Senin, 17 September 2012

Pangsit Mie Ungu dari Buah Bit...



Kemaren...pas cuti ke Malang aku ketemu mie aneka rasa. Salah satunya adalah mie buah bit ini. Karena dari buah bit tentu saja warnanya ungu ya. Tapi karena udah bercampur dengan tepung ungunya gak terlalu gelap jadi agak agak nge'pink' aja. Tentu saja kubeli dengan niatan mau diolah jadi mie pangsit kalau tiba di rumah.

Hari ini aku udah niat bikin pangsit ungu. Dulu, aku sudah pernah bikin pangsit mie hijau dari air sawi. Waktu itu ayamnya aku cincang dulu dan ditumis bersama jamur kancing. Nah kali ini aku mau bikin versinya Pak De'...bapak penjual yang sudah terkenal mie pangsitnya seantero Sorowako...halaaaahhh bahasanya. Nggak tau namanya siapa, orang semua manggilnya Pak De'. Nah tumisan ayamya Pak De' ini teksturnya kayak ayam suwir kasar. Ada bagian bagian yang besar potongannya ada pula yang kecil. Malahan kadang kadang ada sedikit serpihan tulangnya keikut. Aku berasumsi, mungkin beliau menggunakan potongan potongan ayam yang kemudian dimasak lama dalam kuah kecap sampai ayamnya hancur tapi tetap ada teksturnya. Khas serat daging ayam.

Berikut ...my version of Mie Pangsit Pak De'... tapi supaya lebih lengkap aku tambahkan pentol bakso ke dalam kuah kaldunya. 

Bahan :
- mie kering ungu (rebus matang beri sedikit minyak lalu saring) 
- tumisan ayam kecap
- kaldu pangsit
- kerupuk pangsit (pembuatan bisa lihat di sini)
- sawi rebus 
- sambal rebus

Tumisan Ayam Kecap :
- 1/2 ekor ayam, potong ukuran sedang
- 4 butir bawang merah, cincang
- 3 siung bawang putih, cincang
- 2 ruas jahe, geprek 
- 1/4 butir pala
- 2 lembar daun bawang
- 5 sdm kecap manis
- 1 sdm saos tiram
- 1 sdt minyak wijen
- garam secukupnya
- merica secukupnya
- minyak secukupnya untuk menumis

Cara membuat :
  1. Tumis bawang merah, bawang putih, pala dan jahe sampai wangi. Masukkan ayam. Aduk aduk sampai berubah warna.
  2. Tambahkan kecap, saos tiram, garam, dan merica. Berikutnya air secukupnya. Masak dengan api kecil sampai daging ayam benar benar lunak dan agak hancur. Kalau kuahnya habis sedangkan ayamnya belum hancur tambahkan lagi air dan masak sampai lunak. Terakhir tambahkan air dan daun bawang lalu masak sampai kuah menyusut dan mengental tapi tidak kering. Masukkan minyak wijen, aduk rata lalu matikan api.

Kaldu pangsit :
- air kaldu ayam (dari rebusan tulang ayam)
- bawang putih
- merica
- garam
- bakso
- kucai
- bawang goreng
- minyak wijen

Cara membuat :
  1. Haluskan bawang putih, garam dan merica. Tumis dengan sedikit minyak lalu setelah wangi tuang ke dalam rebusan kaldu dari tulang ayam.
  2. Masukkan pentol bakso. Terakhir masukkan minyak wijen sedikit saja. Siap disajikan panas.
Penyajian :
Tata mie ungu dalam mangkok. Beri sayur sawi yang sudah diseduh dalam kuah pangsit. Tambahkan tumisan ayam dan daun bawang. Sajikan dengan kuah kaldu, sambal cabe serta jeruk nipis.




6 komentar:

Haya Najma mengatakan...

kemaren cari minyak wijen belum nemu yang ada sertifikat halal-nya, tapi ada kan bu?

Hesti HH. mengatakan...

Banyak kok Mbak Haya...

ABC ada halalnya, merek cina 'Oh guan hing ' jg ada label halalnya walaupun bukan MUI. Tapi insyaAllah halal karena bahannya cuma minyak tumbuhan dan biji wijen...

Haya Najma mengatakan...

iya buu, saya udah nemuu. ABC :D asyik bener. tapi kalau pake harusnya nggak banyak-banyak ya bu?

Haya Najma mengatakan...

Laporan, amatiran http://cosmiclove12.wordpress.com/2012/09/23/mie-ayam-pangsit/ :D

nura mengatakan...

Majalah online resep makanan ku adalah " HESTI KITCHEN YUMMY FOR YOUR TUMMY " ^^ :)

Damae mengatakan...

wah, bikin penasaran nih, unyu2 gimana gitu.. hehe
apalagi buat pecinta warna ungu tuh, pasti penasaran pingin nyoba, ^_^

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails