Monday, 11 February 2013

Getuk Gulung







Getuk adalah salah satu jajanan Jawa favoritku. Dulu waktu masih kecil ada yang jual di pasar tradisional. Tapi semenjak SMA nggak pernah lihat lagi, cuma mama biasa bikin sekali sekali saja. Aku dah pernah posting versi klasiknya udah lama. Tapi karena lihat versi cantiknya 'getuk roll' di blognya mbak Diah Raki pengen bikin juga model kayak gitu. Cantiiik...!

Aku bikin setengah resep dari resep mbak Diah. Itupun udah dapat banyak. Satu roll seperi bolu gulung panjangnya. Agak kurus dikit tapinya ^^
Puaaaas...hasilnya cantik dan rasanya enak. Makasih ya mbak Diah udah sharing resepnya. Muuuaaach...!! 


Entry ini sekalian aku setorkan tuk ajang "Masak Bareng Yuuuk" edisi Februari yang kali ini bertema makanan berbahan ubi.

Saturday, 9 February 2013

Dampo Durian




 

 


Dampo durian adalah salah satu camilan khas Sulawesi Selatan. Terutama banyak di daerah palopo karena di sana salah satu penghasil durian. Aku yakin di daerah lain juga ada, cuman beda namanya. Berbentuk seperti dodol tapi sama sekali tanpa tambahan tepung. Bahannya cuman durian dan gula. Tapi rasanya jangan ditanya. Bayangkan saja rasa durian asli. Lebih wangi dan tidak tajam baunya seperti durian segar. Proses pengaronannya menghasilkan bau karamel khas duren. Pokoknya enak sekali. Tapi menghabiskannya nggak sebanding dengan proses pembuatannya. Baru diangkat dari penggorengan dah habis dalam sekejap. Goreng lagi habis lagi. Gak ada yang tinggal di piring. Heran niy anak anak...kayak makan kerupuk aja. Tinggallah ibunya dengan pegel seluruh badan habis ngaronin dampo. Tapi puassssss...!!

Selain dampo durian ada juga dampo pisang. Berbeda dengan dampo durian, dampo pisang sangat mudah proses pembuatannya. Hanya butuh modal pisang kepok yang bagus masaknya dan sinar matahari. Sementara dampo durian butuh waktu yang lumayan lama. Modalnya "kekuatan tangan untuk mengaduk/mengaron" adonan.

Karena kemarin masih banyak sisa durianku, setelah dikupas bijinya masih ada sekitar 1 1/2 kg daging durian. Supaya tahan lama aku rencana bikin selai durian. Sementara membuat, separuh aku sisihkan buat selai sementara sisanya aku lanjutkan mengaron sampai lebih kering untuk menghasilkan dampo durian seperti gambar di bawah. Warna kecoklatan didapatkan dari hasil karamelisasi gula dan durian yang mengalami proses pemanasan cukup lama. Aslinya dampo durian ini dijemur seperti dampo pisang. Setelah diaron dijemur untuk mendapatkan hasil yang kering. tapi aku pikir pikir kalau tunggu matahari bakalan gak kering kering karena sekarang musim hujan. Selain itu nggak bisa dijamin kebersihannya karena bisa saja dihinggapi serangga seperti lalat. Dioven lebih hygenis dan cepat prosesnya. Mulai dari proses mengaron sampai mengoven butuh waktu sekitar 3-4 jam. Tergantung tekstur yang diinginkan. Bila ingin lebih kering lagi butuh waktu lebih lama.

Thursday, 7 February 2013

Durian Ice Cream




Aku lagi panen durian. Ceritanya kemaren itu ada seorang ibu ibu datang ke rumah. Dia nanyain aku apakah mau beli pot bunga. Aku bilang "Makasih bu, tapi aku nggak nanam bunga lagi bungaku sudah banyak." Dia tanya lagi "Bu, bisa dijual nggak bunganya?" Kubilang ya enggaklah, aku nggak jualan. Kalau ibu mau, aku kasih aja deh 2 pot. "Haaahhh ?? yang bener bu...?? langsung senang sekali ibu itu, padahal bunga yang dia suka itu sama sekali nggak ada bunganya. Cuman hijau aja. Namanya ekor tupai. Punyaku banyak sekali. Tapi mungkin karena beliau belum punya, dikasih dua pot langsung happy banget. Setelah ngucapin terima kasih beliau pamit.

Besoknya datang lagi. Kali ini membawa 3 talaja durian. Satu talaja isi tiga buah durian jadi total 9 buah besar besar. Ditambah sekantung besar rambutan. Hiyaaaaa....apa ini bu, kok banyak sekali?? Dia ketawa. Katanya habis ibu nggak mau bunganya dibeli...kebetulan kebun durianku lagi panen jadi saya bawakan saja sekalian. Lhaaaa...sekarang aku lagi yang mimpi apa tadi malam? hihihi


Alhamdulillah dapat rezeki. Walaupun udah aku bagi ke tetangga sebagian tetap masih banyak juga. Padahal di rumah nggak ada yang doyan durian kecuali Hanif. Aku dan Iyut sukanya kalau sudah diolah. Hubby sebenarnya suka, tapi karena takut kolesterolnya naik udah nggak pernah makan lagi. Paling banyak 2-3 biji. Akhirnya aku dapat ide bikin es krim aja. Dulu aku sudah pernah bikin es putar durian. Kali ini pengen bikin yang creamy jadi bikin es krim beneran. Maksudnya yang benar benar pake cream. Resep asli dari Kitchen Corner, tapi karena nggak punya yogurt aku ganti susu cair. Jadi aku pake whipping cream, susu cair, gula dan gelatin. Tak lupa duriannya tentu saja. Hmmmmm...so creamy!!

Kue Bugis


Aku bingung, kue bugis ini aslinya dari mana ya. Kalau menurut namanya sih harusnya dari Sulawesi Selatan. Tapi kayaknya kue ini populer di pulau Jawa. Nah orang Bugis sendiri  tidak memiliki kue bernama kue bugis. Ada yang mirip bentuknya...namanya roko roko cangkuning tapi ketannya dibungkus lagi dengan adonan putih dari tepung beras seperti kulit nagasari. Jadi ada 3 bagian. Isian cangkuning atau kelapa gula merah, adonan ketan hitam lalu adonan tepung beras.

Wednesday, 6 February 2013

Putu Ayu Pisang


Hari ini aku mencoba resep baru dari 'Sajian Sedap'. Karena aku penyuka pisang maka resep ini memang layak dicoba. Tapi ketika menaruh taburan kelapa di dasarnya kayaknya aku kebanyakan. Anak anak bilang, "Enak bu kuenya, tapi nggak suka kelapanya." Berbeda dengan putu ayu yang biasa, teksturnya agak kenyal. Unik malah menurutku. Cuman kelapanya aja yang kurang cocok menurutku. Tapi bukan berarti teman teman juga nggak suka. Karena selera orang beda beda kaaan....^^

Tuesday, 5 February 2013

Oseng Tauge Buncis & Ikan Asin



Ikan asin favoritku adalah ikan kerapu. Ikan asin kerapu atau kalau di sini disebut ikan sunu' yang berukuran besar dagingnya sangat tebal. Kalau digoreng garing dan dimakan bersama sambak terasi nikmatnya luar biasa. Namun kali ini aku hanya memasukkannya ke dalam olahan sayur oseng tauge dan buncis. Ditambah irisan cabe rawit. Wangi dan nikmaaaaat...! Saking wangi cabenya sampe bersin bersin, hihi

Kemarin ketemu cabe gendut di pasar. Beda dengan cabe biasa ukurannya besar besar. Tapi masih lebih besar cabe toraja sih. Penampakannya seperti di bawah. Pedasnya luar biasa....




Friday, 1 February 2013

Lapis Cokelat Susu NCC


Keturutan juga bikin kue ini. Padahal udah lama aku bookmarked, semenjak Bu Fatmah Bahalwan posting di Face Booknya. Terima kasih ya bunda, udah dishare resepnya. Your recipes never failed me...

Penampakannya seperti kue lapis tradisional biasa tapi sebenarnya beda, rasa kue ini lebih rich karena menggunakan banyak telur, mentega, santan serta susu kental manis. Gurih dan lembut pokoknya...dan agak berminyak. Aslinya layernya ada 16 tapi karena aku mencoba setengah resep dan dituang di loyang brownies hasilnya kurang 6 lapis. Jadi agak pendek. But no problem...the cake still look pretty, right....??

Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...