Kamis, 07 Agustus 2014

Puding Cassablanca Labu



Dapat buah labu hasil panen tetangga. Alhamdulillah bisa diberdayakan tuk bikin puding. Aku kukus aja sekalian semuanya lalu dihaluskan supaya kalau mau bikin apa apa tinggal ambil aja di freezer. Kali ini aku memodifikasi puding cassablanca. Resepnya udah aku modifikasi, dengan ditambahkan labu puree 200 gr untuk setengah adonan. Hasilnya teksturnya tetap lembut, ada jejak jejak serat labu. Rasanya juga berasa labu tapi lebih enak karena udah ada campuran susu dan telurnya. Yang cokelatnya gak terlalu berasa labu tapi tetep enak.

Untuk cetakan aku gunakan cetakan puding segitiga yang bersusun. Jadi adonan kuning dituang duluan separuh loyang lalu tumpuk dengan loyang kecilnya. Tapi ada kesalahan sedikit. Aku kira adonan kuningnya udah set, aku angkat loyang segitiga yang di atasnya...eh ternyata malah roboh. Jadi nggak terbentuk sempurna puding segitiga yang di tengahnya. Tetap saja aku tuang adonan cokelat karena sudah keburu mengeras. Setelah itu aku tutup lagi dengan adonan kuning. Setelah itu dipanggang. Angkat dan didinginkan. Sisa adonan aku tuang di cetakan tulban mini. Hasilnya enaaaak...lembuuuut...!! ngga masalah penampakannya yang nggak sempurna, puding ini habis dalam sekejap. Nggak sampai sehari...


Bahan :
- 3 butir telur

- 1 1/2 bungkus agar-agar bening

- 50 gr margarine (aku pakai Blue Band)
- 2 sdm terigu

- 1/4 kaleng susu kental manis

- 220 gr gula pasir

- 3 gelas air
(750 ml)
- 10 gr coklat bubuk

- 200 gr labu kukus halus
- 1/2 sdt vanili bubuk


Cara membuat :

  1. Kocok 120 gr gula, telur dan vanili sampai mengembang. Turunkan susu kental manis sambil dimixer kecepatan rendah. Berikutnya turunkan tepung. Kocok rata. Lalu margarin cair, kocok rata. Tambahkan labu kukus, kocok rata. Sisihkan.
  2. Masak agar, air dan 100 gr gula sambil terus diaduk sampai mendidih . Tuang kedalam adonan telur sambil diaduk cepat sampai rata. Ambil 1/3 adonan. Tambahkan ditambahkan coklat bubuk (yang sudah diencerkan dengan sedikit air).
  3. Siapkan loyang puding segitiga. Olesi dengan margarin.Tuang 1/2 adonan kuning dulu. Pasang cetakan segitiga (yang sudah dioles margarin) di atasnya. Biarkan permukaannya sedikit membeku. Jangan lupa untuk mengaduk terus adonan yang lain agar tidak membeku sebelum dituang ke atas adonan pertama. Penting untuk diingat, tuang adonan kedua di atas adonan pertama secara perlahan sedikit demi sedikit, untuk menghindari tercampurnya adonan yang belum mengeras. Setelah adonan kuning sudah mulai membeku, lepas cetakan kecilnya. Tuang adonan cokelat di atas adonan kuning. Biarkan sedikit mengeras lalu tuangkan sisa puding kuning.
  4. Panggang dengan panas 175 C sekitar 30 menit.
  5. Angkat puding. Hilangkan uap panasnya. Simpan di lemari pendingin. Potong-potong, sajikan.

44 komentar:

Anonim mengatakan...

Mbak, perkenalkan nama saya Mila. Saya juga punya resep jadul puding ini, namanya puding bakar tapi. Trus lapisan yg satunya pakai moka, yg satu lagi sama kayak punya Mbak. Mbak, bisa minta advisnya? Saya berencana buat perayaan milad anak saya dengan mengundang tamu sekitar 50 orang. Saya keteteran di masalah manage waktu, misalnya H-7 bisa dibuat apa, trus H - 5 di buat apa dst. Saya bingung ini Mbak. Mungkin Mbak bisa berbagi ide. Terima kasih banyak ya

Anonim mengatakan...

Mba aku perhatikan mba males bgt balas komen para pembaca ya. Semacam cuman mau nampilin gambar yg bagus tapi ga minat buat ngasih advice.

Hesti HH. mengatakan...

Benar mbak, aslinya namanya agar bakar atau puding cassablanca. Resep jadul ibuku yg ga tau juga dapatnya dari mana. Saya rasa resepnya gak jauh beda...

Hesti HH. mengatakan...

Sebelumnya saya mohon maaf kalau telat balas komen di atas. Tapi sekedar informasi buat mbak saya adalah ibu rumah tangga biasa yang punya banyak kegiatan, bukan hanya mentengin blog aja mbak. Saya selalu berniat membalas semua komen. Kalau memang saya tidak mau balas komen tdk akan saya publish. Tapi waktu saya sangat terbatas. Kadang sinyal di sini susah diajak berkompromi krn saya tinggak di desa terpencil. Memang lebih cepat memposting resep daripada menjawab komen yg banyak. Tolong dilihat postingan lama apakah benar benar saya malas jawab komen teman teman.

Selain itu perlu mbak ketahui, pengunjung blog saya sehari bisa sampai 2000 orang dan komen yg masuk bisa sampai 50. KAlau dua hari atau seminggu mbak bisa bayangkan berapa komen yg harus saya balas. Saya berusaha meluangkan waktu semaksimal mungkin, tapi memang dikarenakan karena kemarin kesibukan puasa, lebaran dan sekarang anak anak baru masuk sekolah membuat saya agak telat membalas komen. Bukan berati saya malas dan cuma pengen pamer gambar. Memposting resep itu butuh usaha juga lho mbak. Bukan hanya foto langsung tempel. Saya harus memasak/baking makanannya, setelah itu saya harus mengatur sedemikian rupa supaya gambarnya bagus. Abis itu difoto dan diedit. Setelah itu diposting, menulis resep, cerita dan sebagainya....butuh proses yg lumayan lama.

Saya berkomitmen untuk rajin update resep dan membalas semua komen yg masuk. Tapi saya mendahulukan komen komen yg butuh jawaban cepat. Banyak juga pembaca yg egois...kalau komen di blog maunya jawabannya secepat kilat. Kalau gak dibalas bilangnya saya jahat atau pelit. Padahal yg ditanyakan kadang bisa juga dicari di google.

Maaf kalau mengecewakan mbak. Saya sadar, memang saya tidak akan bisa memuaskan semua orang. Harap maklum.

Hesti HH. mengatakan...

Kalau tentang manajemen waktu sebenarnya saya juga kurang paham krn blm pernah merayakan acara ulang tahun. Tapi pengalaman lebaran kemarin, kalau masakan bisa dicicil beberapa hari sebelumnya. Contoh: saya bikin daging printil dan ayam suwir pedas. Daging cincang sudah saya bulat bulatkan dan ayam sudah saya masak dan disuwir suwir. Setelah itu saya bekukan. Nanti H-1 baru saya masak bersama bumbunya. Bumbu juga bisa disiapkan seminggu sebelumnya, kemudian ditumis dan disimpan di kulkas. Saya juga bikin sate daging. Daging sudah saya potong potong, saya bumbui kemudian saya bekukan. H-1 saya tusuk dengan tusuk sate dan simpan di refrigerator. Untuk sayur karena tidak tahan lama bisa disiangi atau dipotong potong H-1. Sedangkan kue besar saya bikin di H-2. Karena tahan di kulkas. Menghiasnya bisa H-1.
Semoga membantu.

Yetti Meuthia Hasibuan mengatakan...

Mbak Hesti yg baik dan menurut saya sangat baik dan istiqamah. Sya selalu maen ke blog ini. Alhamdulillah selalu memberikan inspirasi. Smoga mba tetap sabar yahh...Ilmu yg bermanfaat sudah jelas ganjarannya. InsyaAllah.. Luv u mbak # peyuuk#

Suroyo Asri mengatakan...

Mba sebungkus agar itu beratnya berapa gram? Di jpn mungkin perbgksnya beda beratnya.

Hesti HH. mengatakan...

Amiiin. Alhamdulillah, makasih banyak tuk supportnya mbak Yetti. Jadi tambah semangat ngeblog ^^ *peluuukkk juga*

Hesti HH. mengatakan...

Kalau yang saya pake beratnya 7 gram mbak...

ila mengatakan...

Mak Hesti yang sabar ya Mbak dan jangan berhenti untuk sharing ilmunya di blog ini.. menurut saya Mbak Hesti baik banget malah, saya dapet ilmu banyak gratis tis tis, ga ngasih apa-apa ke Mbak Hesti.. semoga menjadi amal jariyah Mbak Hesti..

Pudingnya enaakk banget Mbak.. pas kebetulan eneg ama masakan lebaran pengen yang dingin-dingin seger dan kebetulan ada labu di kulkas belum diapa-apain dari puasa kemarin dikasih orang, jadi klop banget deh buat bikin ini dan sisanya disimpen di freezer..

Melly Aryadi mengatakan...

Mbak Hesti,

saya agak kaget liat komentar mbak anonim di atas. Bukan bermaksud ngomporin, tapi menurut saya mbak anonim itu seharusnya berterima kasih dengan adanya blog ini. Saya pribadi sudah beberapa kali mempraktekkan resep mbak hesti, dan semuanya sukses dan enak..

komentar mbak anonim di atas lebih ke bersifat tuduhan, daripada kritik dan bertanya. Agak menyebalkan memang. Saya yang ga ada sangkutan apa-apa jadi gemes sendiri.

Mbak Hesti, makasih ya, selalu nampilin foto bagus yg sedap dipandang mata, resep yang jujur, kue dan masakan yang enak, pribadi yang ramah dan baik.. keep blogging ya mbak :)

Salam dari Bandung
Melly Aryadi

Maya mengatakan...

Alhamdulillah setiap sy komen/bertanya beberapa kali ke Mbak Hesti, selalu dibalas...walaupun tidak langsung hari itu jg... :) dan blog ini seakan mjd 'kiblat' saya dlm pembuatan kue dan rerotian. Makasih banyak Mbak Hesti...:)

Hesti HH. mengatakan...

Makasiiih mbak Ila...iya mbak insyaAllah nggak berhenti kok. Niat saya dari awal memang ingin sharing. Makasih tuk doanya...amin ya robbal alamiiin

Alhamdulillah mbak kalau suka...padahal saya juga baru percobaan hehehe. Makasih yaaaa

Hesti HH. mengatakan...

Alhamdulillah jadi terharu saya mbak...masih banyak dukungan buatku. Kadang memang sedih kalau ada yang komen negatif di blog. Tapi nggak menyurutkan niatku tuk tetap ngeblog. Lagipula komen negatif itu cuma segelintir aja dibanding komen komen positifnya.

Makasih banyak buat dukungannya mbak, it means a lot. InsyaAllah saya tetep rajin share resep. Kalau memang ada yang kurang berkenan saya terbuka tuk menerima kritikan. Makasiiih ya mbak *peluk erat*

Hesti HH. mengatakan...

Saya yang makasih banyak mbak Maya, sebenarnya teman teman semua yang selalu membuatku semangat tuk menggali resep resep baru. Alangkah senangnya kalau resep yang kita bagi bisa dipraktekkan dan bermanfaat buat orang. Apalagi kalau bisa jadi sumber rezeki untuk orang. Makasiiih ya mbak *hugs*

lisa mengatakan...

Mbak hesti, mau tanya dong, manggangnya pake api atas aja.? Thx y mbak

Kartini Margretha mengatakan...

Wah takjub saya baca komen di atas, saya rajin buka blog mbak Hesti, abis bagus, jadi memacu saya buat nyoba resep baru. Justru menurut saya mbak Hesti termasuk rajin bales komen org ya, bbrp kali saya kasih komen selalu dibales tuh. Lagian kan mbak gak mungkin nongkrong di depan komputer terus kan. Aya-aya wae.. Cuekin aja mbak kalo ada komen aneh gitu (lha kok jadi saya yang panas ya hehe..) Tetap semangat mbak (^-^)

lisa mengatakan...

Mbak hesti, manggangnya pake api bawah saja? Thx mbak

Hesti HH. mengatakan...

Saya pake api bawah saja mba,

Hesti HH. mengatakan...

Hihi...iya mbak. Memang kadang saya terlewat beberapa komen balasnya. Karena komennya banyak sekali biasanya komen lama ketutup sama yang baru. Tapi begitu saya dapat dan saya tau pasti saya balas mbak. Makasih banyak ya mbak Kartini...muaccch, semangaaat!!!

Hesti HH. mengatakan...

Iya bener mbak.

Sashy mengatakan...

Halo Mba Hesti, agak syok baca komen diatas, kok ada yang sempet2nya nulis komen begitu. kalau saya sih blog ini udah kayak kitab sakti, resepnya sakti semua. bisa dibilang anti gagal kecuali kalo yg nyobain pake acara ngerubah-rubah takaran kayak saya dulu hihihhihihi. Liat komen itu saya jadi mau bilang makasi banyak sama Mba Hesti karena berkat blog inilah saya bisa belajar msak dan bikin kue gratis. Oh ya mba, kemarin saya nyobain bikin puding ini, enak banget baru pertama kali bikin puding yang dipanggang, ternyata ngk kalah enak sama pudding yang seger2 dikulkas.

Hesti HH. mengatakan...

Selalu terhibur dengan julukannya mbak Sashy "blog sakti" walaupun saya tau masih banyak kekurangan di sana sini. Makasih banyak ya mbak....beneran makasih sudah sering mencoba resepku. Terharu...>,<

Alhamdulillah, nice to know you like it mbak. Tapi yang aslinya lebih enak menurutku...cuma ini karena mau memberdayakan labu jadi dicoba juga. Pastinya lebih sehat lah...aroma panggangnya juga membuat beda dengan pusing yang lain....

andrianykh mengatakan...

aih itu komentnya org kurang kerjaan jgn ditanggapi bu... cariki gara2.. cueki sj kalau ada yg tulis bgt bila perlu hapuski sj tdk usah dijawab...krn selama ini semua tmn yg brtanya pasti d jawab.. tena ngisseng ammaca kapang haha.. salam dr palu...

Hesti HH. mengatakan...

Hahaha...tojeng...napakammaku kodong >,<

Anonim mengatakan...

Assalamu alaikum mbak Hesti...., mbak klo pake cetakan lain bisa kan ?? abis g punya cetakan kyk punya mbak hesti

mimie mengatakan...

waduh...waduh.... mb anonim ..komenmu mengguris hati kami para food blogger.

buat mb hesty... nggak usah di ambil pusing mbak.
ilmu yang mb sharing selama ini , insyaallah membuka jalan ke jannah kelak mbak... :)

Hesti HH. mengatakan...

Boleh banget mbak...cara melapisnya sesuai selera aja. Ada juga teman yang bikin zebra ^^

Hesti HH. mengatakan...

Amiiiiiiin mbak, makasih yaaaa *peluk peluk mbak Mimie* semoga teman yang lain gak pernah merasakan komen pedas seperti di atas. Tapi kalaupun iya tentu saja itu tidak menyurutkan niat kita untuk tetap sharing resep. Pastinya lebih berguna buat banyak orang. Semangaaat!!

novalind johan mengatakan...

Wahh.. Saya baru baca nih ada orang koq komen nya kayak si anonim itu. Komen pedas koq gak ada foto dan nama asli nya ya. Gak usah di ambl hati ya mbak Hesty, pendukung mbak Hesty lebih banyak koq dr pada yg kayak si anonim itu. Saya sendir aja sangat2 bertrimakasih krn mendapat ilmu gratis dr mbak, dan saya cuma bisa membalas dgn doa semoga Allah membalaskan kebaikan mbak Hesty buat saya dan teman di blog mbak ini. Banyak pegikut mbak jd pintar baking. Berkat ilmu yg mbak sharing. Thank u so much ! *big hug*

Hesti HH. mengatakan...

Udah beberapa kali saya digituin mbak tapi jangan kawatir. The blog must go on...hehehehe. makasih ya mbak supportnyaaa *peluk erat*

Dani Ramdani mengatakan...

Assalamu'alaikum, salam kenal mb Hesti..sukaa banget pantengin blog mb Hesti. Saya kmrin coba buat pudingny,karena ada sisa labu untuk mpasi si kecil,,hasilny enyyyaak,meski tampilan yg punya saya gak bagus,tpi udah abisss baru beberapa menit dipotong.makasih ya mba atas inspirasinya..saya punya blog tpi males banget buat isi,hehe..semangat ngeblog mba..(nuqi pake id suami,hehe)

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam, salam kenal juga Mbak Nuqi...
Alhamdulillah mbak, senang dengarnya kalau anak anak pada suka ^^
Ayo dong semangat juga ngeblognya....

Ida Hariyanti mengatakan...

Assalamu'alaikum mbak hestiii. Gmn kabarnya?kangen euy :D. Kyk tmn2 yg lain,syok baca komentar "pembuka" d atas. Tp mbak hesti orgnya emang sabar jd gak akan ngaruh ke semangatnya mbak hesti hehehe.keep blogging ya mbak gak usah d reken yg begituan.ak udah lama gak ngeblog tp diam2 selalu mampir ksni. Ngintip mbak hesti dr jauh hehehe :D

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam mbak Idaaaaa...alhamdulillah sehat niy. Saya palingan sedih aja mbak, tp semangat ngeblog lebih besar daripada kecewanya...jadi tetep semangat deh. makasih ya mbak buat supportnya ^^

Anonim mengatakan...

assalaamualaikum mba,,nama aq maiya. mksh ya mb uda buat blog yg menginspirasi aq ato bahkan buat banyak org jg. mb,blh kasih tau cara menuang ato proses bikin puding yg pake cetakan double sprt diatas? solae aq masih pemula mb,,mksh,,,, smg ilmu mb bertambah n bermanfat.

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam, makasih juga mba udah jadi pembaca setia.
Cara menuangnya, ada di step no 3 di atas mbak. Semoga jelas yaaa

Anonim mengatakan...

assalamualaikum, mbak Hesti..puding labu casablanca nya enak..saya sudah praktekkan hari ini..suka. alhamdulillah..makasih ya sudah berbagi resepnya.salam hangat dari Fajarati-riau.

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam, alhamdulillah mba. Makasiiih juga dah berbagi infonya ya mbaaa

eva rini mengatakan...

Hallo mba hesti. Udah sering baca blog mba utk referensi masak sama liat2 foto2nya. Bagus2. Keep Sharing ya mba. Sukses selalu!!

Hesti HH. mengatakan...

Alhamdulillah kalau manfaat, makasih ya mbaaaa

Anonim mengatakan...

Haiya,ga dijawab kok ngomel.emang org -kerjaan bgitu ditanya lgsg dijawab hari itu jg.hak org dong mau jawab atau kaga, pake omel segala. So what gitu lho kalo g cuma mau pamer foto dan resep doang (seandainya, tp mbak Hesti ga begitu), suka2 g dong.udah untung ada blogger kaya mbak Hesti bagi resep + foto biar menarik kita bikin,tanpa pamrih (pake iklan dll)berbagi jurus,masih berani org omel lg !!! Mbok ya mikir doong,masih bisa omelin org lg. Deehhh g-nya yg panas, hahahaha mbak hesti aku semingguan ini rajin baca blog hesti sampe mata kunang2 wkwkwkkwk abis seru sih (emang novel) baru tau blog hesti, jd dibaca dr awal blog sampe 2014 hahahahahah

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum mba hesty...
Sy coba bikin puding ini kbtln dpt labu byk dr tetangga jg...tp hasil permukaanx g' mulus kyk pux mba hesti....
Apa krn apix kebesaran ato gmn mba?
Tlng pencerahanx mba😂😂😂

Hesti HH. mengatakan...

@Anonim : hahahaha makasih pembelaanya mba. memang orang macam macam aja sifatnya. Dan makasih juga dah ngulik blogku ^^

@Anonim : waalaikumsalam, iya mba kebesaran api. Bisa dikecilkan lalu ditambah waktu panggang, begitu mendidih pinggirannya segera matikan

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails