Bahan kuah :- 1/2 ekor ayam kampung, potong-potong- 200 gr udang, buang kulit, sisakan ekor- 2 batang sereh, geprek- 4 lembar bunga kecombrang- 1000 ml santan dari 1/2 butir kelapa (kalau suka kental tambahkan santan kentalnya)- 4 sdm minyak untuk menumis bumbu
Bumbu (haluskan):- 2 buah cabe merah- 10 butir bawang merah- 4 siung bawang putih- 1 sdm ebi rendam air panas, tiriskan- 1/2 sdt terasi- 2 cm kunyit- 4 butir kemiri, sangrai- 2 cm lengkuas- 1 cm jahe- garam secukupnya- gula pasir secukupnyaBahan pelengkap :- bakso ikan- tauge, buang akar- tahu goreng- bawang goreng- bihun, masak dan tiriskan (aku pake bihun jagung)Cara membuat :- Tumis bumbu halus, sereh dan bunga kecombrang hingga wangi. Masukkan ayam, lalu santan. Masak sampai ayam lunak dengan api kecil (aku pakai presto supaya ayam lunak dan kuahnya tidak berkurang).
- Setelah ayam lunak, masukkan udang, tahu dan bakso ikan. Masak sebentar saja sampai udang matang.
- Susun bihun di dalam mangkok, tambahkan bahan pelengkap lainnya. Siram dengan kuah santan beserta ayamnya (bisa disuwir-suwir atau dipotong tipis).
- Siap dihidangkan panas-panas dengan perasan jeruk nipis dan sambal.
Gak tau juga ya...kenapa jajan yang satu ini dinamakan bika ambon. Padahal bukan berasal dari Ambon. Malahan banyak beredar di Pulau Jawa dan Medan...hehe...wes lah, yang penting enyaaak...
Hari ini pingin coba bika yang rasa lain. Aku dah beberapa kali bikin yang biasa. Nah kali ini sebagian adonan kutambahkan greentea bubuk, kali-kali aja rasanya dashyat....hehe
Bahan biang :- 100 gr tepung terigu protein sedang- 125 ml air- 1 bungkus ragi instan (aku pake 3/4 aja) Bahan :- 300 ml santan dari 1 butir kelapa- 1/2 sendok teh kunyit bubuk- 15 lmbr daun jeruk purut, robek-robek- 2 batang serai, memarkan- 2 lmbr daun pandan- 1 sdt garam- 300 gr gula pasir- 225 tepung sagu tani- 25 gr tepung ketan- 7 butir telurCara membuat :- Aduk rata bahan biang. Diamkan 15 menit
- Rebus santan, kunyit bubuk, daun jeruk, serai, daun pandan, garam, dan gula pasir sambil diaduk-aduk sampai mendidih. Saring, ukur 450 ml.
- Campur tepung sagu tani, tepung ketan dan biang. Uleni dengan mixer spiral sampai rata.
- Tambahkan telur satu-persatu sambil diuleni rata menggunakan baling-baling spiral.
- Masukkan rebusan santan hangat sedikit-sedikit sambil dikocok perlahan dengan baling-baling mixer telur selama 15 menit (aku cuma sekitar 10 menit). Diamkan selama 2 jam (aku cuma 1 jam)
- Panaskan cetakan kue lumpur yang sudah dioles minyak sedikit sekali dengan panas agak tinggi.
- Tuang adonan setinggi 3/4 cetakan. Kecilkan api. Biarkan sampai berlubang-lubang. Tutup dan biarkan sampai matang.
Ternyata walaupun ada aroma teh hijaunya masih tetap lebih kuat aroma daun-daunannya (daun jeruk, sereh, daun pandan). Tapi gak tau kenapa ya...rasa bika ambon itu gak sama sekali rasa daun jeruk and sereh. Kan aneh tuh kalo kue rasanya gitu. Yang ada wanginya beda but perpaduan dari ketiga daun itu ... enaaaaak deh. Pokoke khas bika ambon laah...Tapi tuk yang greentea aku coba pake cetakan mini or poffertjes. Cantik juga tuh...lihat deh malah jadi bahan mainan si Hanif....
Source : dimodifikasi dari Majalah Sedap
Ini juga salah satu resep jajanan Sulawesi Selatan. Agak mirip-mirip kolak tapi kuahnya lebih kental dan menggunakan gula pasir. Enak disantap panas ataupun dingin seperti pisang ijo.Resepnya aku gak tulis detail jumlah bahannya karena bikinnya pake perasaan aja...hehe...gak nimbang lagi. Oh iya cara buatnya ada 2 macam. Bisa langsung dicampur semua dan dimasak sekaligus, atau bisa juga seperti pisang ijo. Kuah dimasak tersendiri, begitu juga pisangnya. Jadi kalo mau dimakan baru dicampur. Lebih nikmat dengan serutan es dan sirup merah....
Bahan :- pisang kepok yang matang tapi tidak lembek- santan kental dari satu butir kelapa- gula pasir- garam sedikit- daun pandan- tepung terigu secukupnya untuk mengentalkan sausCara buat :- Campur pisang yang sudah dipotong-potong dengan santan, gula, daun pandan dan garam. Tambahkan tepung terigu yang sudah dikentalkan dengan sedikit santan.
- Masak di atas api sedang sampai mendidih sambil sesekali diaduk agar tidak gosong bawahnya.
- Siap disantap panas maupun dingin.
Dalam rangka memeriahkan 'Bangket Week' nya NCC aku juga ikutan nyetor yaa...Setelah ngobrak-abrik resep akhirnya pilihanku jatuh ke resepnya Mbak Nadrah Shahab yaitu bangket kelapa. Pertamanya sih pingin cari resep bangket dari daerah sendiri. Memang dah sering makan tapi kok ternyata susaaaah amat cari resepnya. Kalo di Sulawesi sih namanya 'Bagea'. Sama terbuat dari sagu juga, malahan ada yang dari sagu asli alias sagu basah...hehe. Pake kelapa juga dan kadang ditambah kayu manis. Tapi karena tanya sana sini gak ketemu resep yang pas...akhirnya aku cari resep yang paling mirip aja yaitu resepnya Mbak Nadrah.Tekstur kuenya pas masih belum jadi sih seperti kue kering pada umumnya. Mungkin karena adonannya memakai telur jadi gak terlalu susah/ngeprul seperti resep temen-temen yang tidak menggunakan telur. Alhamdulillah prosesnya pembuatannya cepat selesai karena aku pake sistim giling cetak. Resep Mbak Nadrah kumodif dikit. Karena aku penggemar spekuk, jadi resep yang aslinya menggunakan gula pasir kuganti menjadi gula merah. Menurutku lebih klop...hehehe..Ternyata bener...pas dah jadi...hmmm enaknya. Apalagi buat temen minum teh. Paduan kelapa, gula merah dan spekuk ternya pas banget. Apalagi spekuknya buatan sendiri...hehe narcis deh. Kalo di resep aslinya pake cengkih, pala, dan kayu manis. Kalo aku menambahkan kapulaga dikit. Biar tambah mantaaafff... Nah ini dia resep aslinya Mbak Nadrah. Aku cuman bikin 1/3 resep tapi jadinya lumayan banyak.
Bahan:- 250 gr terigu di sangrai- 750 gr sagu disangrai- 8 butir telur- 450 gr gula (aku pake gula merah)- 2 butir kelapa sedang, parut dan sangrai sampai kuning (aku blender)- 100 gr margarine- 1 sdt soda kue- 1/2 sdt garam- 3 sdt kayu manis- 3 sdt pala- 1 sdt cengkihCara membuat :- Kocok telur dan mentega sampai kental, lalu tambahkan gula, soda kue dan garam.
- Masukkan kelapa. Aduk rata. Masukkan terigu, sagu dan rempah, aduk.
- Giling dengan ketebalan sekitar 0,75 cm. Cetak menggunakan cookie cutter. Susun di talam beroles margarin.
- Panggang dengan panas oven 140 C sekitar 15 menit.
- Angkat, dinginkan dan simpan dalam wadah tertutup rapat.
Makasih buat Mbak Nadrah ya...aku akan coba resep versi yang lain juga...
Ngga kusangka...ternyata membuat kue mangkok ini simpel dan cepat sekali. Aku lagi baca-baca buku resep eeeh ketemu resep kue mangkok. Cek bahan...hhmm ada semua tuh di kulkas. Langsung deh wes...wes...wes...bergerak, n' within 1 hour dah matang semua. Alhamdulillah mekar semua. Dan pas dicoba enak deh...tapi kok masih pernah ketemu yang lebih enak ya..hehehe... mungkin...mungkin lho ya resep yang satu lagi pake soda. Insya Allah deh lain kali praktek lagi air kelapa mudanya diganti soda manis...nyam nyam nyam. Oh iya... karena aku gak punya cetakan cucing...aku memberdayakan yang ada aja...hehe iseeeng deeh. Aku pake cetakan pie/muffin mini alumunium diameter 4 cm. Alhamdulillah gak lengket tanpa olesan minyak, tapi harus hati-hati ngeluarinnya. Tapi karena takut jadinya kebanyakan aku bikin setengah resep aja. Lumayaaaan...ada 18 biji jadinya. Imut n' enaaak deh.Bahan :- 300 gr tepung beras- 75 gr tepung terigu protein sedang- 200 gr tape singkong- 200 ml air kelapa- 225 gula pasir- 1/2 sdt garam- 300 ml santan hangat dari 1/4 butir kelapa- 1 sdt baking powder- 3 tetes pewarna makanan merah mudaCara membuat :- Panaskan terlebih dahulu kukusan dan cetakan cucing di dalam kukusan.
- Campur tepung beras, tepung terigu, dan tape singkong. Uleni rata. Tuang air kelapa sedikit-sedikit sambil diuleni sampai lembut.
- Masukkan gula pasir sedikit-sedikit sambil diuleni sampai gula larut. Tambahkan garam. Aduk rata.
- Tuang santan hangat sedikit-sedikit sambil dikocok dengan kecepatan rendah 15 menit (aku cuman 10 menit). Masukkan baking powder. Aduk rata.
- Beri pewarna merah muda atau sesuai selera. Tuang di cetakan tanpa dioles minyak sampai penuh.
- Kukus selama 20 menit dengan api besar sampai matang (aku cuman 10 menit dah matang karena cetakannya mini).
Source : dimodifikasi dari buku 'Kue Tradisional Modern' oleh Sedap.
Ngga tau kenapa ya...sekarang aku lagi semangat-semangatnya bikin kue tradisional. Memang sih kemarin kemarin si Masku udah komplain. Jangan terlalu sering bikin kue yang bikin kolesterol naik...hihihi...jadinya yaaaa beralih ke selera nusantara deh. But kalo kue tradisional tapi bersantan kan sama aja yaaaaak...? but setidaknya mengurangi margarin,krim/susu, kuning telur, dan yang pasti gak pake bahan tambahan kimianya kan? Nah today aku buat lumpia basah. Kenapa lumpia basah? kenapa gak lumpia goreng? Memang sih lumpia goreng enak, gurih, garing... huuu kecintaan suamiku banget. But tuk pelaku diet sama sekali gak membantu. Dan...lumpia basah juga gak kalah enaknya kok... tergantung isiannya juga kalleee...and sudah pasti sausnya. Lumpia yang kubikin ini alhamdulillah bisa jadi tipis deh kulitnya. Mungkin juga karena pake pan crepe ya...pokoke gak kayak kue dadar gulung...jadiiii yuuuk mari dicoba...tuk kulit dan sausnya aku ambil dari resepnya Bu Sisca Soewitomo. Tapi isiannya modifikasi aku sendiri.Bahan (campur semua, buat dadar):- 100 gr tepung terigu- 50 gr tepung beras- 1 butir telur- 350 ml air (kalo mau tipis sekali bisa ditambahkan air sedikit)- 1/2 sdt garam- 1-2 sdm minyak gorengIsi :- 200 gr rebung (masak dulu dan tiriskan, iris halus)- 2 buah wortel, parut kasar- 2 buah jamur shiitake cincang (bisa gak pake)- 3 sdm udang rebon, rendam air panas, tiriskan- 2 batang daun bawang- 1/2 sdt gula pasir- 1 sdt kecap asin- 1 sdt saos tiram- 1 sdt kecap manis- 2 sdm minyak untuk menumisBumbu halus :- 4 biji bawang merah- 3 siung bawang putih- 1/2 sdt merica - garam secukupnyaSaus (haluskan dan masak semua bahan): - 4 sdm tauco
- 2 siung bawang putih
- 1 sdm saos tomat
- 2 sdt gula pasir
- 2 sdn saos lombok
- 1/2 sdt garam
- 1 sdm kecap manis
- 1/4 sendok teh cuka - 150 ml air + 2 sdm maizena
Cara membuat :
- Isi : tumis bumbu halus sampai wangi, masukkan rebon, rebung, jamur dan wortel. Aduk rata. Tambahkan 2 sdm air (tidak perlu terlalu banyak karena rebung juga mengandung air). Tambahkan gula, kecap manis, kecap asin, dan saos tiram. Aduk rata. Masukkan daun bawang. Masak sampai matang dan air habis.
- Penyelesaian : ambil satu lembar kulit, beri isi. Lipat kedua sisinya, lalu gulung. Sajikan selagi hangat bersama sausnya.
Source : resep kulit lumpia dimodifikasi dari buku 'Kue Gurih Favorit' oleh Sisca Soewitomo.
Songkolo bandang ini adalah jajanan tradisional Sulawesi Selatan. Banyak serupa dengan resep dari daerah lain...tapi berbeda namanya. Bahannya simpel dan cara bikinnya gampang. Nah resepnya di bawah ini...Bahan :- 1/2 kg singkong kupas, parut
- 1 sdm gula pasir
- sedikit garam
- kesumba hijau (atau sesuai selera)
- kelapa parut yang sudah dibubuhi garam dibungkus daun pisang lalu kukus
- pisang raja untuk isian
- daun pisang
Cara membuat :
- Siapkan kukusan. Beri olesan minyak sedikit pada daun pisang untuk alas kukusan.
- Setelah parutan singkong diberi sedikit gula dan garam, beri sedikit pewarna makanan.
- Ambil sepotong pisang raja dan bingkus dengan adonan ubi. Letakkan di atas daun pisang.
- Kukus selama kurang lebih 10-15 menit. Hangat-hangat gulingkan di dalam kelapa parut.
- Siap disajikan dengan taburan gula pasir.

Bahan :- 1 kg iga sapi- 1 buah bawang bombay- 3 siung bawang putih, haluskan- 2 ruas jari jahe, haluskan- 2 sdm saus lombok- 2 sdm saus tomat- 1 sdm saus tiram- 2 sdm gula palem- 5 sdm madu- 1 sdt merica hitam, tumbuk kasar- garam secukupnya- 2 sdm margarin untuk menumisCara membuat :- Masak/presto tulang iga dan sedikit garam hingga empuk.
- Panaskan margarin di wajan. Tumis bawang putih, jahe dan bawang bombay hingga harum. Masukkan saos tomat, saos lombok, saos tiram. Aduk rata. Tambahkan air sedikit.
- Masukkan garam, gula palem, merica hitam, dan madu. Masukkan tulang iga. Masak sampai bumbu meresap dan airnya habis.
- Bakar di atas bara atau dioven sambil dioles sisa bumbu sampai wangi. Siap dihidangkan.
Tips : saos tomat, saos lombok, dan saos tiram bisa diganti dengan saus BBQ
Bahan :- 1 kg iga sapi- 2 buah wortel- 2 buah kentang- 200 gr kacang merah (rendam semalaman)- 1 batang daun bawang- 2 lembar seledri- 3 butir cengkeh- 1 butir pala,
belah- 1 liter air- 1 sdt kaldu sapi bubuk- 2 buah tomat
Bumbu halus :- 2 butir bawang merah- 3 siung bawang putih- 1/2 sdt merica- garam secukupnyaCara membuat :- Masak iga sapi dengan sedikit garam sampai agak empuk. Bisa juga menggunakan presto.
- Setelah setengah empuk, masukkan kacang merah dan bumbu halus yang telah ditumis. Masak sampai daging dan kacang merah empuk.
- Masukkan kentang dan wortel serta pala dan cengkeh. Tambahkan kaldu bubuk. Masak sampai semuanya matang.
- Terakhir masukkan irisan seledri dan daun bawang. Matikan api. Siap dihidangkan dengan irisan tomat dan taburan bawang goreng.
Bahan : - 250 gr tepung beras- 3 sdm gula putih- 1 sdt garam- 500 ml santan dari satu butir kelapa- 100 gr tepung sagu- 1 sdm minyak untuk mengoles daun pisang- pewarna merah secukupnya- pewarna hijau secukupnyaBahan saus (masak semua bahan sampai mendidih) :- 200 gr gula merah, disisir halus- 2 sdm gula pasir- 500 ml santan dari 1 butir kelapa- 1 lembar daun pandan- 5 mata nangka, potong-potong kecilCara membuat :- Campur tepung beras, gula, garam, dan santan, aduk rata. Masak di atas api kecil sambil diaduk hingga menggumpal. Angkat. Tambahkan tepung sagu, uleni hingga tercampur rata.
- Bagi adonan menjadi 3 bagian. Satu bagian diberi pewarna merah, satu bagian diberi pewarna hijau, dan satu bagian dibiarkan putih. Tutup adonan agar tidak kering.
- Masukkan adonan secukupnya ke dalam cetakan putu mayang. Tekan sambil ditampung di atas daun pisang yang sudah diolesi minyak. Kukus selama 20 menit sejak air mendidih. Angkat. Sajikan bersama sausnya.
Source : dimodifikasi dari buku 'Aneka Jajan Pasar Populer' oleh Tim Dapur DeMedia.
Bahan :
- 1 ekor ikan kakap ukuran besar
- jeruk nipis
- garam- 200 gr maizena
- 100 gr terigu- 1/2 sdt bawang putih bubuk- garam
- merica
Bahan pencelup :
- telur dari kulkasSaus asam manis :
- 1/2 buah bawang bombay, potong memanjang
- 100 gr nanas matang
- 1 buah wortel, potong korek api
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 1/2 buah paprika
- 5 sdm saus tomat
- 1 1/2 sdm muncung maizena campur dengan 200 ml air
- 1 sdt gula pasir
- 1/4 sdt merica bubuk- 1/2 sdt cuka- garam secukupnya
- 3 sdm margarin untuk menumis
Cara membuat :- Fillet ikan kakap, lalu potong-potong daging filet tadi. Bubuhi sedikit garam dan air jeruk nipis.
- Gulingkan ikan dalam campuran tepung lalu celupkan ke kocokan telur lalu gulingkan lagi di tepung lalu goreng sampai garing. Sisihkan.
- Panaskan margarin, lalu tumis bawang bombay, bawang putih sampai harum. Masukkan wortel. Aduk sampai layu.
- Tuang saus tomat. Tambahkan garam, gula, merica. Beri campuran air dan maizena. Aduk sampai mendidih dan kental. Tambahkan paprika, nanas dan cuka. Masak sebentar. Matikan api.
- Tuang saus di atas ikan yang sudah ditata. Sajikan hangat.
Berhubung ada permintaan dari si bungsuku tuk dibuatin kepiting kari, and kebetulan masih ada kepiting segar dari pasar tadi...nah waktunya tuk beraksi di dapur. Tapi spesial ordernya....'yang gak pedes ya bu...' hehehe...bereeeeesssss sayang... jadi tuk resep di bawah ini aku cuman menggunakan 1 buah cabe besar. Kalo suka selera pedas tinggal tambahkan cabenya ya...Bahan :- 5 ekor kepiting segar, bersihkan, memarkan cangkangnya- 1 ltr santan dari 1 butir kelapa - 2 lembar daun salam- 5 lembar daun jeruk purut- 1 sdm air asam jawa- 1 sdt gula pasir- 3 sdm minyak untuk menumis
Bumbu halus :- 1 buah cabai merah- 8 butir bawang merah- 3 siung bawang putih- 2 butir kemiri, sangrai- 2 cm jahe- 1 cm lengkuas- 1 batang sereh, ambil bagian putihnya- 2 cm kunyit, bakar- 1 sdt ketumbar, sangrai- 1/4 sdt jintan- garam secukupnya
Cara membuat :- Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam, dan daun jeruk hingga harum dan matang.
- Masukkan kepiting, aduk hingga berubah warna.
- Tuangi santan, didihkan. Masak dengan api kecil hingga santan mengental.
- Tambahkan gula pasir dan air asam, aduk rata. Masak hingga semua bahan matang, angkat.
- Sajikan hangat.
Bahan :- 200 gr daging kepiting- 100 gr jamur kancing- 2 buah jagung manis, pipil- 1/2 buah bawang bombay, cincang halus- 2 cm jahe, geprek- 1/2 sdt gula pasir- 2 sdm kecap ikan- minyak wijen- 1 liter air kaldu ayam- 1 sdm maizena, larutkan dgn 2 sdm air- 1 batang daun bawang- 1 butir telur, kocok lepas- 2 sdm minyak Bumbu halus :- 3 siung bawang putih- 1/2 sdt merica- 1 sdt garamCara membuat :- Masak jagung bersama kaldu ayam hingga lunak.
- Tumis bawang bombay sampai harum, masukkan bumbu halus, aduk rata. Sisihkan.
- Masukkan daging kepiting,jamur dan jahe, ke dalam rebusan jagung, tambahkan bumbu halus.
- Masak sampai matang. Tambahkan kecap ikan dan gula pasir. Tuangi larutan maizena, aduk sampai mendidih dan kental.
- Tambahkan minyak wijen dan daun bawang. Matikan api. Tuangi kocokan telur sedikit demi sedikit agar terbentuk serabut halus. Sup siap dihidangkan panas-panas.
Bahan :- 2 buah alpukat- 10 biji nangka- 1 buah kelapa muda, keruk isinya- 1/2 bungkus agar-agar dimasak dengan 350 ml air- sagu mutiara secukupnya, rebus- susu kental manis- sirup merah- es serutCara membuat :- Susun potongan alpukat, nangka, kelapa muda, agar-agar, sagu mutiara dalam mangkuk atau gelas.
- Tambahkan es serut. Tuangi susu kental manis dan siram dengan sirup merah.
- Siap disajikan dingin.
Tips : Bila menginginkan es yang lebih gurih bisa ditambahkan air santan yang telah dimasak terlebih dahulu.