Senin, 12 September 2016

Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread


Assalamualaikum.
Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala.

Lama ngga siaran niy...sekalinya muncul lagi lagi dengan resep roti. Roti yang satu ini unik dan enak. Khas asian karena lembut. Roti dengan vla kelapa. Kenapa unik?? karena dalam vlanya mengandung kelapa sangrai yang wangi. Adonan vlanya pun menggunakan santan. Tapi bukan kayak vla santan tradisional kita. Tambahan vanili dan butter membuat vlanya naik tingkat...hehe. Rasanya rich dengan aroma kelapa yang kuat. Endesss...

Untuk roti tetep dong pakai resep andalan water roux bread. Untuk filling dan bentuknya silahkan lihat di blognya "Korena In The Kitchen". Ini resep dipersembahkan untuk Daring Baker lho. Challenge yang pesertanya kece kece seluruh dunia. Vla kelapa resep asli menggunakan kelapa kering yang disangrai. Aku lebih suka menyangrai sendiri kelapaku karena lebih wangi. Kelapa kering siap beli agak kurang aromanya menurutku. Tapi teman teman boleh pake juga kalau malas buat sendiri. Untuk taburan atasnya aku oven kelapa parut dengan api rendah sekali sampai kering bukan cokelat ya. Biar tetep cantik.

Untuk roti kepang pandan bisa dilihat di sini ya udah pernah kubikin sebelumnya.

Okeee berikut resepnya ya...satu resep water roux ini bisa jadi dua atau tiga varian berpulang kepada selera masing masing.


Sabtu, 03 September 2016

Cake Kacang Hijau Kukus Gluten Free


Setelah kemarin membuat cake kukus labu gluten free hari ini coba cake kukus kacang hijau. Bukannya lagi keranjingan yang kukus kukus tapi memang kebetukan masih ada sisa kacang hijau rebus yang siap diolah jadi isian bakpia. Asli kacang hijau kulit ya bukan yang kupas. Harusnya nilai gizinya lebih tinggi hehe. Awalnya bingung karena resep aslinya menngukur dengan kacang hijau mentah 100 gram. Sedang aku ngga tau hasil beratnya setelah direbus. Akhirnya aku pakai 200 gram aja dengan asumsi kalau habis direbus dia mekar mengembang dan menjadi lebih berat ya. Karena takut baunya aneh aku tambahkan sari pandan sedikit. Dan memang lagi mau coba gluten free versi tepung beras + tepung ketan. Kalau yang kemarin kan versi tepung beras + tepung tapioka. Ternyata teksturnya yang ini lebih oke menurutku.

Resep aku lihat di blognya mba Dewi Rosanti "Dapurku Surgaku". Dimodifikasi dikit. Hasilnya lembut, moist, agak padet dan agak kenyal. Mirip sekali dengan tekstur cake pisang. Kalau dimakan ngga ketahuan kalau dari kacang hijau kecuali diberitau. Rasanya unik dan enak. Cuman menurutku agak sedikit kemanisan. Lain kali dikurangin gulanya.

Makasih ya mba Dewi tuk resepnya...



Selasa, 30 Agustus 2016

Cake Labu (Gluten Free)



Karena kemarin udah bikin cake terigu, kali ini cari lagi resep gluten free yang pake labu. Ketemu resep cake kukus yang kelihatannya enak di Dapur Manisnya mba Rina Audie. Karena penasaran...cake aku bikin dua versi. Kukus dan panggang. Aku gunakan loyang diameter 15cm untuk dikukus plus 6 buah di cup muffin kecil dipanggang. Cake kukus mengembang indah tapi ketika keluar dandang agak menciut. Ngga ngerti juga ciutnya karena perubahan suhu mendadak, karena dandang ngga kututup kain atau karena labunya terlalu berair...tapi hasilnya tetep lembut ya cuma kelihatan lebih padat di bagian atasnya. Yang dipanggang cantik mengembang. Aku tambahkan kismis dan parutan keju biar anak anak semangat makannya hehe. Rasanya enak, mild gak terlalu manis dan rich seperti kue banyak telur dan mentega. Dari segi tekstur aku prefer versi yang dikukus karena agak moist. Untuk kue glutenfree menurutku udah enak banget ini...layak dicoba. Makasih ya mba Rina tuk resepnya, mungkin lain kali pingin coba versi ubi ungu ya ^^


Jumat, 26 Agustus 2016

Cake Pandan Zakina's Kitchen



Berhubung pokok pandan di halaman rumah lagi rimbun banget sebaiknya segera kuberdayakan.  Kemarin habis coba puding lumut yaitu puding yang menggunakan banyak daun pandan. Hasilnya sih enak tapi ada rasa pahit pahit gitu aftertastenya. Aku duga mungkin pandanku kebanyakan. Karena ukuran pandannya mungkin agak besar besar jadi musti dikurangi lain kali. Walaupun gitu tetap habis sih pudingnya...hehe.

Hari ini coba lagi cake pandan. Kemarin sempat nge-save resepnya Mba Zakina Amrina di FBnya. Ini resep beliau yang diwariskan dari tantenya. Menarik karena salah satu bahannya adalah glondo kelapa. Yang dipakai minyak sekaligus glondonya. Cuma, karena bikin pertama kali kemanisan...kali ini aku kurangi gulanya ya. Izin ya mba, sedikit dimodifikasi. Kutambahkan juga sedikit garam karena kue ini hanya menggunakan dua sendok makan mentega yang gak terlalu menyumbang gurih. Secara keseluruhan rasanya sudah pas. Wangi dan rasa pandan. Teksturnya spongy dengan sedikit pori pori. Ngga lembab tapi ngga seret juga tapi kayaknya lebih nikmat disajikan bersama teh hangat ^^. Makasih ya mba Zakina resepnya...izin share di sini ya.

Satu tips supaya hasilnya bisa mengembang sempurna telurnya harus segar ya. elurnya direndam dulu air hangat sebentar biar cepat ngembang ketika dikocok. Berhenti mengocok ketika sudah kental berjejak, pengocokan yang terlalu lama membuat cake kering dan beremah.

Sabtu, 20 Agustus 2016

Bolen Pisang (No Korsvet)



Bolen pisang no korsvet ini sudah pernah bikin dulu resepnya mba Ariesta Mikdar. Kali ini bikin lagi versi Hania Kitchen. Bahannya ngga jauh beda cuma beda di quantiti bahan kulit dan lapisan lemaknya. Hasilnya lebih renyah ya. Aslinya resep ini lengkap banget dengan tutorial. Sayangnya saya kok cari cari link Hania Kitchen ngga ketemu ya. Dulu itu saya screenshot punya temen juga. Buat mba Hania makasih banyak ya resep dan tutorialnya. Suka banget bolennya....! ini rasanya mirip banget dengan puff pastry full butter ya. Kalau mau ekonomis bisa diganti separuh dengan margarin. Tapi jangan dihilangkan butternya ya. Rasa dan aromanya yang rich itu dapetnya dari situ.


Selasa, 02 Agustus 2016

Semprit Sagu Pisang



Ini satu lagi kukis enak dari Majalah Sedap edisi lebaran kemarin. Berhubung tepung sagu juga masih ada segera aku bikin. Pisangnya pakai pisang ambon yang mateng sekali. Dan untuk lebih menambah aroma wangi pisangnya aku tambahkan energen go fruit pisang. Asli wangi niy teman teman. Bukan promo produk lho ya. Tapi emang asli enak. Aku dikirimkan adikku dari Malang karena di sini gak ada. Dan dia sudah coba bikin kukis hasilnya ueeenak katanya. Dulu sudah pernah kuposting...

Jangan khawatir dengan penambahan pisang ini...ngga bikin kukisnya jadi lembek or empuk kok. tetap renyah dan khas karena menggunakan tepung sagu. Layak dicoba...

Bahan : 
- 300 gr tepung sagu, disangrai di atas api kecil 10 menut, dinginkan
- 100 gr mentega asin
- 50 gr margarin
- 100 gr gula tepung
- 1 butir telur
- 2 sdm santan kental instan
- 75 gr pisang ambon, blender
- 50 gr susu bubuk full cream
- 1/4 sdt baking powder
- 2 sdt poppy seed (aku gak pake)
- 2 sachet energen go fruit rasa pisang

Cara membuat : 
  1. Kocok mentega, margarin, gula 4  menit. Tambagkan telur dan santan. Kocok rata.
  2. Masukkan pisang dan energen, kocok rata. 
  3. Tambahkan bahan tepung, aduk rata.
  4. Masukkan ke dalam piping bag dan semprotkan dengan spuit bintang.
  5. Oven api bawah 150C selama 35 menit sampai matang.

 


Chocolate Stick Cookies



Setiap tahun menjelang puasa aku selalu siap siap bahan kue kering. Untuk terigu belinya sekali banyak lalu aku jemur di bawah matahari agar kering sempurna. Setelah itu diayak. Jadi tinggal pakai. Nah ini tepungnya masih sisa...harus cepat cepat dihabiskan sebelum kutuan >,<

Kebetulan juga di pasar nemu cokelat stik. Sudah lama cari cari. Kasihan ya...kalau di tempat terpencil begini memang agak susah cari bahan kue tertentu. Tentu saja yang ingin aku bikin adalah kukis stik cokelat. Resep ini sudah lama wara wiri di internet. Tapi aku ketinggalan banget. Belum pernah bikin dan belum juga icip. Inilah saatnya ^^

Resepnya pake punya Ny Liem yang sudah terkenal resep resep cakepnya. Hasil jalan jalan di blognya Mba Nina. Halo mba Nina makasih ya resepnyaaa *kiss kiss*

Hasilnya cokelatnya kurang mulus berbintik bintik. kata teman teman di instagram itu karena suhu panggangnya terlalu tinggi. Memang sih walaupun di resep tertulis 150C, tadi aku set 175C karena kurang detail bacanya...hehe. Ternyata memang itu penyebabnya >,<

 

Jumat, 29 Juli 2016

Tiger Roll Cake



Assalamualaikum...
Lama ngga ngisi blog...udah sekitar 3 bulan nganggur. Maaf ya teman teman, off nya  keterusan. Mood baking sudah gak seperti dulu. Selain tangannya habis sakit juga karena menjaga kolesterol yang kemarin sempat tinggi banget. Sampe 270. Hiiiii...syerem ya tingginya saing saingan sama LDLnya. Badanku memang kecil, tapi beracun...hehe.  Teman temanku heran kok bisa setinggi itu kolesterolnya padahal kelihatan kurus. Mungkin kalau dari segi kuantitas makanku gak banyak. Tapi kandungan lemaknya yang dashyat. Dulu sering bikin kue. Kue kan kandungannya gluten, telur, gula, mentega. Alhamdulillah sekarang dah turun kolesterolnya. Keluhan rematikku pun berkurang. Mungkin memang makanan yang paling banyak berperan dalam kesehatan kita ya.

Ya baru membahas kolesterol...hari ini malah yang dibikin kue kaya kolesterol >,<. Saya ngga berani makan banyak cuman memang dah lama pingin buat karena lihat bolu gulung tigernya mba Tintin Rayner menggoda sekali. Dulu pernah bikin tapi motif tigernya ngga kentara. Kayaknya belum mengerti panas oven yang pas untuk kue ini. Harus sering sering praktek.

Nah ada kejadian pas memanggang. Untuk bolu gulungnya aman aman saja. Tapi ketika bikin tigernya hampir gosong. Api atas pada ovenku hanya dua modenya. High dan low. Tadi aku pake high dan belum sampai 5 menit langsung gosong sebagian. Memang ngga kelihatan di gambar atas karena bagian yang gosong aku gulung duluan...hehe. Panas yang sangat tinggi itu membuat kulit tiger gosong dan ternyata bawahnya belum matang alias basah. Terpaksa aku panggang lagi dengan api bawah. Permukaan kue aku tutup dengan alumunium foil. Alhamdulillah kuenya bisa diselamatkan. Fyuuuuuhhh...

Untuk resep tigernya dari Majalah Sedap ya. Bolu gulung pakai resepnya mba Ricke ya yang ekonomis 6 telur biar hemat dikit telurnya. Bayangkan untuk tigernya aja 10 kuning telur. Kalau bolu gulungnya juga 10 kuning telur...setiap iris kue yang kita makan kira kira mengandung dua kuning telur. Apalagi kalau makannya banyak....bahayaaaa!!

Nah untuk loyang aku sesuaikan ya. Kalau punya mba Tintin agak tebal bolu gulung dan tigernya. Maka aku adjust. Aku menggunakan loyang 35x30cm untuk tigernya dan 25x32 cm untuk bolu gulungnya karena memang cuman dua itu yang agak matching loyangnya. Hasil akhir ternyata tigernya lebih dikit. Lebih lebar dibanding bolu gulungnya.

Untuk rasa bolu gulungnya mild ya gak terlalu rich seperti cake banyak kuning telur. Tapi udah cocok menurutku sama tigernya yang sangan rich. Enak dan cantik. Makasih tuk mba Tintin dan bunda Ricke buat resepnya ya.

Senin, 25 April 2016

Bolu Gulung Isi Chocomaltine dan Selai Strawberry


Bolu gulung kali ini resepnya menggunakan minyak. Tipikal bolu yang menggunakan minyak dan pengocokan sistem chiffon cake adalah hasil lebih lembut tapi rasanya kurang rich. Tapi menurutku kalau fillingnya sudah rich seperti chocomaltine atau selai strawberry yang asam segar...ngga masalah pasti tetep enak rasanya. Hasilnya lemput manisnya pas ngga overly sweet. Berikut ini resep aku ambil di FB tapi ngga ingat yang punya siapa. Aku screenshot ternyata gak masuk alamat webnya >,<. Maaf ya bagi yang punya resep minta izin pake resepnya ya...

Untuk bolu gulung ini aku bagi dua isiannya separuh chocomaltine dan separuh lagi selai.



Bahan :
- 100 gr minyak
- 75 gr air
- 1 butir telur
- 100 gr terigu
- 20 gr maizena
- 60 gr kuning telur
- 200 gr putih telur
- 1/4 sdt garam
- 75 gr gula pasir

Filling :
- chocomaltine
- selai strawberry

Cara membuat :
  1. Rebus minyak goreng dan air hingga hangat Itidak perlu sampai mendidih). Tuang ke dalam telur utuh. Aduk rata.
  2. Campur jadi satu tepung dan maizena lalu ayak. 
  3. Tuang campuran minyak sedikit sedikit ke campuran tepung sambil diaduk rata. tambahkan kuning telur. Aduk rata. Sisihkan.
  4. Kocok putih telur hingga berbusa. Tambahkan gula sedikit sedikit sambil dikocok hingga mengembang soft peak.
  5. Tuang 1/3 adonan ke adonan lalu aduk rata. Lalu masukkan adonan tersebut ke dalam sisa putih telur. Aduk rata. 
  6. Tuang ke dalam loyang 30x30x3 cm yang dialas kertas roti.
  7. Oven api bawah 180C selama sekitar 25-30 menit atau sampai kuning kecokelatan.
  8. Angkat. Oleskan dengan selai ovomaltine atau selai. Gulung sambil dipadatkan.


Banana Energen Cookies


Awalnya ide bikin kue ini dapat dari adikku. katanya dia iseng iseng bikin kukis pake Energen pisang lhaaa kok ueeenak rasanya. Wangi dan kerasa potongan pisang di dalamnya. Masalahnya dia ngga pake resep alias cuman cempung saja. Akhirnya setelah cari cari resep yang menarik pilihanku jatuh pada resep dari "Warteggaziantep" yang sumber aslinya dari "Group Recipes". Kukis tepung beras. Gimana coba rasanya kukis pake tepung beras. Dulu sudah pernah coba punya Alergon aku suka sekali. Sayang di sini gak ada yang jual >,<.

Energennya aku pake 6 sachet. Hasilnya enaaaak. Mungkin karena pake butter ya jadi wangi banget. Gak kerasa kalau pake tepung beras. Cuma sebenarnya Energen itu mengandung terigu sedikit sih. Sedikit sekali. Yang bikin ketagihan itu wangi aroma pisangnya. Haruuum....

Di gambar ada dua versi kukis. Yang pertama pake tepung beras cuman 3/4 cup. Hasilnya tipis karena bleber dan kemanisan. Yang kedua aku tambahkan tepung berasnya lagi dan hasilnya sudah bagus sesuai harapan. Enak dan renyah. Berikut resepnya buat yang mau mencoba ya...

Bahan :
- 1/2 cup butter salted
- 1/2 cup gula halus (agak kemanisan karena aku pakai Energen yang sudah manis)
- 1 butir telur
- 6 sachet Energen pisang
- 1 cup tepung tepung beras
- 1 sdt baking powder
- 1/2 cup chocolate chip untuk taburan

Cara membuat:
  1. Dalam wadah kocok butter dan gula halus sampai rata. Tambahkan telur kocok rata.
  2. Masukkan energen pisang aduk rata. Tambahkan tepung beras+baking powder. Aduk rata.
  3. Bulat bulatkan seperti kelereng dan pipihkan. Letakkan dalam loyang. Beri jarak.
  4. Panggang dalam oven panas 180 C atai 175 F selama sekitar 15-20 menit atau sampai matang.
  5. Dinginkan dan taruh dalam wadah kedap udara.


yang versi pertama. Tipis, agak chewy dan manis.




Versi kedua... perfect!!


Selasa, 29 Maret 2016

Hanif si Pet Lover...




Ceritanya berawal bulan lalu ketika tiba tiba 3 anak kucing nyasar di bawah rumah kami. Karena masih kecil mereka cuman bisa mengeong ngeong ketakutan dan kelaparan. Sepertinya mencari induknya yang hilang entah kemana. Aku curiga ada yang sengaja menaruh anak anak kucing itu. Mungkin kucingnya sudah terlalu banyak jadi ketika beranak lagi anaknya dibuang.

Untuk Hanif yang pecinta binatang ini adalah rezeki besar. Dari dulu selalu minta kucing tapi belum kami penuhi. Kalau anak kelinci dan anak ayam sudah pernah juga sih. Tapi kelinci berakhir mati dan ayam diberikan ke orang karena Hanifnya suka alergi. Jadi bukannya kami ngga suka binatang ya. Takutnya Hanif kambuh lagi alerginya sampai gatal gatal dan bernanah. Walaupun ngga tau dulu itu dia alergi makanan atau apa. Aku yang trauma. Waktu itu sampai berobat ke Makassar. Alhamdulillah pulang dari sana dah baikan. 

 

Tuh kan...kalau nemu kucing di jalan langsung di bawah pulang >,<



Nah kucing ini banyak sekali menurutku. 3 ekor. Waaaaaakkk...to much for us!
Ngga tega juga sih kalau mau disingkirkan salah satunya. Bisa dikasih ke teman atau siapa. Tapi kalau masih kecil kayaknya paling aman kalau mereka bersama. Mungkin bagus juga supaya Hanif bisa belajar bertanggung jawab. Akhirnya kami memperbolehkan memeliharanya dengan beberapa syarat. Bisa diduga betapa senangnya Hanif ^^

Hari hari pertama merawat kucing terasa menyenangkan. Mereka masih imut dan cute. Mulai masuk minggu ketiga mulai kucingnya berulah. Karena sudah semakin besar, mereka juga semakin lincah. Karena bertiga jadinya kompak kalau melakukan kenakalan. Kalau sendiri mungkin kucingnya kalem karena gak ada teman berantem dan bergulat gulat. Jemuran handuk ditarik tarik dijadikan tempat tidurnya. Huhuuuu...kotor semua handuknya. Rak sepatu jadi tempat mainnya. kadang kadang jadi tempat tidurnya. Sepatu sepatunya jadi berbulu kucing >,<.  Kadang kadang juga si pengki yang ringkih suka mencret di sembarang tempat. Di sepatu, di lantai rumah. Waaaaaaaa....ini yang aku gak sukaaaaa. Apalagi kalau ada kucing liar yang datang dan ngajak berkelahi, semua kucing ini pada pup karena stress. Padahal aslinya mereka dah pandai karena sudah diajarin Hanif pup di halaman rumah. Tapi alhamdulillah Hanif mau bantuin bersihkan pupnya. Kalau waktu makan pun Hanif dengan setia memberi makan. Makanya semuanya sayang sama Hanif. Dia juga jadi lebih bertanggung jawab.


 

Si Bobo adalah favorit Hanif karena kalem dan suka nyiumin Hanif. Kalau si Ollie lucu, nakal dan lincah. Sedang si Pengki penakut dan ringkih, sakit sakitan dan paling kecil sendiri. Nah sedihnya sekarang kucing Hanif tinggal dua karena Pengki ini minggu lalu mati akibat ketrabrak mobil di depan rumah. Ternyata justru kucing yang ringkih ini yang pergi duluan. Kasihaaan....


 

Diberi nama Pengki karena ekornya pengkor alias kayak patah begitu. Istilah orang sini hehehe. Lucu ya...


 

 

 Kalau pulang sekolah sudah ada aja di belakang nongkrong dengan kucing kucingnya.

 
Kalau subuh begitu pintu belakang terbuka, kucingnya sudah pada lompat ngintip di pintu.
Minta makan judulnya...









Songkolo/Sokko aka Ketan Serundeng




Seperti biasa kami ibu ibu kompleks di sini rajin jalan/jogging keliling kompleks. Kadang sendiri sendiri kadang juga bareng biar seru sambil ngobrol. Hehehe dasaar ya ibu ibu. Tapi jangan kawatir bu ibu ngobrolnya ngga aneh aneh kok, palingan tentang makanan atau hobbi atau anak anak. Alhamdulillah teman teman di sini baik baik semua. Pada gak suka gosip. Kalau cuaca mendung sesekali kami berenang di danau. Kadang kadang ya bawa makanan juga. Makan ringan aja gak berat berat. Bahaya kalau berat entar pulangnya gak bisa mendaki. Keberatan perut....wakakakakakaaaa. Ibu ibu ya gak bisa jauh jauh dari makanan. Ya makanan itu kan hiburan bu ibu. Bikin hari hari tambah happy ^^. Masalahnya, niat olahraga biar sehat dan langsingnya jalan nggak ya. Jangan jangan malah tambah ndut >,<

Di sini alhamdulillah fasilitas mendukung kalau mau olahraga. Danaunya sepi kalau pagi pagi. Para bapak bapak kan kerja ya. Anak anaknya sekolah. Nah tinggallah ibu ibunya. Bebas menggunakan danau seluas itu. Kalau kami berenang jarang ada orang lain lagi di sana. makanya kami suka berenang rame rame. Nah kemarin itu aku bawa nasi sokko buat bekal berenang. Atau kalau orang Makassar bilang songkolo yaitu nasi ketan. Yaaa kalau Betawi ketan serundeng biasanya pakai ebi...kalau yang ini serundengnya biasa aja cuman pakai bumbu. Proteinnya ada di ikan asin pendampingnya. Paling nikmat ditemani ikan asin sunu/kerapu. MasyaAllah nikmaaatnya dinikmati bersama sambel terasi tumis....
Untuk resep sudah pernah kuposting dulu di songkolo bagadang ya. Yang ini versi ketan putih saja.

Di bawah ini adalah teman temanku yang sopan baik hati dan tidak sombong....hehehe love u all!! Stay healthy ya...

Killer Breadnya Victoria Bakes




Bagaimana ngga penasaran mencoba killer breadnya Victoria Bakes ini kalau teman teman lain dah pada cobain dan semua reviewnya memuaskan. Dimana mana muncul ni resepnya. Main ke FB ketemu. Ke instagram ada lagi, ke google apalagi ^^. Harus buat juga niy. Walaupun aku mengurangi gluten tapi sesekali anak anak masih bawa roti dan cake untuk bekalnya.

Roti ini sudah dua kali aku bikin. Kemarin dulu dan hari ini. Yang kedua bikin lagi atas request Hanif karena ternyata Hanif suka versi roti sobek ini untuk bekalnya. Memang sih kalo model roti sobek lebih terasa lembutnya karena crust luarnya kurang. Yang ada antar sekat roti yang lembut ketika disobek. Kali ini aku bikin isian sosis aja. Bentuknya bisa lihat di killer sausage bunnya Victoria ya. Ini pakai lattice roller untuk menghasilkan tekstur yang indah.

Hasilnya lembut ya mirip dengan water roux method. Tapi kalau soal rasa aku masih pilih water roux karena menurutku lebih rich rasanya. Yang ini agak kurang manis untuk seleraku. Memang cocok untuk tipe roti asin tapi kalau roti manis musti ditambah gulanya. Menyangkut tekstur...ngga jauh beda menurutku. Seratnya halus dan panjang panjang. Cuakeeep pokoknya...wajar deh roti ini booming banget ^^
Untuk resep silahkan langsung ke blognya Victoria Bakes. Di sana ada versi bahasanya juga kok.



Di bawah ini percobaan kedua. Aku campur terigu protein sedang dan tinggi. Hasilnya sama sama lembut tapi ini hasilnya lebih ringan dan tidak terlalu padat. Sebagian juga aku bikin donat dan hasilnya tetap oke. Catatan untuk roti sobek...bila menggunakan loyang lebar dimana rotinya tidak menyentuh sisi sisi loyang seperti roti di bawah ini maka waktu panggangnya harus lebih singkat dibanding roti sobek biasa. Ini dikarenakan sirkulasi panas yang langsung mengenai roti tanpa perantara loyang di sisi sisinya. Hasil roti di bawah lebih kering daripada roti sobek yang gambar di bawahnya. Jadi terkadang masalah roti keras atau kering bukan karena salah resep bu ibu...tapi cuma masalah sepele waktu pemanggangan.





Di bawah ini kelihatan serat serat roti sobek ketika disobek. Halus lembut dengan serat halus yang panjang. Kalau roti kering maka roti dapat lepas dengan mudahnya tanpa serat serat putus menjulur seperti di bawah.







Kelihatan halus kan bu ibuuuuu...wuiiihhh beneran lembuuut!!!

Rabu, 23 Maret 2016

Putu Ayu Ketan


Aku kalau sehari ngga makan kue rasanya ada yang kurang. Apalagi kalau gak ada kegiatan, cuman di rumah aja kayaknya mau ngapain ya...buntut buntutnya pasti pingin ngemil. Nah berhubung aku mengurangi gluten, sekarang mulai sering lagi praktekkan resep tradisional. Karena kita tau kan kue tradisional itu umumnya pake bahan bahan alami dan tepungnya pun biasanya tepung beras dan ketan. Banyak juga sih yang pakai terigu. Contohnya putu ayu. Biasanya kan putu ayu pakai tepung terigu atau ketan hitam. Nah kali ini aku coba pakai tepung ketan putih. Resepnya lihat di instagramnya mba Silvia Pratiwi. Makasih ya mba kuenya enaaak...

Hasilnya ternyata ngga kalah enak. Bedanya putu ketan ini ngga terlalu lembut mengembang ringan. Tapi lembut legit agak kenyal kenyal gitu. Perpaduan antara cake dan mochi ^^

berikut ini bahannya dari mba Silvia ya...

Bahan : 
- 125 gr tepung ketan putih
- 100 gr gula pasir
- 2 butir telur
- 1/4 sdt garam
- 8 lembar daun pandan blender bersama 100 ml santan

Taburan (aduk rata) :
- 1/4 butir kelapa setengah tua, dikupas lalu parut
- 1/4 sdt garam halus

Cara membuat :
  1. Tata kelapa parut di dasar cetakan putu ayu yang sudah dioles sedikit minyak. Panaskan kukusan.
  2. Kocok telur, gula, garam hingga kental mengembang. Masukkan tepung ketan bergantian dengan santan dalam 3 tahap sambil dikocok kecepatan rendah.
  3. Tuang adonan di atas kelapa. Kukus selama 15 menit. Angkat. Setelah agak dingin keluarkan dari cetakan.



Senin, 14 Maret 2016

Philipinos Cheese Cupcake



Cupcake ini asli enak. Enak karena ngeju banget dan teksturnya lembut. Tidak selembut sponge cake tapi tidak sepadat butter cake juga. Resep ini aslinya dari Philipina tapi sudah terkenal sampai kemana mana. Ngga salah dong kalau aku coba juga. Kenapa gak dari dulu dapat resep ini ya....anak anak suka sekali ^^

Berikut ini resep yang aku intip dari Kawalingpinoy.com.KawalingPinoy.com

Puding Roti Cakar Garpu


Maaf ya teman teman baru sempat posting resep lagi. Kali ini aku bikin puding roti versi lain. Mirip mirip dengan puding rotiku yang sebelumnya tapi yang ini lapisan di atasnya dibikin puding busa. Kalau punyaku cuma langsung  campur aja telur dan agar agarnya. Nah ini kocok pisah kuning dan putihnya. Lebih cantik karena ada sentuhan cakaran garpunya ^^

Resep aku dapat di FB. Waktu itu aku langsung screenshot saja dari FBnya mba Sitti Amaliah. Makasih ya mba resepnya. Rasanya enak. pas manisnya ngga overly sweet. Berikut resep beliau ya...

Jumat, 12 Februari 2016

Pie Susu



Ini adalah postingan pertamaku di tahun 2016. Tangan sudah gatal pingin ngeblog. Resep pun sudah antri menunggu dipraktekkan. Alhamdulillah tanganku sudah baikan. Berkat doa teman teman dan pembacaku tersayang. Makasih ya teman teman tuk perhatiannya. Aku jadi terharu. Doa yang sama untuk kalian semua *peluk semua*

Resepnya sudah lama disharing temanku Esther Fieling Wahyu di FBnya. Resep aslinya dari Ci Liu Nomiaty Sari Cake. Sudah pernah bikin juga tapi baru sekarang bikin untuk diposting. Resep ini reviewnya bagus sekali. Apalagi Ci Liu memang sudah terkenal dengan resep resep cakenya yang yahut.

Berbeda dengan resep pie susu biasanya. Untuk isian susunya lewat proses tim dulu supaya ketika masuk dalam adonan kulit, kulit tidak basah. Isinya sudah agak kental. Hasilnya memuaskan. Manisnya pas ngga overly sweet. Adonan kulitpun renyah dan gurih. Pokoknya mantep ya ini resep. Jempol...!!




Resep asli adalah untuk tiga loyang besar. Jadi aku bagi tiga untuk menghasilkan satu loyang saja.

Bahan :
- 90 gr margarin
- 1 sdm gula pasir halus
- 150 gr terigu
- 1 kuning telur
- 1/4 sdt garam halus

Filling Susu :
- 5 kuning telur
- 3 putih telur
- 65 gr gula pasir halus
- 1/3 kaleng susu kental manis
- 100 ml susu cair
- 65 ml air
- 1/2 sdt vanili
- 2 lembar pandan, sobek sobek

Cara membuat :
  1. Kulit pie : campur terigu, gula halus, garam, aduk rata. Masukkan margarin, aduk dengan menggunakan ujung jari/pisau pastry sampai berbutir butir halus dengan ujung jari. Masukkan kuning telur aduk lagi hingga tercampur rata berbutir halus (jangan diuleni). Satukan adonan menjadi satu gumpalan besar. Bungkus cling wrap, pipihkan sedikit. Simpan di kulkas selama 15 menit.
  2. Siapkan loyang pie bulat 18 cm. Giling adonan pie hingga tipis sesuai lingkar loyang dilebihkan untuk bagian sisinya. Masukkan ke dalam loyang pie. Tusuk tusuk dan panggang selama 15-20 menit dengan api 175C. Kalau menggelembung, keluarkan dan tusuk bagian yang menggelembung. Masukkan lagi.
  3. Filling susu : sambil menunggu kulit pie dipanggang, masak air dan gula serta pandan sampai mendidih. Aduk aduk, matikan api. Saring. Masukkan susu cair, dinginkan.
  4. Kocok lepas telur, tuang ke dalam larutan gula. Aduk rata. Saring. Tambahkan vanili dan susu kental manis. Aduk hingga rata.
  5. Siapkan panci berisi  air untuk mengetim. Setelah air mendidih turunkan apinya. Tim bahan filling. Aduk aduk hingga adonan susu terasa panas. Jangan terlalu lama karena adonan akan matang dan mengental. Yang penting adonan isi sudah panas.
  6. Tuang bahan filling ke dalam kulit pie. Panggang selama 20 menit dengan api 150C. Turunkan api menjadi 130C lanjutkan memanggang selama 20 menit lagi. Angkat, biarkan dingin atau permukaan sudah set tidak goyang goyang lagi.
  7. Nikmat disajikan dalam keadaan dingin.

Kamis, 11 Februari 2016

Sakitku....

Assalamualaikum,
Lama tak bersua lewat blog. Hari ini alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bercuap cuap sedikit mengenai penyebab lamanya aku off . Bulan Desember kemarin adalah bulan yang paling tidak produktif. Bisa dilihat dari jumlah postingan yang cuma dua biji. Bulan Januari sebagai pembuka tahun ini justru lebih parah lagi. Nol postingan. Rekor kan??? hehe.

Seperti sudah aku ceritakan pada beberapa postingan terakhirku...tanganku sudah lama sering sakit.  Biasanya kalau sakit ngilu ngilu tulang cuma sebentar habis itu hilang datang dan pergi. Kadang lutut kadang juga pinggang. Pernah juga sih kena serangan selama seminggu. Rasanya seperti lumpuh seluruh badan. Bahkan hanya untuk sekedar membuka kancing baju atau membuka kenop pintu tersa susah sekali. Jari jari tanganku tidak bisa menggenggam. Persendian terasa ngilu dan sakit. Apalagi di waktu pagi. Hopelessssss...

Waktu itu pihak rumah sakit di sini mengatakan kalau aku terkena rheumatoid arthritis. Penyakit autoimun yang menyerang persendian. Penyakit dimana sistem kekebalan tubuh kita menyerang lapisan sendi di seluruh tubuh. Ini sedikit berbeda dengan penyakit rematiknya orangtua. Kalau rhematoid arthritis ini bisa menyerang usia berapapun. Lhaaa...aku kaget dong. Setahuku rematik kan penyakit orang tua. Memang sih mamaku punya penyakit rematik dan biasanya itu genetik. Tapi kata dokternya biasanya ini cuman sebentar saja. Mungkin daya tahan tubuhku lagi lemah sehingga terkena penyakit ini. Memang sih setelah itu berangsur angsur membaik. Kurang tau apa memang sudah sembuh atau karena aku minum suplemen untuk sendi. Pokoknya rasanya lega sekali dan aku berharap tidak terkena untuk kedua kalinya.

Tapi yang satu ini sakitnya menetap. Kalau dihitung hitung sudah 7 bulan dari bulan ramadhan kemarin. Itukan sudah satu semester ya teman teman. Lama juga. Awalnya aku bingung sebenarnya aku ini sakit apa. Kedua pergelangan tanganku sakit terutama pada saat digerakkan ke arah tertentu. Susah ditekuk apabila sujud, sudah memasang seat belt, dan terutama susah bergerak leluasa di dapur. Kalau sudah di dapur...sebentar sebentar akan keluar suara teriakan kesakitanku. Mengulek dan memotong motong bumbu terasa sangat menyiksa. Orang tua dan mertuaku pun prihatin dan menyarankan pemeriksaan dokter spesialis. Masalahnya...di tempatku ini dokter spesialis tidak ada. Kadang kadang datang tiap tiga bulan tapi dengan pasien yang sudah antri membludak. Membuat aku jadi pesimis. Insya Allah kalau cuti saja baru aku periksakan. Untuk sementara aku menggunakan penyangga tangan yang dibelikan oleh mertua. Tapi agak susah juga untuk orang sepertiku. Sedikit dikit harus dibuka ketika beraktifitas di dapur karena takut kotor dan basah. Tiap wudhu juga harus dibuka jadi menurutku kurang efektif.

Nah libur kemarin ini aku manfaatkan untuk berobat. Aku pergi menemui dokter spesialis penyakit syaraf. Mamaku juga sudah pernah berobat ke situ karena keluhan yang lebih berat. Selain rematik beliau juga menderita Carpal Tunnel Sydrome. Kedua jari jempol dan telunjuknya sudah melemah fungsinya. Atau istilahnya disebut atrophy. Kalau memegang/menggenggam barang suka terlepas dengan sendirinya, tidak bisa membuka kancing baju atau memasang peniti. Sedih juga sih. Mungkin memang aku mewarisi gen rematik ini dari mamaku >,<.

Balik lagi ke dokter syaraf. Setelah diperiksa dengan seksama dokter menyimpulkan aku memang kena rematik. Ciri cirinya yaitu keluhan sakitnya yang simetris. Kedua pergelangan tanganku sakit. Sangat disayangkan karena aku masih sangat muda katanya. Lha dokter ini belum tau kalau umurku sudah kepala 4 ya. Akhirnya aku diberi injeksi di kedua tanganku. Sepertinya suntikan kortokosteroid. Aku juga diberi beberapa suplemen untuk sendi dan vitamin syaraf. Alhamdulillah setelah beberapa jam langsung keluhanku berkurang dan setelah beberapa hari sakitnya berangsur hilang. Ampuh banget suntikannya. Senangnyaaaaaa....tapi tetap harus waspada karena bukan tidak mungkin aku bisa kena lagi. Kata orang sih rematik ini bukan penyakit mematikan tapi penyakit menjengkelkan. Hehe iya juga sih ya. Tapi apapun itu berat ataupun ringan semoga ada hikmahnya. Aku harus lebih memperbaiki gaya hidup dan menjaga makanan. Karena ada beberapa diet untuk penderita rematik. Salah tiganya adalah aku ngga boleh terlalu sering mengkonsumsi gluten, gula dan garam berlebihan. Kayaknya itu kemarin efek kebanyakan bikin kue untuk blog ya hehehehee. Aku juga kemarin kemarin terlalu forsir pekerjaan yang menggunakan tangan. Disuruh berhenti ngeblog dulu kayaknya ^^

Doakan ya teman teman...aku selalu sehat supaya bisa menyalurkan hobbyku lagi. Kangen juga ngeblog euy. Semoga teman teman juga ada gambaran tentang penyakit ini dan sebisa mungkin menjalankan pola hidup sehat. Cukup makan, cukup olahraga, dan cukup istirahat.

Dalam kurun beberapa bulan offku, kegiatanku hanya sekali kali latbar bikin kue atau sekedar ngumpul dan makan bersama teman temanku. 



Latbar magic flan cake sambil maem kapurung.







Ngumpul + makan-makan ditraktir Mba Ira.


Latbar food photography. Bareng Magdalena, kak Indri, Nana, Roro.



Latbar mie hijau, pangsit goreng dan gyoza. Bareng Dian, Mba Adhe, kak Maya, Teh Ida, dan mba Ira.








Related Posts with Thumbnails