Rabu, 13 Februari 2013

Duri Duriang (Makassar)





Aku tau pasti banyak yang dah blenger lihat postingan serba durenku...sabaaaar ya, tapi yang satu ini memang udah lama pengen aku buat. Dan semoga bisa jadi penutup di parade kue serba durenku, hehe ^^

Duri-duriang sesuai namanya adalah kue berbentuk durian khas Makassar. Orang sering salah kaprah menganggapnya sebagai nastar durian, padahal sama sekali berbeda. Beda dengan kue kering pada umumnya, ukurannya agak lebih besar. Kue ini beda pula bahan, cara bikin dan hasil akhirnya. Permukaannya juga tidak dibubuhi olesan kuning telur. Teksturnya tidak renyah seperti kue kering tapi justru empuk. Memang ketika baru keluar dari oven luarnya garing dan renyah. Tapi selama proses pendinginan teksturnya mulai berubah. Memang proses pembuatannya pun seperti membuat kue bolu. Dengan metode kocok gula dan telur serta terakhir masukkan margarin leleh. Mungkin agak mirip sedikit dengan bolu kering ...pokoknya susah dijelaskan dengan kata kata, harus dicoba sendiri baru mengerti. 


Nama duri duriang diambil dari bentuknya yang seperti durian *walaupun menurutku seperti landak sih* . Isiannya yang umum adalah cangkuning atau unti atau enten kelapa gula merah yang dikasih sedikit daging durian hanya untuk pewangi. Namun walaupun begitu kue ini tahan sampai beberapa minggu tanpa bahan pengawet. Caranya biar kelapanya nggak basi atau jamuran?? orang orang dulu biasa menyangrai sebentar kelapa setengah tua yang digunakan. Bukan untuk menggaringkannya tapi untuk mengurangi sedikit kadar airnya. Jadi sangrainya nggak sampai berubah warna. Sebentar saja. Setelah itu barulah dimasukkan ke dalam larutan kental gula merah dan ditambah durian. Nah gula merah ini juga salah satu bahan pengawet alaminya. Adonan kulit yang tidak terlalu manis pas berpadu dengan cangkuning yang manis dan harum aroma duren. Biasanya dijajakan dalam toples seperti permen...untuk camilan teman minum teh atau sekedar snack buat anak anak.




Berikut adalah resep  mamaku...setengah resep saja hasil jadinya sekitar 30 biji berukuran besar.

Bahan :
- 1/2 cup ( 125 gr) gula halus
- 3 butir telur
- 1/2 sdt vanili
- 1/2 cup (115 gr) margarin, lelehkan
- 375 gr terigu serbaguna
- 1 sdm maizena
- 1/4 sdt soda kue
- 1/2 sdt baking powder

Bahan Isi :
- 1 butir kelapa parut
- 250-300 gr gula merah (bisa ditambah kalau mau tahan lama)
- 150 ml air
- 3 buah durian, buang bijinya (aku pake selai durian)
- daun pandan

Cara membuat :
  1.  Isian : sangrai/oven sebentar kelapa dengan api kecil sampai kelapanya agak kering. Masak gula merah bersama air dan daun pandan. Setelah larut dan kental angkat lalu saring. Panaskan kembali di atas kompor, ketika mendidih masukkan durian. Aduk sebentar sampai durian masak lalu tambahkan kelapa. Aduk terus sampai menjadi adonan yang kalis. Dinginkan, bentuk bulat lonjong.
  2. Kulit : Ayak tepung terigu bersama baking powder dan soda kue.  Sisihkan. 
  3. Kocok telur dan gula halus serta vanili hingga kental mengembang, tambahkan separuh bagian tepung sedikit demi sedikit, aduk rata dengan sendok kayu. Turunkan margarin leleh perlahan lalu aduk asal rata. Masukkan sisa tepung lalu aduk asal rata sampai menjadi adonan yang dapat dibentuk
  4. Supaya selama pengerjaan adonan tidak cepat mengeras terkena udara, bagi dua adonan lalu tutup satu bagian dengan cling wrap atau kain basah.
  5. Kerjakan sebagian adonan setelah selesai baru dilanjutkan dengan adonan berikutnya. Caranya sama seperti membentuk nastar hanya agak dibentuk lonjong lalu diberi motif dengan cara menggunting permukaannya membentuk duri durian.
  6. Letakkan dalam loyang tanpa olesan, lalu panggang selama kurang lebih 20-25 menit panas oven 160 C atau sampai dasarnya agak kuning kecoklatan.
  7. Angkat. Dinginkan lalu simpan dalam wadah kedap udara.






18 komentar:

Anonim mengatakan...

senang kali lht blog mbak hesty...mbak ukuran cup ke gram ato glass blimbing kira2 takaranx brapa y...

Anonim mengatakan...

You actually make it appear so easy with your presentation
but I in finding this topic to be really one thing which I feel I would
never understand. It kind of feels too complicated and extremely broad for me.

I'm having a look ahead on your subsequent submit, I will try to get the hang of it!

Feel free to surf to my blog :: low fee payday loans

bukucatatanresep buncis mengatakan...

mbak Hesti bisa dibantu untuk konversi ke gram g resepnya hihi..soalnya nyari di google konversi dari cup ke gram beda2...thx

Hesti HH. mengatakan...

Sudah saya konversi, silahkan dilihat di atas mbak.

dwek mengatakan...

mbak, kalau daging duriannya diganti dengan essens aja gimana yaa ?? nggak doyan durian... :(

Vania mengatakan...

Hesti... aku menikmati postingan bertema durian ini. Entah udah berapa lama aku gak makan durian :( *menyedihkan, padahal aku suka bangeeet; mahal.com

Kue ini emang popular bgt di Sulawesi Selatan ya Hes; daaaan, aku gak keberatan dpt kiriman bbrp toples dari sana lho, sekalian dompo-nya ya Hes.

Eh iya, itu gunting kecil yg bisa dilipet...udah lama gak liat barang itu.
Bikin kangen Soroakoooo ah.

Lina IbunyaAzRaf mengatakan...

hehehe, tUh mba hesti, aku ada temen'y, mba dwek jg ga doyan duren, kl aku emang buah duren ga suka, tp kalo DUda keREN ya.......boleh juga....
Ups.... Hehehehehe...
Mf nie br nongol aku mba... Pengen buat roll cake tp blm ada timing yg pas...

Hesti HH. mengatakan...

Mbak Dwek : boleh gak pake durian mbak. Pake inti kelapa saja cuman berasa spesial kue ini di aroma duriannya. Walaupun penggunaannya dikit tapi wangi duriannya kuat sekali.

Mbak Vania : waaaaa coba ke sini mbak, kayaknya sih lebih murah. Pengen siy kirimin tapi lagi membayangkan gempornya mengaron durian, hihihi. Pas lihat postingan ini, mama di makassar langsung minta dikirimkan duri durian satu kaleng kong guan besar...hiyaaaa pengsaaan.

Mbak Lina: Ada ada aja....awas lho ada duren yang naksir beneran ^^

Lina IbunyaAzRaf mengatakan...

hahahay... Boleh... Tapi... Sapa ya yg mau ama ibu2 ndut... Hehehehe... (ngelantur.com)
C'mon mba, give me more sureprise to make roll cake (JRC) with more beautiful motive, may be you can create Batik motive... I'm waiting...

tata | bonitafood mengatakan...

Wuaaaa iya nih Mbak Hesti bener2 pesta durian akhir2 ini... Bagi2 dong mbak mabok duriannya hihihihihih. Ini pas tak liat pertama dan judulnya juga, tak kira juga nastar durian hehehe ^^

Nisa's Mom mengatakan...

cantiiiik nyaaaaaaaaaaa..!!!

Hesti HH. mengatakan...

@Lina : sebenarnya emang tertarik dan pernah bikin tp nggak terlalu cantik hasilnya jd nggak dipasang. Yg dipasang di blog resep pilihan semua *eeeeaaaa

@Tata : hihi mabok beneran niy...makanya blenger lama baru posting lagi kwkwkwwkkww

@Nisa's Mom : tengkyuuuuuu mbak...

meilya dwiyanti mengatakan...

mmm yummyyyy

Unieq Munawir mengatakan...

Salam kenal mbak Hesti, duhh ini nih kue yg di request ibu sayaa.. kebetulan saya domisili di Palopo, dan ternyata disini banyak yang menjajakan kue duri-durian ini di Pasar (di Makassar sudah jarang yang jual), makanya ibu saya pesan minta dibelikan kue ini pas sy mudik ke Makassar minggu depan, tapi requestnya tanpa duren (ga doyan duren), sepertinya menantang anaknya nih buat bikin kue ini nih, soalnya yang dijual di pasar rata2 pakai duren..

saya ijin nyontek resepnya yaaa mba, nanti kalau dah bikin laporan lagi disinii..

Hesti HH. mengatakan...

Salam kenal mbak Uniq,

Hahaha iya betul dapat tantangan itu mbak, ayo dibikin. sudah nda sabar dengan hasil akhirnya ^^

Unieq Munawir mengatakan...

Tadi habis bikin ini (cuma blm sempat diposting) bikin 2 versi, yang duren dan tanpa duren.. durennya cuma punya dikit, sekitar 50 gr, lebihan bikin pancake duren, dirumah cuma punya dompo, bisa ga dipakai? maksudnya domponya bakal menyatu sama adonan atau jadi keras? *amatir, hehehe* jadi kurang terasa..

btw, untuk unti yg tanpa duren, hasilnya susah nyatu, mungkinkah kelapanya kebanyakan kali ya? td beli kelapa 1 butir, tp dapat yg besar, sementara resep tidak disesuaikan hehehe

oya, tadi karena takut hasilnya kebesaran, untuk isi sy timbang 10gr, dan kulit 16 gr, hasilnya agak tipis sih, dan kurang rapi hahaha kudu jam terbang tinggi biar hasilnya secantik punya mba Hesti heheheh.. rasa sih enaaak.. lain kali kalo bikin durennya mau dibanyakin aaah..

Anonim mengatakan...

Mbak sy mau tanya: 1.apa perbedaan kalau cuma pake tepung terigu saja tanpa memakai soda kue dan baking powder?
2.apa perbedaan kalau menteganya sy mixer saja langsung dgn kuning telur dan gula (tidak saya lelehkan mentega nya). Please info ya mbak. Makasih.

Anonim mengatakan...

Mbak sy mau tanya: 1.apa perbedaan kalau cuma pake tepung terigu saja tanpa memakai soda kue dan baking powder?
2.apa perbedaan kalau menteganya sy mixer saja langsung dgn kuning telur dan gula (tidak saya lelehkan mentega nya). Please info ya mbak. Makasih.

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails