Friday, 14 June 2013
Jumputan Nangka (Sulawesi Tengah)
Belum pernah dengar nama dan juga belum pernah icip. Tapi kalau lihat komposisi bahannya mirip barongko Makassar. Bedanya ini ada tambahan nangka dan jagungnya. Bikin penasaran gimana rasanya. Nyambung nggak ketiga bahan ini disatukan *sambil membayangkan rasanya bakalan aneh*
Eh tapi setelah aku coba...enaaaaak sodara sodara...nggak aneh sama sekali bahkan gabungan ketiga bahan ini sangat harmonis disatukan. Betul...rasanya tidak ada yang menonjol tapi kalau dimakan kita bisa rasakan ada wangi nangka, jagung dan pisang di dalamnya. Teksturnya lembut, tidak padat sama sekali. Unik deh...! Karena nggak ada gula merah aku pake gula pasir. Pisangnya juga diganti pisang raja karena di rumah adanya cuman itu. Dan kayaknya punyaku agak lembek dikit karena kelebihan santan. Aku bikin separuh resep tapi santannya lupa dibagi dua. Di bawah ini resep asli dari Majalah Sedap 2006 ya...
Cilok (Jawa Barat)
Sejujurnya aku sama sekali belum pernah mencicipi yang namanya cilok ini. Wajar saja karena ini adalah jajanan tradisional dari daerah Jawa Barat. Sedangkan aku tinggal di pelosok Sulawesi Selatan. Walaupun di tempatku banyak juga orang Jawa Barat tapi kayaknya ini bukan termasuk jajanan yang sering disuguhkan kalau ada acara. Nah beberapa hari ini ramai teman teman pada posting cilok bikin aku penasaran. Cari-cari, ketemu resep Mbak Pepy Indonesia Eats. Dan kayaknya menarik karena ada tambahan ebinya. Artinya lebih kaya rasa dong dibanding cilok yang plain. Tapi di rumah adanya rebon kering. Memang di sini nggak pernah nemu yang namanya ebi. Aku pakai itu aja sebagai penggantinya. Aku yakin rasanya nggak jauh beda. Cuman kayaknya aku kebanyakan daun bawang prei dan seledrinya deh. Warnanya jadi nggak putih tapi bersemu hijau...
Setelah jadi aku icip...rasanya enak. Wangi bumbu dan sedikit aroma ebi. Tapi teksturnya chewy banget ya. Jadi susah kunyahnya menurutku (pengaruh pake behel niy). Mungkin akunya aja yang belum terbiasa. Tapi anak anak menikmati walaupun juga tetap komen kalau ciloknya liat banget, hehe. Kayaknya aku bikin pentolnya kebesaran jadi ngunyahnya juga lama baru bisa habis. Yang penting udah tau gimana rasanya. Jadi kalau ada yang ngomomgin cilok lagi aku dah kebayang.
Resep ciloknya silahkan lihat di Indonesia Eats. Bikinnya setengah resep aja karena first try. Saus kacangnya aku racik sendiri karena resepnya mbak Pepy Nggak mau kebuka. Yang penting dah ada gambaran bahan yang digunakan yaitu kacang, bawang putih, kemiri, cabe, gula merah, air panas dan cuka. Aku masak dengan api kecil sampai keluar minyaknya. Mlekok lah pokoknya. Uendaaang bambang gurindang !!
Thursday, 13 June 2013
Telur Gabus
Hari ini anak anak libur karena anak kelas 6 persiapan gladi resik tuk wisuda. Mereka bete di dalam rumah. Setelah hujan berhenti langsung keluar dan main di halaman. Tapi aku tau apa yang akan terjadi...mereka sengaja cari genangan air dan main sepeda di atasnya supaya airnya nyembur nyembur ke badan. Sambil teriak teriak kegirangan. Nggak masalah sebenarnya sih ya...namanya juga anak laki. Tapi Hanif itu punya masalah alergi. Kalau keciprat air kotor langsung spontan gatal gatal. Muncul bintik bintik berisi air di bagian kakinya terutama di telapak kakinya. Nah, itu yang aku hindari.
Supaya nggak bosan, aku ajak mereka masuk dan kita bikin satu resep kue yang lumayan seru. Telur gabus. Tapi karena kita bikinnya bertiga...jadi lumayanlah tanganku nggak terlalu keriting, hihi ^^
Sunday, 9 June 2013
Klappertaart (versi kering)
Kemarin aku beli kelapa muda. Langsung deh anak anak minta dibikinkan klappertaart. Memang sih sudah lumayan lama aku ngga buat dan rasanya kangen juga. Aku bikin dua versi. Versi custard ala wilton dan versi padat/kering. Nah yang aku posting kali ini versi padatnya karena memang aku belum pernah bikin. Setelah cari cari aku tertarik sama klappertaartnya Mbak Endang. Judulnya aja klappertaart original Menado. Apalagi yang punya resepnya Mbak Ellen Antheunis yang kalau nggak salah memang orang Menado. Ya segeralah aku pilih resep ini tuk dipraktekkan.
Untuk rasa...kedua duanya enak dengan keunggulan masing masing. Kalau versi custard tentu saja lembut membelai lidah dan rich karena menggunakan susu dan banyak telur. Anak anak lebih suka dimakan hangat sambil disendokin. Nah, versi potong ini juga enak. Ngga terlalu manis dan mild rasanya. Teksturnya padat tapi nggak keras. Bagusnya versi ini bisa dipotong potong serta gampang dihidangkan. Cuma kurang seru rasanya kalau makan klappertaart tanpa aroma kayu manis. Jadi aku taburilah atasnya dengan campuran gula bubuk dan kayu manis. Nah kalau yang kedua aku dan hubby suka. Yang jelas dua duanya enak.
Monday, 3 June 2013
Cake Labu
Cake labu ini sudah pernah aku posting sebelumnya. Tapi karena hari ini aku bikin dengan tambahan topping jadi aku posting lagi. Aku skip emulsifiernya tp tetep pakai baking powder. Taburan aku tambahkan kenari dan kismis...benar benar melengkapi rasa manis dari labu. Supaya tidak tenggelam ke dasar loyang, taburi kenari dan kismis dengan sedikit terigu dan susu bubuk. Hmmm wangi pokoknya.Tekstur kue moist karena ada labunya. Cenderung perpaduan antara butter cake dan kue lumpur. Lho kok?? iya benar...sebenarnya ini termasuk cake, tapi karena di dalamnya mengandung labu yang agak banyak jadi hasilnya sedikit dense gitu deh, pokoknya harus dicoba supaya tau rasanya. Yang jelas selain pumpkin bread, ini adalah kue favoritku.
Untuk kue ini labunya aku panggang untuk mengurangi kandungan airnya. Jadi labu aku panggang dalam loyang yang ditutup alumunium foil sampai masak. Tandanya apabila ditusuk dengan tusuk sate, tembus sampai ke bawah dengan mudah. Panas panas langsung dihaluskan ya supaya nggak bergerindil.
Zebra Kukus Putih Telur
Masih dalam rangka menghabiskan stok putih telur, hari ini aku bikin zebra kukus putih telur. Pertama kali lihat di blognya Kak Rima Bisous A Toi langsung jatuh hati. Motifnya cantik sekali. Eh ternyata resepnya dari Majalah Sedap Pemula dan aku punya majalahnya. Cuma nggak pernah perhatikan saking banyaknya buku Sedapku, hehe ^^
Saturday, 1 June 2013
Mainan Jadul...
Beberapa minggu belakangan ini adikku yang laki laki sering mampir di rumah buat ngajakin anak anak main. Kadang diajak berenang, jalan jalan, dan kadang juga dibuatkan mainan mainan jadul. Katanya supaya mereka bisa merasakan gimana asyiknya mainan jaman kita kecil dulu.
Main Layangan
Sebenarnya sih ini bukan mainan jadul. Jaman sekarang juga masih ada tapi anak anak sudah jarang memainkannya. Mungkin karena nggak ada tempat luas buat main apalagi buat yang tinggal di kota besar. Nah karena kami tinggal di desa...maka ruangan bermain untuk anak anak lumayan luas. Kemarin sore Iyut dan Hanif diajak omnya main layangan di dekat rumah. Cari lokasi yang nggak banyak tiang listriknya. Asyik juga walaupun layangannya kecil.
Jaman dulu aku kecil, layangan dibuat sendiri. Ukurannya besar dengan ekor yang panjang serta dari kertas minyak warna warni. Pokoknya seru. Cari bambu sendiri, motongin bilah bambu, nyambung bambu dengan benang, sampai membentuk layangannya juga semuanya sendiri. Kreatifitasnya diasah. Begitupun sosialisasinya. Kami main rame rame sama teman atau tetangga. Supaya tambah seru benangnya diberi serpihan balon lampu yang diancurin sampai halus lalu dioles ke benang menggunakan putih telur atau bisa juga disebut benang galas. Nah kalau beradu dengan layangan lain, putuslah benang mereka...hahaha kejam juga ya ternyata. Kalau putuspun semua segera berlarian mengejar sampai kemanapun.
waduuuuh, nggak ada anginnya om...layangnya mutar mutar aja di atas kepalaku hihihi
Lihat mimiknya, beneran cape kalau ini mah...cape lari lari ngejar angin hihi
Ini lagi pasang benangnya...sama om Hendra dan tante Hera cantik...
Main Lappo' Lappo'
Mainan yang satu ini nggak kalah serunya. Kedengaran aneh ya namanya. Tapi ini memang bahasa Makassar. Artinya meletus atau meledak. Kenapa dinamakan demikian? karena ketika disodok...peluru koran yang ada di dalam keluar sambil bersuara keras seperti letusan. Terbuat dari 2 potong batang bambu kecil. Yang satu bagian digunakan untuk menyodok. Diisi koran basah yang dibentuk bulat kecil panjang seperti peluru. Pelurunya 2 biji. Ketika akan dimasukkan dipipihkan dulu diujung lappo'nya lalu ditusuk dengan penyodoknya. Ketika disodok...peluru kedua mendorong peluru pertama keluar dan menciptakan bunyi letusan itu.
Mainnya seru kalau rame rame. Namanya perang lappo' lappo'. Jadi ada dua kelompok. Mereka saling menyerang dengan mainan ini. Kalaupun terkena tidak mengapa...karena walaupun suaranya dashyat kalau mengenai objeknya akan berubah jadi pipih dan lembek. Walaupun begitu tetap harus berhati hati.
Minggu lalu mereka dapat dari omnya. Dibuat sendiri sama om Hendra. Segeralah mereka loncat loncat kegirangan. Secara belum pernah main dan lihat sebelumnya. Sebelum bermain diajar dulu dan dikasih tips sama om gimana cara main yang benar dan aman.
Kalau nggak main di luar mereka main di dalam rumah. Tapi emaknya harus siap siap peluru koran berhamburan dimana mana...
hadeeeeew...dinding kamar ibu penuh dengan peluru koran...
Kalau ini sih jaman kecil juga sudah ada. Tapi barusan nemu lagi kemarin di pasar. Langsung deh beraksi. Nggak susah mainnya tapi butuh kesabaran. Beda dengan balon karet yang biasa, balon ini butuh ketelitian. Kalau meniup terburu buru bakalan banyak yang bocor. Jadi harus pelan pelan sambil mata memperhatikan kalau ada yang bocor langsung ditambal. Asyiiiik...
Iyutnya pusing...balonnya kempes terus...
Coconut Custard Buns & Plaited Coconut Bread
Assalamualaikum. Selamat Hari Raya Qurban teman teman, semoga amal ibadah dan qurban kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ...
-
Hari ini bete di rumah nggak ada camilan. Males keluar keluar juga...akhirnya aku cek bahan yang ada di rumah dan mulai cari rese...
-
Roti asin? roti yang rasanya asin? haha enggak lah...maksudnya, ya roti yang bukan roti manis alias gurih. Kalau roti manis kan yang ...
-
Naaaaah...akhirnya resep yang udah lama kucari ketemu juga di blognya temenku Bunda Echi alias Yessi. Resep ini aslinya pemberian temanku...

























