HESTI'S KITCHEN : yummy for your tummy

Senin, 06 Juli 2015

Belajar Membuat Mini Tote Bag dengan Resleting


Dulu sudah pernah bikin tas tote dengan memadukan kain denim dan batik Bali. Tapi sayangnya waktu itu aku belum berani bikin resleting. Penasaran banget dan sudah niat kalau ada waktu mau bikin tote dengan risleting dalam dan luar. Nah momen lebaran ini aku pingin bikinin ponakanku Qila dan Mira tas tote ukuran mini buat dipakai pergi mengaji. Kainnya dah lama aku kumpulkan. Setelah cari mencari di google pilihanku jatuh ke tutorial yang jelas dan tidak terlalu susah dari "Sewing Novice". Sangat sangat membantu. Petunjuknya mudah diikuti. Untuk tasnya masih pake tutorial dari "Make It Love It". Alhamdulillah tas berlestingnya bisa jadi juga. Gimana teman teman dah rapi apa belum???

Karena kainnya gak terlalu tebal aku melapisnya dengan kain batting dan diquilt dikit. Kain yang aku gunakan ada 4 motif. Kain biru motif bunga, kain biru kotak kotak motif quilting dan kain biru  motif bunga memanjang untuk bagian resletingnya. Untuk puringnya aku gunakan kain dot biru. Yang satu lagi sama aja cuma kain dasarnya warna merah motif bunga. Buat teman teman yang juga ingin belajar memasang resleting bisa lihat di sini ya caranya. Sebenarnya banyak juga tutorial lain bertebaran di dunia maya. Silahkan cari yang paling sesuai menurut teman teman. Next project aku mau bikin tas yang gedean dikit aaahh...







Kamis, 02 Juli 2015

Behind The Scene 3










Hari ini aku mau sharing behind the scene lagi. Jangan bosan ya teman teman. Walaupun aku sendiri belum mengerti benar ilmu food photography serta teori teorinya tapi aku terangkan sesuai pemahamanku saja ya. Semuanya pake feeling aja. Kali ini gambar soto banjar dengan nuansa terang ya menggunakan kayu background putih. Soto banjar kan terdiri dari beberapa printilan. Ada laksa, telur, perkedel, sambel dan lain lain. Dengan background putih ini fokusnya tertuju pada makanan itu sendiri. Makanan terlihat kontras dengan latarnya. Kalau terlalu banyak props foto digunakan takutnya objeknya ngga jadi bintang lagi ^^. Sumber cahaya tetap dari cahaya alami yaitu matahari dari arah belakang obyek. Menurutku cahaya ini adalah yang paling bagus untuk pemotretan makanan.


Data Exif : 
ISO : 100
Aperture : F 2.5
Exposure time 1/15 
Menggunakan reflelctor dari arah kanan depan.



Rabu, 01 Juli 2015

Banana Cotton Cake


Alhamdulillah aku dapat kiriman loyang tokyo banana. Dari Mba Devi Rana lagi. Kemarin marin sudah dikasih cetakan roti jala sama loyang mini tulban. Beliau baik sekali. Dikirimin dari Jakarta lho. Aku yang jadi ngga enak belum bisa membalas apa apa. Tuk mbak Devi Rana makasih banyak ya mbaaa pemberiannya. Akhirnya aku jadi bisa mencoba cake yang lagi happening di dunia food blogger Indonesia ini ^^

Di dunia maya ada beberapa versi banana tokyo ini. Di Indonesia yang populer adalah yang versi cake pisang dicetak di loyang berbentuk pisang lalu diberi coating cokelat hias bentuk pisang. Tapi di Jepang sendiri justru yang populer adalah cake sponge pisang atau cake vanila biasa yang diisi dengan custard pisang. Naaah bingung mau coba yang mana kan...daripada pusing aku coba saja dua duanya. Resep cake aku pakai banana cotton cakenya Ny. Liem yang aku lihat di blognya mbak Elsa Elwin. Sedangkan tuk isian custardnya aku lihat di sini.

Berbeda dengan review mbak Elsa yang bilang kalau adonannya agak encer. Adonanku malah kental banget seperti adonan cotton cake pada umumnya. Tapi ada cara bikinnya yang aku ubah. Kalau versi Ny. Liem, putih telur dikocok dulu lalu disisihkan dan mengerjakan adonan kuning telur. Sedangkan aku menggunakan cara mencampur adonan kuning telur dan tepung kemudian terakhir mengocok putih telur dan dicampurkan ke adonan kuning telur. Cara ini menghindari adonan putih telur mencair. Nah dengan metode ini kue yang aku hasilkan tebal dan banyak. 5 loyang banana cake ukuran besar dan 1 loyang cake ukuran 30 x 25cm. Tebel kuenya. Jadi aku belah mendatar dan dibagi lagi 4 (jadi 8 slices) dan inilah yang aku jadikan bolu gulung pisang isi custard pisang. Ini aja sudah dibelah dua masih tebal kuenya. Di gambar kelihatan kan ada 4 macam. Yang paling atas yang menggunakan loyang banana tokyo. Tanpa filling. Yang di gambar bawah ini yang bolu gulung mini isi custard pisang. Jadi ada 3 macam. Yang cokelat itu yang masih utuh kulit bagian luarnya sedang yang satu yang sudah nggak ada kulitnya. Yang satu lagi sama saja cuman diberi coating cokelat. Kalau saya sih lebih milih bolu gulung tanpa coating. Walaupun bentuknya gak secantik yang menggunakan loyang tapi rasa pisangnya justru lebih terasa. Kalau yang pake coating justru dominan rasa cokelat coatingnya >,<




Selasa, 23 Juni 2015

Behind The Scene 2


Waktu share behind the scene kemarin ternyata dapat respon positif dari teman teman. Kali ini aku mau share lagi pengambilan gambar dari sudut yang berbeda. Seperti terlihat di gambar...sumber cahaya dari samping kanan objek. Tapi untuk mendapatkan suasana remang remang cahaya aku blokir dikit menggunakan papan. Jadi walaupun sebagian rotinya kelihatan terang tapi ngga over exposure. Sengaja aku ngga pake reflector agar bayangan di samping kiri menambah kesan dramatis. 




Data EXIF : 
ISO : 500
Aperture : F 3.2
Exposure time : 1/160
Tanpa Reflector

Senin, 22 Juni 2015

Puding Pandan Cokelat



Puding ini sebenarnya hanyalah hasil utak atik puding zebraku. Aslinya motifnya zebra kuning dan cokelat. Tapi aku ingat pernah dapat laporan dari pembaca yang bilang kalau dia sudah mencoba rasa pandan ternyata enak juga jadinya aku juga penasaran. Tapi kok aku lupa ya teman yag komen itu siapa ya...

Ya akhirnya aku bikinlah. Untuk adonan kuningnya aku beri air pandan tanpa tambahan pewarna maupun pasta. Pandan segar sebanyak 4 lembar aku blender dengan 75 ml air matang. Sebenarnya aku was was kalau hasilnya nanti pahit karena kebanyakan pandan. Untunglah kekhawatiranku tidak terjadi. Hasilnya enak dan lembut. Aroma pandannya terasa. Warnanyapun cantik. Tapi enaknya sih dimakan begitu saja. Kalau dikasih vla ya enak juga cuman aroma pandannya tertutup sama rasa vla susunya. Tapi walau begitu anak anak maunya pakai vla ya aku bikinkan. Pakai resep vla ala KFC ya.

Tiga perempat adonannya aku bikin pola domino. Tapi ngga berhasil. Polanya sih jadi. Tapi sewaktu dipotong eeehh berhamburan semua. Lepas lepas. Butuh ketelatenan juga dalam melapis. Mungkin aku ada beberapa kelamaan menuangnya jadi adonan keburu keras. Hasilnya satu sama lain ada yang ngga melengket.

Sekedar tips ya teman teman. Kalau mau bikin motif zebra adonan harus agak kental. Karena kalau encer dua warna ini akan nyampur. Kalau dulu sih aku gak masalah langsung dituang ke loyang bergantian. Tapi sepertinya kualitas agar agar sekarang berubah. Dengan takaran air yang sama menghasilkan puding yang encer. Mungkin agar agarnya perlu ditambah ya. Tapi triknya bisa juga kita tunggu adonan hingga agak kental. Jangan lupa terus diaduk agar tidak mengeras. Baru kemudian dituang bergantian.



Untuk motif di bawah ini aku cuma menuang adonan pandan kemudian diberi potongan puding cokelat. Jadi seperti mozaik.

Minggu, 21 Juni 2015

Pepes Tenggiri Tanpa Tulang



Selama bulan ramadhan kita para ibu biasanya berusaha mencari menu menu spesial untuk sahur dan buka puasa. Sebenarnya kalau untuk aku, spesialnya bukan di banyaknya macam dan jumlahnya karena orang cenderung suka lebih konsumtif pada saat ramadhan. Semua muanya aja mau dimakan dan dibeli. Padahal ngga bisa kemakan semuanya. 

Spesial itu adalah di resepnya. Diusakan bervariasi dan bisa meningkatkan selera makan anak anak. Anak anak kan masih belajar puasa ya. Kadang kurang selera kalau dalam keadaan mengantuk ketemu makanan yang bukan favoritnya. Makannya harus pakai acara bujuk membujuk dulu. Jadi pintar pintarnya kita mencari variasi resep yang menarik. Selain itu supaya efisien kadang aku menyetok makanan. Bikinnya banyak dan taruh di freezer. Nanti pada saat mau disajikan kita panaskan dulu. Seperti hari ini. Aku menyetok pepes. Sengaja aku buat dari ikan tenggiri fillet agar lebih mudah disantap...nggak perlu memilih milih tulangnya. Bumbunya harus banyak karena ikannya cuman daging aja kan...ngga ada tulangnya.




Behind The Scene...



Apa kabar teman teman...?? gimana puasanya? semoga masih lancar ya. Hari ini aku bikin timphan. Untuk resep kali ini agak beda dari resep sebelumnya karena aku menggunakan sedikit kelapa muda dalam isian sarikaya nangkanya. Rasanya ngga jauh berbeda kok. tetep enaaak. Resepnya bisa dilihat di Bale Kuliner ya.

Aku juga sengaja mengambil beberapa gambar behind the scene foto makananku.  Supaya ada gambaran buat teman teman bagaimana ambil gambarnya. Sebenarnya untuk cahaya di rumah yang sekarang aku agak kesulitan karena jendela yang telalu banyak dan besar foto seringkali jadi over exposure. Apalagi kalau ngambil gambarnya pagi jam 11 sampai jam 2 siang. Sangat terang. Terlihat di bawah ruang tamu memiliki jendela di sisi kiri kanan dan depannya. Cuma aku tutupi rak pajangan di sebelah kirinya biar gak terlalu silau. Sewaktu memotret, jendela harus dalam keadaan tertutup vitrase yang befungsi juga sebagai diffuser. Yaitu supaya cahayanya lebih lembut dan menyebar, bayangan objeknya tidak terlalu keras.




Sudut yang biasa aku jadikan tempat memotret adalah sebelah kanan atau kiri dari jendela. Kadang di lantai dengan di alas papan ataupun di atas meja kecil. Kalau lagi pingin yang low light atau foto yang agak gelap aku blokir sedikit cahayanya seperti di gambar bawah...sisi kanan kiri dan belakangnya aku tutup dengan blok kayu serta bantal kursi. Pokoknya memanfaatkan apa yang ada di sekitar rumah saja. Ngga pake peralatan canggih kok ^^


Di  depannya aku kasih reflector dari cake board warna metalik ya untuk memantulkan cahaya dari jendela mengenai objeknya supaya ngga terlalu gelap. Bisa dilihat di gambar bawah perbedaannya ya...





Gimana?? kebayang kan teman teman?? Nanti aku usahakan lagi sharing behind the scene dengan nuansa cahaya yang berbeda pula ya.


Data EXIF :
ISO : 500
Aperture : F 2.5
Exposure time : 1/200
Reflector dari arah depan
Related Posts with Thumbnails