Rabu, 19 Mei 2010

Semar Mendem


Bahan kulit :

- 6 butir telur, kocok lepas
- 50 ml air
- 2 sdt tepung terigu
- 1/2 sdt garam

Bahan ketan :
- 400 gr beras ketan, rendam 1 jam tiriskan
- 300 ml santan dari 1/2 butir kelapa
- 1 sdt garam
- 2 lembar daun pandan

Bahan isi :
- 1/2 ekor ayam (rebus, suwir)
- 2 lembar daun salam
- 1 batang serai
- 1/2 sdt gula merah
- 3/4 sdt garam
- 1/2 sdt merica bubuk
- 175 ml santan dari 1/2 butir kelapa

Bumbu halus :
- 6 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 2 btr kemiri
- 3/4 sdt ketumbar

Cara membuat :
  1. Isi : Tumis bumbu halus, daun salam, daun sereh, merica, lalu setelah harum masukkan ayam suwir. Aduk-aduk masukkan santan dan aduk terus sampai santan terserap habis. Beli gula merah, aduk sampai tercampur, matikan api.
  2. Dadar : campur semua bahan dadar lalu buat dadar satu persatu sampai adonan habis. Sisihkan.
  3. Masak santan, garam dan daun pandan sampai mendidih, masukkan ketan. Aron sampai santan terserap habis.
  4. Kukus ketan selama kurang lebih 25 menit sampai matang.
  5. Penyelesaian : Ambil satu sendok ketan, panas-panas pipihkan menggunakan plastik, isi dengan ayam, padatkan dan bungkus dengan kulit dadar. Lakukan sampai bahan ketan habis. Bungkus plastik, sajikan.

Source : Resep dimodifikasi dari majalah ' Sedap Sekejap'.

5 komentar:

sastia mengatakan...

Mba' Hesti, minta resep arem-arem telor dadar...

inge&arkan@mom mengatakan...

assalamualaikum, Mbak, kalau di Solo, semar mendem disajikan dengan sejenis vla, dibuat dari tepung beras, santan, gula dan sedikit garam, direbus, menghasilkan vla encer, manis gurih. kalau saya kadang menggantinya dengan tepung terigu atau maizena, karena sifatnya hanya buat pengental, dan ternyata lidah suami pun gak bisa mbedain. Kata suami, dan mertua, yang asli Solo, semar mendem kalau gak ada vla atau saus, belum bikin 'semar mendem' (konon, saking enaknya, si semar sampai mendem gara gara panganan ini,), gak tahu beneran apa cuma karangan mertua.
tapi cobain deh , Mbak, makannya pake vla sederhana tersebut, dijamin beda sensasinya. ( promo ceritanya ini...)

Hesti HH. mengatakan...

@Sastia : maaf mba saya belum pernah bikin

@INge&Arkan mom : waalaikumsalam, waaaa saya jadi penasaran mba yang makannya pake saus soalnya di sulawesi biasanya kue manis saja yang pakai saus hehe, nanti kapan kapan dicoba, Makasih ya mbaaaa

Anonim mengatakan...

Mbak, terima kasih resep nya.

Saya mau tanya plastik utk bungkusnya, pakai plastik apa ya? Kalau pakai plastik sampul buku apa bisa? Susah bgt cari info plastik utk kue. Saya juga mau bungkus utk lapis surabaya.

Makasih mbak..

Hesti HH. mengatakan...

Biasanya ada toku kue yang memang menjual plastik untuk kue mba. Tapi saya lupa apa namanya...
Kalau plastik sampul mungkin ketebalan mba dan aroma plastiknya sangat kentara...

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails