HESTI'S KITCHEN : yummy for your tummy

Jumat, 11 Desember 2015

Pom Pom Potato



Dulu kalau pagi hari aku sering bingung nyiapin bekal buat anak anak sekolah. Harus pandai membuat variasi menu biar anak-anak ngga' bosan. Tidak melulu harus makan berat seperti nasi sih. Kadang mereka lagi ngga pingin bawa nasi. Maunya yang ringan-ringan aja seperti kue, roti atau kentang goreng. Nah semenjak pandai membuat kaki naga dan nugget, itulah yang sering mereka bawa karena gak pernah bosan. Nah sekarang ada tambahan lagi olahan kentang yaitu pom pom potato. Lebih rich dikit dibanding kentang goreng biasa atau french fries. Karena ada tambahan kejunya. Awal mencoba pertama kali menurutku rasanya kurang spesial. Tambahin lagi kejunya sampai bener bener pas. Eh kok enak jugga ya...padahal resepnya simple. Kentang, keju,susu kental dan tepung roti untuk balurannya. Diberi isian keju lagi dalamnya asli enak. Yang begini ini bukan cocok untuk bekal aja...buat snack sore juga cocok. Kali ini anak anak nyemil sore dengan pom pom potato, kaki naga dan jus sirsak stroberi. Mantaaap...!!

 

Karena di sini susah menemukan kentang tes atau kentang yang kadar airnya rendah akhirnya aku pakai tepung kentang yang aku beli di Mba Diah Didi. Dulu dulu kalau bikin kroket sering kecewa karena pas digoreng meletus atau benyek. Dengan menggunakan tepung kentang ini hasilnya cantik. Mungkin karena kadar airnya bisa disesuaikan sesuai selera kita. Cara menggoreng juga harus diperhatikan. Minyak harus banyak, panas dan menggorengnya ngga boleh terlalu banyak. Kalau sekali masuk penggorengan langsung banyak, minyak yang sudah panas menjadi dingin kembali karena pengaruh suhu kentangnya yang dingin. Akhirnya menggoreng jadi lebih lama, berminyak dan kadang sampai meletus. Waaah kacau deh pokoknya...

Nah resepnya aku lihat dari cook pad kiriman mba Indah Mei. Aku sesuaikan saja dengan bahanku karena punyaku menggunakan tepung kentang. Aku mencoba bikin dua macam tuk variasi. Yang satunya bentuk lonjong ada isian kejunya, aku panir dengan tepung roti halus. Satunya bulat saja tanpa isian dengan baluran tepung panko. Hasilnya untuk rasa lebih enak yang ada tambahan kejunya dong ya...lebih wangi juga karena menggunakan tepung roti halus. Tapi yang bulat tekstur crunchy di bagian luarnya lebih bertahan lama. Dimakan lebih seru karena ada sensasi kriuk kriuknya ^^

Rabu, 02 Desember 2015

Sponge Cake Jeruk (metode pisah telur)


Aku paling suka apapun yang beraroma citrus. Apalagi kalau dibikin kue. Wanginya itu lhoooo...
Kali ini aku sharing sponge cake jeruk dengan teknik pisah telur ya. Asli ini enak banget. Cake dan toppingnya sama sama beraroma jeruk. Teksturnya beneran kayak sponge atau cotton cake. Bedanya kalau cotton cake pori porinya lebih halus dan lembab. Tapi metode pisah telur ini menghasilkan kue yang ringan dan lembut juga. Makan sepotong gak berasa, hihi.

Percobaan pertama bikin kuenya banyak turunnya alias agak mingpes karena aku pake margarin. Percobaan yang kedua aroma jeruknya kurang keluar. Akhirnya yang ketiga kali bikin akhirnya aku dapatkan komposisi yang pas. Baik dari segi tekstur dan aromanya. Pokoknya "jeruk" banget!

Sebenarnya untuk toppingnya bisa saja pakai selai marmalade botolan ya. Tapi karena kebetulan aku ada jeruknya kenapa ngga bikin sendiri marmalade abal abalnya. Daripada beli selai satu botol tapi yang dipakai cuman dikit. Awalnya mau pake jelly rasa jeruk tapi lagi kosong jadi ya pakai jeruk saja. Walaupun jeruk sunkistnya cuman satu tetap cakep hasilnya. Untuk cake sengaja aku gunakan sirup agar rasa jeruknya lebih intense. Kalau air jeruk selain terlalu encer juga aromanya kurang keluar.




Senin, 30 November 2015

Pumpkin Puff with Pumpkin Custard Filling


Dalam rangka meramaikan tantangan Indonesian Food Blogger bertemakan "labu"  kali ini aku bikin kue sus labu. Pinginnya yang unik yang beda dari yang lain. Ngga nyangka ternyata labu bisa juga dibuat kue sus. Kuenya juga tetap mengembang indah. Bikinnya sih kemarin tapi baru bisa diposting hari ini. Lagian udah janji dan emang udah niat mau ikutan challenge ini, waktu itu udah dicolekin sama mba Freeyanti Inef dan admin IDFB. Jadi walau telat yang penting ikut meramaikan ya teman teman...

Resepnya gak jauh beda dari sus biasa cuman ada tambahan labu halusnya saja. Supaya bener bener sesuai tema, isinya juga aku beri tambahan labu. Rasanya seperti makan klappertart labu dalam balutan kue sus, enaaaak. Jadi selain warnanya jadi cantik kekuningan rasanya pun oke dan gizinya juga dapat. resepnya aku modifikasi dari Cookin' Canuk

Minggu, 22 November 2015

14 th Wedding Anniversary...



Tak terasa pernikahan kami sudah memasuki usia 14 tahun pada tanggal 28 Oktober ini. Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda ya. Postingan ini udah ditulis dari Oktober lalu tapi baru bisa diposting sekarang, hehe. Alhamdulillaaaah...semoga langgeng terus, saqinah mawaddah warahmah. Doakan ya teman teman...
 
Kadang kalau lihat lihat album foto kenangan...rasa sedih datang menyergap. Rindu akan masa masa kecil mereka. Sewaktu mereka masih lucu dan imut, semua-muanya masih bergantung pada kami orangtuanya. Sekarang dah pada gede gede, sudah lebih mandiri. Semakin dekat rasanya waktu di mana mereka akan pergi meninggalkan kami tuk melanjutkan pendidikannya. Membayangkan kesunyiannya...
Lebaaay ya teman teman.

Ya Allah lindungilah anak anak kami, jadikanlah mereka anak anak soleh. Lembutkanlah budi pekerti mereka dan mudahkanlah segala urusannya. Jadikanlah mereka penyejuk mata dan hati orangtuanya dan juga orang orang di sekitarnya. Semoga mereka bisa jadi anak yang bermanfaat ...amiiin ya robbal alamiiin.





Kami berdua...cuiiit cuiiittttt ^^




Iyut




Hanif


Di bawah ini foto beberapa waktu lalu sewaktu mbah datang berkunjung. Saking kangennya sama cucu cucunya, walaupun jauh dan lelah dalam perjalanan rela ditempuh. Naik mobil dari Turen ke Malang. Lalu Malang ke Surabaya. Lanjut lagi dari Surabaya menuju Makassar naik pesawat. Dan karena ngga dapat pesawat lanjut lagi 12 jam perjalanan naik bis dari Makassar menuju Sorowako. 

Ketika tiba terkaget kaget dan pangling lihat Iyut karena Iyutnya dah gede banget. Jauh beda dibanding terakhir ketemu waktu kami ke Jawa dua tahun lalu. Dulu Iyut masih lebih pendek dari mbah ibu sekarang udah kalah tingginya. Semoga beliau berdua selalu diberikan kesehatan dan bisa main ke sini lagi.


Siap siap berangkat sekolah, salim mbah ibu dan bapak duluuuu...



Pulang sekolah...

Watermelon Popsicles



Kali ini mau posting yang seger seger dan simpel. Cuman popsicles semangka. Tapi ini seger banget. Kemarin dapat semangka gede gede dari tetanggaku yang baik hati. Satunya semangka kuning satunya lagi semangka merah. Udah dimakan tapi masih banyak juga sisanya. Sedangkan semangka kalau sudah dibelah...ngga tahan lama lama walau di kulkas. Palingan dua hari aja. Ini sudah dibikin jus masih ada sisanya. Malah jadi dapat ide untuk bikin popsicles. Ini resepnya campur campur aja sesuai selera ya. Aku cuman pake semangka, air jeruk nipis dan gula dikit. Diblender semua setelah dihilangin bijinya. Sebenarnya semangkanya sih sudah manis, tapi kayaknya kurang seru kalau ngga ditambah gula dikit. Ternyata syegeeer...asem manis rasanya. Jusnya enak, pospsiclesnya juga enak. Yukkk bikin buat anak anak....!!

Rabu, 11 November 2015

Gyoza VS Hakau




Sebenarnya niat mau bikin hakau ini sudah lama. Beberapa bulan yang lalu aku dikasih tepung tangmien sama temanku Mba Indah Yudo. Waktu itu yang terpikir di benakku mau bikin hakau. Karena olahan yang menggunakan tepung tangmien memang terbatas. Biasanya sih digunakan pada olahan yang menghasilkan warna putih transparan dan tekstur yang lentur seperti hakau. Tepung tangmien adalah tepung yang terbuat dari pati gandum. walaupun dari gandum tapi beda dengan terigu lho ya. Kalau terigu kan tepung/flour yang diambil dari unsur protein dan karbohidratnya gandum sedangkan kalau tangmien ini adalah starch atau pati dari unsur karbohidratnya saja. Istilah gampangnya kanjinya gandum. Kalau kanjinya singkong kan tapioka ya.

Akhirnya bikin juga hari ini. Ngga tau juga kok aku lagi semangat semangatnya. Padahal yang mau diolah ini lumayan ribet. Belum bikin kulitnya dua macam...belum lagi isiannya. Kuat ngga ya tanganku. Masih belum sembuh betul. Tapi udah pengen banget jadi tetap semangaaat. Pilihanku jatuh pada hakau dan gyoza. Kalau di Cina sana hakau dan gyoza/dumpling ini adalah makanan kecil khas Cina yang disajikan dalam porsi kecil. Kalau kita biasa nyebutnya dimsum ya. Seperti pangsit dan siomay. Kalau di Cina sana banyak sekali macamnya. Sedangkan di jepang dumpling disebut gyoza. Nah beda lagi dengan potsticker. Kalau potsticker dumpling juga tapi proses pemasakannya dengan cara di pan fried. Jadi pannya diberi minyak dulu dikit lalu dumplingnya dipanggang sebentar sampai bawahnya kecoklatan lalu ditambah air lalu dilanjutkan dengan memasak sampai airnya habis. Jadi tekstur eksteriornya agak renyah tapi dalamnya lembut.

Nah untuk memudahkan, aku membuat isiannya dari satu bahan saja. Sama sama pakai ayam dan udang. Memang sih umumnya hakau menggunakan udang. Tapi dulu aku sudah pernah bikin pake udang tapi menurutku rasanya gak terlalu istimewa. Apalagi potongan udangnya besar besar ngga dicincang. Untuk isian gyoza aku tambahkan potongan kol yang dirajang halus. Resepnya isiannya aku modifikasi dari resep kaki naga dan dumpling Mba Endang "Just Try and Taste". Agar tekstur dagingnya masih terasa, udangnya dicincang aja ya teman teman. Ini punyaku pake food processor kayaknya terlalu halus >,<. Untuk resep kulit gyoza aku lihat resep kulit pangsit di Mba Ita Dapur Griya Kahyangan. Resep aslinya dari The little Theochew.  Sedangkan untuk resep kulit hakau aku lihat di Sajian Sedap. Kalau mau lihat resep dan step pembuatan kulit hakau bisa buka di sini ya teman teman. 

Untuk penyajiannya paling enak disantap dalam keadaan hangat dari kukusan. Kalau dingin jadi agak kering. Jadi sebaiknya dikukus lagi pada saat akan disajikan. Temannya yang cocok boleh pakai saus kecap, saus sambel atau apa saja sesuai selera. Aku pakai dua macam. Ala ala Indonesia. Saus cuko gula merah dan saos cuka gula putih. Isinya cuma cabe, gula, garam, bawang putih, cuka dan air. Yummiiii....!!



Kamis, 05 November 2015

Avocado Mousse Cake




Sering lihat kue ini berseliweran di FBnya mba Ina Moulina Fajrin Isra "Nyak Ina Kitchen". Banyak yang mesan kue ini. Artinya banyak yang suka dong ya. Kalau banyak yang suka artinya enak dong ya. Naaah itu dia yang bikin penasaran. Avocado mousse cake namanya. Tentu saja ada alpukatnya ya. Kebetulan aku belum pernah mengolah kue yang ada alpukatnya. Biasanya sih dibikin es campur saja. Untuk eksekusi perdana aku lebih suka bikin versi mininya dengan loyang diameter 16 cm. Selain ngga terlalu lama habisnya *sadar kalori yak* , lebih enak menikmati kue dengan potongan kecil, rasanya ingin tambah tapi keburu habis, dibandingkan makan sampai puas dan bosan sendiri ^^

Resep aslinya bisa dilihat di blognya mba Rachmawaty Luthfie. Sedangkan untuk kueku ini sudah aku modifikasi dari resep beliau. Maaf ya mba Ina dan mba Rachmah resepnya diutak atik.

Untuk cakenya aku pakai resep steamed moist chocolate cakenya "Cooking Crave". Ngga ribet karena ngga butuh mixer. Aku bikin setengah resep saja karena loyangku kecil dan cakenya cuman dua lapis. Untuk lapisan krim cokelatnya aslinya pakai ganache tapi karena namanya mousse cake jadi aku pakaikan juga alpukat pada lapisan cokelatnya. Jadi bener bener alpukat atas bawah. Aku tambahkan kopi ke dalam mousse cokelatnya karena seingatku alpukat pas bener disandingkan dengan kopi. Jaman aku kecil kalau makan alpukat biasanya ditambah gula pasir dan kopi dikit. Enaaak...

Oh iya resep aslinya pakai krim bubuk non dairy ya teman teman, tapi karena di kulkas masih ada krim kental dairy aku pake itu aja. Jangan lupa untuk mencicipi krim yg siap dipakai supaya kita bisa menyesuaikan dengan selera manis kita. Kalau kurang manis tinggal tambah gula ya.

Related Posts with Thumbnails