Jumat, 11 Mei 2012

Donat & Roti Ubi Ungu...





Masih olahan ubi ungu niy...jangan bosan yaaa, aku bikin satu adonan saja untuk donat dan roti. Selama ini memang aku selalu menggunakan resep yang sama untuk membuat roti dan donat. Hasilnya sama sama lembut, empuk dan ringan. Untuk roti/donat ini ada sedikit aroma ubi, tapi kalau dimakan nggak terasa aroma ubinya sama sekali. Seperti roti manis biasa aja. Serat rotinya panjang panjang tapi teksturnya tetap lembut walaupun nggak selembut roti metode water roux loh ya.



Donat dihias sesuai selera. Kalau aku suka dibalur dalam campuran gula pasir dan kayu manis. Kata hubby...enaaaak juga nih donatello. Donat + telo = donatello hahahahaaaa...




Bahan roti/donatnya pake resepku, sedang filling ubinya aku lihat di "Fong's Kitchen Journal"

Bahan :
- 350 gr tepung protein tinggi
- 100 gr tepung protein sedang
- 200 gr ubi ungu kukus (halus)
- 10 gr ragi instan
- 2 kuning telur

- 75 gr susu bubuk
- 75 gr gula pasir
- 200 ml air hangat
- 60 gr margarin
- 1 sdt garam

Filling Ubi (masak di atas kompor sampai kalis) :
- 150 gr ubi ungu halus
- 30 gr gula pasir
- 25 gr butter
- 25 ml susu cair
Olesan :
- 1 kuning telur 
- 3 tetes air/susu cair

Cara membuat :
  1. Masukkan ragi dalam hangat dan biarkan selama 15 menit sampai berbusa.
  2. Dalam mixer roti, masukkan tepung terigu 2 macam, ubi halus, susu bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan kuning telur dan air ragi. Mulai nyalakan mixer. Proses sampai kalis. Masukkan garam dan margarin. Mixer sampai adonan elastis atau sudah halus dan lentur.
  3. Tutup dengan kain lembab, fermentasikan selama sekitar 45 menit.
  4. Kempeskan adonan. Untuk donat, timbang 30 gr lalu bulat bulatkan dan letakkan di atas meja bertabur tepung. Setelah mengembang, goreng dalam minyak panas sedang sampai agak kecoklatan.
  5. Untuk roti, bentuk sesuai selera. Untuk bentuk bunga, ambil adonan sebanyak 30 gr lalu beri isian ubi halus dan rapatkan bentuk bulat. Gambar bisa dilihat di Home baking net.
  6. Untuk bentuk bulan sabit/lengkung, ambil adonan 30 gr lalu pipihkan benbentuk segitiga. Oleskan adonan isi lalu toreh bagian atasnya dengan cutter sebanyak beberapa garis. Gulung roti dari bagian bawah ke atas (dari bagian lebar ke bagian yang runcing). Taruh di loyang beroles margarin. Untuk roti sobek bentuk bulat biasa dan isi sesuai selera lalu taruh di loyang brownies. Fermentasikan sampai mengembang 2 kali lipat.
  7. Oles dengan kuning telur lalu panggang selama sekitar 12-15 menit dengan panas oven 400 F atau 200 C.
  8. Angkat dan olesi dengan butter.








Untuk roti sobek sebagian aku isi cokelat dan sebagian aku isikan keju.

31 komentar:

Rima mengatakan...

waduh Hesti.. roti n donut mu warna kegemaran ku.. if kasi sonia sure dia suka!

Hesti HH. mengatakan...

Jadi membayangkan rumahnya Kak Rima, jangan jangan semua nuansa ungu, hehe

rahel mengatakan...

mat malam Hesti..menarik skali donat ubi ungunya..pengen cuba ni..ayo kirim lewat pos dikit..hihihi..

Apel Batu mengatakan...

Suka ungu dan suka donat. Resep yang menarik agar anak-anak juga mau mencoba ubi ungu..

Ira Rodrigues mengatakan...

harus selalu ingat nih, kalo mau bikin dr yg serba ungu tinggal loncat ke dapur kamu hes hihi, btw, donatnya cakep bu!

Bum2 Fam mengatakan...

Mb assalamualaikm, in resepnya jadi berapa banyak donat mba? Makasih yah mba infonya :) jazakillahu khoirah

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam...

KAyaknya sekitar 30an itu udah donat dan roti rotinya semua. Ukurannya sedang aja...

Toko Online Kalistajaya mengatakan...

wah enaknyaa...

Yoen Mintarsih mengatakan...

Mbak mau tanya tentang mikser nya, tipe apa ? Seri yang mana? Bila tdk mau nyebut merk boleh lewat email Mbak ( way_qonitah@yahoo.co.id ). Terimakasiiih banyak ya..

Hesti HH. mengatakan...

Saya gak ngerti juga serinya apa, yang jelas merknya Bosch. Bisa lihat di gambar di laman 'behind the scene' di kanan atas

Yoen Mintarsih mengatakan...

Oh yang watt nya lumayan gedhe itu ya. Boleh tahu Mbak, menguleni adonan roti dengan tepung 750 gr berapa menit dan apakah harus sampai speed maksimal ?

Hesti HH. mengatakan...

Iya mbak. Di sini pakainya enak karena listriknya loss meter. Kalau saya nggak pernah ngulen lebih dari 600gr tepung. Gak tega sama mesinnya. Mungkin kuat tapi takut gak tahan lama. Biasanya sekitar 10 menitan mixernya kecepatan no.3 dari maks 4.

ani fitriani mengatakan...

Mba, salam kenal..saya ani, td saya. Bikin resep ini..tp dikukus, ternyata hasilnya roti bantat, padahal dough nya bgs, kalis elastis meski pale LG hehe..sy fermentasikan stngh jam ga naik juga, bete..langsng kukus aja, bener aja jadinya bantat. Sy pikir2 apa yg salah ya..apa kurang ya waktu fermentasinya? Atau raginya mati? Soalnya td sy pake air termos campur air dingin, gelembungnya sdikit yg muncul,help mba!!

Hesti HH. mengatakan...

Salam kenal Mbak Ani,

Waaaah turut sedih mbak. Biasanya kalau sama sekali nggak naik itu masalahnya di ragi mbak. Mungkin raginya mati mungkin juga airnya terlalu panas. Kalau air termos dicampur air dingin gak masalah yg penting hasil akhirnya jadi air hangat. Kalau tetap masih panas raginya bisa mati. Kalau ragi juga kemasannya bocor atau sudah pernah dipakai lalu tidak ditutup dengan baik dan rapat bisa mati juga raginya. Kalau fermentasi...dalam 15 menit aja kelihatan kok tanda tanda ngembangnya. Dalam setengah jam juga harusnya udah kelihatan naiknya.

Anonim mengatakan...

muehehehe mau makan aja ahhh,,, belum bisa masak2 kuee :D

Rusma Dwiyana mengatakan...

Mbak Hesti saya sdh coba resep donat ungu nya, hasilnya enak dan empuk sekali...anak2 senang, alhamdulillah...apakah sisa adonan yg blm sempat dioven atau digoreng msh bagus bila disimpan dlm wadah tertutup di kulkas? Terima ksh ya :)

Hesti HH. mengatakan...

Alhamdulillah mbak,

Kalau ditaruh di kulkas sih setahuku bisa mbak. Tapi ingat bahwa dia tetap mengembang walaupun lambat. jadi kalau mau taruhnya langsung setelah diadon. Jangan setelah ada sisa baru dimasukkan karena dia sdh terlalu lama di suhu ruang takutnya bau asam. Tutup aja pake cling wrap baru disimpan. Usahakan digunakan secepatnya.

Obat Pembesar Payudara Herbal mengatakan...

makasih ya telah mau berbagi informasinya...

Obat Pembesar Payudara Herbal mengatakan...

makasih ya telah mau berbagi informasinya...

Widia Etna mengatakan...

Mbak,
salam kenal sekaligus minta ijin nyontek yaaa... :D

trus, kalau boleh nambah nanya juga (hadeeehh... ngelunjak nih)
Itu yang gambar paling atas itu, glaze-nya bagus banget....
bikinnya kayak gimana ya, Mbak?

Widia Etna mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hesti HH. mengatakan...

Salam kenal juga, silahkan dicontek resepnya...

Kalau glazenya cuman cokelat dark sama white coklat aja mbak. Dilelehkan dulu lalu donatnya dicelup ke situ. Supaya cantik memang harus banyak cokelatnya kalau sedikit pas dicelup nggak mulus permukaannya karena nggak tenggelam sempurna. Atau untuk mencelup cokelatnya pake wadah yang kecil tapi dalam supaya volume cokelatnya jadi banyak.

Anonim mengatakan...

pelit nggak bisa di copy

venny mengatakan...

Mbak...punyaku jugaa bantatt.....kyknya krn raginya pake air2 gt yaa agakk ribett...o yaa...mbakk kl raginya pake langsung campur di tepung gt ga bs yaa??plzz help me...thx.

Hesti HH. mengatakan...

Sama sekali nggak masalah mbak kalau raginya direndam air hangat. Itu hanya untuk meminimalisir bau ragi setelah roti matang. Tapi syaratnya raginya harus masih aktif, dan airnya nggak boleh terlalu panas. Nggak pakai cara itu bisa kok. langsung aja mbak dicampur di adonan bisa kok.

venny. mengatakan...

Mbak hesti,saya mau tanya lagi ya...kalo ragi masuk di tepung berarti apkah harus tetap memakai air/susu untuk mengganti penggunaan air yang seharusnya dipakai bersama ragi ya??pls info..mbak apakah bs Kl saya bs bbm atau whatssapp dgn mbak...hihihi...thx mbak..

Hesti HH. mengatakan...

Maaf mbak aku agak gaptek, nggak pake whatsapp dan gak punya BB ^^

Iya semua bahan kering dicampur (kecuali garam), aduk rata baru turun telur dan air hangatnya, mixer sampai kalis lalu masukkan margarin dan garam, uleni lagi sampai kalis elastis.

alia mengatakan...

Mbak, ubinya kalu diganti singkong bisa nggak ya? makasih..

zhumi mengatakan...

Hai mba, saya berhasil buatnya tp kenapa ya mba, setelah dingin koq teksturnya kasar ya? ga empuk. Saya pernah bikin juga dari tempe tp tetap ga lembut kalo udah dingin. Apa yg salah ya sama adonan saya?
Kalo lihat punya mba hasilnya lembut bangeeett..

Hesti HH. mengatakan...

Saya rasa bisa mbak asalkan singkongnya dihaluskan tanpa blender. Kalo diblender teksturnya berubah kenyal lengket susah dicampur dengan adonan...

Silahkan dicoba, ditunggu kabarnya yaaa

Hesti HH. mengatakan...

Biasanya masalah di ngulen aja mbak. Kurang lama, kurang lembut kalis elastis. Kalo pake tangan setidaknya butuh waktu 1/2 jam ngulennya. Kalau pake mixer sktr 15 menitan mbak...semakin halus adonan semakin lembut juga hasil akhirnya

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails