Rabu, 29 Februari 2012

Bura'ngasa (Makassar)


Jajanan Makassar yang satu ini namanya bura'ngasa. Kalau di Jawa mirip dengan gandasturi tapi yang ini menggunakan gula merah tuk campuran kacang ijonya dan tidak menggunakan santan. Ada satu lagi jajan yang mirip dengan ini namanya tara'jong'. Proses pembuatan sama hanya isiannya menggunakan singkong yang diberi gula merah. Rasanya beda dikit juga...ya enak juga! Lain kali dicoba deh...


Resepnya menggunakan kacang ijo yang direndam semalaman. Setelah itu direbus sampai lunak dengan sedikit garam dan daun pandan. Setelah airnya menuyusut tambahkan gula merah diserut lalu masak lagi sampai kalis. Kalau aku, takaran gulanya aku kira-kira. Karena sewaktu bikin tadi agak kurang manis aku tambahkan lagi sedikit gula merahnya. Bura'ngasa ini harus terasa manisnya tapi tidak juga kemanisan. Jadi sesuaikan selera saja. Setelah kalis, dibentuk bulat pipih lalu digoreng. Kalau bahan pencelupnya aku pake tepung beras dan terigu 1 : 1. Kasih garam sedikit lalu goreng sampai garing. Enaaaak...!!

Waktu menikmatinya paling enak pada saat panas panas diangkat dari penggorengan, lapisan tepungnya kriuk kriuk dan kacang ijonya masih lembut/legit. Jadi kalau mau tahan lama, adonan kacang ijo yang sudah dibulatkan dan dipipihkan taruh di wadah kedap udara lalu simpan di refrigerator. Adonan tepungnya bikin secukupnya aja. Jadi pada saat mau dimakan baru deh digoreng. Dan yang pasti diusahakan langsung habis. Kalau dingin lapisan tepungnya jadi alot.


IMG_4369Bura'ngasa



Minggu, 26 Februari 2012

Lemon Cream Puff

Lemon Cream Puff

Lemon Cream Puff


Lemon Cream Puff

Hari ini aku mencoba kue sus versi lain lagi. Pengen tau gimana rasanya vla yang pake lemon. Secara aku suka semua yang berbau lemon, orange...pokoknya bau buahan jeruk dah...! Di kue, wanginya khas...

Resep aku lihat dari Wendy "My Buttery Fingers". Tapi sedikit aku modifikasi. Kalau cara Wendy, adonan lemon curd diisikan ke dalam sus kemudian atasnya ditambah dengan semprotan whipped cream. Kata Wendy, lemon curdnya terlalu buttery. Jadi supaya nggak terlalu buttery aku campurkan aja dengan whipped creamnya. Ternyata alhamdulillah, enaaaak sekali. Rasa lemonnya tetap terasa, teksturnya lembut dan aduhai membelai lidah...*haiiis bahasane!

Tapi...ada tapinya niy, saking lembutnya fillingnya...kalau dimakan bleber keluar. Kata hubby, repot niy...makannya blepotan. Jadi hanya ada 2 cara. Satu, makannya pake piring dan sendok. Kedua, lain kali adonan lemon curdnya diganti dengan adonan vla lemon. Sama aja resepnya cuman ditambah susu cair, maizena/terigu sedikit supaya jadi vla agak kokoh kayak kue sus. Habis itu setelah dingin baru ditambah sedikit whipped cream. Yang bikin lembut/lembek memang si whipped cream itu. Apalagi kalo udah lama di suhu ruang. Pokoknya makannya harus didinginkan di kulkas dulu.

Resep kulit sus, aku tetap menggunakan resepku. Vlanya dari My Buttery Fingers tapi adonan lemon curdnya aku campur dengan whipped cream. Kalau mau lihat step by step pembuatan lemon curd dan lemon mouse yang lebihi lengkap bisa dilihat di pastry pal.

Bahan kulit:
- 150 gr margarine
- 150 gr tepung terigu protein sedang
- 250 ml air
- 1/4 sdt garam
- 4 butir telur (5 butir kalau kecil)

Cara membuat:
  1. Masak air, margarine dan garam sambil diaduk hingga mendidih. Masukkan terigu dan aduk cepat hingga kalis. Matikan api. Dinginkan.
  2. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok sampai rata.
  3. Masukkan dalam kantong segitiga, dan spuit menggunakan spuit bintang. Beri jaraj di loyang bersemir margarin.
  4. Panggang dengan panas oven 200 C atau 400 F selama kurang lebih 25 menit atau sampai kuning kecoklatan. Oven tidak boleh dibuka selama memanggang, akan berakibat turunnya kue. Sisihkan.
Bahan Lemon Curd :
- 2 telur utuh
- 2 buah kuning telur
- 150 gr gula pasir
- 100 ml lemon juice
- lemon zest dari 1 buah lemon
- 80 gr unsalted butter, potong potong

Cara membuat :
  1. Dalam panci kecil, aduk pelan gula, kuning telur dan telur utuh. Panaskan di atas kompor dengan api sedang dengan cara ditim.
  2. Setelah agak kental, masukkan jus lemon, lalu panaskan lagi hingga benar benar kental tapi tidak mendidih sampai konsistensinya pas untuk disemprot. Agar lebih licin dan lembut saring lemon curd (untuk menghilangkan grindilan putih telur dan lemon zest)
  3. Angkat, masukkan butter lalu aduk sampai rata. Taruh panci di atas es, atau kalau pakai caraku aku jalankan keran di westafel, taruh panci di atas westafel supaya bawahnya terkena air, lalu aduk-aduk lemon curd agar cepat dingin(tapi jaga jangan sampai air keran masuk ke dalam panci). Setelah dingin, campur dengan whipped cream kocok. MAsukkan dalam piping bag dengan spuit bintang. Siap digunakan.
Bahan lemon cream :
- lemon curd
- 150 gr whipped bream (aku pakai yang bubuk "Pondan" 75 gr+125 ml air es) setelah dikocok, simpan dulu dalam refrigerator supaya agak keras dan mudah disemprotkan.

Penyelesaian
:
  1. Belah dua kue sus tidak putus. Semprotkan isian ke dalam kulit sus. Selesaikan semua lalu simpan dalam lemari es.
  2. Pada saat mau disajikan beri ayakan gula halus.


Sabtu, 25 Februari 2012

Barongko

Barongko

Barongko adalah kue pisang yang sangat lembut. Menikmatinya tidak perlu dikunyah...cukup disesap saja. Mmmm nikmatnya, apalagi kalau baru keluar dari kulkas...manteeeep. Bahannya simpel tapi rasanya manis legit. Kalau di sini barongko umum dijual di toko/warung kue. Sering juga menjadi sajian acara khas adat. Aku sering bikin karena Hanif dan Iyut suka sekali. Kalo hubby sih, bukannya nggak suka. Tapi memang dia penyuka gorengan atau kue yang gurih gurih. Beberapa kue tradisional juga suka, tapi kalo barongko makan satu aja udah cukup katanya...hahaha.

Bahan dasar barongko ini adalah pisang kepok. Karena selain menghasilkan warna putih (pisangnya tidak mudah teroksidasi/berubah warna seperti pisang ambon dan pisang raja) rasa manisnya pas. Walaupun pisang raja juga manis, menurutku dia hanya cocok dibikin cake, dibuat gorengan atau tuk isisan roti. Kalo dibikin barongko, walaupun pisangnya sudah matang sekali dan manis tapi ada rasa sepet-sepetnya dikit setelah dikukus, selain itu warnanya juga berubah jadi kecoklatan. Nah kalo pisang ambon lebih gak cocok lagi...hihi. Ternyata pisang juga beda jenis, beda rasa dan beda juga peruntukannya ya...^^

Nah, seringnya kalau membuat barongko aku tidak menggunakan takaran. Semua hanya pake ilmu kira kira. Karena sudah sering bikin, jadinya sudah tahu untuk menghasilkan kue yang lembut kira kira seberapa banyak santannya, telurnya maupun gulanya. Tapi kalau mau resepnya ya silahkan lihat di
sini ya. Kalo nggak salah dulu waktu bikin aku sempat konversi ke gram deh sebagian...hehe.



Jumat, 24 Februari 2012

Es Pisang Hijau



Pisang Hijau


Pisang Hijau


Alhamdulillah dapat rezeki. Hari ini aku dapat bonus satu sisir pisang raja dari mbak langganan sayurku di pasar. Orangnya baik sekali. Mungkin dia senang karena kalau belanja aku nggak pernah nawar . Kadang aku belanja sayur dapat bonus tape 2 bungkus *ini yang paling sering*, kadang juga dikasih labu kuning, kadang juga dikasih mangga. Pokoknya macam macam...walaupun aku bilang nggak usah mbak tetep aja dikasih. Katanya, "Ibu kan suka bikin kue...daripada pisang or tapenya tinggal aja mending dibikin kue." Ya alhamdulillah kalo' begitu...semoga rezeki beliau tambah lancar dan barokah.


Pisang Hijau

Yah seperti biasa, resep dan step by stepnya silahkan dilihat di sini.



Kamis, 23 Februari 2012

Sayur Tuttu'

Sayur Tuttu' (Daun Ubi Tumbuk)


Sudah lama nggak bikin sayur yang satu ini. Namanya tuttu' daun ubi yang artinya daun ubi tumbuk. Diolah dengan memasak bersama santan encer, kelapa parut dan bumbu, dan kadang juga dicampur dengan jantung pisang yang diiris tipis. Kalo daerah lain seperti Medan ada juga sayur semacam ini, namanya gulai daun ubi tumbuk.

Setahuku cara pengolahan daun singkong dengan cara ditumbuk ini adalah untuk menguraikan senyawa racun yang terkandung di dalamnya (asam sianida). Dengan pengolahan seperti ini kemudian dimasak sempurna sampai benar benar matang maka daun singkong menjadi lunak, senyawa racunnya larut dan sayur pun mudah dicerna oleh tubuh. Berikut resepnya yang pake ilmu kira kira...

Bahan :
- daun singkong muda, buang batangnya lalu cuci bersih
- jantung pisang, ambil bagian putihnya lalu potong halus
- kelapa parut (dari kelapa setengah tua)
- lengkuas, geprek
- sereh, geprek
- cabe rawit untuk aroma
- 1 sdt air asam
- sedikit gula
- minyak untuk menumis bumbu
- santan encer

Bumbu halus :
- cabe merah besar
- bawang merah
- bawang putih
- garam

Cara membuat :
  1. Potong potong kasar daun ubi lalu tumbuk hingga hancur.
  2. Panaskan minyak di wajan. Tumis bumbu halus, lengkuas dan sereh hingga wangi.
  3. Masukkan santan encer. Masukkan sayur daun ubi dan kelapa parut, lalu aduk rata.
  4. Masak daun ubi dengan api kecil hingga benar benar lunak. Kalau santan berkurang bisa ditambah lagi. Beberapa saat sebelum matang, tambahkan jantung pisang, cabe rawit, gula dan air asam. Masak lagi sampai jantung pisang dan daun ubi benar benar matang. Matikan api, siap disajikan.

Lawa Daun Paku

Lawa Daun Paku

Kalo di daerahku sayur pakis disebut daun paku. Nggak tau juga kenapa dinamakan daun paku padahal paku *beneran* kan bentuknya nggak keriting, hihi. Nah, di daerahku yg dikelilingi hutan ini daun paku banyak dijual di pasar tradisional. Jadi selalu tersedia kalo kita lagi butuh. Tuk pengolahannya kadang aku tumis, kadang aku gulai, kadang aku urap dan kali ini aku mau mencoba bikin lawa' makanan khas daerah sini.

Umumnya lawa' menggunakan daun paku, jantung pisang dan ada campuran ikan mentahnya. Ya mirip mirip sushi sih, eh tnyata orang sulawesi juga penikmat sushi tapi gak nyadar ya. Bedanya ikan yang digunakan adalah jenis ikan kecil. Diambil dagingnya diberi garam dan diperasin air jeruk nipis lalu nanti diberi campuran daun paku atau jantung pisang (yang udah terlebih dahulu direbus) dan kelapa parut sangrai. Bumbunya simpel, cuma cabe, garam, dikit gula, dikit terasi dan perasan air jeruk susu atau jeruk kapurung. Tapi rasanya bo'...jangan ditanya! Walaupun penampilannya mirip mirip urap tapi rasanya sama sekali berbeda...

Kemarin aku tanya tanya resep ini sama Mbak Yusti. Setelah mendapat tips n' trik segera aku bikin. Tapi aku skip ikan mentahnya. YAng aku bikinadalah lawa daun paku. Hasilnya ya...udah mirip sama buatan MBak Yusti sih, hehe. Pokoknya enak deh. Hubby juga yang lidah Jawa suka sekali. Anak anak nggak terlalu doyan. Mungkin nggak cocok sama rasa pedes pedes, asem gurih.

Bahan :
- 2 ikat daun pakis/paku, siangi pilih yang mudanya saja lalu potong potong
- 1/3 butir kelapa parut, sangrai sampai kecoklatan
- 1-2 buah jeruk susu

Bumbu :
- cabe rawit
- terasi goreng
- garam
- sedikit gula

Cara membuat :
  1. Ulek bahan bumbu sampai halus, lalu tambahkan kelapa sangrai. Ulek sampai agak hancur (jangan terlalu halus).
  2. Campur bumbu dengan daun paku yang sudah direbus dan ditiriskan, aduk rata. Cicipi bila kurang garam atau bumbu lain. Beri perasan jeruk susu. Aduk rata. Siap disajikan.

Lawa Daun Paku

Senin, 20 Februari 2012

Es Poteng (Es Tape)

Es Poteng

Naaaaah ini dia salah satu es favoritku. Enaknya karena kita gak perlu pergi ke luar cari penjualnya kalo lagi pengen. Di Makassar, penjualnya berkeliling naik sepeda sambil membunyikan bel khas penjual poteng sambil teriak "Esssss poteeeeeng!" hahahaaaa.


Nah berhubung di tempatku gak ada penjual poteng, ya bikin sendiri aja kali. Mumpung ada mesin es serut segeralah...

Bahannya so simpel. Cuman tape yang sudah matang dan manis, es serut, dan sirup merah merk DHT khas Makassar. Kalo mau bisa ditambahkan sendiri sedikit susu kental manis. Makan es poteng ini benar benar menikmati rasa tunggal dari tape. Iya...karena nggak ada campuran printilan lain kecuali es dan sirup merah. Nikmatnya...apalagi dinikmati siang siang begini. Slurph!!

Super Moist Eggless Chocolate Cake

IMG_4094

IMG_4098

Resep ini aku dapat sewaktu berjalan jalan ke blognya
Kak CT, eh pas jalan jalan ke ke Blognya Kak Ita ada juga, ke blog lain teman Malaysia juga ternyata sudah pada buat semua. Ternyata memang sudah terkenal resep ini. Memang nggak salah...seperti namanya, cake coklat ini moist banget. Malah setelah aku coba pertama kali menurutku terlalu moist, sehingga pada saat aku bikin tuk kedua kalinya aku tambahkan tepungnya sedikit saja. Menurutku hasilnya sudah pas sekali.

Resep asli diambil dari "Dapurku Sayang"
Dayang Jack, terima kasih sudah sharing resep yang betul betul yummi ini. Ini adalah alternatif lain buat pecinta kue cokelat tapi tidak mengkonsumsi telur. Selain itu kue ini juga tidak menggunakan margarin or butter. Nah kelembutan itu didapatkan dari penggunaan minyak.

Resep kue ini menggunakan takaran cawan/cup. Jadi kalau mau bikin, pake saja cup metrik ya jangan sembarang cup. Resep asli dengan bahasa Melayu silahkan lihat di Dapurku Sayang Dayang Jack. Di bawah ini sudah aku modifikasi dengan sedikit tambahan tepung dan sudah aku translate ke bahasa Indonesia.

Bahan :
- 1 1/4 cup tepung terigu protein sedang
- 1 sdt baking powder
- 1/2 sdt baking soda
- 1/2 cup cokelat bubuk (aku pake Van Houten)
- 2 sdm full susu bubuk
- 1 1/4 cup air es
- 1 cup gula palem
- 1 sdt esen vanilla (aku pake vanili bubuk 1/2 sdt)
- 1/2 sdt pasta moka atau pasta cokelat
- 1/2 sdt garam
- 1/2 cup minyak sayur atau minyak jagung atau mentega cair
- 1 sdt cuka atau jus lemon

Cara membuat :
  1. Panaskan oven 325 F atau 160 C (aku pake 350 F/175C). Kalau menggunakan loyang, oles margarine lalu tabur terigu. Kalau menggunakan cup kertas tidak perlu dioles.
  2. Dalam wadah, ayak terigu, cokelat bubuk, baking powder dan baking soda. Tambahkan gula palem, gara, dan susu bubuk. Aduk rata.
  3. Masukkan air es lalu minyak dan pasta. Aduk menggunakan whisk asal rata saja. JAngan overmix.
  4. Tuang dalam loyang (kalo cup 3/4 tinggi cup). Kalo mau tambahkan cokelat chip atau kenari silahkan.
  5. Panggang selama kira kira 25 sampai 30 menit tergantung ukuran loyang.


Sabtu, 18 Februari 2012

Bolu Rampah

Bolu Rampah

Bolu Rampah


Bolu rampah ini adalah kesukaan mama jadi hari ini aku buatkan tuk oleh oleh dibawa ke Makassar. Aku bikinkan bolu gulung dan brownies kukus juga. Kebetulan bapak lagi transit dari tempat kerjanya menuju Makassar, jadi sekalian buat bekal juga.
Bolu rampah sebenarnya mirip mirip dengan oebintjkoek. Sama-sama menggunakan bumbu spekku tuk pewanginya dan sama sama menggunakan gula merah.

Rasanya enaaakkk dan wangi spekku. Cuma di teksturnya terlalu springy karena kayaknya aku kelamaan mengocok. Biasanya nggak sekapas ini sih. Memang lain kali harus diperhatikan waktu mengocok, lebih lama sedikit kuenya jadi berasa makan sponge, hehe. Tapi adeekk suka sekali katanya "minta lagi bu kue kapasnya" haahhh?? atau mungkin juga karena aku kurangi takaran margarinnya. Mama kan hipertensi dan kolesterol jadi gak boleh terlalu banyak lemak. Resepnya menggunakan cup/gelas. Semua ukuran menggunakan gelas atau cup yang sama. Soalnya kalo dikonversi ke gram jadi bingung aku. Cupnya gula sama tepung beda apalagi sama air.

Bahan :
- 3/4 cup gula merah, sisir halus
- 1/4 cup gula pasir
- 1 1/4 cup terigu
- 4 sdm agak munjung mentega/margarin, lelehkan bersama garam
- 1 cup telur
- 1 sdm bumbu spekku
- 1/2 sdt vanili
- 1/2 sdt garam
- kenari secukupnya tuk campuran adonan dan taburan

Cara membuat :
  1. Panaskan oven 180 C. Siapkan loyang 25x25x7 cm yang dioles margarin dan ditabur tepung terigu.
  2. Kocok telur, gula, dan vanili sampai mengembang kental berjejak.
  3. Turunkan kecepatan mixer paling rendah. Masukkan campuran tepung dan bumbu spekku sedikit demi sedikit sambil dikocok sampai rata. Masukkan margarin.mentega leleh dan dimixer perlahan sampai rata. Masukkan separuh kenari.
  4. Tuang di loyang dan taburi sisa kenari. Panggang sampai wangi dan matang.



Kamis, 16 Februari 2012

Bikang Doang

IMG_3964

IMG_3978

Naaah kalo snack yang satu ini salah satu favoritku. Kalo daerah lain kenalnya dengan nama bakwan udang. Orang Makassar bilangnya bikang doang. Doang itu artinya udang jadi bikang doang artinya bika udang. Isinya ya mirip mirip aja. Ada sayur mayurnya dan ada hiasan udangnya di atas. Seperti biasa aku bikinnya pake takaran kira kira aja. Potongan sayur semua aku masukkan ke wadah. Habis itu aku tambahkan tepung, bumbu halus, telor dan air. Aku aduk rata. Kekentalannya pake feeling aja. Jadi nggak boleh terlalu kental nanti bikangnya keras, kalo terlalu encer nanti bikangnya letoy...hehe, yang sedang sedang saja *sambil nyanyi ala dangdut*

Supaya seragam ukurannya aku dapat ilmu dari Bu Euis Afrizal nih. Makasih ya Bu Euis! Pertama-tama bikang dituang dalam cetakan bika habis itu setelah bagian bawahnya udah berkulit (sekitar 5 menit) lepaskan dari loyang bika dan pindahkan ke dalam minyak panas dalam wajan besar. Goreng sampai garing tapi jangan kelamaan nanti jadinya alot. JAdi deh bikang yang imut dan seragam besarnya...

Bahan :
- tepung terigu
- wortel serut
- kol iris halus

- toge, siangi

- daun bawang, iris halus
- telur

- air
- udang ukuran sedang, buang kepala lalu beri sedikit garam

Bumbu halus :

- bawang merah
- bawang putih

- merica

- garam

- gula


Cara membuat :
  1. Campur semua bahan lalu aduk rata.
  2. Siapkan cetakan bika dan wajan berisi minyak banyak. Panaskan keduanya di atas kompor.
  3. Beri sedikit minyak pada cetakan bika. Tunggu sampai panas. Tuang adonan dalam cetakan bika sampai penuh. Taruh udang di atasnya. Biarkan sekitar 5 menit (atau sampai bentuknya set) lalu transfer ke dalam wajan. Goreng dengan panas sedang sampai matang.
  4. Sajikan dengan cabe rawit atau kuah cuka.
Untuk mengantisipasi kepedasan setelah makan bikang ini *secara makannya habis berapa biji cabe* aku dah menyiapkan jeruk nipis peras. Sekalian buat merontokkan lemak lemak yang masuk ke perut, hihi. Oh iya...kalo lagi rajin aku suka menikmati bikang doang ini dengan kuah cuka. Campurannya bawang putih (aku cukup 1 biji), cabe (aku cukup 3 biji), gula pasir (agak banyak), garam dan sedikit cuka atau jeruk nipis. Diblender bersama air lalu dimasak sampai mendidih. Nanti makan bikangnya sambil dicocol atau direndam kuah cuka. Manteeeeph deh...


Bikang Doang (bakwan udang)


Bikang Doang (bakwan udang)


Selasa, 14 Februari 2012

Cendol Buah Tala


Dalam rangka ikutan ajang IDFB challenge #3 aku mau setor yang dingin dingin aja. Kali ini aku bikin cendol buah tala.


Cendol Buah Tala


Buah tala adalah sebutan orang Sulawesi tuk buah lontar atau siwalan. Buah tala ini memang jarang dijumpai di tempat umum. Hanya sedikit saja penjual buah tala segar yang masih berjualan. Selain memang karena pohon tala tidak tertdapat di semua daerah, jumlahnya pun cuma sedikit. Biasanya mereka membawa dengan cara dipanggul di pundak. Buahnya dibungkus dalam plastik plastik kecil.

Pertama kali aku makan buah ini waktu kuliah di Makassar. Itupun di rumah tante. Penjualnya lewat membawa buah tala segar dan nanti tergantung dari pembeli mau diolah jadi apa. Kalo tanteku bikinnya yang simpel aja yaitu bikin cendol buah tala. Nggak tau juga kenapa dibilang cendol padahal gak pake cendol. Mungkin karena bentuk buah tala yang diiris-iris kecil memanjang ditambah agar agar hijau mirip cendol jadi disebut cendol.

Nah karena di sini nggak ada buah tala segar, aku akhirnya pake buah tala kalengan yang sudah dikemas dalam larutan sirup gula. Campurannya sih suka suka kita aja. Rasa umumnya kayak es teler/campur karena menggunakan santan dan sirup merah. Yang khas juga adalah sirup merahnya. Di sini namanya sirup pisang ambon DHT dan sudah populer digunakan tuk jajanan apa saja yang menggunakan sirup seperti es pallu butung, es pisang ijo dan es es lainnya. Mirip dengan cocopandan tapi beda juga. Rasanya gak sama dengan sirup merah lainnya. Enak deh pokoknya dan khas...

Bahan yang aku gunakan adalah buah tala, nangka dan agar agar hijau yang diserut panjang. Kuahnya dari santan segar (kalo mau tahan lama ya bisa dimasak dulu dengan pandan dan sedikit garam). Diberi es serut yang banyak lalu disiram dengan sirup merah. Nyamanna...!


Cendol Buah Tala



Cendol Buah Tala



Songkolo Bagadang

Songkolo Bagadang

Songkolo Bagadang

Songkolo bagadang adalah nasi ketan hitam yang disantap dengan taburan kelapa/serundeng dengan pendamping ikan asin dan sambel tumis. Biasanya dikemas menggunakan daun pisang. Di Makassar, penganan ini biasanya dijual pada saat mulai malam sampai pagi hari. Jadi para pekerja yang bekerja sambil begadang ya ini santapannya. Nah songkolo sendiri berarti nasi ketan, sedangkan bagadang yaaa artinya begadang juga...

Untuk membuat nasi ketan ini harus dicampur dengan beras ketan putih. Perbandingannya bisa separuh separuh atau sepertiga ketan hitam dan dua pertiga ketan putih. Ini untuk mendapatkan rasa pulen yang sempurna. Cara membuatnya sama aja kalo bikin nasi ketan putih. Beras terlebih dulu direndam semalaman. Setelah itu dikukus. Pada saat setengah matang perciki ketan dengan santan encer yang sudah dibubuhi sedikit garam. Lalu lanjutkan mengukus hingga matang. Nah serundeng teman songkolo ini ciri khasnya adalah gurih dan manis. Jadi penggunaan gula merahnya disesuaikan saja. Teksturnya juga tidak boleh terlalu kering. Asal kelapanya kelihatan sudah tidak bergumpal dan sudah terhambur maka sudah matang. Resepnya berikut ini tapi gak pake takaran. Aku pake feeling aja...

Bahan serundeng :

- kelapa setengah tua, kupas kulit lalu parut
- lengkuas, geprek
- sereh, geprek
- 1 sdt air asam
- gula merah
- garam

Bumbu halus :

- cabe merah besar
- bawang merah
- bawang putih
- ketumbar
- merica
- kencur
- kunyit

Cara membuat :

  1. Campur bumbu halus, air asam, gula merah serut dengan kelapa. Aduk aduk.
  2. Panaskan wajan dengan api sedang. Masukkan bahan serundeng. Tambahkan sereh dan lengkuas.
  3. Sangrai sambil diaduk aduk terus agar tidak gosong dasarnya. Setelah teksturnya sudah agak kering dan baunya sudah wangi matikan api. Serundeng siap disajikan dengan nasi ketan sambel dan ikan asin.

Cinnamon Roll with Fruitmix

Cinnamon Roll with Fruitmix

Cinnamon Roll with Fruitmix

Bikin lagi roti cinnamon roll. Biasanya aku cuman pake gula palem, kayu manis dan kismis. Kali ini aku tambahkan ceri merah, hijau, dan sultana tuk taburannya. Gulanya, separuh gula palem dan separuhnya lagi gula pasir biar warna fruitmixnya nanti nggak ketutup cokelat dari gula palem. Bentuknya aku bikin dua macam. Satu roll yang biasa. Satunya kayak triangle tapi bulat bulat...nggak tau nama yang cocok apa ya..hehe. Resepnya bisa dilihat di sini. Tapi sekarang aku kalo bikin roti selalu pake sarannya Hidesuki dari homebaking yaitu ragi direndam dalam air hangat. Setelah mengembang baru dicampur dengan adonan dan diulen. Cara ini untuk menghindari bau ragi pada roti.

Cinnamon Roll with Fruitmix





Kamis, 09 Februari 2012

Another Award

Another lovely award received within this week and generously shared by Vivian Pang. Thanks for sharing it with me Vivian. I'm truly honoured... it's encourage and motivate me to keep blogging...






Burger Mini

Mini Burger

Mini Burger


Sesuai request anak anak hari ini aku bikin burger. Udah lama siiiiih mereka mintanya. Tapi baru sempat bikin rotinya kemarin dan bikin daging burgernya hari ini. Resep burger mini udah aku pernah posting sebelumnya. Cuman kali ini adonan dagingnya aku kasih potongan daun bawang. Tambah wangi deh...asli enak.

Saking doyannya, burger sama nasi tuk sarapan, roti burger tuk bekal, eeeh pulang sekolah burger lagi. Ini adek baru pulang sekolah dan masih pake baju pramuka udah siap melahap burger keduanya.

Adonan aku sisakan sedikit buat bikin roti topping tuna mayonaise. Wuueeeeeeenak tenan! serasa makan pizza deh... . Toppingnya cuman diolesin saos tomat, ditaburin tuna kaleng yang udah disuwir suwir, dikasih cabe merah dan ijo iris (biar lebih nendang rasanya) taburan merica hitam dan oregano dan terakhir semprotan mayonaise yang udah dicampur sedikit keju parut.


Bread with tuna mayonaise topping

Bread with tuna mayonaise topping

Bolu Gulung Blueberry

Blueberry swiss roll

Blueberry swiss roll

Hari ini aku bikin bolu gulung isi selai blueberry. Selaiku masih banyak sekali, kemaren waktu mama datang aku dibawakan sekilo. Nah, aku kan bukan bakul kue jadi nggak bikin bolu gulung sering-sering. Jadi masih sisa banyak niy. Takut kelupaan nanti lama-lama kadaluarsa.


Kali ini aku pake resep lapis surabaya. Aku permanis dengan tambahan totol totol love dari adonan cokelat, biar agak gaya dikit, qiqiqi...

Bahan :

- 10 kuning telur
- 1 putih telur
- 90 gr gula pasir
- 50 gr terigu
- 15 gr maizena
- 50 gr margarin + 50 gr salted butter (lelehkan)
- 1/2 sdt vanili bubuk
- 1 sdm susu kental manis
- pasta cokelat

Filling :

- selai blueberry

Cara membuat :
  1. Kocok telur, gula dan vanila sampai mengembang, masukkan tepung (terigu, maizena) sambil diayak sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.
  2. Masukkan mentega dan margarin cair sambil diaduk perlahan. Tambahkan susu kental sambil diaduk rata.
  3. Ambil sedikit adonan, beri 1 tetes pasta cokelat. Aduk rata lalu masukkan dalam plastik segitiga.
  4. Tuang adonan putih ke dalam loyang 28x28x4 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti. Seprotkan bulatan bulatan kecil tidak beraturan. Tarik menggunakan tusuk gigi tengahnya sehingga membentuk love/daun. Lakukan saling berlawanan arah.Panggang dengan panas 350 F selama kurang lebih 15 menit.
  5. Angkat lalu balikkan di atas rak kawat hingga dingin.
  6. Olesi selai, lalu gulung dan padatkan.
Related Posts with Thumbnails