Senin, 30 Juli 2012

KBB #30 : Rosemary-Cheese Spritz Cookies





Tepat sehari sebelum puasa, alhamdulillah selesai juga tugasku untuk tantangan Klub Berani Baking #30. Biasanya sih aku bikinnya di minggu ketiga. Tapi kali ini aku pengen bikin tugas ini segera sebelum puasa...malahan maunya  di awal awal bulan . Tapi apa daya, kejunya nggak pernah ada di toko. Hampir tiap hari aku cek. Barusan kemarin datang dan segera aku beli sebelum habis lagi. Maklum...saingan sama ibu ibu yang mau bikin kukis lebaran. Itupun di sini nggak pernah ada keju pecorino dan permesan. Jadinya aku pake keju edam aja semuanya. Tuk taburan pake keju cheddar dikit ^^

Alhamdulillah proses bikinnya lancar, hanya adonannya agak lembek. Susah nyetaknya menggunakan cookie press. Lengket lengket, nyangkut walhasil nggak mau keluar. Akhirnya aku tambahkan tepung secukupnya asal udah bisa dicetak dan bentuknya cantik.

Soal rasa, mungkin sebenarnya kukis ini enak sekali yaaaa...cuman menurutku dengan menggunakan 2 sdt rosemary baunya jadi dominan rosemary. Tetap ngeju, ada bau lemonnya dikit tapi rosemarynya kuat sekali. Atau apa baunya keras begitu karena aku menggunakan rosemary kering ya?? masalahnya di sini gak pernah ada rosemary segar...hiks
Tapi walaupun anak anak bilang kuenya baunya aneh...tetap aja mereka makan. Karena rasa kejunya membantu. Lha mau diapa...bumbu Itali kan bukan bumbu sehari hari kita, kecuali  oregano dan basil. Itupun dipakai hanya tuk bikin pizza dan pasta...jadi kami belum  terbiasa dengan bau rosemary yang kuat!




Rosemary-Cheese Spritz Cookies From Food Network Kitchens


Ingredients :

 - 1 cup (2 sticks) unsalted butter
- 1 teaspoon finely grated lemon zest
- 1 large egg yolk
- 6 tablespoons heavy cream
- 1 3/4 cups all-purpose flour
- 3/4 cup finely grated Pecorino cheese (I used edam cheese)
- 1/2 cup finely grated Parmesan cheese (I used edam cheese)
- 1 tablespoon sugar
- 2 teaspoons minced fresh rosemary leaves (I used dried rosemary)
- 1 teaspoons fine salt
- Pinch freshly ground nutmeg

Special Equipment: Cookie Press


Directions :

  1. Bring all ingredients to room temperature.
  2. Beat the butter and lemon zest with an electric mixer at medium speed until smooth, about 30 seconds. Slowly beat in the egg yolk and cream.
  3. Whisk the flour, pecorino, 1/4 cup of the Parmesan, sugar, rosemary, salt, and nutmeg together in a bowl. Gradually add the flour mixture into the butter mixture while mixing slowly. Scrape down the sides of the bowl, then beat on medium speed to make a slightly sticky dough.
  4. Fill the cookie press with the dough. Assemble the press with the desired disk shape (see cook's note), and press cookies onto ungreased baking sheets. Leave about one inch between cookies. Sprinkle with the remaining 1/4 cup Parmesan and refrigerate cookies for 20 minutes.
  5. Preheat oven to 325 degrees F.
  6. Bake cookies, rotating pan halfway through, until golden, the cheese browns a bit, and the cookies smell nutty, about 20 to 25 minutes. Briefly cool the cookies on the baking sheets, then transfer to racks to cool. Serve or store in a tightly sealed container for up to 1 month.

Cook's Notes: These freeze beautifully. Press the cookies out into desired shapes on cookie sheets and freeze. Transfer frozen cookies to a plastic bag, seal, and keep frozen for up to 1 month. When ready to bake, lay out frozen cookies on cookie trays and bake from frozen for 25 minutes
.



Sabtu, 28 Juli 2012

Bubur Sagu Mutiara


Yah...satu lagi yang segar segar tuk berbuka. Namanya bubur sagu mutiara. Bikinnya sangat simpel. Terinspirasi dari mbak Yayan Suryani yang posting bubur sagunya di IDFB, aku ikutan ngiler juga dan janji mau bikin juga. Alhamdulillah bahan udah lengkap. Cuman sagu mutiara, potongan nangka dan air santan manis. Cara bikinnya...rebus sagu mutiara sampai transparan lalu tiriskan. Untuk kuahnya tinggal masak santan bersama gula dan sedikit garam, tambahkan pandan biar lebih wangi. Aduk terus sampai mendidih. Setelah itu semuanya dimasukkan ke kulkas...tinggal tunggu buka puasa dan siap deh disajikan....

Makasih mbak Yayan....^^




Entry ini aku ikutkan ke ajang "Masak Bareng Yuuk" edisi Juni-Juli yang kali ini temanya makanan berbahan dasar sagu. Ajang ini baru pertama kalinya aku ikuti. Terima kasih untuk mom Elly yang sudah menginformasikan acara ini. Aku sebenarnya nggak yakin apakah ini masuk dalam persyaratan makanan berbahan dasar sagu. Tapi nggak masalah...yang penting ikut meramaikan. Setujuuuuuuu....?




Kari Daging Printil



Anak anak paling senang masakan daging daging berkuah. Syaratnya hanya satu...tidak boleh pedas. Jadi...supaya selera makan anak anak tetap tinggi di bulan ramadhan ini, aku harus pintar pintar cari resep yang sesuai buat mereka, terutama saat sahur.  Biasanya aku bikin semur, sop daging, soto daging, rawon, pokoknya apa aja yang penting nggak pedas. Nah terinspirasi dari blognya Kak Ita "Masam Manis" kali ini aku bikin kari daging printil. Sama aja kayak kari biasa tapi dagingnya pake daging cincang dibuat bola bola seperti kayak membuat sambal goreng printil. Karena tidak punya bumbu kari seperti punya kak Ita, aku menggunakan resep kuah kari ayam yang sering aku bikin dengan menambahkan sedikit bumbu spekkuk homemadeku ^^

Bahan  :
- 300 gr daging cincang, beri sedikit garam dan bentuk bulat kecil
- 200 gr kentang, potong kotak
- 200 ml santan kental dari 1 butir kelapa
- 300 ml santan encer
- 3 lembar daun jeruk purut
- 2 lembar daun salam
- 1/2 sdt gula
- 1/2 sdm air asam
- minyak untuk menumis bumbu
   
Bumbu halus :
- 2 buah cabai merah besar (bila suka pedas bisa ditambah)
- 6 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 ruas lengkuas
- 1 ruas jahe
- 1 ruas kunyit, bakar
- 1 batang serai ambil bagian putihnya
- 2 butir kemiri, sangrai
- 1 sdm ketumbar sangrai
- 1/8 sdt jintan sangrai
- 1/8 sdt bumbu spekkuk
- 1/2 sdt merica
- garam secukupnya 

Cara membuat : 
  1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun salam, daun jeruk, hingga wangi. Tuang santan encer, aduk rata.
  2. Masukkan bola daging, aduk hingga berubah warna. Tambahkan garam dan gula. Tambahkan pula kentang.
  3. Masak kari  dengan api kecil agar bumbu meresap dengan sempurna ke dalam daging ayam sambil sesekali diaduk agar bagian bawahnya tidak hangus. Apabila sudah mendekati matang, tuangkan santan kental dan air asam. Masak lagi sampai mendidih.
  4. Setelah matang, matikan api dan siap dihidangkan.





Bakso Tahu Goreng


Cemilan satu ini bukan hanya favorit anak anak. Orangtua juga suka lho, hehe. Selain camilan bisa juga dijadikan lauk. Sehat, bergizi dan enak... . Resep dapat dari Majalah Sedap. Walaupun tidak mengandung daging...tapi rasanya mirip sekali ma tahu isi. Gurih...

Bahan :
- 200 gr tahu putih
- 1 sdt ebi, seduh, sangrai, haluskan
- 50 gr wortel, potong dadu kecil rebus dan tiriskan
- 1 tangkai seledri, iris halus
- 1 batang daun bawang, iris halus
- 3/4 sdt garam
- 1/4 sdt merica bubuk
- 1/4 sdt kaldu bubuk
- 1 putih telur
- minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
  1. Aduk rata semua bahan.
  2. Bentuk bola bola.
  3. Goreng dalam inyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai matang.

Sup Bakso Ayam home-made



Paling enak memang berbuka dengan hidangan berkuah panas ataupun dessert berkuah. Rasanya kerongkongan yang seharian kering...langsung basah kembali, hmmmmm nikmaaatt!

Dapat resep bikin bakso kenyal ini dari Mbak Alice. Resep aslinya dari Neckred Kitchen.  Makasih banyak tuk resepnya.
Setelah dicoba beneran baksonya asli kenyal. Hanif dan iyut makannya lahap sekali. Bapaknya nggak ikutan karena memang nggak doyan ayam ^^

Resepnya sama aja cuman aku tambahin sedikit bawang putih dan sedikit bawang goreng. Kan emang itu bumbu khas bakso/pentol Indonesia...hehe. Berikut resepnya dengan sedikit modifikasiku ya...

Bahan bakso :
- 500 gr dada ayam tanpa tulang, potong potong
- 125ml air es
- 1 sdm kecap ikan
- ½ sdm gula
- ½ sdm minyak
- 2 sdm tepung maizena
- 1¼ sdt baking powder

Bumbu halus (ulek halus) :
- 3 siung bawang putih
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdm bawang goreng
- 1 sdt garam

Cara membuat : 
  1. Haluskan daging ayam dalam food processor. Tambahkan air sesendok sesendok sampai 5 sendok supaya menjadi pasta yang halus.
  2. Dalam wadah yang lain, campurkan kecap ikan, sisa air es, baking powder, gula,  minyak dan bumbu halus. Masukkan daging ayam giling. Aduk sampai rata dan airnya terserap dalam daging ayam.
  3. Supaya yakin dengan rasanya bisa dicoba dengan memasak 1 sdt adonan bakso. kalau ada yang kurang tambahkan.
  4. Dalam panci, rebus air sampai mendidih. Matikan apinya. Bentuk bakso bulat bulan menggunakan tangan kiri dan tangan kanan menyendok membentuk bulatan. Tangan dan sendok harus selalu dibasahkan agar adonan tidak melengket. Tuang ke dalam air panas. Setelah permukaan penuh dengan bakso. Nyalakan kembali api kompor tapi tidak sampai mendidih. Cukup sampai simmer saja. Kalau tidak nanti baksonya tidak bisa kenyal.
  5. Sementara memasak adonan bakso gelombang pertama, simpan di freezer dulu sisa adonan. Nanti kalau bakso sudah diangkat, baru lanjutkan lagi membentuk bakso. Setelah bakso mengapung, biarkan beberapa saat lagi dalam panci agar matang sampurna dan dalamnya sudah tidak berwarna pink lagi. Angkat dan masukkan ke dalam wadah berisi air es. Siap digunakan dalam masakan atau bisa disimpan dalam freezer.

  

Untuk membuat sup bakso ayam, resepnya seperti bikin sup ayam biasa. Tinggal merebus tulang ayam kampung atau sekalian dengan ayam kampungnya. Tambahkan potongan wortel lalu diberi tumisan bumbu halus bawang putih, merica dan garam. Kalau mau tambahkan kaldu bubuk silahkan...tapi tanpa itu kaldunya sudah asli gurih. Aku tambahkan 1 sdt minyak wijen. Dan disantap dengan bahan pelengkap telur puyuh, soun, dan bawang daun. Nyaaaaaaam...

Marmer Cake Tape




Sebenarnya kemarin aku beli tape mau dibuat es poteng tuk buka puasa. Tapi aku pikir pikir lagi, nggak bagus kalo buka puasa makan makanan yang terlalu dingin... jadi aku berubah pikiran. Aku akhirnya dapat resep cake tape dari blognya Mbak Alice. Aslinya cake tape keju. Cuman aku mau bikin varian marmer jadi aku skip kejunya dan kutambahkan cokelat bubuk. Rasanya enak khas tape dengan sedikit sensasi cokelat. Teksturnya kayak kata mbak Alice, nggak terlalu padat tapi nggak kayak sponge juga. Resep aslinya silahkan dilihat di I love. I Cook. I Bake. 

Di bawah ini hasil modifikasiku...dan aku bikin separuh resep mbak Alice ^^ thanks ya mbak Alice tuk resepnya...lain kali mau coba yang aslinya pake keju.

Bahan :
- 250 gr tape, haluskan
- 4 sdm susu kental manis
- 200 gr mentega asin
- 250 gr gula pasir
- 6 butir telur utuh + 1 kuning telur
- 250 gr tepung terigu 
- 3 sdm cokelat bubuk, larutkan dengan 3 sdm air hangat

Cara membuat :
  1. Kocok tape, susu kental manis dan mentega sampai lembut dan mengembang.
  2. Di wadah yang lain, kocok gula dan telur sampai mengembang.
  3. Sambil dikocok dengan kecepatan rendah, masukkan campuran tape ke dalam campuran telur. Kocok asal rata.
  4. Tambahkan tepung secara bertahap sampai adonan tercampur rata.
  5. Ambil seperempat adonan, tambahkan larutan cokelat aduk hingga rata.
  6. Tuang adonan putih ke dalam loyang bulat 24 cm yang sudah dioles dan ditaburi tepung. Sendokkan adonan cokelat di beberapa tempat lalu buat motif marmer.
  7. Panggang dalam oven (yang sudah dipanaskan terlebih dahulu) dengan panas 180C sekitar 35 menit atau ketika ditusuk sudah tidak basah lagi.

Senin, 23 Juli 2012

Heimama Egg Tarts



Seperti biasa...jalan jalan ke blog teman, eh ketemu resep asyik. Memang dah lama juga pengen coba tapi belum kesampaian terus. Kali ini pokoknya harus bikin...sekalian buat iftar. Resep ini aku lihat dari Small Small Baker. Namanya eggtart Heimama. Dinamakan demikian karena populer pertama kali dari blognya Heimama. Resep ini terkenal di dunia foodie blogger China. Dan menulari blogger Asia lainnya termasuk aku, hehe ^^

Resep pembuatan kulitnya bisa menggunakan dua cara. Yang satu seperti yang biasa aku praktekkan dengan cara mencampur mentega dingin dan tepung kemudian diaduk dengan menggunakan ujung jari hingga menjadi crumble. Yang kedua caranya mentega dilelehkan terlebih dahulu kemudian dicampur dengan bahan lain. Untuk lebih jelasnya bisa jalan jalan ke Small Small Baker. Aku menggunakan cara pertama. Tapi sewaktu memanggang adonan fillingnya menggelembung. Jadi aku kecilkan apinya. Jadi yang harus diperhatikan adalah beda jenis oven beda juga panasnya. Jadi menurutku ovenku lebih panas jadi dikurangi panas oven dan ditambah sedikit waktu panggangnya.

Bahan  pie :
- 300 gr tepung terigu
- 2 sdm tepung custard
- 2 sdm susu bubuk
- 1 sdm gula halus
- 1 telur
- 200 gr salted butter

 Bahan filling custard :
- 120 gr  gula pasir
- 350 gr air
- 5 butir telur, kocok lepas
- 100 gr susu evaporated
- beberapa tetes vanila extract (optional, aku pake vanili bubuk)

 Cara membuat :
  1. Potong mentega dingin kecil kecil. Campur tepung terigu, tepung custard dan susu bubuk dan gula. Aduk rata. Masukkan mentega dan telur lalu gosok gosok dengan telapak tangan sampai menjadi adonan yang lembut (aku pake cara biasa) tapi jangan diuleni. Bungkus dalam cling wrap dan simpan dalam lemari es selama 15 menit.
  2. Siapkan bahan filling : panaskan air dan gula asal gula larut. Dinginkan. Kocok lepas telur, susu evaporated, vanila. Tambahkan ke dalam larutan gula. Saring 3x.
  3. Siapkan bahan kulit. Giling tipis lalu potong potong menggunakan cutter bulat. Tuangi bahan filling 90 % penuh.
  4. Panggang selama 20 menit dengan api 180C. Atau tergantung besar kecil cetakan pienya. Semakin besar kecil semakin cepat matangnya.


Alhamdulillah, kulit pienya enak dan renyah...dan fillingnya sangat lembut. Enak deh pokoknya tapi lain kali aku mau coba pake vanilli bean biar lebih wangi.



Kering Bihun Campur



Udah lama incar incar resep ini di Majalah Sedap. Cocok sebagai lauk kering buat sahur. Wanginya sih dah enak tapi punyaku hasilnya kurang kering. Pas goreng bihunnya sih dah kering sekali kayak kerupuk. Mungkin sewaktu menumis bumbu nggak sampai kental betul, jadi ketika bihun masuk, sebagian bihun menyerap kandungan air di bumbu hingga kurang renyah. Akhirnya, supaya renyah lagi aku taruh di oven lagi dengan api kecil untuk mengeringkannya. Alhamdulillah garing kembali. Eenaaaak...! Nah berikut resepnya ya...

Bahan :
- 100 gr bihun kering
- 75 gr kacang tanah, goreng
- 50 gr dendeng sapi, seduh, iris panjang lalu goreng sebentar
- 25 gr cabe merah besar, iris halus goreng
- 2 lembar daun salam
- 2 cm lengkuas, memarkan
- 3 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
- 30 gr gula merah, sisir halus
- 1 sdt garam
- 1 sdm air asam
- 1 sdm bawang merah goreng
- 75 ml minyak goreng untuk menumis
- minyak untuk menggoreng

Bumbu halus :
- 2 buah cabe merah besar
- 3 siung bawang putih
- 1/2 sdt ketumbar bubuk

Cara membuat :
  1. Goreng bihun di dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai mekar dan kering. Angkat, remas sedikit. Sisihkan.
  2. Tumis bumbu halus, daun salam, lemgkuas, daun jeruk sampai harum.
  3. Masukkan gula merah, garam, dan air asam. Masak sampai kental.
  4. Tambahkan bihun kering, kacang tanah, dendeng sapi, dan cabe merah. Aduk sampai kering dan terbalut bumbu. Tambahkan bawang merah goreng, aduk rata.

Jumat, 20 Juli 2012

Kurma Lapis Cokelat





Alhamdulillah, tahun ini masih diberi kesempatan tuk menikmati indahnya ramadhan. Bulan yang selalu ditunggu tunggu dalam setiap tahun oleh umat muslim. Buat teman teman sesama muslim, selamat berpuasa ya...semoga kebarokahan bulan ramadhan melimpahi kita semua. Amin.

Hari ini mau buat cemilan buka puasa berbahan dasar kurma. Kita tau kurma adalah makanan yang bagus sekali untuk  berbuka puasa. Selain manis iapun sarat dengan kandungan gizi. Tapi terkadang anak anak bosan dengan penampilannya yang itu itu saja. Nah, kali ini aku coba bikin variasi dengan tambahan biskuit dan dilapisi cokelat. Dijamin...dengan melihat penampilannya saja anak anak nggak sabar pengen icip ^^

Resepnya sebenarnya pernah aku lihat di Majalah Sedap edisi lama. Tapi karena udah nggak sempat bongkar bongkar majalah...aku kira kira aja pake takaranku sendiri. Bahan isinya pun sesuai selera kita. Bisa menggunakan kacang kacangan yang dicampur karamel, bisa juga snack cokelat seperti potongan cokelat atau cincangan 'beng beng' bisa juga menggunakan biskuit favorit yang dicampur susu kental manis. 

Kali ini aku menggunakan biskuit oreo orange ice cream flavor dan susu kental manis. walaupun filling oreo tidak digunakan... orange flavornya masih terasa. Hancurkan biskuit lalu campur bersama susu kental sampai bisa dipulung. Kira kira saja seberapa biskuit yang dipakai karena space di dalam kurma juga tidak terlalu besar. Belah kurma di satu sisi tidak putus, lalu buang bijinya. Masukkan campuran biskuit dan susu kental manis yang sudah dibentuk dan dipadatkan sesuai ukuran lubang di dalam kurma. Tutup dan tangkupkan. Celupkan dalam dark cokelat leleh lalu hias dengan coretan cokelat. Bila ingin lapisan cokelat yang tebal, setelah celupan pertama bisa dicelup sampai sekali atau 2x lagi ke dalam cokelat leleh. Nah siap deh dihidangkan tuk cemilan berbuka puasa....selamat mencoba!


 




Senin, 16 Juli 2012

Topo Map Cake





Ini kali kedua aku bikin topo map cake. Yang pertama sih sudah sukses. Tapi aku bikin lagi karena penasaran dengan  penggunaan tepungnya. Dulu aku pake tepung protein sedang. Memang, walaupun cantik dan rasanya enak tapi teksturnya tidak terlalu lembut. Nah aku dapat masukan langsung dari Wendy's Ink "Table for 2...or more" si empunya resep. Katanya kemungkinan kueku agak keras karena penggunaan tepungnya. Resep aslinya menggunakan cake flour dan cake flour itu diartikan sebagai tepung terigu protein rendah. Sedangkan pengertianku selama ini *yang ternyata salah* cake flour adalah tepung terigu protein sedang. Sedangkan all purposed flour justru terigu yang berprotein sedang. Haaah?? kok bisa selama ini salah ya...resep resep di majalah Indonesia maupun buku resep selalu meresepkan penggunaan tepung terigu protein sedang untuk membuat cake yang kalau di pasaran populer dengan nama terigu cap 'kompas' atau 'segitiga biru'. Sedangkan tepung terigu protein rendah hanya untuk kukis, pie atau bakpau. Nah karena penasaran aku browsing deh, dan ketemu jawabannya di sini. Kalau menggunakan terigu protein sedang tepungnya harus dicampur dengan maizena biar tetap bagus hasilnya. Lha kalo tepung protein rendah sudah ada di pasaran...ngapain lagi repot repot nyampur nyampur.

Kata Wendy, selain menghasilkan cake yang bertekstur lebih lembut, tepung protein rendah atau yang di pasaran populer dengan 'terigu cap Kunci Biru' lebih  tahan dengan pengadukan alias nggak gampang bantat. Makanya kali ini aku bikin lagi untuk menghilangkan rasa penasaranku. Tapi kali ini setengah resep saja dan cuman 3 lapis karena kuenya pendek...hasilnya memang betul lebih lembut. Nggak sampai beberapa jam kuenya dah habis sama krucil dan ibunya ^^  Thanks for the input and feedback Wendy, really really appreciate it! Bertambah lagi ilmuku per'baking'anku...

Coba perhatikan motif kuenya di bawah, seperti apa hayooooo....

 


Selasa, 10 Juli 2012

Mrs. NgSK's Vanilla Butter Cake



Setelah mencoba beberapa macam buttercake...aku masih ketagihan bikin lagi dengan rasa serta metode yang agak berbeda. Caranya yaitu dengan mengocok putih telur dan kuningnya terpisah. Biasanya kan yang menggunakan teknik ini chiffon cake. Cake yang dihasilkan teksturnya lembut dan ringan. 

Yang paling aku sukai pada saat mencoba resep adalah apabila berhasil dan rasanya memuaskan. Kecenderunganku sekarang adalah lebih senang mencoba resep dari hasil browsing blog teman sesama foodie blogger daripada dari buku. Kenapa?? kalau teman foodie biasanya setelah mencoba resepnya...mereka akan memberi tahu kekurangan dan kelebihan cake tersebut. Dan bahkan terkadang  malah memperbaiki/memodifikasi resep aslinya  untuk mendapatkan hasil yang paling sempurna. Selain itu juga ilmu banyak kita dapat dengan membaca semua komen komen berkenaan resep yang dipraktekkan. Jadi bisa dapat jawaban yang lebih detail. Nah setelah proses tersebut kita akan dapat kesimpulan apakah kue tersebut layak dicoba atau tidak. Sementara kalau dari buku kita harus mengikuti plek resepnya, dan tidak tau bagaimana hasilnya...dan akan seperti apa ^^

Seperti tadi yang aku bilang, aku tertarik dengan resep ini karena lihat gambarnya dulu di blognya Wendy . Setelah itu aku baca reviewnya. Di situ dikatakan hasil kuenya ringan dan lembut. Tidak terlalu padat seperti umumnya buttercake. Wendy juga senang dengan resep ini karena permukaan kuenya rata dan tidak ada retakannya. Alias mulussss...kalau mau lihat fotonya dari dekat bisa jalan jalan ke blognya Wendy "Table for 2...or more" 

Resep aslinya Wendy dapat dari teman satu gerejanya Mrs NgSK. Jadi untuk Mrs NgSK terima kasih banyak tuk resepnya yang sangat enak ini. Beneran lembut dan ringan. Wangi vanilanya juga kerasa. Apalagi aku menggunakan vanilla sugar. Gula yang aku taruh vanilla di dalamnya biar vanillanya awet dan gulanya wangi. Pokoknya nggak nyesel dah cobain. Sedikit catatan untuk kue ini adalah butter yang digunakan dari kulkas sudah agak lunak tapi belum terlalu lembek. Ketika kita akan mengocok, mentega harus masih terlihat buram. kalau sudah mengkilat artinya mentega terlalu lembek.

Bahan :
- 230 gr mentega asin (aku pakai 130 gr mentega+100 gr margarin)
- 200 gr telur ( 4 butir telur ukuran sedang)
- 50 gr + 150 gr gula pasir halus
- 200 gr self raising flour (aku pakai tepung protein sedang + 1 sdt baking powder)
- 60 ml susu (aku pakai evaporated)
- 1 buah vanilla bean, keruk isinya

Cara membuat :
  1. Panaskan oven 180 C. Siapkan loyang segi empat ukuran 8 inchi atau  20 cm. Beri alas kertas roti dan oles mentega sampai ke sisi sisinya. (aku oles mentega dan taburi tepung terigu)
  2. Pisahkan putih telur dan kuning telur. Kocok putih telur sampai berbusa lalu masukkan gula yang 50 gr sedikit demi sedikit sambil terus dikocok sampai jambul petruk. Sisihkan.
  3. Kocok mentega dan 150 gr gula sampai mengembang dan pucat. Tambahkan biji vanilla dan kocok sebentar. Tambahkan kuning telur satu persatu sambil dikocok sampai rata. Masukkan tepung dan susu cair bergantian dalam 2 tahap.
  4. Masukkan separuh putih telur sambil dikocok dengan mixer kecepatan rendah. Matikan mixer. Masukkan sisa putih telur sambil diaduk balik menggunakan tangan.
  5. Tuang ke dalam loyang sambil diratakan. Panggang selama kurang lebih 45 menit  sampai tusuk gigi keluar dalam keadaan bersih. Putar loyang pada separuh waktu pemanggangan agar warnanya merata (aku cuma 35 menit karena loyang lebih lebar dan adonan lebih pendek).
Catatan : kalau mempunyai 2 buah mixer, adonan putih telur dan kuning telur bisa dikocok secara bersamaan secara terpisah dengan menggunakan 2  mixer tersebut.

Minggu, 08 Juli 2012

Dadar Pisang Ijo


Udah deket deket ramadhan...serasa dah kebawa hawanya. Pengen makan yang seger seger. Hari ini bikin pisang ijo tapi dengan cara yang simpel. Kan banyak tuh yang suka makan pisang ijo tapi katanya bikinnya ribet. Nah kalau mau yang lumayan mudah dan cepat, bikin aja dadar pisang ijo. Yang dikukus cuman pisangnya. Setelah itu dibungkus dengan kulit dadar dan digulung. Jadi juga kan pisang ijonya...




Resepnya mirip dengan pisang ijo yang biasa, hanya adonan kulit yang seharusnya dimasak/dikukus dulu, kalau di resep ini dibuat menjadi dadar. Kalau suka tebal kulitnya, adonan dibikin kental. Kalau suka tipis aja, yah adonannya dibikin agak encer. Untuk resep ini aku menggunakan pisang raja yang matang sekali dan berukuran kecil aja dengan kulit yang tidak terlalu tebal. Jadinya pisang ijonya juga agak imut.

Begitu juga dengan saus santannya. Kekentalan tergantung ukuran tepungnya. Kalau suka disajikan hangat cocoknya saus yang tidak terlalu kental. sedangkan kalau suka disajikan dengan es batu/serut adonan saus harus kental seperti bubur sumsum karena apabila saus diberi es maka perlahan es akan mencair dan kuahpun menjadi encer.

Untuk resep adonan kulit tanpa telur ini sudah cukup lembut. Tapi kalau menginginkan kulit yang lebih lembut dan lentur bisa ditambahkan 1 butir telur.

Bahan :
- 250 gr tepung protein sedang
- 300 ml santan (kurang lebih)
- 100 ml air pandan suji
- 1/2 sdt garam
- 1 sdm margarin leleh
- 1 sisir pisang raja yang bagus matangnya, kukus

Saus (larutkan dan masak semua bahan sampai meletup-letup) :
- 1200 ml santan dari 1 butir kelapa
- 150 gr tepung terigu/tepung beras (kalau mau agak encer bisa dikurangi)
- 1/2 sdt garam
- 200 gr gula pasir (atau sesuai selera)
- 2 lmbr daun pandan

Pelengkap :
- sirup pisang ambon
- es serut
- susu kental manis (kalau suka)

Cara membuat :
  1. Dalam wadah, campur tepung terigu, garam, santan, air pandan suji. Aduk rata menggunakan whisk. Kalau perlu saring agar adonannya halus. Tambahkan margarin leleh, aduk rata.
  2. Bikin dadar satu persatu, langsung isikan pisangnya ke dalam kulit seperti gambar di bawah, agar pisang dan kulit saling menempel. Rapatkan ujung ujungnya. Lakukan sampai adonan habis.
  3. Potong potong dan siap disajikan bersama es serut dan sirup merah.


Kamis, 05 Juli 2012

Sate Makassar






Sate Makassar pada umumnya sama saja dengan sate dari daerah lain. Cuma ciri khasnya ada di bumbu kacangnya yang menggunakan irisan belimbing wuluh. Jadi ada tendangan asam-asam segernya... dan resep ini dijamin dagingnya lembut tanpa perlawanan, karena sudah direndam bersama potongan daun pepaya. Wanginya...hmmm, bahan olesan dioles menggunakan sereh yang digeprek sebagai kuasnya, jadi aromanya merasuk ke dalam daging...merasuk..? halaaah...istilahnya. But kasihan si Mas... walaupun resiko asam uratnya kambuh...tetep aja dimakan. Enak banget Bu satenya...tambah ya? Anak-anak ? well jangan ditanya...lahap sekali makannya karena dagingnya sangat lembut, nggak cape kunyahnya...





Sate ini aku bikin dalam rangka setoran  IDFB (Indonesian Food Blogger Challenge) #5 dengan tema 'sate nusantara'. Sebenarnya waktu tuk setor laporan adalah sebulan semenjak 1 juni kemarin. Tapi nggak tau kenapa aku nggak pernah dapet moodnya buat 'nyate'...yang ada baking kue melulu. Tapi berhubung deadlinenya nanti malam pukul 10.00 aku akhirnya bikin juga pagi ini secara aku belum pernah absen setoran ^^

Bahan :
- 1/2 kg daging sapi has dalam, potong kotak
- hati sapi secukupnya, potong kotak
- 1 lembar daun pepaya
- tusuk sate

Bumbu perendam (haluskan) :
- 3 siung bawang putih
- 1 1/2 sdt ketumbar sangrai
- seujung sdt merica
- seujung sdt jintan
- 1/2 ruas jahe
- 1 sdm gula merah
- garam secukupnya
- 1 sdt air asam Jawa yg kental

Bumbu olesan (aduk jadi satu) :
- margarine/minyak
- kecap manis
- 3 batang sereh, diikat dan digeprek bagian putihnya untuk kuas olesan

Bumbu kacang :
- 200 gr kacang tanah kupas
- 2 buah cabe merah/cabe keriting
- 3 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 3 sdm gula merah
- 1/2 sdt terasi
- 1 sdt air asam
- garam secukupnya
- kecap manis secukupnya
- 2 buah belimbing wuluh, potong-potong tipis
- 3 lmbr daun jeruk purut
- minyak secukupnya

Cara membuat :

  1. Campur potongan daging has dan hati sapi dengan bumbu perendam. Beri potongan daun pepaya (jangan diremas-remas karena akan menjadi pahit). Aduk rata. Biarkan kurang lebih 1- 2 jam (atau bisa direndam semalam di kulkas). Tusuk dengan tusuk sate. Setiap tusuk sate beri satu potong hati sapi.
  2. Panggang sate sambil diolesi bahan olesan. Memanggang jangan terlalu lama sampai sate menjadi kering. Waktu yang dibutuhkan tidak lebih dari 10 menit. Yang penting bagian dalam matang merata tapi masih juicy.
  3. Bumbu kacang : goreng kacang tanah. Setelah setengah matang, masukkan cabe merah, bawang merah dan putih. Lanjutkan menggoreng sampai kacang tanah matang dan bumbunya wangi. Angkat. Biarkan dingin.
  4. Haluskan kacang bersama bumbu-bumbunya kecuali daun jeruk dan belimbing.
  5. Masak bumbu kacang dan daun jeruk bersama air secukupnya sambil diaduk aduk. Cicipi, tambahkan bumbu yang kurang. Saat-saat terakhir tambahkan potongan belimbing wuluh. Masak sampai belimbing layu dan kuah mengental.
  6. Sate siap dihidangkan bersama sausnya dan taburan bawang goreng.


Selasa, 03 Juli 2012

Lapis Ketan Sarikaya Pandan




Ini adalah salah satu jajajan tradisional...sodaraan sama katrisolo. Lapisan bawahnya sama, lapisan atasnya aja yang beda. Yang ini menggunakan pandan gula pasir, sedangkan katrisala pake gula merah. Dua duanya enak dengan rasa gurih manis yang berbeda.

Pada saat membuat resep ini aku cuman bikin setengah resep. Selalu begitu. Kalau ditanya...kenapa seringnya kue kue yang aku ujicoba cuman setengah resep...kan jadinya cuman seiprit tuh. Nah memang aku sukanya begitu. Tapi sebenarnya banyak alasannya. Aku kan terlalu sering bikin kue...kalo hampir tiap hari bikin sedangkan yang kemarin aja belum habis...lhaaa siapa yang menghabiskan kue kemarin. Selain itu juga biar bikinnya gak terlalu capek, dan efisien waktu...kalau gagal juga nggak rugi banyak. Dan yang terakhir... supaya sirkulasi perputaran kuenya lancar *udara kali pake sirkulasi segala, hihi ^^

Bikin setengah resep aja lumayan banyak. Aku sekeluarga cuman 4 orang. Jadi cukuplah...malah kadang kadang masih bisa disimpan tuk bawa bekal anak anak.



Kue ini aku bikin menggunakan 2 macam cetakan. Yang satu cetakan bentuk bunga ukuran sedang, sedangkan satu lagi cetakan cucing plastik yang imut. Di bawah ini pasta pandan homemadeku. Sisa bikin buttercake pandan dan topo map love cake kemaren. Beda kan kekentalan dan warnanya dibandingkan blenderan pandan biasa...



Berikut di bawah ini resep yang aku modifikasi dari Resep Makanan Indonesia. Aku bikin separuh dari resep aslinya...

Bahan untuk lapisan dasar :
- 250 gr ketan putih ,cuci bersih lalu rendam 2 jam
- 125 ml santan dari ½ butir kelapa
- 1/2 sdt garam halus

Bahan adonan sarikaya :
- 2 btr telur ayam
- 175 ml santan
- 150 gr gula pasir (kalau kurang suka manis bisa dikurangi)
- 2 sdm tepung terigu
- 50 ml pandan paste home made
- 1/2 sdt vanili bubuk
- 1/2 sdt garam halus

Cara membuat : 
  1. Panaskan dandang kukusan sampai airnya mendidih. Kukus beras ketan selama 15 menit hingga setengah matang. Angkat.
  2. Campur santan dan garam, rebus hingga mendidih angkat. Tuangkan beras ketan ke dalam santan rebus, aduk hingga santan terserap. Kukus lagi ketan hingga matang, sekitar 20 menit. 
  3. Angkat, ratakan dan padatkan ketan dalam loyang beralas daun pisang dan diolesi sedikit minyak atau bisa juga menggunakan cetakan cucing plastik. Agar mudah dan tidak melengket, padatkan ketan menggunakan plastik. Usahakan benar benar padat agar tidak ada space kosong diantara beras dan supaya hasil ketannya legit.
  4. Sarikaya : aduk telur dan gula hingga gula larut. Tambahkan semua bahan lainnya aduk rata. Saring.
  5. Tuang bahan sarikaya ke atas lapisan ketan. Kukus lagi sampai matang dan tengahnya mengeras selama ± 40 menit dengan api sedang. Angkat dan dinginkan.  Agar memudahkan mengeluarkan kue dari loyang atau cetakan, kikis dulu pinggirannya perlahan dengan pisau. Untuk yang menggunakan cucing, setelah dingin, cukup ditekan tekan pinggirannya nanti akan mudah keluar sendiri.

Senin, 02 Juli 2012

Panada (Menado)


Panada isi ikan dan pepaya muda ini adalah salah satu jajanan favoritku. Suka sekali perpaduan rasa ikan tongkol dan pepaya mudanya. Ditambah lagi dengan bumbu masakan khas Menado seperti jahe, sereh, daun jeruk, dan kemangi. Wangiiiii ! Anak anak suka isian panada ini dimakan begitu saja dengan nasi. Lauk dan sayur dalam satu hidangan.

Untuk resepnya aku menggunakan perpaduan resep Femina dan buku Sedap "Kue Tradisional modern" . Isiannya dari Femina dengan sedikit modifikasi sedangkan resep kulitnya dari buku keluaran Sedap. 

Bahan kulit :
- 500 gr terigu protein tinggi
- 25 gr gula pasir
- 2 sdt ragi instan
- 1 butir telur
- 300 ml santan dari 1 /2 butir kelapa
- 1 sdt garam
- minyak untuk menggoreng

Bahan isi :
- 3 sdm minyak untuk menumis
- 250 gr ikan tongkol bakar tanpa tulang (suwir-suwir)
- 250 gr daging buah pepaya muda, serut
- 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
- 3 cm jahe, kupas, bakar
- 3 lembar daun jeruk purut, buang tulangnya
- 1 sdm air asam kandis
- 1 sdm gula merah
- 50 gr daun kemangi, petiki

Bumbu halus :
- 6 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 3 buah cabai merah
- garam secukupnya

Cara membuat :
  1. Isi : panaskan minyak, tumis bumbu halus, jahe, daun jeruk purut, dan serai hingga harum. Tambahkan air asam aduk rata.
  2. Tambahkan tongkol, serutan pepaya muda, gula merah, dan kemangi. Aduk rata. Masak hingga pepaya lunak. Angkat. Sisihkan. 
  3. Kulit : campur tepung terigu, ragi, dan gula hingga rata. Tuangi telur dan santan secara perlahan. Mixer sampai kalis. Tambahkan garam, mixer lagi sampai elastis. Tutup serbet lembab, fermentasikan selama 30 menit.
  4. Kempiskan adonan, ambil masing masing 25 gr lalu bulatkan. Bulatkan semua sampai selesai. Pipihkan beri isi dan tutup. Pilin pinggirannya. Letakkan di atas meja bertabur tepung. Lakukan hingga semua adonan habis.
  5. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan dengan api sedang sampai matang.

 





Topo Map Love Cake (Kek Alunan Kasih)



Alhamdulillah...jadi jugaaaa bikin "cake peta" ini. Hehe... biar simpel aku sebut aja cake peta ya karena emang mirip peta bumi. Kalau kata anakku, "itu sih kayak lapisan tanah bu." Lapisan tanah si Sorowako tempat tinggalku kan banyak mengandung nikel. Ada beberapa jenis batuan nikel mentah warnanya hijau seperti kue ini...

Kemarin kan waktu niat bikin kue ini aku lupa bagi dua adonannya jadi hasilnya jadi pandan butter cake. Tapi menurut hubby...justru lebih enak rasanya yang kemarin. Iya juga sih menurutku. Mungkin karena butternya. Pas aku beli dan buka kalengnya lhaaaa kok isinya kayak minyak...jadi cair gitu. Terpaksa sebelum aku pake dimasukin kulkas sebentar. Mungkin  juga kue ini terlalu banyak diaduk atau diutak atik jadi nggak terlalu lembut. Kue yang mengandung baking powder kan nggak boleh overmix. Tapi karena kue ini harus dibagi dua dulu adonannya...habis itu yang satu ditambahkan pandan, diaduk lagi, dituang sedikit sedikit dan diratakan...jadilah hasilnya seperti ini. Bukan berarti nggak enak. Tetap enak...tapi kurang lembut. Tapi kalo motifnya sih emang cantik yaaa...untuk warna hijaunya aku menggunakan pasta pandan bikinan sendiri. Tapi karena tidak menggunakan daun suji warnanya agak pucat. Jadi aku tambahkan pewarna hijau 1 tetes saja.

Resep aku lihat dari Wendy's Ink "Table for 2...or more" dan resep originalnya dari Puan Mastura Yasak. Di Malaysia nama kue ini populer dengan topo map love cake atau kek alunan kasih. Mungkin karena teksturnya yang bergelombang gelombang jadi dinamakan alunan kasih ya. 

Bahan :
- 250 gr butter (aku 150 gr margarin dan 100 gr butter)
- 250 gr gula halus
- 5 butir telur
- 300 gr tepung terigu protein sedang + 1 sdt baking powder
- 125 gr susu evaporated
- 1/2 sdt vanili bubuk
- 1 sdt pandan pasta (aku pakai 3 sdm pandan paste home made)
- 1 tetes pewarna hiijau
- cokelat bubuk untuk taburan secukupnya

Cara membuat :
  1. Panaskan oven 180 C. Siapkan loyang 20 cm (aku akai 22 cm makanya hasilnya agak tipis) oles mentega dan taburi tepung terigu.
  2. Kocok margarin, butter, vanila dan gula halus sampai mengembang dan pucat. Tambahkan telur satu persatu sambil dikocok hingga rata.
  3. Tambahkan separuh bagian terigu dan kocok dengan mixer kecepatan rendah,
  4. Masukkan susu evaporated. Kocok rata. Berikut masukkan sisa tepung dan kocok asal rata. 
  5. Bagi dua adonan, yang satu dibiarkan plain dan yang satu ditambahkan pasta pandan dan pewarna. Aduk asal rata.
  6. Tuang separuh adonan putih ke dalam loyang. Ratakan. Ayak cokelat bubuk sampai seluruh permukaannya tertutup cokelat. Tuang adonan pandan lalu ratakan. Beri ayakan cokelat lagi. Begitu selanjutnya dengan 2 adonan berikutnya. Yang terakhir tidak perlu diberi ayakan cokelat bubuk.
  7. Terakhir sebelum dimasukkan ke oven, hentakkan loyang perlahan agar gelembung udara yang terperangkap di salam kue keluar.
  8. Panggang sekitar 45 menit atau sampai tusuk gigi keluar dalam keadaan kering (aku cuma 35 menit karena loyangnya lebih lebar).
Related Posts with Thumbnails