasa aku selalu sedia pisang di rumah. Biasanya sih karena memang aku beli sendiri. Tapi kali ini pisangnya sisa banyak keburu super matang karena si mbak tukang sayurnya pas aku belanja sayur kemarin dibonusin pisang susu sesisir. Nah, pisang susu ini cuma aku yang doyan. Beda dengan pisang emas, pisang raja dan pisang ambon...teksturnya agak seperti gabus. Kalau belum matang sekali sepet rasanya. Tapi kalau sudah matang sekali bisa lebih manis dibanding pisang lainnya. Karena aku maunya cepat diberdayakan...aku bikin muffin saja. Dan supaya lebih cepat lagi aku nggak tuang di loyang muffin tapi ke loyang loaf mini. Jadinya 2 setengah loyang. Hahhhhh leganyaaaaa... Resep bisa dilihat di sini . Aslinya resep Bu Sisca Suwitomo yang udah aku modifikasi. Tentu saja waktu panggangnya jadi bertambah karena ukurannya lebih besar. Yang penting permukaannya dah kecoklatan dan ketika ditusuk lidinya keluar dah kering.

Jangan Kates (Sayur Pepaya Muda)

Image
Kalau di Sulawesi jarang olahan sayur pepaya muda ini. Pertama kali makan di rumah mertua di Malang. Langsung suka. Iya enaklah...wong tinggal makan hihihi. Rasanya dan tekstur mirip labu siam. Tapi sayur pepaya ini kalau masih baru dimasak masih ada sensasi krenyesnya ketika dikunyah. Tapi kalau udah diinapkan semalaman berubah jadi lembut. tapi justru itu yang enak. Semakin lama, semakin sering dipanasi semakin merasuk juga bumbunya. Tapi kalau dipikir pikir dari segi kesehatan ya udah hilang sih vitaminnya. Mungkin cuman dapat serat dan rasa yang enak. Hihi...makanan Indonesia banyak lho yang diolah dengan cara begini. Segala macam sayur godog, sayur nangka, lodeh dst dst. Semakin bermalam semakin mlekok rasanya...jelas yang paling sehat ya sayuran mentah atau hanya dipanaskan sebentar. Tapi ya udah gitu ceritanya...kalau sayur santan enakan yang udah bermalam ^^

Ikan Kuah Asam (Menado)

Image
Pingin makan yang segar segar. Karena suami sukanya gorengan jadi seringnya ikan aku goreng saja. Sesekali dibalado ataupun kuah kuning. Nah kali ini aku bikin kuah asam Menado. Dinamakan kuah asam karena memang kuahnya berasa asam segar dari tambahan jeruk nipisnya. Kuahnya cenderung encer dan bening tapi kaya rasa karena banyak menggunakan rempah daun seperti sereh, daun jeruk, dan kemangi. Rasa asam didapatkan dari tomat dan jeruk nipis. Karena di halaman banyak belimbing aku tambahkan sedikit dalam masakan ini. Semoga tidak merubah originalitasnya. Oh iya tuk bumbu bumbu mayoritas aku ambil di halaman rumah. Sereh, daun bawang, daun jeruk purut, belimbing, jeruk nipis tumbuh di halaman. Biasanya juga orang menambahkan daun kunyit. Berhubung nggak ada yaaa gunakan yang ada aja dah. Untuk ikannya, aku menggunakan ikan kakap. Baunya tidak amis dan dagingnya lembut. Hubby suka, anak anakpun doyan. Aku suka makannya sambil dipletesin cabe rawitnya...nikmaaaaattt!! sampe keringa

Oseng Genjer

Image
Ini juga adalah salah satu sayur yang baru kali ini aku coba. Tanya sama penjual sayur katanya enaknya dioseng atau ditumis seperti kangkung.Siiiplah kalo gitu. Gampaaang...! Bumbunya cabe merah, cabe rawit (ini yang bikin mantap wanginya) bawang merah, bawang putih dan tomat serta sedikit terasi. Sedikit garam dan gula dan jadilah oseng genjerku. Sewaktu baru matang tambahkan teri goreng kering. Manteeeep. Menurutku rasanya perpaduan antara kangkung dan sawi. Ada hint pahitnya. Teksturnya lembut  agak mirip sayur pakis. Nggak renyah seperti batang kangkung tapi tetap enaklah sebagai variasi sayur.

Bubur Jali

Image
Terima kasih tuk support dan doanya teman teman. Alhamdulillah setelah mengistirahatkan tubuh I feel much better now. Ngga sabar tuk posting. List resep udah numpuk . Karena aku tetap masak,  baking and taking pictures... cuman istirahat blogging ^^. Malah jadi lebih berat posting semua dalam satu hari wkwkwkwkwkw... Resep ini simple kayak bikin bubur kacang ijo aja jadi resepnya nggak usah dishare ya. Kemarin waktu ke Makassar ketemu jali di Hero. Ternyata kalau di luar negeri ini namanya barley walaupun barley ada macam macam jenisnya. Tapi kalau lihat bentuknya, kayaknya aku pernah nemu di hutan sini. Aslinya seperti tanaman yang sering dibikin manik manik tuk dijadikan tirai. Kulit luarnya keras. Seumur umur belum pernah icip gimana rasanya. Yang jelas perlakuannya seperti bikin bubur kacang ijo. Direndam dulu sekitar 1-2 jam. Habis itu dimasak bersama air dan daun pandan sampai empuk. Setelah empuk turunkan santan dan gula merah, sedikit garam. Disajikan bersama santan kenta

Rehat Sejenak...

Image
Kangeeeeen ngeblog...kangen juga sama teman teman pembaca setia, semoga semuanya dalam keadaan sehat walafiat ya. Maaf kalau aku terlalu lama istirahatnya. Maaf juga kalau ada komen komen yang tak sempat dijawab. Kemarin aku sekeluarga ke Makassar selama 4 hari, tapi sepulang dari Makassar pun aku nggak ada semangat tuk posting. Sudah beberapa minggu ini aku sering sakit kepala. Tambah parah kalau di depan komputer. Mata rasanya perih dan bengkak. Jadi kalaupun buka internet hanya bisa sebentar saja. Mungkin selama ini aku terlalu bersemangat blogging. Saking seringnya sampe sampe aku juga sering terlalu lama di depan komputer. Saatnya tuk istirahat sejenak. Mengistirahatkan mata dan punggung. Dan mungkin nggak akan seperti dulu lagi. Ngeblog dibatasi sehingga mungkin postingannya juga berkurang. Harap maklum ya teman teman...

IDFB Challenge #9 : Papeda (Bubur Sagu)

Image
Tema IDFB challenge bulan ini adalah bubur gurih nusantara. Kalau mengikut asal daerahku Sulawesi Selatan harusnya sih aku bikin barobbo' . Tapi karena sudah ada yang bikin akhirnya aku memilih tuk bikin papeda. Papeda adalah makanan khas masyarakat Papua, Maluku dan sekitarnya. Berupa bubur yang dibuat dari sagu basah dari pohon sagu. Teksturnya beda dengan tepung sagu kemasan karena belum melewati proses pengeringan pabrik. Baunya khas agak kecut. Kalau aku masak sagu ini hubby nggak berani dekat dekat dapur. Dia heran kok orang suka sama makanan yang baunya seperti itu. Olahan ikan kuah kuningnya sih suka tapi sagunya tidak lah yaaaawww...ya gak papalah, rugi sendiri deh wkwkwkwk. Bagi orang yang belum pernah makan atau lebih tepatnya menyeruput papeda ini mungkin berasa aneh ya. Bentuk dan teksturnya yang menyerupai lem membuat leher agak geli ketika pertama kali lewat kerongkongan. Bingung cara makannya, dikunyah gak bisa, ditelan juga aneh. Hihi...tapi ka

Banana Butter Cake with Nutella Buttercream

Image
Yang namanya segala jenis kue pisang sudah aku coba. Mulai banana bread, muffin pisang, cake pisang cokelat, banana roll...dst dst. Ternyata baru nyadar kalau belum pernah coba bersi buttercakenya. Nah resep ini aku lihat di salah satu blog favoritku Vivian Pang Kitchen . Katanya kalau pecinta pisang harus mencoba resep ini. Karena aku merasa...ya akhirnya aku ikutan bikin juga. Tertarik sama metode butter cake pisah telur. Sudah pernah coba teknik ini dan hasilnya memang lebih lembut tidak seperti butter cake umumnya yang padat dan agak berat. Resep aku tiru plek tapi aku skip penggunaan baking powder dan soda kuenya. Cuman pengen tau efeknya di kue ini. Apakah tetap akan mengembang atau tidak...karena sudah menggunakan teknik pisah telur.  Aku nggak pake poppy seed karena nggak punya. Dan karena Nutella ku juga masih banyak aku tertarik membuat Nutella buttercream tuk disandingkan dengan banana butter cake ini. Ternyata rasanya pas sekali. Enak. Cuman rasa pisangnya kurang nen

Pallu Basa Makassar

Image
Banyak orang yang bilang makanan Makassar mirip mirip bentuknya dan rasanya. Yang dimaksud itu mungkin adalah coto, konro, sop sodara dan pallu basa. Sebenarnya kalau lidah kita sudah sering mencicipinya rasanya tidak ada yang sama. Memang sepintas penampakan kuahnya agak mirip gelap kehitaman tapi bumbunya sangat berbeda. Semua makanan di atas kecuali konro umumnya menggunakan jeroan. Kalau konro menggunakan tulang. Tapi itu sesuai selera masing masing. Kalau aku bikin, jeroan diskip cuman pake daging. Bumbu pengentalnya juga berbeda. Kalau konro menggunakan kaloa/kluwek, kalau coto menggunakan kacang goreng yang dihaluskan, pallu basa menggunakan kelapa parut sangrai yang dihaluskan, sedangkan sop sodara kuahnya tidak terlalu kental karena walaupun menggunakan telur kocok di akhir proses pemasakannya, perbandingan dengan kuahnya jauh sekali. Nah jelas kan perbedaannya. Dilihat dari bumbunya saja sudah bisa ditebak semua aroma masakan ini berbeda.  Kali ini aku mencoba me

Triple Chocolate Mouse Cake

Image
Pertama lihat mouse cake ini di blognya Bunda Ricke "Ordinary Kitchen" .  Beliau modifikasi dari resep aslinya di PastryPal . Dua duanya menarik, kalau Bunda Ricke dibuat ukuran bulat besar sedangkan pastrypal dibuat ukuran individu. Aku tertarik model satuan yang imut ini. Tertantang tuk bikin model seperti itu. Selain aku juga gak punya ring besar. Adanya mika mika plastik kecil. Kebetulan juga aku pingin praktekkan dekorasi cokelat yang menggunakan bubble wrap sebagai cetakannya. Hmmmm... menarik bukan? Cake dasarnya aku bagi dua dari resep aslinya karena kayaknya lebih banyak dibanding mousenya. Ternyata setengah resep aja sisa. Mousenya sesuai ukuran aslinya. Cokelat crunchnya aku ganti dengan hiasan white coklat dan punyaku nggak disajikan bersama saus cokelat karena menurutku begini aja udah enak. Glazenya juga aku cuman krim kental dan cokelat karena nggak punya bahan lainnya. Hasil jadinya 7 individu mouse cake yang cantik dan lembut. Kata anak anak

Blueberry Streussel Bread, Chocolate Cream Cheese and Coffee Bun

Image
Hari ini lagi pengen bereksperimen dengan beberapa jenis roti. Resep rotinya sendiri hanya satu macam yaitu  roti dengan metode water roux. Cuman sepertiganya aku beri cokelat pasta sehingga menjadi 3 variant. Strawberry Streussel Bread yaitu roti yang dibentuk kepang dan ditaburi streussel dan selai blueberry. Gambarnya di atas. Chocolate creamcheese bun yaitu roti cokelat yang diisi adonan creamcheese dan yang ketiga coffee bun. Isiannya creamcheese juga tapi toppingnya kopi. Fillingnya aku lihat di resepnya Veronica's Kitchen via WendyInkk . Thanks to both of you for sharing this great recipe.   Kenapa aku posting lagi coffee bunnya padahal dulu udah pernah?? karena aku sedang mencari resep topping kopi yang renyahnya bertahan lama seperti roti boy. Selama beberapa kali bikin, yang terakhir inilah yang paling mendekati teksturnya. Biasanya adonan toppingnya renyah ketika masih panas. Begitu dingin langsung melempem. Lapisannya pun tipis...kayaknya