Rabu, 11 November 2015

Gyoza VS Hakau




Sebenarnya niat mau bikin hakau ini sudah lama. Beberapa bulan yang lalu aku dikasih tepung tangmien sama temanku Mba Indah Yudo. Waktu itu yang terpikir di benakku mau bikin hakau. Karena olahan yang menggunakan tepung tangmien memang terbatas. Biasanya sih digunakan pada olahan yang menghasilkan warna putih transparan dan tekstur yang lentur seperti hakau. Tepung tangmien adalah tepung yang terbuat dari pati gandum. walaupun dari gandum tapi beda dengan terigu lho ya. Kalau terigu kan tepung/flour yang diambil dari unsur protein dan karbohidratnya gandum sedangkan kalau tangmien ini adalah starch atau pati dari unsur karbohidratnya saja. Istilah gampangnya kanjinya gandum. Kalau kanjinya singkong kan tapioka ya.

Akhirnya bikin juga hari ini. Ngga tau juga kok aku lagi semangat semangatnya. Padahal yang mau diolah ini lumayan ribet. Belum bikin kulitnya dua macam...belum lagi isiannya. Kuat ngga ya tanganku. Masih belum sembuh betul. Tapi udah pengen banget jadi tetap semangaaat. Pilihanku jatuh pada hakau dan gyoza. Kalau di Cina sana hakau dan gyoza/dumpling ini adalah makanan kecil khas Cina yang disajikan dalam porsi kecil. Kalau kita biasa nyebutnya dimsum ya. Seperti pangsit dan siomay. Kalau di Cina sana banyak sekali macamnya. Sedangkan di jepang dumpling disebut gyoza. Nah beda lagi dengan potsticker. Kalau potsticker dumpling juga tapi proses pemasakannya dengan cara di pan fried. Jadi pannya diberi minyak dulu dikit lalu dumplingnya dipanggang sebentar sampai bawahnya kecoklatan lalu ditambah air lalu dilanjutkan dengan memasak sampai airnya habis. Jadi tekstur eksteriornya agak renyah tapi dalamnya lembut.

Nah untuk memudahkan, aku membuat isiannya dari satu bahan saja. Sama sama pakai ayam dan udang. Memang sih umumnya hakau menggunakan udang. Tapi dulu aku sudah pernah bikin pake udang tapi menurutku rasanya gak terlalu istimewa. Apalagi potongan udangnya besar besar ngga dicincang. Untuk isian gyoza aku tambahkan potongan kol yang dirajang halus. Resepnya isiannya aku modifikasi dari resep kaki naga dan dumpling Mba Endang "Just Try and Taste". Agar tekstur dagingnya masih terasa, udangnya dicincang aja ya teman teman. Ini punyaku pake food processor kayaknya terlalu halus >,<. Untuk resep kulit gyoza aku lihat resep kulit pangsit di Mba Ita Dapur Griya Kahyangan. Resep aslinya dari The little Theochew.  Sedangkan untuk resep kulit hakau aku lihat di Sajian Sedap. Kalau mau lihat resep dan step pembuatan kulit hakau bisa buka di sini ya teman teman. 

Untuk penyajiannya paling enak disantap dalam keadaan hangat dari kukusan. Kalau dingin jadi agak kering. Jadi sebaiknya dikukus lagi pada saat akan disajikan. Temannya yang cocok boleh pakai saus kecap, saus sambel atau apa saja sesuai selera. Aku pakai dua macam. Ala ala Indonesia. Saus cuko gula merah dan saos cuka gula putih. Isinya cuma cabe, gula, garam, bawang putih, cuka dan air. Yummiiii....!!




Bahan kulit gyoza :
- 250 gr tepung terigu
- 1 sdm tepung tapioka
- 150 ml air panas mendidih
- 1/2 sdt garam
- 1 sdm minyak goreng

Cara membuat : 
Siapkan mangkok/wadah, masukkan tepung terigu+tepung tapioka+garam halus di dalamnya. Lubangi bagian tengah tepung, tuangkan minyak goreng. 2. Siramkan air panas kedalam lubang ditengah2 tepung. Aduk dengan cepat campuran tepung agar bercampur dengan air panas menggunakan sendok kayu hingga menjadi gumpalan adonan. Kemudian uleni adonan agar cukup kalis. Bila dirasa masih kurang air panasnya boleh ditambah sedikit sedikit aja sambil diuleni hingga kalis. (Jadi untuk jumlah air panas yang disiramkan tergantung kadar kekeringan tepung yang digunakan, kebetulan untuk resep saya cukup dengan air panas 130 ml). 3. Diamkan adonan agar beristirahat dan lentur selama kurang lebih 15-20 menit. 4. Giling adonan kulit pangsit dengan menggunakan pasta maker/gilingan mie. Tipiskan dari tingkat ketebalan no.1 hingga ketebalan no.5 atau no.6 (saya pakai ketebalan no.5). Potong kotak 9x9cm atau bulat dengan diameter 10 cm. Taburi lembaran kulit pangsit dengan tepung terigu agar tidak lengket. 5. Kalau tidak ada gilingan mie, bisa menggunakan rolling pin/gilingan manual dari kayu. Caranya dengan membentuk bulatan2 kecil dari adonan (setiap bulatan kira2 seberat 15 gr). Giling dan tipiskan, kemudian cetak bulat dengan diameter 10cm, taburi tepung terigu agar tidak lengket satu sama lain jika ditumpuk. Bisa langsung digunakan atau disimpan dalam chiller. 6. Cara menyimpan ala saya agar kulit pangsit tidak lengket satu sama lain saat ditumpuk yaitu dengan melapisi plastik tipis disetiap lembar kulit pangsit. Kemudian kulit pangsit dimasukkan wadah atau plastik kedap udara, simpan di dalam kulkas bisa awet kurang lebih seminggu. Kalau disimpan di freezer saya belum pernah coba...mungkin juga bisa lebih tahan lama, di coba saja.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
  1. Siapkan mangkok/wadah. Masukkan tepung terigu, tepung tapioka, garam halus di dalamnya. Lubangi bagian tengah tepung, tuangkan minyak goreng. 
  2. Siramkan air panas kedalam lubang di tengah-tengah tepung. Aduk dengan cepat campuran tepung agar bercampur dengan air panas menggunakan sendok kayu hingga menjadi gumpalan adonan. Kemudian uleni adonan agar cukup kalis. Bila dirasa masih kurang air panasnya boleh ditambah sedikit sedikit aja sambil diuleni hingga kalis. (Jadi untuk jumlah air panas yang disiramkan tergantung kadar kekeringan tepung yang digunakan). 
  3. Diamkan adonan agar beristirahat dan lentur selama kurang lebih 15-20 menit. 
  4. Giling adonan kulit pangsit dengan menggunakan pasta maker/gilingan mie. Tipiskan dari tingkat ketebalan no.1 hingga ketebalan no.5 atau no.6 (mba Ita pakai ketebalan no.5). Cetak bulat dengan ring cutter diameter 7 cm. Taburi lembaran kulit pangsit dengan tepung terigu agar tidak lengket. Setelah selesai kulitnya bisa diisi filling satu per satu lalu ditangkupkan dan dilipit lipit satu bagian sisinya.
  5. Panaskan pan dengan sedikit minyak. Masukkan gyoza secukupnya. Panggangbdengan api sedang sampai bawahnya kecokelatan. Tambah setengah cangkir air. Masak sambil ditutup sampai air habis. Angkat. Sajikan hangat.
  6. Kalau ada sisanya kulitnya bisa disimpan di freezer. Caranya ditabur tepung agar tidak saling melengket dan ditumpuk dengan melapisi plastik tipis di setiap lembar kulit pangsit. Kemudian kulit pangsit dimasukkan wadah atau plastik kedap udara, simpan di dalam kulkas bisa awet kurang lebih seminggu.
Bahan Kulit hakau : 
- 100 gr tepung tangmien
- 50 gr tepung sagu tani
- 180 ml air mendidih
- 1 sdt minyak goreng

Cara membuat :
  1. Campur tepung tangmien dan tepung sagu. Aduk rata. Tuangi dengan air mendidih. Aduk sampai bergumpal. Bungkus dalam plastik wrap. Diamkan 10 menit.
  2. Tambahkan minyak sambil diuleni hingga lembut. Guling memanjang. Potong potong 1/2 cm.
  3. Ambil satu potong adonan kulit. Giling pipih bulat tipis. Beri isi. Tangkupkan sambil dilipit lipit satu bagian sisinya.
  4. Kukus 8 menit dengan api sedang dalam kukusan yang dialasi daun pisang. Matikan api. Biarkan 5 menit dalam kukusan lalu angkat.
Bahan isian gyoza/hakau  (untuk gyoza tambahkan irisan kol dan sedikit garam):
- 250 gr fillet dada ayam, cincang
- 250 gr udang kupas, cincang
- 5 siung bawang putih, ulek
- 2 batang daun bawang
- 1/2 buah wortel serut
- 3 sdm tepung tapioka/sagu
- 1/2 buah bawang bombay, parut
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/2 sdt jahe parut
- 1 sdt minyak wijen
- 1 sdt saus tiram
- garam secukupnya

Cara membuat :
Campur semua bahan, aduk rata. Untuk mengetes rasa bisa dengan mengukus sedikit adonan.



5 komentar:

Miftachul Huda Almaftuchin mengatakan...

wenak ni keknya :D
jgn lupa kunbalnya kk ^^

www.erchima.net blogger juga ^^

Wiwin Widiani mengatakan...

Salam kenal mbak...aduuhh ini bener bener bikin ngilerrrr sampe 5 ember,patut dicoba nih.Sekalian mau tanya, photonya pakai camera apa sih mbak?kinclong bener hasilnya.Ada trick n tips khusus gak biar hasilnya keren kyk photo punya mbak Hesti.Terimakasih bnyak.

Hesti HH. mengatakan...

Wadooooh mba ngga kebayang kalo 5 ember, hihihi. makasih ya mbaaa
Kalau kamera saya pakai canon dslr 60D mba. Lensanya 50mm. Biar hasilnya kinclong tentu saja kalau pakai manual usahakan motonya fokus, bisa dibantu dengan tripod biar ngga goyang. Setelah itu pada saat pengeditan bisa ditajamin dikit gambarnya dan ditambahh kontrasnya mba. Bisa lihat caraku di label "behind the scene"

AR Amelia mengatakan...

mbak Hesti, kalau di kampung halaman saya di Pontianak, ada semacam yang mirip gyoza, namanya Chai Kwe atau kalau orang Bangka bilangnya Choi Pan. kulitnya mirip gyoza, tapi isiannya pake sayur saja, bisa bengkoang yg dirajang panjang dan cincangan udang ebi, atau kucai dan ebi, trus satu lagi pake isian ketela/keladi. Bisa dikukus ataupun di goreng dengan sedikit minyak. Makannya dengan sambal bawang putih ebi.

Hesti HH. mengatakan...

Waaah itu jg udah lama saya mau bikin. Tapi keduluan sama ini. Hehe makasih ya semoga lain kali bisa coba juga choi pannya, muaaaachhh

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails