Minggu, 02 Agustus 2015

Kukis Cokelat Chip Oatmeal dan Bekatul (Gluten Free)

 

Kukis dari oatmeal dan bekatul? kalau oatmeal sih mungkin masih masuk akal ya?? lha kalau bekatul apa ngga aneh ya? bekatul kan yang biasa dipakai sebagai pakan ternak. Masa iya bisa dibikin kue. Bisa sih bisa...tapi enak nggak rasanya? ini adalah pertanyaan yang muncul awalnya aku mau uji coba kukis ini. Waktu itu kan hubby dikirimkan bapak mertua bekatul ini. Bukan bekatul buat makanan ternak lho. Itu sih dedak ya. Yang ini memang sudah diolah sedimikian rupa agar bisa dikonsumsi sebagai makanan kesehatan. 

Ketika pertama kali mencoba aku dah nyerah. Rasanya sih biasa aja tapi belakangannya ada pahit pahitnya di ujung tenggorokan. Hubby juga sih gak begitu suka. Tapi karena kandungan nutrisinya yang sangat banyak tetap dipaksain minum. Walhasil sampe sekarang tuh tepung bekatul gak habis habis. Soalnya...dikiriminnya juga banyak >,<
Padahal memang sih bekatul itu sangat kaya akan antioksidan, zat gizi dan serat. Bekatul merupakan lapisan luar butiran beras. Dalam proses penggilingan padi di Indonesia, dedak dihasilkan pada proses penyosohan pertama, bekatul pada proses penyosohan kedua. Untuk menghasilkan beras yang putih padi harus disosoh. Makin tinggi derajat sosoh semakin putih dan bersih penampakan beras, tapi semakin miskin zat gizi (source : biologipedia). Sayang sebenarnya ya. Yang banyak nilai gizinya justru dipandang sebelah mata. Sementara di negara negara maju produk semacam ini sudah populer. Makanya ada yang namanya ricebran flour, rice bran oil dan produk produk sampingan beras/gandum lainnya. Kalau yang lebih duluan populer di Indonesia kan itu tepung whole wheat atau whole grain ya. Sering digunakan untuk menghasilkan roti yang lebih sehat.

Kalau mau tau kandungan gizi bekatul yang melimpah itu silahkan lihat di sini ya.

Nah resep di bawah ini adalah hasil adaptasi dari beberapa resep di internet ya. Hasilnya enak mirip dengan kukis pada umumnya. Renyah juga tapi bukan renyah kering seperti kukis yang menggunakan terigu ya. Ini renyah ada empuknya dikit. Ada kejadian yang lucu. setelah kukis matang, kakak langsung mondar mandir keluar masuk dapur nyemil kukisnya. Enak sekali katanya. Lha kalau ada kata "sekali" nya artinya enak beneran ini. Akhirnya adekpun ikutan mondar mandir. Lumayan habis 1/4 toples. Hubby cuman coba satu ngga mau lagi. Katanya ada sensasi rasa pahitnya di belakang tenggorokan. Masih ada aroma bekatulnya. Tapi besoknya begitu dilihat kukisnya tinggal  setengah dia jadi penasaran. Kok anak anak pada suka ya. Dan ngga ada yang komplain rasa pahit ataupun apa. Pokoknya mereka suka. Terutama kakak ya....yang begitu bangun tidur langsung cari kukisnya. Hubbypun mencoba lagi dan ternyata hubby suka juga. Katanya, "Kok jadi enak ya??" Mungkin juga cokelat chip dan kismisnya sudah merasuk ke dalam kukis ya jadi rasanya enak, hahahahaha...akhirnya habis deh sama kami berempat kukisnya, alhamdulillaaah ^^
Masih ada tuh bekatulnya....besok bikin lagi aaaahhhh!!


Bahan : 
- 60 ml minyak sehat (minyak canola/bunga matahari)
- 60 gr butter, lelehkan
- 100 gr gula palem, blender
- 70 gr gula pasir halus
- 1 butir telur
- 1/2 sdt vanili bubuk
- 100 gr oatmeal (disangrai sebentar, dinginkan kemudian diblender jadi tepung)
- 50 gr oatmeal
- 70 gr bekatul
- 1/2 sdt soda kue
- 1/2 sdt garam
- 100 gr cokelat chip
- 75 gr kismis

Cara membuat : 
  1. Panaskan oven 325F atau 160C.
  2. Dalam wadah, kocok butter leleh, minyak, gula pasir dan gula palem hingga lembut.
  3. Tambahkan telur dan vanila, kocok rata. Tambahkan cokelat chips dan kismis. Aduk rata.
  4. Masukkan bekatul, tepung oats, oats dan soda kue (soda kue sebaiknya diayak agar tidak berbutir kasar sehingga kukis menjadi pahit). Aduk rata hingga menjadi adonan.
  5. Bentuk bulat lalu taruh dalam loyang. Penyet penyet sedikit. 
  6. Panggang dalam oven selama 20 menit. Angkat. Dinginkan. Simpan dalam wadah kedap udara.
  7. Kalau mau kukis lebih renyah waktu panggang bisa ditambah tapi api oven diturunkan sedikit.


6 komentar:

Anonim mengatakan...

halo mba hestii,,aku gak kebayang beli bekatul dmn,,hehe,,klo misalnya diskip bekatulnya diganti apa ya? trimsss

Prathiwi Dhita Ayuningtyas mengatakan...

mba hesti klo misal bekatulnya d skip bisa gak? terus berat otmeal jd brp klo bekatul d skip?

Hesti HH. mengatakan...

Boleh mba diganti oatmeal sesuai ukuran bekatulnya aja mba

Anonim mengatakan...

akhirnyaaaa ada resep bekatul, saya biasa mkn bekatul dengan madu..ternyata bisa dibuat kue ya bu hesti..terima kasih (Ratih)

Hesti HH. mengatakan...

Tosss mbaaa...hayuuuu dibuat ....

Watch box office mengatakan...

Aku bookmark dulu ya mbak, bisa buat hari raya nanti hihihi

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails