Sabtu, 28 Maret 2015

Puding Custard Karamel Lapis Pandan


Siapa sih yang ngga suka aroma khas karamel?? kalau aku sih nggak pernah nolak. Dibikin apa aja tetap enak. Nah kali ini bikin puding lapis custard versi pandannya. Dulu pernah bikin versi coklat. Teksturnya lembut dengan aroma telur yang khas...secara telurnya lumayan banyak. Tapi karamel di sini berfungsi untuk penambah citarasa dan mengurangi aroma telur. Makanya kalau bikin puding ini aku selalu menambahkan takaran karamelnya. Untuk dituang pada saat akan disantap.

Resepnya ngga jauh beda dengan yang dulu cuma supaya hasil jadi lebih tinggi layernya, resep kali ini menggunakan 8 telur. Dan takaran gulanya dikurangi supaya tidak terlalu manis. Resepnya dishare temanku Darmawati Iskandar. Tengkiuuuu Dar...


Bahan karamel :
- 6 sdm munjung gula pasir

Bahan Puding :
- 8 butir telur
- 600 ml santan (dari satu butir kelapa)
- 250 gr gula pasir
- 4 sdm tepung custard
- 4 sdm susu bubuk full cream
- 1/2 sdt vanili bubuk
- 100 ml air perasan pandan (dari 6 lembar daun pandan)

Cara membuat : 
  1. Panaskan 6 sdm gula pasir dengan api sedang sampai menjadi karamel. Tuang ke pinggan tahan panas (loyang). Sisihkan.
  2. Panaskan kukusan.
  3. Kocok lepas telur, gula pasir dan vanila menggunakan whisk. Kocok asal gula larut, jangan sampe mengembang.
  4. Masukkan 500 ml santan, custard dan susu. Aduk menggunakan whisk sampai rata. Saring.
  5. Bagi 2 adonan. Satu bagian diberi 100 ml air pandan. Satu bagian tambahkan sisa santan 100 ml.
  6. Tuang ke atas karamel. Kukus lapis demi lapis bergantian (total 6 lapis, tiga kuning dan tiga pandan). Tiap lapisan seberat 200ml. Masing-masing sekitar 5-7 menit (permukaannya sudah set). Pada saat mengukus, api jangan terlalu tinggi karena adonan akan menggelembung atau bergelombang. Jangan juga terlalu lama mengukus karena akan berakibat sama.Jangan lupa mengaduk adonan terlebih dahulu setiap akan dituang karena tepungnya mengendap di bawah.
  7. Angkat, dinginkan sampai uap panasnya hilang. Simpan dalam lemari pendingin.
  8. Nikmat disajikan dingin.




8 komentar:

Aulia Tirta B mengatakan...

Assalamualaikum bunda Hesti. Saya sering cobain resep2 Bunda, terus di catet di buku. tapi gak lupa naro sumbernya kok hehehe soalnya kalo ada kegagalan bisa aku liat lagi dari sumbernya.
Sejauh ini, hasil cake ku enak2 terus kayak yg bunda ceritain. Aku cuman mau nanya..
Foto2 bunda bagus2 pake banget kayak di studio gitu huhuhu bikin org ngiler liatnya deh.. :p cara nya gimana? peralatannya apa aja bun biar hasil jepretan nya bagus gitu? terus lighting nya pake lighting studio kah? :)

makasih ya Bun..

wassalamualikum..

hera mengatakan...

Ass. mbak Hesti ini puding pasti enak soalnya sy sdh pernah buat yg versi coklat (resep mbak Hesti juga). Oh ya mbak minggu lalu sy mauuu sekali makan kue keju yg lembut dan kejunya nendang, lihat resep mbak juga strawberry cheese cotton cake langsung buat walaupun jumlah telur tdk tau soalnya pakai gram ternyata pakai 6 butir telur. Persiapannya ribet tapi hasilnya enaaak (topingnya sy pakai krim n keju parut), sy bagi ke tetangga dan mengira dikukus karena lembutnya. Terima kasih ya mbak soalnya ini kue jadi favorit di rumah

Blog Tips dan Trik Indonesia mengatakan...

keknya enak... jadi pengen nyicip xixixixi

Anonim mengatakan...

mba hesti mw tanya kalau mau pakai vanila bean untuk 1 resep cake pakai brp buah ya? makasih mba.

Anonim mengatakan...

mba hesti kalau mau pakai vanila bean untuk 1 resep cake pakai brp buah ya mba? makasih.

Hesti HH. mengatakan...

@Aulia : waalaikumsalam. Waaaah alhamdulillah nanda Aulia...senang sekali kalau cocok sama resepnya dan sukses bikinnya. Tentang foto, ngambil gambarnya di rumah dengan peralatan seadanya. Ngga ada studio maupun perlengkapan lampu lampu canggih...hehe. Caranya cuman memanfaatkan cahaya dari jendela. Yang dimainkan adalah variasi dari penataannya, properti foto, dan kesegaran makanannya. Usahakan mengambil gambar pada saat cuaca cerah tidak mendung sekitar jam 9 pagi atau jam 4-5 sore. Ilmunya gak banyak jadi selama ini pake feeling saja motretnya. Semoga suatu saat ada waktu buat posting behind the scenenya ya. Semoga manfaat ya

@Hera : waalaikumsalam, iya mba enaaak. Saya jg bkin versi duren tapi ggak sempat difoto dah abis duluan...hehe. Kalau jcc atau sodaranya itu memang selalu favorit mba soalnya lembuuuttt bangeet...makasih yaaa

@anonim : kalau loyang kecil satu aja mba kalau loyang besar dua ngga apa apa.

Nisa-mom mengatakan...

ya ampun.. cantik nya lapis mba Hesti ini , kangen liat blog mba Hesti ... harus di sempatkan liat2 kesini karena fed nya ga kliatan ...

Hesti HH. mengatakan...

Makasiiih mba Fitriiiii...iya nih saya juga udah jarang updated blog. Salut sama yang bisa konsisten ^^

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails