Selasa, 09 Juni 2015

Roti Jala dan Kari Daging



Waktu kemarin aku dikasih cetakan tulban mini sama Mba Devi Rana...aku dikasih juga cetakan roti jala. Dari dulu memang penasaran pingin bikin roti jala tapi belum punya cetakannya. Alhamdulillah dapat rezeki dari mba Devi akhirnya terlaksana juga bikin roti jalanya. Makasih ya mbaaaaa...dirimu baik sekali...

Untuk resepnya aku adaptasi dari Resep Warisan. Menurut beliau ini asli resep dari Aceh. Takarannya aku bagi dua karena menggunakan setengah kilo daging sapi dan ada beberapa bumbu yang aku skip karena tidak punya seperti kembang lawang. Rasanya sudah pas dan enak menurutku. Cuman karena belum biasa makan kari dengan roti jala...jadi berasa ada yang kurang. Rotinya sendiri sudah gurih karena menggunakan santan, enak dimakan gitu aja menurutku. Lha si Iyut sama juga...sudah makan roti jala dengan kari tambah lagi dengan nasi karena katanya kurang kenyang.






Syarat untuk mendapatkan kuah kari yang wangi adalah dengan penggunaan bumbu yang segar. Terutama bahan kering seperti ketumbar dan jintan disangrai dulu sampai wangi baru dihaluskan. Kebetulan beberapa waktu lalu aku bikin bumbu halus untuk campuran bumbu spekuk. Ada cengkeh, pala, kayu manis dan kapulaga. Nah bumbu ini mirip dengan bumbu kari jadi aku ngga perlu beli lagi.

Resep roti jalanya menggunakan Resep Warisan ya. Tapi airnya aku tambahkan sedikit-sedikit. Adonannya kental hingga tidak lancar melewati cetakan roti jala. Ngga mau turun mengalir ke pan dadarnya. Setelah ditambah air dikit barulah mau keluar. Jadi sesuaikan saja kekentalannya ya teman teman. Keenceran juga gak bagus karena adonan akan langsung beleber hingga bentuk jalanya ngga kentara. Hasil akhir roti jala ini enak. Asli gurih dan agak kenyal jadi enak makannya. Yang penting sewaktu mendadar api jangan terlalu besar. Jangan pula terlalu kecil apinya dan lama karena roti jala nanti akan kering. 

Untuk konsistensi kuah kari karena mau disandingkan dengan roti jala aku bikin kuahnya rada kental. Jadi rotinya bisa dicolek colek ke dalam kuah kari. Kalau encer takutnya rotinya akan basah sehingga kurang seru makannya. Untuk cabe aku menggunakan sedikit saja agar anak anak tetap bisa memakannya.



Bahan Kari :
- 1/2 kg daging sapi, potong tipis melawan serat
- 2 buah kentang, potong kotak
- 400 ml santan kental, 500 ml santan encer
- 1/4 sdt pala bubuk
- 1/6 sdt cengkeh bubuk
- 1/4 sdt kayu manis bubuk
- 1/4 sdt kapulaga bubuk
- 1 sdt ketumbar bubuk
- 1/4 sdt jintan bubuk
- 1/2 sdt merica bubuk
- 5 lembar daun jeruk
- 2 lembar daun salam
- 1 sdm air asam jawa
- 3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu halus :
- 4 buah cabe merah
- 6 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 2 ruas jari kunyit
- 1 ruas jari jahe
- 1 ibu jari lengkuas
- 1 buah sereh, ambil batang bagian putihnya

Cara membuat :
  1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus beserta bumbu kering dan bumbu daun sampai wangi, masukkan daging. Masak sambil diaduk sampai berubah warna.
  2. Masukkan santan encer dan air asam. Kecilkan api sedang dan masak sampai daging empuk. 
  3. Masukkan santan kental dan kentang masak lagi hingga daging benar benar lunak dan kentang matang. Kalau kuah habis dan daging belum lunak bisa ditambahkan lagi santan encer atau air.
  4. Setelah kuah munyusut dan mengental matikan api. Siap dihidangkan bersama roti jala.


Roti Jala :
- 225 gr tepung terigu

- 3 butir telur ayam
- 1 sdt garam
- 500 cc santan
- 2 dm minyak goreng

Cara membuat :
Campur semua bahan lalu saring. Bikin dadar dengan cetakan roti jala. Setiap matang dua buah, tumpuk lalu lipat. Siap dihidangkan bersama kari.

6 komentar:

Muslim Branded mengatakan...

wah bikin ngiler mba masakannya,, waduh kalau bulan puasa pasti asyik tuh ,,cocok deh buat makanan setelah berbuka

Hesti HH. mengatakan...

MAkasiiiiih...

Anonim mengatakan...

Mbak Hesti ... waah ada namaku di blog nya mbak ....susah mau bilangnya apa, cantik roti jalanya, karinya menggoda selera apalagi ditambah acar, aku baru buat sekali roti jala tp krn pas buat roti jala belum punya cetakan jadi menggunakan botol air mineral yang tutupnya dibolong2in tp mmg gak sebagus cetakan roti jala, besok2 aku bakalan buat resepnya mbak Hesti, terima kasih untuk share resepnya, selamat berkarya Mbak #sunsayangdarijakarta Devi RaNa :D

Hesti HH. mengatakan...

Haaaaaiiii mba Devi....muach muach...makasih banyak ya. thanks to you mba akhirnya saya bisa jg bikinnya, Kalau ngga ditantang dan ngga punya cetakannya belum tentu saya bisa bikinnya ^^

Jade Ayu mengatakan...

Yummy ya memang si roti jala ini. Aku lg mau nyari cetakannya nih. Pengen bikin jg, tp temennya opor ayam aja. Hihi.. tfs ya mbak..

Hesti HH. mengatakan...

siiip mba, ayam juga enak kok ^^

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails