Jumat, 30 Maret 2012

Tantangan KBB # 28 : Torta Pasqualina



Torta Pasqualina


Pertama menerima surtjin tantangan ini aku agak kurang bersemangat. Gimana nggak, aku baru aja diberitahu kalau hubby kena tekanan darah tinggi. Jadi makanannya mulai sekarang harus dijaga. Aku kontan jadi puyeng juga. Secara aku suka bikin kue, malahan mungkin karena sering mengkonsumsi kue dan masakan buatanku itulah hubby jadi sakit. Terutama kue kering dan cake cake dengan kandungan lemak yang tinggi. Jadi mulai sekarang aku berusaha bikin kue kue berbahan simpel atau kue tradisional yang ringan. Mungkin sekali sekali tetap baking kue tapi untuk bekal anak anak. Lhaaa...datanglah surat cinta tantangan membuat torta pasqualina ini. Selain cara membuatnya yang sedikit agak rumit, bahannya juga tinggi kalori. Isinya cuman keju dan telur aja...


Torta Pasqualina adalah istilah dalam bahasa Italia yang secara harfiah berarti Kue Paskah. Merupakan hidangan khas Paskah dari Piemonte dan Liguria. Adonannya merupakan adonan berlapis, sedikit seperti 'adonan fillo', tapi lebih tebal dan disebut 'pasta matta' (=crazy dough). Kue yang berasal dari Liguria ini mengandung keju lokal “Prescinseua” yang hanya dapat ditemukan di Liguria. Kejunya sangat creamy, lembut dan sedikit asam.
Jika tidak memungkinkan menemukan Prescinseau di tempat anda, bisa disubtitusi dengan ricotta yang sangat lembut atau ricotta biasa dengan tambahan sedikit susu.

Tapi tugas tetap tugas, aku tetap bikin tapi cuman setengah resep. Itupun dengan porsi mini biar gampang makannya. Telur ayam aku ganti dengan telur puyuh. Berikut resep asli dari surtjinnya...

Torta Pasqualina
Source: Old Time Cooking Recipes

Ingredients:
DOUGH:
- 600 g (1 lb 5 oz) white flour
- 6 Tbs olive oil
- a pinch of salt

FILLING:
- 1 kg (2 lb) Swiss chard (silver beet) or spinach (aku pakai bayam)
- 400 g (0.9 lb) cottage cheese/ricotta cheese
- 100 g (3.5 oz) parmesan
- 10 eggs
- 2 teaspoons marjoram, chopped
- 2 teaspoons parsley, chopped
- garlic, minced (optional)
- olive oil
- salt, pepper

Preparation:
1. DOUGH:
- Combine flour, oil, a pinch of salt and enough cold water to make a medium soft dough.
- Knead well for 10 minutes or until the dough becomes elastic.
- Divide the dough into 14 balls.
- Cover with cloth and let stand for about 1 hour.
2. FILLING:
- Clean, wash and dry the Swiss chard.
- Place in a saucepan with little boiling water and cook at high heat
until wilted.
- Cool, then squeeze out excess liquid and chop finely.
- Add 50 g (1.7 oz) parmesan cheese, marjoram, parsley, garlic and 2
eggs. Season with salt and pepper.
3. Oil a round shallow oven dish, 9 inches (22 cm) in diameter.
4. Flatten each piece of dough, one at a time, making each a very thin
disk, larger than the baking pan you are going to use.
5. Lay the pastry on the oven dish, allowing it to flow over the
edges. Oil it lightly.
6. Place another disk over it and repeat until you have used 7 disks.
7. Spread the Swiss chard stuffing over the dough, and then spread the
cottage cheese over the greens level with a knife.
8. Make 8 small cavities. Pour a raw egg into each cavity and sprinkle
each with salt, pepper and remaining parmesan cheese.
9. Cover the whole lot with the same number of pastry sheets, each
brushed with oil.
10. Pinch the borders and trim the excess dough, prick the top of the
pie in a few places and then brush with oil.
11. Bake for 1 hour in 190 C (375 F) oven. Allow to rest before
removing from the cake tin




Ternyata setelah jadi...memang ueeeenaaak kalo soal rasanya. Aku bikin setengah resep dengan 250 gr keju ricotta jadinya dapat 2 torta pasqualina ukuran kecil dan 2 yang super mini. Pas untuk kami berempat dengan yang porsi pas pula. Makasih sekali lagi kepada host KBB untuk tantangannya kali ini yang benar benar menantang...hehe. Tugasnya yang menarik selalu membuat kami termotivasi tuk menyelesaikannya.


Senin, 26 Maret 2012

Matcha Bubble Drink

IMG_4970-crop


Bubble drink adalah minuman berupa es teh, yang ditambah susu maupun jus buah dan dilengkapi dengan bubble yang terbuat dari biji biji tapioka. Mulai muncul di Taiwan pada tahun 1980an. Sekarang sudah populer di negara negara seperti Amerika, Canada dan Australia serta negara Eropa lainnya dengan banyak varian rasa. Awalnya aku kira nama bubblenya dari biji biji tapiokanya eeeh ternyata bukan. Dinamakan bubble karena minuman ini pembuatannya dengan cara dikocok/diblender hingga tercipta busa busa di permukaannya. NAh busa busa ini yang disebut bubble. Tapi karena tapioca pearlsnya juga berbentuk gelembung bulat maka banyak orang mengartikan bubble sebagai tapioca pearlsnya. Well...cukuplah pembahasan bubblenya, nggak masalah juga. Yang penting bubble ice tea ya begini ini bentuknya hehe. Dan supaya gampang, ya kita sebut saja si tapioca pearlsnya dengan bubble. Setujuuuu??
IMG_4960

Sudah lama antri di waiting listku, akhirnya kebikin juga. Malu sama Mbak Elsa, janjinya diundur undur terus, hihi *hallooo MBak Elsa...peaceee!

Sebenarnya dari kemarin sih bikinnya. Kemarin aku bikin bubble jasmine tea. Langsung habis sama anak anak. Pulang sekolah mereka minum. Sorenya minta lagi, giliran bapaknya pulang kerja eeeh udah habis duluan, hihi. Nggak nyangka kalo mereka suka, padahal bahannya simpel aja. Cuman teh jasmine tambah susu kental manis dan es batu. Tapi mungkin tekstur chewy dari bubblenya yang bikin makannya...eh minumnya seru. Dan yang lucu ternyata bubblenya lebih besar daripada sedotannya, padahal aku usahakan bikin bulat bulatannya sekecil mungkin. Jadi sewaktu disedot gak bisa lolos ke mulut. Terpaksa deh pake sendok. Tapi tetap saja habis...




IMG_4949


Cuman karena nggak puas dengan warna bubblenya, hari ini aku bikin lagi. Di sini kan nggak ada yang jual bubblenya itu jadi aku harus bikin sendiri. Aku penasaran pengen menghasilkan bubble warna hitam kayak yang dijual dalam kemasan itu. Lebih cantik kelihatannya dan lebih dramatis karena kontrasnya. Tapi puyeng karena nggak punya pewarna hitam. Akhirnya aku dapat ide untuk mencampur pasta cokelat dengan sedikit pewarna hijau...dan jadinya warna apa ya...bingung dibilang hitam juga enggak dibilang cokelat juga bukan. Sewaktu masih menjadi adonan mentah warnanya cokelat keabu-abuan, setelah direbus taraaaaaa....!! hitam saudara saudara...hihi berhasil berhasil!! alhamdulillah senangnyaaaa...

Rasa greenteanya juga enak, wanginya juga enak...pokoknya semua enak. Syaratnya pilih greentea bubuk khusus buat bikin kue/minuman...bukan dari teh hijau asli diblender ya ibu-ibu, dijamin pahit!! hehe. Tapi aku juga pernah beli greentea di toko bahan kue, bentuknya persis sama tapi kok nggak wangi dan rasanya agak pahit. Jadi memang harus teliti carinya, jangan sampai salah.

Bahan untuk membuat tapioka pearl atau bubblenya yaitu tepung tapioka dan air mendidih. Tapi karena pengalaman kemaren bikin yang warna merah itu anak anak bilang bubblenya gak ada rasanya, jadi hari ini aku kasih sedikit garam dan setelah matang aku rendam dalam sirup air gula yang sudah didinginkan di kulkas.

Bahan bubble :

- 100 gr tepung tapioka
- 1/4 sdt garam
- air panas mendidih secukupnya

Bahan sirup gula (rebus sampai mendidih, setelah dingin simpan dalam kulkas) :
- 200 gr gula pasir
- 500 ml air

Bahan pelengkap :
- 2 sdm matcha powder (kalau kurang terlalu suka aromanya bisa dikurangi)
- 500 ml susu cair
- simpel sirup/susu kental manis secukupnya
- es serut

Cara membuat :
  1. Taruh tepung dalam wadah. Begitu setelah mendidih, masukkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan sendok dan adonan mulai bergumpal. Lanjutkan mengulen dengan tangan sampai adonan kalis. Kalau masih lengket tambahkan tepung tapioka lagi sampai didapat tekstur seperti plastisin.
  2. Beri pewarna sesuai selera. Bentuk bulat kecil dan letakkan di atas wadah bertabur sedikit tepung tapioka agar tidak saling melengket. Setelah selesai semua, panaskan air hingga mendidih dan rebus bubble sampai mengapung. Angkat dan tiriskan lalu rendam dalam sirup gula dingin. Simpan di suhu ruang, kalau dimasukkan ke dalam kulkas, bubble akan mengeras seperti mentah.
  3. Siapkan bubble dalam gelas saji. Blender campuran matcha bubuk, susu cair, simpel sirup atau susu kental manis dan es serut. Tuang ke dalam gelas saji. Siap disajikan dingin.


Air harus baru mendidih ketika dituang ke dalam tepung. Karena kalau kurang panas, adonan tidak akan jadi dan tidak bisa dibentuk bulat karena akan pecah.



Seperti ini tampangnya. Bener bener kayak plastisin teksturnya. kalau ditarik seperti di atas dia menjulur kayak permen karet...



Bentuk bulat menggunakan telapak tangan kiri dan 3 jari tangan kanan (telunjuk, jari tengah dan jari manis) dengan cara digulung searah spiral untuk membentuk bulat. Dan jadinya di bawah ini setelah jadi...udah mirip kaaaannn...



Ditambah es serut, susu cair, simpel sirup dan greentea bubuk jadi deh...


Jumat, 23 Maret 2012

Bubur Dange

Bubur Dange


Dange adalah sagu kering yang umum terdapat di daerah Luwu Sulawesi Selatan. Terbuat dari sagu basah yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi lembaran yang tipis. Mirip dengan sagu ambon hanya beda di bentuknya saja. Kayaknya sudah melalui proses pemasakan atau pemanggangan karena bisa langsung disantap.

Dange merupakan karbohidrat pengganti nasi. Biasa disajikan bersama ikan parede (kuah kuning) maupun lawa (ikan mentah yang diolah bersama jeruk nipis supaya matang). Kalau untuk yang terbiasa mungkin rasanya sedap ya, tapi kalau aku...berhubung belum pernah coba selain dibuat bubur jadi berasa aneh. Teksturnya agak kering dan baunya khas sagu agak agak kecut begitu...kalau aromanya sampai ke hidung hubby pasti langsung ngacir. Tapi kalau sudah diolah menjadi bubur, dia kembali lagi dari persembunyian dan minta jatah buburnya, hihi...soalnya enak. Teksturnya beda dengan bubur biasa. Terasa kenyal-kenyal bergerindil halus...walaaah pokoknya susah menggambarkannya, harus dicoba sendiri.

Pengolahannya menjadi bubur lumayan mudah. Dange hanya perlu dipotong potong kecil lalu direndam sebentar dalam air sampai agak lunak. Setelah itu dimasukkan ke dalam rebusan gula merah + pandan dan dimasak sampai meletup letup. Nanti disajikan bersama guyuran santan gurih....yumiiiiii! Cara menyantapnya harus hangat hangat. Dibuat pada saat akan disajikan. Karena sagu yang dingin akan mengeras dan tidak berbentuk bubur lagi melainkan seperti fla padat.





Bahan bubur :

- 125 gr dange (potong potong lalu rendam dalam air)
- 500 ml air
- 250 gr gula merah
- 2 lembar daun pandan

Saus :

- 500 ml santan kanil
- 2 lembar daun pandan

Cara membuat :
  1. Tiriskan dange dari air rendaman.
  2. Masak gula merah bersama air dan daun pandan sampai mendidih dan gula larut. Saring lalu jerang kembali di atas kompor. Masukkan dange yang sudah ditiriskan. Masak sambil diaduk terus sampai meletup letup. Cicipi, bila kurang manis bisa ditambah sedikit gula pasir. Matikan api.
  3. Tuang dalam mangkok saji. Sajikan hangat hangat dengan guyuran saus santannya.

Waje'

Waje'


Berbekal ingatan aja, aku beranikan diri membuat kue waje' ini. Sebenarnya kalau resep wajik sih banyak di internet, tapi yang aku taunya mama bikinnya agak beda karena menggunakan kelapa parut dalam campuran ketannya. Mungkin di sinilah letak perbedaan waje' Sulawesi dan wajik Jawa. Malah kalau di Sulawesi ada yang namanya Baje Kotu yaitu waje yang dibikin lebih kering dan manis supaya bertahan lama dan dibungkus kecil kecil menggunakan kulit jagung.


Resepnya nggak aku tulis, karena aku main cemplang cemplung aja dengan ilmu kira kira. Akhirnya hasilnya memang tidak memuaskan, hihi. Tekstur sudah bagus, legit santannya dapat, cuman rasanya agak kurang manis. Kelihatan kok dari gambarnya...warna cokelatnya agak pucat. Tapi insyaAllah lain kali pengen nyoba lagi dengan menambahkan gula. Yang jelas bahan bahan yang aku pakai adalah ketan, gula merah, kelapa parut, sedikit garam, santan dan pandan.

Aneka Roti Asin...

Savoury Breads


Caterpillar Bread

Roti asin? roti yang rasanya asin? haha enggak lah...maksudnya, ya roti yang bukan roti manis alias gurih. Kalau roti manis kan yang isinya cokelat, gula palem, selai, dsb dsb, sedangkan roti asin atau savoury breads yang kayak roti pizza, roti kornet, tuna dan semua yang berasa gurih. Emang hari ini pengen makan yang gurih gurih sambil minum teh manis...

Resep aku pake metode water roux, karena sudah jatuh cinta dengan kelembuutannya. Resepnya dari resep rotiku yang biasa tapi aku kurangi takaran gulanya. Begitu juga water rouxnya aku bikin setengah dari resep Vivian Pang supaya nggak bersisa lagi.

Selasa, 20 Maret 2012

Gogoso Kambu



Gogoso Kambu


Gogos atau gogoso adalah makanan tradisional khas Makassar yang mirip mirip dengan lemper dari Jawa maupun lalampa dari Menado. Bentuknya lebih panjang dan agak langsing dibandingkan dengan lemper. Gogos ada yang tanpa isian dan ada juga dengan isian. Nah yang menggunakan isian inilah dinamakan gogoso kambu atau gogos isi. Isinya biasa dari ikan tongkol yang dicampur kelapa sangrai dan bumbu. Kalau mau tahan lama biasa cuma diisi dengan abon.

Kalau yang tanpa isi biasa dijual dengan pendamping telor asin. Hah...pasti pada heran kan, kok dimakan sama telor asin. Iya memang gogos ini bukan termasuk snack atau jajan buat nyemil. Tapi sebagai makanan utama pengganti nasi. Biasanya diperuntukkan buat bekal kalau lagi bepergian. Kalau di daerah Sulawesi, persinggahan bus itu pasti dipadati dengan penjaja gogos ini. Itulah sebabnya gogos ini tanpa isi dan dimatangkan dengan cara dipanggang, agar tahan lama. Bisa sampai seminggu tergantung cara masaknya.



Nah yang aku bikin kali ini adalah gogos kambu. Resepnya dapat dari mama...
Benar benar perjuangan bikinnya. Daunnya ambil sendiri di halaman, setelah itu dipotong-potong dan dilap. Untuk sematnya aku ambil lidi dari pohon kelapa di halaman juga. Untungnya pohon kelapanya pendek aja. Jadi bisa sampai ngambil daunnya. Kenapa nnggak ambil lidi dari sapu lidi aja?? hihi udah gundul keseringan aku ambil buat nyemat pepes or botok hehe ^^

Bahan ketan :

- 500 gr beras ketan putih, rendam 2 jam
- 300 ml santan
- 1 sdt garam
- pandan

Bahan isian :

- 2 ekor ikan tongkol ukuran sedang, bakar lalu buang tulang dan suwir
- 1/4 biji kelapa parut (sangrai sampai kecoklatan, setelah dingin tumbuk agak kasar)
- 3 sdm minyak untuk menumis bumbu

Bumbu halus :

- 2 buah cabe merah
- 5 buah cabe rawit (kalau suka pedas)
- 8 butir bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/4 sdt pala bubuk
- garam secukupnya
- gula merah secukupnya

Olesan :
santan kanil+sedikit garam

Cara membuat :

  1. Isian : panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus hingga wangi. Masukkan ikan tongkol suwir. Aduk hingga bumbu bercampur. Tambahkan sedikit air agar bumbu bisa lebih tercampur. Setelah air menyusut, masukkan kelapa sangrai lalu aduk rata. Masak sambil diaduk aduk terus sampai isian menjadi kering seperti abon. Matikan api. Sisihkan.
  2. Ketan : setelah ditiriskan, kukus ketan bersama daun pandan sampai setengah matang sekitar 15 menit. Angkat. Didihkan santan dengan garam dalam panci. Masukkan ketan, aduk sampai santan habis terserap habis. Kukus ketan kembali selama 30 menit hingga matang. Angkat.
  3. Siapkan 2 lembar daun pisang. Daun yang masih muda untuk pembungkus bagian dalam.
  4. Siapkan plastik agar ketika membentuk adonan ketan tidak melengket. Sendokkan ketan dalam plastik. Padatkan dan pipihkan. Beri isian ikan. Tangkupkan dan padatkan.
  5. Letakkan dalam daun dan olesi dengan santan kanil. Gulung. Semat dengan lidi. Selesaikan semua.
  6. Siapkan bara atau kompor. Panggang gogos dengan api sedang sampai wangi. Bagian kulit agak kering tapi bagian dalam masih lembut.
  7. Siap dihidangkan.


Nah ternyata daun yang aku ambil nggak cukup, akhirnya aku dapat ide bikin ketan goreng aja. Kayaknya pernah lihat di Majalah Sedap. Isiannya aku pakai isian gogos aja karena masih banyak. JAdilah ketan goreng. Pokoknya tinggal bentuk oval agak pipih. Celup di dalam telur lalu beri tepung panir kasar dan goreng. Hmmmm...jadi lagi satu cemilan gurih...
Ketan Goreng





Minggu, 18 Maret 2012

Apang Coe


Apang Coe


Kue ini adalah jajanan khas dari daerah Menado. Tekstur dan rasanya mirip kue mangkok tapi yang ini aromanya jelas lebih wangi karena menggunakan bumbu spekuk dan dikukus menggunakan takir pandan. Hmmmm...ueeenak!!

Resep aku lihat dari
Sajian Sedap. Berikut resepnya ya...

Bahan :

- 150 gram gula merah, sisir halus

- 130 ml air kelapa
- 1 lembar daun pandan
- 150 gram tepung beras
- 75 gram tepung terigu protein sedang
- 1/2 sendok teh ragi instan
- 180 ml santan dari 1/2 butir kelapa

- 1/2 sendok teh garam

- 1 sendok teh bumbu spekuk

- 1 sendok teh baking powder

- daun pandan besar untuk takir


Bahan taburan :

- 100 gram kelapa parut kasar
- 1/4 sendok teh garam
- 1 lembar daun pandan


Cara membuat :
  1. Rebus air kelapa, gula merah, dan daun pandan sambil diaduk sampai larut. Saring. Ukur air gula 200 ml.
  2. Tuang sedikit-sedikit ke tepung beras sambil diuleni sampai lembut.
  3. Setelah dingin, masukkan tepung terigu, ragi instan, santan, garam, dan bumbu spekuk sambil dikeplok-keplok 15 menit.
  4. Diamkan 30 menit. Tambahkan baking powder. Aduk rata.
  5. Tuang penuh dalam takir daun pandan.
  6. Kukus 20 menit di atas api besar sampai matang.
  7. Taburan, aduk rata kelapa parut, garam, dan daun pandan. Kukus 15 menit sampai matang.
  8. Sajikan bersama taburan kelapa.




Cara membuat takir, potong daun pandan yang bagian sebelahnya dengan ukuran masing masing 5 cm, 6 cm, 5 cm, 6 cm dan 5 cm. Lengkungkan membentuk kotak, bagian dasarnya disusun bersilang (kayak nutup karton/dus biar nggak gampang lepas) lalu sisa yang terakhir dilipat kemudian dijepret. Nanti bagian dasarnya dialasi daun pisang.


Senin, 12 Maret 2012

Liburan ke Rumah Mbah...

Postingan ini sebenarnya sudah lama, semenjak anak anak liburan semester kemarin. Tapi baru sempat aku posting.

Yang paling menyenangkan untuk anak-anak adalah kala liburan tiba.
Tempat berlibur kami yang tetap yaitu di Malang karena ada rumah Mbah dan di Makassar karena ada rumah Nenek. Tapi memang suasana rumah Mbah selalu dirindukan. Karena alamnya yang masih asli. Banyak kebun dan hewan ternak...seru jadi banyak mainan juga. Apalagi tuk Hanif yang memang punya minat khusus sama binatang-binatang. Dia suka semua binatang...kalau di rumah Mbah, pagi pagi udah hilang aja. Waktu dicariin ternyata ada di belakang, lagi bantuin Mbah pungutin telur bebek, kasih makan kambing, kelinci, ayam, ikan, walaaaah pokoknya mostly waktunya ada di halaman belakang.

Main sama kelinci...

Kasih makan kambing...

Hanif dan Iyut lagi nangkap ikan pake jaring, katanya "Bu nanti kita masak ikan ini yaaa...?"


Di bawah ini barusan habis petik sayur labu siam di kebun...


Selain ternak, pohon sayur dan buah buahan juga banyak di sini. Semua kesukaan Hanif. Ada rambutan, sawo, jambu bangkok, nangka, srikaya, mangga, wuaaaah pokoknya ada semua deh. termasuk duren ada juga, hihi. Mabok deh makan semuanya, tinggal bilang aja, nanti diambilin.


Besok adalah waktu terakhir sebelum kita pulang kembali ke Sorowako. Hari ini waktunya main main ke Jatim Park. Seruuuu...!! areanya luas sekali dipenuhi dengan binatang binatang unik yang nggak semua ada di kebun binatang lain...serasa nggak mau pulang niy anak-anak. Mereka nggak ada capeknya, ibu bapak dan mbahnya yang blenger...hihi



Hanif bersalaman dengan maskot Jatim Park...



Mengelus Iguana...



Ayamnya lucu, bulunya kayak kelinci...



Lhooo! pada kenapa niy wajahnya, pada tegang dekat macan ya??


Hiyyyy...ulaaaar!!

Bersama Om Yudi dan Mbah Ibu...



Yang di atas ini adalah tempat terakhir dalam wilayah Jatim Park yang kami kunjungi. Musium Jatim Park. Seru...banyak fosil dino, akuarium, aneka kupu-kupu di sana...sayangnya nggak sempat foto karena cahayanya gelap dan berdesak desakan dengan orang lain...

Kue Kanji Keju

Kue Kanji Keju

Kukis ini adalah salah satu kue favorit lebaran mama. Sudah lama aku nggak bikin, ngga tau sudah berapa kali lebaran...terlewat resepnya padahal biasanya kalau bikin ini yang paling duluan habis. Soale uueeenak sih, bukan hanya gurih tapi manis juga. Dan tekstur khas kue kanji/sagu yang melt in your mouth. Tapi tetap kerasa renyah dari parutan kejunya, syaratnya dipanggang sampai benar-benar garing dan tengahnya sudah kering. Kalau bentuk kue dibikin pipih maka akan lebih cepat matangnya. Punyaku agak tebal jadi membutuhkan waktu lebih lama.



Bahan :
- 325 tepung kanji, sangrai lalu dinginkan

- 125 gr keju cheddar parut

- 1 kuning telur

- 125 gr gula halus

- 185 gr margarin (aku pake butter separuh)

- 1/2 sdt vanili bubuk


Cara membuat :
  1. Dalam wadah, kocok margarine, butter, vanili dan gula halus sampai rata. Tambahkan kuning telur, kocok asal rata.
  2. Masukkan keju parut, aduk rata.
  3. Tambahkan bahan tepung aduk hingga rata.
  4. Bentuk bulat atau love lalu letakkan di loyang tanpa polesan.
  5. Panggang dengan panas oven 125C atau 250F sampai agak kekuningan, bawahnya kalau dibali sudah berwarna cokelat keabu-abuan dan kelihatan bercak keju di permukaan kukis. Sekitar 15-20 menit (tergantung panas oven masing-masing)
  6. Angkat, dinginkan dan simpan dalam toples kedap udara.

Sabtu, 10 Maret 2012

Apang Bakar



Apang Bakar


Apang bakar atau apem bakar?? mungkin sebenarnya sama sih maksudnya, tapi kalau kami orang Makassar kan kelebihan vitamin 'NG' jadi nyebutnya kue apang, qiqiqi...maaf ya temang cuma bercandaja' kodong...^^


Iya, kalau nggak salah kue ini khas dari Sulawesi Tengah. Kalau di Sulawesi Selatan ada apang paranggi dan kalau di Sulawesi Utara ada apang coe. Mirip mirip ya...kesamaannya adalah penggunaan gula merah dan bumbu spekuk dalam campuran bahannya.

Nah resep aslinya bisa dilihat di
DetikFood . Di bawah ini aku modifikasi sedikit. Aku bikinnya setengah dari resep di bawah hasilnya sudah lumayan banyak. Tapi kalau mau ada acara bisa bikin banyak kayak resep di bawah. Aku juga menggunakan 2 cetakan carabikang, yang satu ukuran kecil dan yang satu berukuran mini seperti di gambar.

Bahan :

- 400 gr gula merah, sisir halus

- 100 gr gula pasir

- 600 ml air
- 1 lembar daun pandan, potong-potong
- 2 butir telur ayam

- 100 gr agak muda
, parut
- 100 gr kenari, panggang lalu cincang
- 2 sdm margarin lelehkan


Aduk jadi satu :

- 600 gr tepung terigu

- 150 gr tepung beras baru
- 1 bungkus (11 g) ragi instan

- 1/2 sdt garam

- 1 sdt bumbu spekuk

Cara membuat :
  1. Masak gula merah, gula pasir, air dan pandan hingga gula larut dan mendidih.
  2. Angkat, saring dan dinginkan.
  3. Taruh bahan tepung dalam wadah.
  4. Buat lubang di tengahnya, masukkan larutan gula dan telur.
  5. Aduk perlahan dengan kocokan kawat/whisk hingga licin dan rata.
  6. Masukkan kelapa parut dan kenari, aduk rata.
  7. Diamkan selama 1 jam di tempat hangat hingga mengembang.
  8. Tambahkan margarin leleh. Panaskan cetakan carabikang di atas api sedang (aku pake cetakan mini).
  9. Olesi sedikit minyak tiap lubang cetakannya.
  10. Tuangkan adonan ke dalam cetakan dan biarkan hingga setengah masak.
  11. Balikkan kue dan masak hingga kedua sisinya matang.
  12. Angkat, sajikan.


Resep ini aku setorkan kepada
Mbak Tata dan Mbak Momon dalam rangka memeriahkan Indonesian Food Party edisi bulan Maret.


Tekstur kue ini mirip-mirip poffertjes, tapi lebih padat. Walaupun padet bukan berarti keras lho, sama sekali nggak. Teksturnya agak chewy/legit kayak donat. Mungkin karena penggunaan ragi di dalamnya ya. Wangi dan enak apalagi disajikan sebagai teman minum teh atau sekedar camilan buat anak-anak. Karena kecil nggak berasa udah makan berapa biji...hihi

Related Posts with Thumbnails