Jumat, 10 Mei 2013

Roll Snoep with Strawberry Cream Cheese Filling





Hari ini aku mau sharing resep roll snoep. Aku dapat dari Majalah Sedap edisi lama. Sebelumnya aku iseng pingin cari tau di google apa dan darimana asalnya roll snoep ini. Namanya kan agak berbau luar negeri. Ternyata sama sekali nggak ada hasil pencaharianku. Yang ada resep roll snoep dari Majalah Sedap juga. Nah lho...gimana teman-teman?? any idea??

Yang membuat roll snoep ini menarik adalah dia merupakan jenis cake gluten free karena hanya menggunakan maizena dan cokelat bubuk. Teksturnya juga lembut karena menggunakan teknik kocok pisah telur. Ya sebenarnya walaupun nggak pisah telur tetap lembut harusnya, karena menggunakan banyak telur. Tapi memang teknik ini menghasilkan tekstur yang lentur. Jadi kuenya gampang digulung. Kue ini juga menggunakan simple sirup tuk olesannya. Menurutku fungsinya ada 2. Supaya cake teksturnya agak moist (kan nggak pake butter/minyak). Dan yang kedua rasa pahit dari cokelat tertutup manisnya simple sirup.

Untuk filling aku modif sendiri. Sebenarnya mirip mirip cheese cake sih karena menggunakan creamcheese dan cream dalamnya. Supaya nggak terlalu plain aku tambahkan selai strawberry untuk tendangan sedikit rasa asam. Perfect deh!! enak. Berasa makan cheesecake beneran ^^. Tuk selai strawberrynya sesuaikan selera aja. Memang agak asam karena mungkin strawberry lokal memang asam ya. Dan juga nggak ada campurannya. Kalau nggak suka asam cukup sedikit saja. Begitu pula gula karena selera beda beda ya.

Berikut resepnya ya. Roll snoepnya diambil dari Majalah Sedap.

Bahan :
- 9 kuning telur
- 50 gram gula pasir
- 9 putih telur
- 1 sendok teh cream of tartar (saya skip)
- 125 gram gula pasir
- 1/4 sendok teh garam
- 1/2 sdt vanili
- 50 gram cokelat bubuk
- 15 gram maizena
 
Bahan strawberry cream cheese filling :
- 200 cream cheese, suhu ruang, kocok mengembang
- 300 gr krim kental, kocok mengembang
- 50 gr gula halus
- 1 sdm gelatin
- 30 ml air
- selai strawberry home-made

Selai strawberry home-made :
- 100 gr strawberry, blender
- 100 gr strawberry, belah dua
- 50 ml air
- 25 gr gula (sesuaikan selera)
- 1 sdt maizena + sedikit air, larutkan

Simple Syrup (masak sampai mendidih dan gula larut) :
- 100 ml air
- 100 gr gula pasir 


Cara membuat :
  1. Selai strawberry : masak semua bahan sampai meletup letup. Biarkan sekitar 5 menit. Matikan api. Dinginkan.
  2. Strawberry cream cheese filling : tim air dan gelatin sampai larut. Masukkan ke dalam kocokan creamcheese. Kocok rata. Tambahkan krim kental dan gula halus kocok lalu kocok rata. Tambahkan selai strawberry. Aduk rata. Cicipi. Kalau kurang manis tambahkan gula halus lalu kocok hingga rata. Ingat mengocok cream cheese ataupun krim kental jangan terlalu lama karena bisa berakibat pecah atau berpisah padatan lemak dan cairannya, semua dikocok asal rata saja. Siapkan cetakan puding segitiga alumunium (bagian dalamnya yang kecil) alasi plastik lalu tuang bahan filling. Padatkan dan ratakan. Rapatkan plastiknya. Simpan di freezer. Biarkan mengeras.
  3. Sementara itu panaskan oven 180 C. Siapkan loyang kotak 30cm. Olesi margarin dan beri alas kertas roti. Sisihkan.
  4. Cake : kocok kuning telur, vanili  dan gula sampai lembut. Ayak cokelat bubuk dan maizena ke dalam kuning telur sambil diaduk rata. Sisihkan.
  5. Kocok putih telur sampai setengah mengembang. Masukkan gula pasir sedikit-sedikit dan garam, teruskan mengocok hingga mengembang atau soft peak. 
  6. Sendokkan 1/3 putih telur kocok  ke dalam adonan kuning telur, aduk balik perlahan sampai rata. Tambahkan sisa putih telur lalu aduk balik sampai rata.
  7. Tuang ke loyang 30 cm, tinggi 5 cm. Alasi kertas roti. Oven sekitar 20 menit dengan suhu 180 derajat Celsius sampai matang. Angkat. Pada saat baru matang kue akan terlihat tinggi. Namun setelah keluar kue akan menciut sedikit. 
  8. Dinginkan kue di rak kawat. Setelah itu letakkan di atas kertas roti yang lebih besar. Olesi simple sirup secukupnya. Biarkan meresap. Ambil bahan filling dari freezer posisikan di pinggir cake dengan sisa space di ujungnya sekitar 1cm. Gulung perlahan sampai bahan filling tertutup cake. Trim sisa kuenya. Bungkus dengan kertas roti lalu biarkan dingin di freezer. Setelah agak beku pindahkan di refrigerator. Hias sesuai selera.


21 komentar:

Rina Rosyidah mengatakan...

ngileerrr langsungan mba nglihatnya, pengen bikin tp klo lg merantau gni ya sdikit masalah sma bahan baku hehe :),

itu yg warna kuning kya tulisan gmana bkin nya mba?? lucu bgt

anna mengatakan...

Wahhhh...... Mba Hestiiii, aku maooooo....
PR lagi nih... Jadi pengen coba juga :p
Trims Mba.. :)

Hesti HH. mengatakan...

sabaaaar ya mbak entar kalo pulang balas dendam *lhooooo*

Tulisannya dari white coklat aja mbak. HAsil iseng masih ada sisa white coklat...cuman dicoret coret aja di wax paper (bisa pake alfoil atau kertas roti. Pas setengah kering/masih lentur tempelkan ke kue. Simpan di kulkas, setelah dingin dicopot kertasnya tinggallah hiasannya...

Hesti HH. mengatakan...

ayo, ditunggu hasilnya yaaaa...

Ida Hariyanti mengatakan...

cantiiiiknyaaa... :D

Anonim mengatakan...

mba knpa ya cake sponge coklat waktu dbakar bagus tp pas diluar langsung susut/menciut,apa salah emulsifiernya sy pake ovalet oh iya resepnya g pake mentega tp minyak sayur, gula castornya saya pake gulapasir yg dblender sbentar,apa ovennya kpanasan maklum yg jadul,sbelumnya makasi mba

Kelly Villa mengatakan...

Salam kenal Mba Hesti
Waahh menarik sekali Mbaa~~~
Mba kalo bole tau itu pake cetakan gimana ya kok bisa bentuknya segitiga terus
hiasan diluarnya pake cokelat putih itu bagaimana caranya?
Terimakasih

Hesti HH. mengatakan...

Makasiiiih mbak IDa,....

Hesti HH. mengatakan...

KAyaknya nggak ada masalah sama bahannya mbak. Biasanya kocok telurnya kelamaan sampai terlalu kaku (harusnya sampai kental berjejak saja) jadi ketika dioven mengembang dengan indahnya tapi ketika keluar dari oven langsung menciut...

Bisa juga kalau keluar oven kue nggak langsung dilepas dari loyang. Udara panas dalam loyang bikin kue menciut. Jadi begitu matang, angkat dan tuang ke atas rak pendingin dan lepas loyangnya. Dan kalau memanggang usahakan menggunakan loyang yang tidak terlalu tinggi supaya hasilnya rata...

Hesti HH. mengatakan...

Untuk memmbentuk fillingnya saya pake cetakan agar segitiga yang bersusun. Saya pake yang dalamnya agak kecilan. JAdi adonan filling dituang di cetakan yg dialasi plastik dan dibekukan. Nanti ketika menggulung, ptomatis kuenya jadi segitiga juga karena fillingnya.

Kalau motif luar itu cuma corat coret white cokelat mbak. Seetelah dilelehkan dimasukkan ke piping bag dan gunting sedikit ujungnya. Semprot membentuk motif yang diinginkan di atas alumunium foil atau kertas roti atau wax paper. Tunggu sampai setengah kering lalu tempelkan di kue (sebaiknya sudah diolesi sedikit ganache atau buttercream) bersama kertasnya. Masukkan kulkas. Setelah mengeras buka kertasnya dan tinggallah motifnya.

Nur Latifah mengatakan...

Blognya keren banget... Udah pinter masak pinter motret pula. Hasil karyanya bisa memuaskan mata dan lidah sekaligus.

Anonim mengatakan...

Mbak mau tanya apa bedanya whip cream cair n bu buk? Maksudny apa ada perbedaan hasil kl dipakai buat kue or es krim?trus kl yang diary n non diary jg
apa bedanya ya?saya masih bingung..terima kasih..

Anonim mengatakan...

Mbak mau tanya ap bedany whip cream cair n bubuk?apa ada perbedaan hasil kl digunakan dlm pembuatan kue or es krim?trus apa bedanya yg diary n non diary?masih bingung jd butuh pencerahan..terimakasih..

dianika septianti mengatakan...

dear mbak hesty...
saya Dianika, selalu suka mampir ke blog dirimu yang penuh ilmu...aku mohon ijin share link ya mbak karena kalo suka trial recipe aku suka link ke recipe yang bersangkutan biar yang baca juga bisa melihat-lihat yang aku sering lihat...*maksudnya aku gak setelaten dirimu yang mengetik resep satu per satu hehehe...

salam kenal ya mbak...

hera mengatakan...

Ass. Maaf mbak Hesti saya mau nanya, saya beli cream cheese sdh digunakan separuh tapi masih ada sisa setengah kilo sebaiknya ditaruh di mana ya mbak Hesti di kulkas atau di frezer? Tolong ya mbak Hesti, terima kasih sebelumnya.

Hesti HH. mengatakan...

Alhamdulillah kalo suka mbak, makasih ya dah mampir...

Hesti HH. mengatakan...

Sama aja mbak, bedanya kalau yang cair dikasih air es dulu baru dikocok supaya mengembang. kalau yang cair langsung kocok mengembang.

Hasilnya sama saja cuma tergantung bahan pembuatanya. kalau produk dairy (mis:Anchor, Elle&Vire) terbuat dari susu jadi rasanya lebih enak gurih asli susu.
Sedang kalau dari lemak nabati (mis: Haan) rasanya sudah manis karena sudah mengandung gula. Dia lebih tahan suhu ruang dibanding dairy yg gampang mencair.

Hesti HH. mengatakan...

Silahkan dishare mbak, senang kalo manfaat.
Hahaha...saya nggak telaten kok mbak, gini aja sering dibilang pelit karena diset no copy paste...padahal alo pelit aku ngga share resepnya dong ya ^^

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam,

Cara penyimpanan creamcheese cuma bisa di refrigerator dan harus benar benar hygines supaya bisa tahan lama di kulkas. Kalau menurut artikel atau kata orang orang creamcheese cuma tahan seminggu. tapi saya membuktikan sendiri bisa sampai tiga minggu asalkan kemasannya bagus. Caranya apabila mau dipakai, potong sesuai yang dibutuhkan dan potongnya menggunakan pisau bersih yang sudah dicelup di air mendidih dan dilap bersih. Setelah itu sisanya tutup rapat dengan cling wrap jangan sampai ada space (menggelembung tanda ada udara yg terperangkap) karena menjadi media tumbuhnya jamur.

Apabila mulai tumbuh jamur berwarna orange segera buang bagia yg ada jamurnya dan cicipi sisanya. kalau ada rasa pahit kecut segera buang. tapi kalau bau dan rasanya masih sama seperti waktu dibeli artinya aman.

Jangan sekali sekali menyimpan creamcheese di freezer karena akan merusak teksturnya. Kecuali creamcheesenya mau dibikin kue yang membutuhkan creamcheese leleh (bukan dikocok) seperti JCC.

izza mengatakan...

Assalamualaikum.
Mbak, untuk menghemat telur, bisa menggunakan apa ya? Mbak pake cream cheese, krim kental, dan gelatin merk apa? Adakah gelatin halal yg banyak dijual?

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam,

kalau menghemat telur solusinya bikin cakenya yang dikit telur tp ditambah emulsifier. Atau bikin dikit telur tapi pake metode pisah telur biar tetap lembut. banyak kok mbak resep2 di internet.

Saya pakai cremcheese dan krim kental Anchor yg ada label halalnya. Kalau gelatin kemarin beli di akhwat tapi dia lupa jg merknya karena dah dikemas per 100 gr yg jelas hala mbak. Ada kok buatan malaysia juga yang bubuk dan halal. Dulu saya beli buatan eropa halal dan bentuknya lembaran. Lupa nama merknya.

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails