Senin, 27 Juni 2011

Wholemeal Crust Pizza


Kali ini pingin coba bikin crust pizza dengan tepung wholemeal. Toppingnya sendiri sudah sehat...kenapa tidak sempurnakan dengan roti yang sehat pula. Setelah aku googling tnyata banyak yang udah mencoba crust pizza dengan tepung ini. Jadi...nggak ada salahnya aku juga coba kan...?



Untuk toppingnya...aku beri saus dasar/bolognese lalu ditaburi tuna kaleng, paprika merah dan hijau, jamur, bawang bombay, zaitun, jagung dan nanas. Naaah...apanya yang kurang sehat dari pizza ini. Cara menyusunnya aku olesi saus dasar dulu habis itu keju mozarella dan permesan. Setelah itu printilan yang lain dan aku beri sedikit taburan merica hitam dan semprotkan sedikit mayonaise karena menurutku tuna and mayonaise work well together. Terakhir keju mozarella lagi...wuiiih...panas-panas meleleh...

Hmmmm supeeerrr yummi. Tapi suamiku dan anak-anak ternyata lebih suka pizza dengan crust yang biasa alias nggak pake tepung wholemeal. Kata suami "too much going on" hahaha...iya soalnya crustnya sendiri udah kaya tekstur dan rasa...ditambah lagi dengan topping. Beneeeer....katanya lain kali pake crust yang biasa aja ya...yang wholemeal cocoknya dijadiin roti tawar aja....walaaaah tapi habis juga tuh pizzanya.


Bahan :
- 200 gr wholemeal flour
- 200 gr tepung protein tinggi (bread flour)
- 100 gr tepung protein rendah (plain flour)
- 50 gr gula pasir (sugar)
- 10 gr ragi instant (instant yeast)
- 1 sdt garam (salt)
- 225-230 ml air hangat (lukewarm water)
- 60 ml minyak zaitun (olive oil)

Cara membuat :
  1. Campur tiga macam tepung, ragi instan, gula. Aduk rata.
  2. Tambahkan air hangat sambil diulen sampai agak rata.
  3. Tambahkan garam dan minyak, uleni sampai lembut dan sudah tidak menempel lagi di wadah.
  4. Tutup dengan serbet dan fermentasikan selama setengah jam.
  5. Bagi adonan menjadi beberapa bulatan yang besar (kalo aku 2 bulatan sedang dan 4 bulatan kecil). Diamkan 10 menit.
  6. Giling dan pipihkan bentuk bulat. Diamkan sampai mengembang selama sekitar setengah jam. Tusuk-tusuk dengan garpu.
  7. Panggang selama sekitar 12-15 menit sampai matang. Angkat. Sisihkan, siap digunakan dengan aneka topping. Roti bisa disimpan dalam freezer sampai 1 bulan. Bungkus dengan cling wrap lalu simpan dalam wadah kedap udara.



Sejujurnya aku lebih senang memanggang rotinya terlebih dulu dibandingkan langsung bersama topping. Selain rotinya mengembang lebih sempurna...hasilnya juga tidak terlalu basah seperti apabila langsung diberi topping.


I'm submitting these entry to Aspiring Bakers #8 June'11 Bread Seduction hosted by Jasmine from The Sweetylicious at this link

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Mbak Hesti kalau minyak zaitunnya diganti dengan margarin meadowlea bisa tdk? biar agak empuk . terimakasih Mbak Hesti.

Hesti HH. mengatakan...

Silahkan dicoba mbak, tapi pake minyak juga empuk kok mbak, asal ngulennya bagus. Saya jg belum pernah pake meadowlea jd gak bisa ksh masukan...

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails