Showing posts with label Malaysia. Show all posts
Showing posts with label Malaysia. Show all posts

Wednesday, 27 August 2014

Serimuka Jagung





Benar benar berhasil Kak Ita "Masam Manis" ngimingin kue serimuka jagungnya. Judulnya aja pake kata "yang sangat sedap" di belakangnya. Lhaaa siapa yang tidak penasaran. Langsung belanja bahan setelah baca resepnya. Tadi eksekusi dah hasilnya????

Lembuuuut dan harum aroma jagung plus gurih ketannya. Enaaaak...ini tipe jajanan favoritku. Kak Ita pun pandai sekali mengakali resep. Supaya lebih efisien beliau menggunakan rice cooker tuk memasak ketannya. Ternyata lembut dan nggak beda dengan yang dikukus/diaron menggunakan dandang. Malah ini hanya sekali masak aja dah beres. Jempol dah kak Ita. Resep aslinya silahkan lihat di blog kak Ita Masam Manis ya. Aku cuman nambahin gula pasir sesuai selera manisku. Yang lainnya pas deh pokoknya.
Sekedar tips saja...lapisan atas jagungnya teksturnya sangat lembut. Kalau mau versi lebih padat bisa ditambahkan sedikit tepungnya ya. Tapi kalau aku sudah pas dengan yang lembut ini. Hmmm yummiiii...tengkiuuu kak Ita sayang!

Sebagai pengukur Kak Ita menggunakan cawan yang dalam bahasa Indonesia dikonversi ke cup atau cangkir teh standar ya. Bukan mug. Gambar step by stepnya bisa dilihat di blog Kak Ita.

Sunday, 16 February 2014

Apam Beras (Apam Salju)



Masih mencari cari kue mangkok yang lembut kenyal sampailah aku di blognya Zila4ever dari Malaysia. Dulu dah pernah bikin versi tape singkong dan tape ketan hijau. Enak juga. Mekar juga. Tapi masih belum puas sih karena aku pernah makan yang lebih lembut dan agak  kenyal. Nah kali ini resepnya unik karena tidak menggunakan tape melainkan nasi. Makanya disebut kue apam beras. Nah terlepas dari sama atau tidaknya kue apam dan kue mangkok...aku tetap ingin menjajal resep ini karena kata beliau hasilnya gebu alias lembut sekali.

Aku membuat setengah resep saja mengikuti plek resep aslinya. Tapi kok adonan sepertinya terlalu kental ya. Sehingga aku menambahkan air lagi sekitar 100 ml dan sedikit gula. Nah sewaktu mengukus batch pertama kuenya naik tapi tidak mekar. Memang aslinya gak mekar sih. Nah karena aku penasaran bagaimana supaya apamnya mekar aku tambahkanlah 1/2 sdt baking powder. Aku kukus lagi tapi kok nggak mau mekar juga ya. Memang sih fermentasiku cuma 1,5 jam sedangkan resep aslinya 3 jam. Antara ngga sabar dan menghindari bau ragi yang berlebihan aku kukus saja setelah 1,5 jam fermentasi. Nah anehnya batch ketiga justru mekar semua dengan cantiknya. Bingung kan???

Teksturnya mirip banget dengan kue mangkok yang aku suka. Ada kenyal kenyalnya. Apa mungkin ini dari penambahan nasi di dalam adonannya ya? well kalau penasaran silahkan lihat resep aslinya di Zila4ever ya...


Saturday, 21 December 2013

Curry Puff...Tanpa Kari



Hari libur ini aku sudah niat mencoba lagi karipap pusing. Waktu itu aku pusing beneran karena penampakannya kurang memuaskan. Nah berbekal resep Bunda Fatmah Bahalwan aku mulai start bikin jam 3 siang. Cuma 1/3 resep. Tak diduga bikinnya cepat sekali. Setengah jam saja, karipapnya sudah bisa dinikmati. Tapi syaratnya isiannya dah dibikin duluan. Kali ini isiannya tidak menggunakan bumbu kari. Bukannya tidak suka, tapi anak anak lebih senang makan kari ayam beneran daripada makan kari ayam isian pastel...hehe. Jadi isiannya kentang, wortel, ayam cincang dengan bumbu bawang putih, bawang merah dan merica. Ditambahkan daun bawang dan seledri.

Alhamdulillah resep bu Fatmah sukses berusar-usar. Putarannya kelihatan benar. Rasanya juga oke banget. Kulitnya gurih dan renyah. Aku usahakan bikin kulitnya setipis mungkin supaya cantik dan seimbang dengan isinya. Aku juga tidak suka kulit pastel yang terlalu tebal. Tapi masih ada beberapa yang terbuka sewaktu digoreng. Cuma dua biji sih. Lumayanlah tuk percobaan kedua ini. Aku rasa karena terlalu tipis gilingnya, sebagian adonan menteganya lengket di silicon matku. Jadi bolong adonan kulitnya.


Caranya mengisi filling juga tidak boleh terlalu penuh, karena ketika kita merapatkan ujung ujungnya kita cenderung menarik adonan supaya saling bertemu. Jadi kalau isiannya terlalu banyak, tarikannya juga terlalu banyak sehingga sambungan kulit yang berlapis lapis itu jadi lepas yang berakibat ketika digoreng jadi pecah. Satu tip supaya lapisan kulitnya banyak, ketika digiling harus sepanjang mungkin. Semakin panjang adonan semakin banyak gulungannya dan semakin banyak pula lapisan yang tercipta.

Karena isiannya masih sisa aku bikin lagi 1/3 resep. Kali ini menggunakan resep mbak Vivi "Jajane Vivi". Alhamdulillah jadi juga. Hasil kulitnya renyah dan cenderung agak rapuh. Tapi rapuhnya bukan gampang hancur melainkan lebih ringan. Aku duga karena penggunaan lemak yang berbeda pada kedua resep. Resep bu Fatmah menggunakan margarin dan minyak. Resep mbak Fifi menggunakan margarin dan mentega putih. Kalau rasa, lebih gurih resep kulit bu Fatmah karena selain menggunakan margarin dan minyak beliau juga menambahkan sedikit gula pasir ke dalam adonannya. Untuk tekstur keduanya sama sama renyah dan bertahan lama renyahnya hanya punya mbak Fifi lebih ringan kulitnya. Keduanya punya kelebihan masing masing. Sewaktu mengerjakan adonan juga adonan mbak Fivi lebih mudah dihandle karena telah diistirahatkan selama 15 menit. Oh iya satu lagi...ketika mengerjakan adonan, untuk menghindari adonan melengket di matku aku taburi tipis tepung terigu. Mau tau hasilnya?? ketika digoreng kulitnya muncul sedikit gelembung kecil seperti pastel biasa. Sekedar sharing saja ^^

Over all aku puas sama kedua resep. Walaupun menurutku dari penampakan belum bisa sama persis sama punya mbak Fifi dan Bu Fatmah tapi rasa penasaranku sudah terobati. Satu lagi resep berhasil aku taklukkan. Cieeeeee...

Untuk Bunda Fatmah dan mbak Fifi terima kasih tuk inspirasinya...semoga barokah ya.







Sunday, 1 December 2013

Karipap Pusing VS Jalang Kotek...





Sudah lama kepincut sama karipap pusing yang populer di Malaysia ini. Apalagi liat punyanya mbak Vivi yang cakep banget layer kulitnya tambah pengen buat. Masalahnya di tempatku ini nggak ada mentega putih yang bagus. Aku pernah beli setelah digunakan after tastenya di mulut nggak enak banget. Rasanya ngendal di lidah dan langit langit. Memang dijualnya kemasan plastik. Kata penjualnya dia kemas sendiri. Nggak tau merknya apa. Nah itupun sisa banyak dan terbuang aja karena lama nggak terpake dan kadaluarsa. Mentega putih kan jarang digunakaan dalam pembuatan cake. Paling paling dulu aku bikin untuk bakpia atau bakpau supaya putih tapi sekarang dah dapat resep yang bagus dan nggak pake itu lagi. 

Akhirnya aku memutuskan untuk nyontek resepnya Mbak Widya Wijanarti dari majalah Martha Stewart Indonesia. Di situ juga lengkap disertakan step by stepnya. Penampakan di kulitnya agak berbeda dengan punya mbak Vivi. Mungkin karena penggunaan lemak yang berbeda. Mbak Vivi pake mentega putih sedangkan Mbak Widya menggunakan margarin. Kalau di rasa mungkin enak margarin ya, tapi di warna dan tekstur kulitnya agak beda. Kelihatan yang mentega putih lebih kering hasil kulitnya. Layernya jadi kelihatan jelas juga.

Setelah aku buat, hasilnya memang mirip punya mbak Widya. Jelas cantikan punyak mbak Widya ya...dah masternya gitu loooh...hehe. Kulitnya renyah tapi kurang keluar tekstur/motifnya walapun hasilnya berlapis lapis juga. Dan entah aku melakukan kesalahan di step yang mana...punyaku banyak yang pecah sewaktu digoreng. Daripada terbuang-buang karena nggak bisa dimakan (berminyak sangat) akhirnya inisiatif aku dipanggang aja. Ternyata enak juga. Malah si Hanif suka yang di panggang. Cuma di kulitnya agak keras hasilnya. Isiannya aku bikin dua macam. Satu ayam kari dan satu lagi daging soalnya hubby nggak makan ayam. Resep ayam kari ikut mbak Widya tapi tunanya aku ganti ayam suwir. Berikut resep aslinya dari Majalah Martha Stewart Indonesia :


Tuesday, 9 July 2013

Bengkang Ubi Kayu (Malaysia)



Alhamdulillah hari ini kita telah memasuki ramadhan...selamat menjalankan puasa ya bagi teman teman sesama muslim. Masak apa hari ini??

Tentu saja menu spesial kan? Selama bulan ramadhan ini kita memang dituntut untuk lebih kreatif mengolah menu sahur dan berbuka puasa. Terutama sih sahur. Anak anak biasanya susah makan banyak di waktu sahur. Kita aja yang orangtua juga kadang begitu. Bayangkan saja kalau bangunnya masih dalam terkantuk kantuk pas duduk di meja makan lihat menu yang nggak menarik...eggggh langsung loyo deh. Jadi memang harus masak menu yang betul betul mereka suka. Bukan berarti harus mewah dan melimpah ruah. 

Tadi malam, aku dan keluarga sahur yang simpel simpel saja. Sop tahu bakso ikan. Menurutku nutrisinya lumayan lengkap ada protein dari ikan dan tahu. Protein, lemak, vitamin, mineral dan serat didapat dari jamur. Serta kandungan lain yang berkhasiat dari bunga sedap malamnya. Berkuah pula sehingga banyak mengandung cairan. Ditambah jeruk nipis, sedikit sambel dan taburan bawang goreng daun bawang dan seledri ....hmmmm nikmatnyaaaa!
Tapi yang aku posting hari ini nggak ada hubungannya dengan sop tahu bakso ikan karena sebelumnya sudah pernah aku posting. Kali ini aku posting kue tradisional dari negeri tetangga.





Postingan kue bingka ini adalah postingan beberapa hari yang lalu tapi baru sempat kuposting hari ini. Lumayan bisa buat ide menu takjil. Rasanya legit dan wangi singkong. Cuma kalau menurutku kurang manis dikit, nggak tau apa aku salah takar gulanya atau gimana. Bila tertarik silahkan berkunjung ke Priuk Tanah dan Jom Masak Jom Makan. 

Tuesday, 18 September 2012

Tako Nangka


Kue tako adalah salah satu kue tradisional Malaysia. Aslinya tidak menggunakan nangka, ini adalah kreatifitas Kak Ita "Masam Manis" yang justru bikin aku tertarik juga tuk membuatnya.Terima kasih tuk Kak Ita yang sudah berbagi resep ini.  Izin share ya kak... . 

Kalau aslinya  Kak Ita menggunakan hunkwe kuning tuk lapisan bawah, aku menggunakan hunkwe putih dengan tambahan air pandan jadi warnanya hijau. Di sini belum pernah lihat hunkwe kuning sih, lagian kalo dikasih pandan tentunya lebih wangi kan. Rasanya mirip mirip dengan kue cantik manis. Hmmm...aku jadi dapat inspirasi, gimana kalo kue cantik manis ditaruh dalam wadak kotak pandan ini ya. Pasti lebih cantik. InsyaAllah lain kali dicoba...


Friday, 4 May 2012

Bingka Labu



Kebetulan sekali ada labu di kulkas. Kak CT baru saja posting resep Bingka Labu Berjagung. Hwaaaa...langsung ngilerlah aku. Tanpa ba bi bu...langsung siapkan bahan dan segera aku bikin. Tapi karena nggak ada jagung krim aku pakai labu saja seperti di resep aslinya dari Dapur Tanpa Sempadan.

Hasilnya, enaaaak sekali. Lembut dan gurih khas labu. Kue jenis ini adalah favoritku. Cuman atasnya kurang cokelat aja. Tapi sudah matang kok, harusnya tadi aku grill dulu atasnya sebentar biar cantik. 

Buat Kak CT dan Mat Gebu, terima kasih banyak sudah berbagi ilmu dan resepnya. Aku izin catat resepnya yaa..

Bahan :
- 450 gr labu manis, kukus hingga lembut dan haluskan
- 500 ml santan
- 5 butir telur 
- 200 gr tepung terigu protein sedang
- 180 gr gula halus
- 1/2 sdt vanila bubuk
- 1/2 sdt garam
- wijen secukupnya untuk taburan

Cara membuat : 
  1. Panaskan oven pada suhu 200 C, olesi loyang 20 cm (aku pakai 1 loyang brownies ditambah 2 loyang kue bingka mini) dengan mentega, alas dengan aluminium foil yang ukurannya lebih besar di bagian sisi panjangnya supaya mudah mengeluarkannya.
  2. Dalam wadah, satukan semua bahan di atas kecuali labu, wijen dan vanila. Aduk rata dengan whisk hingga gula larut. Masukkan labu halus dan vanila, aduk rata.
  3. Tuang dalam loyang dan taburkan wijen. Bakar selama 45 - 50 menit hingga permukaan kelihatan sedikit kecoklatan. Setelah matang, keluarkan dari oven dan biarkan sejenak. Kemudian keluarkan dari loyang. Dinginkan sebelum dipotong agar hasilnya rapi.

Thursday, 19 April 2012

Kuih Keria


Semoga belum pada bosan. Aku lagi semangat  nyobain resep resep dengan bahan dasar ubi jalar ungu. Kali ini dapat resep kuih keria atau kue keria dari Notabilia. Resep ini ditulis oleh Maameemoomoo untuk Notabilia sebagai guest postnya.

Kue keria ini mirip pilus sebenarnya tapi bentuknya seperti donat, dan memang inilah ciri khas kue dari Malaysia ini. Tapi aku heran, walaupun gak pake ragi...rasanya tetap enak, legit dan ringan. Barusan coba dan langsung jatuh cinta. Suka teksturnya chewy chewy gitu. Belum lagi di luarnya ada baluran gula seperti kue getas. Enak deh pokoknya...layak dicoba! pasti anak anak suka!

Aku bikin separuh dari resep aslinya. Resepnya berikut ini ya, cuman aku tambahin garam dikit biar lebih berasa *kebiasaan buruk*

Bahan donat :
- 250 gr ubi jalar ungu (kupas dan rebus sampai matang)
- 15 gr tepung tapioka
- 30 gr terigu serba guna (aku pakai segitiga biru)
- sejumput garam
- minyak untuk menggoreng

Bahan glaze :
- 200 gr gula pasir
- 70 ml air

 Cara membuat :
  1. Donat : campur tepung tapioka, tepung terigu dan garam. Aduk rata. Tambahkan ubi kukus halus. Uleni sampai kalis. Bentuk bulat seperti donat.
  2. Panaskan minyak banyak dalam wajan. Goreng donat dengan api sedang sampai matang. Angkat dan tiriskan.
  3. Glaze : masak air dan gula sampai berbuih buih dan kental. Matikan api dan masukkan donat. Aduk rata. Angkat.



Mungkin jenis ubi ungu lokal dan luar negeri ada perbedaan sedikit di warnanya. Sama sama ungu tapi yang luar punya lebih ngejreng, hehe

Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...