Rabu, 16 Juli 2014

Kastengel



Kastengel. Perasaan kukis yang satu ini nggak ada yang nggak doyan deh. Dari anak anak sampe orang tua suka semua. Kecuali nenek nenek lho ya. Nggak semua suka keju. Beberapa nenek yang aku kenal tidak suka keju. Baik rasa dan aromanya. Mungkin karena zaman dulu keju belum begitu populer ya...hehe, piss dulu ah nek ^^

Kali ini aku mau share kastengel resep mamaku. Rasa kejunya tebel banget karena yang digunakan menggunakan perbandingan keju dan butter 1 : 1. Keju cheddar tidak akan menghasilkan aroma yang sama. Untuk mendapatkan hasil kukis yang renyah yang perlu diperhatikan adalah waktu pemanggangan dan panas oven. Api tidak boleh terlalu besar dan waktu panggang harus agak lama. Agar kukis renyah luar dalam. Apalagi kalau kukisnya agak tebal. Biasanya dalamnya suka lembab dan kurang kering. Nah tipsnya adalah dengan memanggang kembali kastengel dengan suhu oven paling kecil selama sekitar 30 menit sampai 1 jam. Ini tidak akan menggosongkan cuman mengeringkan saja. Kalau ovennya punya mode warm, itu bisa dipakai.

Selain itu adonan jangan kelamaan dimixer dan jangan diulen menggunakan tangan. Nanti ketika dipanggang kukisnya akan mengeluarkan minyak. Adonan cukup dicampur menggunakan sendok besar asal rata. Kalau tergoda untuk menggunakan tangan gunakan sarung tangan plastik dan nyampurnya asal adonan rata saja. Aduk ringan perlahan. Kelamaan ngulen dengan tangan, mengingat suhu tubuh kita yang hangat...kukis mengeluarkan minyak dan ketika dipanggang menjadi padat dan keras.

Kukis yang menggunakan full butter cenderung bertekstur rapuh. Untuk menyiasatinya maka telur yang digunakan adalah telur utuh. Berikut resepnya ya :


Bahan :
- 250 gr butter 
- 1 butir telur
- 1/4 sdt garam halus
- 250 gr keju edam, parut
- 1 sdm maizena
- 350 gr terigu protein rendah 

Olesan : 
- 1 kuning telur
- 2-3 tetes air

Taburan  :
keju cheddar secukupnya, parut agak panjang

Cara membuat :
  1. Kocok butter, telur dan garam asal rata sekitar 30 detik.
  2. Tambahkan keju edam parut, aduk rata.
  3. Masukkan terigu dan maizena sambil diayak. Aduk asal rata.
  4. Giling menggunakan 2 buah plastik dengan ketebalan sekitar 3/4 cm. Cetak menggunakan kukis cutter.
  5. Taruh di loyang dan beri jarak. Olesi kuning telur dan taburi keju parut.
  6. Panggang dalam oven yang sudah panas (suhu 140C) selama 40-50 menit hingga benar benar kering. Tandanya ketika dibelah bagian tengahnya sudah kering sempurna.
  7. Supaya renyah bertahan lama bisa dipanggang kembali dengan suhu75C atau mode warm selama setengah sampai satu jam.
  8. Angkat. Dinginkan sempurna lalu masukkan dalam toples kedap udara.

Alhamdulillah hari ini aku dibantu asisten setiaku, Hanif. Hanif yang ngolesin kuning telur ibunya yang taburin keju. Kompak deh ^^




14 komentar:

Anonim mengatakan...

Mba pemakaian telur nya, hanya kuning telur saja, atau 1 telur utuh berikut putihnya. Saya baca yg diatasnya pakai telur utuh. Makasih sblmnya

Rima Rahman mengatakan...

wah..wanginya kue2 lebaran,,dah muai tercium nih mbak,lihat kastangel ini
tipsnya OK jg tuh mbak ^^,,harus sabar manggangnya ya

Hesti HH. mengatakan...

Maaf mbak salah tulis, memang yang digunakan telur utuh ^^

Hesti HH. mengatakan...

Beneeerrr mbak Rima, memang manggangnya lama tapi hasilnya worth it banget deh ^^

Anonim mengatakan...

Butternya terserah aja mbak...ato pake merk apa bak???aq bingung mbak.....mkasih mbak

muly mengatakan...

Mbak.. cetak kastengel yg efektif itu gimana ya mbak? Supaya hasilnya seragam gimana? Apa ada cetakannya atau manual dipotong2 persegi gitu mbak? Makasih sebelumnya mbak.. maaf tanya2nya aneh.. hehehe

Hesti HH. mengatakan...

PAling bagus katanya sih wysman...cuma saya sering pake yang merk anchor. Bl,ue triangle juga enak.

Hesti HH. mengatakan...

IYa mbak saya pake cetakan yang ditekan itu. Langsung banyak jadinya....satu kali press langsung jadi 15 biji kayaknya

Ike mengatakan...

mba Hesti, hiks, mau curhat niihh, saya dari semalam bikin kue2 kering Kastengel ini, kue kacang jadul, dan Putri Salju. Bikin cuma 1 resep aja loh mba masing2 kukernya, sekitar 250gram an kan, masa dari jam 12 malam sampe jam 10 pagi baru kelar mbak, huaaaaaa.

Kastengel ini di aku ngovennya laamaa sekalii, berjam2 mbak tengahnya ga kering2, apa harus kering dari oven atau nanti bakal kering sendiri diluar?

Untuk Putri Saljunya pas ngoven kok berbusa gitu kira2 kenapa ya mba?

Dan untuk kue kacang jadulnya, itu juga laaaamaaa sekali ngovennya ga kering2, berjam2 mbak, itu pinggiran2nya masih lembab gitu, kalo dipegang penyok, apa memang begitu mba?

saya curiganya, apa karena saya pakai telur yang baru keluar dari kulkas?dan apa benar butter orchid kurang cocok untuk adonan kue kering mba?cocoknya untuk olesan roti aja?kayaknya kok jadi lama bangett kuenya ga matang2

jadi ini ceritanya 10 jam saya sia2 mbak, hiks hiks, 1 loyang Kastengel dan 1 loyang Putri Salju gosonggg , , ,
mending beli aja deh kalo gini ya mbak, hhahaha

eksekusi pertama kalinya ini mba untuk kue kering, beri saya pencerahan mbaa , , ,

Hesti HH. mengatakan...

Waaaaaaah Mba saya ikutan prihatin. Sedihnya mba kalau gagal semua. Kenapa dibikin sekaligus semua mba, Apa ngga lelah mba. Saya aja bayanginnya dah semaput duluan >,<

Mungkin oven mba agak beda suhunya. Bisa diitambah dikit mba sekitar 175C. KAlau kelihatan masih basah dalamnya coba diambil dulu satu nmba dan biarkan dingin, Kalau masih basah artinya kukisnya masih perlu dipanggang lagi.

Untuk mengetahui kukis sudah matang atau belum itu setelah dingin mba. Kan kalau maih panas emang masih lembek kukisnya. Yang penting masa panggangnya di atas 20-30 menit mestinya dah matang untuk kukis yg ngga terlalu tebal ya.

Maksud mba gosong itu bawahnya ya mba? tengahnya masih basah??

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum mba hesti mo nanya kalau butternya campur margarin apa telurnya tetap menggunakan putih telur atau hanya kuningnya saja? Trs utk tips memanggangnya lagi itu langsung setelah 40-50 menit pertama atau nunggu kastangel nya dingin dulu? Terima ksh mba..
-irma

Hesti HH. mengatakan...

waalaikumsalam. Kalau campur margarin 50 gr aja mba. Karena kalau kebanyakan mempengaruhi rasa. Yg asli butter saja dan asli enak...

Telur utuh mba dgn putihnya. Pemanggangan kedua tunggu semua lesesai dipanggang dulu mba lalu dipanggang sekaligus semua. gak apa apa ditumpuk juga

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum mba hesti..mo nanya ovennya api bwh aja atow atas bawah y? Makasih..

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam, bawah aja mba kalau saya karena gak ada api atas. Tapi mba bisa pakai atas bawah kalau ada

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails