Showing posts with label Aceh. Show all posts
Showing posts with label Aceh. Show all posts

Sunday, 21 June 2015

Behind The Scene...



Apa kabar teman teman...?? gimana puasanya? semoga masih lancar ya. Hari ini aku bikin timphan. Untuk resep kali ini agak beda dari resep sebelumnya karena aku menggunakan sedikit kelapa muda dalam isian sarikaya nangkanya. Rasanya ngga jauh berbeda kok. tetep enaaak. Resepnya bisa dilihat di Bale Kuliner ya.

Aku juga sengaja mengambil beberapa gambar behind the scene foto makananku.  Supaya ada gambaran buat teman teman bagaimana ambil gambarnya. Sebenarnya untuk cahaya di rumah yang sekarang aku agak kesulitan karena jendela yang telalu banyak dan besar foto seringkali jadi over exposure. Apalagi kalau ngambil gambarnya pagi jam 11 sampai jam 2 siang. Sangat terang. Terlihat di bawah ruang tamu memiliki jendela di sisi kiri kanan dan depannya. Cuma aku tutupi rak pajangan di sebelah kirinya biar gak terlalu silau. Sewaktu memotret, jendela harus dalam keadaan tertutup vitrase yang befungsi juga sebagai diffuser. Yaitu supaya cahayanya lebih lembut dan menyebar, bayangan objeknya tidak terlalu keras.




Sudut yang biasa aku jadikan tempat memotret adalah sebelah kanan atau kiri dari jendela. Kadang di lantai dengan di alas papan ataupun di atas meja kecil. Kalau lagi pingin yang low light atau foto yang agak gelap aku blokir sedikit cahayanya seperti di gambar bawah...sisi kanan kiri dan belakangnya aku tutup dengan blok kayu serta bantal kursi. Pokoknya memanfaatkan apa yang ada di sekitar rumah saja. Ngga pake peralatan canggih kok ^^


Di  depannya aku kasih reflector dari cake board warna metalik ya untuk memantulkan cahaya dari jendela mengenai objeknya supaya ngga terlalu gelap. Bisa dilihat di gambar bawah perbedaannya ya...





Gimana?? kebayang kan teman teman?? Nanti aku usahakan lagi sharing behind the scene dengan nuansa cahaya yang berbeda pula ya.


Data EXIF :
ISO : 500
Aperture : F 2.5
Exposure time : 1/200
Reflector dari arah depan

Wednesday, 9 July 2014

Timphan


Dulu aku sudah pernah bikin timphan ini. Asli enak sampai aku mencoba variasi labu dan ubi ungunya. Tapi menurutku yang juara tetap  dari pisang ya. Kali ini aku bikin lagi tuk menu ifthar. Resep kulitnyanya tetep lihat dari mbak Yeni Mustikasari NCC. Kalau filling nangkanya dapat resep dari mama yang pernah diajar temannya yang orang Aceh. Dulu salahku adalah sewaktu memasak bahan filling sampai kental dan mendidih saja. Padahal kata mamaku isinya harus dimasak sampai agak kalis supaya gambapang dimasukkan ke dalam kulitnya. Nggak lembek ^^

Thursday, 11 July 2013

Timphan...lagi...



Timphan lagi....jangan bosan yaaaaaa. Ini asli enak. Aku dah coba 3 macam timphan. Labu, ubi ungu dan pisang. Ternyata yang jadi juara adalah timphan pisang. Nggak bisa dijelasin, harus coba sendiri baru tau maksudku. Karena enaknya itulah aku bolak balik bikin dengan beberapa variasi. Daftar berikutnya timphan durian. Next time aja kalau musim durian....sabaaar yaaaa

Resepnya kulit timphannya aku dapat dari Mbak Yeni NCC. Silahkan lihat di sana biar lebih jelas ya. Isinya sisa sarikaya dari timphan ubi ungu kemarin. Yang pakai nangka enak dan wangi.

Tuesday, 9 July 2013

Timphan Ubi Ungu




Masih ingat labu yang aku buat dulu? nah karena aku suka hari ini aku bikin versi ubi ungunya. Rasanya sama enaknya dan sama wanginya. Bentuknya dah aku perbaiki. Dulu bikinnya langsing banget. Sekarang agak agak langsung deh, hehe ^^

Resep silahkan lihat di sini ya. Cuma labu diganti sama ubi ungu.

Tuesday, 25 June 2013

Kue Timphan (Aceh)





Timphan...kue ini kedengaran masih asing di telingaku. Memang belum pernah lihat dan coba. Mirip mirip bahasa Thailand menurutku...hehe. Aslinya jelas dari Aceh. Biasanya disuguhkan pada saat acara acara besar seperti lebaran atau menyambut tamu. Timphan yang umum dikenal masyarakat adalah berbahan dasar ketan dengan campuran labu ataupun ketan dengan campuran pisang, sedangkan isinya terbuat dari sarikaya. Yaitu campuran telur, santan dan nangka. Dulu masyarakat Aceh besar biasanya hanya menggunakan tepung ketan untuk bahan kulitnya, namun seiring perkembangan waktu orang mulai menambahkan labu maupun pisang sesuai dengan selera mereka.

Awal ketertarikanku mencoba yaitu ketika orang tuaku kembali dari Bogor acara reunian. Beliau suka sekali dengan suguhan salah satu temannya yang orang Aceh, yaitu kue timphan ini. Kata mama rasanya enak, legit, manis dan wangi nangka. Sampai berangan-angan untuk segera membuatnya. Segera mama minta resepnya dan berharap aku mau mempraktekkannya. Cuma waktu itu mama dapat resepnya timphan yang berbahan dasar ketan dan pisang. Kali ini, aku justru bikin yang berbahan labu karena kebetulan ada labu nongrong di kulkas. Bingung mau dibikin apa, perasaan semua olahan labu sudah pernah dibuat.

Proses pembuatannya awalnya kelihatan ribet. Tapi kalau bahan bahannya sudah lengkap, daun pisang mudapun ada...tidak ada alasan lagi untuk mengatakan susah. Celakanya justru resep yang aku catat dari mama raib entah kemana. Bermodalkan ingatan saja akhirnya aku beranikan membuat. Ditambah beberapa referensi komposisi bahannya hasil obrak abrik paman google sudah ada di kepala. Berikut resepnya :

Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...