HESTI'S KITCHEN : yummy for your tummy

Senin, 15 Desember 2014

Bistik Tempe Saus Lada Hitam



Pingin coba coba bikin bistik yang lebih sehat. Niat awalnya sih bikin burger tempe. Tapi setelah aku icip...kayaknya anak anak bakalan nggak terlalu suka karena rasa tempenya kuat sekali. Mungkin kalau tempenya digoreng dulu sih aromanya nggak terlalu langu ya. Tapi ini kan dikukus. Walaupun udah diberi bumbu dan ditambahh daging masih kuat aroma tempenya. Bukannya nggak enak sih...untuk ukuran tempe ini sudah canggih banget hehe. Tapi kayaknya lebih enak kalau dimakan bersama saus. Dan saus yang cocok kayaknya saus lada hitam karena aroma sausnya jadi kuat setelah diberi lada hitam. Resep saus aku intip di blognya mbak Endang "Just Try &Taste"

Ternyata benar sekaliiii...setelah diberi saus anak anak suka sekali. Piringnya licin, tandas tak bersisa. Ternyata perubahan kecil bisa berarti banyak ya. Bahkan sayur mayurnya pun habis. Jarang jarang niy kejadian ^^
Oh iya tips buat teman teman yang ingin mencoba kalau membuat bistik tempe ini jangan terlalu tebal. Kalau adonan agak tipis, ketika dipanaskan dengan margarin dan sedikit minyak aromanya jadi gurih merasuk ke dalam tempe. Seperti di gambar...sudah pas menurutku. Steaknya tidak terlalu tipis tidak juga terlalu tebal...

Pizza Goreng



Sebenarnya pizza goreng ini sama aja dengan pizza lainnya. Bedanya setelah diberi isian dibentuk seperti pastel/panada kemudian diforeng. Ngga terpikirkan mau bikin ini sih. Cuma pas kemarin lagi bikin pizza hubby bilang, "Bisa nggak pizza digoreng??" ya aku jawablah bisa. Kenapa tidak. Kan resep dough dan toppingnya sama bedanya bahan yang biasanya jadi topping sekarang jadi filling.

Jadi ceritanya adonan pizza yang masih sepertiga bagian aku bentuk seperti pastel. Aku fermentasikan sebentar lalu digoreng. Hasilnya??? enaaak juga...ya walaupun tambah lagi kalorinya dikit karena digoreng ya. Kan cuman sekali kali. Itupun susah fotonya...langsung habis dalam sekejap. Pizza gorengnya yang cuma 8 biji ukuran lumayan langsung raib. Jadi di fotopun seadanya aja...ternyata memang kalau gorengan nggak ada yang nolak yaaaa






Resepnya sama saja dengan meatlover pizza di sini ya....silahkan berimprovisasi sendiri.Tuh lihat...betapa nikmatnya ketika disantap hangat hangat. Kejunya masih molor molor ^^








Sabtu, 13 Desember 2014

PINDANG JAWARA



Sekarang sudah masuk musim penghujan. Anak anak pun libur semesteran, jadi seringnya nongkrong di rumah aja. Nah kalau lagi malas keluar enaknya kalau ada stok makanan di rumah. Yang pengolahannya simple. Seperti ikan PINDANG JAWARA ini. Alhamdulillah pindang ini sudah kaya rasa. Sehingga kita nggak perlu repot mengolah yang rumit rumit. Cukup dikukus atau dipanaskan dengan sedikit minyak di pan anti lengket, jadilah ikan pindang nikmat siap santap. Apalagi ikan ini sudah dilengkapi dengan sambalnya. Efisien bukan??

Biasanya kan kita malas mengolah ikan bandeng karena duri durinya yang banyak. Nah dengan pengolahan pindang sistem slow cooking ini tulang ikannya pun menjadi rapuh, sama halnya dengan bandeng presto. Jadi tidak perlu khawatir lagi.

PINDANG JAWARA ini adalah produk olahan ikan yang berasal dari Bandung. Terdiri dari dua varian yaitu PINDANG BANDENG dan PINDANG TONGKOL. Yang menarik adalah pindang ini berbeda dengan pindang pindang pada umumnya dijual di pasar tradisional yang hanya dimasak dengan air dan garam. Ikan PINDANG JAWARA ini kaya bumbu dan dimasak dengan teknik alami dan tradisional, tanpa pengawet atau MSG. Berbeda juga dengan olahan presto, PINDANG JAWARA menerapkan prinsip slow cooking dengan proses pemasakan hingga 8 jam dalam tungku, sehingga resep bumbu rahasianya mampu menyerap dengan baik ke dalam daging ikan bandeng ataupun tongkol yang dagingnya terkenal rapat dan padat. Teknik pindang sendiri adalah teknik mengawetkan secara alami tanpa pengawet buatan (kimia). Jadi tanpa ditambahi pengawet kimia pun ikan ini akan awet. Untuk disimpan diluar freezer, ikan ini bisa tahan hingga 4 hari (untuk kasus tertentu bisa lebih lama lagi, misalkan di suatu tempat bersuhu dingin). 





Kita tau kan sebagai bahan pangan ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin dan mineral yang sangat baik. Keunggulan utama protein ikan dibanding produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam aminonya dan sangat mudah dicerna oleh tubuh. Ikan juga mengandung asam lemak terutama asam lemak omega-3 yang sangat penting perannya bagi perkembangan otak anak dan kesehatan. Khusus untuk ikan bandeng, ikan ini tergolong sebagai ikan berprotein tinggi dan rendah lemak. Sedangkan untuk ikan tongkol, selain rasanya lezat dan bergizi, ikan tongkol juga memiliki manfaat yang baik, antara lain merangsang pertumbuhan sel-sel darah merah, dan menghambat proses penuaan, serta baik bagi penderita reumatik dan anemia. Selain itu, beberapa penyakit bisa diminimalisir  dengan mengkonsumsi ikan tongkol.

 

Nah setelah mengetahui kandungan gizi dan manfaatnya tidak ada alasan untuk menghindari konsumsi ikan bukan?? kalau tidak mau repot ya silahkan beli saja PINDANG JAWARA. Berminat?? Silahkan hubungi website PINDANG JAWARA untuk pemesanan.

Nah untuk hari ini kami sekeluarga menikmati pindang bandeng...lihat saja gambarnya di bawah. Menggiurkan kan??? Rasanya enak. Bumbunya pas dan teksturnya lembut. Dan yang penting, tidak perlu khawatir karena olahan ikan ini tidak mengandung msg dan pengawet. Yuk mari makaaann ^^




Puding "Tauwa" Wedang Jahe


Pertama kali makan tauwa ini waktu lagi liburan ke Malang. Dalam perjalanan Malang - Turen kami singgah sholat dzuhur di sebuah mesjid. Di dekat mesjid itu ada penjual tahu tauwa. Aku sih cuma lihat aja dari jauh sambil penasaran. Kayaknya bapak mertuaku ngerti dan langsung membelikan semangkuk tahu tauwa. Sebenarnya sih perut sudah penuh karena baru saja makan siang. Tapi karena penasaran sama jajanan yang satu ini langsung diicip. Rasanya??? alhamdulillah langsung terasa di leher hangatnya. Pedasnya wedang jahe yang masih panas berpadu dengan tauwanya yang lembut jadi pas banget. Rasa tauwanya cenderung tawar tapi teksturnya unik. Sangat lembuuuut seperti puding sutra. Cukup disesap saja sudah lumer di mulut. Ternyata tauwa ini terbuat dari sari kedelai. Kedelai diolah sedemikian rupa hingga didapatlah adonan bertekstur seperti puding ini. Kalau di Sulawesi ada juga yang mirip mirip, namanya air tahu. Tapi gak pake wedang jahe. 

Aku langsung jatuh cinta sama air jahenya yang pas banget. Pas manisnya, pas pedesnya....kayaknya cocok banget ini disantap kalau lagi masuk angin. Cuma kalau di Jawa aku lihat gulanya merahnya cantik ya. Warnanya  agak kuning ngga terlalu gelap tapi manis. Kalau di tempatku gula aren warnanya gelap cokelat kehitaman. Di kepalaku sudah ada niat pingin bikin puding yang terinspirasi dari tauwa ini.





Hari ini aku bikinlah si puding tauwa ini. Aku beli susu kedelai merk V-Soy ukuran 1 liter. Susunya lumayan kental menurutku artinya kandungan kedelainya mungkin lumayan banyak ya. Aku tambahkan 400 ml air supaya pudingnya bisa lembut. Rasanya udah agak manis jadi nanti kalau dibikin puding nggak perlu ditambah banyak gula. Nah...setelah aku bikin alhamdulillah udah dapat rasanya tapi walaupun jahenya aku masak lumayan lama, pedesnya tetep nggak seperti punya pak penjual itu. Tapi dah lumayanlah tuk mengobati rinduku. Enak juga. Anak anak juga suka semua. Aku bikin pudingnya seperti puding sutra yang lembut. Ternyata puding ini lebih enak disantap dengan kuah hangat dibanding dingin dari kulkas. Jadi setiap aku mau makan aku panaskan dulu kuahnya biar benar benar terasa hangatnya di perut ^^

Berikut bahannya ya :

Rabu, 10 Desember 2014

Pie Tape




Tape dibikin pie??? apa iya cocok? Ya cocoklaaaah...buktinya aku sudah coba dan hasilnya uenaaak. Sebenarnya ini cuman memadankan kue pie dan puding tape panggangnya mbak Atyk. Waktu aku posting puding tape panggang dulu ada pembaca yang bernama mbak Ayu Mulyasari komen dan bilang kalau beliau coba versi pie dan hasilnya enak. Nah hari ini daku juga ikutan bikin dah hasilnya bener enak. Pienya gurih dan renyah bersanding dengan puding tape yang lembut. Sekilas penampakannya sebelum ditambah kelapa atasnya seperti tar susu. Nah supaya tidak terlalu plain makanya aku tambahkan parutan kelapa di atasnya. Mirip keju ya bentuknya? memang kelapanya aku parut melawan serat dengan parutan keju. Setelah itu aku grill di oven. Hasilnya cantik bisa kering dan putih karena apinya kecil. Rasanya di atas pie tape ini juga enak wangi kelapa. Cuman panggang atasnya kurang coklat aja sih...jadi kelapanya terlalu pucat malah seperti keju parut >,<

Tapi beneran enak. Ide kreatif dalam mengolah tape. Makasih ya mbak Ayu tuk inspirasinya ^^


Selasa, 09 Desember 2014

Es Tape Ketan Hitam


Walaupun kemarin tape ketannya sudah aku pakai bikin puding...eh ternyata belum habis juga. Kata anak anak..."Bisa nggak dibikin es bu?"  Ingatanku melayang pada jaman masih SD tahun 80-an dulu. Waktu itu es mambo ataupun es lilin merupakan es favorit anak anak. Walaupun nggak segurih dan secreamy es krim yang dijual sekarang tapi sensasinya beda juga. Kesukaanku. Jaman itu sebiji es mambo seharga 25 perak >,<

Nah kali ini aku bikin sendiri aja. Mirip mirip es lilin sih. Cuman santan, gula, sedikit susu kental manis dan maizena. Maizena di sini berfungsi sebagai pelembut es. Bukan lembut seperti es krim sih...tapi dia menghindarkan es kita menjadi sekeras es batu.

Minggu, 07 Desember 2014

Puding Tape Lapis (Singkong dan Ketan Hitam)



Di kulkasku lagi banyak tape. Ya tape ketan hitam, ya tape singkong juga. Kalau tape singkong memang biasa nyetok buat bikin cake tape atau proll tape. Tapi kalau yang ketan hitam dapat dari adik iparku. Lumayan banyak. Dimakan gitu aja juga blenger. Cari resep puding ketemu resep pudingnya Ci Shirley. Resep aslinya dari Mbak Hana Nanik. Tapi beliau menggunakan tape ketan hijau. Sedangkan tapeku ketan hitam. Ngga apa apa kali ya. Palingan rasanya beda tipis. Kalau di warna jelas cantikan hijau yaaaa *mentang mentang warna favorit >,<

Pokoknya yang penting beliau bilang enak aku langsung percaya deh. Pudingnya terdiri dari 3 lapis. Lapisan satu dan dua menggunakan tape ketan sedangkan lapisan ketiga menggunakan tape singkong. Kebayang gak rasanya??? ini bener bener mendadak tape ^^

Rasanya enaaaak...aku suka. Manisnya pas ya nggak berlebihan. Rasa tapenya yang ketan terasa sedangkan  lapisan puding tape singkong rasa tapenya mild. Mungkin ketutup sama aroma tape ketan yang lebih kenceng. Teksturnya pas...lembut agarnya. Kirain lembek banget karena perbandingan cairan dan agarnya jauh sekali. Ternyata pas. Untuk resep puding tape singkong aku modifikasi dari sini ya. Untuk resep ini aku hanya menggunakan 1 kelapa yang ukurannya besar. Jadi takar total cairan untuk puding (1500 ml) lalu nanti dibagi dua. Satu untuk puding tape ketan satu untuk puding tape singkong. Syarat satu lagi agar rasa puding ini enak...gunakan tape singkong yang matangnya pas. Sudah lembek tapi belum berair. Jangan gunakan tape yang sudah asam. Untuk tape ketan sama juga. Gunakan tape ketan yang rasanya manis, airnya hanya terlihat tapi tidak benar benar benar tergenang dalam tape.



Related Posts with Thumbnails