Showing posts with label Sup/ Makanan Berkuah. Show all posts
Showing posts with label Sup/ Makanan Berkuah. Show all posts
Wednesday, 3 December 2014
Coto Makassar
Alhamdulillah nikmatnya hujan hujan begini bisa menikmati coto buatan sendiri ^^
Masih pake resep yang sama seperti dulu cuman aku suka yang sekarang warna cotonya bisa lebih gelap. Prosesnya yang agak beda dengan yang dulu...kali ini bumbu bumbu ditumis dulu sampai wangi lalu masukkan blenderan kacang tanahnya. Lalu tumis kembali. Menumis bumbu agak lama sampai wangi bener. Apinya sedang saja supaya tidak gosong. Masak kuahnya pun lumayan lama...hasilnya kuahnya cantik seperti coto yang dijual itu. Yang kubeli cuman ketupatnya aja karena gak seru makan coto tanpa ketupat. Untuk sambelnya, berhubung gak ada tauco cabenya aku beri blenderan kacang dikit. Tetep enak...dan semua menikmati dengan lahap. Alhamdulilllah...
Oh iya kali ini aku bikin cotonya dari daging tanpa lemak dan nggak pake jeroan sama sekali. Walaupun begitu di hasil akhirnya ketika kuahnya dingin terlihat lapisan minyak di permukaan. Dugaanku itu adalah minyak dari hasil menumis dan memasak kacang dalam waktu yang lama. Minyaknya keluar...mirip bumbu sate kalau dimasak lama lebih mantap karena minyaknya keluar ^^. Jangan khawatir...untuk menjaga kesehatan lapisan minyak di permukaan itu bisa dibuang. Tinggal disendok saja permukaannya...
Thursday, 27 November 2014
Zuppa Soup
Sedapnyaaaa...ini beneran enak! Kasian banget ya daku seumur umur baru coba yang namanya zuppa soup ini padahal dah sering lihat di mana mana >,<
Lumayan capek, semua dibikin sendiri mulai pastrynya sampai cream supnya alhamdulillah hasilnya memuaskan. Anak anak dan hubby suka. Padahal hubby itu gak makan ayam lho tapi zuppa ini bersih licin tandas....hehe. Kayaknya saking enaknya sampai ngga tega dipilih pilih lagi ayamnya. Senangnyaaa...
Resep pastry pake resep pastryku dan cream soupnya liat di Mbak Ricke "Ordinary Kitchen". Aku tambahkan di kit wortel dan daun bawang biar lebih banyak sayurannya. Kuah kental supnya juga aku beri sedikit pala. Makasih ya mbak Ricke resepnya...asli enaaak!!!
Wednesday, 6 August 2014
Sop Tahu Bakso Ikan
Assalamualaikum...
Apa kabar semuaaaa...semoga sehat walafiat ya. Mumpung masih suasana lebaran mau ngucapin Selamat Lebaran, taqqobballahi minna wa minkum. Semoga amal ibadah puasa kita diterima Allah SWT. Aku juga mau ngucapin mohon maaf lahir batin, siapa tau ada salah dan khilaf selama mengisi postingan di blog ini.
Baru sempat posting posting lagi setelah sekian lama off. Terus terang aku kurang bersemangat. Sedih melihat saudara saudara kita di Palestina yang sedang diperangi oleh zionis Israel. Kok kayaknya aneh aja ya, sementara mereka dirundung kesedihan mendalam, aku posting makanan. Jangankan makan...mereka berjuang untuk hidup saja susah. Selain memboikot produk produk yang berhubungan dengan zionis, untuk saat ini aku hanya bisa membantu dengan mengirimkan doa buat mereka. Semoga para syuhada ditempatkan di tempat yang paling tinggi di sisi Allah SWT. Dan rakyat Palestina diberikan kesabaran menghadapi ujian yang sangat berat ini. Semoga cobaan ini segera berakhir. Amiiin ya Robb...
Supaya blognya tidak kelamaan berdebu, aku akan tetap sharing resep. Kali ini postingan sup tahu bakso ikan. Makanan berkuah favoritku. Resepnya bisa dilihat di sini ya. Sama aja cuman kali ini ada tambahan pangsitnya. Anak anak tambah semangat makannya. Ini mirip mirip bakwan Malang versi ikannya.
Untuk pangsit goreng silahkan lihat resepnya di sini ya.
Monday, 12 May 2014
Sop Ikan Batam
Hari ini pingin bikin yang segar buat buka puasa. Aku tertarik mencoba resep sop ikan Batam. Lihat bumbu bumbunya mirip dengan ikan kuah asam menado...cuma yang ini pake kemiri. Karena tidak mengandung santan maka bumbu kemirinya aku kurangi...takut nanti rasanya seperti sayur asem ^^
Tuk resep silahkan lihat di blognya Bang Dedy Dentist Chef ya. Aku menggunakan ikan kerapu dan nggak pake seafood udang dan cumi. Rasanya enak tapi aku masih lebih suka ikan kuah asam. Kuah asam lebih seger karena menggunakan banyak jeruk nipis dan daun kemangi. Mungkin rasa sopku kurang otentik karena aku gak pake sawi asin dan kecap ikan (lagi nggak punya) ya jadi rasanya kurang mantap. Tapi lumayan buat variasi menu olahan ikan.
Beberapa bumbu aku langsung ambil di halaman, kebetulan lagi pada berbuah cabe dan tomatnya. Seger seger...
Saturday, 17 August 2013
Sup Seafood Asam Pedas
Baru kali ini bikin sup kental tomat. Ternyata enak dan anak anak & hubbypun suka. Aku aja suka. Mungkin karena kaya aroma seafoodnya dari udang dan kepiting. Resepnya bisa dilihat di Sajian Sedap. Sayangnya ada beberapa bahan yang aku ngga pake karena tidak ada. Kapri aku tukar sama ercis, tahu sutra juga ngga ada jadi aku tambahkan saja jagung manisnya. Tetap enak. Mantap deh pokoknya...!
Tuesday, 9 July 2013
Kolak Bola Singkong
Kolak bola singkong. Unik kedengarannya ya. Biasanya yang dibikin kolak kan pisang, potongan ubi/singkong, namun kali ini aku membuat bola singkong terinspirasi dari majalah Sedap Pemula edisi 74. Kalau di resep aslinya pakai kuah gula merah. Aku nyontek cara bikin bola singkongnya aja tapi cairannya aku ganti dengan air pandan suji. Hasilnya enak...cuma sewaktu masih baru mateng dan kuah belum terlalu meresap rasa bola singkongnya agak hambar menurutku. Harus dikasih gula niy adonan singkongnya. Tapi setelah meresap rasanya dah lumayan enak. Suka sama teksturnya yang kenyal kenyal. Kuahnya kuah santan yang terispirasi dari kuah pallubutung.
Tuesday, 25 June 2013
Sop Saudara (Pangkep)
Resep ini dari dulu sudah banyak yang request, namun baru sekarang bisa diposting.
Lumayan bingung juga karena resepnya beda beda. Aku sudah bolak balik buku resep, tanya sana sini, blogwalking, bahkan tanya langsung sama penjualnya. Akhirnya hari ini kupersembahkan resep sop sodara...ala Hesti ^^
Mungkin teman teman yang belum pernah mencicipi bertanya apa yang menarik dari sop sodara ini?? apa bedanya dengan sop sop yang lain? Kata sop sodara sendiri menurut beberapa sumber diambil dari SOP yang berarti singkatan Saya Orang Pangkep, Sodara!! jadilah sop sodara. Tapi sebenarnya aslinya pertama kali resep ini muncul di daerah Pangkep Sulawesi Selatan dan memang populer di sana yang kemudian mulai merambah daerah lain. Namun biasanya para penjual tersebut memang memiliki kekekerabatan sehingga disebutlah sop sodara. Awalnya pembuatnya terinspirasi dari kata coto paraikatte yang terkenal. Paraikatte dari bahasa Makassar yang berarti sesama kita, katanya dimaksudkan agar pemilik warung, pelayan dan penikmatnya merasa bersaudara. Sop sodara adalah penegasan identitas asal daerah (source: wisata kompasiana)
Kalau rasanya sendiri menurutku setelah beberapa kali mencoba beda beda tipis satu sama lain. Tentu saja ini berdasarkan preferensi masing masing pembuatnya. Istilahnya beda tangan beda rasa. Umumnya orang mengenal sop sodara berkuah bening dengan bumbu yang khas...ada wangi aroma pala dan kayu manisnya. Namun ada pula yang menggunakan santan encer untuk kuahnya serta menggunakan cabe merah agar ada semburat merah, bukan untuk membuat kuah berasa pedas. Dan ada pula yang menambahkan telur kocok dalam kuahnya namun dengan racikan khusus sehingga kuah tidak berserabut telur. Cuma kelihatan sedikit kuahnya tidaklah benar benar bening.
Nah karena aku sudah jatuh hati dengan sop sodara di sini jadi aku meniru resepnya, walaupun setelah aku buat hasilnya nggak sama persis, hihi. Beda tangan beda racikan yaaaa...kuahnya sih sudah mirip penampakannya tapi rasanya kayak ada yang kurang menurutku walaupun anak anak dan hubby puas sekali dan bilang super enak!!
Yang lucu...di rumah kan nggak ada yang makan jeroan, tapi demi resep ini aku beli sedikit daging paru. Akhirnya siapa yang makan?? aku dan Iyut. Kalau aku karena terpaksa daripada dibuang. Kalau Iyut memang katanya enak jadi bantuin aku makan...hehe
Thursday, 16 May 2013
Wonton Soup (Sup Pangsit)
Kemarin anak anak minta dibikinkan pangsit goreng. Karena sudah lama pengen coba bikin wonton sup atau sup pangsit sekalian aja aku bikin juga. Kebetulan cuaca lagi tidak bersahabat. Beberapa hari ini hujan terus. Bawaannya dingiiiiiiiin aja.
Di sini nggak ada yang jual kulit pangsit. Adanya kulit spring roll. Jadi aku bikin kulit pangsit sendiri, resepnya lihat di About.com. Lumayan simple. Bahan isian dan kuahnya lihat di mbak Yulyan Parwati cuman kudobel bikinnya karena sekalian bikin pangsit goreng. Hasilnya enak, yang gorengan renyah gurih, yang sup hangat hangat seger. Tapi sayang, hubby sama Hanif lebih suka pangsit goreng. Memang hubby pecinta gorengan sejati sih....walaupun dah habis semangkuk sup tapi reviewnya nggak memuaskan padahal kuah supnya enak. Katanya pangsit lebih cocok digoreng. Awalnya aku ragu juga, karena resepnya cuman pake kaldu ayam, garam dan merica ditambah sedikit kaldu bubuk. Biasanya aku bikin sup selalu pake bawang putih biar wangi. Tapi mungkin karena aku menggunakan kaldu ayam dari ayam kampung, dengan bumbu minimal itu rasanya sudah rich dengan sendirinya. Kaldunya segar dan tidak amis. Enak deh pokoknya. Makasih ya Mbak Yulyan sharingnya...
lagi bikin cistik...Yusti (kerudung hitam) masternya ^^
weeeenak....sedaaaaaap...bubur menadonya. Tengkyuuuu Rikaaaaaa.....
tetanggaku idolaku...luv you all!!
Tuesday, 2 April 2013
Pallu Konro
Banyak yang request aku tuk bikin konro tapi belum keturutan. Di rumah aku biasanya bikin rawon daging karena hubby nggak terlalu suka tulang. Bikin konro baru kali ini sih. Hanya untuk memuaskan rasa penasaran. Setahukua pallu konro atau sop konro itu banyak variasinya. Yang jelas sop tulang berkuah agak gelap. Karena konro artinya tulang dalam bahasa Makassar. Ada yang menambahkan kayu manis ada juga yang tidak. Ada yang suka menambahkan keluak ada yang tidak. Ada yang menambahkan adas manis ada juga yang tidak. Berpulang ke selera masing masing. Kali ini aku nyontek resep Vierly dengan modifikasi hasil tanya sana sini.
Hasilnya enak. Penampakan mirip rawon tapi rasanya jelas beda. Kalau konro tidak menggunakan daun jeruk purut. Makasih nah Vierly, sudah disharing resepta'. Nyamang memang tong...!! Lain kali mau coba juga konro bakar ah...tapi dilema. Harus menghabiskannya sendiri, awww tidaaaakkk!!
Monday, 25 March 2013
Ikan Kuah Asam (Menado)
Pingin makan yang segar segar. Karena suami sukanya gorengan jadi seringnya ikan aku goreng saja. Sesekali dibalado ataupun kuah kuning. Nah kali ini aku bikin kuah asam Menado. Dinamakan kuah asam karena memang kuahnya berasa asam segar dari tambahan jeruk nipisnya. Kuahnya cenderung encer dan bening tapi kaya rasa karena banyak menggunakan rempah daun seperti sereh, daun jeruk, dan kemangi. Rasa asam didapatkan dari tomat dan jeruk nipis. Karena di halaman banyak belimbing aku tambahkan sedikit dalam masakan ini. Semoga tidak merubah originalitasnya. Oh iya tuk bumbu bumbu mayoritas aku ambil di halaman rumah. Sereh, daun bawang, daun jeruk purut, belimbing, jeruk nipis tumbuh di halaman. Biasanya juga orang menambahkan daun kunyit. Berhubung nggak ada yaaa gunakan yang ada aja dah.
Untuk ikannya, aku menggunakan ikan kakap. Baunya tidak amis dan dagingnya lembut. Hubby suka, anak anakpun doyan. Aku suka makannya sambil dipletesin cabe rawitnya...nikmaaaaattt!! sampe keringatan hahahaaaa
Monday, 11 March 2013
IDFB Challenge #9 : Papeda (Bubur Sagu)
Tema IDFB challenge bulan ini adalah bubur gurih nusantara. Kalau mengikut asal daerahku Sulawesi Selatan harusnya sih aku bikin barobbo'. Tapi karena sudah ada yang bikin akhirnya aku memilih tuk bikin papeda. Papeda adalah makanan khas masyarakat Papua, Maluku dan sekitarnya. Berupa bubur yang dibuat dari sagu basah dari pohon sagu. Teksturnya beda dengan tepung sagu kemasan karena belum melewati proses pengeringan pabrik. Baunya khas agak kecut. Kalau aku masak sagu ini hubby nggak berani dekat dekat dapur. Dia heran kok orang suka sama makanan yang baunya seperti itu. Olahan ikan kuah kuningnya sih suka tapi sagunya tidak lah yaaaawww...ya gak papalah, rugi sendiri deh wkwkwkwk.
Bagi orang yang belum pernah makan atau lebih tepatnya menyeruput papeda ini mungkin berasa aneh ya. Bentuk dan teksturnya yang menyerupai lem membuat leher agak geli ketika pertama kali lewat kerongkongan. Bingung cara makannya, dikunyah gak bisa, ditelan juga aneh. Hihi...tapi kalo dah sering malah ketagihan. Cara penyajian bubur sagu ini populer disandingkan dengan ikan kuah kuning. Kuahnya yang asam manis pedas pas berpadu dengan sagu yang cenderung tawar. Mirip mirip juga dengan kapurung dari Sulawesi. Cuman bedanya kapurung ada tambahan sayur dan sagunya dibentuk bulat bulat kecil. Makannya pun pakai sendok. Resep papeda di bawah ini menggunakan takaran kira kira ya. Kalau keenceran bisa ditambahkan larutan sagunya dan didihkan kembali. kalau kekentalan bisa ditambahkan air. Maklumlah belum profesional bikinnya. Resep aku modifikasi dari sini dan berbagai sumber.
Bahan papeda :
- sagu basah secukupnya
- air secukupnya
Cara membuat :
- Cairkan tepung sagu dengan sedikit air, saring. Taruh dalam panci.
- Tambahkan garam dan gula. Aduk rata.
- Didihkan air secukupnya. Tuang ke dalam larutan sagu. Aduk cepat dengan sendok kayu sampai larutan sagu berubah menjadi bening yang menandakan sagu sudah matang. Kalau masih tetap berwarna putih bisa dijerang kembali di atas kompor sampai matang.
Bahan Ikan kuah kuning :
- 1/2 kg ikan tongkol/mubara
- 2 sdm minyak untuk menumis
- 2 batang serai, geprek
- 4 tangkai kemangi
- 10 buah cabe rawit, biarkan utuh
- 2 buah tomat merah, potong 4 bagian
- 1 buah jeruk nipis
- gula pasir, secukupnya
Bumbu halus :
- 5 buah bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 3 buah kemiri
- 2 buah cabai merah keriting
- 2 cm jahe
- 2 cm kunyit
- garam secukupnya
Cara membuat :
- Bersihkan ikan, potong potong. Baluri dengan garam dan jeruk nipis. Sisihkan.
- Panaskan minyak dalam wajan. Tumis bumbu halus dan sereh hingga wangi.
- Tambahkan air sebanyak 700 ml, biarkan mendidih.
- Masukkan ikan. Tambahkan gula, tomat dan cabai rawit utuh, cicip apabila kurang garam. Masak beberapa menit dengan api besar. Setelah mendidih kecilkan api masak kembali hingga ikan matang dan bumbu meresap.
- Ketika akan dimatikan tambahkan daun kemangi dan perasan air jeruk nipis.
- Ikan kuah kuning siap dinikmati dengan papeda.
Wednesday, 6 March 2013
Pallu Basa Makassar
Banyak orang yang bilang makanan Makassar mirip mirip bentuknya dan rasanya. Yang dimaksud itu mungkin adalah coto, konro, sop sodara dan pallu basa. Sebenarnya kalau lidah kita sudah sering mencicipinya rasanya tidak ada yang sama. Memang sepintas penampakan kuahnya agak mirip gelap kehitaman tapi bumbunya sangat berbeda. Semua makanan di atas kecuali konro umumnya menggunakan jeroan. Kalau konro menggunakan tulang. Tapi itu sesuai selera masing masing. Kalau aku bikin, jeroan diskip cuman pake daging.
Bumbu pengentalnya juga berbeda. Kalau konro menggunakan kaloa/kluwek, kalau coto menggunakan kacang goreng yang dihaluskan, pallu basa menggunakan kelapa parut sangrai yang dihaluskan, sedangkan sop sodara kuahnya tidak terlalu kental karena walaupun menggunakan telur kocok di akhir proses pemasakannya, perbandingan dengan kuahnya jauh sekali. Nah jelas kan perbedaannya. Dilihat dari bumbunya saja sudah bisa ditebak semua aroma masakan ini berbeda.
Kali ini aku mencoba membuat pallu basa. Biasanya pallu basa disajikan bersama nasi beda dengan makanan lain yang disajikan bersama ketupat dan burasa. Dan dalam keadaan panas panas baru dituang ke mangkok biasanya bagi yang suka ditambahkan kuning telur ayan kampung. Menghasilkan kuah yang kental tapi sama sekali tidak berbau amis karena kelapa sangrai yang digunakan mendominasi aroma masakan ini. Kalau kata mamaku dulu neneknya kalo bikin nggak pernah disantap bersama telur mentah. Tapi ke dalam bumbunya ditambahkan sedikit kaloa/kluwak. Sedikit saja hanya tuk pewarna dan bukan pengental. Tapi ya...suka suka aja ya sesuai selera. Berikut resepnya yaaa...
Saturday, 26 January 2013
Ketupat Kandangan & Pais Sagu
Ketupat Kandangan adalah salah satu makanan khas Kalimantan Selatan tepatnya di daerah Kandangan. Ketupat ini terdiri dari kuah santan, ketupat dan ikan gabus bakar serta disajikan bersama sambal binjai. Nah kalau pada umumnya ketupat itu dimakannya pake sendok, nah kalau ketupat kandangan ini uniknya dimakan menggunakan tangan. Beras khusus digunakan pada pembuatan ketupat agar nasinya terhambur ketika dimakan. Nah nanti kuahnya akan terserap oleh nasi. Uniiik kan?
Satu lagi kue dari banjar yatiu Pais Sagu. baru kali ini juga aku coba. Dan langsung jatuh hati. Kue ini menggunakan sagu basah dan potongan pisang yang diisikan ke dalam daun pisang lalu dimasak. Makannya dengan ditaburi kelapa parut dan gulah merah. Uniiik juga dan enaaak. Kedua resep ini hasil berguru ke Mbak Kamelia Marfuah dari Cozy Kitchen. Beliau adalah orang asli Banjar. Makasiiih banyak ya mbak tuk resep dan tipsnya. Semoga ilmunya barokah.
Tuk teman teman yang tertarik dengan resepnya silahkan download majalah online Rasa Indonesia edisi 4 (Januari-Februari). Di dalamnya banyak foto foto menarik serta pembahasan ilmu photography yang kali ini menampilkan topik Low Light Photography. Yuuuuk download ya, gratis kok!
Tuesday, 18 December 2012
Celimpungan (Palembang)
Nah, menu yang satu ini juga adalah masakan khas Palembang. Celimpungan namanya. Bahannya serupa dengan empek empek atau tekwan. Yaitu terbuat dari daging ikan tenggiri dan tepung kanji. Tapi berbeda dengan tekwan, pentolnya dibuat besar besar dan dimakan bersama kuah santan yang gurih. Tuk melihat cara membuatnya yuk download Majalah Rasa Indonesia Edisi Desember 2012.
Wednesday, 7 November 2012
Coto Makassar
Dulu dah pernah bikin coto sekali. Karena percobaan perdana aku bikinnya sedikit. Lhaaa belum sempat difoto udah ludes duluan. Artinya....?? enaaaaak dong, hihi. Bikin coto butuh perjuangan, makanya harus siap mental dan waktu yang banyak buat nyelesaiin masaknya. Nah sekarang baru sempat bikinnya, hehe. Mbak Ayin, resep ini kupersembahkan untukmu...walaupun fotonya kurang meyakinkan, tapi yakinlah rasanya lebih enak dari tampangnya *lebaaaaaaayyy*
Saturday, 28 July 2012
Sup Bakso Ayam home-made
Paling enak memang berbuka dengan hidangan berkuah panas ataupun dessert berkuah. Rasanya kerongkongan yang seharian kering...langsung basah kembali, hmmmmm nikmaaatt!
Dapat resep bikin bakso kenyal ini dari Mbak Alice. Resep aslinya dari Neckred Kitchen. Makasih banyak tuk resepnya.
Setelah dicoba beneran baksonya asli kenyal. Hanif dan iyut makannya lahap sekali. Bapaknya nggak ikutan karena memang nggak doyan ayam ^^
Resepnya sama aja cuman aku tambahin sedikit bawang putih dan sedikit bawang goreng. Kan emang itu bumbu khas bakso/pentol Indonesia...hehe. Berikut resepnya dengan sedikit modifikasiku ya...
Bahan bakso :
- 500 gr dada ayam tanpa tulang, potong potong
- 125ml air es
- 1 sdm kecap ikan
- ½ sdm gula
- ½ sdm minyak
- ½ sdm gula
- ½ sdm minyak
- 2 sdm tepung maizena
- 1¼ sdt baking powder
- 1¼ sdt baking powder
Bumbu halus (ulek halus) :
- 3 siung bawang putih
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdm bawang goreng
- 1 sdt garam
Cara membuat :
- Haluskan daging ayam dalam food processor. Tambahkan air sesendok sesendok sampai 5 sendok supaya menjadi pasta yang halus.
- Dalam wadah yang lain, campurkan kecap ikan, sisa air es, baking powder, gula, minyak dan bumbu halus. Masukkan daging ayam giling. Aduk sampai rata dan airnya terserap dalam daging ayam.
- Supaya yakin dengan rasanya bisa dicoba dengan memasak 1 sdt adonan bakso. kalau ada yang kurang tambahkan.
- Dalam panci, rebus air sampai mendidih. Matikan apinya. Bentuk bakso bulat bulan menggunakan tangan kiri dan tangan kanan menyendok membentuk bulatan. Tangan dan sendok harus selalu dibasahkan agar adonan tidak melengket. Tuang ke dalam air panas. Setelah permukaan penuh dengan bakso. Nyalakan kembali api kompor tapi tidak sampai mendidih. Cukup sampai simmer saja. Kalau tidak nanti baksonya tidak bisa kenyal.
- Sementara memasak adonan bakso gelombang pertama, simpan di freezer dulu sisa adonan. Nanti kalau bakso sudah diangkat, baru lanjutkan lagi membentuk bakso. Setelah bakso mengapung, biarkan beberapa saat lagi dalam panci agar matang sampurna dan dalamnya sudah tidak berwarna pink lagi. Angkat dan masukkan ke dalam wadah berisi air es. Siap digunakan dalam masakan atau bisa disimpan dalam freezer.
Untuk membuat sup bakso ayam, resepnya seperti bikin sup ayam biasa. Tinggal merebus tulang ayam kampung atau sekalian dengan ayam kampungnya. Tambahkan potongan wortel lalu diberi tumisan bumbu halus bawang putih, merica dan garam. Kalau mau tambahkan kaldu bubuk silahkan...tapi tanpa itu kaldunya sudah asli gurih. Aku tambahkan 1 sdt minyak wijen. Dan disantap dengan bahan pelengkap telur puyuh, soun, dan bawang daun. Nyaaaaaaam...
Monday, 25 June 2012
Kolak Biji Salak
Nah, karena udah deket deket ramadhan...mulai lagi rajin bikin jajanan manis manis yang khas tuk berbuka puasa. Untuk persiapan aja, hehe. Kali ini aku bikin kolak biji salak. Manis gurih dan lembut dari printilan ubi jalarnya. Ueeenak deh pokoknya...!
Bahan biji salak :
- 500 gr ubi jalar kuning, kukus lalu haluskan panas panas
- 100 gr tepung kanji
- 1/2 sdt garam
Saus gula merah :
- 250 gr gula merah
- 1/2 sdt garam
- 600 ml air
- 2 lembar daun pandan
- 2 sdm tepung sagu larutkan dengan sedikit air
Saus santan (masak sampai mendidih sambil diaduk) :
- 250 ml santan dari 1/2 butir kelapa
- 1/2 sdt garam
- 2 lembar daun pandan
Cara membuat :
- Campur ubi kukus halus dengan tepung kanji dan garam. Bentuk bulat lonjong seperti biji salak.
- Didihkan air dalam panci. Masukkan biji salak. Masak hingga mengapung. Angkat, tiriskan.
- Dalam panci, campur air, gula merah, daun pandan dan garam. Masak sampai mendidih lalu saring. Tambahkan larutan kanji dan masak lagi sambil diaduk sampai mendidih dan kental.
- Masukkan biji salak, biarkan meletup sebentar dan angkat.
- Sajikan dengan siraman saus santan.
Thursday, 19 January 2012
Bakwan Malang
Alhamdulillah selesai juga bakwan Malang buatanku setelah 2 hari bergumul di dapur. Haaahhh 2 hari??? hehe iyalah. Kemarin bikin pentol bakso dan tahu isinya. Setelah matang aku simpan di kulkas dulu. Hari ini bikin kuahnya dan pangsit goreng, maksudnya bener bener bikin kulit dan isian from the scratch...kan lama tuh jadi dicicil ampe 2 hari. Cckk cckk cckk, segitunya ya demi menikmati bakwan Malang. Emang udah niatan dari dulu. Apalagi pas kemarin ke Malang mampir ke bakso Cak Man...huwaaaa jadi tambah bulat tekadku tuk bikin sendiri. Lagian aku pernah bikin bakso tapi nggak sukses...hehe
Aku lihat resepnya dari Sajian Sedap cuman modif dikit dikit aja. Pangsitnya pake resepku sendiri. Baksonya aku beri sedikit isian telur puyuh karena si adek doyan telur puyuh. Voila...jadilah bakso pingpong jadi jadian...hihihi. Walaupun baksonya gak bisa semulus dan selicin punya tukang bakso tapi lumayanlah...apalagi ini bebas msg dan pengawet apalagi boraks. Dijamin halalan dan thoyyiban...
Bahan bakso :
- 500 gram daging sapi sengkel
- 1 1/2 sendok makan bawang putih goreng
- 1 sendok makan bawang merah goreng
- 1/4 sendok teh soda kue (aku skip)
- 100 gram tepung sagu tani
- 175 gram es batu
- 2 sendok teh garam batu
- 1/2 sendok teh garam
- 1/4 sendok teh penyedap rasa/vetsin (aku ganti gula pasir)
- 1/4 sendok teh merica bubuk
- telur puyuh
Bahan bakwan :
- kulit pangsit (lihat di sini)
- 3 buah tahu putih kecil, dipotong dua segitiga
Bahan isian pangsit (lihat di sini)
Bahan kuah :
- 1.000 gram tulang sapi (aku pake tulang kaki sapi)
- 4.000 ml air
- 5 tangkai seledri, diikat
- 5 batang daun bawang, diikat
- 10 siung bawang putih, digoreng utuh, dimemarkan
- 5 1/2 sendok teh garam
- 3/4 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok makan gula pasir
Bahan sambal :
- 10 buah cabai merah keriting
- 10 buah cabai rawit merah
- 2 siung bawang putih
- 300 ml air
- 1/4 sendok teh garam
- sedikit cuka
- 50 ml kuah bakso
Cara membuat :
- Masukkan semua bahan bakso kecuali telur puyuh dalam food processor dan giling sampai lembut.
- Rebus air sampai mendidih. Bentuk bakso bulat. Masukkan dalam rebusan air mendidih. Angkat dan sisihkan. Untuk tahu sama saja, tinggal belah tengahnya beri isi lalu rebus atau goreng. Untuk bakso pingpong, basahi tangan agar tidak melengket adonan dagingnya lalu ambil adonan beri isi telur tutup lagi dan bentuk bulat. Rebus dalam air mendidih sampai mengapung.
- Aduk rata bahan isi pangsit. Uleni sampai lembut.
- Ambil kulit pangsit. Beri isi. Pilin. Untuk pangsit roll tinggal bentuk sepert lumpia.
- Kukus 20 menit sebagian bahan sampai matang dengan api sedang.
- Goreng sebagian pangsit dalam minyak yang dipanaskan dengan api sedang sampai matang.
- Kuah: rebus air, tulang sapi, seledri, daun bawang, dan bawang putih dengan api kecil sampai berkaldu. Saring kaldunya.
- Tambahkan garam, merica bubuk, dan gula pasir. Masak sampai matang.
- Sambal: rebus air, cabai merah keriting, cabai rawit merah, dan bawang putih sampai mendidih dengan api kecil. Blender halus (aku blender kasar). Tambahkan garam. Masak sampai matang. Tambahkan cuka dan kuah bakso, aduk rata.
- Sajikan bakwan dengan sambalnya.
Hasilnya memuaskan. Alhamdulillah hubby dan anak-anak suka. Aku terharu...walaupun hubby gak doyan bakso tapi karena ini buatan istrinya tertjintah *ceileee* bakwan malangnya tetep dimakan bersama beberapa buah bakso...alhamdulillah. Sisa pangsit gorengnya enak dimakan sambil dicocol saus sambel. Nikmatnyaaa...
Thursday, 12 January 2012
Kapurung
Kapurung merupakan makanan khas Sulawesi Selatan. Tepatnya daerah sekitar Palopo. Namun sudah populer di beberapa daerah sekitarnya termasuk di Makassar. Tiap daerah memiliki resep yang berbeda...dan tiap orang memiliki cara mengolah yang berbeda pula. Namun intinya sama, kapurung merupakan makanan berkuah segar terdiri dari bola bola sagu dan kuah ikan, udang, ayam maupun daging. Daging ikan, atau udang setelah dimasak disisihkan kuahnya kemudian ikannya dihaluskan bersama bumbu halus yang nanti kemudian dimasukkan kembali ke dalam kuah ikan untuk memperkaya rasa. Ke dalamnya kadang ditambahkan kacang goreng atau ikan teri kering goreng yang diulek bersama bumbu. Sayurnya pun beragam. Mulai dari kangkung, bayam, kacang panjang, terong, jantung pisang, dan lain sebagainya. Pokoknya makanan ini sehat deh...!
Di daerahku Sorowako, kapurung sudah menjadi makanan umum. Pada acara kumpul-kumpul terutama ibu-ibu pasti tak ketinggalan sajian kapurungnya. Bahkan beberapa temanku yang berasal dari luar Sulawesi dan awalnya tidak suka makan kapurung, akhirnya malah doyan dan malahan beberapa dah jago membuatnya sendiri.
Nah, kali ini aku membuatnya dengan versiku sendiri ya. Aku menggunakan asam pattikala. Selain rasa asamnya, pattikala memiliki wangi khas buah kecombrang. Ini yang aku sukaaaa...
Aku juga menggunakan jeruk susu. Ngga tau bahasa Indonesianya apa niy jeruk. Yang jelas walaupun kulitnya bergelombang seperti jeruk purut tapi bukan juga jeruk purut yang biasa. Bukan jeruk limau maupun jeruk nipis. Baunya khas dan warna jusnya putih. Biasanya ditambahkan pada saat terakhir untuk memperkaya rasanya *hhhh...jd ngiler sendiri*
Di bawah ini resep aku nggak pake takaran ya, soalnya aku main cemplang cemplung aja, hehe. Pokoknya dikira-kira aja.
Bahan bola sagu:
- sagu basah/segar
- air mendidih untuk menyiram sagu
Ikan kuah kuning/pallumara (dimasak) :
- ikan (umumnya, bandeng, tongkol, kembung)
- buah pattikala/kecombrang digeprek
- kunyit bubuk
- garam
- bawang merah, iris
- air
- penyedap rasa (optional)
Bahan sayur :
- kangkung
- bayam
- jagung manis, serut
- terong
- kacang panjang
Bumbu (ulek semua) :
- cabe rawit
- terasi
- tomat, direbus
- kacang goreng
- mangga muda, serut
- garam
Cara membuat :
- Ikan kuah kuning : masak semua bahan dengan air banyak sampai mendidih dan bumbu meresap, cicipi apabila kurang garam.
- Sayur : didihkan air. Masukkan sayur mulai dari kacang panjang, terong kangkung dan bayam. Beri garam. Biarkan mendidih lalu matikan.
- Bola sagu : sagu basah diberi air lalu aduk rata dan saring. Tuang perlahan-lahan air mendidih secukupnya ke atas cairan sagu sampai sagu berubah warna menjadi transparant dan kental. Aduk sampai menjadi adonan yang sangat kental (aku gak bisa, jadi pake cara dimasak aja sampe kental dan meletup-letup).
- Penyelesaian : sisihkan air ikan dari kuahnya. Panas-panas, segera gulung bola sagu menggunakan 2 buah sumpit lalu masukkan ke dalam kuah ikan. Setelah bumbu halus diulek, tambahkan sedikit daging ikan dan ulek bersama bumbu tidak usah terlalu halus. Tambahkan mangga serut. Aduk rata. Masukkan ke dalam kuah ikan. Perasi jeruk susu.
- Penyajian : tuang bahan kuah dan bola kapurung ke dalam piring. Tambahkan sayur. Siap disajikan bersama ikan kuah kuning ataupun ikan bakar.
Nyamanna sambalu !!
Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread
Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...
-
Roti asin? roti yang rasanya asin? haha enggak lah...maksudnya, ya roti yang bukan roti manis alias gurih. Kalau roti manis kan yang ...
-
Naaaaah...akhirnya resep yang udah lama kucari ketemu juga di blognya temenku Bunda Echi alias Yessi. Resep ini aslinya pemberian temanku...
-
Hari ini bete di rumah nggak ada camilan. Males keluar keluar juga...akhirnya aku cek bahan yang ada di rumah dan mulai cari rese...










































