Senin, 24 Juni 2013

Kering Ubi Jalar



Aku belum pernah bikin olahan sambal goreng atau kering dari ubi jalar sebelumnya. Biasanya sih pake tempe, kentang, teri kacang. Tapi Iyut selalu merengek minta dibuatkan. Pasalnya, sewaktu cuti di Makassar kami sering membeli nasi kuning di penjual dekat rumah mamaku. Kalau di Makassar memang nasi kuning lazim dimakan sebagai sarapan bukan hanya kalau ada acara tertentu saja. Asli Iyutnya suka sekali. Sampai maunya tiap hari makan nasi kuning itu terus. Sampai sekarangpun dia selalu menyebut nyebut nasi kuning favoritnya itu. Ternyata yang dia suka ya itu...si kering ubinya. Enak, pas manis asinnya...ditambah kriuk kriuknya yang bertahan lama.

Kemarin aku akhirnya beli ubi buat persiapan bikin kering ubi ini. Supaya mudah dan efisien aku nyerutnya pake food processor. Gak sampai 5 menit dah selesai. Aslinya ubi ini sewaktu habis diserut kelihatan banyak sekali. Tapi setelah digoreng agak menciut.

Bahan :
- 600 gr ubi jalar, kupas serut kasar, rendam dengan air yang diberi 1 sdm air kapur sirih selama 3 jam
- 50 gr gulah merah, serut halus
- 1 sdm air asam
- 1 ruas lengkuas, iris tipis
- minyak untuk menggoreng

Bumbu halus :
- 3-4 buah cabe merah besar
- 5 butir bawang merah
- 2 siung bawang putih
- garam secukupnya

Cara membuat :
  1. Cuci bersih ubi dari air kapur sirih. Panaskan minya, goreng ubi secara bertahap sampai habis. Tiriskan.
  2. Ambil 5 sdm minyak bekas menggoreng ubi. Panaskan, tumis bumbu halus dan lengkuas sampai wangi. Turunkan gula merah dan air asam, masak sampai kental sekali sambil terus diaduk.
  3. Masukkan ubi goreng, aduk rata beberapa saat sampai semua ubi terbalut bumbu. Matikan api, dan siap disajikan.

5 komentar:

Hazhira Qudsyi mengatakan...

Wah... saya juga sekali dg yg berbau kering2 gitu.. Hehe.. Mbak, kalo misalnya hasil serutan ga ditaruh di air kapur gitu bisa ga ya?

Anonim mengatakan...

Mba kalo ga pake kapur sirih akan garing juga ga?ditempatku agak susah cari kapur sirih.. Mohon pencerahannya ya mba soalnya ku dah beli ubinya dan baru ngeh kalo mesti direndam kapur sirih dulu..
Makasih..

-mila-

Hesti HH. mengatakan...

@ Hazhira : bisa aja mbak tapi mungkin renyahnya gak tahan lama

@ Mila : nggak apa apa mbak, usahakan aja goreng dengan api sedang sampai benar benar kering...baru diolah. Mgkn gak segaring yg pake sirih.

Anonim mengatakan...

Mbak...tu renyahnya tahan seminggu lebih gak?

Hesti HH. mengatakan...

Waaaa maaf mba saya gak tau juga soalnya paling lama 2 hari dah habiiisss >,<

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails