Selasa, 06 September 2011

Rendang Printil


Aku bermasalah dengan anak keduaku dalam hal makan. Setiap makan daging...pasti gak bisa dikunyah dan berakhir dengan membuang serat-serat atau ampasnya. Walaupun dagingnya sudah dimasak selunak mungkin...tetap saja begitu. Cuman dua olahan daging yang bisa dimakan dengan tuntas...bakso dan daging printil. Yaaaaa...karena dua duanya menggunakan daging cincang sebagai bahan dasarnya.

Jadilah hari ini aku bikin rendang printil. Rendang tapi dalam bentuk daging yang diproses hingga halus dan dibentuk bola-bola. Setelah lihat di blognya Teh Nicke *makasih ya teteh...mantap resepnya*, ngileeer abis dan pingin buat rendang resep uni Dewi Anwar. Aku bikin setengah dari resep beliau. Penggunaan hati sapinya aku skip tapi tetap maknyus kok. Aku juga nggak bikin terlalu kering...supaya ada kuahnya dikit. Lagian suamiku nggak suka makanan yang ada genangan minyaknya disekelilingnya...hehehe


Jadi untuk resep ini aku menggunakan 300 gr daging sapi giling dan 200 gr kacang merah. Di bawah ini Resepnya Uni Dewi Anwar dengan sedikit modifikasi dari aku :

Bahan :
- 300 gr daging sapi cincang (beri garam & bentuk bulat kecil, goreng sebentar asal berkulit)
- 200 gr kacang merah (rendam semalaman)
- 1 1/2 kelapa tua parut, buat santan kental (2-3 kali perasan dengan air hangat, sedikit-sedikit)

Bumbu halus
:
- 10 butir bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 3 cm jahe
- 2 cm kunyit
- 3 cm lengkuas
- 1/2 ons cabe merah giling (aku pake 3 buah saja)
- 1/2 sdt merica


Bumbu lain :

- 2 batang sereh, geprak bagian putihnya
- 1 buah bunga pekak
- 4 lembar daun jeruk
- 2 lembar daun salam
- 1 lmbr daun kunyit, sobek-sobek

Bumbu pelengkap :

- 1 sdm kelapa serundeng giling (kelapa parut digonseng sampai cokelat, giling halus sampai keluar minyaknya)
- 1/2 sdm hati sapi rebus, giling halus (aku skip)
- 1 sdm air asam
- garam secukupnya
- gula merah secukupnya

Cara membuat :
  1. Masukkan santan, daging printil dan kacang merah dalam panci. Tambahkan bumbu halus, dan bumbu daun, aduk rata. Tambahkan garam dan gula. Masak dengan api sedang.
  2. Aduk santan dengan gerakan menimba dengan sendok hingga santan mendidih, jaga agar santan tidak pecah. Gerakan menimba akan mencegah santan pecah. Tambahkan air asam dan kelapa sangrai halus.
  3. Kecilkan api, masak sampai bumbu benar-benar meresap dan kuah menyusut. Kalo kuah menuyusut tapi bumbu belum meresap tambahkan lagi sedikit air.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

hai mbak...mau nanya klo gak pake bunga pekak bisa gak ya?apa sangat mempengaruhi rasanya?
Ayudia, Probolinggo

Hesti HH. mengatakan...

Nggak apa apa mbak gak pake....insyaAllah masih enak

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails