Rabu, 09 Juli 2014

Timphan


Dulu aku sudah pernah bikin timphan ini. Asli enak sampai aku mencoba variasi labu dan ubi ungunya. Tapi menurutku yang juara tetap  dari pisang ya. Kali ini aku bikin lagi tuk menu ifthar. Resep kulitnyanya tetep lihat dari mbak Yeni Mustikasari NCC. Kalau filling nangkanya dapat resep dari mama yang pernah diajar temannya yang orang Aceh. Dulu salahku adalah sewaktu memasak bahan filling sampai kental dan mendidih saja. Padahal kata mamaku isinya harus dimasak sampai agak kalis supaya gambapang dimasukkan ke dalam kulitnya. Nggak lembek ^^


 Bahan sarikaya :
- 3 butir telur 
- 120 gr gula pasir
- 100 ml santan kental
- 1/4 sdt garam
- 1 sdm tepung terigu
- 200 gr nangka, potong kotak kecil 

Cara membuat :
Kocok telur, gula, dan garam dengan whisk hingga larut. Tambahkan santan, aduk hingga rata. Masukkan larutan telur ke dalam tepung sambil diaduk menggunakan whisk hingga rata dan tidak bergerindil. Tambahkan nangka lalu masak di atas api sedang sambil terus diaduk sampai kalis. Angkat, biarkan dingin.

 Bahan kulit :
- 5 - 6 buah pisang raja
- 450 gr tepung ketan putih (kurang lebih)
- 1 sdm gula pasir
- santan kental secukupnya
- garam secukupnya 


Cara membuat :  
Masak pisang, santan, gula, garam sampai pisang lunak, setelah kolak dingin masukkan tepung ketan sedikit demi sedikit sehingga adonan menjadi kalis. Sisihkan.

Penyelesaian :
1. Olesi daun pisang dengan minyak goreng
2. Ambil 1 sdm bagian adonan kulit, bulatkan dan pipihkan
3. Isi dengan 1 sdt adonan sarikaya, gulung
4. Kukus selama 20 menit dengan api sedang, angkat, sajikan hangat. 

2 komentar:

Anonim mengatakan...

wah perlu di coba nih mbak kalo dibali tidak pernah jumpa yg ini :)

peluang usaha untuk mahasiswa mengatakan...

wahh mantab nie makasih ya resepnya :)

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails