Showing posts with label Bubur. Show all posts
Showing posts with label Bubur. Show all posts

Thursday, 11 July 2013

Bubur Gunting (Kalimantan)



Bubur gunting???  namanya yang unik diambil dari cara pembuatannya. Adonannya dibuat dengan cara digunting-gunting menjadi seperti korek api. Berasal dari Kalimantan namun aku lihat populer juga di negeri tetangga Malaysia. Sudah lama mencari resepnya tapi yang ketemu bubur gunting  berbahan tepung terigu atau tepung ketan. Sedangkan menurut Mbak Kamelia Marfuah "Cozy Kitchen" aslinya dari tepung sagu. Aku search di google nggak ada cara membuatnya menggunakan  tepung sagu. Akhirnya aku inisiatif sendiri bikin dengan nyontek resep bubble ice yang pernah aku bikin sebelumnya. Bedanya kali ini adonannya tidak aku bulat bulatkan tapi aku giling pipih kemudian digunting gunting atau dipotong panjang. 

Hasilnya?? enak menurutku. Seperti kolak biasa cuman biji biji buburnya dikunyahnya kenyal kenyal. Unik juga...aku nggak tau apakah ini sudah seperti bubur gunting asli karena belum pernah mencoba sebelumnya. Awalnya aku ragu. Penampakannya agak beda warnanya dengan punya Mbak Kamelia. Punyaku nggak bening. Ternyata setelah beberapa jam terendam dalam kuahnya, warnanya berangsur angsur berubah jadi transparan. Udah miriplah dengan aslinya. Cuma setelah beberapa jam kuahnya jadi kental dan buburnya jadi besar besar karena menyerap kuah. Hihi lucu juga...tapi pokoknya sudah lumayanlah untuk percobaan perdana ^^



Tuesday, 2 April 2013

Bubur Candil Labu




Bubur candil labu??? dimana-mana candil kan ketan ya. Memang iya sih tapi aku pingin variasi aja kebetulan aku ada labu kukus yang udah kuhaluskan di freezer. Ternyata teksturnya lebih lembut. Ada kenyal kenyalnya tapi nggak terlalu. Aroma labunya tipis aja. Justru durennya yang kerasa, hihi. Memang aku tambahkan duren sih. Yang jelas kandungan gizinya lebih banyak daripada ketan aja kan??

Monday, 25 March 2013

Bubur Jali



Terima kasih tuk support dan doanya teman teman. Alhamdulillah setelah mengistirahatkan tubuh I feel much better now. Ngga sabar tuk posting. List resep udah numpuk. Karena aku tetap masak,  baking and taking pictures... cuman istirahat blogging ^^. Malah jadi lebih berat posting semua dalam satu hari wkwkwkwkwkw...

Resep ini simple kayak bikin bubur kacang ijo aja jadi resepnya nggak usah dishare ya. Kemarin waktu ke Makassar ketemu jali di Hero. Ternyata kalau di luar negeri ini namanya barley walaupun barley ada macam macam jenisnya. Tapi kalau lihat bentuknya, kayaknya aku pernah nemu di hutan sini. Aslinya seperti tanaman yang sering dibikin manik manik tuk dijadikan tirai. Kulit luarnya keras. Seumur umur belum pernah icip gimana rasanya. Yang jelas perlakuannya seperti bikin bubur kacang ijo. Direndam dulu sekitar 1-2 jam. Habis itu dimasak bersama air dan daun pandan sampai empuk. Setelah empuk turunkan santan dan gula merah, sedikit garam. Disajikan bersama santan kental gurih. Kalau rasa menurutku jauh beda dengan kacang ijo. Malah lebih mirip bubur bassang. Yaaaa bassang masih lebih enak dikit karena dari jagung pulut. Wanginya beda. Tapi terbayar sudah penasaranku. Setidaknya sudah pernah mencoba sekali.

Tuesday, 15 January 2013

Bubur Ketan Hitam plus Dange & Durian



Sebenarnya bubur ketan ini biasa aja seperti yang biasa aku bikin. Teman teman juga pasti dah sering bikin. Ketan hitam, santan, gula merah. Tapi karena masih ada gula durianku di kulkas jadi aku tambahkan aja biar lebih wangi dan nikmat. Tuk tekstur chewy aku tambahkan potongan kecil dange, semacam sagu rangi. Biasanya kan sagunya dihancurkan dulu kalau mau dibuat bubur tapi memang aku sengaja potong potong kecil dan langsung dimasukkan ke dalam bubur ketika baru mendidih. Nanti ketika dimakan ada sensasi kenyal kenyal dari sagu tersebut. Yummiii...







Tuesday, 7 August 2012

Mango Sago Pudding


Walaupun nama dessert ini puding...tapi sama sekali nggak berbentuk pudingnya orang Indonesia yang normalnya pake agar-agar atau jeli. Kalo untuk orang luar pudding itu dessert yang lembut. Nah, aku lihat resep ini awalnya di majalah Yummy Philipina. Habis itu ketemu lagi di Notion & Notation of a Novice Cook. Tergodaaaaaa.... kayaknya cocok untuk takjil buka puasa. Mumpung masih banyak mangga...harus segera diberdayakan. Cara penyajiannya aku ikuti majalah Yummy. Pake hiasan dari buah segar. Sedangkan resep dan cara buatnya bisa dilihat di sini. Sangat simpel...

Karena aku nggak yakin kombinasi mangga dan bubur sagu mutiara adalah kombinasi yang sesuai, aku kasih puree mangganya dikit aja. Entar kalo enak gampang ditambah lagi. Yang jelas dengan bahan sagu, santan, dan susu kental manis rasanya menurutku sudah enak dan mirip dengan jajanannya orang Indonesia bubur sagu. Cuman konsistensi dessert ini lebih kental karena ada tambahan larutan tepung maizena. Resep aslinya menggunakan bunga lawang atau pekak sebagai pewangi, sedangkan aku cukup menggunakan pandan.

Yummm...selamat berbukaaaaa...





Friday, 23 March 2012

Bubur Dange

Bubur Dange


Dange adalah sagu kering yang umum terdapat di daerah Luwu Sulawesi Selatan. Terbuat dari sagu basah yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi lembaran yang tipis. Mirip dengan sagu ambon hanya beda di bentuknya saja. Kayaknya sudah melalui proses pemasakan atau pemanggangan karena bisa langsung disantap.

Dange merupakan karbohidrat pengganti nasi. Biasa disajikan bersama ikan parede (kuah kuning) maupun lawa (ikan mentah yang diolah bersama jeruk nipis supaya matang). Kalau untuk yang terbiasa mungkin rasanya sedap ya, tapi kalau aku...berhubung belum pernah coba selain dibuat bubur jadi berasa aneh. Teksturnya agak kering dan baunya khas sagu agak agak kecut begitu...kalau aromanya sampai ke hidung hubby pasti langsung ngacir. Tapi kalau sudah diolah menjadi bubur, dia kembali lagi dari persembunyian dan minta jatah buburnya, hihi...soalnya enak. Teksturnya beda dengan bubur biasa. Terasa kenyal-kenyal bergerindil halus...walaaah pokoknya susah menggambarkannya, harus dicoba sendiri.

Pengolahannya menjadi bubur lumayan mudah. Dange hanya perlu dipotong potong kecil lalu direndam sebentar dalam air sampai agak lunak. Setelah itu dimasukkan ke dalam rebusan gula merah + pandan dan dimasak sampai meletup letup. Nanti disajikan bersama guyuran santan gurih....yumiiiiii! Cara menyantapnya harus hangat hangat. Dibuat pada saat akan disajikan. Karena sagu yang dingin akan mengeras dan tidak berbentuk bubur lagi melainkan seperti fla padat.





Bahan bubur :

- 125 gr dange (potong potong lalu rendam dalam air)
- 500 ml air
- 250 gr gula merah
- 2 lembar daun pandan

Saus :

- 500 ml santan kanil
- 2 lembar daun pandan

Cara membuat :
  1. Tiriskan dange dari air rendaman.
  2. Masak gula merah bersama air dan daun pandan sampai mendidih dan gula larut. Saring lalu jerang kembali di atas kompor. Masukkan dange yang sudah ditiriskan. Masak sambil diaduk terus sampai meletup letup. Cicipi, bila kurang manis bisa ditambah sedikit gula pasir. Matikan api.
  3. Tuang dalam mangkok saji. Sajikan hangat hangat dengan guyuran saus santannya.

Saturday, 10 March 2012

Baro'bo


Entry baro'bo ini aku setorkan tuk memeriahkan IFP (Indonesian Food Party) edisi bulan Maret.


Baro'bo


Baro'bo ini adalah bubur gurih dari Sulawesi Selatan. Terdiri dari jagung, ditambah dengan sayur sayuran serta udang atau ayam. Penampakannya mirip dengan bubur Manado tapi rasanya agak berbeda. Kalau bubur Menado menggunakan lebih banyak sayuran dan bumbu minimalis garam serta sereh dinikmati bersama ikan asin dan sambal. Sedangkan baro'bo ini rasanya seperti sup karena bumbunya terdiri dari bawang dan merica. Serta disajikan bersama perkedel jagung dan sambal dan jeruk nipis. Nah, kebayang nggak rasanya??


Dulu, sekitar 14 tahun yang lalu jaman aku kuliah, aku dapat daerah kuliah kerja nyata di Kabupaten Bone Kecamatan Ulaweng. Di sana kebetulan lagi musim jagung dan jagungnya banyak jagung pulut jadi kami, anak KKNnya sering-seringlah makan baro'bo. Bedanya baro'bo yang menggunakan jagung pulut dan jagung manis biasa adalah rasanya dan tekstur yang lebih kental. Kalau hanya menggunakan jagung manis biasanya ditambahkan sedikit beras agar lebih kental.

Secara umun penyajian hampir sama di beberapa daerah hanya jenis sayurnya saja yang berbeda tergantung selera. Di Bone dulu kalo nggak salah menggunakan sayur sawi dan kangkung. Kalau di sini yang populer menggunakan bayam, kangkung, gambas, dan daun kacang. Tapi sekali lagi tergantung selera sih. Nah kali ini aku menggunakan bayam, gambas dan daun kacang. Untuk pewanginya aku gunakan udang dan disajikan bersama taburan ayam goreng suwir. Biasa aku lihat juga beberapa orang menambahkan kaldu bubuk biar lebih gurih katanya. Sesuai selera saja...

Bahan bubur:
- 2 buah jagung manis, diparut
- 2 buah jagung manis, disisir halus
- 1 genggam beras (aku menggunakan nasi matang 2 sdm)
- 100 gr udang, kupas
- 600 ml air
- 1/2 ikat bayam, disiangi
- 1/2 ikat daun kacang, disiangi
- 2 buah gambas, kupas potong-potong
- 1 tangkai seledri, diiris tipis

Bumbu halus :
- 3 siung bawang putih
- 3 butir bawang merah
- garam secukupnya
- 1/2 sendok teh merica bubuk

Bahan perkedel :
- 50 gram udang kupas, potong potong
- 3 buah jagung manis (separuh diblender, separuh disisir)
- 1 butir telur
- 1 batang daun bawang, diiris halus
- 1 tangkai seledri, diiris halus
- 2 sdm tepung terigu protein sedang
- minyak untuk menggoreng

Bumbu halus:

- 3 butir bawang merah
- 2 siung bawang putih
- garam secukupnya
- 1/2 sendok teh merica bubuk

Bahan pelengkap :

- ayam goreng, disuwir-suwir
- bawang goreng untuk taburan
- jeruk nipis
- sambal ulek

Cara membuat :
  1. Bubur : masak jagung dan nasi bersama air sampai mendidih.
  2. Masukkan bumbu halus dan udang. Masak sambil sesekali diaduk agar bawahnya tidak gosong. Biarkan meletup letup dan mengental.
  3. Tambahkan bayam, daun kacang, dan gambas. Cicipi apabila kurang garam. Masak sampai matang. Matikan api. Angkat.
  4. Perkedel : campur jagung, tepung, telur, dan bumbu halus. Aduk rata. Tambahkan daun bawang dan seledri, aduk. Goreng dalam minyak panas sedang sampai garing.
  5. Penyelesaian : sajikan bubur dengan taburan ayam goreng suwir, perkedel jagung, taburan bawang goreng, dan jeruk nipis serta sambel.

Saturday, 7 January 2012

Bubur Jagung Pulut

Bubur Jagung Pulut

Bubur Jagung Pulut

Mungkin sebagian orang ada yang belum familiar dengan 'jagung pulut'. Ya memang, jagung ini diberi nama demikian karena memiliki tekstur seperti ketan alias pulen dan lengket. Beda dengan jagung umumnya yang berwarna kuning, jagung pulut berukuran lebih kecil, berwarna putih (ada juga yang kuning) dengan buliran jagung yang lebih besar.

Walaupun di beberapa daerah di pulau Jawa jagung pulut dapat ditemukan, namun teksturnya lebih keras dibanding dengan jagung pulut Sulawesi. Ciri khas jagung pulut Sulawesi sangat empuk karena memiliki kandungan amilopektin yang lebih tinggi. Kandungan inilah yang membuat jagung memiliki sensasi lengket (sticky) dan lebih kenyal (source : antaranews.com). Umumnya di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, jagung ini diolah dengan cara direbus. Pada saat mau disantap disajikan bersama sambelnya, campuran cabe garam dan perasan jeruk limau *duh jadi ngeces deh membayangkan*. Pokoknya benar-benar nikmat deh...walaupun dengan pengolahan minimalis alias cuman direbus. Nah kalo di luar negeri, kayaknya jenis jagung inilah yang diolah untuk dijadikan tepung.


Jagung Pulut

Dulu aku udah pernah bikin jajanan khas Sulawesi dari jagung pulut kering yang sudah dikupas kulit luarnya. Namanya bubur 'bassang'. Tapi karena kemarin aku dapat jagung pulut segar di pasar, aku mau bikin versi lain bubur jagung. Mamaku biasa bikin seperti membuat bubur manis pada umumnya dengan campuran santan dan gula merah. Biasanya beliau menambahkan sedikit beras supaya buburnya jadi lebih banyak. Nah kalo pada umumnya kita menambahkan tepung maizena, tepung beras, atau tepung terigu untuk mengentalkan kuah...bubur jagung ini tidak memerlukan sama sekali. Kuahnya sendiri sudah kental dari saripati jagung yang keluar pada saat proses memasak. Resepnya berikut ini...pake ilmu kira kira:


Bahan :

- 5 buah jagung pulut, serut
- 1 genggam beras
- 500 gr gula merah, masak dengan sedikit air lalu saring
- 1200 ml air untuk merebus
- 1000 ml santan
- sejumput garam
- daun pandan
- santan kanil tuk saus siraman

Cara membuat :
  1. Masak jagung, beras, daun pandan dan air sampai betul betul empuk dan beras menjadi bubur (aku pake presto).
  2. Tambahkan santan, garam dan gula merah, masak lagi sambil sesekali diaduk sampai mendidih dan kuah mengental.
  3. Sajikan hangat dengan saus santan kental (santan kanil yang dimasak bersama sedikit garam)

Friday, 2 December 2011

Bubur Kacang Ijo with a Twist

Bubur Kacang Ijo dengan Bola Ketan

Apa maksudnya niy judulnya?? bubur kacang ijo with a twist...resep baru yak?? Nggak laaah...ini maksudnya bubur kacang ijo dengan sedikit modifikasi. Sebenarnya ini adalah perpaduan antara bubur kacang ijo dan putri mandi/katri mandi. Mamaku dulu suka bikin...dan emang enak karena sambil makan bubur yang lembut terasa gigitan kenyal-kenyal dari biji ketannya. Enak deh! Belum lagi tambahan daging durian yang memperkaya cita rasanya. Lazzisss !!

Bubur Kacang Ijo dengan Bola Ketan

Untuk resep aku pake kira-kira aja. Kacang ijo yang sudah direndam semalaman aku masak bersama santan encer dan daun pandan menggunakan panci presto dengan mode 'porridge'(bubur). Air santannya yaaa kira-kira bagaimana kalo memasak bubur, yang jelas agak banyak lah. Kalo aku suka bubur kacang ijo yang teksturnya bener-bener bubur alias kental. Ada juga orang yang suka encer kayak bikin kolak. Sesuaikan dengan selera aja...

Nah begitu matang, keluarkan dari presto. Lalu, aku tambahkan larutan gula merah yang yang sudah dimasak bersama sedikit air hingga kental sambil disaring. Masukkan juga daging buah duriannya lalu masak kembali dengan api sedang sambil sesekali diaduk sampai meletup-letup. Perlu diingat bahwa konsistensi bubur akan lebih mengental setelah dingin.

Sambil menunggu bubur mendidih, buatlah bola-bola ketan dari campuran tepung ketan, sedikit garam dan satu sendok air kapur sirih. Beri sedikit-sedikit air sampai adonan bisa dipulung. Bentuk bulat dan kecil ujungnya seperti gasing lalu masak dalam air mendidih hingga mengapung. Langsung masukkan ke dalam bubur dan tunggu sampai mendidih. Udah deh...siap disantap hangat-hangat dengan siraman santan kental yang gurih (santan kental dimasak bersama sedikit garam dan pandan).



Entry ini aku ikutkan dalam Indonesian Food Party edisi Desember yang dipelopori oleh Mbak Tata dan Mbak Momon sebagai adminnya. Tuk lebih lengkapnya silahkan lihat di sini ya.

Friday, 1 April 2011

Bubur Ketan Hitam


Udah lama gak bikin bubur ketan hitam...kangeeen. Apalagi musim hujan begini. So pas ke pasar kemarin aku beli beras ketan, tapi ternyata lupa beli kelapa. Jadi aku pake santan Kara aja. Sama aja kok enaknya. Pas aku bagi ke tetangga (haiiiii Rikaaaa ^^) segera deh dia minta resepnya. Katanya "Mbak, resepnya dah ada di blog ngga?" hahaha...aku bilang, "sabar ya, segera kuposting." Katanya dia suka karena ada wangi aroma kayu manisnya, padahal biasanya dia gak suka makanan dari ketan hitam. Alhamdulillaaaah...artinya buburnya enak dong. Nah Rika...kupersembahkan spesial for you...ini dia resepnya...

Bahan :
- 1/2 liter beras ketan hitam, cuci lalu rendam selama 2 jam
- 1 kotak kecil santan instan
- 1 sdt peres garam halus
- 350 - 400 gr gula merah (tergantung derajat kemanisan)
- 1 batang kayu manis
- air secukupnya

Saus (masak sampai mendidih sambil diaduk):
- 1/2 kotak santan instan
- 150 ml air
- 1/2 sdt garam, halus
- daun pandan, sobek-sobek

#) Untuk saus, kalau menggunakan santan segar ambil bagian kanilnya, tambahkan garam dan pandan lalu didihkan.

Cara membuat :
  1. Masak beras ketan, kayu manis dan air secukupnya menggunakan panci presto listrik dengan mode 'conge/bubur'. Kalau menggunakan panci biasa, masak sampai air menyusut lalu apabila air habis tambahkan lagi dan diulang sampai beras benar2 lunak dan menjadi bubur. Jangan lupa untuk sering mengaduk sampai ke dasar panci, untuk menghindari adonan bubur lengket/gosong di bagian dasarnya.
  2. Masak gula merah dengan sedikit air sampai gula larut. Saring. Tuang gula dan santan ke dalam adonan bubur tadi. Tambahkan garam. Masak lagi sampai bubur meletup-letup. Cicipi. Apabila kurang gula atau garam tambahkan secukupnya.
  3. Sajikan dengan guyuran saus santan gurih dalam keadaan hangat.

Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...