Showing posts with label NCC Week. Show all posts
Showing posts with label NCC Week. Show all posts

Saturday, 13 April 2013

NCC- JTIW : Jaje Batun Bedil (Bali)




Laporan ketigaku untuk NCC JTIW. Sebenarnya ini adalah resep tuk Majalah Rasa Indonesia tapi sekalian aja aku setoran juga buat ajang ini. Karena temanya cocok. 
Namanya jaja (baca: jaje) batun bedil dari daerah Bali. Mirip mirip gempol tapi ini disajikan dengan taburan kelapa parut. Jaje artinya adalah kue/jajan sedangkan batun bedil adalah biji peluru. Koreksinya ya temen temen dari Bali yuhuuuu *Sashy* ....

Apa hubungannya dengan peluru?? hehe aslinya kue ini adonan ketannya dibentuk bulat dengan ujung runcing seperti peluru tapi yang populer memang dibentuk seperti di atas. Kalau di Makassar ini namanya katiri mandi. 

Tuk resep tunggu Majalah Rasa Indonesia edisi 5 terbit yaaaaaa....*biar penasaran*

NCC JTIW : Sanggara' Belanda (Makassar)



Ini laporan keduaku tuk ajang NCC-JTIW. Nanti malam deadlinenya dan aku baru setor mepet mepet hehe. Nggak papalah yang penting dah ikut partisipasi. Ya kan??

Sanggara Belanda dalam bahasa Indonesia berarti pisang goreng belanda. Kenapa dinamakan Belanda kami juga tidak tau pastinya. Yang jelas kue ini sudah ada sejak dulu dan selalu jadi salah satu sajian dalam acara acara khusus yang disajikan bersama kue kue tradisional lain dalam piring 'bosara'. Mungkin saja kue ini ada sejak jaman penjajahan Belanda. Atau bahkan termasuk salah satu dessert mereka yang ditiru oleh nenek moyang kita. Mungkin juga itu hanya penamaan saja. Karena pisang ini menggunakan filling margarin/butter yang notabene dulu bukan merupakan bahan makanan populer kita makanya dinamakan belanda. Pisang gorengnya beda dengan pisang goreng biasa yang dicelup tepung dan digoreng. Yang ini ada rasa rasa Belandanya. Begitu orang orang tua biasa menyebutkan makanan berbau luar negeri. Wallahu alam...

Ciri khas pisang goreng belanda adalah harus menggunakan pisang raja yang bagus matangnya. Tidak boleh menggunakan pisang lain karena beda aroma dan rasanya. Pisang raja tinggi kandungan gulanya sehingga kalau digoreng akan terjadi proses karamelisasi yang menghasilkan aroma khas. Wangi....enaaaak...!! Minyak akan menjadi keruh karena kandungan gula dalam pisang mengkaramel. Pisang ini digoreng 2x untuk mendapatkan penampakan dan rasa yang pas. Penggorengan pertama untuk mengeluarkan bau karamel pisangnya. Yang kedua untuk mematangkan celupan telurnya. Kalau langsung dicelup dan digoreng akan beda aromanya. Coba saja deh...
Dan tujuan dari pemberian filling dalam keadaan masih panas adalah untuk melelehkan margarin/butter dan gula di dalam pisang. Nanti yang terlihat hanya kacangnya. Margarin dan gula berubah menjadi saus karamel. Mantaaaaapp...apalagi disantap dalam keadaan dingin.




Anak anakku suka ditambahkan parutan keju. Biasalah anak anak sekarang. Makanan serba dikeju dan dicoklatin. hehe....








Friday, 12 April 2013

NCC JTIW : Kue Kembang Seruni (Makassar)



Ini kali kedua aku posting kue kembang seruni. Pingin juga ikutan ajang NCC JTI (jajanan tradisional Indonesia). Orang orang udah pada setoran ke 4 ke 5 dan seterusnya, aku malah baru setor. Gemes juga karena jajanan Makassar atau Sulawesi Selatan masih kurang terekspose. Orang hanya mengenal pisang hijau. Padahal banyak sekali kue kue tradisional lainnya yang belum terekspose. Contohnya bolu peca', ka'dong bo'dong, cucur bayao, siri manis, biji nangka dan masih banyak puluhan lainnya...

Beberapa kue ini memang bukanlah jajan pasar yang umum. Jarang dijumpai di pasar. Biasanya dibuat pada saat acara acara besar saja seperti pernikahan. Disusun dalam piring  sedemikian rupa dan ditempatkan dalam piring saji bertutup yang dinamakan 'bosara'. Cirinya satu. Maniiiiiis dan menggunakan banyak telur. Untuk sebagian orang dianggap kemanisan dan berbau telur tapi begitulah adanya. Justru ternyata banyak yang suka malahan kalau acara acara besar selalu dicari.

Kue kembang seruni ini mirip kue ku dari Jawa. Tapi isiannya terbuat dari kentang dan dimakan bersama saus santan. Aslinya kue ini tidak menggunakan pinset bergerigi membentuknya. Cukup menggunakan ujung jari jempol dan telunjuk dijepit jepi sampai terbentuk motifnya. Mulai dari arah tengah ke luar. Kalau punyaku kayaknya lebih mirip mawar deh daripada seruni. Tapi gak papalah...setidaknya ada gambaran seperti apa rupanya kue yang satu ini.


Sunday, 3 April 2011

Bolu Kukus Orange dan Poppyseed



Pingin ikutan NCC bolkus week nih. Setelah pikir-pikir ide baru buat modifikasi bolu kukus biar gak monoton...aku akhirnya mengambil resep Mbak Heryanti Saleh..(makasih ya mbak). Terinspirasi dari resep cake sirup ibuku...aku modifikasi cairan dalam resep Mbak Yanti yang semula santan menjadi sirup jeruk + minuman soda rasa orange. Untuk efek krenyes-krenyes aku tambahkan poppyseed. Waaaah...hasilnya ternyata mengejutkaaan...enaknyaaa...^^ lebih lembut dari bolkus yang biasa dan gak seret di leher...

Di bawah ini resep yang udah kumodifikasi ya...aku kurangi gulanya karena sirup jeruknya juga manis...

Bahan :
- 2 butir telur
- 130 gr gula pasir
- 1 sdt emulsifier (aku pake TBM)
- 200 gr terigu protein sedang
- 100 ml minuman bersoda rasa orange (mis : Fanta orange)
- 100 ml sirup jeruk (mis : ABC jeruk Florida)
- 1 sdm poppyseed

Cara membuat :
  1. Mix telur, gula pasir dan 1/2 bagian emulsifier dengan kecepatan tinggi sampai putih dan mengembang.
  2. Masukkan terigu, soda orang dan sirup jeruk secara bergantian, mix dengan kecepatan rendah sampai habis.
  3. Masukkan sisa emulsifier dan poppyseed. Mix adonan dengan kecepatan tinggi sekitar 5-7 menit.
  4. Siap dimasukkan ke dalam loyang bolu kukus yang sudah dialasi papercup. Taburi lagi sedikit poppyseed di atasnya.
  5. Kukus dengan api besar selama 15 menit.


Monday, 25 October 2010

Bangket Kelapa Spekuk


Dalam rangka memeriahkan 'Bangket Week' nya NCC aku juga ikutan nyetor yaa...
Setelah ngobrak-abrik resep akhirnya pilihanku jatuh ke resepnya Mbak Nadrah Shahab yaitu bangket kelapa. Pertamanya sih pingin cari resep bangket dari daerah sendiri. Memang dah sering makan tapi kok ternyata susaaaah amat cari resepnya. Kalo di Sulawesi sih namanya 'Bagea'. Sama terbuat dari sagu juga, malahan ada yang dari sagu asli alias sagu basah...hehe. Pake kelapa juga dan kadang ditambah kayu manis. Tapi karena tanya sana sini gak ketemu resep yang pas...akhirnya aku cari resep yang paling mirip aja yaitu resepnya Mbak Nadrah.

Tekstur kuenya pas masih belum jadi sih seperti kue kering pada umumnya. Mungkin karena adonannya memakai telur jadi gak terlalu susah/ngeprul seperti resep temen-temen yang tidak menggunakan telur. Alhamdulillah prosesnya pembuatannya cepat selesai karena aku pake sistim giling cetak. Resep Mbak Nadrah kumodif dikit. Karena aku penggemar spekuk, jadi resep yang aslinya menggunakan gula pasir kuganti menjadi gula merah. Menurutku lebih klop...hehehe..

Ternyata bener...pas dah jadi...hmmm enaknya. Apalagi buat temen minum teh. Paduan kelapa, gula merah dan spekuk ternya pas banget. Apalagi spekuknya buatan sendiri...hehe narcis deh. Kalo di resep aslinya pake cengkih, pala, dan kayu manis. Kalo aku menambahkan kapulaga dikit. Biar tambah mantaaafff... Nah ini dia resep aslinya Mbak Nadrah. Aku cuman bikin 1/3 resep tapi jadinya lumayan banyak.




Bahan:
- 250 gr terigu di sangrai
- 750 gr sagu disangrai
- 8 butir telur
- 450 gr gula (aku pake gula merah)
- 2 butir kelapa sedang, parut dan sangrai sampai kuning (aku blender)
- 100 gr margarine
- 1 sdt soda kue
- 1/2 sdt garam
- 3 sdt kayu manis
- 3 sdt pala
- 1 sdt cengkih

Cara membuat :
  1. Kocok telur dan mentega sampai kental, lalu tambahkan gula, soda kue dan garam.
  2. Masukkan kelapa. Aduk rata. Masukkan terigu, sagu dan rempah, aduk.
  3. Giling dengan ketebalan sekitar 0,75 cm. Cetak menggunakan cookie cutter. Susun di talam beroles margarin.
  4. Panggang dengan panas oven 140 C sekitar 15 menit.
  5. Angkat, dinginkan dan simpan dalam wadah tertutup rapat.
Makasih buat Mbak Nadrah ya...aku akan coba resep versi yang lain juga...


Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...