Sabtu, 01 Juni 2013

Mainan Jadul...

 

Beberapa minggu belakangan ini adikku yang laki laki sering mampir di rumah buat ngajakin anak anak main. Kadang diajak berenang, jalan jalan, dan kadang juga dibuatkan mainan mainan jadul. Katanya supaya mereka bisa merasakan gimana asyiknya mainan jaman kita kecil dulu.

Main Layangan

Sebenarnya sih ini bukan mainan jadul. Jaman sekarang juga masih ada tapi anak anak sudah jarang memainkannya. Mungkin karena nggak ada tempat luas buat main apalagi buat yang tinggal di kota besar. Nah karena kami tinggal di desa...maka ruangan bermain untuk anak anak lumayan luas. Kemarin sore Iyut dan Hanif diajak omnya main layangan di dekat rumah. Cari lokasi yang nggak banyak tiang listriknya. Asyik juga walaupun layangannya kecil. 

Jaman dulu aku kecil, layangan dibuat sendiri. Ukurannya besar dengan ekor yang panjang serta dari kertas minyak warna warni. Pokoknya seru. Cari bambu sendiri, motongin bilah bambu, nyambung bambu dengan benang, sampai membentuk layangannya juga semuanya sendiri. Kreatifitasnya diasah. Begitupun sosialisasinya. Kami main rame rame sama teman atau tetangga. Supaya tambah seru benangnya diberi serpihan balon lampu yang diancurin sampai halus lalu dioles ke benang menggunakan putih telur atau bisa juga disebut benang galas. Nah kalau beradu dengan layangan lain, putuslah benang mereka...hahaha kejam juga ya ternyata. Kalau putuspun semua segera berlarian mengejar sampai kemanapun.



waduuuuh, nggak ada anginnya om...layangnya mutar mutar aja di atas kepalaku hihihi



Lihat mimiknya, beneran cape kalau ini mah...cape lari lari ngejar angin hihi



Ini lagi pasang benangnya...sama om Hendra dan tante Hera cantik...


 Main Lappo' Lappo'


Mainan yang satu ini nggak kalah serunya. Kedengaran aneh ya namanya. Tapi ini memang bahasa Makassar. Artinya meletus atau meledak. Kenapa dinamakan demikian? karena ketika disodok...peluru koran yang ada di dalam keluar sambil bersuara keras seperti letusan. Terbuat dari 2 potong batang bambu kecil. Yang satu bagian digunakan untuk menyodok. Diisi koran basah yang dibentuk bulat kecil panjang seperti peluru. Pelurunya 2 biji. Ketika akan dimasukkan dipipihkan dulu diujung lappo'nya lalu ditusuk dengan penyodoknya. Ketika disodok...peluru kedua mendorong peluru pertama keluar dan menciptakan bunyi letusan itu.


Mainnya seru kalau rame rame. Namanya perang lappo' lappo'. Jadi ada dua kelompok. Mereka saling menyerang dengan mainan ini. Kalaupun terkena tidak mengapa...karena walaupun suaranya dashyat kalau mengenai objeknya akan berubah jadi pipih dan lembek. Walaupun begitu tetap harus berhati hati.


Minggu lalu mereka dapat dari omnya. Dibuat sendiri sama om Hendra.  Segeralah mereka loncat loncat kegirangan. Secara belum pernah main dan lihat sebelumnya. Sebelum bermain diajar dulu dan dikasih tips sama om gimana cara main yang benar dan aman.







 

Kalau nggak main di luar mereka main di dalam rumah. Tapi emaknya harus siap siap peluru koran berhamburan dimana mana...








hadeeeeew...dinding kamar ibu penuh dengan peluru koran...



Balon Balon



Kalau ini sih jaman kecil juga sudah ada. Tapi barusan nemu lagi kemarin di pasar. Langsung deh beraksi. Nggak susah mainnya tapi butuh kesabaran. Beda dengan balon karet yang biasa, balon ini butuh ketelitian. Kalau meniup terburu buru bakalan banyak yang bocor. Jadi harus pelan pelan sambil mata memperhatikan kalau ada yang bocor langsung ditambal. Asyiiiik...





 Iyutnya pusing...balonnya kempes terus...


 

6 komentar:

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum mbak hesti..
Waa.. Jadi ingat yg baloon tiup itu. Kalo berhasil ditiup mpe besar gitu suka diletup2in pake mulut.. Jd bunyi tup2 gt.. Mpe balonnya kecil.. -rani-

Anonim mengatakan...

Waahh.... jadi ngingetin aQ am masa kecil nih,,emg seru apalgi kalo mainx rame2 am tmen or family...8-) ^_^ hi.hii.hi,,,

Anis mengatakan...

Lappo Lappo... waktu daku kecil entah ini disebutnya apa. Tapi saat itu kalau main 'Lappo" ini yang daku pakai bukan kertas melainkan pentil (cikal bakal) jambu air. Jadi pantat si pentil jambu air itu dipukul ke dalam lobang bambu hingga rata, jadi tinggal ujung pentil jambunya aja yang tersisa dan rasanya 'lumayan" kalau kena, hahhahahha...

Kalau Balon2 itu kalau gak salah ada spiritusnya yah atau apalah.. lumayan menyengat. Kalau daku iseng, suka daku isi air. Caranya daku kulum air trus sambil niup balonnya ikut dikeluarkan deh airnya! jadinya, doink.. doink!! hahahha.. seperti waterdrop :-D atau kalau sengaja bikin balonnya besar setelah itu ditempelin melekat diseluruh muka.. beneran.. kalau udah mainin balon ini bisa iseng diapain ajah! :-D

Tapi buat ke 3 mainan ini daku harus bersabar untuk mengenalkannya pada Qori, he's too young to know all of this stuffs.. takutnya nanti malah ketagihan! wakakakkaka

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam,

Hihi iya bener mbak rani, saya jg sering gitu waktu masih kecil...sekarang sih jg pengen lagi tp malu sama anak anak kwkwkwkwk

Hesti HH. mengatakan...

sama mbak...jadi teringat masa kecilku >,<

Hesti HH. mengatakan...

Kayaknya pelurunya mbak mirip kayak peluru hubby waktu kecil, dia bilang pake biji bijian bukan koran. Artinya emang sakit kalo kena tuh...

Waaah ide bagus tuh mbak diisi air, makasih sharingnya semoga kesampaian main lagi. Soale kemarin cari di pasar udah habis >,<. Kalau yg nempel nempelin di muka aku jg biasa. Itu karena bingung mau diapain lagi balonnya ya...hehehe

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails