HESTI'S KITCHEN : yummy for your tummy

Senin, 17 Agustus 2015

Puding Sagu Mutiara Dengan Saus Rosella




Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia aku ikutan challenge niy. Challengenya membuat foto dengan tema merah putih sesuai interpretasi kita. Nah sebagai food blogger, apa lagi yang paling cocok aku posting selain makanan. Iya kan?? Jadi aku bikin puding sagu mutiara ini. Karena kebetulan dalam satu bungkus kemasan sagu mutiaranya ada dua warna. Merah dan putih. Cocok dah. Rasanya sangat creamy karena kaya susu dengan rasa yang tidak terlalu manis. Menggunakan susu cair dan krim kental rasanya seperti panna cota menurutku. Sensasi kenyal didapat dari kombinasi penggunaan agar, jeli dan sagu mutiara. Ini enak sekali!!

Yang lebih unik lagi karena aku menambahkan saus rosella untuk pelengkapnya. Tau kan bunga rosella?? tanaman bunga berwarna merah yang berkhasiat obat. Tinggi vitamin C dan A, bisa meredakan batuk, menurunkan asam urat, hipertensi dan diabetes serta banyak manfaat kesehatan lainnya. Wanginya pun khas. Rasanya sih asam. Biasanya yang digunakan adalah kelopak yang sudah kering. Tapi karena aku punyanya yang segar aku manfaatkan saja. Aku tambahkan gula ke dalamnya sebagai penyeimbang. Hasilnya perfecto!! Baik warna dan rasanya sensasional...

Resep puding aku modifikasi dari Resep Sedap "Puding Kreatif". Aslinya adalah sagoo mango cream puding. Tapi karena temanya merah putih mangga aku skip dan aku ganti dengan rosella. Aku skip juga penggunaan kuning telur agar pudingnya tetap berwarna putih. Aku tambahkan jelli untuk mendapatkam efek kenyal. Berikut resepnya yaaa...

Oh iya sagu mutiara yang ada di sini dijual dalam kemasan 100 gram berisi sagu merah dan putih. Tetapi sagu merahnya cuman dikit. Cuman sekitar 2 sendok makan. Jadi hasil lapisan merahnya lebih tipis. Yang sebagian malah cuman puding putih aja karena gak kebagian merahnya. Jadi teman teman sesuaikan saja dengan ilmu kira kira ya.


Cake Cokelat Ketan Hitam Pisang Dengan Streusel



Lagi kangen makan cake ketan hitam. Kali ini bikin versi yang sudah pernah aku bikin sebelumnya. Dengan tambahan pisang dan cokelat. Resepnya dari majalah Sajian Sedap. Aku beri streuel atasnya untuk variasi. Makannyapun lebih seru karena ada yang renyah renyah di atasnya. Selain itu, aromanya pun wangi sekali. Sangat memuaskaan...

Rabu, 05 Agustus 2015

Bee Hives Bun (Roti Sarang Lebah)





Roti ini sudah lama populer di negeri jiran Malaysia. Diberi nama bee hives bun atau sarang lebah mungkin karena dalamnya mengandung madu ya. Tapi bisa juga karena bentuknya seperti hexagonnya sarang lebah ya. Eh tapi bisa juga karena atasnya diberi kucuran saus karamel yang menyerupai sarang lebah bermadu. Ahhhh malah jadi puyeng niyyy...nama aja kok jadi ribet >,<

Dulu pertama kali sih lihatnya di blognya Kak Ita Masam Manis, tapi pas lihat di internet ternyata udah banyak yang bikin. Pingin bikin juga dari dulu tapi bahan toppingnya kurang lengkap. Di sini ngga ada yang jual kuaci kecil putih dan hijau. Biji wijen juga baru aja ketemunya setelah aku pesan ^^. Ada sih kuaci tapi kuaci biji bunga matahari yang ukurannya agak besar. Tapi daripada ngga ada yaaa dibeli aja. Untuk aksen hijaunya karena ngga ada kuaci hijau aku pakai pistachio. Alhamdulillah masih punya pistachio oleh oleh adik iparku waktu pulang umroh.

Untuk resep rotinya aku lihat bahannya agak sedikit berbeda karena menggunakan baking powder. Biasanya yang menggunakan baking powder kan quick bread ya dan kalau sudah pake baking powder ngga pake ragi lagi. Tapi di resep ini kedua-duanya digunakan. Aku teliti lagi bahannya ternyata ada yogurtnya. Mungkin penggunaan yogurt inilah alasan digunakan baking powder. Karena baking powder mengandung soda kue dan soda kue merupakan bahan yang bekerja secara kimiawi membantu terbentuknya CO2 di dalam kue hingga kue bisa mengembang begitu terkena panas. Baking soda biasa digunakan pada adonan kue yang mengandung asam di dalamnya seperti produk dairy. Kalau ragi kan mengandung organisme, dimana organisme tersebut memfermentasi bahan makanan dan menghasilkan CO2 pula. Sama dong fungsinya tapi bisa beda di hasil lho kalau menggunakan salah satunya. Beda pula aroma yang dihasilkan.

Aku putuskan untuk mengikuti resep aslinya dan menggunakan keduanya. Tapi sudah niat pingin coba bikin nanti versi yang nggak pake baking powdernya. Insya Allah tetap mengembang kan ada raginya. 
Resepnya lihat di Kak Ita, resep aslinya dari Kak Rosmalina blogger Malaysia juga.

Adonannya menurutku agak lembek ya agak sudah diulen pakai tangan karena lengket tapi lebih mudah dihandle oleh mixer Boschku...hehe. Ditinggal aja 10 menit udah lembut hasilnya. Tapi ternyata setelah matang hasilnya juga lembut sekaliiiiii. Kayak kapas. Apalagi ketika masih panas....beneeeeer lembuuut. Ada saingan water roux niy kayaknya. Tapi water roux keunggulannya tanpa bahan tambahan kimia. Rasa roti ini tidak terlalu manis karena cuma menggunakan sedikit gula dan madu. Tapi manisnya lengkap setelah diberi kucuran saus karamel. Aduhaiiiiii enaknyaaaaa....makan ngga mau berhentiiii. Makasih ya Kak Ita sayang tuk resepnya. Izin dihalalkan yaaaa....

Minggu, 02 Agustus 2015

Sari Jeruk





Setelah menikmati Russian Cake yang lekker dan ber"kalori" itu kayaknya aku harus membersihkan perut dulu dengan jus buah yaa. Yang paling cocok ya dengan sari jeruk ini. Kita tau kan manfaat kesehatan buah jeruk sangat banyak. Selain vitamin C ada karbohidrat, kalsium, potassium, folat, thiamin, vitamin B6, magnesium, fosfor, niacin, tembahan, dan asam pantotenat. Waaaaaah banyak bangeeeet yaaa. Ngga ada beratnya kan mengkonsumsi buah jeruk. Apalagi jeruk di Indonesia melimpah. Mulai jeruk manis, jeruk nipis, lemoncui, jeruk kesturi, jeruk purut dan jeruk bali. Ngga perlu beli buah jeruk import yang mahal-mahal macam jeruk sunkist dan lemon. Buah lokal juga oke kok.

Selain enak dan segar sari jeruk juga bisa membantu penyembuhan berbagai penyakit. Seperti sekarang yang sudah rutin aku lakukan. Tiap pagi pagi begitu bangun tidur dalam keadaan perut kosong aku mengkomsumsi sari jeruk nipis yang dicampur ke dalam air hangat. Ternyata khasiatnya banyak lho. Beberapa diantaranya adalah melancarkan pencernaan dan membantu detoksifikasi organ hati. Kandungan asam sitratnya juga membantu memperbaiki ph tubuh. Walaupun rasanya asam tapi begitu masuk ke dalam pencernaan berubah menjadi basa. Air jeruk hangat ini bisa juga menjaga sistem kekebalan tubuh. Manfaat lainnya bisa membersihkan dan menyegarkan kulit dan mengatasi bau mulut. Untuk lebih jelasnya bisa baca di sini ya teman teman.

Nah selain diminum sebagai detoks di pagi hari banyak juga olahan jeruk yang lain. Salah satunya sari jeruk ini. Kebetulan di kulkas banyak jeruk. Ada jeruk manis, ada jeruk nipis, ada pula lemoncui. Diantara ketiganya aku paling suka lemon cui karena aromanya khas dan enak sekali. Untuk meghasilkan sari jeruk yang segar dan wangi maka aku campur ketiganya. Caranya gampang. Peras semua jeruk. Buang bijinya. Sari yang berbentuk buliran jeruk itu jangan dibuang ya teman teman. Makanya pakai alat peras jeruk supaya hanya bijinya yang terbuang. Setelah itu tambahkan sedikit air agar tidak terlalu asam. Bisa ditambahkan es batu agar lebih segar. Lalu tambahkan pula gula. Aku memang sudah menyiapkan air gula di kulkas untuk dipakai sewaktu waktu. Gampang kan??


Kukis Cokelat Chip Oatmeal dan Bekatul (Gluten Free)

 

Kukis dari oatmeal dan bekatul? kalau oatmeal sih mungkin masih masuk akal ya?? lha kalau bekatul apa ngga aneh ya? bekatul kan yang biasa dipakai sebagai pakan ternak. Masa iya bisa dibikin kue. Bisa sih bisa...tapi enak nggak rasanya? ini adalah pertanyaan yang muncul awalnya aku mau uji coba kukis ini. Waktu itu kan hubby dikirimkan bapak mertua bekatul ini. Bukan bekatul buat makanan ternak lho. Itu sih dedak ya. Yang ini memang sudah diolah sedimikian rupa agar bisa dikonsumsi sebagai makanan kesehatan. 

Ketika pertama kali mencoba aku dah nyerah. Rasanya sih biasa aja tapi belakangannya ada pahit pahitnya di ujung tenggorokan. Hubby juga sih gak begitu suka. Tapi karena kandungan nutrisinya yang sangat banyak tetap dipaksain minum. Walhasil sampe sekarang tuh tepung bekatul gak habis habis. Soalnya...dikiriminnya juga banyak >,<
Padahal memang sih bekatul itu sangat kaya akan antioksidan, zat gizi dan serat. Bekatul merupakan lapisan luar butiran beras. Dalam proses penggilingan padi di Indonesia, dedak dihasilkan pada proses penyosohan pertama, bekatul pada proses penyosohan kedua. Untuk menghasilkan beras yang putih padi harus disosoh. Makin tinggi derajat sosoh semakin putih dan bersih penampakan beras, tapi semakin miskin zat gizi (source : biologipedia). Sayang sebenarnya ya. Yang banyak nilai gizinya justru dipandang sebelah mata. Sementara di negara negara maju produk semacam ini sudah populer. Makanya ada yang namanya ricebran flour, rice bran oil dan produk produk sampingan beras/gandum lainnya. Kalau yang lebih duluan populer di Indonesia kan itu tepung whole wheat atau whole grain ya. Sering digunakan untuk menghasilkan roti yang lebih sehat.

Kalau mau tau kandungan gizi bekatul yang melimpah itu silahkan lihat di sini ya.

Nah resep di bawah ini adalah hasil adaptasi dari beberapa resep di internet ya. Hasilnya enak mirip dengan kukis pada umumnya. Renyah juga tapi bukan renyah kering seperti kukis yang menggunakan terigu ya. Ini renyah ada empuknya dikit. Ada kejadian yang lucu. setelah kukis matang, kakak langsung mondar mandir keluar masuk dapur nyemil kukisnya. Enak sekali katanya. Lha kalau ada kata "sekali" nya artinya enak beneran ini. Akhirnya adekpun ikutan mondar mandir. Lumayan habis 1/4 toples. Hubby cuman coba satu ngga mau lagi. Katanya ada sensasi rasa pahitnya di belakang tenggorokan. Masih ada aroma bekatulnya. Tapi besoknya begitu dilihat kukisnya tinggal  setengah dia jadi penasaran. Kok anak anak pada suka ya. Dan ngga ada yang komplain rasa pahit ataupun apa. Pokoknya mereka suka. Terutama kakak ya....yang begitu bangun tidur langsung cari kukisnya. Hubbypun mencoba lagi dan ternyata hubby suka juga. Katanya, "Kok jadi enak ya??" Mungkin juga cokelat chip dan kismisnya sudah merasuk ke dalam kukis ya jadi rasanya enak, hahahahaha...akhirnya habis deh sama kami berempat kukisnya, alhamdulillaaah ^^
Masih ada tuh bekatulnya....besok bikin lagi aaaahhhh!!

Black And White Russian Cake



Assalamualaikum. 
Apa kabarnya teman temanku semua?? Semoga sehat semua ya. Di moment ini walaupun agak telat izinkanlah aku mengucapkan selamat Idul Fitri. Taqobballahu Minna Wa Minkum. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah ramadhan kita dan kita menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Mohon maaf lahir dan batin yaaa kalau ada salah salah.

Cake ini adalah salah satu cake tercantik yang pernah aku lihat. Semenjak aku bookmarked dari blognya Kak Ita "Masam Manis" selalu terbayang bayang kapan berkesempatan membuatnya. Mungkin dah sekitar 2 tahun menunggu akhirnya bisa juga terlaksana bikinnya. Sebenarnya dulu dah pernah bikin versi Kak Ita tapi cakenya agak bantat. Ngga tau juga kenapa. Ada yang salah kayaknya prosesnya. 

Kali ini untuk cake cokelatnya aku bikin pakai resep cake steamed moist chocolate cakenya Cooking Crave. Dulu aku sudah pernah bikin dan ini termasuk cake yang reviewnya memuaskan. Hasilnya nyoklat dan lembut banget. Makanya kali ini aku memilih untuk menggunakan resep ini. Dulu aku bikin menggunakan loyang diameter 20cm. Agar cakenya tinggi kali ini aku gunakan loyang berukuran 16cm. Hasilnya cakep dan tinggi bisa aku bagi menjadi 5 bagian. Tapi lapisan terakhir tidak aku gunakan karena bentuknya yang ngga rata alias ngedome ^^

Untuk cakenya karena dimatangkan dengan proses pengukusan cakenya sudah lembut dan moist sehingga aku tidak menggunakan simple syrup lagi untuk dipercikkan ke atasnya. Untuk mendapatkan aroma kopi aku tambahkan kopi instan sachet. Sebenarnya ini ngga membuat kuenya berasa kopi banget ya cuman menambah intensitas aroma cokelatnya.




Oh iya, aku mendapat input dari salah satu teman blogger bahwa Russian cake itu adalah cake  yang menggunakan minuman beralkohol (vodca). Kuenya diperciki vodca dan disiram lagi dengan saus yang telah diberi vodca. Waaaaaah ngga halal dong ya. Tapi kemarin sewaktu mencari cari di internet malah ngga ketemu ya cake ini versi bahasa Inggrisnya. Mungkin kalau searchingnya pakai bahasa Rusia ada kali ya. Yang adasih Russian cake yang tidak berlapis lapis. Memang menggunakan vodca. Mungkin cake ini adalah hasil kreatifitas teman blogger Malaysia yang diberi nama demikian, bukan karena kue ini berasal dari Rusia. Seperti orang Indonesia yang menamai beberapa jenis kue dengan nama negara tertentu. Cake lapis Mandarin, bolu hongkong, bolu jerman dan sebagainya. Apapun itu aku sebagai orang yang mencoba resep orang lain dan ada rujukannya tentu saja lebih etis kalau menggunakan nama sesuai dengan resep aslinya.


Balik lagi ke kue ini. Walhasil jadi juga kuenya dan cantik pula. Belum serapi dan secantik buatan Kak Ita ya tapi sudah alhamdulillah banget. Ini akunya sih yang kurang sabar. Belum set bener di kulkas sudah dipotong. Jadinya ngga rapi deh. Tapi rasanya maknyussss dan endeeessss...!! ada aroma cokelatnya ada aroma cheesenya dan aroma karamelnya menyumbang rasa yang rich dan kompleks. Aslinya sih atasnya disiram ganache ya. Tapi berhubung dark cokelatku habis ya pake sisa saus karamel yang masih ada di kulkas. Ueeenakkk ternyata!! terima kasih tuk Kak Ita yang sudah sudi berkongsi resipinya ^^

Di bawah ini aku translatekan setengah resep kak Ita ya dan resep cake cokelat yang aku gunakan.





Senin, 13 Juli 2015

Kue Kering Sultana


Ini kukis favoritku. Dulu selalu jadi andalan kue mamaku tiap tahunnya. Tapi tidak tiap lebaran aku bikin. Kalau lagi ngga rempong aku bikin. Kukis ini memang butuh ketelatenan. Bikinnya agak agak ribet. Terdiri dari dua lapis adonan kukis yang diisi tengahnya dengan adonan kismis. Rasanya??? hmmmm asli enaaak. Mungkin karena memang aku suka kismis ya. Ada perpaduan manis dan sedikit asemnya. Sengaja aku pake kismis hitam dan hijau supaya ngga manis aja rasanya.

 

Oh ya untuk penggunaan terigu aku ngga memberikan takaran ya. Dituang dulu sekitar 200 gram tepung yang sudah dicampur soda kue lalu aduk rata. Kalau masih lembek tambahkan secukupnya sampai kalis ya. Jangan sampai keras karena hasil kukis keras juga nanti. Jangan juga diulen adonannya ya. Cukup diaduk rata saja.
Related Posts with Thumbnails