Sabtu, 26 September 2015

Ketan Duren Lumer



Gambar kue ini selalu wara wiri di internet. Sudah pasti bikin mupeng kan ya teman teman.  Baru membayangkan aja udah ileran. Aiiiiiiisssh harus bikin juga ini. Stok duren di kulkas pun sudah memanggil manggil untuk diberdayakan, hehehe.

Resep durennya lihat di blognya mba Wardani cuma dimodif dikit. Untuk ketannya aku pakai resep sendiri. Hasil vla durennya ini cenderung lembek ya mba ngga sepadat isian vla kue sus. Makanaya dibilang ketan lumer karena begitu disantap durennya lumer tanpa perlawanan. Kalau ditaruh di loyang ngga bisa dipotong. Tapi kalau suka yang lebih kokoh tepungnya bisa ditambahkan lagi. Disesuaikan aja. 

Rasanya....jangan ditanya. Rasa nambah terus. Sluuurrpphhh^^


Bahan untuk lapisan ketan :
- 250 gr ketan putih, cuci bersih lalu rendam 2 jam
- 125 ml santan dari ½ butir kelapa
- 1/2 sdt garam halus

Duren Lumer :
- 500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
- 300 gr daging durian, blender dengan sebagian santan.
- 1/2 klng susu kental manis
- 1/2 sdt garam
- 2 sdm tepung custard + 1 sdm tepung maizena larutkan dengan sedikit air

- gula secukupnya, sesuai selera

Cara membuat : 
  1. Ketan : panaskan dandang kukusan sampai airnya mendidih. Kukus beras ketan selama 15 menit hingga setengah matang. Angkat.
  2. Campur santan dan garam, rebus hingga mendidih angkat. Tuangkan beras ketan ke dalam santan rebus, aduk hingga santan terserap. Kukus lagi ketan hingga matang, sekitar 20 menit. 
  3. Angkat, ratakan dan padatkan di dalam takir daun pandan atau pisang setinggi separuh cetakan. Sisihkan.
  4. Duren lumer : campur semua bahan. Aduk rata.
  5. Nyalakan kompor, masak hingga mendidih, sambil terus diaduk hingga meletup letup. Matikan api, Angkat. 
  6. Tuang duren di atas lapisan ketan. 
  7. Sajikan dalam keadaan dingin.

12 komentar:

Anonim mengatakan...

Ka Hesti, dgn resep diatas kira-kira dpt berasa banyak?

Oia ka hesti, semoga lekas pulih seperti sediakala dan kandungannya jadi kuat, supaya sewaktu 'isi' lagi calon baby sm ibu nya selalu sehat ya ka :) amin.

Thank u ka utk resep2 yg menginspirasi.

-Dian Puspita-

Anonim mengatakan...

Mbak Hesti.... resep di atas jdnya brp takir? Makasih. - cherish

lola biola mengatakan...

Mbak, gmn caranya buat tmpatnya

mursil mursilah mengatakan...

mba, tepung custard bisa diganti dg apa ya?

Anonim mengatakan...

Bun biasanya ne tahan berapa lama ya kira2 di kulkas?

Asri Devi mengatakan...

Assalamualaikum mba hesti, salam kenal ya mba.. Ketan durennya kliatan yummy bgt bikin saya pgn coba resepnya.. Makasih ya mba sdh mau berbagi resep, blog mba hesti sangat membantu skali. Oiya itu cara bikin takirnya gmn ya mba supaya hasilnya cantik & rapih kyk gitu?

Hesti HH. mengatakan...

@Dian Puspita : amiiiin makasih doanyaaa, ini jadinya 22 kotak

@Iola Biola : banyak di internet mba tinggal search "takir pandan". Saya jg prnh post di apang coe silahkan dicari

@Mursil Mursilah : maizena

@Anonim : bisa 3 hari tapi ketannya jd keras. Bisa dikukus lagi.

@Asri Devi : waalaikumsalam warahmatullah, alhamdulillah mba semoga manfaat ya. Untuk takir bis adilihat di postingan "apang coe"ku mba



Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum Mbak Hesti,
Salam kenal,

Mbak mau nanya kalo abis ditaruh di takir pandan, ketan durennya dikukus lagi ga? keliatannya pandannya bekas dikukus, apa takirnya dikukus dulu? Terima kasih sebelumnya :)

Salam,
Hanif

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam,

Salam kenal juga....aslinya kalau taruh di daun pisang/pandan ngga dikukus lagi. Tapi saya kukus lagi karena takutnya pandannya kurang hygenis. Nggak masalah. Tapi warna daun nya kurang segar.

Noer Haya mengatakan...

Mb hesty kalau tpng custardx tanpa di tambah maizena tidak apa2 kah mb hesty atau lebih bagus jadinya ....

Endil Poenya mengatakan...

Mba hesty..kalau vla nya mau lebih kokoh yg dibanyakin custardnya atau maizenanya???tq

Hesti HH. mengatakan...

Sama aja mba, maizenanya jg bisa biar gak terlalu eneg

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails