Senin, 25 Maret 2013

Banana Muffin Loaf



Seperti biasa aku selalu sedia pisang di rumah. Biasanya sih karena memang aku beli sendiri. Tapi kali ini pisangnya sisa banyak keburu super matang karena si mbak tukang sayurnya pas aku belanja sayur kemarin dibonusin pisang susu sesisir. Nah, pisang susu ini cuma aku yang doyan. Beda dengan pisang emas, pisang raja dan pisang ambon...teksturnya agak seperti gabus. Kalau belum matang sekali sepet rasanya. Tapi kalau sudah matang sekali bisa lebih manis dibanding pisang lainnya. Karena aku maunya cepat diberdayakan...aku bikin muffin saja. Dan supaya lebih cepat lagi aku nggak tuang di loyang muffin tapi ke loyang loaf mini. Jadinya 2 setengah loyang.
Hahhhhh leganyaaaaa...

Resep bisa dilihat di sini. Aslinya resep Bu Sisca Suwitomo yang udah aku modifikasi. Tentu saja waktu panggangnya jadi bertambah karena ukurannya lebih besar. Yang penting permukaannya dah kecoklatan dan ketika ditusuk lidinya keluar dah kering.




Bahan :
- 6 buah pisang yang matang sekali. Cincang halus, campur dengan 2 sdm air jeruk nipis
- 50 ml susu cair
- 100 gr margarin

- 25 gr butter
- 200 gr terigu
- 1 sdm susu bubuk full cream 
- 2 butir telur
- 150 gr gula pasir
- 1/2 sdt garam
- 1 sdt baking powder
- 1/2 sdt soda kue
- taburan sesuai selera

Cara membuat :
  1. Masak susu cair, margarin dan butter dan garam asal hangat saja.
  2. Kocok telur dan gula dengan kecepatan rendah asal gula larut saja.
  3. Masukkan campuran terigu, baking powder dan soda kue yang sudah diayak. Aduk rata. Masukkan campuran pisang. Terakhir campuran susu cair. Aduk rata. Jangan ovemix.
  4. Tuang ke dalam cetakan mini loaf yang sudah dioles dan dialasi kertas roti. Taburi bahan taburan sesuai selera. Aku menggunakan kenari. Panggang dengan api 180 C selama kurang lebih 40 menit atau sampai ditusuk keluar dalam keadaan kering lembab (tidak basah). Angkat. Taburi gula untuk dusting.




Masih dengan mainan bubblenya, Hanif benar benar terobsesi deh. Cairan bubblenya habis...giliran sabun cuci piring ibunya juga disikat. Habis kena marah aku. Kakaknya lagi pergi ngaji terpaksa dia main sendiri. Mainnya di teras rumah lantainya jadi liciiiiin semua. Hiyaaaaaa gimana bersihinnya?? semakin di lap semakin berbusa. Kalau lewat bakalan ada yang kepleset kalo gini modelnya. Hadddduuuuhhhh....! pusiiiiiiiing *keluar tanduk*

Akhirnya dia main di luar walaupun gerimis kecil. Tapi senang sekali. Mainnya sampai hampir magrib. Kalau nggak disuruh berhenti mungkin sampai sabunnya habis juga gak berhenti. Aku sempatkan mengambil beberapa gambar.


 







13 komentar:

ila mengatakan...

Wah pas banget ada beberapa pisang dah mulai kehitaman di meja makan nih mbak.. ga sabar pengen nyobain.. ini teksturnya kelihatannya di photo ga sepadet muffin ya mbak?
oh iya.. selain ngiler ma kuenya, ngiler banget juga ama anggreknya.. sukaaa.. ini anggrek liar ya mbak? sorowako berapa jam sih dari makassar? kelihatannya masih banyak anggrek liar ya..

Nanik mengatakan...

senangnya mbak hesti udah aktif posting lagi. pas kemaren mbak bilang mo rehat dengan alasan kesehatan, sempet sedih...soalnya ini salah satu blog favorit saya. tiap hari dibuka loooh. hehe. sip deh semoga mbak selalu sehat yaaa... :) salam.

Vania mengatakan...

*nyaris pingsan* sambil nyomot muffin pisangnya.
Hesti, yg foto Hanif yang ke dua, yg bubble-nya memanjang, itu belakangnya danau kan ya.
ohhh... teringat dulu di Soroako, kapan saja bisa liat danau. Dulu aku tinggal di Jl.Anggrek (umur 3-15th), depan rumah langsung danau.
Liat foto ini keinget masa kecil, tentram bgt.
Thanks for sharing those beautiful pics.

Rohah mengatakan...

salam..sedap kek pisang,lagi2 jika moist keknya..

Hesti HH. mengatakan...

Oh bukan mbak, itu perumahan chalet di jl. Buton (atas dekat gunung). Rumah rumah baru semua di cat biru. Rumahku masih asli putih. memang terlihat seperti danau ya?? itu yang membuat aku berat tinggalin Sorowako. Maunya di sini aja selama lamanya *ngayaaaal*

In sha Allah nanti aku fotoin deh rumahnya mbak Vania di Anggrek biar bisa melepas kangen. Tapi no rumahnya berapa mbak??

Hesti HH. mengatakan...

Makasiiiih mbak Nanik. Iya...alhamdulillah udah baikan tp tetap harus ngatur waktu supaya nggak kecapean matanya.

Hesti HH. mengatakan...

Salam Rohah,

Iya enak sekali ayu dicoba. Ini bukan muffin yang padat dan agak keras. karena mengandung pisang jadi lembut saja.

Lilik Handayani mengatakan...

duuuh seneng banget liat halaman luuuaaasssss nya mb hesti..bnr2 kayak di pilem2..hihihi
oiya..ada keponakan suami yg di terima kerja di sorowako..katanya di tambang nikel (?)tapi g tau bagian apa..barusan lulus pendidikan keknya..

kapan ya bisa maen2 sampe sorowako yang indaaahhh...
:))

Hesti HH. mengatakan...

Hehe...makasiiiih mbak Lilik, ditunggu kunjungannya ke Sorowako yaaaa

hera mengatakan...

Mbak Hesti saya buat banana loaf ini tadi, saya pakai susu cair coklat soalnya yang putih tdk ada, butter tdk ada jadi pakai mentega semua n kenari juga sy ganti meises hasilnya enaaak suami saya suka tapi bapak saya bilang harusnya ini pakai kenari (he he sy senyum sendiri, resep aslinya memang pakai). Terima kasih lagi mbak Hesti, btw Hanif cakep mukanya mirip mbak Hesti.

Anonim mengatakan...

pagi mba hesti....resep2x menggugah selera..slain emang enak(dah cobain bberapa mba)fotox jg bgus2..nih terigux pake protein sedang ya....?
mo cobain resepx mumpung d rmh lagi ada 'utti nisi'hehehe...

Amelia mengatakan...

Dear mbak Hesti, aku kemaren nyobain bikin muffin pisang ini dan alhamdulillah jadi. Enak bangetssss.... fotonya aq posting di blog ku, source-nya teteeeuppp blognya mbak Hesti yang kece ini. makasih ya mbak :)

Hesti HH. mengatakan...

@Hera : ahahaha...lain kali ikuti resep asli dan ditunggu reviewnya yaaaaa

@Anonim: makasiiiih mbak, iya pake terigu protein sedang...semoga sukses ya buatnya ^^

@Amelia : alhamdulillah ikut senang mbaaaa, makasih yaaaaaa

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails