Jumat, 11 Desember 2015

Pom Pom Potato



Dulu kalau pagi hari aku sering bingung nyiapin bekal buat anak anak sekolah. Harus pandai membuat variasi menu biar anak-anak ngga' bosan. Tidak melulu harus makan berat seperti nasi sih. Kadang mereka lagi ngga pingin bawa nasi. Maunya yang ringan-ringan aja seperti kue, roti atau kentang goreng. Nah semenjak pandai membuat kaki naga dan nugget, itulah yang sering mereka bawa karena gak pernah bosan. Nah sekarang ada tambahan lagi olahan kentang yaitu pom pom potato. Lebih rich dikit dibanding kentang goreng biasa atau french fries. Karena ada tambahan kejunya. Awal mencoba pertama kali menurutku rasanya kurang spesial. Tambahin lagi kejunya sampai bener bener pas. Eh kok enak jugga ya...padahal resepnya simple. Kentang, keju,susu kental dan tepung roti untuk balurannya. Diberi isian keju lagi dalamnya asli enak. Yang begini ini bukan cocok untuk bekal aja...buat snack sore juga cocok. Kali ini anak anak nyemil sore dengan pom pom potato, kaki naga dan jus sirsak stroberi. Mantaaap...!!

 

Karena di sini susah menemukan kentang tes atau kentang yang kadar airnya rendah akhirnya aku pakai tepung kentang yang aku beli di Mba Diah Didi. Dulu dulu kalau bikin kroket sering kecewa karena pas digoreng meletus atau benyek. Dengan menggunakan tepung kentang ini hasilnya cantik. Mungkin karena kadar airnya bisa disesuaikan sesuai selera kita. Cara menggoreng juga harus diperhatikan. Minyak harus banyak, panas dan menggorengnya ngga boleh terlalu banyak. Kalau sekali masuk penggorengan langsung banyak, minyak yang sudah panas menjadi dingin kembali karena pengaruh suhu kentangnya yang dingin. Akhirnya menggoreng jadi lebih lama, berminyak dan kadang sampai meletus. Waaah kacau deh pokoknya...

Nah resepnya aku lihat dari cook pad kiriman mba Indah Mei. Aku sesuaikan saja dengan bahanku karena punyaku menggunakan tepung kentang. Aku mencoba bikin dua macam tuk variasi. Yang satunya bentuk lonjong ada isian kejunya, aku panir dengan tepung roti halus. Satunya bulat saja tanpa isian dengan baluran tepung panko. Hasilnya untuk rasa lebih enak yang ada tambahan kejunya dong ya...lebih wangi juga karena menggunakan tepung roti halus. Tapi yang bulat tekstur crunchy di bagian luarnya lebih bertahan lama. Dimakan lebih seru karena ada sensasi kriuk kriuknya ^^

Rabu, 02 Desember 2015

Sponge Cake Jeruk (metode pisah telur)


Aku paling suka apapun yang beraroma citrus. Apalagi kalau dibikin kue. Wanginya itu lhoooo...
Kali ini aku sharing sponge cake jeruk dengan teknik pisah telur ya. Asli ini enak banget. Cake dan toppingnya sama sama beraroma jeruk. Teksturnya beneran kayak sponge atau cotton cake. Bedanya kalau cotton cake pori porinya lebih halus dan lembab. Tapi metode pisah telur ini menghasilkan kue yang ringan dan lembut juga. Makan sepotong gak berasa, hihi.

Percobaan pertama bikin kuenya banyak turunnya alias agak mingpes karena aku pake margarin. Percobaan yang kedua aroma jeruknya kurang keluar. Akhirnya yang ketiga kali bikin akhirnya aku dapatkan komposisi yang pas. Baik dari segi tekstur dan aromanya. Pokoknya "jeruk" banget!

Sebenarnya untuk toppingnya bisa saja pakai selai marmalade botolan ya. Tapi karena kebetulan aku ada jeruknya kenapa ngga bikin sendiri marmalade abal abalnya. Daripada beli selai satu botol tapi yang dipakai cuman dikit. Awalnya mau pake jelly rasa jeruk tapi lagi kosong jadi ya pakai jeruk saja. Walaupun jeruk sunkistnya cuman satu tetap cakep hasilnya. Untuk cake sengaja aku gunakan sirup agar rasa jeruknya lebih intense. Kalau air jeruk selain terlalu encer juga aromanya kurang keluar.




Senin, 30 November 2015

Pumpkin Puff with Pumpkin Custard Filling


Dalam rangka meramaikan tantangan Indonesian Food Blogger bertemakan "labu"  kali ini aku bikin kue sus labu. Pinginnya yang unik yang beda dari yang lain. Ngga nyangka ternyata labu bisa juga dibuat kue sus. Kuenya juga tetap mengembang indah. Bikinnya sih kemarin tapi baru bisa diposting hari ini. Lagian udah janji dan emang udah niat mau ikutan challenge ini, waktu itu udah dicolekin sama mba Freeyanti Inef dan admin IDFB. Jadi walau telat yang penting ikut meramaikan ya teman teman...

Resepnya gak jauh beda dari sus biasa cuman ada tambahan labu halusnya saja. Supaya bener bener sesuai tema, isinya juga aku beri tambahan labu. Rasanya seperti makan klappertart labu dalam balutan kue sus, enaaaak. Jadi selain warnanya jadi cantik kekuningan rasanya pun oke dan gizinya juga dapat. resepnya aku modifikasi dari Cookin' Canuk

Minggu, 22 November 2015

14 th Wedding Anniversary...



Tak terasa pernikahan kami sudah memasuki usia 14 tahun pada tanggal 28 Oktober ini. Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda ya. Postingan ini udah ditulis dari Oktober lalu tapi baru bisa diposting sekarang, hehe. Alhamdulillaaaah...semoga langgeng terus, saqinah mawaddah warahmah. Doakan ya teman teman...
 
Kadang kalau lihat lihat album foto kenangan...rasa sedih datang menyergap. Rindu akan masa masa kecil mereka. Sewaktu mereka masih lucu dan imut, semua-muanya masih bergantung pada kami orangtuanya. Sekarang dah pada gede gede, sudah lebih mandiri. Semakin dekat rasanya waktu di mana mereka akan pergi meninggalkan kami tuk melanjutkan pendidikannya. Membayangkan kesunyiannya...
Lebaaay ya teman teman.

Ya Allah lindungilah anak anak kami, jadikanlah mereka anak anak soleh. Lembutkanlah budi pekerti mereka dan mudahkanlah segala urusannya. Jadikanlah mereka penyejuk mata dan hati orangtuanya dan juga orang orang di sekitarnya. Semoga mereka bisa jadi anak yang bermanfaat ...amiiin ya robbal alamiiin.





Kami berdua...cuiiit cuiiittttt ^^




Iyut




Hanif


Di bawah ini foto beberapa waktu lalu sewaktu mbah datang berkunjung. Saking kangennya sama cucu cucunya, walaupun jauh dan lelah dalam perjalanan rela ditempuh. Naik mobil dari Turen ke Malang. Lalu Malang ke Surabaya. Lanjut lagi dari Surabaya menuju Makassar naik pesawat. Dan karena ngga dapat pesawat lanjut lagi 12 jam perjalanan naik bis dari Makassar menuju Sorowako. 

Ketika tiba terkaget kaget dan pangling lihat Iyut karena Iyutnya dah gede banget. Jauh beda dibanding terakhir ketemu waktu kami ke Jawa dua tahun lalu. Dulu Iyut masih lebih pendek dari mbah ibu sekarang udah kalah tingginya. Semoga beliau berdua selalu diberikan kesehatan dan bisa main ke sini lagi.


Siap siap berangkat sekolah, salim mbah ibu dan bapak duluuuu...



Pulang sekolah...

Watermelon Popsicles



Kali ini mau posting yang seger seger dan simpel. Cuman popsicles semangka. Tapi ini seger banget. Kemarin dapat semangka gede gede dari tetanggaku yang baik hati. Satunya semangka kuning satunya lagi semangka merah. Udah dimakan tapi masih banyak juga sisanya. Sedangkan semangka kalau sudah dibelah...ngga tahan lama lama walau di kulkas. Palingan dua hari aja. Ini sudah dibikin jus masih ada sisanya. Malah jadi dapat ide untuk bikin popsicles. Ini resepnya campur campur aja sesuai selera ya. Aku cuman pake semangka, air jeruk nipis dan gula dikit. Diblender semua setelah dihilangin bijinya. Sebenarnya semangkanya sih sudah manis, tapi kayaknya kurang seru kalau ngga ditambah gula dikit. Ternyata syegeeer...asem manis rasanya. Jusnya enak, pospsiclesnya juga enak. Yukkk bikin buat anak anak....!!

Rabu, 11 November 2015

Gyoza VS Hakau




Sebenarnya niat mau bikin hakau ini sudah lama. Beberapa bulan yang lalu aku dikasih tepung tangmien sama temanku Mba Indah Yudo. Waktu itu yang terpikir di benakku mau bikin hakau. Karena olahan yang menggunakan tepung tangmien memang terbatas. Biasanya sih digunakan pada olahan yang menghasilkan warna putih transparan dan tekstur yang lentur seperti hakau. Tepung tangmien adalah tepung yang terbuat dari pati gandum. walaupun dari gandum tapi beda dengan terigu lho ya. Kalau terigu kan tepung/flour yang diambil dari unsur protein dan karbohidratnya gandum sedangkan kalau tangmien ini adalah starch atau pati dari unsur karbohidratnya saja. Istilah gampangnya kanjinya gandum. Kalau kanjinya singkong kan tapioka ya.

Akhirnya bikin juga hari ini. Ngga tau juga kok aku lagi semangat semangatnya. Padahal yang mau diolah ini lumayan ribet. Belum bikin kulitnya dua macam...belum lagi isiannya. Kuat ngga ya tanganku. Masih belum sembuh betul. Tapi udah pengen banget jadi tetap semangaaat. Pilihanku jatuh pada hakau dan gyoza. Kalau di Cina sana hakau dan gyoza/dumpling ini adalah makanan kecil khas Cina yang disajikan dalam porsi kecil. Kalau kita biasa nyebutnya dimsum ya. Seperti pangsit dan siomay. Kalau di Cina sana banyak sekali macamnya. Sedangkan di jepang dumpling disebut gyoza. Nah beda lagi dengan potsticker. Kalau potsticker dumpling juga tapi proses pemasakannya dengan cara di pan fried. Jadi pannya diberi minyak dulu dikit lalu dumplingnya dipanggang sebentar sampai bawahnya kecoklatan lalu ditambah air lalu dilanjutkan dengan memasak sampai airnya habis. Jadi tekstur eksteriornya agak renyah tapi dalamnya lembut.

Nah untuk memudahkan, aku membuat isiannya dari satu bahan saja. Sama sama pakai ayam dan udang. Memang sih umumnya hakau menggunakan udang. Tapi dulu aku sudah pernah bikin pake udang tapi menurutku rasanya gak terlalu istimewa. Apalagi potongan udangnya besar besar ngga dicincang. Untuk isian gyoza aku tambahkan potongan kol yang dirajang halus. Resepnya isiannya aku modifikasi dari resep kaki naga dan dumpling Mba Endang "Just Try and Taste". Agar tekstur dagingnya masih terasa, udangnya dicincang aja ya teman teman. Ini punyaku pake food processor kayaknya terlalu halus >,<. Untuk resep kulit gyoza aku lihat resep kulit pangsit di Mba Ita Dapur Griya Kahyangan. Resep aslinya dari The little Theochew.  Sedangkan untuk resep kulit hakau aku lihat di Sajian Sedap. Kalau mau lihat resep dan step pembuatan kulit hakau bisa buka di sini ya teman teman. 

Untuk penyajiannya paling enak disantap dalam keadaan hangat dari kukusan. Kalau dingin jadi agak kering. Jadi sebaiknya dikukus lagi pada saat akan disajikan. Temannya yang cocok boleh pakai saus kecap, saus sambel atau apa saja sesuai selera. Aku pakai dua macam. Ala ala Indonesia. Saus cuko gula merah dan saos cuka gula putih. Isinya cuma cabe, gula, garam, bawang putih, cuka dan air. Yummiiii....!!



Kamis, 05 November 2015

Avocado Mousse Cake




Sering lihat kue ini berseliweran di FBnya mba Ina Moulina Fajrin Isra "Nyak Ina Kitchen". Banyak yang mesan kue ini. Artinya banyak yang suka dong ya. Kalau banyak yang suka artinya enak dong ya. Naaah itu dia yang bikin penasaran. Avocado mousse cake namanya. Tentu saja ada alpukatnya ya. Kebetulan aku belum pernah mengolah kue yang ada alpukatnya. Biasanya sih dibikin es campur saja. Untuk eksekusi perdana aku lebih suka bikin versi mininya dengan loyang diameter 16 cm. Selain ngga terlalu lama habisnya *sadar kalori yak* , lebih enak menikmati kue dengan potongan kecil, rasanya ingin tambah tapi keburu habis, dibandingkan makan sampai puas dan bosan sendiri ^^

Resep aslinya bisa dilihat di blognya mba Rachmawaty Luthfie. Sedangkan untuk kueku ini sudah aku modifikasi dari resep beliau. Maaf ya mba Ina dan mba Rachmah resepnya diutak atik.

Untuk cakenya aku pakai resep steamed moist chocolate cakenya "Cooking Crave". Ngga ribet karena ngga butuh mixer. Aku bikin setengah resep saja karena loyangku kecil dan cakenya cuman dua lapis. Untuk lapisan krim cokelatnya aslinya pakai ganache tapi karena namanya mousse cake jadi aku pakaikan juga alpukat pada lapisan cokelatnya. Jadi bener bener alpukat atas bawah. Aku tambahkan kopi ke dalam mousse cokelatnya karena seingatku alpukat pas bener disandingkan dengan kopi. Jaman aku kecil kalau makan alpukat biasanya ditambah gula pasir dan kopi dikit. Enaaak...

Oh iya resep aslinya pakai krim bubuk non dairy ya teman teman, tapi karena di kulkas masih ada krim kental dairy aku pake itu aja. Jangan lupa untuk mencicipi krim yg siap dipakai supaya kita bisa menyesuaikan dengan selera manis kita. Kalau kurang manis tinggal tambah gula ya.

Minggu, 01 November 2015

Dibalik Foto Makanan Yang Cantik...

Terus terang aku sering bingung kalau ditanyain teman teman atau pembaca blog tentang cara membuat foto makanan yang baik dan benar. Selama ini aku mengambil gambar dengan teknik "suka suka" tanpa paham  teorinya. Yang penting hasilnya memuaskan. Aku, tentu saja sama sekali bukan professional photographer dan tidak punya basic ilmu photography. Semuanya aku pelajari secara otodidak karena di tempatku yang notabene kota kecil ini tidak ada kursus, training atau apapun yang menunjang ilmu photography. Semua adalah hasil belajar dengan cara surfing di internet. Berjam jam melihat gambar gambar senior foodie blogger. Memperhatikan bagaimana cara mereka menata makanan, apa saja properti yang digunakan, pencahayaan dan lain sebagainya. Ya... dibantu dengan sedikit bacaan tentang ilmu food photography. Tapi memang dasarnya aku tuh agak-agak telmi dan gaptek, susah juga dipraktekkan ilmu dari bukunya. Akhirnya balik lagi ke cara lamaku. Foto suka suka yang penting hasilnya terlihat menarik. Jadi tolong jangan ditanya teorinya ya teman teman. Aku sih gak pake teori. Pokoknya praktek saja mengikuti kata hati.

Suka dengan food photography awalnya pas mulai ngeblog. Orang yang memiliki blog pasti ingin menarik pembaca dong ya. Syaratnya tentu saja dengan berkomitmen pada diri sendiri. Rajin update post dan rajin menjawab komen yang masuk. Aku, dalam dunia nyata bukan orang yang pandai bicara, apalagi kalau disuruh berbicara di depan umum. Langsung panas dingin, sakit perut dan mulut terkunci rapat. Tapi anehnya, kalau menulis blog rasanya ngga pernah habis bahan yang akan diomongkan. Kok bisa?? Ya iyalah dengan ngeblog (khususnya blog makanan) secara tidak langsung kita diajarkan untuk lebih inovatif mengolah resep, pandai mengolah cerita dan pandai membuat gambar semenarik mungkin hingga mengundang pembaca untuk ingin mempraktekkannya. Dengan begitu, tujuan utama membuat blog ini tercapai. Sharing resep dan berharap orang lain bisa mempraktekkan dan mendapat ilmu dari blog kita.

Jadi buat teman teman yang ingin menekuni dunia FP, silahkan menimba ilmu sebanyak banyaknya dari mana saja. Bisa dari internet, bisa dari buku buku, bisa dengan kursus atau konsultasi langsung dengan pakarnya Pokoknya apa apa saja yang bisa menambah ilmu kita. Gambarpun bisa pun bisa diambil dengan apa saja. Handphone, kamera pocket maupun kamera DSLR bisa dipakai semua. Kesemuanya juga sudah pernah aku gunakan. Walaupun kita bukan profesional bukan berarti kita juga ngga bisa menghasilkan gambar cantik. Mottonya, semakin tinggi jam terbang semakin bagus pula hasilnya. Kalaupun ada kekurangan di sana sini bisa dibantu dengan berbagai macam aplikasi olah foto. Sekarang kan zaman canggih. Lha foto orang aja bisa berubah drastis dengan aplikasi kamera 360. Tul ngga?? tapi kalau untuk makanan ya ngga perlu kamera 360 kali...yaaa cukup photoshop atau photoscape aja. Jangan lupa juga untuk selalu membubuhkan watermark pada foto kita. Hari gini...ada watermarknya aja gambarnya bisa dicuri apalagi yang ngga ada. Banyak oknum yang mau enaknya sendiri...ngga menghargai hasil karya orang lain. Mau punya blog atau jualan tapi ngga mau usaha. Bisanya cuma copy paste content blog orang. Ngga minta izin lagi! Hati-hati ya teman teman...waspadalah, waspadalah!!

Di bawah ini ada beberapa gambar behind the scene dan olah foto yang aku buat.

 
Seperti biasa aku menggunakan natural light, matahari jam 12 siang. Teorinya sih it's a big "no no" mengambil gambar ketika matahari tinggi tingginya. Takutnya overeksposure/silau ya. Cahaya yang jatuh akan terlalu keras. Beberapa foto memang tidak bagus hasilnya diambil pada jam segini. Contohnya bila mengambil gambar minuman atau puding. Cahaya yang jatuh terlalu keras sehingga terlihat pantulannya di permukaan air atau puding. Ini bisa diakali dengan memblokir sedikit cahaya di atas objek. Khusus untuk gambar kukis ini sih oke oke saja. Aku gunakan background papan putih dan reflector di sebelah kiri untuk meminimalisir bayangan objeknya.




Di bawah ini adalah data exif gambar yang aku ambil


Di bawah ini ada contoh gambar kukis yang aku ambil buat perbandingan. Yang satu sebelum diolah dan yang satunya lagi setelah diolah. Beda kan ya hasilnya. Lebih menarik yang kedua. Yang jelas intinya, buatlah gambar anda semenarik mungkin tapi jangan sampai merubah bentuk aslinya. Jangan sampe yang difoto mie bakso, eh setelah diolah berubah jadi spaghetti. Ngga asli dong ya! >,<
                             sebelum                                                    sesudah


Untuk gambar di atas aplikasi yang aku gunakan adalah photoshop dan photoscape. Untuk photoshop belum bisa yang canggih canggih, makanya sebagian aku olah di photoscape. Aku cuma pake photoshop raw untuk  menambah kontras, sedikit vibrance dan juga sharpening untuk mempertajam gambar. Setelah itu disave ke jpeg. Kalau raw kan sizenya besar kali. Menuh menuhin memori komputer kita.





Setelah itu, di bawah ini aku pindah ke photoscape. Klik filter, pilih film effect - provia low. Ini untuk menghasilkan gambar yang lebih terang dan bersih. Bisa bereksperimen dengan pilihan yang lain ya teman teman.


  
Nah di dalam gambar itu kan kelihatan masih ada sedikit bayangan di bawah object. Kalau kita ingin membuat gambar itu lebih bersih dan objeknya stand out maka bayangan itu bisa dikurangi. Klik filter, pilih region of focus - brighten. Bisa juga pilih white. Nah kursornya tinggal digerak gerakkan untuk mencari fokus gambar yang kita inginkan. Semoga sudah ada bayangan ya. Setelah selesai semua baru kita beri watermark dan resize.

Mudah kan teman teman. Semoga membantu ya...








Sedikit tips untuk teman teman agar bisa menghasilkan gambar yang cantik :
  1. Gunakan natural light atau cahaya alami. Hindari menggunakan flash karena gambar objek anda akan kelihatan datar tanpa dimensi.
  2. Carilah posisi yang pas sampai didapatkan cahaya yang sesuai. Jangan ragu untuk mengeksplorasi setiap sisi ruangan untuk mendapatkan pencahayaan yang berbeda.
  3. Ambillah gambar objek sebanyak banyaknya dari berbagai sudut. Kadang piring makanan kita terlihat cantik dari atas, kadang lebih cantik terlihat dari samping maupun 45 derajat. Ubah atur juga posisi piring untung mendapatkan hasil yang paling sesuai.
  4. Hindari latar/prop yang terlalu ramai. Usahakan fokus pada objek makanan yang akan ditampilkan. Jangan sampai properti atau background mengalihkan perhatian dari objek utamanya, alias salah fokus. 

Masalah masalah yang sering dihadapi dalam mengambil gambar :
  1. Warna foto tidak sesuai dengan gambar aslinya. Pada saat mengedit photo, apabila foto anda terlihat kekuningan, kebiruan atau kemerah merahan gunakan aplikasi/software yang bisa menyeimbangkan warnanya. warna akan lebih hidup apabila white-balancenya sesuai.
  2. Foto kabur/tidak fokus. Biasanya masalah ini terjadi karena sensor kamera anda kekurangan cahaya. Beberapa solusi : pindah ke daerah yang lebih terang, usahakan kamera anda steady (tidak goyang) atau gunakan tripod, bisa juga tinggikan aperturenya.
  3. Foto kurang hidup. Photographer makanan profesional biasanya menggunakan lensa yang sesuai untuk menghasilkan foto makanan yang cantik. Contohnya lensa dengan "depth of field" yang kecil. Kita bisa memilih bagian objek mana yang ingin difokuskan. Backgroundnya akan terlihat blur sementara objeknya terlihat tajam. Tapi kalau tidak ada bisa diakali dengan mengutak atik kontras atau ketajaman fotonya dengan softwares olah foto.
 Source : Cookie&Kate

Sabtu, 31 Oktober 2015

Strawberry And Cheese Crepe Cake




Sebenarnya bikin crepe ini karena di kulkas masih ada beberapa sisa bahan kue yang nganggur. Ada sisa vla kue sus, ada creamcheese yang sudah mau expired juga. Ketika mikir mikir resep apa yang cocok untuk menggabungkan kedua bahan ini, eh tiba tiba teringat mille crepe. Akhirnya jadi bikin juga. Masih menggunakan resep kulit crepenya kak Ita Masam Manis yang dulu sudah pernah aku praktekkan di sini tapi versi cokelatnya.

Untuk menambah rasa sepertinya yang paling cocok dengan creamcheese adalah buah berry berry-an yang sedikit asem. Supaya rasanya balance ya. Aku gunakan campuran selai strawberry dan strawberry segar. Nah karena ini resep fillingnya asal cemplung aja aku ngga tulis di sini ya. Yang jelas kalau ngga salah cream cheesenya sekitar 200 gr. Ditambah dengan whip cream cair 400 ml. Ditambah lagi dengan sedikit vla vanilla. Jangan heran dulu ya teman teman, ini kan judulnya memberdayakan bahan sisa. Jadi aku kocok dulu masing masing bahan tersebut lalu mencampur semuanya dan dikocok lagi bersamaan. Aku tambahkan gula halus dikit. 

Jadi bikinnya dengan cara melapis sambil diolesi creamnya dan diantara beberapa lapis crepenya aku selipkan selai strawberrynya. Cantik kan penampakannya setelah jadi ^^. Adonan cheesenya sih enak ya tapi kayaknya agak ketebalan di crepe cake ini ngolesnya. Jadi makannya agak sedikit blenek >,<. Harusnya olesannya tipis aja biar seimbang dengan kulitnya yang tipis. Tapi anak anak suka banget. Menurutku kue ini enaknya disajikan dalam potongan kecil saja dan setelah keluar dari kulkas. Tapi kalau disuruh pilih aku masih pilih yang versi cokelatnya.



Bluder Keju



Resep ini sudah lama aku pingin praktekkan tapi baru kesampaian bikinnya. Dulu sering dikasih tetanggaku yang cantik dan baik hati Hilce Kamaluddin. Aku suka karena teksturnya beda dengan bluder yang biasa. Kalau bluder cake kan biasanya teksturnya seperti cake tapi dengan aroma ragi. Kalau bluder roti teksturnya ya kayak roti tapi lebih lembut lagi karena banyak menggunakan kuning telur. Nah kalau yang ini beda lagi. Mirip mirip cake juga tapi lebih beremah. Pori porinya agak besar tapi wangi aroma keju. Biasanya kalau bikin kue kita selalu mencari resep cake yang lembut lembut ya. Tapi khusus yang satu ini beda. Walaupun ngga lembut tapi aku sangat menikmatinya. Yang bikin aku suka karena kue ini pas banget dinikmati dengan secangkir teh hangat. Berikut resepnya temanku aku share y...

Cake Kentang Keju



Cake ini sudah pernah aku bikin sebelumnya. Resepnya dari Ummu Fatima "Simply Cooking and Baking". Cuma kali ini aku tambahkan kejunya biar lebih cheesy dan gurih. Hasil akhirnya mantap ya. Teksturnya antara kue lumpur dan cake. Unik dan enak. Wangi aroma kentang dan keju. Makasih ya mba Citra resepnyaaaa. YUk dicobaaa man temaaan...

Apam Singkong



Assalamualaikum,
Apa kabar teman teman...baru update lagi niy. Alhamdulillah masih diberi sehat dan masih bisa share resep. Walaupun tangannya masih sakit dan lagi pakai arm brace kuusahakan posting. Soalnya kue ini juga bikinnya udah lama. Tunggu tangannya agak baikan baru bisa dipakai ngetik lagi buat update blog.

Kali ini aku share resep temanku Jamila Mustari ya. Ini tergoda reviewnya beliau. Katanya ngga nyangka kalau kue ini terbuat dari singkong karena enak banget. Siapa yang ngga penasaran coba? biasanya aku kalau bikin apem kan pake tape. Nah yang satu ini justru pake singkongnya. Ternyata rasanya mirip juga sama apem tape tapi beda. Sama sama enak tapi aroma raginya tidak menyengat seperti pada apam tape. Teksturnya juga agak beda. Rasanya juga berasa singkong tapi mirip tape juga sih. Susah dijelaskan. Ini harus dicoba sendiri baru paham. Hasil jadinya banyak juga. Kalau gak salah 40an biji. Kalau menurut pengamatanku kue kue yang dikukus setelah 30 menit lebih dense dan padat hasilnya dibandingkan yang dikukus terakhir. Yang terakhir lebih ringan dan lembut. Mungkin karena fermentasinya lebih lama sehingga kue yang dihasilkan juga lebih ngembang ya. Kue yang cetakan yang diolesi minyak juga hasilnya lebih kecil. Jadi cetakan berikutnya tidak aku olesi lagi.  Berikut aku share resep dari Fbnya mba Jamila ya. Tuk jamila, makasih dinda sudah share resepnya yaaaa

Selasa, 29 September 2015

Burger Hitam



Masih dalam rangka menghabiskan bubuk black charcoalku, hari ini aku bikin roti burger. Resep rotinya lihat di Annie Eats. Tergoda dengan reviewnya mba Rina Rinso nih ^^. 
Untuk daging burgernya pake resepku sendiri. Hasilnya rotinya menurutku pas untuk burger. Kalau resep dengan metode water roux kan terlalu lembut. Cocoknya untuk roti roti manis sebagai snack. Kalau ini lebih padet dikit dan lumayan mengenyangkan, cocok untuk bekal anak anak.

Untuk isiannya sebenarnya variasi dan suka suka kita saja. Anak anakku saja seleranya beda beda. Ada yang pake saus ada juga yang ngga. Ada yang pake keju ada juga yang ngga. Ada yang mau pakai selada ada yang ngga. Kalau masalah selada ini aku pakai selada merah, memang rasanya agak pahit ya. Tapi karena aku tanam sendiri jadi sayang kalau tidak dikonsumsi. Jadi walaupun pahit dimakan saja. Yang penting kan gizinya. Lagian kalau tuk burger ini rasa pahitnya tertutup sama rasa dominan daging dan keju.




 

Sabtu, 26 September 2015

Ketan Duren Lumer



Gambar kue ini selalu wara wiri di internet. Sudah pasti bikin mupeng kan ya teman teman.  Baru membayangkan aja udah ileran. Aiiiiiiisssh harus bikin juga ini. Stok duren di kulkas pun sudah memanggil manggil untuk diberdayakan, hehehe.

Resep durennya lihat di blognya mba Wardani cuma dimodif dikit. Untuk ketannya aku pakai resep sendiri. Hasil vla durennya ini cenderung lembek ya mba ngga sepadat isian vla kue sus. Makanaya dibilang ketan lumer karena begitu disantap durennya lumer tanpa perlawanan. Kalau ditaruh di loyang ngga bisa dipotong. Tapi kalau suka yang lebih kokoh tepungnya bisa ditambahkan lagi. Disesuaikan aja. 

Rasanya....jangan ditanya. Rasa nambah terus. Sluuurrpphhh^^

Kangen Ngeblog...



Assalamualaikum....
Apa kabar teman temanku tersayang....??? Lama tidak ngeblog, mungkin teman teman penasaran ada apa denganku. Sejarang jarangnya ngepost belum pernah sampai vacuum sebulan begini. It's a long story tapi kupersingkat aja yaaa.

Saya kan dah lama ngga hamil ya teman teman. Udah 11 tahun. Anak pertamaku sudah 13 tahun. Waktu melahirkan anak kedua secara cesar (anak pertama dan kedua cesar dengan jarak 1 tahun) dokter kandungan menyarankan untuk tidak hamil lagi karena rahimku yang sangat tipis. Aku mendengarkan nasehat dokter dan segera ber KB. Nah jalan sebelas tahun itu ngga ada keluhan apa apa. Tapi seiring anak anak mulai besar tiba tiba kok aku kepingin punya anak lagi ya. Apalagi kalau lihat anak anak kecil yang lucu lucu. Kalau kemana mana juga ngobrol dengan teman teman pembicaraannya selalu berujung ke situ. Beberapa kisah teman teman yang divonis untuk tidak hamil lagi dengan kasus yang sama sepertiku ternyata bisa memiliki anak lagi. Seakan akan mengarahkan aku ke situ. Aku pikir dalam sebelas tahun itu rahimku mungkin saja sudah kembali normal. Cari informasi di internet memang bisa saja hal itu terjadi. Apalagi kalau hormon estrogennya bagus rahim bisa saja menebal kembali. Nah aku memutuskan untuk lepas KB di bulan Desember 2014. Aku berdoa semoga diberikan yang terbaik. Selang 7 bulan kemudian aku tetap haid teratur tanpa tanda tanda kehamilan. Masuk bulan Agustus kok aku ngga haid haid ya. Nah lho. Setelah terlambat sebulan aku tes ternyata aku postitif hamil. Alhamdulillah.

Kontrol pertama ke rumah sakit memasuki week 8 aku di USG transvaginal dan kata dokter sudah kelihatan kentung janinnya tapi belum terlihat janin dan detak jantungnya. Jadi disuruh balik lagi 2 minggu kemudian. Tapi begitu pulang ke rumah setelah usg itu aku mulai mengalami flek. Aku tidak terlalu kawatir karena baca sana sini bahwa flek yang tidak disertai dengan kram perut atau bleeding tidak terlalu perlu dikhawatirkan. Banyak perempuan mengalaminya dan tetap memiliki kehamilan yang normal. Tapi fleknya ngga berhenti. On and off selama seminggu. Masuk minggu kedua fleknya mulai semakin banyak dan (maaf) berwarna merah. Aku segera ke dokter untuk kontrol. Setelah di USG oleh dokter kandungan ternyata janinnya tidak berkembang dengan diagnosa miss abortion. Tentu saja perasaanku sedih dan kecewa ya teman teman. Tapi mungkin inilah jalan yang terbaik yang ditetapkan Allah padaku. Jadilah aku mulai diopname 3 hari itu untuk menjalani proses kuret.

Naaaaah begitu man teman. Jadi panjang deh ceritanya. Eh tapi memang sih istirahatnya aku ngbelog bukan hanya karena masalah di atas. Tapi sebelum itupun aku istirahat karena kedua pergelangan tanganku sakit. Mungkin dapat teguran ya. Kebanyakan depan komputer dan menggunakan keyboard niy. Jadi sekarang memang mesti dikurangi. Lagian postinganku juga udah banyak. Udah 1000an. Jadi wajarlah kalau aku slow down sedikit ya. Semoga teman teman maklum ya. Dan tak lupa aku mengucapkan terima kasih pada teman teman/pembaca tersayang tuk doa doanya. Walaupun tidak tahu aku dalam kondisi sakit tapi selalu mengirimkan doa doa untuk kesehatanku. Itu sangat besar artinya dalam proses kesembuhanku.



Balik lagi ke resep di atas. Ini adalah resep yang sudah pernah aku bikin sebelumnya. Resepnya bakpia basah. Tapi kali ini aku tambahkan bubuk hitam black charcoal pemberian temanku Nana "Dapur Cempaka". Tengkiu ya Naaaaa....alhamdulillah akhirnya kepake juga.

Black charcoal ini adalah abu dari arang bambu. Kalau di Indonesia kita familiar dengan abu merang nah yang ini mirip mirip sih tapi bahannya dari bambu yang sudah berusia di atas 5 tahun. Menurutku hasilnya lebih gelap abu bambu ini. Khasiatnya mungkin sama denga arang aktif yang lainnya yaitu menyerap racun dalam organ pencernaan. Kalau orang keracunan kan biasanya mengkonsumsi norit yang nota bene terbuat dari arang kan ya...tapi arang untuk obat itu sudah diaktifkan dengan proses kimia. Nah yang ini gak tau deng karena cuman terbuat dari abu aja >,<

Untuk informasi aja, arang ini cuman menyumbang warna hitam ya sama sekali nggak mempengaruhi rasa makanan.

Senin, 17 Agustus 2015

Puding Sagu Mutiara Dengan Saus Rosella




Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia aku ikutan challenge niy. Challengenya membuat foto dengan tema merah putih sesuai interpretasi kita. Nah sebagai food blogger, apa lagi yang paling cocok aku posting selain makanan. Iya kan?? Jadi aku bikin puding sagu mutiara ini. Karena kebetulan dalam satu bungkus kemasan sagu mutiaranya ada dua warna. Merah dan putih. Cocok dah. Rasanya sangat creamy karena kaya susu dengan rasa yang tidak terlalu manis. Menggunakan susu cair dan krim kental rasanya seperti panna cota menurutku. Sensasi kenyal didapat dari kombinasi penggunaan agar, jeli dan sagu mutiara. Ini enak sekali!!

Yang lebih unik lagi karena aku menambahkan saus rosella untuk pelengkapnya. Tau kan bunga rosella?? tanaman bunga berwarna merah yang berkhasiat obat. Tinggi vitamin C dan A, bisa meredakan batuk, menurunkan asam urat, hipertensi dan diabetes serta banyak manfaat kesehatan lainnya. Wanginya pun khas. Rasanya sih asam. Biasanya yang digunakan adalah kelopak yang sudah kering. Tapi karena aku punyanya yang segar aku manfaatkan saja. Aku tambahkan gula ke dalamnya sebagai penyeimbang. Hasilnya perfecto!! Baik warna dan rasanya sensasional...

Resep puding aku modifikasi dari Resep Sedap "Puding Kreatif". Aslinya adalah sagoo mango cream puding. Tapi karena temanya merah putih mangga aku skip dan aku ganti dengan rosella. Aku skip juga penggunaan kuning telur agar pudingnya tetap berwarna putih. Aku tambahkan jelli untuk mendapatkam efek kenyal. Berikut resepnya yaaa...

Oh iya sagu mutiara yang ada di sini dijual dalam kemasan 100 gram berisi sagu merah dan putih. Tetapi sagu merahnya cuman dikit. Cuman sekitar 2 sendok makan. Jadi hasil lapisan merahnya lebih tipis. Yang sebagian malah cuman puding putih aja karena gak kebagian merahnya. Jadi teman teman sesuaikan saja dengan ilmu kira kira ya.


Cake Cokelat Ketan Hitam Pisang Dengan Streusel



Lagi kangen makan cake ketan hitam. Kali ini bikin versi yang sudah pernah aku bikin sebelumnya. Dengan tambahan pisang dan cokelat. Resepnya dari majalah Sajian Sedap. Aku beri streuel atasnya untuk variasi. Makannyapun lebih seru karena ada yang renyah renyah di atasnya. Selain itu, aromanya pun wangi sekali. Sangat memuaskaan...

Rabu, 05 Agustus 2015

Bee Hives Bun (Roti Sarang Lebah)





Roti ini sudah lama populer di negeri jiran Malaysia. Diberi nama bee hives bun atau sarang lebah mungkin karena dalamnya mengandung madu ya. Tapi bisa juga karena bentuknya seperti hexagonnya sarang lebah ya. Eh tapi bisa juga karena atasnya diberi kucuran saus karamel yang menyerupai sarang lebah bermadu. Ahhhh malah jadi puyeng niyyy...nama aja kok jadi ribet >,<

Dulu pertama kali sih lihatnya di blognya Kak Ita Masam Manis, tapi pas lihat di internet ternyata udah banyak yang bikin. Pingin bikin juga dari dulu tapi bahan toppingnya kurang lengkap. Di sini ngga ada yang jual kuaci kecil putih dan hijau. Biji wijen juga baru aja ketemunya setelah aku pesan ^^. Ada sih kuaci tapi kuaci biji bunga matahari yang ukurannya agak besar. Tapi daripada ngga ada yaaa dibeli aja. Untuk aksen hijaunya karena ngga ada kuaci hijau aku pakai pistachio. Alhamdulillah masih punya pistachio oleh oleh adik iparku waktu pulang umroh.

Untuk resep rotinya aku lihat bahannya agak sedikit berbeda karena menggunakan baking powder. Biasanya yang menggunakan baking powder kan quick bread ya dan kalau sudah pake baking powder ngga pake ragi lagi. Tapi di resep ini kedua-duanya digunakan. Aku teliti lagi bahannya ternyata ada yogurtnya. Mungkin penggunaan yogurt inilah alasan digunakan baking powder. Karena baking powder mengandung soda kue dan soda kue merupakan bahan yang bekerja secara kimiawi membantu terbentuknya CO2 di dalam kue hingga kue bisa mengembang begitu terkena panas. Baking soda biasa digunakan pada adonan kue yang mengandung asam di dalamnya seperti produk dairy. Kalau ragi kan mengandung organisme, dimana organisme tersebut memfermentasi bahan makanan dan menghasilkan CO2 pula. Sama dong fungsinya tapi bisa beda di hasil lho kalau menggunakan salah satunya. Beda pula aroma yang dihasilkan.

Aku putuskan untuk mengikuti resep aslinya dan menggunakan keduanya. Tapi sudah niat pingin coba bikin nanti versi yang nggak pake baking powdernya. Insya Allah tetap mengembang kan ada raginya. 
Resepnya lihat di Kak Ita, resep aslinya dari Kak Rosmalina blogger Malaysia juga.

Adonannya menurutku agak lembek ya agak sudah diulen pakai tangan karena lengket tapi lebih mudah dihandle oleh mixer Boschku...hehe. Ditinggal aja 10 menit udah lembut hasilnya. Tapi ternyata setelah matang hasilnya juga lembut sekaliiiiii. Kayak kapas. Apalagi ketika masih panas....beneeeeer lembuuut. Ada saingan water roux niy kayaknya. Tapi water roux keunggulannya tanpa bahan tambahan kimia. Rasa roti ini tidak terlalu manis karena cuma menggunakan sedikit gula dan madu. Tapi manisnya lengkap setelah diberi kucuran saus karamel. Aduhaiiiiii enaknyaaaaa....makan ngga mau berhentiiii. Makasih ya Kak Ita sayang tuk resepnya. Izin dihalalkan yaaaa....

Minggu, 02 Agustus 2015

Sari Jeruk





Setelah menikmati Russian Cake yang lekker dan ber"kalori" itu kayaknya aku harus membersihkan perut dulu dengan jus buah yaa. Yang paling cocok ya dengan sari jeruk ini. Kita tau kan manfaat kesehatan buah jeruk sangat banyak. Selain vitamin C ada karbohidrat, kalsium, potassium, folat, thiamin, vitamin B6, magnesium, fosfor, niacin, tembahan, dan asam pantotenat. Waaaaaah banyak bangeeeet yaaa. Ngga ada beratnya kan mengkonsumsi buah jeruk. Apalagi jeruk di Indonesia melimpah. Mulai jeruk manis, jeruk nipis, lemoncui, jeruk kesturi, jeruk purut dan jeruk bali. Ngga perlu beli buah jeruk import yang mahal-mahal macam jeruk sunkist dan lemon. Buah lokal juga oke kok.

Selain enak dan segar sari jeruk juga bisa membantu penyembuhan berbagai penyakit. Seperti sekarang yang sudah rutin aku lakukan. Tiap pagi pagi begitu bangun tidur dalam keadaan perut kosong aku mengkomsumsi sari jeruk nipis yang dicampur ke dalam air hangat. Ternyata khasiatnya banyak lho. Beberapa diantaranya adalah melancarkan pencernaan dan membantu detoksifikasi organ hati. Kandungan asam sitratnya juga membantu memperbaiki ph tubuh. Walaupun rasanya asam tapi begitu masuk ke dalam pencernaan berubah menjadi basa. Air jeruk hangat ini bisa juga menjaga sistem kekebalan tubuh. Manfaat lainnya bisa membersihkan dan menyegarkan kulit dan mengatasi bau mulut. Untuk lebih jelasnya bisa baca di sini ya teman teman.

Nah selain diminum sebagai detoks di pagi hari banyak juga olahan jeruk yang lain. Salah satunya sari jeruk ini. Kebetulan di kulkas banyak jeruk. Ada jeruk manis, ada jeruk nipis, ada pula lemoncui. Diantara ketiganya aku paling suka lemon cui karena aromanya khas dan enak sekali. Untuk meghasilkan sari jeruk yang segar dan wangi maka aku campur ketiganya. Caranya gampang. Peras semua jeruk. Buang bijinya. Sari yang berbentuk buliran jeruk itu jangan dibuang ya teman teman. Makanya pakai alat peras jeruk supaya hanya bijinya yang terbuang. Setelah itu tambahkan sedikit air agar tidak terlalu asam. Bisa ditambahkan es batu agar lebih segar. Lalu tambahkan pula gula. Aku memang sudah menyiapkan air gula di kulkas untuk dipakai sewaktu waktu. Gampang kan??


Kukis Cokelat Chip Oatmeal dan Bekatul (Gluten Free)

 

Kukis dari oatmeal dan bekatul? kalau oatmeal sih mungkin masih masuk akal ya?? lha kalau bekatul apa ngga aneh ya? bekatul kan yang biasa dipakai sebagai pakan ternak. Masa iya bisa dibikin kue. Bisa sih bisa...tapi enak nggak rasanya? ini adalah pertanyaan yang muncul awalnya aku mau uji coba kukis ini. Waktu itu kan hubby dikirimkan bapak mertua bekatul ini. Bukan bekatul buat makanan ternak lho. Itu sih dedak ya. Yang ini memang sudah diolah sedimikian rupa agar bisa dikonsumsi sebagai makanan kesehatan. 

Ketika pertama kali mencoba aku dah nyerah. Rasanya sih biasa aja tapi belakangannya ada pahit pahitnya di ujung tenggorokan. Hubby juga sih gak begitu suka. Tapi karena kandungan nutrisinya yang sangat banyak tetap dipaksain minum. Walhasil sampe sekarang tuh tepung bekatul gak habis habis. Soalnya...dikiriminnya juga banyak >,<
Padahal memang sih bekatul itu sangat kaya akan antioksidan, zat gizi dan serat. Bekatul merupakan lapisan luar butiran beras. Dalam proses penggilingan padi di Indonesia, dedak dihasilkan pada proses penyosohan pertama, bekatul pada proses penyosohan kedua. Untuk menghasilkan beras yang putih padi harus disosoh. Makin tinggi derajat sosoh semakin putih dan bersih penampakan beras, tapi semakin miskin zat gizi (source : biologipedia). Sayang sebenarnya ya. Yang banyak nilai gizinya justru dipandang sebelah mata. Sementara di negara negara maju produk semacam ini sudah populer. Makanya ada yang namanya ricebran flour, rice bran oil dan produk produk sampingan beras/gandum lainnya. Kalau yang lebih duluan populer di Indonesia kan itu tepung whole wheat atau whole grain ya. Sering digunakan untuk menghasilkan roti yang lebih sehat.

Kalau mau tau kandungan gizi bekatul yang melimpah itu silahkan lihat di sini ya.

Nah resep di bawah ini adalah hasil adaptasi dari beberapa resep di internet ya. Hasilnya enak mirip dengan kukis pada umumnya. Renyah juga tapi bukan renyah kering seperti kukis yang menggunakan terigu ya. Ini renyah ada empuknya dikit. Ada kejadian yang lucu. setelah kukis matang, kakak langsung mondar mandir keluar masuk dapur nyemil kukisnya. Enak sekali katanya. Lha kalau ada kata "sekali" nya artinya enak beneran ini. Akhirnya adekpun ikutan mondar mandir. Lumayan habis 1/4 toples. Hubby cuman coba satu ngga mau lagi. Katanya ada sensasi rasa pahitnya di belakang tenggorokan. Masih ada aroma bekatulnya. Tapi besoknya begitu dilihat kukisnya tinggal  setengah dia jadi penasaran. Kok anak anak pada suka ya. Dan ngga ada yang komplain rasa pahit ataupun apa. Pokoknya mereka suka. Terutama kakak ya....yang begitu bangun tidur langsung cari kukisnya. Hubbypun mencoba lagi dan ternyata hubby suka juga. Katanya, "Kok jadi enak ya??" Mungkin juga cokelat chip dan kismisnya sudah merasuk ke dalam kukis ya jadi rasanya enak, hahahahaha...akhirnya habis deh sama kami berempat kukisnya, alhamdulillaaah ^^
Masih ada tuh bekatulnya....besok bikin lagi aaaahhhh!!

Related Posts with Thumbnails