Senin, 11 Maret 2013

IDFB Challenge #9 : Papeda (Bubur Sagu)








Tema IDFB challenge bulan ini adalah bubur gurih nusantara. Kalau mengikut asal daerahku Sulawesi Selatan harusnya sih aku bikin barobbo'. Tapi karena sudah ada yang bikin akhirnya aku memilih tuk bikin papeda. Papeda adalah makanan khas masyarakat Papua, Maluku dan sekitarnya. Berupa bubur yang dibuat dari sagu basah dari pohon sagu. Teksturnya beda dengan tepung sagu kemasan karena belum melewati proses pengeringan pabrik. Baunya khas agak kecut. Kalau aku masak sagu ini hubby nggak berani dekat dekat dapur. Dia heran kok orang suka sama makanan yang baunya seperti itu. Olahan ikan kuah kuningnya sih suka tapi sagunya tidak lah yaaaawww...ya gak papalah, rugi sendiri deh wkwkwkwk.

Bagi orang yang belum pernah makan atau lebih tepatnya menyeruput papeda ini mungkin berasa aneh ya. Bentuk dan teksturnya yang menyerupai lem membuat leher agak geli ketika pertama kali lewat kerongkongan. Bingung cara makannya, dikunyah gak bisa, ditelan juga aneh. Hihi...tapi kalo dah sering malah ketagihan. Cara penyajian bubur sagu ini populer disandingkan dengan ikan kuah kuning. Kuahnya yang asam manis pedas pas berpadu dengan sagu yang cenderung tawar. Mirip mirip juga dengan kapurung dari Sulawesi. Cuman bedanya kapurung ada tambahan sayur dan sagunya dibentuk bulat bulat kecil. Makannya pun pakai sendok. Resep papeda di bawah ini menggunakan takaran kira kira ya. Kalau keenceran bisa ditambahkan larutan sagunya dan didihkan kembali. kalau kekentalan bisa ditambahkan air. Maklumlah belum profesional bikinnya. Resep aku modifikasi dari sini dan berbagai sumber.

Bahan papeda :
- sagu basah secukupnya

- air secukupnya

Cara membuat :
  1. Cairkan  tepung sagu dengan sedikit air, saring. Taruh dalam panci.
  2. Tambahkan garam dan gula. Aduk rata.
  3. Didihkan air secukupnya. Tuang ke dalam larutan sagu. Aduk cepat dengan sendok kayu sampai larutan sagu berubah menjadi bening yang menandakan sagu sudah matang. Kalau masih tetap berwarna putih bisa dijerang kembali di atas kompor sampai matang.

Bahan Ikan kuah kuning :
- 1/2 kg ikan tongkol/mubara
- 2 sdm minyak untuk menumis

- 2 batang serai, geprek
- 4 tangkai kemangi

- 10 buah cabe rawit, biarkan utuh
- 2 buah tomat merah, potong 4 bagian

- 1 buah jeruk nipis
- gula pasir, secukupnya

Bumbu halus :

- 5 buah bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 3 buah kemiri
- 2 buah cabai merah keriting
- 2 cm jahe

- 2 cm kunyit
- garam secukupnya


Cara membuat :

  1. Bersihkan ikan, potong potong. Baluri dengan garam dan jeruk nipis. Sisihkan.
  2. Panaskan minyak dalam wajan. Tumis bumbu halus dan sereh hingga wangi.
  3. Tambahkan air sebanyak 700 ml, biarkan mendidih.
  4. Masukkan ikan. Tambahkan gula, tomat dan cabai rawit utuh, cicip apabila kurang garam. Masak beberapa menit dengan api besar. Setelah mendidih kecilkan api masak kembali hingga ikan matang dan bumbu meresap.
  5. Ketika akan dimatikan tambahkan daun kemangi dan perasan air jeruk nipis.
  6. Ikan kuah kuning siap dinikmati dengan papeda.




 



19 komentar:

Ummu Fatima mengatakan...

wah, baru kali ini liat sagu basah Mbak....belum pernah nemu, selama ini taunya sagu kering aja :)

Nisa's Mom mengatakan...

aduuuh.. ini sih cuma bisa ngiler ajah nih mba Hesti, ga mungkiiiiiin nemu bahan disini ..*glek* - inget tinggal di kamp ambon dulu xixixii..

rahel mengatakan...

Salam Kak Hesti...kalau saya lihat resepnya...sama seperti makanan tradisional orang Malaysia (khasnya dari Sabah iaitu suku kaum kadazan,brunei)..di sini kami memanggilnya "ambuyat" memang mantap kuahnya dihirup lagi2 kalau ada sambal terasinya...waduh....

Hesti HH. mengatakan...

iya kalo dipegang licin lembab lebab gitu mbak...semoga suatu saat bisa ketemu sagu basah ^^

Hesti HH. mengatakan...

hihi...iya ya mbak Fitri pasti dah sering makan dulu yaaa...

Hesti HH. mengatakan...

Salam Rahel,

Iya betul mbak...aku barusan cekk di google mirip banget. Tapi lebih mirip dengan kapurung karena dimakan dengan bermacam lauk. Ada sayurnya...

Rohah mengatakan...

salam kenal Hesti..
mudah-mudahan saya dapat menambah ilmu masak memasak di sini...

Lina IbunyaAzRaf mengatakan...

jadi penasaran pingin tau rasa'y mba... Sayang, disini mana ada sagu basah... Ada juga tepung sagu biasa... Hehehe...

Anonim mengatakan...

assalamualaikum mba salam dari riau....menu ini klau diriau namanya kepurun mba....sagu basah juga dibuat lempang enak juga mba....entar jadinya klau pizza mba...

Anonim mengatakan...

mba Hesti, bolehkah saya numpang promo TBK yang baru saya diriin di blog mba Hesti? Kalo kurang berkenan, gapapa mba Hesti, terima kasih banyak. :)
nama saya cindy.

Indonesia Eats mengatakan...

rencana bawa sagu kering pas plg kmrn kelupaan. jadi gak bakal bs ikin papeda kecuali ada yg bawain bulan2 ke depan. skrg ngilerrr

Hesti HH. mengatakan...

maksud mbak Pepy tepung sagukah?? iya mbak sayangnya...padahal bikinnya gampang...apalagi di tempat mbak Pepy bahan bahannya mudah didapat. kecuali sagu tentunya ^^

Hesti HH. mengatakan...

Maksudnya pasang iklan atau numpang promo di salah satu postku mbak?
Maaf saya baru balas karena baru pulang cuti dari Makassar.

Hesti HH. mengatakan...

Salam kenal juga...

Semoga blog ini berguna, terima kasih sudah mampir ^^

Hesti HH. mengatakan...

Bisa kok diganti kanji. Beda beda tipis...

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam,

Waaaaaah ternyata banyak juga yang punya menu ini mbak. Apalagi di Riau namanya mirip...
Btw kalau lempang itu gimana bikinnya mbak. Masakan atau kuekah??

Anonim mengatakan...

numpang promo mba, kalo pasang iklan belom ada dananya utk itu mba :)
maklum tbk nya masih belom kelas kakap hehehe :)
cuma numpang tulis begini mba:
telah dibuka TBK MOM N ME
alamat: Jl.kemajuan no.44 rt.01 rw.04 Petukangan Selatan, Jakarta Selatan 12270
hp 0818 0865 4649
begini aja mba, kalo diijinkan, makasih banyak mba Hesti :)

Anonim mengatakan...

Makasih banyak Mba Hesti sudah diijinkan numpang promo nya :)

Adi The best mengatakan...

Maksih atas informasinya sangat bermanfaat manisan kolang kaling

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails