Monday, 6 February 2012

Liebster Blog Award

Thanks to Vivian Pang Kitchen for passing this award to me. What a beautiful surprise. I really really appreciate it ^^




Liebster is German and translates to
the English word “dearest”or” favorite”.
It’s meant for up-and-coming blogs with less than "200 followers".


Here are the rules:
* Thanks your Liebster Blog Award presenter on your blog.
* Link back to the blogger who presented the award to you.
* Copy and paste the blog award on your blog.
* Present the Liebster Blog Award to 5 blogs of 200 followers or less who you feel deserve to be noticed. (Some say just 3 or more blogs of less than 200 followers each).
* Let them know they have been chosen by leaving a comment at their blog.

Here I like to share with some of my favorite blogger friends...






Loaf Bread (Water Roux Method)

Breads (water roux method)


Dari review semua teman teman blogger yang udah pernah coba, memang metode water roux atau tangzhong ini yang paling juara. Sebelumnya juga aku udah pernah bikin wholemeal loaf bread. Lembutnya bertahan lama sampe berhari-hari. Nah kalo kita termasuk pecinta roti khas asia yang lembut...harus coba resep ini. Persis kayak yang di bakery bakery...bedanya ini gak pake pelembut, pemutih, pengembang dan bahan kimia lainnya.






Bread with cheese filling


Resep aku lihat di Vivian Pang Kitchen yang dari dulu resep-resepnya udah jadi favoritku. Resep aslinya dari Christines recipes tapi udah dimodifikasi sama Vivian karena terlalu lembek. Airnya dikurangi dari 125 ml jadi 110 ml. Aku ikutan Vivian aja yaa...resep aku kalikan dua karena aku mau membuat 2 buah roti tawar. Satu tuk bikin roti panggang buat besok, satunya tuk bikin roti garenteng (roti kering). Eh ternyata hasilnya lebih dari itu, aku malah bikin satu loyang roti sobek isi ayam dan beberapa buah roti isi keju melt.





Bahan Water Roux/ Tangzhong Starter :
- 50 gr tepung terigu protein tinggi

- 250 ml air


Bahan roti
(A) :

- 240 gr water roux starter

- 250 ml air/susu cair (aku pake susu cair)

- 110 gr gula pasir

- 10 gr garam


(B)
:
- 500 gr tepung terigu protein tinggi

- 200 gr tepung terigu protein sedang

- 15 gr susu bubuk

- 11 gr ragi instan


(C)
:
- 60 gr minyak/ butter (aku pake butter)


Cara membuat :
  1. Water roux : dalam panci, campur air dan tepung terigu. Aduk rata sampai halus dan tidak bergerindil. Masak dengan api sedang sampai kental seperti di gambar. Jangan sampai mendidih. Sisihkan hingga dingin.
  2. Roti : tuang semua bahan kering kecuali butter ke dalam mixer. Masukkan campuran water roux dan air ke dalamnya. Nyalakan mixer dan proses hingga kalis. Tambahkan butter lalu mixer lagi sampai elastis. Bisa juga dilanjutkan menggunakan tangan agar teksturnya bisa terasa kalau sudah elastis. 
  3. Tutup dengan cling wrap dan fermentasikan sekitar 45 menit. Bagi adonan menjadi beberapa bagian tergantung mau dijadikan berapa roti. Aku membagi menjadi 1 bagian 500 gr, 1 bagian 400 gr untuk dijadikan roti tawar, dan sisanya aku bikin roti sobek isi ayam dalam loyang brownies. Masih ada sisa aku bikin roti isi keju dalam 4 cup. Untuk roti tawar, pipihkan dulu adonan menjadi persegi panjang lalu gulung memanjang seperti bolu dulung dan letakkan dalam loyang bersemir margarin.
  4. Fermentasikan selama kurang lebih 45 menit tergantung cuaca. Oles dengan telur atau susu evaporated lalu panggang sekitar 30 menit untuk roti tawar besar dan 20 menit untuk roti tawar kecil. Untuk roti sobek sekitar 15 sampai 20 menit. Untuk roti keju cup sekitar 15 menit. Semuanya dengan api 180 C.

Friday, 3 February 2012

Cherry Mini Tarts


Mini Cherry Tarts

Mini Cherry Tarts

Mini Cherry Tarts


Masih ada sedikit sisa dark cherry habis bikin black forest kemarin. Mau aku bikin topping pie aja. Karena rasa juice dark cherry kalengan kurang nendang aku tambahkan sedikit selai bluberry lalu aku masak sampai kental (dengan tambahan sedikit maizena) begitu mendidih baru masukkan buah cerrynya. Biarkan sebentar lalu matikan api. Setelah dingin disiram di atas pie mini. Pienya sendiri aku bikin seperti biasa kalo bikin mini fruit pie.



Monday, 30 January 2012

Poffertjes

Poffertjes Tape

Poffertjes Tape


Sebenarnya artinya sama dengan little Dutch pancake...memang mirip rasanya. Bedanya kalo poffertjes lebih ringan dan kenyal karena pake ragi...nah kalo pancake pake baking powder. Nah kalo sama kue pukis kita apa bedanya lagi niy?? bedanya ya pukis pake santan sedangkan poffertjes pake susu, sisanya sama semua kok bahannya.


Hari ini aku bikin poffertjes tape. Ngiler lihat punya
Mbak Yulyan Parwati. Imut, kaya bika mini. Kalo bentuk asli poffertjes sih ada yang bulat kayak bola pingpong ada juga bulat agak pipih. Berhubung aku nggak punya cetakannya aku pake cetakan bika mini persis kayak punya Mbak Yulyan, cuman pada saat memanggang setengah matang adonan yang masih agak basah aku balik. Niatnya sih mau dibikin kayak bola. Tapi ternyata gak bisa tetap aja agak pipih bentuknya. Tapi dengan cara ini aku bisa menambahkan isi ke dalamnya.

Nah karena tapeku masih ada, aku tambahkan aja ke adonannya. Tetap enak dan menyumbang sedikit aroma tape. Resep aslinya dari
Sajian Sedap. Aku modif dikit dengan tambahan tape. Untuk anak anak aku beri filling cokelat dark dan keju quick melt. Tapi yang isi keju nggak sempat difoto keburu ludes masuk perut. Anak anak suka karena aku sajikan seperti sate. Makasih ya Mbak Yulyan udah sharing...

Bahan :

- 200 gram tepung terigu protein sedang

- 1 sendok teh ragi instan

- 30 gram gula pasir
(harus ditambah dikit, kurang manis)
- 1/4 sendok teh garam

- 2 butir telur ayam, dikocok lepas

- 300 ml susu cair
- 30 gram margarin, dilelehkan

- 50 gram gula tepung untuk taburan

- 100 gr tape, haluskan (tambahan
aku)

Filling :
- dark cooking cokelat, potong dadu kecil
- keju quick melt, potong dadu kecil

Cara membuat :

  1. Aduk rata tepung terigu, ragi instan, gula pasir, dan garam.
  2. Kocok lepas telur. Tambahkan susu cair sedikit-sedikit sambil diaduk rata.
  3. Tuang sedikit-sedikit ke dalam campuran tepung terigu. Aduk rata.Tambahkan tape, aduk sampai tape larut dan adonan licin. Diamkan 20 menit. Tambahkan margarin leleh. Aduk rata.
  4. Tuang adonan setinggi 3/4 di cetakan poffertjes yang sudah dipanaskan dan dioles tipis margarin. Biarkan sampai setengah matang. Balik adonan dan bentuk bola-bola. Biarkan sampai matang. Kalau mau diisi filling, pada saat sebelum dibalik segera isi dan tekan tekan agar tenggelam, lalu balik adonan.
  5. Sajikan dengan taburan gula tepung.

Sedikit tips, pada resep ini sebaiknya ukuran gulanya ditambah sedikit. Aku menambahkan tape tapi gulanya nggak karena kupikir tapenya udah manis...hasilnya cuma manis lamat lamat atau istilahku 'manis manis jambu'. Enaaak sih kalo makannya pake taburan gula bubuk yang banyak. Tapi kalo nggak ditaburin gula, adonannya aja yang ditambah gula. Okeyyy?? siiippp!!



Poffertjes Tape






Sunday, 29 January 2012

Home-made Sarden


Sardines


Home-made sarden??? kok judulnya lucu, mana ada ikan sarden dibikin sendiri, dapatnya kan dari laut. Hihi...sarden di sini merujuk ke ikan sarden kalengan. Orang sering salah kaprah semua ikan kaleng dibilang ikan sarden, padahal isinya belum tentu ikan sarden atau kalo di tempatku populer dengan sebuatan ikan 'tembang'. Isinya kadang ikan layang, kadang tongkol dan lain lain. Kalo ke supermarket ngomongnya, "Pak beli ikan sardennya." Lalu penjualnya nanya..."Sarden saos tomat apa saos lombok?" hihi...dua duanya kompak salahnya.

Nah, aku dah beberapa kali bikin sarden *teteeeup deh istilahnya*. Kadang pake ikan tongkol kecil, kadang pake ikan layang. Nah kali ini kebetulan ada ikan sarden/tembang ukuran sedang segera aku siapkan tuk dibikin sarden. Aku beli sekilo, tapi aku buang kepala dan isi perutnya mungkin beratnya tinggal sekitar 700 gr. Bumbunya sih suka suka kita aja. Tapi umumnya memang menggunakan tomat tuk basenya. Entar mau modifikasi bumbu itali, ya tinggal tambah oregano, merica dan bombay. Mau yang biasa, ya cukup bumbu sehari hari kita aja. Cabe, bawang merah bawang putih, merica, ketumbar dan sebagainya. Semua enak. Karena dimasak dengan presto, selain tulangnya menjadi lunak, bumbu benar benar merasuk ke dalam daging ikan. Enaaaaak deh...kadang aku tambahkan jahe dalam tumisan sebelum dipresto biar lebih wangi. Entar pas mau dipresto, jahenya disisihkan...nanti berasa makan sekoteng lagi...hihhi.

Aku menggunakan lebih banyak tomat dibanding cabe biar anak anak bisa makan. Nah kalo cabenya mau dibanyakin ya sesuai selera aja...




Bahan :
- 1 kg ikan sarden/tembang (buang kepala dan bersihkan)
- 1 buah jeruk nipis
- garam secukupnya

Bahan saos :
- 500 gr tomat buah (rebus sampe kulitnya mengelupas, lalu buang kulitnya)
- 4 buah cabe merah
- 5 sdm saus tomat botolan

Bumbu :
- 1 butir bawang bombay, potong potong
- 3 siung bawang putih, geprek dan cincang halus
- 1 ruas jahe
- 7 butir bawang merah, iris tipis lalu goreng
- 5 siung bawang putih, iris tipis lalu goreng
- merica secukupnya
- garam secukupnya (aku pake 2 sdm)
- gula pasir secukupnya
- 5 sdm minyak goreng untuk menumis

Cara membuat :
  1. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam. Biarkan beberapa saat lalu cuci. Tata dalam panci presto.
  2. Blender cabe merah besar dan tomat sampai halus.
  3. Panaskan minyak, tumis bawang bombay, bawang putih, dan jahe sampai wangi.
  4. Masukkan blenderan cabe dan tomat. Tambahkan saos tomat, bawang merah dan bawang putih goreng. Aduk rata. Biarkan meletup letup. Beri garam, merica, gula. Aduk rata.
  5. Buang jahenya, lalu tuang saus ke dalam panci presto. Tambahkan air setinggi ikan. Kalau airnya kurang banyak, maka dasar pancinya akan gosong karena saosnya terlalu kental.
  6. Masak dengan presto kurang lebih 40 menit tergantung ukuran ikan dan apakah menginginkan tulang yang lunak. Maksimal 1 jam, kalau lebih dari itu daging ikan akan hancur.
  7. Setelah matang bisa langsung disajikan. Apabila akan disimpan dalam keadaan beku, bekukan ikan bersama dalam kuahnya dan simpan dalam wadah kedap udara. Ketika mau disantap kembali bisa ditumis sebentar dengan bawang putih, merah, cabe rawit utuh, daun bawang, tomat dan lain lain sesuai selera. Cicipi kalau kurang garam atau gula.
Tips : pada saat memanaskan ikan sarden, jangan terlalu banyak diaduk nanti ikannya akan hancur. Bisa juga kuah dipanaskan terlebih dahulu baru ditambahkan ikan dan masak sampai mendidih.



Ini penampakan ketika baru dibuka dari panci presto.



Ini penampakan setelah aku panaskan dan menambahkan printilan kesukaan. Cabe rawit biar wangi, daun bawang dan tomat...

KBB # 27 : Fortune Cookies




Fortune Cookie atau Kue Keberuntungan adalah sebuah kue yang tipis dan renyah, yang berisi sepotong kertas dengan kata-kata yang berisi petuah atau ramalan. Meskipun biasanya disebut sebagai kue keberuntungan Tionghoa, kue ini sesungguhnya diciptakan pertama kali di California, Amerika Serikat, dan bukan di Tiongkok.

Fortune Cookie banyak dijumpai di restoran China di Amerika. Disajikan setelah selesai makan oleh pelayan restoran sambil menyodorkan bill (rekening). Tidak hanya saat Tahun Baru Imlek, tapi sepanjang tahun. Fortune cookie adalah kue yang mungil dan renyah. Bahannya mirip bahan kue "semprong" tapi tidak gampang hancur. Mengapa diberi nama kue keberuntungan? Karena di dalam Fortune Cookie yang berukuran kecil dan teksturnya renyah ini akan ditemukan pesan `keberuntungan' yang ditulis di secarik kertas putih. Isi tulisan tersebut beragam. Ada yang isinya sekumpulan angka (siapa tahu bisa menang lotere), atau pesan-pesan asmara. Namun, kebanyakan isinya adalah petuah-petuah bijak dari negeri Tiongkok.

Menurut sejarah, Fortune Cookies berasal dari San Fransisco. Kue ini ditemukan oleh Makoto Hagiwara, keluarga asal Jepang pemilik Japanese Tea Garden di Golden Gate Park, San Fransisco, pada tahun 1909. Sempat ada orang lain yang mengklaim sebagai penemunya. Namanya David Jung; pendiri Hong Kong Noodle Company di Los Angeles. Namun, setelah melalui proses persidangan, pengadilan memutuskan bahwa Hagiwara-lah penemu yang sah.

Tak perlu terlalu serius menanggapi pesan dalam kue. Ada beberapa variasi `permainan' dalam mengonsumsi kue ini . Ada yang menganggap kue harus dimakan sampai habis agar keberuntungan terwujud, dan sebaliknya, kue tidak usah dimakan jika pesan di dalamnya tidak berisi keberuntungan. Itu bagi orang yang berpendapat bahwa pesan harus dibaca sebelum kue dimakan. Namun, ada pula yang menganggap kue harus dihabiskan dulu sebelum pesan dibaca.


Fortune Cookies


Mefet...mefet...!! udah mepet niy waktu tuk setoran KBB #27. Mbak mbak host udah pada ngelus ngelus janggut karena yang nyetor baru dikit, hihi kabuuuur.
Alhamdulillah hari ini selesai juga aku bikinnya. Bikin adonannya sih nggak begitu susah, nggak pake mixer cuman pake whisk aja. Yang susah seni melipat kertas eeh salah maksudnya melipat kukisnya. Harus dilakukan dalam keadaan panas biar masih lentur dan bagus bentuknya. Aku lihat step by stepnya di sini.

Nah, pada saat proses pembuatan...di resep kan tertulis dipanggang di oven. Batch pertama aku oven. Dituang di loyang beralaskan silpat sesendok sesendok sebanyak 4 buah. Lalu loyangnya aku goyang goyangkan supaya adonan melebar. Tapi kayaknya masih tetap tebal deh. Setelah pinggirannya menguning aku angkat dan mulai proses melipat. Harus panas panas dan dikerjakan dengan cepat nih. Waaahh kalah deh aku. Baru satu yang kelipat sempurna dan sisanya mewek alias pecah karena udah keburu kaku. Jadi aku inisiatif pake 'crepe pan' dengan api sedang. Satu-satu aja panggangnya tapi lebih mudah menurutku. Satu jadi, langsung lipat lalu tuang adonan berikutnya dan seterusnya sampai habis. Tetap dituang dengan sendok ukur lalu aku ratakan menggunakan pantat sendok ukur supaya mendapatkan hasil yang tipis. Hasilnya lumayanlah dibanding batch pertama.

Tapi sebenarnya aku belum benar benar puas. Kalo lihat teksturnya...masih kurang licin n' mulus. Masih kurang tipis juga...nggak ngerti apa karena aku nggak kocok pake mixer, kurang air, atau karena tepungnya bukan tepung serbaguna, atau karena takaran bahannya kurang akurat...*bingung*. Tapi yang terpenting aku udah ngerjakan tugas...legaaaa.

Resepnya berikut ini ya...
Fortune Cookie

Ingredients :
- 2 large egg whites
- 1/2 teaspoon pure vanilla extract (aku skip,diganti dengan vanila bubuk)
- 1/2 teaspoon pure almond extract (aku skip)
- 3 tablespoons vegetable oil
- 8 tablespoons all-purpose flour
- 1 1/2 teaspoons cornstarch
- 1/4 teaspoon salt
- 8 tablespoons granulated sugar
- 3 teaspoons water

Preparation :
  1. Write fortunes on pieces of paper that are 3 1/2 inches long and 1/2 inch wide. Preheat oven to 300 degrees Fahrenheit. Grease 2 9-X-13 inch baking sheets.
  2. In a medium bowl, lightly beat the egg white, vanilla extract, almond extract and vegetable oil until frothy, but not stiff.
  3. Sift the flour, cornstarch, salt and sugar into a separate bowl. Stir the water into the flour mixture.
  4. Add the flour into the egg white mixture and stir until you have a smooth batter. The batter should not be runny, but should drop easily off a wooden spoon. Note: if you want to dye the fortune cookies, add the food coloring at this point, stirring it into the batter. For example, I used 1/2 teaspoon green food coloring to make green fortune cookies.
  5. Place level tablespoons of batter onto the cookie sheet, spacing them at least 3 inches apart. Gently tilt the baking sheet back and forth and from side to side so that each tablespoon of batter forms into a circle 4 inches in diameter.
  6. Bake until the outer 1/2-inch of each cookie turns golden brown and they are easy to remove from the baking sheet with a spatula (14 - 15 minutes).
  7. Working quickly, remove the cookie with a spatula and flip it over in your hand. Place a fortune in the middle of a cookie. To form the fortune cookie shape, fold the cookie in half, then gently pull the edges downward over the rim of a glass, wooden spoon or the edge of a muffin tin. Place the finished cookie in the cup of the muffin tin so that it keeps its shape. Continue with the rest of the cookies
Karena cara oven aku kehabisan waktu...maksudnya baru gulung satu yang tiganya udah pada keras, akhirnya aku inisiatif pake pan crepe satu persatu.



Alhamdulillah...lulus!!

Saturday, 28 January 2012

Mie Goreng

Fried Noodle

Sarapan dulu yuuuuk...yang simpel simpel aja dan favoritnya anak-anak...'mie goreng'.
Kalau aku, suka disantap dengan taburan bawang goreng, saus sambal dan perasan jeruk nipis. Yummiiii...!!

Bahan :
- 1 bks mie telor (rendam dalam air mendidih sampai lunak, tiriskan)
- 1 ikat sawi hijau
- 2 batang daun bawang
- 1 buah wortel, potong korek api
- 100 gr udang kupas
- 100 gr daging ayam
- saus tiram
- kecap manis
- kecap ikan
- minyak wijen
- garam
- minyak untuk menumis
- air secukupnya

Bumbu halus :
- 4 siung bawang putih
- 1/2 sdt merica

Cara membuat :

  1. Panaskan minyak dalam wajan. Tumis bumbu halus sampai wangi. Masukkan ayam lalu udang. Tumis sampai ayam matang dan udang berubah warna.
  2. Tuang sedikit air (sekitar 100 cc). Masukkan wortel, sawi. Tambahkan kecap manis, kecap ikan dan saus tiram secukupnya. Bubuhi garam.
  3. Setelah sayur matang, masukkan daun bawang lalu mie. Aduk-aduk. Tambahkan minyak wijen. Aduk sampai rata dan air menyusut. Matikan api.
  4. Siap disajikan hangat.

Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread

Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...