Rabu, 07 November 2012

Nasu Likku' (Bugis)


Resep ini baru pertama kali aku praktekkan. Walaupun aslinya dari daerah Bugis, aku belum familiar karena kayaknya mamaku belum pernah bikin. Biasanya disajikan bersama burasa atau tumbu sejenis lontong bersantan dari Sulawesi. Paling sering muncul pada saat lebaran. Untuk burasanya insyaAllah lain kali aku posting resepnya ya. Kali ini aku sharing resep nasu likku'. 

Yang khas dari masakan ini adalah penggunaan lengkuas yang lumayan banyak. Namanya saja nasu likku'. Nasu berarti masak sedangkan likku' berarti lengkuas. Lengkuasnya bisa diparut maupun diblender untuk menghasilkan serat serat halus. Selain lengkuas digunakan pula kelapa parut sangrai. Ini ditujukan untuk menambah kekentalan dan wangi khas pada masakan. Syaratnya sangrai kelapa sendiri jangan beli kelapa kering tuk kue ya? Bumbunya minimalis tapi tetap kaya rasa. Versiku aku bikin yang agak kering. Seperti rendang masakan inipun bisa dibikin full kuah maupun kering. Sama sama enak kok. Kalau penasaran yuk dicoba resepnya...


Bahan :
- 1 ekor ayam kampung, potong ukuran sedang
- 1/4 butir kelapa parut, sangrai dan haluskan
- 1 sdt air asam
- 750 ml santan dari 1 butir kelapa

- garam secukupnya
- 1/2 sdt gula pasir

- 3 sdm minyak untuk menumis bumbu

Bumbu halus :
- 8 butir bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 1/2 sdt teh merica bubuk
- 1/2 sdt kunyit bubuk
- 1 bonggol lengkuas, iris tipis

- 2 batang serai, diambil putihnya lalu iris tipis

Cara membuat :
  1. Panaskan minyak di wajan. Tumis bumbu halus sampai wangi sambil diaduk terus agar tidak gosong dasarnya.
  2. Masukkan ayam. Aduk sampai berubah warna. Tambahkan santan, garam, gula dan air asam. Masak sampai daging empuk (ingat daging kampung butuh waktu lebih lama untuk matang dibanding ayam ras, sehingga kalau kuah berkurang dan ayam belum empuk tambahkan air lagi).
  3. Tambahkan kelapa sangrai halus. Masak sampai kuah menyusut dan kental. Kalau suka kering bisa dimasak lebih lama lagi. Cicipi rasanya apabila kurang tambahkan.
  4. Angkat, taburi bawang goreng.

7 komentar:

nina mengatakan...

assalamualaikum mbak hesty,,, salam kenal, saya sering keluar masuk blognya mbak hesty, beberapa sdh saya coba, alhamdulilah memuaskan rasanya,,,seneng banget dapat resep nasu likku ini, sdh lama nyari2 soalnya,,,meski telat, mohon ijinnya ya mbak mau dipraktekin,,, resep burasa dan kuah kemirinya ditunggu lho mbak,,,,terima kasih

pido mengatakan...

makasih kakak... akhirnya kapan2 maw ku coba deh :)

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam Mbak Nina,

Alhamdulillah kalo suka resepnya mbak. Ikutan senang.
Iya ditunggu kabar kabari hasil masakannya ya ^^

Hesti HH. mengatakan...

Sama sama adek, ditunggu kabarnya yaa...

Nurhikmah Ayin mengatakan...

Assalamualaikum...

Mbak Hes, Aku pernah makan Sejenis ini waktu pulang ke rumah Suami di Soppeng.
Tapi warnanya merah dan seperti di goreng.
suami bilang namanya " Nasu Manu Lekku "
Itu beda ya sama yang ini ?

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam,

Kayaknya sama mbak, manu kan ayam. cuman ditambahin cabe. Aku kemarin memadukan beberapa resep dan hasil tanya tanya, nggak ada yg pake cabe kayak opor gitu deh ^^

RUSDIANA rus mengatakan...

mba,nasu likku ini enak banget pokoknya,
cuma kalau ibuku ayamnya yang masih utuh, di bakar sebentar baru di potong-potong. baru dicampur dengan bumbunya. sementara santannya di masak sampai ada keluar minyak sedikit, baru ayamnya di masukkan dan masak sampai kuahnya menyusut.mungkin beda cara memasaknya saja, tapi kalau rasa, dijamin pasti sama

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails