Showing posts with label sambel. Show all posts
Showing posts with label sambel. Show all posts
Saturday, 6 December 2014
Sambal Matah
Kali ini aku menyajikan ikan bakar bawal mini untuk makan siang keluarga. Nah pingin yang segar segar pendampingnya aku padankan dengan sambal matah. Tapi ngga tau sambel matah ini ala Bali atau ala apa ya karena aku campur saja semua yang mentah mentah pokoknya supaya seger. Di Sulawesi matah juga berarti mentah lho...hehe.
Untuk sambal matahnya aku pake takaran kira kira saja ya. Pake cacahan cabe rawit, bawang merah, sereh, bunga kecombrang/pattikala, tomat, sedikit terasi, garam dan perasan jeruk lemon cui. Ditambah lagi dengan sedikit minyak panas.Wuiiih asli segeeerrr...bukan hanya aku dan hubby yang suka. Kakak Iyutpun doyan ternyata....alhamdulillah nikmaaaat!!
Thursday, 14 August 2014
Sambal Udang Pete
Liat postingannya Kak Ita "Masam Manis" Sambal Udang Pete....hmmmmmm langsung ngecess. Sayang cabe di rumah lagi habis, belum sempat ke pasar lagi. Cek cek di halaman, cabe yang merah cuman ada 4 biji. Tapi karena dah pengen bener...aku tetap mau bikin.
Dengan resep dari kak Ita akhirnya aku eksekusi. Tapi aku yakin kalo rasanya ngga sama persis dengan aslinya karena aku tidak menggunakan cabe kering...dan air asamnya cuma 1 sdm. Soalnya lihat resep kak Ita yang menggunakan 300 ml air asam kebayang rasa asemnya. Punya kak Ita warnanya lebih gelap mungkin karena pemakaian terasi dan asam yang banyak.
Jadi kalau temen temen mau lihat resep asli silahkan buka di blognya Kak Ita ya. Resep ini agak beda dengan sambal kita di Indonesia karena menggunakan bawang besar atau bawang bombay. Tapi hasilnya memuaskan. Enak...akhirnya kesampaian makan peteeeeeeee
Terima kasih buat Kak Ita yang sudah sharing resepnya...
Tuesday, 22 January 2013
Sanggara' Peppe' (Pisang Goreng Penyet)
Kalau di Jawa ada tempe atau ayam penyet, di Sulawesi ada pisang penyet. Selain pisang epe' yang dibakar ada juga sanggara' peppe'. Peppe' artinya pukul atau geprek, sanggara' berarti goreng. Jadi sanggara' peppe' artinya pisang yang digoreng lalu digeprek. Yang digunakan adalah pisang mentah. Yaitu yang sudah tua tapi belum matang. Maksudnya sudah tua dipohon dan biasanya udah dipanen untuk kemudian diperam. Jadi warnanya masih hijau. Serupa dengan pisang yang dibikin keripik. Pisang ini digoreng lalu digeprek hingga pipih lalu digoreng lagi hingga garing dan renyah dan dimakan bersama sambel. Mungkin untuk orang di luar pulau Sulawesi agak aneh dengan camilan yang satu ini. Lhaaa kok pisang dimakan bersama sambel. Tapi kalau yang udah biasa gorengan ini enaaaak sekali. Karena rasa pisangnya tidak manis makanya dia diberlakukan seperti savory snack dan dimakan bersama sambel. Sama seperti sukun atau singkong goreng.
Thursday, 17 January 2013
Sambel Tumis
Sambal ini adalah adalah satu sambal favoritku. Dulu mama biasa bikin dalam jumlah banyak tuk stok beberapa hari. Bisa disantap dengan apa saja. Bisa dengan ikan bakar, ikan goreng, bahkan dengan singkong goreng sekalipun. Orang Makassar memang makan sambel dengan apa saja. Pisang gorengpun dimakan dengan sambal, hehe. Resepnya seperti sambal terasi pada umumnya tapi ditambahkan udang kupas ke dalamnya untuk menambah wangi aromanya dan tentu saja protein seafood.
Bahan :
- 100 gr udang kupas
- 5 sdm minyak goreng
Bumbu halus :
- 3 buah cabe merah
- 20 buah cabe rawit
- 1 sdm terasi bakar
- 3 buah tomat ranti/sayur
- garam secukupnya
- 1 sdt gula merah
- sedikit kecap manis
Cara membuat :
- Panaskan minyak dalam wajan. Tumis bumbu halus sampai wangi. Tumis agak lama sambil diaduk aduk supaya sambel tahan lama.
- Masukkan udang dan kecap manis, masak sampai udang berubah warna. Matikan api. Siap disajikan.
Hmmmm...mantap dimakan dengan ikan goreng dan lalap....
Monday, 10 December 2012
Cobe' Cobe' Lasuna
Cobe' cobe' lasuna adalah salah satu jenis sambelnya orang Makassar. Banyak macam sambel yang lain, tapi kalo tuk ikan bakar bapakku paling suka bikin sambel ini. Iya, di rumahku bukan hanya mamaku yang pandai memasak. Bapak juga sering turun ke dapur, hehe. Malah beberapa resepku adalah hasil berguru sama bapak ^^
Friday, 13 April 2012
Sambal Tai Minyak
Waduuuh, semoga teman teman nggak pada kabur duluan lihat judulnya yang sama sekali nggak menarik ini, hehe. Memang untuk orang Makassar blondo yang dihasilkan dari santan kelapa yang dimasak sampai berminyak dinamakan tai minyak. Nggak tau juga kenapa dinamakan demikian. Mungkin karena sama sama merupakan hasil akhir dari suatu proses ya ?? hihi
Tapi terlepas dari namanya...kalau soal rasa jangan ditanya. Ueeenak, gurih, manis alami. Tanpa tambahan gula ataupun garam rasanya sudah kaya. Pokoknya teman teman yang sudah sering bikin blondo pasti bisa membayangkan rasanya. Nah apalagi kalau diolah dalam sambel. Dan sambelnya asli ulekan bukan hasil blender. Tambah lagi nikmatnya...! Sambel ini memang khas. Kalau daerah Bugis menamakannya sambal tai boka, hihi teteup beda beda tipis sama judulku ya. Dan biasa disantap dengan burasa. Burasa dicocol ke dalam sambel lalu dicocol lagi ke dalam bajabu atau abon ikan tongkol. Sedaaaaap...!!
Bahan :
- 750 ml santan dari 1 butir kelapa, masak dengan api kecil sampai jadi blondo
- 10 buah cabe rawit
- 2 buah cabe merah
- 5 butir bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 2 buah tomat
- 3 buah belimbung sayur
- 1 sdt terasi
- gula merah secukupnya
- garam secukupnya
Cara membuat :
- Pisahkan minyak dan blondo/tai minyaknya.
- Haluskan cabe besar, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, terasi menggunakan ulegan. Tumbuk sampai agak halus.
- Panaskan minyak kelapanya dalam wajan, tumis bumbu uleg tadi. Setelah mulai wangi, tambahkan tomat dan belimbing yang sudah diiris tipis. Tambahkan garam dan gula merah secukupnya. Aduk aduk.
- Tambahkan blondo/tai minyak. Masak sambel sambil sesekali diaduk sampai benar benar marang, tomat dan belimbingnya sudah layu. Cicipi apabila kurang garam. Matikan api. Apabila akan disajikan, buang genangan minyak sambal ini. Tidak akan mengurangi sedapnya tapi bisa mengurangi asupan lemak ke dalam tubuh kita.

Sambel ini aku setorkan tuk meramaikan ajang IDFB challenge #4 "Indonesian Sambal"
Saturday, 13 November 2010
Pepes Ayam
Hari ini aku bikin pepes ayam. Anak-anak suka, bapaknya juga. Padahal si mas gak suka makan ayam. Tapi kalo aku bikin gak bilang kalo itu ayam, dikirainnya ikan tenggiri karena aku juga biasa pake itu. Hahaha...pas udah mau habis, baru kubilangin...mas itu tadi ayam lhoo....eeehhh masa sih...kok enak yaa. Biar aja deh udah terlanjur katanya...huahahaha.....
And biar lebih mantap aku bikin sambel mangga. Pokoke baru dengar kata mangga rasanya ngiler abiiis...soale enak. Ada asam, pedas, gurih terasi...lengkap deh...kalo di Sulawesi namanya racak-racak mangga....
Bahan :
- 300 gr daging ayam tanpa tulang, potong kotak kecil
- 1 sdm jeruk nipis
- 10 tangkai kemangi
- 10 buah cabe rawit merah
- 1 butir telur, kocok lepas
- 2 sdm santan kental instan
- 3/4 sdt garam
- 3 lembar daun salam, potong-potong
- daun pisang untuk membungkus
Bumbu halus :
- 2 buah cabe merah
- 8 butir bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 5 butir kemiri, sangrai
- 1 cm jahe
- 2 cm kunyit
- 2 tangkai sereh
- 2 cm lengkuas
Cara membuat :
- Lumuri ayam dengan jeruk nipis dan sedikit garam.
- Cuci ayam lalu tiriskan. Campur ayam dengan semua bahan halus. Tambahkan kemangi dan santan. Aduk rata.
- Siapkan daun pisang. Beri sedikit daun salam lalu sendokkan adonan ayam. Tambahkan lombok keci di atasnya. Bingkus lalu semat dengan lidi.
- Kukus selama 30 menit sampai matang. Bakar sampai harum.
Sambel mangga :
- 1 buah mangga muda yang tidak terlalu kecut, serut/cacah panjang-panjang
- 7 buah cabe rawit
- 1/2 sdt terasi
- garam secukupnya
- 1/4 sdt gula pasir
Cara membuat :
- Cobek cabe, terasi, gula dan garam sampai halus.
- Masukkan serutan mangga, aduk rata. Bisa dicobek sedikit bersama bumbu.
- Siap dihidangkan. Catatan: kalau mangganya agak asam, setelah dicacah campur dengan air matang lalu remas-remas dan tiriskan airnya.
Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread
Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...
-
Roti asin? roti yang rasanya asin? haha enggak lah...maksudnya, ya roti yang bukan roti manis alias gurih. Kalau roti manis kan yang ...
-
Hari ini bete di rumah nggak ada camilan. Males keluar keluar juga...akhirnya aku cek bahan yang ada di rumah dan mulai cari rese...
-
Naaaaah...akhirnya resep yang udah lama kucari ketemu juga di blognya temenku Bunda Echi alias Yessi. Resep ini aslinya pemberian temanku...








