Showing posts with label My Story. Show all posts
Showing posts with label My Story. Show all posts

Tuesday, 29 March 2016

Hanif si Pet Lover...




Ceritanya berawal bulan lalu ketika tiba tiba 3 anak kucing nyasar di bawah rumah kami. Karena masih kecil mereka cuman bisa mengeong ngeong ketakutan dan kelaparan. Sepertinya mencari induknya yang hilang entah kemana. Aku curiga ada yang sengaja menaruh anak anak kucing itu. Mungkin kucingnya sudah terlalu banyak jadi ketika beranak lagi anaknya dibuang.

Untuk Hanif yang pecinta binatang ini adalah rezeki besar. Dari dulu selalu minta kucing tapi belum kami penuhi. Kalau anak kelinci dan anak ayam sudah pernah juga sih. Tapi kelinci berakhir mati dan ayam diberikan ke orang karena Hanifnya suka alergi. Jadi bukannya kami ngga suka binatang ya. Takutnya Hanif kambuh lagi alerginya sampai gatal gatal dan bernanah. Walaupun ngga tau dulu itu dia alergi makanan atau apa. Aku yang trauma. Waktu itu sampai berobat ke Makassar. Alhamdulillah pulang dari sana dah baikan. 

 

Tuh kan...kalau nemu kucing di jalan langsung di bawah pulang >,<



Nah kucing ini banyak sekali menurutku. 3 ekor. Waaaaaakkk...to much for us!
Ngga tega juga sih kalau mau disingkirkan salah satunya. Bisa dikasih ke teman atau siapa. Tapi kalau masih kecil kayaknya paling aman kalau mereka bersama. Mungkin bagus juga supaya Hanif bisa belajar bertanggung jawab. Akhirnya kami memperbolehkan memeliharanya dengan beberapa syarat. Bisa diduga betapa senangnya Hanif ^^

Hari hari pertama merawat kucing terasa menyenangkan. Mereka masih imut dan cute. Mulai masuk minggu ketiga mulai kucingnya berulah. Karena sudah semakin besar, mereka juga semakin lincah. Karena bertiga jadinya kompak kalau melakukan kenakalan. Kalau sendiri mungkin kucingnya kalem karena gak ada teman berantem dan bergulat gulat. Jemuran handuk ditarik tarik dijadikan tempat tidurnya. Huhuuuu...kotor semua handuknya. Rak sepatu jadi tempat mainnya. kadang kadang jadi tempat tidurnya. Sepatu sepatunya jadi berbulu kucing >,<.  Kadang kadang juga si pengki yang ringkih suka mencret di sembarang tempat. Di sepatu, di lantai rumah. Waaaaaaaa....ini yang aku gak sukaaaaa. Apalagi kalau ada kucing liar yang datang dan ngajak berkelahi, semua kucing ini pada pup karena stress. Padahal aslinya mereka dah pandai karena sudah diajarin Hanif pup di halaman rumah. Tapi alhamdulillah Hanif mau bantuin bersihkan pupnya. Kalau waktu makan pun Hanif dengan setia memberi makan. Makanya semuanya sayang sama Hanif. Dia juga jadi lebih bertanggung jawab.


 

Si Bobo adalah favorit Hanif karena kalem dan suka nyiumin Hanif. Kalau si Ollie lucu, nakal dan lincah. Sedang si Pengki penakut dan ringkih, sakit sakitan dan paling kecil sendiri. Nah sedihnya sekarang kucing Hanif tinggal dua karena Pengki ini minggu lalu mati akibat ketrabrak mobil di depan rumah. Ternyata justru kucing yang ringkih ini yang pergi duluan. Kasihaaan....


 

Diberi nama Pengki karena ekornya pengkor alias kayak patah begitu. Istilah orang sini hehehe. Lucu ya...


 

 

 Kalau pulang sekolah sudah ada aja di belakang nongkrong dengan kucing kucingnya.

 
Kalau subuh begitu pintu belakang terbuka, kucingnya sudah pada lompat ngintip di pintu.
Minta makan judulnya...









Thursday, 11 February 2016

Sakitku....

Assalamualaikum,
Lama tak bersua lewat blog. Hari ini alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bercuap cuap sedikit mengenai penyebab lamanya aku off . Bulan Desember kemarin adalah bulan yang paling tidak produktif. Bisa dilihat dari jumlah postingan yang cuma dua biji. Bulan Januari sebagai pembuka tahun ini justru lebih parah lagi. Nol postingan. Rekor kan??? hehe.

Seperti sudah aku ceritakan pada beberapa postingan terakhirku...tanganku sudah lama sering sakit.  Biasanya kalau sakit ngilu ngilu tulang cuma sebentar habis itu hilang datang dan pergi. Kadang lutut kadang juga pinggang. Pernah juga sih kena serangan selama seminggu. Rasanya seperti lumpuh seluruh badan. Bahkan hanya untuk sekedar membuka kancing baju atau membuka kenop pintu tersa susah sekali. Jari jari tanganku tidak bisa menggenggam. Persendian terasa ngilu dan sakit. Apalagi di waktu pagi. Hopelessssss...

Waktu itu pihak rumah sakit di sini mengatakan kalau aku terkena rheumatoid arthritis. Penyakit autoimun yang menyerang persendian. Penyakit dimana sistem kekebalan tubuh kita menyerang lapisan sendi di seluruh tubuh. Ini sedikit berbeda dengan penyakit rematiknya orangtua. Kalau rhematoid arthritis ini bisa menyerang usia berapapun. Lhaaa...aku kaget dong. Setahuku rematik kan penyakit orang tua. Memang sih mamaku punya penyakit rematik dan biasanya itu genetik. Tapi kata dokternya biasanya ini cuman sebentar saja. Mungkin daya tahan tubuhku lagi lemah sehingga terkena penyakit ini. Memang sih setelah itu berangsur angsur membaik. Kurang tau apa memang sudah sembuh atau karena aku minum suplemen untuk sendi. Pokoknya rasanya lega sekali dan aku berharap tidak terkena untuk kedua kalinya.

Tapi yang satu ini sakitnya menetap. Kalau dihitung hitung sudah 7 bulan dari bulan ramadhan kemarin. Itukan sudah satu semester ya teman teman. Lama juga. Awalnya aku bingung sebenarnya aku ini sakit apa. Kedua pergelangan tanganku sakit terutama pada saat digerakkan ke arah tertentu. Susah ditekuk apabila sujud, sudah memasang seat belt, dan terutama susah bergerak leluasa di dapur. Kalau sudah di dapur...sebentar sebentar akan keluar suara teriakan kesakitanku. Mengulek dan memotong motong bumbu terasa sangat menyiksa. Orang tua dan mertuaku pun prihatin dan menyarankan pemeriksaan dokter spesialis. Masalahnya...di tempatku ini dokter spesialis tidak ada. Kadang kadang datang tiap tiga bulan tapi dengan pasien yang sudah antri membludak. Membuat aku jadi pesimis. Insya Allah kalau cuti saja baru aku periksakan. Untuk sementara aku menggunakan penyangga tangan yang dibelikan oleh mertua. Tapi agak susah juga untuk orang sepertiku. Sedikit dikit harus dibuka ketika beraktifitas di dapur karena takut kotor dan basah. Tiap wudhu juga harus dibuka jadi menurutku kurang efektif.

Nah libur kemarin ini aku manfaatkan untuk berobat. Aku pergi menemui dokter spesialis penyakit syaraf. Mamaku juga sudah pernah berobat ke situ karena keluhan yang lebih berat. Selain rematik beliau juga menderita Carpal Tunnel Sydrome. Kedua jari jempol dan telunjuknya sudah melemah fungsinya. Atau istilahnya disebut atrophy. Kalau memegang/menggenggam barang suka terlepas dengan sendirinya, tidak bisa membuka kancing baju atau memasang peniti. Sedih juga sih. Mungkin memang aku mewarisi gen rematik ini dari mamaku >,<.

Balik lagi ke dokter syaraf. Setelah diperiksa dengan seksama dokter menyimpulkan aku memang kena rematik. Ciri cirinya yaitu keluhan sakitnya yang simetris. Kedua pergelangan tanganku sakit. Sangat disayangkan karena aku masih sangat muda katanya. Lha dokter ini belum tau kalau umurku sudah kepala 4 ya. Akhirnya aku diberi injeksi di kedua tanganku. Sepertinya suntikan kortokosteroid. Aku juga diberi beberapa suplemen untuk sendi dan vitamin syaraf. Alhamdulillah setelah beberapa jam langsung keluhanku berkurang dan setelah beberapa hari sakitnya berangsur hilang. Ampuh banget suntikannya. Senangnyaaaaaa....tapi tetap harus waspada karena bukan tidak mungkin aku bisa kena lagi. Kata orang sih rematik ini bukan penyakit mematikan tapi penyakit menjengkelkan. Hehe iya juga sih ya. Tapi apapun itu berat ataupun ringan semoga ada hikmahnya. Aku harus lebih memperbaiki gaya hidup dan menjaga makanan. Karena ada beberapa diet untuk penderita rematik. Salah tiganya adalah aku ngga boleh terlalu sering mengkonsumsi gluten, gula dan garam berlebihan. Kayaknya itu kemarin efek kebanyakan bikin kue untuk blog ya hehehehee. Aku juga kemarin kemarin terlalu forsir pekerjaan yang menggunakan tangan. Disuruh berhenti ngeblog dulu kayaknya ^^

Doakan ya teman teman...aku selalu sehat supaya bisa menyalurkan hobbyku lagi. Kangen juga ngeblog euy. Semoga teman teman juga ada gambaran tentang penyakit ini dan sebisa mungkin menjalankan pola hidup sehat. Cukup makan, cukup olahraga, dan cukup istirahat.

Dalam kurun beberapa bulan offku, kegiatanku hanya sekali kali latbar bikin kue atau sekedar ngumpul dan makan bersama teman temanku. 



Latbar magic flan cake sambil maem kapurung.







Ngumpul + makan-makan ditraktir Mba Ira.


Latbar food photography. Bareng Magdalena, kak Indri, Nana, Roro.



Latbar mie hijau, pangsit goreng dan gyoza. Bareng Dian, Mba Adhe, kak Maya, Teh Ida, dan mba Ira.








Monday, 4 May 2015

Belajar Quilting





Sudah ada sebulan aku mulai belajar quilting. Awalnya sih lihat teman teman facebook dan blogger yang pandai membuat quilt. Langsung melongoooo...menggabungkan kain dari potongan potongan kecil itu kan susah ya? Mencocokkan warna dan motif juga susah kan? Setelah itu menjahitnya hingga menjadi satu bagian yang besar itu juga susah kan? Tapi kok banyak yang bisa ya. Mana hasilnya cakep cakep lagi. Aku terinspirasi dari beberapa teman yang sudah mulai lebih dulu menggeluti bidang per"quilting" an ini. Beberapa diantaranya yaitu Mbak Fitri "Mommy Nisa" dan mba Dewi Trisna. Mereka adalah ibu rumah tangga yang hobbynya sama dengan aku. Suka baking dan cooking. Bedanya mereka punya nilai plus karena bisa juga menjahit. Langsung deh semangat dan kepengen bisa juga. Harus belajar pokoknya. Nah berbekal dari tutorial di internet akhirnya aku mulai belajar sendiri. Sebelumnya aku mulai ngumpulin peralatannya dulu. Setelah kain dan peralatannya datang mulai deh eksekusi. Wes ewes ewes...jadilah seperti di bawah. Walaupun belum rapi tapi puas dan bangga sama diri sendiri bisa membuat sesuatu yang dulu cuman bisa diimpi impikan. Makasih buat Mba Fitri dan Dewi Trisna tuk inspirasinya....! Pokoknya tidak ada kata terlambat untuk belajar. Jadi semangaaattt yaaaa...!!!





Dari satu pack kain charm pack yang aku peli di fbnya Bali Batik Iki jadi beberapa item. Dan itupun masih sisa separuh kainnya ^^. Yuuuk teman teman belajar menjahit ...ternyata quilting itu agak ribet tapi menyenangkan bahkan bikin kecanduan. Untuk peralatan sebagian aku beli di Craft by Mood sebagian lagi dari Fabric Patchwork.




Tas diatas ini aku bikin dengan memadukan kain bali batik dengan denim. Hasilnya cantik juga. Tutorialnya bisa lihat di "Make it & Love it yaaa. Kain denimnya agak lemas jadi supaya tas totenya bentuknya cantik dan lebih kokoh pada bagian bali batik dan handlenya aku beri lapisan batting dan diquilt. Ini kerjanya makan waktu 3 hari tapi disambi dengan kerjaan rumah tangga ^^

Tuesday, 17 March 2015

Berburu "Meti" Si Kerang Danau






Hari ahad kemarin anak anak diajak om dan tantenya mencari kerang danau atau bahasa sini disebut "Meti" di Pantai Kupu Kupu Salonsa. Lokasinya dekat dengan rumah. Sekitar beberapa ratus meter...bisa ditempuh jalan kaki saja. Bersemangat dong...ibunya juga bersemangat karena dah lama gak pernah cari kerang lagi. Dulu saja jaman masih SD tahun 80an setiap sabtu minggu atau liburan kerjaannya ya cari kerang itu. Walaupun kami ngga terbiasa makan meti tapi suka aja ngumpulinnya. Mencarinya itu memiliki keasyikan tersendiri. Karena butuh konsentrasi dan kejelian mata. Bukan kayak nangkap ikan sekaligus dijala dapat banyak. Ini metinya harus dikorek satu persatu dari dalam pasir atau lumpur. Pokoknya asyik deh. Dan aku ingin anak anak juga merasakan bagaimana serunya mencari meti. Yuuuukkk....

 



Airnya jerniiihhh...



Habis cari meti ngaso dulu menikmati kue bekal...dengan wajah wajah kedinginan hihi. Hanifnya gak mau berhenti. Pokoknya harus dapat banyak.


 

Tante hera, iyut dan Hanif...lagi fokussss









Walaupun jari jari dah keriput lama berendam di air, bibir juga sudah pucat tapi tetap semangat mencari lebih banyak lagi. Total pendapatan Hanif dan Tante Hera hari ini...buanyaaaakkk kaaan??? Buat Tante Hera aja nih....





Terima kasih ya Tante hera dan Om Hendra...nanti kalau cari meti lagi jangan lupa ajak ajak yaaaa ^^



Friday, 13 March 2015

Hasil Kebun


Alhamdulillah hari yang cerah..."Mari kita panen sayuuuur" kata Hanif. Pagi pagi dah bersemangat mau petik kacang panjang. Lumayan banget kegiatan berkebun ini teman teman. Mungkin hasilnya nggak banyak sekali tapi bisalah tuk memenuhi kebutuhan beberapa sayur dan bumbu dapur harian. Soalnya di rumah perusahaan ini halamannya luas sekali, sayang kalau tidak diberdayakan. Memang sih tanahknya tidak sesubur tanah di daerah lain. Di sini tanahnya tanah merah, mengandung nikel sehingga berkadar asam tinggi. Tapi walaupun beberapa pohon sayurku seperti cabe rawit, cabe merah dan paprika tumbuhnya kerdil...buahnya tetep  banyak.




Ini Hanif lagi serius menghitung hasil perolehan kacang panjang, buncis dan cabe hari ini. Bisa buat oseng sayur ini  ^^




Kelihatan kan paprikanya cuman sebesar tomat...tapi dibuat pizza lumayanlaaahhh...hehe. Ada juga tomat ranti dan jeruk purut. Fresh from the garden...




Aku juga menanam rosella. Bunganya kan berkhasiat obat...mengurusnya  juga ngga ribet karena tahan sama suhu panas.




Sawi ini sengaja aku tanam di pot karena kalau di tanah hasilnya lebih kurus. Di pot juga cantik dan segar...walaupun aku baru sebar benih lagi di tanah.Semoga yang berikutnya bisa gemuk gemuk juga.


Pas musim mangga, mangga harum manispun yang pohonnya kecil turut berbuah. buahnya rendah, ngambilnya gak perlu pakai galah.



Naaah...yuuuk buat teman teman yang punya pekarangan luas...mari berdayakan. Lumayan banyak manfaatnya, selain mata jadi seger lihat yang hijau hijau, aktifitas fisik berkebun juga lumayan banyak membakar kalori, plus bonus hasil kebunnya bisa dinikmati ^^

Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...