Selasa, 29 Maret 2016

Killer Breadnya Victoria Bakes




Bagaimana ngga penasaran mencoba killer breadnya Victoria Bakes ini kalau teman teman lain dah pada cobain dan semua reviewnya memuaskan. Dimana mana muncul ni resepnya. Main ke FB ketemu. Ke instagram ada lagi, ke google apalagi ^^. Harus buat juga niy. Walaupun aku mengurangi gluten tapi sesekali anak anak masih bawa roti dan cake untuk bekalnya.

Roti ini sudah dua kali aku bikin. Kemarin dulu dan hari ini. Yang kedua bikin lagi atas request Hanif karena ternyata Hanif suka versi roti sobek ini untuk bekalnya. Memang sih kalo model roti sobek lebih terasa lembutnya karena crust luarnya kurang. Yang ada antar sekat roti yang lembut ketika disobek. Kali ini aku bikin isian sosis aja. Bentuknya bisa lihat di killer sausage bunnya Victoria ya. Ini pakai lattice roller untuk menghasilkan tekstur yang indah.

Hasilnya lembut ya mirip dengan water roux method. Tapi kalau soal rasa aku masih pilih water roux karena menurutku lebih rich rasanya. Yang ini agak kurang manis untuk seleraku. Memang cocok untuk tipe roti asin tapi kalau roti manis musti ditambah gulanya. Menyangkut tekstur...ngga jauh beda menurutku. Seratnya halus dan panjang panjang. Cuakeeep pokoknya...wajar deh roti ini booming banget ^^
Untuk resep silahkan langsung ke blognya Victoria Bakes. Di sana ada versi bahasanya juga kok.



Di bawah ini percobaan kedua. Aku campur terigu protein sedang dan tinggi. Hasilnya sama sama lembut tapi ini hasilnya lebih ringan dan tidak terlalu padat. Sebagian juga aku bikin donat dan hasilnya tetap oke. Catatan untuk roti sobek...bila menggunakan loyang lebar dimana rotinya tidak menyentuh sisi sisi loyang seperti roti di bawah ini maka waktu panggangnya harus lebih singkat dibanding roti sobek biasa. Ini dikarenakan sirkulasi panas yang langsung mengenai roti tanpa perantara loyang di sisi sisinya. Hasil roti di bawah lebih kering daripada roti sobek yang gambar di bawahnya. Jadi terkadang masalah roti keras atau kering bukan karena salah resep bu ibu...tapi cuma masalah sepele waktu pemanggangan.





Di bawah ini kelihatan serat serat roti sobek ketika disobek. Halus lembut dengan serat halus yang panjang. Kalau roti kering maka roti dapat lepas dengan mudahnya tanpa serat serat putus menjulur seperti di bawah.







Kelihatan halus kan bu ibuuuuu...wuiiihhh beneran lembuuut!!!

14 komentar:

Victoria Bakes mengatakan...

WOOOOOOOOOOOWWWWWWW!!! very fluffy!!!

Hesti HH. mengatakan...

Thank you so much Victoria for stopping by and leave a nice comment. Thank you for sharing the recipes ^^

dee mengatakan...

Assalamualaikum mbak hesti, kayaknya aku gak bisa pindah kelain hati dari water roux, tapi kapan -kapan boleh dicoba versi yang ini. Mbak hesti kalo bikin roti butternya merek apa? Terima kasih.

yuliani erawati mengatakan...

Aku juga sdh coba mba hari ini karena penasaran sama hebohnya resep ini... dan review mba memang benar klau yg suka manis memang agak kurang dan lebih padat jadi makan 1 aja sdh berasa kenyangnya dan model tipe ini keunggulannya dicara buatnya memang tdk pakai ribet..

Anonim mengatakan...

Mbak Hesti, terima kasih banyak buat blognya yang bagus ini...
Sejak tau blog Yummy for my Tummy , hari2 memasak jadi menyenangkan..
Dengan menyantumkan link yang Mbak pakai, saya juga dapat menjelajah ke dunia masak memasak lainnya... Salut saya dengan kejujuran Mbak Hesti..
Selalu semua yang terbaik buat Mbak Hesti dan keluarga...
God bless you ...

rosi rose mengatakan...

Assalamu'alaikum mbak hesti salam kenal..mbak sya msh lum fham terigu protein tinggi,sedang jg rendah klu dr merk yg dipasaran yg protein tinggi, sedang n rendah merk apa ya mbak...hee mklum msh amatiran. Trimakasih mbak

Sashy Nuniek mengatakan...

Mba Hesti kalo bikin pasti hasilnya luar biasa cantik deh...

fadhilsut mengatakan...

makasih bu infonya. jadi punya inspirasi buat ngebuat roti... makasih

Hesti HH. mengatakan...

@Dee : waalaikumsalam, hihi kita sama mbakyu...tapi tetep senang coba resep resep baru walo hatiku sudah tertambat ^^

@YUliani : setujuuuuu mbaaa

@Anonim : amiiiin makasih doa doanya mba sayang, senang kalo blognya manfaat mbaaa

@Rosi Rose : waalaikumsalam, protein tinggi merk cakra atau gunung, kalau protein sedang merk segitiga biru atau atau kompas, kalau rendah merknya kunci biru

@Sashy : makaciiiiiiih mbaaa dirimu selalu bikin hatiku melayaaanggg ^^

@FAdhilsut : makasih juga mbaaaa

Jessica Jean mengatakan...

Mba Hesti mau tanya, kalo aku bikin roti kok bentuknya selalu jadi meluber ya setelah mengembang? bentuknya akan hancur atau ada ikatan yang terlepas setelah mengembang, ngga bisa cantik seperti punya mba. apa yg salah? untuk takaran bahan udah bener sesuai resep. Apa yang harus dilakukan setelah adonan dibentuk?

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum mbak hesti...
Mau tanya utk susu cairnya brp mili ya mbak?diresep hanua 160_180gr telur+susu fullcream cair..
Trimakasih mbak" ^-^

Hesti HH. mengatakan...

@Jessica Jean : biasanya rotinya over prooving mba...

@Anonim : Satu butir yang besar mba lalu ditambah susu hingga 180 gr. Kalau kecil bisa dua plus susu hingga 180 gr

Shahriar mengatakan...

Haloo mbaa mau nanyaa, yang pas percobaan kedua itu kan 1/2 tepung protein sedang & 1/2 protein tinggi. berapa banyak protein sedang & berapa banyak protein tinggi ya? thank you :D

Shahriar mengatakan...

oh iya itu resep untuk topping criss cross buat roti sobek nya apa ya? :D

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails