Showing posts with label Bakpia. Show all posts
Showing posts with label Bakpia. Show all posts

Wednesday, 20 May 2015

Bakpia Basah Isi Keju (eggless)



Tiga hari yang lalu aku merebus kacang hijau. Niatnya memang mau dibikin isian bakpia. Entah bakpia krispi atau bakpia basah juga belum jelas. Tapi aku sudah ambil 200 gram buat dibikin puding kacang hijau. Sisanya masih banyak lagi. Mungkin sekitar 300-400 gram. Aku masak bersama gula pasir, sedikit garam, pandan dan minyak sampai kalis. Setelah dingin dibentuk bola bola.

Nah berhubung rumah lagi kinclong ya...habis beberes beres sayang dong kalo berantakan lagi karena remah remah bakpia. Semut semut juga bakalan pada berdatangan. Jadinya aku putuskan untuk bikin bakpia basah aja. Kayaknya ini roti versi sehat deh. Karena ngga pake telur dan dan isinya pake kacang hijau yang kita tau pasti banyak kandungan gizinya. Tapi selain kacang hijau aku coba juga beri isian keju dan cokelat. Bukan hanya keju parut saja seperti yang aku bikin kalau bikin isian roti keju. Kali ini aku bikian isian keju versi streusel. Maksudnya bikinnya dari campuran terigu, margarin, susu bubuk, gula halus dan keju parut yang diaduk jadi satu menjadi. Jadi keju parutnya gak perlu banyak. Tapi rasanya tetap gurih dan ngeju lho. Mungkin untuk versi ekonomis resep isian keju ini cocok deh. Cokelatnya pun demikin bukan hanya dari mises atau dark cokelat tapi bener bener ada campuran cokelat bubuknya. Enak rasanya. Malah nggak sempat kefoto cokelatnya karena dah habis duluan >,<

Resep kulit bakpianya masih pake resep yang dulu dari mba Nien Ing. Isian keju dan cokelatnya aku lihat di Mba Isna yang beliau lihat juga dari mba Diah Didi. Supaya banyak aku bikin resep rotinya 2 adonan. Menggunakan 500 gram terigu protein sedang. Separuh isi kacang ijo, 1/4 nya isi cokelat dan 1/4 lagi isi keju.

Thursday, 12 March 2015

Pia Duren



Semenjak makan bakpia duren dari "Bakpia Mangkok" Malang aku selalu terbayang bayang pingin makan dan makan lagi. Filling durennya asli tanpa campuran tepung kayaknya. Seperti makan selai duren aja. Nyam nyam. Isinya juga banyak jadi bener bener puas. Sayang cuman bisa makan pas cuti ke Malang setahun sekali aja. Daripada ileran membayangkan makan bakpia mangkok, mumpung di sini lagi musim duren aku mau bikin sendiri. Minggu lalu juga aku sudah beli duren dan dibikin selai. Campuran duren dan gula yang diaron di atas kompor. Dibungkus plastik dan taruh dalam wadah kedap udara. Simpan di freezer. Jadi kalau mau bikin sesuatu apalagi untuk takjil di bulan ramadhan seperti kolak atau kue lain yang menggunakan duren tinggal ditambahkan selainya. Namun untuk isian bakpia tentu saja konsistensinya harus lebih kalis. Supaya mudah dipulung bulat bulat dan lebih tahan lama. 

Untuk membuat isian bakpia ini, selai durian aku aron lagi sampai kalis di atas kompor. Kalis disini maksudnya bukan kering dan gak lengket di wajan ya. Tapi selainya sudah berubah warna lebih gelap dan sedikit transparan dan teksturnya mirip selai nanas yang sudah siap dipakai untuk nastar ya. Jadi setelah dingin baru bisa dipulung bulat bulat. Kalau agak lengket, tangannya dilumuri minyak dikit ya.

Untuk resep kulit pianya aku pakai resep mamaku yang pernah kuposting di sini ya. Cuma sedikit modifikasi. Isinya aja diganti dengan duren. Aku juga gak pake olesan kuning telor atasnya biar kelihatan lebih original kayak aslinya...hehe

Dan hasilnyaaa???? yummiiiiiii tenan. Nggak ada bedanya dengan bakpia mangkok. Cuman punyaku ukurannya agak imut. Untuk satu resep jadinya 50 buah. Hmmmm...terpuaskan sudah kerinduanku.

Wednesday, 19 February 2014

Bakpia Isi Tausa




Dari dulu selalu penasaran sama isian bakpia yang satu ini. Tausa. Ya...tausa adalah isian bakpau atau bakpia yang terbuat dari kacang merah atau kacang hijau kulit yang diberi tawas hijau supaya warnanya gelap. Tapi di tempatku tidak pernah ketemu yang namanya tawas hijau. Lagian apakah tawas itu sebenarnya aman dimakan nggak ya?? Daripada pusing...di rumah juga masih ada merang bakar sisa bikin jongkong dulu. Aku pakai itu aja. Semoga dapat hitamnya.




Seperti gambar di atas dan di bawah...warna tausanya nggak hitam legam. Lebih gelap sih tapi masih ada tampak hijau keabu abuannya. Padahal aku pakai 3 sdm abu merang. Rasanya enak. menurutku ada sedikit sumbangan rasa merang yang bikin unik dan enak. Teksturnya juga lebih kesat dibanding yang cuma pakai kacang hijau saja. Resep yang ini resep mama dari temannya yang orang Cina. Jadi mungkin beda dikit dengan bakpia versi Jawa ya. Aku usahakan bikinnya balance isian dan kulitnya. Jangan sampai ketebalan kulit atau isinya. Hasil akhirnya enak sekali. Manis dan gurihnya pas. Kulitnya tipis berlapis dan beremah tapi remahnya halus dan lembut. Bakpia ini kalau diinapkan besoknya hasilnya lebih lunak lagi.

Di bawah ini resepnya setelah aku update 22 agustus 2016.

Saturday, 5 May 2012

Bakpia Basah


Masih demam bakpiaaaaa...semoga nggak pada bosen ya. Kali ini cobain bikin bakpia basah. Pertama kali makan aku beli di pasar. Lho kok bakpianya aneh...lembut tapi enak. Nggak kayak bakpia dengan kulit renyah berlapis lapis. Setelah browsing sana sini akhirnya aku tau kalo bakpia ini namanya bakpia basah aka roti pia isi kacang ijo. Huahahaaaaa...ternyata! Resep yang paling oke menurutku dari blognya Mbak Nien Ing dan Mbak Diah Didi lagi...hehe *halo mbak Diah, jangan bosan ya* kedua resep ini sama. Jadi aku tulis aja resepnya Mbak Nien ya. Aslinya dia dapat juga dari temannya yang udah terbukti enaknya, Liu Nomiaty Cake. Aku bikin setengah resep dari resep asli dengan sedikit modifikasi. Izin share ya mbak...

Bahan :
- 250 gr tepung terigu protein sedang
- 35 gr margarin
- 125 ml air hangat
- 1/2 bungkus ragi instan
- 50 gr gula pasir
- 1/2 sdt garam

Bahan isi :
- 150 gr kacang hijau
- 70 gr gula pasir
- 1/4 sdt garam
- 1 1/2 sdm minyak goreng
- 1 lembar daun pandan

Cara membuat :
  1. Isi : rebus kacang hijau sampai empuk, angkat dan tiriskan, kemudian haluskan. Masak/aron bersama gula pasir (aku pake gula merah sebagian), garam dan pandan. Aduk terus sampai kacang hijau menjadi kering dan kalis. Dinginkan. Bentuk bulat bulat.
  2. Kulit : campur tepung, ragi dan gula pasir. Aduk rata.
  3. Masukkan air hangat, uleni hingga rata adonannya (aku pakai mixer).
  4. Masukkan margarin dan garam, uleni lagi sampai kalis elastis.
  5. Bulatkan adonan, tutup dengan kain lembab lalu fermentasikan 45 menit (aku 30 menit).
  6. Kempiskan adonan dan timbang masing-masing 30 gr (aku 15 gr), beri isian kacang ijo lalu tutup bentuk bulat dan pipihkan. Letakkan di loyang tanpa olesan. Beri jarak karena roti ini akan mengembang sedikit.
  7. Diankan 15 menit. Panggang dengan oven suhu 200 C selama 10 menit.
  8. Keluarkan dari oven dan balik. Masukkan ke dalam oven lagi  alu panggang selama 5 menit. Angkat.


Bakpia ini walaupun bukan bakpia asli tapi sama enaknya. Rotinya tetap lembut dan udah pasti kalau dimakan...nggak perlu beresin remah remahnya, karena emang sama sekali nggak beremah...hehe *lirik Mbak Ira R*

Bakpia Telo


Waktu bikin kue mangkok ubi ungu, udah habis stok ubi jalar unguku di rumah. Tapi kemarin waktu ke pasar...lihat lagi, tak sanggup aku untuk tak membelinya....hehe walaupun bingung resep apa lagi yang pake ubi jalar ungu atau telo ungu ini. Ah...pokoknya beli dulu, bikin resep urusan belakang ^^




Tapi...berhubung anak anak dan hubby juga udah request bakpia pathok lagi, akhirnya hari ini aku bikin lagi dengan 2 macam isian. Kacang ijo dan ubi ungu. Hahahaaaa...tuh kan akhirnya idenya pasti ketemu. Resep itu nggak ada habisnya kok. Asal selalu kreatif aja...

Resep kulit bakpia persis yang kemarin. Tapi isiannya aja aku ganti dengan ubi ungu. Ubi ungu direbus, haluskan lalu aron bersama gula (ukuran sesuai derajat kemanisan), sedikit santan, sedikit garam dan 1 sdm minyak sampai kalis. Setelah dingin dibulat bulatin...untuk isian. Bikinnya juga persis sama...jadi silahkan lihat resepnya di sini ya. Atau kalau mau lihat resep isian bakpia telo yang lain bisa lihat di blognya Mbak Diah Didi.

Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...