HESTI'S KITCHEN : yummy for your tummy

Minggu, 13 April 2014

Puding Yogurt Strawberry dengan Fruit Cocktail



Ingin menghabiskan sisa fruit cocktail di kulkas, aku berdayakan saja ke dalam campuran puding. Pudingnya pun simpel pake yang sachetan. Supaya teksturnya kenyal lembut aku gunakan campuran agar dan jelly. Masing masing 1 sachet. Jellynya pakai jelly yogurt strawberry merk Nutrijel. Enak. Pas menurutku. Aku gunakan susu cair 1 liter ditambah air biasa 500 ml. Total cairan 1500 ml. Untuk pemanisnya aku tambahkan gula pasir 200 gr. Semuanya dimasak sampai mendidih kecuali buah kalengnya. Buah aku tiriskan dari airnya dan aku susun di dasar cetakan agar. Setelah puding mendidih tuang perlahan ke dalam cetakan. Hilangkan uap panas dan siap didinginkan di kulkas.

Yummiiii...segeerr dimakan dingin dingin ^^




5 Thousand Dollars Starter Dough Bread

 
 

Kalau dilihat judulnya serasa ini roti mahal kayak apa ya...sampai seharga 5 ribu dollar. Tapi ini cuma nama lho. Lagi cari cari tau kenapa disebut demikian. Tapi terlepas dari namanya memang roti ini hasil akhirnya lembut sekali. Saingan sama water roux/tang zhong method. Aku belum tau kalau disimpan sampai besok besok apa masih lembut ya.

Adonannya menggunakan bahan biang dan melalui 3 tahap fermentasi. Pertama fermentasi biang, kedua fermentasi setelah dicampur dengan adonan inti, yang ketiga fermentasi tahap akhir setelah dibentuk. Walau begitu tidak ada jejak bau asam/ragi pada rotinya. Malah wangi susu. Punyaku ada tambahan habbatussauda atau jintan hitamnya. Rasanya enak dan unik. Sukaaaa...

Terima kasih kepada Vivian Pang sudah sharing resepnya. Resep ini memang sudah populer di kalangan blogger tetangga dan disebut sebut menyamai tang zhong method ^^. Uniknya roti ini menggunakan campuran tepung terigu protein tinggi dan rendah. Meskipin demikian hasilnya tetap lembut. Vivian menambahkan biji wijen hitam tuk variasi. Karena di rumah cuma ada habbatussauda tidak ada salahnya aku pakai. Ternyata cocok. Untuk step by step bisa dilihat di Cuisine Paradise.

Jumat, 04 April 2014

Berkebun...



Selain baking, aku termasuk tipe orang yang suka mencari hiburan dengan berkebun. Dan biasanya si kecil Hanif juga tidak mau ketinggalan. Memang dia suka eksplorasi alam. Termasuk berkebun ini. Dengan berkebun dia jadi tau beberapa jenis tanaman buah dan tanaman sayur. Jadi kalo emaknya dah bergulat dengan tanah, dah pasti ada asisten siap sedia di samping. Tunggu disuruh ambil tanahlah...atau pupuklah...menyiramlah atau bahkan ikut juga mencangkul, hehehe. Kasihan juga...selain keringatan beberapa bekas bentol digigit nyamuk terlihat. Tapi dia happy...

Bagiku berkebun bisa menghilangkan penat, refreshing, sekaligus juga menghasilkan. Menghasilkan??? iya bukan menghasilkan uang...tapi  hasil kebunku walaupun kecil bisa membantu memenuhi kebutuhan bumbu dapur sehari hari. Seperti cabe rawit, kucai, tomat,  daun seledri dan beberapa sayuran lain. Malah sekarang lagi tertarik membeli bibit impor. Beberapa dapat dengan mudah tumbuh tapi sebagian lain nggak mau hidup. Mungkin gak cocok sama tanah atau iklimnya. Yang mogok tumbuh itu rosemary dan oregano. Beberapa diantara yang bisa tumbuh yaitu bayam, basil, coriander, dan seledri. Bayamnya beda dengan bayam kita pada umumnya. Seledrinya pun memiliki batang besar besar. Basil dan coriandernya juga subur sekali.






Dan ternyata...nggak nyangka aku juga bisa tanam paprika. Iseng aja waktu beli paprika merah bijinya aku tanam. Eh ternyata bertunas. Setelah di pindah ke halaman dia bisa subur dan sekarang berbuah. Walaupun pohonnya kecil, buahnya tetap berukuran normal. Lumayankan...gak perlu beli lagi kalau mau bikin pizza...hehe. Di bawah ini deretan seledriku...disimpan di depan pintu dapur. Begitu butuh...hap hap langsung potong ^^




 

 

 

Daun basilnya gede gede ^^



Beberapa bibit yang aku beli di Ace Hardware...



Di bawah kelihatan Hanif kelihatan serius memotong cabang cabang bunga yang sudah merimbun.



 

 

Di bawah ini kenang kenangan waktu masih berada di rumah yang lama. Teteup judulnya berkebun...




 Bersama kakak Iyut dan mas tukang kebun...



Miss so much rumah jalan Buton ku >,<

Kamis, 03 April 2014

Bluder Cake



Sukaaaa sekali sama kue bluder ini. Mungkin rasanya sederhana tapi aroma khasnya itu yang bikin ketagihan. Cake tapi beraroma ragi. Enaaak. Apalagi sama resep mamaku ini.
Pas menjelajah resep jadul beliau aku ketemu resep bluder ini. Segera aku praktekkan. Dan terobatilah rinduku...walaupun cuma mencoba setengah resep dari resep di bawah ini. langsung habis dalam sekejap. Ternyata anak anak dan hubby juga suka ^^


Kalau kata mama...pada proses pemanggangannya, masukkan semangkuk kecil air (dalam wadah tahan panas) dan diletakkan di samping atau rak atas kue. Ini untuk menjaga kelembaban kue. Tapi karena aku lupa diskip deh. Hasilnya tetap enak menurutku ^^

Jus Jambu Biji + Manggis



Assalamualaikum. 
Apa kabar teman semua? semoga di musim seperti sekarang ini semuanya sehat walafiat ya.

Kangeeeen ngeblog... 
Sebenarnya kemarin itu cutinya cuma 5 hari ke Makassar tapi istirahatnya yang lama. Di Makassar sudah kena flu berat. Pas sampai Sorowako tambah parah. Deman panas dingin. Hidung mampet. Sekarang udah baikan alhamdulillah. Hari ini mau share resep jus jambu manggis. Nggak ada yang istimewa sebenarnya semua orang juga bisa bikin jus. Tinggal tambah air dikit lalu diblender. Kebetulan masih banyak jambu dan manggis. Aku boost minum jus ini ketika sakit kemarin. Alhamdulillah kerasa khasiatnya. Dua duanya tinggi vitamin C jadi mempercepat proses penyembuhan.



Selasa, 18 Maret 2014

Martabak Bolu Mini



Hari ini coba bikin martabak manis mini. Resepnya lihat di mbak Rina Rinso. Resep asli dari mbak Irene. Resep ini dah jadi resep andalan para blogger jadi aku penasaran dong, pingin buat juga. Hasilnya tentu saja lembut, manisnya pas dan gurih. Pinggirannya krispy gitu, kalau dimakan panas panas terdengan bunyi kriuk kriuknya. Anak anak pulang sekolah, baru habis makan nasi langsung sambung lagi masing masing martabak manisnya 2 buah. Artinya mereka suka beneeer. Memang nggak kalah sama yang dijual sama abang di pinggir jalan. Bedanya cuma di ukuran saja. Makasih buat mbak Rina yang sudah sharing resep dan ngiming ngimingin kita...hehe. resep bisa di intip di Dapurnya Rina.

Di bawah ini tampak seratnya ketika dipotong dengan pisau...



Yang satu lagi seratnya ketika martabaknya dipotong dengan tangan...


Sabtu, 15 Maret 2014

Mangkok Dadar Vla Nangka


 

 


Pernah beli kue ini di pasar tapi ngga tau namanya. Langsung suka dan penasaran sama resepnya. Dari rasanya sepertinya adonan kulit mirip dengan kue dadar gulung dan adonan vlanya memakai santan. Walaupun rasanya sederhana tapi aku suka sekali karena pas sekali perpaduan pandan, vla santan dan nangkanya. Aku cari cari resepnya di google kok nggak ada ya cuman satu aja ketemu resepnya mbak Dyah Anggraini di "Arby's Rumah Kue". Beliau menyebutnya kue lumpur. Memang sih bentuknya kayak kue lumpur tapi proses pembuatan dan bahannya agak beda. Kalau dibilang kue dadar bukan juga karena sama sekali nggak didadar. Apa dong nama yang cocok. Apa memang kue ini belum populer ya...sayang kalau begitu karena rasanya enak.

Akhirnya aku bikin hari ini dengan memodifikasi resep mbak Dyah karena ingin sekalian menghabiskan terigu yang sisa 200 gram. Kebetulan juga kemarin dapat nangka yang maniiiiiis banget dari temanku. Setelah jadi aku coba membandingkan rasanya dengan yang pernah aku beli dulu. Udah mirip vlanya tapi kulitnya agak beda dikit. Susah menjelaskan di mana bedanya tapi yang jelas sudah lumayan puas bisa membuat kue ini. Lumayan bisa buat takjil atau arisan ^^

Related Posts with Thumbnails