Tampilkan posting dengan label Me Familia. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Me Familia. Tampilkan semua posting

Kamis, 01 Mei 2014

Nenek Bapak & Nenek Mama 2014



Minggu lalu bapak, mama dan kakakku datang selama lima hari. Sudah 3 tahun semenjak mama ke Sorowako lagi dan pertama kalinya semenjak aku pindah rumah. Segera memuaskan kerinduan dengan jalan jalan ke tempat favorit ^^. Anak anak senang karena nenek bapak dan nenek mamanya datang. Cuman tumben lagi pada malas dipotret ^^






Panen paprika...yuhuuuu



Menikmati sarapan ditemani pemandanan danau yang cantik...





Tampak bagian depan rumah...



Tampak bagian belakang rumah...di bawah dapur ^^



Semoga Allah memberi umur panjang dan diberikan kesehatan supaya bisa balik lagi ke Sorowako ya ma...pa...




Jumat, 04 April 2014

Berkebun...



Selain baking, aku termasuk tipe orang yang suka mencari hiburan dengan berkebun. Dan biasanya si kecil Hanif juga tidak mau ketinggalan. Memang dia suka eksplorasi alam. Termasuk berkebun ini. Dengan berkebun dia jadi tau beberapa jenis tanaman buah dan tanaman sayur. Jadi kalo emaknya dah bergulat dengan tanah, dah pasti ada asisten siap sedia di samping. Tunggu disuruh ambil tanahlah...atau pupuklah...menyiramlah atau bahkan ikut juga mencangkul, hehehe. Kasihan juga...selain keringatan beberapa bekas bentol digigit nyamuk terlihat. Tapi dia happy...

Bagiku berkebun bisa menghilangkan penat, refreshing, sekaligus juga menghasilkan. Menghasilkan??? iya bukan menghasilkan uang...tapi  hasil kebunku walaupun kecil bisa membantu memenuhi kebutuhan bumbu dapur sehari hari. Seperti cabe rawit, kucai, tomat,  daun seledri dan beberapa sayuran lain. Malah sekarang lagi tertarik membeli bibit impor. Beberapa dapat dengan mudah tumbuh tapi sebagian lain nggak mau hidup. Mungkin gak cocok sama tanah atau iklimnya. Yang mogok tumbuh itu rosemary dan oregano. Beberapa diantara yang bisa tumbuh yaitu bayam, basil, coriander, dan seledri. Bayamnya beda dengan bayam kita pada umumnya. Seledrinya pun memiliki batang besar besar. Basil dan coriandernya juga subur sekali.






Dan ternyata...nggak nyangka aku juga bisa tanam paprika. Iseng aja waktu beli paprika merah bijinya aku tanam. Eh ternyata bertunas. Setelah di pindah ke halaman dia bisa subur dan sekarang berbuah. Walaupun pohonnya kecil, buahnya tetap berukuran normal. Lumayankan...gak perlu beli lagi kalau mau bikin pizza...hehe. Di bawah ini deretan seledriku...disimpan di depan pintu dapur. Begitu butuh...hap hap langsung potong ^^




 

 

 

Daun basilnya gede gede ^^



Beberapa bibit yang aku beli di Ace Hardware...



Di bawah kelihatan Hanif kelihatan serius memotong cabang cabang bunga yang sudah merimbun.



 

 

Di bawah ini kenang kenangan waktu masih berada di rumah yang lama. Teteup judulnya berkebun...




 Bersama kakak Iyut dan mas tukang kebun...



Miss so much rumah jalan Buton ku >,<

Sabtu, 04 Januari 2014

Mbah Datang...


My father and mother in law...

Anak anak senang sekali, mbahnya datang dari Malang. Dulu terakhir datang kira kira 3 tahun lalu waktu masih tinggal di rumah lama. Nah mumpung kali ini libur dan mbah juga dah kangen sama cucunya jadi maen maen ke sini... 







Hanif dan Mbah bapak sibuk cari batu baru bermotif ^^








Ngaso dulu aaahh...




Walaupun ada mbah, berantemnya jalan terus *tepok jidat*





Bapak dan Ibu jalan-jalan menikmati pemandangan sekeliling rumah...lumayan mendaki niy ^^





Senin, 28 Oktober 2013

How Time Flies...



Tepat hari ini alhamdulillah pernikahan kami genap 12 tahun. Anak anak sudah tumbuh besar. Iyut 11 tahun dan Hanif 9 tahun. Tak terasa waktu berjalan...kemarin serasa masih merangkak rangkak...eh sekarang sudah malu kalau dipeluk ibunya. Apalagi Iyut, tingginya dah sama sama aku. Beratnya bahkan lebih berat dari aku. Malah ibunya dah bisa digendong, hahaha. Nggak lama lagi masuk SMP dan mungkin melanjutkan sekolah di luar. Ya Allah sepinya...kalau anak anak sudah sekolah di luar semua. Apa yang aku bikin di rumah ya???

Sebenarnya pingin nambah anak lagi. Tapi hubby nggak tega. Karena kata dokter kandungan, rahimku tipis sekali. Takut nanti robek ketika hamil berikutnya. Sewaktu melahirkan anak kedua secara caesar, saking tipisnya rahimku...rambut Hanif sudah terbayang bayang nempel di dinding rahimnya. Bukan karena pengaruh kedua anakku lahir sesar...bukan pula karena tubuhku yang mungil. Tapi memang ada kondisi dimana rahim menjadi tipis. Dan sangat beresiko untuk kehamilan berikutnya. Istilahnya seperti meniup balon, semakin ditiup...semakin besar dan tipis. Memang segala sesuatu Allahlah yang mengatur, bukan tidak mungkin kami bisa punya anak lagi kalau Allah berkehendak. Tapi tetap saja kami mempertimbangkan saran dokter kami. Begini saja sudah Alhamdulillah banget...sudah punya dua jagoan. Alhamdulillah mereka sehat, pandai dan lucu. Mereka adalah penyejuk mata dan hati kami. Walaupun hadeeeeh kadang bandelnya minta ampuuuuuun. Tapi justru itulah yang membuat ramai rumah kami. Hehe ^^

Subhanallah ya. Lihat foto di bawah...nggak nyangka suatu saat anak kecil dari Malang ini ketemu anak Makassar ini dan berjodoh. Hahaha...





Katanya orang, Iyut wajah Jawa sedangkan Hanif wajah Sulawesi. Ah masa sih...

Iyut





Hanif




Senin, 09 September 2013

Mancing di Danau....

 
 

Asyiknyaaaaaaa...anak anak paling excited kalau omnya datang. Senang karena sering diajak main yang seru seru. Hari ini omnya ngajak mancing di danau Matano dekat rumah. Sebenarnya ngga serius serius amat sih...cuman ngisi waktu liburan lebaran kemarin. Foto ini diambil pada saat ramadhan akhir. Daripada bosan di rumah nungguin buka puasa...mending maen maen ke danau. Main sambil mancing...hehe. Pas selesai ngga kerasa udah deket bedug buka.
Sebelum mancing cari cacing dulu. Cuman dapat 5 ekor. Hasil gali gali pot bungaku. Kebetulan pas sampai di danau ketemu udang udang kecil sisa mancing orang. Diberdayakan aja....hihi


 









Peace dulu aaahh...udah cape bergaya niy *ngos ngosan...*














Pas pulang dapat ikan 3 ekor kecil kecil.  Lumayan...besoknya dibalikin lagi ke danau, kasihaaaann...

 

Sabtu, 01 Juni 2013

Mainan Jadul...

 

Beberapa minggu belakangan ini adikku yang laki laki sering mampir di rumah buat ngajakin anak anak main. Kadang diajak berenang, jalan jalan, dan kadang juga dibuatkan mainan mainan jadul. Katanya supaya mereka bisa merasakan gimana asyiknya mainan jaman kita kecil dulu.

Main Layangan

Sebenarnya sih ini bukan mainan jadul. Jaman sekarang juga masih ada tapi anak anak sudah jarang memainkannya. Mungkin karena nggak ada tempat luas buat main apalagi buat yang tinggal di kota besar. Nah karena kami tinggal di desa...maka ruangan bermain untuk anak anak lumayan luas. Kemarin sore Iyut dan Hanif diajak omnya main layangan di dekat rumah. Cari lokasi yang nggak banyak tiang listriknya. Asyik juga walaupun layangannya kecil. 

Jaman dulu aku kecil, layangan dibuat sendiri. Ukurannya besar dengan ekor yang panjang serta dari kertas minyak warna warni. Pokoknya seru. Cari bambu sendiri, motongin bilah bambu, nyambung bambu dengan benang, sampai membentuk layangannya juga semuanya sendiri. Kreatifitasnya diasah. Begitupun sosialisasinya. Kami main rame rame sama teman atau tetangga. Supaya tambah seru benangnya diberi serpihan balon lampu yang diancurin sampai halus lalu dioles ke benang menggunakan putih telur atau bisa juga disebut benang galas. Nah kalau beradu dengan layangan lain, putuslah benang mereka...hahaha kejam juga ya ternyata. Kalau putuspun semua segera berlarian mengejar sampai kemanapun.



waduuuuh, nggak ada anginnya om...layangnya mutar mutar aja di atas kepalaku hihihi



Lihat mimiknya, beneran cape kalau ini mah...cape lari lari ngejar angin hihi



Ini lagi pasang benangnya...sama om Hendra dan tante Hera cantik...


 Main Lappo' Lappo'


Mainan yang satu ini nggak kalah serunya. Kedengaran aneh ya namanya. Tapi ini memang bahasa Makassar. Artinya meletus atau meledak. Kenapa dinamakan demikian? karena ketika disodok...peluru koran yang ada di dalam keluar sambil bersuara keras seperti letusan. Terbuat dari 2 potong batang bambu kecil. Yang satu bagian digunakan untuk menyodok. Diisi koran basah yang dibentuk bulat kecil panjang seperti peluru. Pelurunya 2 biji. Ketika akan dimasukkan dipipihkan dulu diujung lappo'nya lalu ditusuk dengan penyodoknya. Ketika disodok...peluru kedua mendorong peluru pertama keluar dan menciptakan bunyi letusan itu.


Mainnya seru kalau rame rame. Namanya perang lappo' lappo'. Jadi ada dua kelompok. Mereka saling menyerang dengan mainan ini. Kalaupun terkena tidak mengapa...karena walaupun suaranya dashyat kalau mengenai objeknya akan berubah jadi pipih dan lembek. Walaupun begitu tetap harus berhati hati.


Minggu lalu mereka dapat dari omnya. Dibuat sendiri sama om Hendra.  Segeralah mereka loncat loncat kegirangan. Secara belum pernah main dan lihat sebelumnya. Sebelum bermain diajar dulu dan dikasih tips sama om gimana cara main yang benar dan aman.







 

Kalau nggak main di luar mereka main di dalam rumah. Tapi emaknya harus siap siap peluru koran berhamburan dimana mana...








hadeeeeew...dinding kamar ibu penuh dengan peluru koran...



Balon Balon



Kalau ini sih jaman kecil juga sudah ada. Tapi barusan nemu lagi kemarin di pasar. Langsung deh beraksi. Nggak susah mainnya tapi butuh kesabaran. Beda dengan balon karet yang biasa, balon ini butuh ketelitian. Kalau meniup terburu buru bakalan banyak yang bocor. Jadi harus pelan pelan sambil mata memperhatikan kalau ada yang bocor langsung ditambal. Asyiiiik...





 Iyutnya pusing...balonnya kempes terus...


 
Related Posts with Thumbnails