Rabu, 11 Januari 2012

Coffee Twist Bread

Coffee Twist Bread

Coffee Twist Bread

Habis jalan-jalan ke blognya Mbak Elsa, aku tergoda berat dengan penampakan coffee twist breadnya yang menul-menul itu...waaa pokoknya harus segera buat. Udah kebayang bayang wangi kopinya. Mbak Elsa makasiiih banyak ya inspirasinya...^^

Resep tetep pake resepku yang biasa. Resep olesan kopinya aku lihat di Home Baking website favoritku. Kemarin dapat sharing dari pemilik home baking, Hidesuki tentang cara menghindari bau ragi pada roti. Sebenarnya cara ini sudah sering digunakan dalam pembuatan roti, tapi aku baru 'ngeh' kalo ternyata gunanya untuk mengilangkan bau ragi atau asam berlebihan pada roti. Caranya, ragi direndam dulu dalam air hangat dan sedikit gula selama 15 menit sampe raginya bereaksi dan mengembang. Setelah itu baru nanti dicampurkan ke dalam adonan roti. Betul ternyata...hasilnya memuaskan. Thanks to Hidesuki for sharing!!

Bahan roti:
- 400 gr terigu protein tinggi (cakra)
- 200 gr terigu protein sedang (segitiga biru)
- 125 gr gula pasir halus
- 1 sachet ragi instan
- 2 sdm susu bubuk
- 3 kuning telur
- 1 sdt garam halus
- 75 gr margarin
- 300 ml air hangat

Bahan coffee cream (aduk rata lalu masak sampai mengental, dinginkan) :
- 100 gr air
- 2 sdt kopi instan (aku pake Good Day Hazelnut)
- 30 gr gula pasir
- 10 gr tepung terigu protein sedang

Olesan (aduk rata) :
- 2 butir kuning telur

- 1 sdt air/susu cair

- almond slice

Cara membuat :

  1. Masukkan ragi instan ke dalam 150 ml air hangat. Tambahkan 1/2 sdt gula pasir, aduk rata dan biarkan selama 15 menit.
  2. Campur semua bahan kering seperti terigu, gula, susu bubuk ke dalam wadah. Aduk rata.
  3. Masukkan kuning telur lalu mulai mengocok menggunakan mixer spiral. Turunkan sisa air yang 150 ml dan cairan ragi sambil terus dimixer sampai adonan agak rata. Masukkan garam dan mentega sambil terus dikocok sampai elastis. Cat: kalo menggunakan mixer Bosch cukup 10-15 menit dengan kecepatan no 3.
  4. Fermentasikan selama kurang lebih 30 menit dengan ditutup dengan kain lembab dan diletakkan di tempat yang bersuasana hangat (kalo aku taruh di deketnya ricecooker).
  5. Setelah mengembang 2x lipat kempeskan adonan. Bagi adonan menjadi 3 bagian.
  6. Ambil satu bagian adonan, giling pipih membentuk segiempat 30x30 cm. Olesi coffee cream. Sisakan space 1 cm pada satu sisi untuk merapatkan adonan. Gulung., rapatkan ujung ujungnya. Potong dua memanjang. Bentuk swirl (gambar bisa dilihat di sini). Letakkan dalam loyang bersemir margarin.
  7. Fermentasikan kembali selama kurang lebih 45 menit atau mengembang 2x lipat.
  8. Olesi kuning telur, taburi almond dan gula pasir. Panggang dengan suhu 180 C atau 375 F selama kurang lebih 20-25 menit sampai kuning kecoklatan. Kalau rotinya besar butuh waktu lebih lama.
  9. Angkat. Sajikan hangat dengan secangkir kopi atau teh.

Hasilnya, hmmmm wanginya memenuhi rumah. Pas Hanifnya pulang sekolah, langsung teriakdari luar, "Ibuuuu bikin roti boy ya??" hahaha. Namanya juga kopi, ya baunya mirip-mirip lah. Dan ternyata hasil jadi rotinya besar sekali. Jadinya 2 buah dan masih ada sisa adonan, aku bikin roti manis biasa aja dan ditabur gula pasir kesukaan adek Hanif. Lain kali adonan harus dibagi empat dan krim kopinya ditambah supaya cukup.



Roti Manis

Sisa adonan aku bentuk kayak roti ensaymada. Cantik juga ya...

Roti Manis

Kelihatan teksturnya lembuuuuut banget. Apalagi kalo masih panas.


13 komentar:

Melani W mengatakan...

Wah, rotinya kliatan enak mbak Hesty ^_^
Saya mampir lagi ya mbak, tergoda liat rotinya, selain liat resep saya suka liat foto2nya mbak juga, keren ^_^

Hesti HH. mengatakan...

Iya beneran enak niy...

Makasih ya Melani pujiannya *hidung kembang kempis*...

Anonim mengatakan...

Ya ampun subuh-subuh diberi penampakan roti gini. Ngebayangin makan roti menul-menul yang masih anget...nyam...bikin ngiler mbak hesti.
Rina Audie

Hesti HH. mengatakan...

Hehe...makasih MBak Rina udah berkunjung.

Iya bener, gak ada yang mengalahkan makan roti masih anget sambil menyeruput teh or kopi...nikmeeeeh!!

ibudirafisa mengatakan...

Tuuuh kan.. dirimu.. bener bikin orang ngiler...
aku bales deeeh dengan bikin ala hidesuki..pengen nyoba juga.. udah sering baca tp belum praktek...
mo bikin roti boy aaah..

tengkiuuu berat mbak Hesti....muaaaah

Hesti HH. mengatakan...

*muach juga* lagi semangat niiiyyy baking baking. Hayo mbak, aku tongrongin blognya MBak Elsa pengen lihat hasil jadi n' reviewnya. Good luuuuuck bikinnyaa!

Anonim mengatakan...

mba aku mau tanya kenapa ya.setiap aku buat roti boy pas matang roti ku jadi kempis, udh 3 kali aku jadi putus asa nih. Help me yaaa..
Tq

Hesti HH. mengatakan...

Aku juga kurang ngerti mbak, karena belum pernah ngalamin. Tapi mungkin... kalau nggak terlalu banyak cairannya, adonannya over fermentasi. Aku nggak pernah fermentasi lebih dari satu jam. Malah seringnya cuman sekitar 40 menitan udah aku bakar. KArena terlalu banyak udara di dalamnya pas panas di oven tambah ngembang lagi, eh pas diangkat kan berubah suhunya jadi turun lagi kayak kue chiffon yang terlalu lama dikocok putih telurnya...

Hesti HH. mengatakan...

Apalagi ada topping di atasnya jadi agak berat...sedang rotinya ringan karena terlalu ngembang.

Donna mengatakan...

Hi mba Hesti, salam kenal, aku Donna :)
mau tanya tentang coffee cream..., tepung terigu protein sedang itu maksudnya all purpose flour? soalnya barusan aku cek stock yg ada didapur hanya bread flour, apf, dan cake flour.. nah apf proteinnya10,32gr & cake flour 10gr.. posisi aku di spain, ga nemu yang merk cakra2an.. hihihih

aku pake apf bisa kali ya mba?

makasi banyak :)

Hesti HH. mengatakan...

Salam kenal mbak Donna,

Kalau tepung terigu protein sedang itu di sini segitiga biru. Tapi kalau untuk krim bisa aja pake all purpose/serbaguna. Yang gak boleh diganti yaitu rotinya, harus protein tinggi atau cakra. Kalau cake flour itu terigu protein rendah atau roda biru kalau di Indo.

hera mengatakan...

Ass. Mbak Hesti yg cantik sy buat roti ini kemarin n sisanya roti asin caterpillar. Rotinya enak dan lembut hanya wangi kopi tdk terasa (mungkin karena sy pakai mocchacino), soal modelnya he he he amburadul kecuali yg caterpillar cantik. Suami sy suka katanya modelnya sama yg dijual di market, senaaangnya...mbak Hesti terima kasih banyak untuk resepnya

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam,

Alhamdulillah kalo suka mbak. makasih juga dah kabarin hasilnya...

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails